The Smile Has Left Your Eyes  Eps 1 – Part 1

Psikiater Yang Jung Mo tengah diwawancarai, diperlihatkan foto masa mudanya. Ketika usianya 27 28 tahun ia bertemu dengan seorang anak kecil berumur 8 tahun yang entah mengapa secara ajaib mengubah kehidupannya. Tatapan anak tersebut begitu misterius, semula ia mengikutinya karena penasaran. Namun ia menyadari bahwa inilah takdirnya, pengembaraannya selama ini adalah untuk menemukan anak tersebut.

Disaat yang bersamaan di suatu apartemen terjadi investigasi. Ditemukan wanita meninggal ketika malam hujan, namun belum diketahui apakah itu merupakan bunuh diri atau pembunuhan.

Yoo Jin Guk mendatangi lokasi penyelidikan, Ketua Tim dan beberapa anggota melihatnya. Namun hanya Uhm Cho Rong yang menyapanya, kenapa berada di sini dan bukannya pulang? Bukankah waktu kerjanya Manajer Yoo sudah selesai.

Jin Guk bertanya apa yang sedang terjadi. Cho Rong menjelaskan bahwa mahasiswi berusia 22 tahun ditemukan bunuh diri. Cho Rong sempat bertemu dengannya sekali, dan dia sangat cantik. Tapi Jin Guk mempertanyakan apakah benar ini kasus bunuh diri?

Yoo Jin Kang di tempat kerjanya, rekannya memuji undangan Seung Ah sangat mewah.. apa ini karena Seung Ah anaknya orang kaya?. Jin Kang berkilah, tidak kog.. keluarga mereka tidak sekaya itu. Sebelum pergi menghadiri undangan Jin Kang dipaksa bosnya untuk memakai pakaian yang telah ia siapkan, dan jangan lupa untuk membawa portofolionya.

Nasib perusahaan kita tergantung pada Jin Kang nantinya, ia harap Jin Kang bisa  menjalin kerja sama dengan Jang Woo Sang (Tunangannya Baek Seung Ah). Dan hari ini adalah pesta ulang tahun yang disiapkan Jang Woo Sang untuk Seung Ah.

 Di perjalanan menuju tempat pesta, Jin Guk berusaha keras untuk tidak mau ambil pusing akan insiden kecelakaan di depannya. Tidak mau tahu, dia sedang tidak bertugas..

 Tapi pada akhirnya ia turun tangan juga. Tak lama kemudian setelah mengatur semuanya, ia menerima panggilan dari Jin Kang. Diharapkan untuk segera ke tempat pesta dan jangan terlambat.

Sesampainya di tempat undangan, Jin Kang tersenyum bangga melihat banner bertajuk pameran yang dibuatkan untuk Seung Ah. Anehnya ia melihat Baek Seung Ah tengah menundukkan kepalanya di setiran mobil.

“Seung Ah..”

“Oh, Eonie..”

“Apa kau sakit?”

Seung Ah keluar dari mobilnya masih dengan lesu. Ia bilang ia merasa ingin mati saja. Terkejut Jin Kang mendengarnya. Namun Seung Ah segera menutupinya menjadi, aku hanya bercanda.. apa Eonni terkejut?

Jin Kang segera memukulnya, membuat takut saja. Mereka kemudian masuk ke gedung. Selang beberapa saat kemudian Kang Moo Yeon dan Na Hee Jun datang, mereka adalah orang yang akan menyajikan bir di acara tersebut.

Hee Jun terkesima melihat mobil mewah Baek Seung Ah dan memuji-mujinya. Sayangnya Moo Yeon nampak tidak tertarik menanggapinya. Ketika mereka berdua membawa barang bawa’an ke dalam, terdengar dua karyawati bergosip perihal Baek Seung Ah yang tidak mendatangi acaranya sendiri tapi masih mau dianggap seniman? Apa karena dia orang kaya makanya bertingkah semena-menanya sendiri? Lihat, mobil baru Baek Seung Ah itu merupakan hadiah hari valentine.

Seung Ah mendengarkan perincian acara kedepannya. Ia mendengarkannya dengan malas, Seung Ah marah ketika mendengar nanti ada sesi bincang-bincang dengan wartawan, kenapa seolah memutuskan sendiri tanpa bertanya kepada Seung Ah?. Yang menjelaskan bilang ini perintah langsung dari Jang Woo Sang.

Segera Seung Ah menelfon Woo Sang

“Oppa, dimana kau?”

Disaat yang bersamaan Jin Kang menerima panggilan dari bosnya, mengingatkan untuk bersikap manis pada Woo Sang supaya bisa bekerjasama. Dengan setengah hati Jin Kang mengganti pakaiannya di mobil Seung Ah.

Entah sengaja atau tidak, Moo Yeon melihat Jin Kang dari luar dan mendekatinya. Tanpa sadar ketika membuka pintu mobil.. Jin Kang mengenai Moo Yeon. Ia meminta maaf, namun kembali lagi setelah tahu Moo Yeon yang menyediakan bir di acara hari ini. Jin Kang bertanya minuman apa saja yang disajikan. Moo Yeon menjawab semuanya.

Tanpa basa-basi Moo Yeon mencela Jin Kang. Menurutnya mobil ini pasti bukan milik Jin Kang, ia tidak secantik itu sehingga memiliki mobil tersebut. Mendengarnya membuat Jin Kang tersinggung.

Lalu keduanya berpisah.

“Kau pasti baru membelinya.” Sindir Moo Yeon

“Apaan sih?” Jin Kang bingung

“Apa yang ku beli?”

Lalu Jin Kang melihat kakaknya baru datang dan mulai menggerutu

“Kau bilang kau tadi terbang.

“Aku sedang berlari.”

“Siapa ini? Apa ini Yoo Jin Kang yang kukenal?” Kata kakaknya sambil mencabut label harga di rok baru Jin Kang.

“Jangan mengatakan apa-apa. Jangan berani komen. Aku tahu. Aigoo. Itu Yoo Jin Kang yang aku kenal. Ini nih!

Jin Kang kemudian baru menyadari sesuatu, kenapa pria tadi menyebutnya baru beli sesuatu. Ternyata karena Jin Kang kelupaan belum melepas label harga di roknya

“Tunggu. Ini… Oh, itu… sebabnya… Ah memalukan.”

 “Ah aku yang lebih malu. Kau mau bilang ke semua orang kalau kamu beli baju baru. Aku membeli baju baru.”

Jin Guk memberikan rangkaian bunga yang ia bawa pada Seung Ah. Dan ia mulai memuji-muji hari ini luar biasa, Seung Ah berbakat dan hebat membuat semua karya seni di sini. Jin Kang bilang bahkan Woo Sang akan membuatkan pesta kembang api untuk ultahnya Seung Ah. Jin Guk senang mendengarnya, ia mulai mengejek adiknya sendiri yang bahkan tidak pernah kedengaran berkencan dengan seseorang. Jin Guk melihat Woo Sang dari kejauhan, lihatlah betapa tampannya Woo Sang dilihat langsung. Seung Ah entah mengapa yang mulai beradu pandang dengan Woo Sang menjadi sedikit tersulut emosinya. Ia mengajak Woo Sang pergi dari keramaian untuk bicara.

Seung Ah membanting bunganya,

“Ada apa Baek Seung Ah-Sshi..?”

“Batalkan, bincang-bincang senimannya.”

“Kenapa?”

“Berapa lama aku harus dibodohi… Profesor Hong juga datang. Bagaimana aku bisa melakukan itu saat dia akan datang?”

“Kenapa tidak? Harusnya kau bisa buat lebih banyak.”

“Oppa. Setidaknya, mari hilangkan apa yang Profesor Hong buat. “White Shadow” dan “The Sound of Cherry Blossom”. Hanya menatapnya membuatku tercekik. Ini tidak benar. Bagaimana kau bisa menunjukkan sesuatu yang tidak kau buat?”

“Kau yang ingin pameran tunggal. Tapi… kau tidak cukup baik. Kau juga setuju kan?”

“Aku tidak menyangka ini terlalu mewah.”

“Menurutmu, siapa yang menyarankan itu? Hong Ji Won. Wanita itu.”

“Apa?”

“Dia ingin menjualnya, jadi aku beli. Apa masalahnya? Sekarang itu milikmu.”

Braak! Terdengar suara kunci diletakkan ke atas meja dengan sengaja, Kim Moo Yeon bekerja seolah-olah tidak mendengar apapun yang keduanya bicarakan. Melihat Kim Moo Yeon.. Woo Sang segera bertindak, ia menyuap Moo Yeon untuk tutup mulut.

Ia memberikan Moo Yeon cek 1.000 dollar. Kemudian Woo Sang menerima panggilan, ia pamit pergi tanpa menghiraukan Seung Ah yang masih marah.

Sebelum Seung Ah pergi Moo Yeon bertanya tidakkah Seung Ah akan membawa kembali bunganya tadi?. Seung Ah mengambilnya lagi dan hendak pergi.

Moo Yeon menahan Seung Ah dengan kata-katanya. Jangan lakukan bincang-bincang seni kalau kau tak mau melakukannya.

Seung Ah menuntut Moo Yeon untuk menepati janjinya, ia tadi menerima cek dari Woo Sang. Ah janji? Aku takkan menepatinya, Moo Yeon langsung menyobak cek tersebut.

Seung Ah geram bertanya apa yang Moo Yeon inginkan? Apa lantas aku terlihat gampangan setelah kau tahu semua masalahku?

“Sedikit…” Jawab Moo Yeon.

“Kau pikir kamu siapa… Kau tidak perlu mengatakannya. Sekarang aku sudah merasa sedih. Aku sudah merasa cukup menyedihkan.”

Kata Seung Ah berapi-api. Namun Moo Yeon hanya mendengarkan tanpa menanggapinya lebih lanjut. Ia membawa barangnya dan hendak pergi. Baiklah, aku mengerti.. seorang Baek Seung Ah tidak mau melakukan bincang-bincang seni.

Seung Ah duduk sendirian sambil melamun, ia memikirkan kata-kata Moo Yeon. Entah bagaimana Moo Yeon mengerti perasaannya, mengenai Baek Seung Ah yang seperti dipaksa untuk tampil dan mengakui semua karya seni itu buatannya. Kalau Seung Ah tidak mau ia hanya harus tidak menghadirinya.

Seung Ah tetap menghadirinya, ia berjalan dan sudah ditunggu banyak orang. Sayangnya karya seni yang diidamkan saat itu sengaja disenggol Moo Yeon hingga pecah terberai. Dan membuat semua mata tertuju padanya. Moo Yeon hanya meminta maaf, ia tidak sengaja menyenggolnya.

Moo Yeon dibawa pihak keamanan untuk diperiksa. Jin Guk dan Jin Kang juga salah satu diantara semua hadirin yang menatap Moo Yeon dengan aneh.

Disaat itu pula Cho Rong memberitahu bahwa kasus mereka sebelumnya bukanlah bunuh diri, namun pembunuhan.

************** The Smile Has Left Your Eyes****************


Jin Kang dan Jin Guk memesan minuman, Jin Kang merasa aneh ketika Moo Yeon memberikan minuman yang diinginkan Jin Kang sebelumnya. Ia masih merasa kesal karena olokan Moo Yeon yang menyebutnya tidak cantik.

“Apa aku kelihatan jelek?”

“Ya! Kau memang jelek!” Kata Jin Guk bercanda. Memangnya siap ayang bilang kau jelek? Jin Kang menunjuk pada Moo Yeon. Jin Kang kesal dan menyenggol kakaknya, tapi Jin Guk merasa ia seperti tidak asing dengan Moo Yeon,. Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?

Jin Kang rasa mereka tidak pernah bertemu. Jin Kang tidak perduli dengan portofolio perusahaan yang diwejangkan untuk diberikan ke Woo Sang.

Sementara itu Seung Ah justru terpesona dengan Moo Yeon. Ia memperhatikannya dan mengikutinya sampai di luar. Woo Sang tak sengaja melihat Seung Ah berjalan sendirian. Ia mengikutinya.

Sepertinya Moo Yeon memang sengaja membuat Baek Seung Ah penasaran dan membuntutinya. Disaat ia menemukan Moo Yeon ia hati-hati bertanya, apa tadi itu sengaja?

Moo Yeon acuh tak acuh bertanya, sayangnya mahal dan jadi sia-sia. Namun bagi Seung Ah itu tidak, ia malah sangat tertolong.

“Kenapa kau melakukannya?”

“Karena kau cantik, sangat cantik..”

“Seung Ah! Baek Seung Ah!”

Woo Sang dari atas memanggil-manggil Seung Ah.  Seung Ah hendak pergi tapi ditarik Moo Yeon mendekat dengannya untuk bersembunyi.

Pesta kembang api dimulai. Woo Sang sibuk mencari Seung Ah, Seung Ah bersembunyi dengan Moo Yeon. Ia bahkan mematikan ponselnya saat Woo Sang memanggilnya.

Advertisements

The Smile Has Left Your Eyes

Quote

Sinopsis (Drakor.id)
The Smile Has Left Your Eyes menceritakan tentang Seorang detektif yang berpikir untuk berhenti dari pekerjaannya. Dia mengambil sebuah kasus pembunuhan mahasiswa wanita yang disamarkan sebagai bunuh diri. Si detektif menjadi terobsesi untuk menyelesaikan kasus tersebut. Dia juga memiliki adik perempuan dan dia bertemu dengan seorang pria. Pria itu tidak ingat kapan dia masih kecil. Dia bukan orang yang baik, tapi dia bersimpati padanya.
Si detektif mencoba mengusir pria itu dari adik perempuannya. Detektif tersebut menduga bahwa pria tersebut terlibat dalam kasus pembunuhan mahasiswa wanita. Akan tetapi Pria dan adik perempuan detektif itu saling jatuh cinta. Apa yang akan dilakukan detektif?

Detail
Drama: The Smile Has Left Your Eyes (English title) / Hundred Million Stars From the Sky (literal title)
Revised romanization: Haneuleseo Naerineun 1eok Gaeui Byeol
Hangul: 하늘에서 내리는 1억 개의 별
Director: Yoo Je-Won
Writer: Song Hye-Jin
Network: tvN
Episodes: 16
Release Date: October 3, 2018 —
Runtime: Wed. & Thu. 21:30
Genres: Thriller, Mystery, Romance, Drama, Melodrama
Language: Korean
Country: South Korea

Drama Pengganti “Familiar Wife”

  1. Remake of 2002 Fuji TV drama series “Hundred Million Stars From the Sky.”

Sesegera mungkin sepertinya akan konsen drama ini setelah kelar nonton Familiar Wife,