Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 11 Part 3 – Final

beinginlovewithyouFinal Episode! Jangan minta sinopsis Episode 12 ‘ya?. Karena tidak ada 😀

@@~We Married as Job~@@

“Mikuri-san, arah ceritanya…”

Mikuri terlihat begitu frustasi, ia bertanya bagaimana kalau mereka berhenti saja sampai disini?. Mikuri pikir dirinya ini pasti merepotkan bagi Hiramasa-san, sebelumnya gaji Hiramasa cukup untuk meminta jasa pelayanan asisten rumah tangga dari agen untuk dipekerjakan seminggu sekali. Kalau kau hidup sendiri. Baik tentang kompensasi pekerjaan ibu rumahtangga atau semacamnya tidak akan ada. Tak akan ada “kepandaian” mengatakan hal itu padamu.

Mikuri juga yakin, pasti ada banyak wanita yang akan senang hati menerima lamaran Hiramasa-san. Jadi itu hal yang normal, tidak akan ada yang merepotkan Hiramasa-san. Mikuri pergi ke toilet meninggalkan Hiramasa.

     Hiramasa memberikan pakan ke dua emprit Jepang. Ia sedang memikirkan Mikuri, tiba-tiba menutup pintu. Hiramasa terkenang saat ia dengan dinginnya mempersilahkan Mikuri pindah ke rumah Kazami jika mau, juga saat meminta Mikuri jangan mengorek dan menganalis kehidupannya.

Hiramasa selama ini tahu betul caranya menutup diri, dia pun juga tahu cara membukanya. Teringat kegigihan Mikuri mengetuk pintu hatinya, lagi… lagi dan lagi tanpa kenal lelah. Mikuri mengajaknya berpacaran, berpelukan di hari Selasa, kemarahan Mikuri saat melihat Hiramasa bersama Igarashi tempo hari lalu,

Mikuri: Dasar bodoh!

Hiramasa-san sadar, tidak ada orang lain… itu Mikuri-san!. Hiramasa mengetuk pintu toilet, Mikuri masih bersedih. Hiramasa meminta maaf karena mengganggu Mikuri saat sedang bekerja. Ia ingin bicara. Mikuri tidak menanggapi.

“Menghindari dan terus menghindari kerepotan, kalau aku terus menghindarinya sampai pada batasnya, berjalan dan makan juga akan jadi merepotkan. Bahkan untuk bernapas, Itu juga akan jadi merepotkan.”

“Bukankah aku akan lebih dekat dengan batas kematian?”

“Apa?” Mikuri bingung, Hiramasa duduk membelakangi pintu.

Menurut Hiramasa bertahan hidup itu juga merepotkan. Jadi entah berdua atau sendirian sama saja. Masing-masing memiliki kerepotan yang berbeda. Jalan yang manapun, walaupun merepotkan, bukankah kalau kita bersama, kita pasti bisa mengatasinya?. Kita akan mendiskusikannya, saat tidak memungkinkan, kita bisa melakukannya di waktu yang lain. Bahkan kalau ada kecurangan demi kecurangan, bagaimanapun caranya, bukankah kita bisa mengatasinya?. Bukankah tidak ada yang tidak bisa kita lakukan bersama?.

   Walaupun Mikuri sendiri bilang kalau itu bukanlah hal yang normal, bagi Hiramasa sekarang sudah terlalu jauh untuk berhenti.  Hiramasa sudah tahu sejak awal, itu bukanlah masalah yang besar. Tak peduli apa kata orang, toh sejak awal hubungan mereka ini memang sudah tidak normal.

Ini sudah terlalu jauh untuk dihentikan. Hiramasa-san bilang sangat menantikan Aozora, “Selamat malam..”

Hiramasa pergi. Mikuri mulai terisak, “Saat semuanya tidak berjalan lancar, seseorang akan menunggu, seseorang akan percaya, aku tidak boleh kehilangan arah, ayo kita bangun lagi, satu persatu. Ayo kita bangun lagi, walaupun perlahan-lahan.”

     Hari H Aozora, ada sedikit masalah. Selebarannya tidak ada, lalu seseorang datang dan menyampaikan kalau selebarannya terbang terbawa angin, hanya tertinggal satu. Mikuri mau mengkopi satu lembar yang ada. Ia berlari, dicegat Yuri dan Numata. Mikuri kembali lari, Tsuzaki datang menyambut keduanya.

Numata tanya di mana Hino. Tsuzaki pikir anaknya Hino mengalami demam lagi (ahahahaha…)

“Lagi?” kata Numata dan Yuri kaget bersamaan. Sayang sekali, tapi mau bagaimana lagi?. Numata rasa itu takdirnya. Yuri penasaran Mikuri mau ke mana, Hiramasa bilang ia tadi juga melihat Mikuri berlari. Ia harap Mikuri-san bisa berlari seperti Mikuri-san. Yuri heran dengan kata-kata itu. Numata memuji kata-katanya Tsuzaki itu adalah cintanya.

   Umehara dan Horiuchi melihat selebaran Aozora yang terbang terbawa angin tadi. Umehara pikir ada orang  yang membuang sampah sembarangan. Horiuchi tanya apa yang akan Umehara lakukan?. Umehara berkomentar, kalau Tsuchiya-san yang melihat ini pasti enggan memungutinya. Horiuchi tanya, lantas apa Umehara mau memungutinya?

    Yuri dan Numata mengobrol.

“Apapun yang kau katakan, itulah diriku yang sangat terikat oleh kutukan usia. Aku jadi sangat ketakutan. Aku lebih berkecil hati dengan usiaku sendiri daripada berkencan. Apakah akan lebih baik kalau kami berteman saja? Aku tidak bisa melakukannya dengan mudah.” Kata Yuri

“Aku juga punya rasa berkecil hati. Karena aku selalu dicampakkan. Aku tidak mengirimkannya pesan kepastian. Aku menghindari dan terus menghindarinya untuk mengulur waktu.”

“Kita adalah orang dewasa yang tidak berguna.”

“Apa yang bisa kita lindungi?”

Yuri usul kenapa kita tidak mengirimkan pesan saja?, Numata menyetujuinya. Keduanya sama-sama meminta dihibur jika hasilnya justru buruk nanti.

   Mikuri kebingungan karena tinta habis, lalu ia melihat Umehara dan Horiuchi membawa setumpuk selebaran. Ia mengambil tumpukan selebaran  itu dan berterimakasih. Mikuri pergi.

Mendengar panggilan Mikuri ke Tsuchiya adalah Yuri-chan membuat Horiuchi ingin memanggil Yuri-san. Umehara melarangnya. Horiuchi tanya kenapa memangnya?. Umehara bilang ia menggunakan nama Yuri-san sebagai nama samarannya di sebuah aplikasi gay.

“Hah? Kau gay?” tanya Horiuchi.

Umehara meminta merasahasiakannya. Ia sudah dapat orang yang cocok dengannya di aplikasi gay itu, ia yakin pria tersebut masih bekerja di sekitaran sini tapi sepertinya dia tidak akan pernah menemui Umehara, sebelumnya pernah bilang kalau dia akan mati sebentar lagi (Oooh… itu itu itu… pas Numata di RS habis pemeriksaan berarti chattingan sama Umehara? (LMFAO). Pesan masuk,

[Yuri-san, kalau boleh, kenapa kau tidak datang?]

Umehara senang sekali, ia melihat gambar yang dikirimkan Numata. Gambar Aozora yang hendak ia tuju bersama Horiuchi

(Aaaaaackkkk! Tidaaaaaak~~~~~ aku sudah positif mikirnya kalau Umehara mungkin normal, sempat mikir dia naksir Yuri, lalu kupikir dia suka sama orang yang nun jauh di sana, tapi tapi tapi? Numata?, Numata emang udah gay sih meski punya istri dan anak, bukan gay tepatnya kalo gitu mah~ biseksual. Pantesan tiap Numata menyebut “Yuri-san” rasanya ada cinta terucap di tiap hurufnya XD Ahahahahaha…. Aku terbengong-bengong O_O, NATSUKI UMEHARA-SAN…! mendingan kamu naksir aku aja Bang??? T_T *mewek_histeris* 😀 )

    Mikuri berlari dan menaruh selebarannya ke meja. Masalah sudah selesai. Ia lihat Hiramasa ikut berjualan dengan Yassan. Mikuri memarahi Yassan yang kelihatannya melamun saja. Tak lama kemudian Hino datang, kaget kan? Kaget kan? Ia memang sengaja berbohong soal anaknya demam lagi. Ia hanya ingin memberikan kejutan.

Ia juga senang bisa bertemu Mikuri-chan, Hino kira tidak akan bisa bertemu dengan Mikuri selamanya. Mikuri juga senang.

Mereka berjabatan tangan. Yassan bingung kenapa mereka senang sekali?. Tsuzaki bilang ini adalah saat takdir yang baik. “Tsuzaki-san!” panggil istrinya Hino sembari berlari dengan kedua anaknya. Sudah lama ia tidak bertemu dengan Tsuzaki, Tsuzaki menyapanya. Hino memperkenalkan istrinya ke Mikuri. Mereka saling menyapa.

    Numata kembali dari membeli kue beras. Yuri masih belum mengirimkan pesan ajakan ke Aozora, rasanya jarinya sulit sekali mengklik tombol kirim. Numata geregetan, kalau begitu ia saja yang mengirimnya. Master Yama-san datang bersama Kazami, Yama-san mengajak Numata bicara sebentar. Mereka meninggalkan Yuri dan Kazami sendirian.

    Umehara dan Horiuchi sudah sampai di Aozora. Horiuchi tanya apa Umehara tidak tahu wajah pria itu?. Umehara bilang pria itu tidak pernah mengganti foto profilnya. Ciri-cirinya adalah nori senbei berukuran besar. [Nori senbei: Kue beras yang dilapisi nori]

Kazami dan Yuri bersama, Kazami diberitahu si Pojimon (Positive monster a.k.a Igarashi) kalau ia bertengkar dengan Yuri. Yuri tertawa, julukan Pojimon ke Igarashi itu julukan yang luarbiasa sekali. Yuri tanya apa yang Igarashi katakan?

Kazami menjawab, Yuri adalah wanita 50 tahunan yang sangat beruntung. Igarashi pikir Yuri menyukai Kazami-san.

   Yuri terkejut. Kazami tetap melanjutkan perkataannya Igarashi. Menurut Igarashi baik Yuri dan Kazami adalah dua orang dewasa yang bodoh.

Yuri tanya itukah alasan Kazami datang kemari?. Kazami kehilangan muka setelah dicampakkan, tapi ia pikir masih ada kesempatan. Yuri berkomentar, kalau tidak ada apapun, Kazami tidak bisa bergerak, kan?. Orang dewasa memang merepotkan.

Kazami: Saat mencapai usia ini, kita bisa merasakan suasana membuat hubungan bagaimanapun itu. dan walaupun kita berkencan satu sama lain secara tidak sengaja.

Yuri: Aku tidak melakukannya.

Kazami: Aku… Suka padamu, Yuri-san. Aku ingin mengatakannya dengan benar.

Yuri juga mengaku ia suka Kazami, suka dalam artian bukan Kazami  sebagai keponakannya. Ia sebelumnya tidak memahami perasaan ini, apakah tidak masalah kalau ia mencoba jujur pada perasaannya saat ini?. Kazami kemudian memeluk Yuri. Yuri balas memeluknya, ia merasa kesepian saat tidak bisa melihat Kazami.

 Kazami melepaskan pelukannya dan hendak mencium Yuri, tapi Yuri mendorongnya. Tiba-tiba? Kazami lalu tersenyum dan mengecup keningnya. Ini pertama kalinya Yuri melihat orang melakukan ini secara langsung padanya, Kazami menggodanya, lalu dia harus menciumnya di mana?. Keduanya tertawa.

Hiramasa memilah sampah, ia melihat Mikuri ditawari makan kue beras sepuasnya. Mikuri berterimakasih dan akan mampir nanti. Mikuri mendekati Hiramasa dan meminta maaf karena membuat Hiramasa-san melakukan ini.

     Hiramasa tidak masalah, dia memuji Mikuri yang nampaknya populer sekali. Mikuri terenyuh, ia untuk sampai di titik ini telah melalui jalan yang sangat panjang. Hiramasa pikir Mikuri pasti ingin melakukan hal seperti ini lagi. Mikuri menjawab tergantung situasinya juga.

Menurut Hiramasa negosiasi adalah hal yang paling penting. Mikuri bilang ini adalah penemuan, saat ia masih magang ia sering menyarankan ini itu pada atasannya, Entah sepertinya cara ini lebih efiesien, atau kenapa anda tidak melakukannya dengan cara ini?

    Mikuri juga tidak mau melakukan hal menyebalkan itu. Pada akhirnya atasannya terganggu dan memberhentikan Mikuri. Mikuri merasa “kepandaian” yang ia miliki ini tidak disukai di manapun ia berada. Karena Aozora ini Mikuri bisa merasa lebih diterima dengan baik. Bersyukur masih ada pekerjaan yang bisa dia lakukan dengan “kepandaian” nya.

Hiramasa penasaran, memangnya kalau Mikuri pandai kenapa?. Ia mengerti artian pandai yang Mikuri maksud, bukankah mungkin saja rekan kerja Mikuri mengatakannya karena merasa terlihat kecil?. Hiramasa-san tidak pernah melihat Mikuri berkecil hati.

    Hiramasa juga tidak pernah sekalipun merasa kalau Mikuri “pandai”. Hino memanggil Tsuzaki untuk bergabung ke mejanya. Tapi Mikuri tiba-tiba saja memeluknya.

Seketika acara pelukan dadakan Mikuri ini menjadi tontonan masal semua orang yang ada di sini. Hiramasa mengingatkan ada banyak orang yang menyaksikan mereka tapi Mikuri enggan melepaskan pelukannya.

    Hiramasa mengerti, dia balas memeluk Mikuri. Dan suara orang-orang ber-Ooooh! Ria bergemuruh terkejut sekaligus kagum pada pasangan ini.

“Terimakasih” ucap Mikuri.

“Untuk apa kau berterimakasih?”

“Aku sangat menyukaimu.”

Mikuri: Dari semuanya yang mengikat kami, dari rasa sakit yang tak terlihat ini. Suatu hari nanti pasti terbebaskan.

Numata dan Umehara bertemu. Mereka tampaknya sudah janjian beli kue beras agar bisa saling mengenali, mereka saling membungkuk menyapa.

      Master Yama-san mengobrol dengan Horiuchi. Bukankah Danke itu kata yang bagus?, hanya dengan 3 huruf kita bisa mengucapkan terimakasih. Keduanya lalu mengangkat gelas dan mengucapkan Danke!

    Yassan senang penjualannya meningkat. Mikuri menyelamatinya. Yuri memeluk Mikuri senang sekali. Dia menggoyangkan badan Mikuri dan memberantakkan rambut ponakannya seperti biasanya. Mikuri menduga pasti Yuri ada sesuatu yang membahagiakan sampai seperti ini.

    Malam yang tenang, hubungan mereka sudah membaik lagi. Mikuri bertanya apa yang akan mereka lakukan baiknya setelah ini?. Bagaimana kalau ia mencari pekerjaan dengan serius?. Hiramasa merasa ini sudah baik entah pernikahan mereka didaftarkan atau tidak, tak ada pilihan lain selain merubah gaya hidup, pencarian akan terus berlangsung.

Mikuri membenarkannya. Mari kita melanjutkan hidup. Hiramasa usul bagaimana kalau mereka menghidupkan kembali hari berpelukan?, saat sibuk dia cenderung melupakan skinship, saat mereka bertengkar… bagaimana seharusnya menyentuh Mikuri? Hiramasa merasa kehilangan.

     Mikuri juga, ia rasa kalau tiap malam sebelum tidur dipeluk Hiramasa pasti mimpinya Mikuri akan indah. Hiramasa jadi malu mendengar perkataann Mikuri itu, ia minta Mikuri jangan terus-terusan mengatakan hal seperti itu.

“Welcome.”  Kata Hiramasa (apa’an sih? Welcome? Keset? O_O?)

“Welcome”

Hiramasa berkata bagaimana kalau mereka memikirkan soal pindah rumah?. Mikuri juga perlu kamar, kamar yang bisa ditempati tempat tidur double bed. Mikuri rasa kalau tempat tidurnya berbeda mereka bisa tidur lebih nyenyak.

Dengan malu-malu Hiramasa bilang “Itu… bisa kita negosiasikan.”

Mikuri bilang ia mau membangunkan Hiramasa-san setiap pagi. Hiramasa berkata soal ciuman waktu itu.. kalau Mikuri-san menginginkannya dia akan melakukannya. Tanpa disangka-sangka Mikuri langsung mengecup Hiramasa. Hiramasa terkejut.

Mikuri minta hari Minggu Hiramasa membangunkannya.

“Setelah itu?” tanya Hiramasa.

“Bisa dinegosiasikan” katanya canggung.

Hiramasa mendekat, lalu….

     G A M E S! (Hahahahaha!) BIG CHALLENGE. Mikuri bersiap melemparkan dart nya ke papan putar, [Apa yang harus dilakukan di masa depan?] tulisan yang tertera di tengah-tengah papan. Giliran Hiramasa, Mikuri menyemangatinya. Para supporter menyemangatinya.

“Hiramasa! Hiramasa! Hiramasa!”

Terpilihlah “Pesta Pernikahan”

Mikuri bingung, sekarang juga?. Mereka berkhayal.

Mikuri dan Hiramasa melakukan pemotretan. Mikuri memberikan narasinya, diantara semua jalan yang ada.. kau bisa memilih jalan yang kau inginkan atau tidak bisa memilihnya.

    Lalu dart tertancap di tulisan “Punya banyak anak” (ahahahahaha!). Mikuri menatap Hiramasa dengan agak sebal, Hiramasa menutupi wajahnya karena malu (hahahahaha…)

“Katsui, Isaki. Cepat makan!” Mikuri meneriaki dua anak yang satu sibuk membaca buku, yang satunya main gadged. Mikuri sendiri sibuk dengan si kecil,

“Seigo, Hatsume. Ayo cepat makan!” Kata Hiramasa sambil mengejar dua bocah yang berlarian.

Mikuri meminta Hata-kun untuk Banzai! Banzai! Mengangkat tangannya untuk dipakaikan baju. “Papa, cepatlah!” katanya ke Hiramasa yang kesulitan mengejar dua anaknya.

Mikuri: Walau setiap jalan merepotkan dari hari ke hari,

     Dart selanjutnya menancap di tulisan Bapak rumahtangga. Mikuri meragukan Hiramasa, memangnya kau bisa melakukannya?. Hiramasa berubah menjadi bapak rumahtangga, ia menyiapkan bekal untuk Mikuri dan mengucapkan selamat jalan ke Mikuri. (ahahahahahaha! Ini bisa disewa ke rumah gak sih? >_< biar hari-hariku makin berwarna punya pembantu Hiramasa Tsuzaki XD )

Mikuri: Setiap jalan memiliki hari-hari yang indah.

    Selanjutnya “Berpisah”. Mikuri dan Hiramasa tidak mau, mereka akan melemparkan panahnya lagi. “Melarikan diri”. Bahkan jika ada masanya melarikan diri…

Hiramasa terpukul, Mikuri memintanya tarik nafas dalam-dalam, mereka masih ada kesempatan lagi.

    Suatu pagi hari di musim semi yang indah, kelopak bunga sakura berguguran diterpa angin.

Mikuri: Carilah jalan yang lain. Lalu kembali lagi. Hari yang baik maupun hari yang buruk.

Mikuri dan Hiramasa mengepaki barang-barang mereka. Mikuri bilang ada  yang gawat! Kemarin hari Selasa!. Tapi sudah lewat 6 jam. Mereka sepakat simpan saja.

Mereka berpelukan.

Mikuri: Seperti biasanya sekali lagi, ayo mulai dari hari Selasa!

❤ ~ End ~ ❤

Komentar:

       Daripada memikirkan antara “Sad Ending” atau “Happy Ending” dari sebuah drama aku lebih suka melihat tokoh utamanya diberi keadilan, tujuannya tercapai di final episode setelah disiksa oleh pengarangnya sepanjang episode *ahahahaha, entah hasilnya Sad/Happy ending aku akan menerimanya asalkan tokoh utamanya diperlakukan secara adil ^_^.

    Mencintai kekurangan, saling melengkapi dan menjalani beragam rintangan hidup yang ada bersama-sama. Suami dan istri adalah partner hidup, derajatnya sama, kuncinya saling menghargai, perasaan saling membutuhkan dan dibutuhkan. Hal terajaib di dunia ini adalah dua orang berbeda yang bersatu karena satu kata ringan yang disebut “Cinta”, magic! Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta… jika kita menemukan seseorang yang kita cintai dan ia pun mencintai kita… itulah salah satu keajaiban yang nyata nampak di mata manusia. Suka sekali drama ini ❤

♥~Nigeru Wa haji da ga Yaku ni Tatsu || Runaway is Ashamed But Helpful ~ ♥

       Terimakasih sekali pada Readers yang mengikuti tulisanku sampai ending. Terimakasih sekali atas dukungan dan sokongan semangatnya selama ini. Dimulai sejak pertengahan November sampai awal Januari kita bersama. Domo Arigatou~!

Beribu-ribu terimakasih pada kalian semuanya, sinopsis-sinopsis yang ada masih banyak kekurangannya, kesalahan ketik (typo) dan komentarku yang kurang berkenan di hati, Mohon maaf sebesar-besarnya.

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

ριζα

 

Advertisements

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 11 Part 2

b10

~***We Married as Job***~

    Sekarang pembagian tugas di rumah, Mikuri 33 spot dan Hiramasa 22 spot.

Di kantor, Tsuzaki memberitahukan ke Hino tentang Aozora. Hino tidak tahu rupanya istrinya Tsuzaki bukan ibu rumah tangga penuh. Tsuzaki menjelaskan, sampai beberapa waktu yang lalu memang seperti itu. Sekarang istrinya menjadi penulis majalah kota, pengurus aozora dan ibu rumah tangga.

Hino mengerti itulah kenapa akhir-akhir ini lauk pauknya Tsuzaki berkurang. Ia bandingkan dengan lauk buatan istrinya.

Numata datang, ia mempertanyakan jadi Mikuri-san dan Tsuzaki-san saling bergairah, passion?. Hino heran, bukannya itu hal yang wajar kalau pasangan menikah memiliki passion?. Numata duduk, dia sok menjelaskan ada beberapa hal di dunia ini yang gelap dan semacamnya.

Tsuzaki menanggapi, entah passion atau tidak yang jelas ia menyukai Mikuri. Hino dan Numata sampai syok mendengarnya. Tsuzaki bilang ia juga melakukan simulasi pembagian tugas rumah tangga dengan Mikuri, meski merepotkan ia melakukannya walau jika bisa ia pun tidak mau melakukannya.

Mikuri mengirimkan pesan, kalau Hiramasa pulang lebih cepat ia diminta membuatkan nasi.

    Di rumah, Hiramasa membersihkan kamar mandi, lalu ia merenggangkan tubuhnya yang pegal. Mikuri pulang dan meminta maaf karena pulang terlambat, masih ada yang perlu dia selesaikan untuk perbelanjaannya. Mikuri mengajak makan malam. Hiramasa melirik rice cookernya dan syok, ia menghadang Mikuri yang ingin menuju ke dapur. Mengalihkan topik dari rice cooker ke ayo makan malam di luar saja (ahahahahaha, kenapa dia kaget gitu? Bukannya dia selama ini hidup sendiri? Oh iya ya… dia mungkin selama ini beli beli doang.)

Hiramasa bilang ingin makan pizza. Mikuri membawa makanan. Hiramasa kembali ngeles, dia lagi gak pengen makan gorengan. Perutnya rasanya kenyang. Mikuri balas mengatakan bukannya pizza makanan yang sangat berat?. Pokoknya Hiramasa kekeuh ingin makan di luar saja, mereka kan sudah sepakat makan di luar sebulan sekali.

    Sekarang juga?, Mikuri bingung. Hiramasa pikir lelah, jadi makan di luar saja. Mikuri getol berpendapat, justru karena lelah makanya ia ingin makan malam di rumah saja. Mikuri mendekati rice cookernya, Hiramasa masih menghalanginya untuk mengajak makan di luar. (kkkkkkk)

    Mikuri pindah perhatian ke dua pasang burung emprit jepang yang sering ke balkon.  “Pero? Peroko?”

Mikuri mendekati sangkar burung tersebut, Hiramasa heran sejak kapan mereka punya nama? (ahahahaha….!)

Mikuri menunjuk Peroko jatuh ke bawah. Hiramasa tertipu dan mendekati sangkar, Mikuri mencuri celah untuk mengecek rice cookernya. (Huaaaaa ini kenapa lucu banget??? Cuma rice cooker, rice cooker)

Mikuri membuka rice cookernya, masih kosong. Ia sudah menduga ini pasti akan terjadi. Karena Mikuri bukan anak kecil, tidak ada gunanya Hiramasa menyembunyikannya. Hiramasa meminta maaf. Mikuri lalu hendak membeli nasi, Hiramasa mencegahnya biar dia saja yang beli. Mikuri tidak bisa, ia lagian sudah pakai mantel dan makanan adalah tanggung jawabnya.

     Kazami dan Igarashi bersama. Kazami ingin berkata baik-baik, ia yakin tidak bisa jatuh cinta pada Igarashi. Igarashi sudah menduga Kazami akan berkata semacam itu. Kazami pikir ia dan Igarashi sama, kalau Igarashi mau dimanfaatkan oleh seorang pria, Kazami akan mempertimbangkan untuk memanfaatkan Igarashi. Karena pria dan wanita memiliki derajat yang sama, seharusnya Igarashi menikmatinya dengan nyaman.

Igarashi memastikan kembali apa benar Kazami secepat itu menyimpulkan ia dan Kazami tidak cocok?. Kazami menjawab kalau ia sudah jatuh cinta lagi setelah sekian puluh tahun lamanya tidak jatuh cinta, ia merasa dirinya sendiri lucu, saat sedang memikirkan seseorang.

   Horiuchi memeluk Yuri dan menyelamatinya atas kenaikan jabatan menjadi Manajer. Yuri mengelak masih belum resmi. Umehara menyuruh Horiuchi masuk ke mobil, Horiuchi yang mabuk masuk ke taksi dengan lucu. Yuri heran, tidak biasanya Horiuchi minum sampai mabuk. Umehera juga banyak minum tadi.

    Numata melihat ponselnya, Yuri tidak menjawab pesannya. Master Yama-san tanya apa Yuri masih bekerja?. Numata cerita perusahaannya kacau sejak minggu lalu, ia baru bisa kemari karena ada beberapa hal yang perlu diurusi. Oasis penyejuk bagi hatinya Numata hanyalah percakapan di LINE.

   Yuri dan Umehara berjalan bersama. Umehara tanya bagaimana perkembangannya Yuri dengan pria tampan itu. Yuri tidak bisa. Umehara menyemangati Yuri, kalau suka maka kejarlah. Yuri pesimis, suka dan kejarlah ia pikir hanya cocok jika ia masih muda. Umehara menerangkan dirinya pun juga begitu, suka dan mengejarnya, Umehara menyukai seseorang dan merindukannya tapi tidak bisa menemuinya (heol… maksudnya itu aku bang? *eh)

Umehara iri sekali, di dunia ini orang-orang bisa bertemu dan berkencan dengan bebas. (apa mungkin orang terkasihnya Umehara sudah tiada?)

     Mikuri sibuk dengan laptopnya, Hiramasa hanya memperhatikannya sekilas dan masuk ke kamar. Mikuri menoleh ke pintu kamar Hiramasa, hari ini adalah hari terburuk bagi Mikuri. Kalau tidak ada ruang, sifat aslinya akan segera muncul.

Ia teringat kenangannya dengan pacarnya semasa kuliah dan SMA. Sifat aslinya Mikuri yang kurang ajar dan angkuh, Mikuri yang “Pandai”. Mikuri benci dengan dirinya sendiri.

b10

     Mikuri rasa orang yang rasa percaya dirinya rendah adalah dirinya sendiri. Mikuri pikir orang yang Hiramasa-san sukai sebenarnya adalah wanita yang mengerjakan pekerjaan rumahtangga dengan sempurna, selalu tersenyum lembut, seorang istri idaman.

Di kamar, Hiramasa memperhatikan foto Mikuri saat bulan madu mereka.

    Mikuri pikir dirinya adalah wanita bersikap mengerikan hanya karena sebutir nasi, dan ia bukanlah seorang wanita. “Aku ingin dipilih, aku ingin diakui. Namun aku ingin jadi lebih dan lebih jauh dari diriku sendiri.”

~We Married as Job~

     Yuri melamun, Igarashi duduk di depan Yuri. Ia tanya apa Yuri orang baik? (tidak keberatan?). Yuri mengusirnya dengan sopan, bukannya masih ada banyak bangku yang kosong?. Igarashi bertanya seperti apa hubungannya Kazami dan Onee-san? (Teteh/Kakak).

Yuri setahun ini mengenal Kazami dengan baik. Igarashi mencoba menyudutkan Yuri dengan berkomentar kalau Kazami-san dan Onee-san ada hubungan cinta, seorang wanita 50 tahunan bermain mata dengan pria yang usianya 17 tahun lebih muda. Yuri sepertinya memang berhasil dengan produk anti agingnya.

Yuri balik membalas Igarashi, sebaiknya Igarashi jangan menilai orang setengah-setengah, di waktu mendatang Igarashi mungkin akan menyesali kebodohan yang ia buat sendiri di masa lalu. Kita dikelilingi oleh banyak kutukan, kau juga akan merasakan salah satunya. Jangan kutuk dirimu sendiri, kau harus melarikan diri dengan cepat dari kutukan yang mengerikan itu.

     Mikuri di dalam toilet sembari mengetik layanan konsultasi aozora. Sudah waktunya, Mikuri keluar dari toilet dan mulai rapat pertanggungjawaban dengan Hiramasa. Hiramasa tanya bukankah di dalam toilet sempit?. Mikuri menjawab ia lebih bisa berkonsentrasi di dalam sana (ROFL)

Pertama-tama Hiramasa-san ingin mengungkapkan pendapatnya secara jujur mengenai pembagian tugas mereka yang sudah berjalan seminggu ini. Pembagian tugasnya agak sulit, dia merasa minum jika tidak bisa memenuhi tanggungjawabnya. Ia tentunya akan bertanggungjawab dan Mikuri tidak perlu berterimakasih. Mereka perlu melakukan evaluasi secara positif,

Mikuri meminta maaf soal makanan, ia yang bertugas untuk itu tapi sudah mengecewakan. Hiramasa bilang tidak, ia tidak akan menyalahkan Mikuri. Mikuri usul bagaimana kalau pembagian tugas dihentikan saja? Seperti share house, kita akan melakukan semuanya masing-masing. Makan dan bersih-bersih dilakukan masing-masing.

   Hiramasa khawatir kalau itu diberlakukan, ada kemungkinan tak satupun ruang bersama akan dibersihkan. Mikuri menjawab dialah yang akan mengerjakan pekerjaan rumahtangga, dengan sukarela. Walau sukarela, Mikuri rasa jika ia ada rasa malas untuk bersih-bersih atau memasak di suatu waktu… ia tidak akan mengerjakannya, karena bersifat sukarela. Dan Hiramasa-san tidak boleh bilang “Apa tidak ada nasi?” dan tidak boleh bilang “Ruangannya sangat kotor”

    Karena Mikuri melakukan semuanya secara sukarela dan bukan pekerjaannya. Suasana di ruangan menjadi dingin. Hiramasa cukup terkejut dengan pernyataannya Mikuri.

Footer:

      Kareokea-an lagu ini yuk!. Letnan Yoon dan Sersan Seo lebih mencuri perhatianku saat itu daripada Yoo Shi Jin-Kang Meo Yeon, mereka nyaris tidak pernah bertemu… kalau pun bertemu mereka pasti bertengkar, terganjal restu serta perbedaan pangkat. Aku sampai hari ini belum nonton episode 16 DOTS lengkap, cuman nonton di bagian ending pas gempa, Sersan Seo memegangi bunga dan Kapten Yoo risih lihatnya. Letnan Yoon menyuruh Kapten Yoo membiarkannya saja, karena Seo Deo Yeong punya kenangan pernikahan dengan MANTANNYA *ahahahahahaha

Part 3 nya besok sore/malam. Hufufufufu…. Bye! Bye!

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE