[K-Movie] Memoir Of Murderer – Part 6 END

“Jangan khawatir. Aku akan membunuhmu selanjutnya..”

Kata Min Tae Ju mengeratkan jeratannya sembari memandang Eun Hee.

Menurut Min Tae Ju, ada baiknya Eun Hee mati saja ketimbang hidup sebagai anaknya pembunuh. Bisa jadi Eun Hee bisa mati kapan saja didekatnya Kim Byeong Soo. 

“Ayah..AYAH!”

Panggil Eun Hee berkali-kali. Melihat puterinya.. memberikannya kekuatan, ia hendak melepaskan diri. Namun gagal.

“Kau kuat Kim Byeong Soo-ssi.”

Min Tae Ju sedikit kewalahan. Byeong Soo mengeluarkan pistol yang dia ambil dari petugas sebelumnya. Ia arahkan ke Min Tae Ju. Min Tae Ju berusaha menghindari

Tembakan dilepaskan. Terpaksa Min Tae Ju melepaskan jeratannya. Ia menyeringai, lalu menghajar Kim Byeong Soo habis-habisan. Byeong Soo didorongkan ke meja, dilemparkan ke lantai, dipukul disana sini, namun selalu bangkit kembali untuk melawan Min Tae Ju. 

Min Tae Ju mengambil kesempatan untuk menjerat lagi dengan kabel seterika. Namun Byeong Soo berhasil lolos, ia kini memegang sterika. Ujung lancipnya ia kenakan ke kaki Tae Ju, Tae Ju mundur. Byeong Soo terus berusaha membacokkan ujung seterika ke Tae Ju. Setelah kejar-kejaran sengit akhirnya Byeong Soo melemparkan seterikanya asal ke arah Tae Ju namun meleset jauh.

Min Tae Ju kembali memimpin. Ia mencekiknya lagi dengan selendang Eun Hee. Eun Hee sendiri sedang mencoba membuka tali ikatannya sendiri dengan pecahan keramik di dekatnya.

Selama keduanya bergulat, Eun Hee datang membawa sejenis vas bunga keramik dan hendak menghantamkannya ke Tae Ju. Tae Ju menghindar, Eun Hee hendak menjatuhkan Tae Ju dengan menggelayutinya. Nahasnya ia malah dileparkan ke meja hingga jatuh pingsan di lantai.

Byeong Soo dan Tae Ju saling dorong ke dinding dan lemari kaca. Sampai Byeong Soo terkapar di lantai setelah didorong hingga jendela kaca pecah, 

Tae Ju kesal, ini semua salahnya Tuan Kim! Bukankah tadi aku menyuruhmu putar balik saja?!. 

Kemudian ia berjongkok melihat Byeong Soo yang sudah lemah. Bagaimana ini? Karena kau sudah di sini, mari kita lihat bagaimana puterimu mati. Tae Ju mengambil sebotol wiski, mendatangi Eun Hee yang masih pingsan.

Byeong Soo tak bisa membiarkannya. Ia merangkak lemah dan memegangi kaki Tae Ju. Tae Ju geram, ia pukulkan botol tersebut ke kepala Byeong Soo. Kembali mendekati Eun Hee. Namun Byeong Soo tetap keras kepala memegangi kaki Tae Ju. Tae Ju terjatuh 

Masih hendak mendekati Eun Hee. Byeong Soo menahannya. Keduanya sama bangkitnya kemudian terjatuh lagi, Tae Ju masih memegangi pecahan beling. Ia menancapkan pecahan belingnya ke badan Byeong Soo. 

Meski begitu Byeong Soo makin mengeratkan cekikannya pada Tae Ju.

“Kau… akan dapatkan bagianmu.” Kata Tae Ju. 

Byeong Soo menarik paksa pecahan beling dari badannya. Lalu menghujamkannya ke dada kiri Tae Ju dengan brutal. Berkali-kali, hingga darahnya muncrat.

Tae Ju mati. Byeong Soo beranjak meninggalkannya. 

Mendekati Eun Hee.

Eun Hee mundur ketakutan, 

“Apa kau benar-benar pembunuh berantai sebelumnya?”

Byeong Soo mencoba mendekat lagi

“Jangan mendekat!”

Eun Hee bertanya apa ayahnya juga membunuh ibunya?

Eun Hee menangis. 

Byeong Soo membenarkan bahwa ialah pembunuh berantai seperti yang Eun Hee tuduhkan. Ia telah membunuh begitu banyak orang, namun mereka yang ia bunuh adalah orang-orang yang layak mati. Karena ia terlahir sebagai seorang pembunuh

“Kau dan aku berbeda. Tidak apa-apa Eun Hee.”

Berderai air mata ia meyakinkan Eun Hee. Ia bukanlah ayah kandungnya, mereka tidak memiliki hubungan darah sama sekali. Jadi Eun Hee bukanlah anak seorang pembunuh.

Sesaat mendengarnya membuat Eun Hee bingung, ia berhenti menangis namun tatapannya menjadi kosong. 

Byeong Soo terduduk kelelahan.

– M E M O I R OF MURDERER –

   Polisi datang ke lokasi kejadian. Kim Byeong Soo ditangkap. Mayat Min Tae Ju dibawa. 

Selang waktu kemudian. Kim Byeong Soo dirawat. Ia didatangi seorang jaksa, berhubung kali ini ingatan Kim Byeong Soi sedang bagus.. iapun ditanyai. Apa alasan Kim Byeong Soo membunuh Min Tae Ju sebelumnya?

Pandangan Byeong Soo menerawang menatapi langit-langit ruangan. Berusaha mengingat. 

Eun Hee menerima kotak berisi barang-barang milik ayahnya. Salah satunya alat perekamnya.

Eun Hee mendengarkan pernyataan ayahnya. 

Ayahnya adalah seorang pembunuh, ia mengidap demensia. Yang dia cari adalah Min Tae Ju, harus ia bunuh. Demi melindungi Eun Hee putrinya. 

Eun Hee terharu mendengarnya,

   Waktunya potong rambut. Sayangnya Byeong Soo panik melihat gunting, ia hendak kabur. Petugas lain memeganginya.

Ia kembali tenang dan ceria seperti anak kecil melihat Eun Hee. Dia panggil kakak.


Eun Hee mendekatinya dan menarik rambutnya. 

Akhirnya Eun Hee memotongi rambut ayahnya sendiri. Byeong Soo masih menganggap Eun Hee kakaknya.

 Ia bertanya kapan kakaknya akan membawanya pergi dari tempat ini? Ia sudah muak disini. Apa ibu membelikan apa yang kusukai? Sepatu kets putih..

Eun Hee memasangkan sepatu kets putih untuk ayahnya. 

   Tiap kali Eun Hee kemari membuatnya lebih ingin hidup. Sebelum keinginannya semakin tak terbendung lagi ia hendak mengakhirinya sekarang juga. Sebelum ia melupakan dirinya sendiri.

Byeong Soo hendak melakukan percobaan bunuh diri. Dengan menyuntikkan cairan je lehernya sendiri. Namun baru setengah jalan mata kirinya berkedut. 

“Min Tae Ju”

    

Ia berada di rel kereta, mata kirinya berkedut. Ia mengeluarkan liontin, didalamnya terdapat foto Min Tae Ju.

Ia juga melihat sosok Min Tae Ju tak jauh darinya. Menoleh ke belakang, menyeringai angkuh padanya.

Ia memperingatkan dirinya sendiri

“Jangan mempercayai ingatanmu. Min Tae Ju masih hidup.”

.

.

K O M E N T A R:

   Saya sempat sangsi hendak menyaksikan film ini atau tidak. Membaca judulnya saja sudah membikin ngeri “Memoir of Murderer”. Apa ini? Akankah terjadi banyak pembunuhan? Atau apa ada hal yang menjijikkan lainnya? Namun kurasa tak semengerikan itulah.. menarik malahan. Meski banyak darah dan kekerasan, anak kecil gak boleh konsen.. hahaha! Ini saja ada yang saya potong-potong demi kenyamanan pembaca, kalau nonton langsung.. dijamin gak doyan nelen makanan lah.. cocok buat diet hahahaha.

Seol Kyung Gu keren mengeksekusikan sosok pembunuh yang terkena demensia. Sering dia melupakan banyak hal, tapi yang membekas dan tak bisa memudar adalah ingatan bahagianya melihat sepatu kets putih yang lama ia dambakan.

Ia juga sering berhalusinasi kakaknya masih hidup, menjadi seorang biarawan. 

Pembunuh demi kebaikan? Macam Kira-nya Death Note saja.. kkk. Kenapa saya bilang part 1 untuk jangan percaya siapapun disini? Karena membingungkan.. kita sepanjang jalan cerita banyak disuguhkan dengan sudut pandangnya Kim Byeong Soo yang ruwet, njlimet, antara kenyataan dan khayalannya beda tipis. Bisa jadi apa yang kita lihat adalah refleksitas dari apa-apa yang ingin Kim Byeong Soo percayai. Belum tentu fakta sebenarnya. 

    Udahan ngeri-ngerinya ah, Eun Hee cakep bisa menetralisir sedikit. Hahaha.. pemeran Eun Hee ini adalah anggota girlband AOA, Kim Seol Hyun. Paling cantik di grup tersebut menurutku dan warganet lain juga, digadang-gadangkan akan menyaingi Suzy Bae. Nyatanya Suzy masih di puncak klasemen bersanding dengan YooNa. Yaa.. masih dikit-dikitlah projeknya dia dibanding Suzy sama YooNa. 

Kim Nam Gil? Ow.. jangan ditanya, selalu kece! Spesialis aktor mati di ending. Lhoh.. iya, Bad Guy, The Great Queen Of Seondeok, Shark, apalagi? Sebut! Kkkkk kece banget kumisnya, biasanya kan aktor korea.. beberapa khas dengan muka cantiknya, sedangkan Kim Nam Gil ini the real gantengnya laki-laki. Kita tidak pernah bisa menyebut dia cantik, auranya laki-laki banget.. tumbuhkanlah kumismu lagi bang.. saya suka lihatnya 😅.

Advertisements

[K-Movie] Memoir Of Murderer – Part 5

Kim Byeong Soo pulang. Eun Hee mengkhawatirkannya yang terluka, Byeong Soo mendekatinya. Bertanya siapa sebenarnya ayahnya Eun Hee?

“Ayah, apa yang salah? Aku takut..”

Eun Hee kecil takut-takut. Ketika Byeong Soo hendak mencekiknya, muka bagian kirinya berkedut. Kepalanya terasa pusing, ia menggeram kesakitan sambil memegangi kepalanya. Eun Hee kecil menangis di kaki ayahnya

“Ayah, jangan sakit.”

Seketika ingatannya menghilang. Ia tak jadi berbuat jahat terhadap Eun Hee, Eun Hee masih terus menangis. Ia bertanya pada Eun Hee mengapa menangis, Eun Hee ketakutakan tadi karena ayahnya.

Byeong Soo meminta maaf, kepalanya sakit sehingga tak mengenali Eun Hee. Ia lalu menggendong Eun Hee dan menenangkannya. 17 tahun lalu penyakit demensianya bermula.

Kini Byeong Soo mulai menyalahkan dirinya sendiri, demensia membuatnya melupakan apapun dengan cepat, namun kebiasaan membunuhnya tak pernah lenyap. Ia yakin pembunuhan yang terjadi beberapa waktu ini adalah perbuatannya, Jo Yun Ju mati dibunuhnya, gadis yang ia sebut Eun Hee pun juga terbunuh olehnya.

Polisi dikerahkan di hutan bambu untuk menyisir keberadaan jasad Jo Yun Ju. Setelah beberapa saat jasadnya ditemukan sudah tertimbun tanah dengan dibungkus plastik, ketika digali dan ditarik plastiknya, darah segar masih menetes ke tanah. Sedangkan itu Min Tae Ju tenang serta damai menyaksikannya dari jauh.

Merasa frustasi dengan hidupnya akhirnya hendak bunuh diri dengan menyuntikkan cairan ke lehernya. Alat perekamnya masih berbunyi memperdengarkan apapun yang ia rekam sebelumnya.

Tiba-tiba disaat jarum sudah setengah jalan ia terkejut mendengar suara Eun Hee. Eun Hee meminta maaf sudah bicara keras pada ayahnya, ia berjanji tak akan menikahi Min Tae Ju seperti keinginan ayahnya.

Ia tak akan mengirimkan ayahnya ke panti jompo atau rumah sakit. Ia akan merawat ayahnya dalam waktu yang lama, karena ia percaya ayahnya. Eun Hee selalu berada dipihak ayahnya. Dan sebelum ayah melupakan ingatan tentangku, aku ingin mengatakan. Aku menyayangi ayah..

Kemudian rekaman berpindah ke file audio lain. Suara Min Tae Ju ketika malam membuka jurnalnya, pembicaraan mereka. Samar-samar ia ingat sempat menghidupkan alat perekamnya malam itu.

Chief Ahn mengumpat, benar memang itu mayatnya Jo Yun Ju. Min Tae Ju tahu, dari forensik diketahui hanya terdapat sidik jarinya Kim Byeong Soo di cam-recordernya. Mari tangkap Kim Byeong Soo.

Dua petugas mendatangi Kim Byeong Soo untuk menangkapnya, Byeong Soo menyerang keduanya dan mengambil senjata salah satunya.

Ia berusaha mengingat nomor taksi yang membawa Eun Hee. Ia sebelumnya berhalusinasi berbicara dengan kakaknya, meminta Eun Hee dijaga selama beberapa hari. Padahal kursi itu sebenarnya kosong.

Terlintaslah gambaran plat mobil Min Tae Ju. Ia menikmati perannya sebagai supir taksi, Eun Hee heran kenapa Min Tae Ju kemari?

Kim Byeong Soo yang sedang dalam mode halusinasi pun memaksa Eun Hee pergi. Min Tae Ju menyuruh Eun Hee menuruti khayalan ayahnya saja.

Byeong Soo menghubungi Chief Ahn. Chief Ahn memarahinya, alih-alih bukannya melarikan diri malah menghubungi polisi!

Byeong Soo mengatakan Min Tae Ju membawa Eun Hee selama ini, dengarkan suara Min Tae Ju.

Chief Ahn diperdengarkan suara ancaman Min Tae Ju, ia terkejut bukan main. Terlebih Min Tae Ju mendatanginya dari belakang, membuatnya terlonjak.

Untuk membuang kecurigaan iapun berpura-pura habis dimarahi istrinya yang komplen Chief Ahn tidak ganti baju selama beberapa waktu. Min Tae Ju hendak kembali ke kantor untuk laporan, ia mengajak Chief Ahn besertanya. Namun Chief Ahn bilang ia akan menyusul setelah menyelesaikan urusan di sini.

Chief Ahn dalam perjalanan mengikuti persembunyian Min Tae Ju pun menghubungi Byeong Soo. Chief Ahn hendak menangkapnya sendiri,

Eun Hee gusar, mengkhawatirkan ayahnya. Min Tae Ju meyakinkan bahwa ayahnya akan segera dipenjarakan, ditemukan mayat Jo Yun Ju di hutan bambu serta mayat lainnya. Mungkin Eun Hee tidak bisa mempercayainya, namun ayahnya memang pembunuh. Terlebih mengenai ibu Eun Hee yang tak pernah diketemukan.

Eun Hee tidak kuat jika harus membenarkan ibunya dibunuh ayahnya sendiri. Min Tae Ju menenangkannya.

Chief Ahn mengintip dari jendela luar. Ponselnya berbunyi, Byeong Soo menghubunginya. Chief Ahn sembunyi-sembunyi menerimanya. Ia akan memanggil bala bantuan kemari dan Hyungnim jangan khawatir, datang saja. Aku akan menangkapnya dan merokok lagi.

Chief Ahn mengeluarkan rokoknya dan menyalakannya. Namun ia menyadari Min Tae Ju di belakangnya.

Ia langsung dijerat, Min Tae Ju mengeluh kalau Chief Ahn kuat. Inilah mengapa ia jarang membunuh laki-laki.

Tae Ju menyarankan Byeong Soo berbalik dan pergi saja, belum terlambat. Byeong Soo memperingatkan Min Tae Ju jangan membunuh Eun Hee. Tae Ju bilang ia akan membunuh Eun Hee pelan-pelan, jangan khawatir. Lagipula Kim Byeong Soo akan segera melupakannya.

Eun Hee nampaknya mendengarkan pembicaraan sejak tadi dan mengetahui maksud Tae Ju terhadapnya. Ia langsung menjauhi Min Tae Ju, berlari meninggalkan rumah.

Sayangnya Min Tae Ju berhasil mengejarnya, ia mendorong kepala Eun Hee sampai jatuh tersungkur berdarah menimpa pohon lapuk.

Sementara itu Byeong Soo merekam ingatannya. Ia harap ketika dirinya yang lupa mendengarkan itu pasti akan mempercayainya, ia adalah penderita demensia. Tujuan utamanya adalah Min Tae Ju. Demi melindungi putrinya.

Eun Hee dibawa ke rumah kembali. Min Tae Ju bercermin membenarkan rambutnya, ia menarik lepas potongan kepalanya. Melihat kepala Min Tae Ju teriris seperti itu membuat Eun Hee syok. Min Tae Ju menceritakan masa kecilnya, menurutnya semua wanita sama saja. Ibunya juga seperti itu dulu, ayahnya dulu menjadikan ibunya pelacur.

Orang berdosa patut dihukum katanya, Tae Ju bahkan sempat hendak menusuk ayahnya dengan pisau untuk melindungi ibunya.

Berkaca-kaca Tae Ju mengenangnya sembari terus merapikan rambutnya yang sudah rapi, tapi saat itu ia justru dipukul dari belakang menggunakan setrika panas. Bukan oleh ayahnya, namun ibunya. Semua wanita sama saja.

Eun Hee sudah pergi dari pandangannya. Min Tae Ju keluar dari rumah mendekati mobil di luar dan memasukinya. Ia pikir Eun Hee disana. Menurutnya ini semua salah Kim Byeong Soo, ia bilang ia ingin hidup bahagia dengan Eun Hee namun masalahnya ia malah tinggal dengan ayahnya yang seorang pembunuh.

Byeong Soo datang, menubruk mobil Min Tae Ju. Hingga menabrak bangunan sebelah hingga hancur. Kemudian menuju rumah tua mencari Eun Hee, meninggalkan Min Tae Ju yang terkapar.

Tak berapa lama setelah berkeliling ia menemukan Eun Hee tanpa sengaja, di bawah horden. Masih terikat dan mulut tertutup lakban, angin membuka sedikit tempat persembunyiannya. Terlihat kepala Eun Hee.

Seperti menyadari Min Tae Ju akan kembali, ia tak langsung meloloskan Eun Hee. Ia mengedarkan pandangannya mencari sesuatu dan kelimpungan.

Min Tae Ju masuk dengan marah, ia mebutup pintu kasar.

 Memperhatikan Byeong Soo dengan saksama, Byeong Soo sendiri berpura-pura salah masuk rumah. Ia tadinya hendak pulang tapi malah menyasar kemari. Ia meminta maaf.

Min Tae Ju tak habis pikir, secepat itu sudah lupa? Ini membuatku gila..

Ia bilang tak apa-apa, Tae Ju juga memeluknya, namun sebelum membiarkannya pergi ia akan menghukumnya. Karena Kim Byeong Soo.. perempuan yang dicintainya pergi.

Ia melihat Byeong Soo sebentar dan menyadari pasti Byeong Soo tahu dimana Eun Hee. Ia lalu meminta Byeong Soo menunjukkannya, aku akan membalas kebaikanmu setelahnya.

Byeong Soo menunjukkan keberadaan Eun Hee. Min Tae Ju kegirangan, ia menertawakan Byeong Soo yang mengompol juga.

Setelahnya ia langsung menerima hadiah, dijeratlah lehernya menggunakan selendang Eun Hee.