Sinopsis Koe Koi (Voice Love) Episode 9

Episode 9: Senyummu

    Yuiko memandangi tempat duduk Matsubara yang kosong. Untuk pertama kalinya Matsubara absen. Aki menyarankan Yuiko menjenguknya saja kalau memang khawatir.

   Jeng Aki menelfon Yuiko, memberitahukannya makanan apa saja yang perlu Yuiko bawakan untuk Matsubara. Yuiko merasa tidak perlu repot-repot, dia akan menjalankan tugasnya sebagai perwakilan kelas dengan baik. Telepon dimatikan.

   Aki sedikit jengkel dengan Yuiko. Entah Yuiko mengerti atau tidak kalau ini sebenarnya adalah kesempatannya untuk dekat dengan Matsubara. “Kesempatan ?” tanya Yuichi yang berjalan di samping Aki. Aki mengatakan kalau berhembus rumor saat Bunkasai, gadis yang datang menemui Matsubara katanya adalah mantannya Matsubara. Jadi sebelum sesuatu yang tidak terduga terjadi, Aki harap Matsubara dan Yuiko harus semakin dekat.

   Mantan pacar ?. Yuichi sendiri pun tidak begitu yakin. Namun sejak gadis itu datang, tingkah Matchan menjadi sedikit aneh.

Yuiko sampai di rumah Matsubara. Ia disambut oleh Kei, adiknya Matsubara. (Unyuuu ! >_<) dalam hati Yuiko memuji adiknya Matsubara yang sangat sopan, benar-benar adiknya Matsubara banget. 

Yuiko memberikan catatan pelajaran hari ini dan hendak memberikan labunya ketika Takashima Kaori keluar rumah bertanya pada Kei siapa yang datang. Yuiko dan Kaori. Keduanya agak terkejut, tapi langsung saling memperkenalkan diri.

    Matsubara mondar-mandir di dalam kamar, dia sedang tidak mengenakan kantung kertasnya. Kei masuk kamar, memberitahu kalau Yoshioka Yuiko datang. Matsubara langsung tergesa-gesa mengenakan kantungnya, naas-nya kakinya malah menatap meja.

   Kei mengatakan pada kedua gadis tadi kalau kakaknya sedang ada di Rumah Sakit. Kei sejak tadi sudah berbohong pada Kaori tentang Matsubara yang tidak ada di rumah. Kei tidak bisa mengatakan alasan sebenarnya.

   Secara kebetulan Yuiko dan Kaori membawa labu. Yuiko tersenyum riang, iya Matsubara senang dengan labu bukan ?. Kaori mengatakan, sejak dulu Shu suka dengan labu. Sejak dulu ?, Yuiko terkejut sejenak mendengar pernyataan itu. Kaori menjelaskan, dirinya dan Matsubara adalah teman masa kecil. Yuiko terlihat sedih mendengarnya.

   Aki bertanya, sebenarnya apa hubungan gadis itu dengan Matsubara. Yuichi mengatakan, gadis tersebut adalah teman SD nya Matsubara, tapi Matsubara tidak pernah menyebut namanya saat SMP. Aki menduga, kalau begitu gadis itu lebih tahu tentang Matsubara ketimbang Yuichi sendiri ?.

Yuichi membenarkannya. Aki merasa resah kemudian, ini gawat… biasanya seorang gadis akan merasa terancam jika seorang gadis lain yang menyukai pria incaranmu muncul dan ternyata gadis itu lebih tahu tentang pria incaranmu lebih dari sahabat pria itu sekarang.

Biasanya ?, Yuichi tidak mengerti maksud dibalik kata-kata Aki. Aki menjelaskan kalau Yuiko tipe orang yang seperti itu.

   Kei datang menemui para gadis. Kakaknya akan pulang sekitar 1 jam-an. Yuiko lalu pamit pulang kalau begitu. Kaori bertanya di mana ibunya Kei ?. Kei menjawab, ibunya sedang bekerja dan pulang pukul 8 nanti. Kaori lalu hendak membuatkan makan malam, dia ingin bicara banyak dengan Yoshioka.

Yuiko dan Kei terkejut.

—-Koe Koi —||— Voice Love—

   Kaori dan Yuiko mengolah labu mereka. Yuiko mengiris labunya, Kaori menyiapkan bumbu sup spesial. Kaori bilang, sup labu dengan cara pengolahan keluarganya ini sangat disukai oleh Matsubara saat SD. Ibu Kaori membuatkannya saat SD dan natal juga, Kaori dan Matsubara bertukar hadiah dan makan labunya bersama. Melihat reaksi Yuiko. Kaori meminta maaf karena sudah bercerita banyak.

Kei memandangi pertarungan urat syaraf keduanya. Yuiko mungkin sedikit terganggu dengan kenangan Kaori. Namun Yuiko membalasnya dengan mengatakan, pasti Matsubara akan segera sembuh jika memakan labunya. Kedengarannya menyenangkan bagi Yuiko.

oo11

  Kaori terlihat jengkel, kenapa  Yuiko malah senang ?.

   Kei mendatangi kakaknya. Melaporkan apa yang sedang terjadi. Kedua gadis sedang memasak untuk Matsubara. Atau mungkin lebih tepatnya ‘Cooking Battle’. Matsubara terkejut. Kei melajutkan penjelasannya, ia sedikit kesulitan menggambarkannya seperti apa. Yang jelas kelihatannya Kaori sedang berusaha memukul Yoshioka tanpa menyentuhnya. Kei menyuruh Matsubara mencuri kesempatan agar bisa keluar dan pura-pura baru pulang dari Rumah Sakit.

   Kaori lalu menyerang Yuiko lagi. Dia mengambil wadah minuman. Ia dan Matsubara membeli wadah minum pasangan itu di kencan pertama mereka. Ngangenin sekali rasanya melihat wadah minum ini. Kei melihatnya, ini serangan tiba-tiba dara Kaori. Yuiko tidak merasa terlalu terganggu, dia senyum dan segera teringat bahwa.. di rumah dia juga punya satu yang seperti ini. Kei masih mengamati jalannya perang, Yuiko ternyata tidak merasa diserang dan bisa membalas Kaori dengan baik. Yuiko mengambil wadah minum tersebut dan menyebutkan nama-nama karakter yang menempel dengan antusias, benar-benar ngangenin !

    Menurut Aki, Yuiko orangnya itu tidak sadar kalau sedang merasa cemburu atau rendah diri. Yuichi heran dan penasaran kenapa Aki dan Yuiko bisa berteman baik.  “Apa maksudmu ?” Aki memukul Yuichi sampai tersedak.

   Aki melihat Kyoshiro, ia berlari meninggalkan Yuichi. Yuichi terluka melihatnya.

   Matsubara mengendap-endap keluar. Dia mengamati ruang makan, dikejutkan dengan tatapan Kaori. Matsubara segera masuk kembali. (bersikap seperti maling di rumah sendiri XD AHahahaha..)

    Aki hendak mengejutkan Kyoshiro. Seorang wanita mendekati Kyoshiro dan membuat Aki mengurungkan niatnya. Kyoshiro mencandai pacarnya tersebut dengan menyentuh pipi bawah dekat bibirnya, ada sesuatu di sana. Pacarnya terkejut, ada apa ?. Kyoshiro menjawab ada tahi lalat. Pacarnya lalu tertawa, kemudian keduanya berjalan pergi dengan mesra.

  Yuichi mendekati Aki. Tidak menyangka ternyata pria itu (Kyoshiro) sudah punya pacar, memang agak depresi rasanya. Yusichi menoleh ke Aki. Mata Aki sudah berkaca-kaca.

   Di rumah Matsubara. Yuiko mengeluarkan kukis Matsubara dari oven. Kei memuji kuenya lucu, ia dan Yuiko senang. Tapi Kaori menyuruh mereka berdua berhenti, kantung kertas itu menunjukkan betapa sedihnya Matsubara. Yuiko tertegun mendengarnya.

Matsubara juga mendengarnya.

Kaori: Jangan main-main dengan itu.

Seketika Yuiko merasa bersalah. Kaori menyadari situasinya menjadi tidak nyaman, dia lalu meminta maaf pada Yuiko. Yuiko meski masih tertegun, dia menjawab tidak apa-apa.  Kei memecah suasananya dengan berkata, tapi kuenya memang lucu sampai tidak tega memakannya.

   Aki bercerita. Saat SD dia benci sekali dengan anak laki-laki, suka menjahili dan menjambak rambut orang lain, sampai membuat Aki ingin mencukur habisa rambutnya. Tetapi Kyosiro-san suatu hari mengatakan kalau dia suka rambut Aki yang panjang. Dengan satu kalimat itu saja membuat Aki kuat dan melupakan kesedihannya itu. Tapi kenapa sekarang Kyoshiro-san malah jadian dengan perempuan yang rambutnya sangat pendek ?.

   Aki tidak bermaksud memiliki perasaan padanya, tapi entah mengapa ia hanya terus memandang Kyoshiro. Yuichi bersimpati pada Aki, dia lalu mengambil roti melon dan memberikannya ke Aki. Roti melon rasa stroberi. Apa-apaan ini ?, ini rasa melon atau stroberi ?. Aki minta penjelasan.

Yuichi kemudian bergumam sendiri yang maksudnya roti melon tersebut memiliki rasa yang tak jelas, seperti hubungannya dengan Aki.

   Kaori mempersilahkan Yuiko mencicipi supnya. Kaori meminta Kei ikut mempersiapkan meja makan. Yuiko memuji sup buatan Kaori enak, Matsubara pasti senang nanti. Kaori bertanya, apa Yoshioka benar-benar menyukai Matsubara ?. Yuiko  menjawab dia suka dengan Matsubara, orangnya baik, banyak membantu Yuiko dan saat ia flu di semester pertama.. Matsubara menelfonnya untuk memberikan dukungan, suaranya lembut. Itu membuat Yuiko senang dan bersemangat.

   Matsubara juga mendengarkan ocehan Yuiko tersebut. (mungkin agak jengkel, apa cuma dianggap teman saja nih ??)

   Kaori lalu mengatakan kalau Matsubara tidak berubah. Dulu saat SD Matsubara juga membantu Kaori. Kaori adalah siswa pindahan dan senyum lembut Matsubara benar-benar menyelamatkannya saat itu.

Mendengar kata-kata Kaori membuat Yoshioka sedih. Senyum lembut ?, Yuiko cemburu. Dia memutuskan untuk segera pulang.

    Yuiko keluar rumah dengan tergesa-gesa. Kaori memanggilnya. “Apa kau mau meninggalkan aku seperti dulu ?” Tanya Kaori kesal. Sepertinya sejak tadi Kaori menyadari keberadaan Matsubara di rumah ini.

   Yuiko menangis di sepanjang jalan. Matsubara tersenyum di depan Kaori ?. Yuiko sungguh tidak mengerti kenapa dia bisa menangis dan kenapa rasanya bisa sesakit ini ?. Kenapa hatinya begitu sakit ?.

Di tempat lain. Aki makan sambil menangis.

    Yuiko benar-benar sedih, dia bingung dan tidak tahu harus bagaimana.

KOMENTAR:

   Kitabisa  tebak wajah abangnya seperti apa jika Kei Matsubara seunyu itu wajahnya XD, wkwkwk

   Aku tidak terlalu suka dengan cerita yang mengungkit-ungkit cinta di masa kanak-kanak lalu dewasanya mereka bersama kembali dengan kenangan indah masa kecil mereka. Masa kecil ternodai oleh cinta-cintaan gak bagus kali ah…??!!, SD itu harusnya si bocah lagi seneng-senengnya mengeksplore diri. Cinta monyet berujung menjadi cinta brontosaurus Yah… amazing sekali rasanya jika kejadian di dunia nyata *wkwkwk*. So sweetnya itu gak natural menurutku (entah drama/film manapun), mending ketemu gede sama gedenya. Maksudku cukup Yuiko-Matsubara saja lah.. ❤

 

Sinopsis Koe Koi (Voice Love) Episode 8

     Pementasan telah selesai. Gedung olah raga dibersihkan, pukul 15:00 akan ada pementasan cheerleader. Makoto Hyodo mendekati Yuiko Yoshioka. Yuiko mengakui kalau sampai saat ini pun jantungnya masih deg degan karena Kaichou tadi.

   Kaichou merasa ada secercah harapan. Mungkinkah ?. Yuiko menatap Kaichou, Yuiko tidak menyangka ternyata Kaichou jago akting !. Doeng !, rasanya runtuh harapan Makoto. Dikiranya pesan cintanya ke Yuiko benar-benar sampai dan disambut, tapi Makoto malah dapat pujian atas aktingnya.

Meski terlihat kecewa, Makoto berusaha tegar. Makoto menunduk sesaat, ia melihat catatan waktu pementasan dramanya di punggung tangan Yuiko Yoshioka. Makoto dan Yuiko saling tersenyum. Yuiko kemudian pamit pergi.

    Makoto duduk, melepaskan mahkotanya. Putri tidur Ryoichi menyambangi Makoto. Menyindir Makoto yang menyatakan cinta di muka umum tadi. Makoto mengelak, dia tidak menyatakan cintanya tadi. Yuki datang untuk membesarkan hati Kaichou. Apa Kaichou tahu mitosnya malam Bunkasai ?. Masih ada malam Bunkasai, saat api unggun dimulai… dua orang yang memiliki perasaan yang sama berkeliling berdua demi kekelan hubungan mereka.

   Kaichou sok sok tidak perduli. Mana mungkin aku percaya hal-hal seperti itu. Dua anggota OSIS lainnya mendatangi Kaichou. Kembang api nanti malam akan bertempat sama dengan tarian rakyat (folk dance-kamu tahulah guys… yang suka Jejepangan pasti ngerti bgt.). Jika Kaichou berdansa dengan Yoshioka… Kedua anak buahnya Yuki langsung mencontohkan. (Bukan anak buah sih, tapi gaktau nama mereka dan tingkahnya seperti anak buah Yuki *Kkkkk)

    Kaichou masih menyembunyikan perasaannya. Dia mengelak tidak akan melakukan hal seperti itu. Kaichou beranjak dari duduknya. Makoto menyebut keempat anggota OSIS itu pasti salah paham, aku tidak pernah mengatakan apapun tentang Yoshioka !.

     Ryoichi, Yuki, dan dua anggota OSIS di sana hanya menatap Kaichou dengan malas. Padahal sudah kelihatan jelas, kenapa mengelak ?. Makoto langsung berusaha mengganti topiknya,

“Kalian berdua masih ada pekerjaan, kenapa di sini !” Tunjuknya ke asistennya Yuki. “Pergilah Patroli !, Patroli !” Kaichou mendatangi kedua anak buahnya itu. Sok sok marah.

“Malam kembang api 3 jam lagi” Ryoichi sambil memandang jam di dinding.

“Masih ada banyak waktu” Yuki optimis masih ada banyak kesempatan menyatukan Kaichou dan Yoshioka.

—-|| Koe Koe —|| —Voice Love||—-

    Matsubara mendengar dua orang siswa membicarakan Kaichou yang melakukan pengakuan cinta di atas panggung. Matsubara mengambil duduk, merenung.

Malam kembang api akan diadakan di halaman belakang sekolah. Lewat speaker, seorang anggota OSIS mengajak para siswa dan pengunjung untuk datang, acaranya akan dimulai pukul 18:00.

     Di luar, seorang gadis datang. Dia tersenyum sekilas.

   Yuiko sedih melihat kue Matsubara mereka masih banyak. Yuiko merasa Matsubara yang asli pasti juga sedang sedih.

Yuiko kemudian berinisiatif menjajakan kuenya di tempat yang banyak orang lewati. Sayangnya tak seorang pun mau membelinya.

   Dua siswa dari 1 C, mereka tidak bersemangat karena kue buatan mereka masih banyak. Tidak ada yang mampir ke kelas. Padahal kue mereka enak. Matsubara juga melihat gerutuan kedua temannya itu.

   Di luar, gadis bergaun putih tadi dihadang oleh beberapa siswa. Mereka menawarkan diri untuk menjadi pemandunya. Gadis tersebut mengutarakan maksudnya, dia ingin mencari seseorang. Seseorang dari kelas 1 C, Matsubara Shu (Matsubara adeknya Vicky Shu ?, kog aku gak pernah lihat Matsubara goyang ?. XD *abaikan!,gaLucu… Garing*. Ahahahaha… kurang piknik)

      Yuiko nyaris menyerah. Tak seorang pun mau membeli. Tapi jika dia menyerah, Matsubara pasti akan kecewa. Tiba-tiba, anak kecil yang Yuiko tolong tadi memegangi ujung roknya. Membawa sekantung roti Matsubara. “Dari mana kau dapatkan itu ?” Tanya Yuiko, anak kecil itu mengajaknya naik tangga. Rupanya Matsubara sedang menjajakan kuenya.

   Anak kecil itu kembali ke ibunya. Yuiko membungkuk sekilas pada si ibu ketika sedang menuju Matsubara.

    “Matsubara juga ?” Tanya Yuiko. Matsubara berkata, dia ingin semua orang mencicipi kue buatan Yuiko. Keduanya lalu bersama-sama menjajakan kue Matsubara. “Apakah anda ingin kue yang enak ?” kata keduanya secara bersamaan. Keduanya langsung saling menatap, Yuiko tersenyum sendiri sambil membuang muka.

Yuiko: Apakah anda..

Matsubara: ingin kue yang enak ?

Yuiko sengaja menggantung kalimatnya dan Matsubara menyambungnya. Lama kelamaan Yuiko menikmati hal sederhana itu. Mengatakan hal yang sama dengan Matsubara secara bersamaan. Suara mereka bertumpang tindih.

    Yuichi santai-santai di luar. Aki menyuruh Yuichi, kenapa tidak menjajakan kue ?. Yuichi mengeluh, kenapa juga harus aku ?. Gadis bergaun putih tadi datang ke kelas 1-C, bertanya di mana Matsubara Shu. Aki dan Yuichi tidak tahu. Gadis itu lalu pergi.

Aki dan Yuichi heran. Dia tadi siapanya Matsubara ?. Yuichi juga tidak tahu siapa gadis tadi. Bukan teman SMPnya.

Para anggota OSIS melihat keseruan Matsubara dan Yuiko menjual kukis mereka. Yuki resah dibuatnya, jika Kaichou melihat ini mungkin Kaichou bisa sedih.

Tak lama kemudian Kaichou datang, dia melihat Matsubara dan Yuiko bersama.

   Yuiko melihat Kaichou. Ia mendekatinya, memberikannya sakantung kukis, kukis yang dia buat terinspirasi dari Matsubara. Kaichou serba salah, dia melihat Matsubara yang sedang menatap mereka, lalu Kaichou berterima kasih karena bersedia melihat drama tadi. Yuiko tidak merasa masalah dengan itu, dramanya sangat bagus tadi.

Kaichou pergi bersama rombongan. Yuiko kembali ke Matsubara.

   Yuki mengingatkan pada Kaichou. Masih ada banyak waktu sampai malam Bunkasai. Kaichou menegaskan, bukankah sudah kubilang tadi.. aku  tidak percaya dengan hal semacam itu.

   Waktu semakin larut. Sebentar lagi malam kembang api. Panitia mengumumkan lagi tentang event tersebut, di halaman belakang, pukul 18:00. Aki senang sekali, dia menggerai rambutnya. Yuichi mendekatinya, mereka masih dalam tugas. Apa Aki berniat datang ke malam kembang api lebih awal ?. Aki menjawab, itu bukan urusannya Yuichi. Yuichi sedih, jadi aku tidak bisa menjadi pasanganmu… . Gumam Yuichi.

Aki: Kau bilang apa tadi ?

Yuichi diam saja. “Aki-chan !” Kyoshiro memanggil. Kyoshiro meminta maaf karena terlambat. Itu karena kerja paruh waktunya.

   Aki langsung melayani Kyoshiro. Kyoshiro memuji Aki manis dengan kostumnya itu. Sementara itu Yuichi terlihat patah hati.

   Yuiko dan Matsubara sudah menjual semua kukis mereka. Yuiko sekali lagi berterima kasih pada Matsubara, berkatnya dia bisa melihat dramanya Kaichou. Kaichou sangat keren, terlihat seperti pengeran sungguhan.

“Aku tidak mau mendengarnya !” Matsubara kelepasan. Dia pasti kesal karena Yuiko memuji Kaichou bertubi-tubi seperti itu. “Eh ?” Yuiko tidak mengerti,

Matsubara segera menghindar. Tidak apa-apa. Matsubara pergi begitu saja. Yuiko berusaha mengejarnya. Yuiko menuruni tangga, lalu tersandung oleh kakinya sendiri.

  Yuiko jatuh dan papan siap ambruk mengenainya. “Yoshioka !” Matsubara panik.

Aki dan Kyoshiro ada di ruang kelas. Aki mengatakan kalau Yuko tadi keluar dan belum kembali. Kyoshiro menanggapinya, tidak apa-apa… melihat Aki saja sudah cukup. Aki lalu menawari Kyoshiro tambah minum.

   Di sudut lainnya, Yuichi mengamati Aki dan Kyoshiro. Panitia mengumumkan kalau malam kembang api akan segera dimulai, bagi kelas yang ada di sekitar halaman belakang harus mematikan lampu. Lampu kelas 1-C pun dipadamkan, digantikan oleh nyala remang-remang lampu kecil-kecil.

Kyoshiro mendekati jendela. Rasanya nostalgia sekali disaat seperti ini bagi Kyoshiro. Apa Aki-chan tahu tentang rumor malam bunkasai saat kembang api ?. Aki menjawab tahu. Aki lalu berdiri di samping Kyoshiro.

   Di UKS. Matsubara membalut pergelangan kaki Yuiko. Yuiko meminta maaf pada Matsubara karena telah membuatnya terluka. Matsubara bilang tidak apa-apa.

Matsubara merasa justru dirinyalah yang seharusnya meminta maaf pada Yoshioka. Matsubara sendiri juga terkejut dirinya bisa sekasar itu pada Yoshioka.

Yuiko heran dengan perkataan Matsubara. Namun ia segera ingat perkataan Yuichi sebelumnya.

Yuichi: Seperti yang Yoshioka katakan, sekarang dia berhadapan dengan masalah paling besar yang pernah dia alami. Jika itu Yoshioka, aku yakin kau bisa menyelamatkannya.

   Yuiko mencoba menyemangati Matsubara yang sedang down. Baginya Matsubara itu ‘Kakkoi’ keren, karena sebelumnya Matsubara menyebut dirinya sendiri ‘Kakkowarui’ kasar (Sama diawali oleh kata Kakko ). Matsubara mulai agak mendingan. Dia mendekati Yuiko dan mengulurkan tangannya. Yuiko menyambutnya. Disaat yang sama malam kembnag api dimulai dalam hitungan mundur 5..4..3..2…1 !.

    Kyoshiro senang melihatnya. Indah sekali menurutnya. Aki ragu-ragu menyentuh tangan Kyoshiro, ketika hampir dekat… Aki justru mengurungkan niatnya. Yuishi masih setia memperhatikan Aki dan Kyoshiro.

Bunkasai akan segera berakhir, rasanya sedikit sedih bagi Yuiko. Dia ingin seperti ini bersama Matsubara lebih lama lagi.

   Yuki melihat ke bawah. Kaichou menawari Yuki makanan. Yuki menolaknya, dia hanya ingin naskah drama yang dibuatnya hari ini. Makoto lalu memakan makanannya.

“Aku tidak pernah memperhatikanmu, tolong maafkan kebodohanku ini.” Yuki melafalkan naskahnya. Kemudian Kaichou meneruskannya. “Aku janji..” Kaichou berdiri dan menatap Yuki.

“Mulai sekarang dan selamanya hanya akan memperhatikanmu,” Yuki terpesona, dia terdiam sesaat. Tetapi segera menyadarkan dirinya. Harusnya Kaichou melakukan itu di panggung tadi.

  Ryoichi tersenyum sendiri. Lalu bergumam “Musim yang menyakitkan,” (Aku suka Ryoichi, dia tokoh yang serba tahu, Termasuk perasaan cintanya Yuki ke Makoto Hyodo)

      Yuiko dan Matsubara menjadi telat kembali ke kelas mereka. Keduanya sama tertawanya.
Namun kebahagiaan Yuiko tidak berlangsung lama. Seorang gadis memanggil Matsubara Shu !. Shu rupanya masih sama seperti dulu. Matsubara terkejut Kaori ada di sini.

Yuiko merasakan kalau Matsubara yang saat ini tidak seperti Matsubara yang dikenalnya.

KOMENTAR:

ends

    Kog di sana unyu semua ya event-eventnya ???. yang gw inget itu ada 6 macam event unyu yang akan ada di masa-masa SMA Jepang.

(1.) Festival Budaya setiap tahunnya ada dan kenangan yg indah sekali di malam harinya bersama seseorang..,

(2.) Festival Olah Raga setiap tahunnya juga ada dan rasanya unyu” banget! warm-cozy rasanya, (3.)Field Trip ini khusus buat anak kelas 2, kalian tahulah… study tour, tapi di sono tetep aja pakai seragam jalan-jalannya.

(4.) Upacara Kelulusan hiks… mereka pakai seragam dan sampai ada mitos second button segala XD. Demi apa !, sejak kapan second button begitu penting ??— oke2 gw tahu di jas hanya ada 2 kancingnya.. jadi kalau gw dapet salah satunya berarti gw dianggap spesial oleh pemilik kancing jas tersebut >_< #NgelanturModeOn, siapa yang membuat mitos itu ? XD *Unyuuuu~~* <3. (5.) Hanabi/Firework Festival, Gak perlu dijelasin ya.., kalian pasti sudah tahu sendiri. Melihat kembang api bersama orang yg dicinta ❤ yabegitulah… ~

(6.) Berdo’a di Kuil Tiap Tahun Baru, Padahal temanya do’a/at least mencari tahu fortune tahun baru, tapi kadangnya malah jadi semacam event ngajak seseorang yang disuka. Ehem!, kencan.