Image

[Sinopsis] Save Me – Episode 14 Part 1

Dae Shik kemari karena ingin membalas atas perbuatan pihak Guseonwon yang memukul ibunya atas dasar menghilangkan dosa. Setelah menyebarkan minyak tanah ia bersiap menyalakan pemantiknya.

Dong Cheol mendorong Dae Shik, menyuruh Bunda rohani pergi. Tuan Im mebawanya pergi, Dong Cheol berkelahi dengan Dae Shik. Dae Shik salah paham mengira Dong Cheol juga bagian sekte ini. Dong Cheol menjelaskan ia bukan bagian dari sekte ini, dia justru ingin sekali membunuh semua orang di sini.

“Lalu mengapa kau menghentikan aku?”

“Bukankah kau bilang… ingin dapat uang banyak dan tinggal di tempat yang bagus dengan Ibumu? Aku akan… menghancurkan tempat ini. Kau bisa mempercayaiku dan kembali?”

Orang-orang sudah berlarian menuju kapel. Dong Cheol meminta Dae Shik memukulnya sekali agar orang-orang tidak mencurigainya. Dae Shik kabur, Dong Cheol dibawa menghadap Bapa Spiritual.

Apostel Jo memuji Dong Cheol yang pemberani. Dong Cheol bilang ia hanya kepikiran untuk melindungi Bunda spiritual. Baek Jung Ki bertanya kenapa? Dong Cheol bilang itu karena bunda spiritual akan membersihkan segala dosa-dosa mereka. Baek Jung Ki langsung memujinya memiliki jiwa yang bersih.

Lee Kang Su mengutarakan mereka tidak memiliki bukti konkret dan semuanya hanya rumor, penyidikkan secara lanjut agak sulit dilakukan karena mereka butuh bukti. Sang Hwan tidak setuju, bukankah mereka merekam pembicaraan mereka? Nanti bukti seperti rekening Ini pemalsuan dokumen resmi,penyalahgunaan, dan penggelapan uang akan ditemukan saat investigasi.

Lee Kang Su bertanya siapa temannya Sang Hwan yang ada di Guseonwon? Sang Hwan tidak bisa mengatakannya, ia tidak mau temannya dalam bahaya.

Dong Cheol dipersilakan kembali ke kamarnya. Apostel Kang dan Jo mengobrol

“Akhir-akhir ini kita dapat sedikit uang. Jika kita kehabisan dana, kita harus mengirim… orang-orang malang itu ke asalnya lagi. Jadi lakukan yang lebih baik lagi, Utusan Kang.”

“Apa yang harus aku lakukan?”

“Kita bisa melakukan layanan kebangkitan rohani.”

“Apa menurutmu kita bisa melakukan… layanan kebangkitan rohani kapanpun kita mau?”

“Jangan cerewet.”

“Keserakahanmu yang membuat detektif itu datang ke sini. “

“Kau menuduh orang yang tidak tepat”

Mereka bertengkar, Kang Eun Shil menuduh Jo Wan Tae yang sudah mengambil banyak uang. Jo Wan Tae mengungkit perihal Kang Eun Shil yang membunuh suaminya. Jo Wan Tae yang menggantikannya di  penjara.

Saat itu Kang Eun Shil menyuntikkan sesuatu sampai suaminya terkapar. Jo Wan Tae dan Wan Duk mendatangi rumahnya.

      Kang Eun Shil tidak percaya, yang mahakuasa yang menyelamatkannya. Jo Wan Tae tersinggung, ia mencekik Kang Eun Shil. Ia selama ini terlihat menurut pada Baek Jung Kid an Kang Eun Shil bukan karena takut, melainkan baginya keduanya hanyalah uang.

Jo Wan Tae melepaskan cekikannya, Kang Eun Shil terbatuk-batuk. Jo Wan Tae meninggalkannya, Kang Eun Shil tertawa sendiri.. Yang Maha Kuasa. Aku telah mengabdikan semuanya untukmu. Putriku, keluargaku, waktuku, bahkan hidupku. Yang Maha Kuasa. Jangan tinggalkan aku.

Dong Cheol mendatangi ibunya Sang Mi, ia meminta Ny Im tetap bertahan dan tenang disituasi ini dan jangan khawatir. Tetaplah berakting seperti sebelumnya sampai kondisi tubuhnya benar-benar pulih.

Sebelum pergi Dong Cheol diberi jepit rambutnya, ia ingin Dong Cheol menyampaikan pesannya ke Sang Mi. Ia meminta maaf dan mencintai Sang Mi. Dong Cheol terharu, ia berlutut dan janji akan mengeluarkan Ny Im dari Guseonwon.

    Di ruangan lain Dong Cheol menemukan rekam medis pasien, Sang Mi menjadi salah satu pasien yang mengalami depresi. Dong Cheol tidak mengerti.

Kang Eun Shil memasuki rumah-rumahan di hutan, ia berdoa.

Sang Mi, So Rin, dan Dong Cheol bertemu. Mereka membahas rekam medisnya Sang Mi dan yang lain. Semua orang di sini tercatat sebagai pasien dengan rekam medis palsu, membuat Guseonwon bisa mendapatkan psikotropika dengan mudah. Cukup sulit untuk bekerja sama dengan kepolisian Muji, So Rin memiliki teman penyiaran di Seoul.. ia yakin jika meminta bantuannya, jaksa dan kepolisian Muji tidak bisa mengabaikannya. Mereka sudah tidak ada waktu lagi

Sang Mi berterima kasih pada Dong Cheol.

“Jangan berterima kasih. Ini terjadi karena kau selalu kuat.” Dong Cheol memberikan jepit rambut ibunya ke Sang Mi.

“Ibumu ingin… memberitahu kalau dia baik-baik saja dan menyuruhku memberikan ini.”

Saat So Rin hendak pergi, ibunya Dae Shik mencegatnya. So Rin turun ke mobil, dibawa menemui Kang Eun Shil. Kang Eun Shil sudah mengetahui So Rin sebenarnya adalah reporter harian Muji, kemari untuk menghancurkan Guseonwon. So Rin mencoba mengelak, Kang Eun Shil menyuruh So Rin kepalanya dimasukkan ke mesin cuci.

Kang Eun Shil ingin tahu iblis siapa lagi yang bekerjasama dengannya?

Baek Jung Ki membicarakan tentang Sang Mi yang sudah menjalani pelatihannya dengan baik dan bisa bicara menggunakan bahasa surga. Ayah Sang Mi mendorong kursi roda istrinya, sama-sama menyaksikan Sang Mi.

Sang Mi kemudian berdoa. Lalu berteriak-teriak, meracau-racau seperti orang gila dan menyanyi-nyanyi. Ny Im menangis melihat Sang Mi, Dong Cheol tidak tega melihatnya. Sementara yang lain terus bertepuk-tepuk tangan.

Kang Eun Shil memerintahkan Wan Duk untuk meminumkan So Rin satu per hari. Kang Eun Shil membawakan rekam medisnya Sang Mi, Baek Jung Ki ingin menguji apakah Sang Mi pantas menjadi bunda spiritual.

Man Hee khawatir kenapa Jung Hoon tidak datang juga, apa tertangkap ayahnya dan tidak boleh keluar dari rumah?. Pil Soo datang membawakan pesanan, ia bertanya apa Jung Hoon sekarang jadi rajin ke gereja? Ia lihat Jung Hoon naik van gereja. Sang Hwan khawatir, apa namanya Guseonwon?

Pil Soo tidak begitu memperhatikan, tapi ia ingat ada tulisan “Bergabunglah dengan kami untuk menuju surga”

Sang Hwan teringat saat Dong Cheol memperingatkan mereka hati-hati karena si kribo mencari-cari mereka. Sang Hwan mengirimkan pesan ke Dong Cheol untuk mencari di mana Jung Hoon.

Dong Cheol keluar dari toilet, terkejut melihat Jo Wan Tae, ia lalu bergegas pergi. Jo Wan Tae sudah lama mencurigai Dong Cheol yang sering ke toilet lama sekali.. ia menggeledah toilet. Jo Wan Tae menemukan sesuatu, ia terkekeh sendiri tidak mempercayai temuannya.

Dong Cheol menuju ke hutan, ia melihat Wan Duk menggotong So Rin dan Kang Eun Shil masih di dekat ruangan misterius tempat penyiksaan, ia lalu menghubungi Sang Hwan. Sang Hwan dan Man Hee menuju ke Guseonwon.

Jo Wan Tae dan Wan Duk sepertinya menyingkirkan mayat. Jung Hoon menyaksikan tindakan mereka dari ruangannya.

Wan Duk yang menguburkan mayatnya. Jo Wan Tae berseloroh ialah yang selalu melakukan hal-hal kotor di Guseonwon.. Kang Eun Shil dan Baek Jung Ki harusnya berterima kasih padanya… Bukannya mengusirnya.

Man Hee dan Sang Hwan berhasil masuk, Man Hee merusak rantai pintu gerbang dengan tang.

Sang Mi berkumpul dengan yang lainnya. Baek Jung Ki menyebut So Rin adalah iblis yang akan menggoda Sang Mi. Baek Jung Ki ingin So Rin didoakan untuk mengusir iblisnya, Sang Mi serba salah.. ia tidak tega memukul So Rin, tapi ia juga tidak bisa membiarkan rencananya terbongkar. Sang Mi akhirnya menuruti yang lain untuk memukul So Rin sebagai pengusiran iblis.

Dong Cheol memasuki kapel, ia menginfokan bahwa ada dua orang yang memasuki Guseonwon.

Apostel Kang dan yang lain langsung menuju ke ruangan penyiksaan. Sang Hwan dan Man Hee berusaha mencari dimana Jung Hoon, keduanya berhasil mengeluarkan Jung Hoon. Saat keluar apostel Jo dan yang lain sudah terlambat mengejar Sang Hwan.

Image

[Sinopsis] Save Me – Episode 13 Part 2

Kang Eun Shil mencegat So Rin, ia menanyakan apa sudah memberikan air hidup pada bunda spiritual? Ia bertanya apa pekerjaannya So Rin sebelum ke Muji?. So Rin bilang ia semula mempersiapkan diri untuk pascasarjana tapi berubah pikiran karena Yang Mahakuasa. So Rin pergi, Kang Eun Shil semakin mencurigai So Rin. Karena dimalam ia memata-matainya ia liha orang kedua yang keluar dari kedai adalah seseorang dari Harian Muji, ia tahu dari mobil yang pria itu kendarai berstiker Harian Muji.

“Kami polisi.” Kata Sang Hwan pada petugas PUSAT LAYANAN SOSIAL. Detektif Lee yang polisi betulan jadi syok dengan tingkahnya Sang Hwan yang tampaknya sudah biasa mengatakannya.

Lee Kang Su menyerahkan tanda pengenalnya, mereka lalu dijelaskan petugas.

“Beberapa tahun lalu dia menjualnya dan sekarang sedang dilakukan konstruksi. “

“Kalau begitu, bisa dilihat siapa pemilik tanah itu?” Tanya Sang Hwan. Petugas mencarikan nama pemiliknya. Sang Hwan menebak apa Baek Jung Ki?, Petugas bilang miliknya Jo Wan Tae. Jo Wan Tae yang memiliki semua tanahnya, seperti habis menang lotre saja.

Seorang wanita yang kebetulan juga ada di sana langsung menghubungi Jo Wan Tae, melaporkan apa yang ia dengar tadi.

Jo Wan Tae turun ke suatu tempat, ia bertemu dengan si cenayang gadungan yang dulu menipu keluarganya Sang Mi soal pemanggilan roh Sang Jin. Juga Joon Gu. Si cenayang gadungan langsung hormat pada Jo Wan Tae, sesama tahanan. Joon Gu dan Jo Wan Tae saling kenal dan saling benci. Jo Wan Tae tahu kalau dukun gadungan masih hobi menipu, Joon Gu yang masih melakukan tindak kekerasan.

Jo Wan Tae bahkan menawari Joon Gu ke Guseonwon juga, membersihkan dosa dan membantunya ke surga. Joon Gu hanya mendengus mendengarnya. Dukun palsu teringat kata Guseonwon, oh.. jadi itu tempat kerjanya Jo Wan Tae, akhir-akhir ini terkenal sekali di internet.

Jo Wan Tae membuka hasil pekerjaannya Jung Hoon. Jo Wan Tae tidak habis akal, ia sepertinya berpura-pura menjadi informan. Jung Hoon ditempatnya pun menerima panggilan yang mengaku informan.

Temannya Dong Cheol melihat preman keluar dari rumahnya, ia lihat rumahnya berantakan dan menemukan banyak amplop persembahan. Ibunya pulang, memarahinya yang minum-minum tanpa makan. Anaknya yang ternyata namanya Dae Shik.. ia muak, kalau ibunya bertindak aneh-aneh lagi ia pikir lebih baik mati sama-sama saja. (Woooo… baru eps 13 saya tahu namanya, wkwkwk)

Ibunya bilang Guseonwon bisa membantu mereka. Dae Shik murka, jadi ibunya meminjam sana sini untuk Guseonwon..

Ibunya bersikeras uang itu adalah iblis dan bisa menggelapkan (eiiih kata siapa? Terkadang uang itu seperti hujan.. menyejukkan HHHHHH #Matre #detected)

Dae Shik jadi kalap, ibunya terjatuh dan kesakitan. Ia bilang bukan apa-apa, Dae Shik lihat badan ibunya merah-merah sehabis dipukuli. Ibunya bilang ini terjadi untuk mengusir iblis, ia banyak berdosa. Dae Shik makin frustasi, ia berteriak.. kemudian pergi.

     Jung Hoon menemui informan, ia menghubungi Man Hee. Malam ini ia pulang tidur di rumahnya karena ayahnya bisa marah kalau ia tidak di rumah. Ia menemuinya tak jauh dari lingkungan rumahnya

Di gang yang gelap sebuah mobil menyorotkan lampunya, Jung Hoon agak kesulitan melihat siapa yang datang. Tiba-tiba saja ia sudah dipukul oleh Jo Wan Duk. Pil Soo melihatnya, ia nampak curiga.

Dong Cheol menerima pesan Sang Mi, ia membacanya dan memotretnya untuk dikirimkan ke Sang Hwan.

[Mereka memberi ibuku obat aneh selama ini. Reporter Hong So Rin menghentikan pemakaian obat ibu, jadi pikiran ibu perlahan-lahan membaik. Jika kita temukan bukti soal obat itu, kita bisa keluarkan pernyataan media. Lalu, ini bukan pertamakalinya pemimpin sekte berusaha menunjuk orang menjadi bunda spiritual. Sepertinya dulu Ia pernah memperkosa orang lain. Aku sudah merekam soal itu. Kau akan menemukan soal kejahatannya jika memeriksa latar belakangnya. Maka aku akan bisa menghancurkan tempat ini dan bebas dari sini. Sampai saat itu kalian harus berhati-hati ]

Sang Hwan lalu membalas bahwa ia sudah mencaritahu, ternyata Baek Jung Ki memalsukan sertifikat penasbihannya, menggelapkan uang gereja, dan punya masalah dengan umat wanita.

Dong Cheol membalas: Akhirnya aku mengerti. Tidak lama lagi kita akan mendapatkannya, tunggu panggilanku.

Sang Hwan: Kalau begitu, kita akan memikirkan rute pelarianmu dengan informasi yang kau berikan.

Keluar dari kamar mandi Dong Cheong melihat Jo Wan Tae dan Wan Duk berjalan tergesa, Dong Cheol mengikuti mereka.

Jung Hoon sudah dihajar, Wan Tae bertanya teman-temannya. Tapi Jung hoon tidak menjawabnya. Mereka keluar, Wan Tae kaget melihat Dong Cheol. Ia bertanya kenapa Dong Cheol kemari?

Dong Cheol beralasan karena ini malam perdananya di Guseonwon, ia tidak bisa tidur makanya memilih jalan-jalan. Kebetulan melihat Jo Wan Tae dan Wan Duk terburu-buru ke hutan, ia ikuti saja mereka. Dong Cheol tertawa geli, Jo Wan Tae sendiri tampak gugup.. ia menyebut Dong Cheol ini orangnya penuh ingin tahu.

“Temanku selalu bilang aku ingin tahu urusan orang”

“Karena aku lebih tua darimu, aku akan beri nasihat. Melakukan hal seperti ini bukan ide bagus. Jangan lagi, ya?”

“Tapi karena kalian terburu-buru, aku khawatir. Jadi ingin membantu.”

“Wah sudah larut malam, ayo kita pergi.”

“Ya”

Dong Cheol bertanya di mana Wan Duk, Jo Wan Tae bilang dia sudah kembali. Terdengar suara teriakan Jung Hoon. Wan Duk hendak menghajarnya lagi.

Sang Hwan dan Man Hee mendiskusikan rencana mereka, Sang Hwan bertanya dimana Jung Hoon, Man Hee bilang di rumahnya.. malam ini tidak bisa ikut. Pernikahan spiritual akan dilaksanakan 40 hari lagi, sekarang sudah 10 hari, ada kemungkinan dipercepat juga.

Sang Hwan teringat saat ia menguping di ruangan Bapa Spiritual, tapi 40 hari tidak akan berlaku lagi kalau si Baek Jung Ki bilang ia menerima pesan yang mahakuasa.

Dae Shik membawa dua jirigen minyak tanah, ia berniat membakar Guseonwon.

Tuan Im mendatangi Sang Mi, ia menanyakan apakah Sang Mi sudah baik-baik? Dia harus membersihkan hati dan jiwanya karena sebentar lagi pernikahan spiritualnya berlangsung. Sang Mi bertanya ke ayahnya, apakah setelah menikah nanti ia harus tidur dengan Bapa Spiritual?

“Sang Mi, bukan itu masalahnya.  Tapi Ia akan membaptismu. Baptis untuk keselamatan. Jadi, jangan khawatir pada apapun.”

“Kalau aku menolak di baptis. Apa yang akan terjadi padaku?”

Ayahnya memegangi tangan Sang Mi, ia harap Sang Mi jangan memikirkan apapun. Fokus saja berdo’a.

“Pada akhirnya, aku harus menyerahkan segalanya. Hanya itu caranya mengakhiri segalanya.”

Dae Shik masuk kapel dengan santai, ia siap menyiramkan minyak tanahnya. Ayahnya Sang Mi bersikeras untuk melindungi Sang Mi, ia yakin yang mahakuasa akan melindungi mereka.

Dae Shik tidak peduli, baiklah.. mari lihat apakah yang mahakuasa melindungimu.