Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 4 Part 2

      Takehara-san memanggil Etsuko, ia memberikan galley baru ke Kono. Sebuah buku tentang sains untuk kelas 3 SD. Kelihatannnya mudah

“Tidak!”

“Tidak!”

Kata Fujiiwa dan Takehara-san bersamaan. Takehara-san mempersilahkan Fujiiwa menjelaskan. Fujiiwa menjelaskan kali ini bukan hanya mengoreksi kata-kata yang saja yang salah, perlu dikaji kebenaran kontennya karena bukunya akan digunakan sebagai materi pelajaran. Perlu kerjasama dengan proofreader lainnya, justru buku sejenis inilah yang memiliki tingkat kesulitan tertinggi dalam bidang mereka. Etsuko baru mengerti.

     Kono menanyakan soal galley pertama yang ia kerjakan bagaimana nasibnya?. Tekehara-san bilang autobiografinya Sugimoto Asuka mungkin akan ditunda. Semua orang terkejut.

Etsuko kesal sekali, ini pasti ular reporter menyebalkan waktu itu. Mitsuo memuji majalah Weekly Traffic ini hebat sekali pasti gara-gara pria itu. Etsuko mengomentari odennya Taisho kenapa kali ini asin?

Dengan dramatis Taisho bilang mungkin karena air matanya ada di dalam sini, ini karena Asuka-chan…

Etsuko kaget, ternyata Taisho juga ngefans dengan Sugimoto-Sensei. Dulu pernah bilang suka dengan Katahira Nagisa sepanjang waktu!. Taisho balas mengatakan ia ini sungguhan soal suka mereka. Mitsuo dan Etsuko bingung.

“Hei…hei..hei, Konnochi apa itu?” Tanya Mitsuo ketika melihat sesuatu di kirinya Etsuko. Etsuko bilang bukan apa-apa. Tapi Mitsuo Yoneoka mengerti, pasti Kono membawa pulang pekerjaannya.

Etsuko tidak menjawab, ia hanya memandang Yoneoka dengan sebal.

      *Hari itu, aku membuat keluarga baru. Seekor kucing Yurika. Saat aku memeluk kehangatan kecil itu, tiba-tiba aku berpikir mungkin saja aku bisa kehilangan segalanya. Tapi itu adalah sebuah kesalahan. Untuk menebus kehangatan kecil itu, aku harus bekerja keras*

Etsuko menangis membaca kalimat tersebut, ia menyadari di kalimat tersebut tersembunyi perasaan Sugimoto-sensei yang sebenarnya. Etsuko melepaskan kacamatanya dan menangis, ia bertekad untuk mengerjakan proofreading galley ini dengan hati-hati.

    Pagi pagi Etsuko sudah memakai kacamata hitam. Mitsuo bingung melihatnya, tapi Etsuko bilang ini sedang ngetren. Sedang ngetren? Fujiiwa datang memperhatikan dengan antusias. Etsuko bohong, ia memakai ini karena matanya dipakai begadang semalaman mengerjakan proofreading.

Mitsuo dan Etsuko terkejut Fujiiwa lumayan tertarik pada fashion juga. Fujiiwa mengelak bukannya begitu. Mitsuo bisa melihat Fujiiwa akhir-akhir ini pakai riasan juga (Hahahahha) Fujiiwa menutupi wajahnya. Di Departemen Koetsu memakai riasan itu tidak ada gunanya. Etsuko balas mengatakan sekalipun dengan fashion dan make up, Fujiwa masih bisa bekerja juga. Mitsuo minggir ke mejanya sendiri.

“Bukankah itu membunuh dua burung dengan sekali tembakan?” Kata Etsuko

“Kau mengatakan kata-kata itu punya efek sinergi,”

Memiliki efek sinergi….Iya! Etsuko kepikiran sesuatu. Lalu mendekati Takehara-san yang baru datang. Ingin membahas soal autobiografinya Sugimoto-sensei.

Takehara-san bilang kelihatannya itu perlu dirapatkan dulu hari ini apakah akan diterbitkan atau tidaknya sepenuhnya wewenang perusahaan. Kozue Sakasita dan Mitsuo melihat berita di internet, Sugimoto-sensei akan mengadakan konferensi pers. Etsuko tidak bisa membiarkannya, ia langsung pergi meninggalkan Departemen Koetsu.

“Koetsu-senpai? Kau mau ke mana?” Tanya Seshiru. Kono diam sejenak.

“Aku tidak bisa menerimanya…” Lalu lari, ia menyesal harusnya tadi pakai sneakers biar mudah larinya. Mobil berhenti di depan Etsuko, di dalamnya ada ada Yukito. “Ecchan kau mau ke mana?”

Kebetulan sekali, Etsuko langsung minta izin naik.

“Mana, Mana, Kau mau ke mana?” Tanya Yukito.

“Terebi Nichi!”

Yukito tidak menyangka Sugimoto-sensei akan melakukan konferensi pers. Etsuko hendak menghentikannya. Yukito tertawa geli dan Etsuko tanya apanya yang aneh?, Yukito rasa ini memang sesuatu yang mungkin Ecchan lakukan.

Etsuko datang, ia melihat reporter yang menyebarkan beritanya Sugimoto-sensei. Pria tersebut nampaknya berbohong soal insiden jatuh dan minta ganti rugi. Buktinya lengannya baik-baik saja. Reporter Takaji bilang ini memang pekerjaannya. Etsuko mempertanyakan faktanya, satu baris kata Sugimoto-sensei memilki anak saja sudah membuat orang gaduh, apa Reporter Takaji tahu fakta sebenarnya?.

Reporter Takaji menanggapi bahwa dirinya tidak peduli mengenai fakta, yang jelas apa yang ia tulis maka itulah faktanya.

    Etsuko menjelaskan kalau ayahnya Sugimoto Asuka sejak lahir sudah menderita anemia karena kelainan di sel darah merahnya. Itu sangat menyakitkan bagi Sugimoto Asuka kehilangan ayah di usia 4 tahun. Ibunya tidak ada pilihan lain tapi bekerja banting tulang. Dari jam 4 pagi sampai 8 malam, beliau bekerja di sebuah restoran keluarga. Dari jam 9 malam sampai 5 pagi beliau bekerja sebagai suster di rumah sakit, Dari jam 7 Malam sampai 11 malam bekerja keras kedai minum. Ketika teman-teman Sugimoto Asuka makan dan minum makanan hangat bersama keluarganya, Sugimoto Asuka sendirian di rumah makan makanan dingin.

    Di Koetsu Departemen, Takehara-san melihat galley autobiografi Sugimoto Asuka. Tidak ada banyak coretan, bahkan nyaris masih bersih di tangan Kono.

Etsuko melanjutkan ceritanya, Sugimoto-sensei hanya berteman dengan TV di rumahnya.

*Saat itu, satu-satunya temanku hanyalah televisi di rumah. Aku menonton film favoritku dan banyak drama dan memperagakan semuanya sendirian*

Sugimoto Asuka kecil berakting di tempat-tempat yang pernah Etsuko kunjungi. Di depan TV, Sugimoto Asuka kecil, menonton TV dan berakting tidak banyak menolong rasa kesepiannya, namun itu semua itu sedikit membantu perasaannya.

*Impianku untuk menjadi seorang aktris, menjadi sebuah cahaya yang membimbingku*

Akhirnya mimpinya terwujud.

“Setiap orang berhak untuk bermimpi, tidak peduli betapa pun sulit untuk meraihnya. Tidak peduli betapa pun sakitnya, kau mungkin tidak mengerti itu. Dengan satu baris mengabaikan kenyataannya, mimpi seseorang… sebuah kehidupan jadi hancur!”

“Dia aktris yang gagal. Seorang aktris bekerja untuk memberikan mimpi kepada semua orang. Bagaimana bisa wanita dengan anak rahasia memberikan mimpi bagi orang-orang?” Kata Takaji.

“Kau salah, itu justru membuatnya bekerja keras. Dia lebih memilih yurika sebagai kucingnya.”

“Hah?”

“*Saat aku memeluk kehangatan kecil itu, secara tiba-tiba aku berpikir aku mungkin bisa  kehilangan segalanya. Kucing Yurika. Tapi itu adalah sebuah kasalahan. Sebagai ganti memeluk kehangatan itu, aku harus bekerja lebih keras lagi.* Itu bukan tentang seekor kucing, aku yakin pasti tentang anak Sugimoto-sensei”

“Dari mana kau dengar soal itu?”

“Huh?”

Bagi Takaji itu tidak penting. Tapi Etsuko balas mengatakan itu ditulis sendiri oleh Sugimoto-sensei. Autobiografi yang akan Keibonsha terbitkan. Takaji jadi tertarik, Kono merasa salah bicara. Konferensi pers segera dimulai. Etsuko kesulitan masuk karena tidak diundang dan tidak memiliki kartu izin masuk.

     Sugimoto Asuka menjawab semua pertanyaan. Anaknya berusia 3 tahun sekarang, ibunya Sugimoto Asuka membantu merawat anaknya. Etsuko di luar, ia hanya bisa melihat konferensi pers tersebut dari internet.

Etsuko berusaha masuk, ia berkeliling ke mana saja.

Reporter menyinggung bukannya 4 tahun yang lalu Sugimoto Asuka kuliah di Amerika untuk meningkatkan skill bahasanya. Kemungkinan Sugimoto Asuka saat itu melahirkan saat itu.

“Tidakkah kau menipu para penggemarmu selama itu?”

“Aku sungguh minta maaf.” Kata Sugimoto Asuka sekali lagi membungkuk.

“Kenapa kau tidak mengungkapkan siapa ayah biologis anak itu?”

“itu karena dia bukanlah seorang selebriti”

Pertanyaan para wartawan semakin berani saja. Etsuko sembari mengamati jalannya konferensi, tega sekali para wartawan menekan Sugimoto Asuka?

Lalu reporter Takaji Yamanouchi bertanya “Lagi, mengenai ayak anak itu… “

“Tidak, dia bukanlah selebriti” Potong Sugimoto. Yukito juga menyaksikan siaran langsungnya. Lalu Takaji semakin menyerang, pasti ada alasan kenapa Sugimoto enggan mengungkap siapa ayah anak itu. Takaji dengar Sugimoto Asuka tumbuh tanpa seorang ayah. Kau pasti merasa sangat kesepian karena hal tersebut. Seorang manusia yang jauh dari kehangatan keluarga. Kenapa kau memilih jadi orang tua tunggal?.

Takaji pikir pasti ada alasan kuat kenapa melakukan itu. Apa mungkin karena Sugimoto Asuka tidak tahu siapa ayah kandung anaknya?. Karena tidak tahu siapa ayah anaknya, jadi tidak bisa mengungkap ka publik dan menikah. Sugimoto diserang telak, Etsuko yang melihatnya juga heran apa-apaan ini?

Takaji semakin berani saja, dengan image artis polosnya Sugimoto pasti dalamnya merasa tertekan dan melampiaskannya dengan para pria. Itulah kenapa Takaji berkesimpulan kenapa Sugimoto tidak mau mengumbar siapa ayah anaknya.

      Di Koetsu Department. “Ih Ngeri!” ganti-gantian para proofreader berkomentar atas serangan Reporter Takaji. Semuanya menonton siaran langsung kecuali Fujiiwa. Fujiiwa lalu ikut menonton.

“Bukan!, Itu tidak benar!” Bantah Sugimoto.

Takaji mengungkapkan pasti Yurika adalah anak yang dilahirkan Sugimoto. Sugimoto terkejut.

“Anak itu bukannya hewan peliharaan. Mereka bukanlah hewan peliharaan yang bisa membantu menyembuhkanmu. Kau memberikan kehidupan pada manusia, apa kau pikir bisa bertanggungjawab dan melahirkannya?. Juga… “

Etsuko menyelinap masuk dengan barang yang diantarkan ke dalam gedung. Ia menuju lantai konferensi.

Takaji menyuruh Sugimoto menjawabnya, tapi Sugimoto ambruk. Reporter bukannya membantu malah mengambil fotonya dengan leluasa. Etsuko membantu Sugimoto bangun.

“Ecchan…” Yukito melihat tayangannya.

“Jangan mengambil gambarnya, panggil ambulance!” Paniknya Etsuko.

Morio mengajak Yukito bersiap pemotretan. Morio kaget melihat Etsuko “Eh? Senpai?. Apa yang terjadi?”

“Ecchan hebat sekali” Gumam Yukito.

Morio meliriknya.

     Konferensi pers selesai, Etsuko kesal melihat Reporter Takaji asyik dengan laptopnya.

“Kau itu yang terburuk.” Ucap Etsuko. “yang terburuk. Katakanlah sesuatu!”

“Ah, aku yang terburuk” Takaji pergi.

      Etsuko pulang ke Keibonsha. Editor Kaizuka menyambutnya, lagi lagi Koetsu bikin gara-gara, aku juga menontonnya tadi. Ia tanya bagaimana perkembangan galleynya Sugimoto-sensei. Etsuko letih menjawabnya. Kaizuka mendorongnya kembali untuk menuntaskan pekerjaannya.

Pada akhirnya semua orang berpihak pada Sugimoto Asuka. Mereka tidak mempersalahkan keputusannya Sugimoto Asuka jadi single mom. Banyak komentar dukungan untuknya di forum internet.

     Kaizuka senang autobiografi Suhimoto-sensei bisa dijual. Ia menyuruh Koetsu menyelesaikannya. Etsuko protes hari ini Kaizuka memperlakukannya seperti anjing, dorong sana sini, dan terus bilang hoi…. Hoi… hoi…

      Di rumah sakit. Sugimoto Asuka

“Kenapa kau terus mengikutiku? Kehidupan pribadiku tidak penting bagimu, kan?.”

“Tidak penting bagiku”

“huh?”

“Kau adalah orang yang terkenal. Sejak kau terkenal, semua orang tertarik padamu. Apa yang kau makan? Dengan siapa kau kencan? Itulah kenapa hubungan kita terlahir.”

“Jadi… maksudmu aku hanya harus membiarkannya? Jika aku tidak ingin jadi aktris, aku hanya tinggal berhenti saja”

“Oh, kau tinggal berhenti saja. Jika sudah sejauh ini, kau harusnya tinggal berhenti.”

Memikirkan pertemuannya dengan reporter Takaji saat itu, Sugimoto Asuka pikir sekaranglah saatnya ia harus berhenti dari dunia hiburan.

Yurika, anaknya Asuka datang. Langsung menghambur ke pelukan ibunya. “Mama!”

“Mulai sekarang, mari kita main di luar. Syukurlah..”

    Etsuko masih belum bisa tenang. Takehara-san datang bertanya ada apa? Etsuko jawab bukan apa-apa. Takehara-san menyinggung soal Reporter Takaji, Etsuko kesal mendengarnya. Menurut Takehara-san ini ada baiknya juga bagi Sugimoto-sensei, jauh kebisingan, tapi sebagai orang tua dan anak mereka bisa bebas sekarang. Dia bisa menceritakan ceritanya dengan bahasanya sendiri dan tanggal rilisnya sudah direncanakan.

Takehara-san ada hadiah untuk Kono. Bukunya Natsuki Natsuko.

“Uwah!” Etsuko kaget melihatnya (Hahahahaahahaha….. kohi luwak! XD )

Takehara-san tanya maukan Kono membacanya. Etsuko anti, dia trauma dengan kenangan saat itu. Lihat saja dia malas.

“Natsuki-sensei bilang kau Layak mengerjakan proofnya.”

“Eh?” Etsuko lalu membuka lembarannya. Takehara-san menasehati, terkadang antara penulis dan proofreader saat bekerjasama mereka beradu argument. Tidak masalah jika ini demi hasilnya yang baik.

       Kaizuka datang, ia menyapa Takehara lalu ke Etsuko. “Oi Koetsu, aku sudah menemukan pulpen tiga warnaku.” (Hahahahahaha…. Pamer doang ceritanya?)

Etsuko bingung, Kaizuka kemari hanya untuk mengatakan itu?.

“Iya” jawabnya. Etsuko tertawa. Apa Editor itu punya banyak waktu luang?. Kaizuka bilang dia itu sibuk, dia melakukannya di jam istirahat. Etsuko balas mengatakan “Aku sibuk di sini, jangan ganggu aku!”

“Mengganggumu?… mengganggumu… Oi, aku tidak menganggumu.” Kaizuka mendekat. Lalu mulai mengganggu Etsuko dengan meletakkan barang-barang ke depannya. Takehara-san yang melihat mereka bertengkar bergumam, ya.. ya… Editor dan Proofreader harus akrab.

Etsuko dan Kaizuka masih bertengkar. Etsuko lembur galleynya Sugimoto-sensei, katanya Kaizuka harus cepat.. jadi jangan ganggu!.

     Lelah, lapar… Etsuko berusaha keras pulang 10 langkah lagi. Ia menghitung mundur menuju kedainya Taisho. Etsuko pulang, ia langsung minta makan macam-macam.

“Baik Ecchan, selamat datang!”

Di sana sudah ada banyak orang. Etsuko tepar “A..ku pulang…” Terlalu lelah sampai tidak bisa bilang “aku”.

Terkejut melihat Yukito nongkrong di dekatnya. “Aku datang!”

Morio bertelfon dengan pacarnya. Ia kesal, mereka hanya bertemu jika pacarnya ingin bertemu, hubungan mereka tidak jelas. Ini karena pria itu memiliki keluarga, jadi tidak mungkin.

Etsuko banyak minum, dia dan yang lainnya banyak tertawa. Etsuko sudah lama penasaran kenapa Yukito menjadi penulis misterius?. Padahal Yukito ganteng banget!. Yang lainnya menjelaskan Ecchan tidak mengerti, alasannya Yukito menjadi penulis misterius bisa jadi bukan karena wajahnya, bisa jadi Yukito tidak ingin karyanya dinilai berdasarkan karir atau sejarah hidupnya.

“Iya kan, An-chan?”

“Iya, benar”

Etsuko bingung kenapa semuanya tahu soal itu?. Taisho menggeleng, itu adalah hal wajar. Ah, jadi kau penulis ya?. Yukito membenarkan, Etsuko menambahi kalau Yukito juga model. Yang lainnya terkejut.

“Dia model dan penulis!” Etsuko cerianya.

Yukito merendah, dia belum tentu dipilih juga. Menurutnya model dan penulis kurang berkesan. Etsuko beda pendapat, model dan penulis itu keren! Seperti bunbryoundou (bunbryoudou maksudnya jago sekaligus berbakat dalam sastra dan military arts)

Pendapat Etsuko memancing tawa semuanya. Yukito sampai terbahak-bahak memikirkan julukan itu.

 “bunbryoundou?. Ecchan memang yang terbaik!”

    Yukito pulang. Tumben Morio pulangnya awal. Morio jawab ada sesuatu yang terjadi. Yukito menawarkan membuatkan Morio makanan, Morio bilang tidak usah. Lalu Yukito mau mandi. Morio sibuk melamun dan mengipasi kutek kakinya.

Yukito sebelum masuk ke kamar mandi tanya apa terjadi sesuatu? Kau baik-baik saja?. Morio tidak menanggapi.

“Tidak ada” Yukito mendekat, duduk lagi. “Bohong, saat kau tanya ke perempuan apakah terjadi sesuatu dan dia jawab gak ada apa-apa itu artinya bukan tidak ada apa-apa. Ada apa Morio-san?”

Morio menoleh ke kanan, Yukito mengikutinya. Morio menoleh ke kiri Yukito juga mengikutinya. Dan Yukito bilang ia akan mengumumkan kalau dia ini adalah Korenaka Koreyuki. Morio terkejut.

“Kenapa? Kau tidak ingin melakukan ini.”

“Benar.”

“Benar? Aku nyaris putus asa.”

“Karena bunbryoundou.”

“bunbryoundou?”

Yukito pikir penulis dan model adalah perpaduan yang bagus. Morio kembali sedih. Yukito sudah yakin melepas topeng penulis misteriusnya.

“Eh? Aku telat? Telat?” tanya Yukito.

“Syukurlah,” Morio akhirnya tersenyum. Morio mau ke kamarnya, Yukito menjelaskan kenapa ia bisa berubah pikiran. Berkat Ecchan, tentang bunbryoundou… akan bagus jadi model dan penulis.

Yukito hendak masuk ke kamar mandi. “Yukito, aku kehabisan sampo”

“Eh? Aku akan membelinya.” Yukito mau keluar dengan sepeda. Morio mencegat yukito, tiba-tiba mengecupnya.

Morio melepaskan pagutannya dan meminta Yukito merasakan kecupannya. Yukito tidak mengerti apa maksudnya ini. Dan Morio kembali mengecupnya,

Etsuko makan banyak sekali. Dia sebelum memakannya menciumnya dulu.

NB:

Jangan lupa Like FP blog ini untuk tahu postingan terbarunya>>>>>Klik FANPAGE

Untuk sinopsis lainnya silahkan klik Daftar Sinopsis di atas, kalau Readers membukanya lewat hp silahkan scroll ke bawah ada Daftar Sinopsis langsung klik saja. *Ciao!

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 4 Part 1

  yukitoorihara

********

   Etsuko terlihat jengkel dengan galley yang ia kerjakan sekarang. Apa-apa’an dengan wanita tua ini?.

Ucapan Etsuko membuat proofreader lainnya menatap Etsuko terkejut. Mitsuo Yoneoka tersinggung, itu bukannya wanita tua… itu adalah Natsuki Natsuko-sensei.

“Terus kenapa?” Bentak Etsuko masih fokus dengan galley nya.

Mitsuo makin kesal, Natsuki Natsuko-sensei adalah penulis papan atas selama 30 tahun ini. Beliau adalah penulis termuda yang memenangkan perhargaan Marukawa di usianya yang baru 22 tahun. Natsuki Natsuko-sensei itu mengagumkan sekali!

   Fujiiwa Rion mengoreksi kata-katanya Mitsuo. Natsuki Natsuko-sensei memenangkan penghargaan Marukawa bukannya ketika 22 tahun, tapi 21 tahun 11 bulan (Hahahahaha detail amat?)

“Aku minta maaf” kata Mitsuo

Proofreader yang lain mengangguk-angguk membenarkan. Tapi Etsuko tidak mengerti dengan kata-kata Tofu ini murah tapi terlihat mewah”. Dari segi mana? Apakah itu kotor? Apakah itu enak? Etsuko tidak mengerti perpaduan tidak jelas antara murah dan mewah itu.

Mitsuo hendak menjelaskan tapi dipotong Kono. Sewaktu Etsuko melingkari kata-kata aneh itu justru dapat balasan dari penulis begini,

Kono Etsuko disebut sebagai Proofreader yang memiliki pengetahuan sastra dangkal. ini adalah pertama kalinya hal tidak penting seperti ini dilingkari dalam bukunya, tidakkah Proofreader Kono Etsuko mempelajari bahasa jepang sejak masuk SD?.

     Teguran Natsuki Natsuko-sensei membuat Etsuko marah. Sampai-sampai Etsuko memukul mejanya.

Takehara-san baru saja menerima panggilan, dia lalu menyuruh Kono menemuinya. Takehara-san meminta Kono pertama-tama bukalah hatinya, bu-ka-lah hatimu. Buka tanganmu, ambilah nafas dalam-dalam….

Takehara-san sepertinya hendak menenangkan Etsuko. Tapi tingkah anehnya jelas membuat proofreader lainnya mengerutkan dahi. (wkwkwk tiba2 Takehara-san menjadi instruktur Yoga XD)

Kono bingung, Takehara-san membantunya. Tarik nafas… tarik nafas…

    Tidak jelas maksudnya, Tekehara-san lalu menunjuk jauh ke depan entah ke mana maksudnya. Itu.. pintu dari mimpimu sudah terbuka separuhnya. (kkkkkkk dia selalu gini waktu Kono temper, diingetin lagi tujuannya dan mimpinya apa di sini biar semangat kerjanya. Tp pas Kono singgung minta dipindahkan ke Editorial Lassy, Takehara-san sok sok gak denger XD)

Lalu Etsuko menuju mejanya, ada panggilan dari seseorang.

“Apakah ini dengan Koetsu-san?” (hahahahaha…) Meski kesal, Etsuko bermanis-manis. Huh? Bukan Koetsu-san, aku Kono Etsuko. Wanita bersuara judes di ujung panggilan tersebut memperkenalkan dirinya adalah Natsuki Natsuko-sensei, ada hal yang perlu ia luruskan ke proofreader yang menurutnya amatiran dan tidak mengerti sastra ini.

Panjang lebar Natsuki Natsuko menceramahinya. Yang pasti Etsuko yang suka meledak-ledak tidak tahan mendengarkannya, membikin kuping panas saja.

Kono jalan ke sana sini, sesekali Takehara-san memijat bahunya agar tidak balas meneriaki. Mitsuo dan yang lainnya ikut menenangkan jangan sampai Kono salah bicara.

Natsuki Natsuko protes dengan proofreadingnya Kono, salah satunya soal biji kopi terbaik, kopi luwak. Menyegarkan dan menyegarkan, itu akan nikmat di udara pagi. Itu adalah kopi yang layak minum.

Natsuki-sensei geram, lalu apa yang salah dengan itu?

   Etsuko tertawa-tawa kesal mendengarnya, ia membungkuk meminta maaf pada Takehara-san sebelum membalas Natsuki-sensei. Kono sudah diambang batas kesabarannya.

Kau tau bagaimana kopi luwak diproduksi? Dari Negara asalnya Indonesia, kopinya ditanam di perkebunan. Biji kopinya yang matang dimakan oleh luwak, luwak tersebut mencerna nutrisi yang ia butuhkan dan mengeluarkan biji kopi yang tidak bisa dicerna bersamaan dengan kotoran. Itulah yang disebut kopi luwak! (Ahahahaha… paling suka Kono pas bilang kohi luwak! Wkwkwk)

   Biji-bijian tersebut difermentasi di dalam tubuh luwak dan menghasilkan rasa dan aroma yang unik. Itu kopi hantu. Kono yakin biji itu tetaplah kotoran!. Menghidupkan dan menyegarkan, kopinya pergi bersama dengan baik bersama udara pagi, itu kopi yang layak. Apakah Natsuki-sensei yakin dengan itu?

    Takehara-san mulai gila, dia tertawa dan menyilangkan tangannya menyuruh Kono berhenti.

   Di ruangan istirahat. Ia terlihat putus asa, saat ingat ia salah bicara ketika Yukito tanya apa bukunya Yukito menarik?. Etsuko menjawab bukunya membosankan.

   Mitsuo heran mendengar gumaman Etsuko yang menyesal salah bicara ke Yukito. Mitsuo pikir soal Natsuki Natsuko-sensei tadi. Yukito menelfon, sebelumnya ia meminta maaf menelfon tiba-tiba, ia menanyakan apa Etsuko sedang sibuk? Etsuko menjawab tidak. Yukito mengajaknya keluar hari ini.

    Yukito dan Etsuko ada di warungnya Taisho. Taisho sudah senyum-senyum sendiri melihat pria yang sering Etsuko bicarakan datang kemari. Yukito senang di sini, jadi ini tempat tinggalnya Kono-san.

Bagus, seperti di era Showa. Namun entah mengapa Yukito merasa hari ini auranya Kono-san kok putih? Kosong?. Karena biasanya di mata Yukito auranya Kono-san adalah kuning. Etsuko meminta maaf soal kejadian buku waktu main ping pong dulu.

Yukito ingat “Bosenin!” ia pun juga tidak bisa apa-apa lagi kalau memang hasil tulisannya membosankan.  Etsuko mengelak bukan begitu, ia hanya membaca majalah fashion saja selama ini, tidak mengerti apapun soal sastra.

   Kalau begitu Yukito suatu hari nanti akan menulis novel yang Kono-san sukai (O’ow! Itu kata sangat  enak kudengar darimu Yukito Nee-san!, kedengarannya seperti aku cinta kamu dlm bentuk lain yg lebih halus, artiannya hampir sama kyk maukah kamu memasak setiap hari untukku? XD XD 😀 )

Etsuko berterimakasih. Moodnya kembali lagi ke Etsuko Kono yang ceria, ia ngajak Yukito minum yang banyak malam ini. Yukito tidak bisa menolak kalau dimintai Kono-san. Etsuko juga minta dihidangkan double egg.

   Yukito senang sekali dan banyak tertawa. Entah mengapa jika ia bersama Kono-san ia bisa melupakan hal-hal yang buruk.

   Taisho tanya Ecchan mau makan apa?. Etsuko belum menjawab tapi Yukito tiba-tiba langsung memanggilnya Ecchan, bisakah kau ambilkan itu untukku? (Hahahahaha… beneran deh, Yukito sumber tawaku di drama ini XD, gak ada angin/hujan tiba2 manggil Ecchan :D, kocak inih orang!)

Meski bingung, Etsuko mengambilkan yang dimaksud. Baru sadar,

“Eh? Ecchan?… huh?”

“Ecchan, ponselmu tuh. Angkat.” Kata Taisho.

Saking senangnya dipanggil Ecchan oleh Yukito, Etsuko menyebut dirinya sendiri Ecchan “Ecchan, ponsel… Ecchan dapat panggilan telepon” *kkkkkk

Etsuko mengangkat panggilannya.

“Oii, Koetsu. Kau lihat pulpen tiga warna ku?” Editor Kaizuka yang menelfon. Seingatnya tadi dia kehilangan pulpen 3 warnanya saat mengantarkan galley ke Etsuko. Tanpa itu dia tidak bisa bekerja!

    Etsuko geram, ditelfon hanya untuk tanya itu? Apa kau serius?. Kau tinggal pakai pulpen yang ada, Gurita!.

“Gurita?” Yukito juga dengar,

Tak lama kemudian Morio menelfon Yukito. Meminta maaf bisakah Yukito pergi belaja sebelum pulang?. Yukito ingat, tisu toilet nya habis kan?, yang single atau double?. Morio bilang yang mana pun tidak masalah.

“Eh, itu penting” balas Yukito. Tidak sadar Taisho sudah curiga dari tadi *kkkkk (part ini kog aneh ya?, lucu rasanya~)

“Kalu gitu, double. Sekalian tolong belikan aku sikat gigi baru.” jawab Morio.

“Ok. Yang kaku atau yang halus?. Oke, aku belikan yang halus. Lalu warnanya apa?. Kalau gitu aku belikan yang warnanya pink.”

   Taisho tahu, Yukito Orihara tinggal dengan seorang wanita. Etsuko sendiri masih sibuk dengan si Gurita Kaizuka. Bisakah Kaizuka cari yang lainnya?

   Pagi harinya Etsuko langsung menceritakan kencannya (anggap saja kencan XD biar Etsuko seneng), sukses!. Shesiru pikir justru yang sebaliknya. Sebelumnya Etsuko bertelfon dengan Kaizuka lama sekali meributkan soal pulpen ada di mana. Karena Etsuko terus menyebut gurita, membuat Yukito ingin makan itu, Etsuko setelah kasar pada Kaizuka ia meminta maaf ke Yukito, tadi telfon soal pekerjaan. Yukito makan olahan gurita dan makan malamnya dengan Ecchan jadi menarik.

   Etsuko pergi. Yukito datang ke meja resepsionis, ia ada janji pukul 10. Morio datang dan menyapa selamat pagi sambil lalu pergi. Yuri Sato mengendus aroma yang sama antara Morio dan Yukito, aneh sekali.

   Yukito malu melihat fotonya sendiri. Morio heran, kenapa? Bukannya ini bagus?. Yukito jadi panik, ini akan disebarkan sampai penjuru kota. Dan menurutnya Yukito akan lebih memalukan rasanya jika orang-orang membaca novelnya sekaligus tahu majalah dengan foto close up nya.

Morio mengingatkan, Yukito harusnya sudah mengambil keputusan untuk memperkenalkan dirinya sebagai penulis novel dan mendapatkan nilai tambah. Peluang dia menjadi model eksklusif akan lebih besar.

   Yukito mengenakan kacamata dan sibuk dengan scarf nya. Bercemin mengabaikan maksud Morio. Morio agak sebal dan membentaknya. “Apa kau mendengarkan?”

Yukito berusaha menghindar lagi. Bagaimana dengan shogi (catur tradisional jepang, di korea kayak baduk mungkin~, dan tentu saja berbeda), dia juga jago main itu berkat belajar dari seorang kakek tetangganya. Morio tidak bisa terima itu. Lalu Yukito pamer bakat lainnya,

   Kupingnya bisa ia gerakkan dengan aneh. (Ahahahaha… ada ada saja) Meski agak takjub, Morio tetap tidak bisa menerima bakat itu. Lalu Yukito pindah ke rubik, bagaimana dengan rubik? Aku bisa menyelesaikanya dalam 5 menit. Morio menatap malas Yukito yang terus menghindari objek.

         Di departemen Proofreading. Tiba-tiba Etsuko berbicara sendiri.

“Aku tidak akan kehilangan apapun, aku telah bebas dari ketakutan!” Katanya dengan nada manja manja. Fujiiwa menyebutnya berisik (kkkkk)

“Iya, aku tahu. Aku minta maaf” Balas Etsuko. Mitsuo penasaran itu apa. Etsuko menjelaskan ini baris line naskah drama yang dibintangi Sugimoto Atsuka. Mitsuo berkomentar rasanya nostalgia sekali, dulu orang-orang juga sering mengucapkan baris drama tersebut.

Nobuyoshi datang, dia dulu juga sering melakukan itu. Mitsuo bingung, tapi kan drama tersebut terkenalnya bukan di jaman Nobuyoshi Masamune-kun?. Nobuyoshi bilang dia tahu drama itu dari Aniki-nya/abangnya. Kalau dipikir-pikir lagi Abangnya itu mungkin seumuran dengan Yoneoka, jadi Nobuyoshi merasa tenang kalau bicara dengannya. Mitsuo menawarkan diri kalau gitu tidak apa-apa Masamune-kun menganggap ia abangnya.

Etsuko memandangi Yoneoka dengan geli. Nobuyoshi pamit pergi, dia selalu keluar departemen ini lama dan kena marah kalau sudah balik ke tempat kerjanya.

    Yoneoka dan Etsuko membicarakan autobiografi nya Sugimoto Asuka. Ia memang hebat sekali, pertama kali membintangi film di usia 15 tahun. Saat 20 tahun ia membintangi film Jepang-Amerika. Usia 25 tahun memenangkan penghargaan sebagai aktris terbaik dalam ajang penghargaan film Jepang. Sugimoto Asuka hidup dengan penuh penghargaan, padahal masih sebaya dengan Etsuko.

Etsuko pikir kalau ia menerbitkan autobiografi palingan isinya lembaran kertas kosong, malah seperti buku catatan (Hahahahaha). Mitsuo berkomentar, kalau seperti itu tidak mungkin diterbitkan. Kono tahu, tapi ia yakin 5 tahun dari sekarang ia pasti sudah bisa menerbitkan buku “Fashion Editor Kono Etsuko’s Case Book”

    Etsuko mengecek data Sugimoto Asuka di laman Wikipedia Jepang, hanya ada informasi bersekolah di SD Hachioji. Info yang ada tidak banyak. Fujiiwa mengingatkan jangan terlalu mempercayai informasi dari internet, akan berbahaya. Etsuko juga berpikiran sama, ia berniat mengeceknya sendiri.

Etsuko pamit pergi. Takehara-san mengucapkan selamat jalan padanya. Fujiiwa bingung, kenapa Takehara-san mengizinkan Kono keluar?. Takehara-san balik bertanya, memangnya Fujiiwa-san tidak mengizinkan Kono pergi?

Dan entah mengapa Takehara-san merasa kalau antara Kono-san dan Fujiiwa-san keduanya sangat mirip.  Fujiiwa tidak terima, mirip? Siapa?. Takehara-san gelagapan bagaimana cara menjawabnya, Fujiiwa sudah marah (ahahahahaha)

“Fujiiwa-san dan Kono…”

Sebuah suara hantu muncul dari Aoki Yohei (kkkkkkk) Fujiiwa dan Takehara-san bingung siapa yang ngomong itu?. Lalu ada yang menyahuti “Benar…benar…!”

     Etsuko browsing alamat SD nya. “Ecchan!” panggil Yukito. Yukito duduk dan menghampiri Etsuko, kemarin menyenangkan sekali. Kelihatannya Etsuko mau keluar. Etsuko menjawab dia pergi urusan pekerjaan. Yukito heran, proofreader keluar untuk bekerja?

Morio datang, ia dan Yukito akan lanjut ke pemotretan. Etsuko mengucapkan selamat jalan dan ia pergi, tak lupa pamit ke Yuri dan Shesiru.

    Morio bingung kenapa proofreader melakukan pekerjaan di luar. Yukito tersenyum-senyum melihat kelakuan Etsuko. Menurutnya tidak ada orang lain seperti Ecchan.

Morio kaget  dan menggumamkan “Ecchan…”

    *Taman Nakata Arkeologi di belakang SD merupakan panggung ku, jungle gym jadi rumah dari drama ku. Terkadang, aku adalah tokoh utama wanita yang memanggil kekasihnya.*

Etsuko tersenyum dan mempraktekkan dialog nya. “Aku tidak membutuhkan apapun lagi, cukup kau berada di sisiku?”

*Atau detektif wanita yang mengejar penjahat di tangga*

“Pelakunya adalah kau!”

    Etsuko kagum sekali, Sugimoto-sensei benar-benar bercita-cita menjadi seorang aktris.

*Dengan cara yang sama aku bermimpi menjadi seorang ibu suatu hari nanti * Etsuko melihat anak-anak TK di atas kereta kecil dan didorong dua ibu. Tampak lucu sekali.

“Jadi ibu, ‘ya?” Gumam Etsuko.

Etsuko tiba di rumah Sugimoto-sensei. Rumahnya besar dan mewah, ia berharap bisa memberikan rumah seperti ini ke orang tuanya. Tak lama kemudian mobil keluar, pemilik rumah hendak pergi.

Etsuko melihat seorang pria di dalam mobil memotret mobil Sugimoto-sensei. Etsuko mendekati mobil dan membuka pintu depannya. Reporter Takaji jatuh. Reporter tersebut minta kartu nama Etsuko untuk insiden ini.

     Etsuko memberikanya setelah dipaksa si reporter. Melihat Perusahaan Keibonsha di kartu nama tersebut membuat si reporter mencibir “Betapa agungnya”

Lebih terkejut lagi melihat pekerjaannya adalah Koetsu/Proofreader bukan editor. Etsuko geram, apa masalahnya?. Si reporter menjelaskan pekerjaannya adalah mendapatkan uang dari menemukan kesalahan orang-orang, sebuah pekerjaan yang menyebabkan seorang individu tidak disukai. Reporter Takaji berpikir pekerjaannya sama dengan Koetsu, sama-sama mencari kesalahan.

Reporter pergi. Etsuko tidak suka disama-sama kan dengannya.

     Etsuko pulang ke departemen Proofreader. Takehara-san dan Etsuko membicarakan insiden Etsuko dengan reporter Takaji, meminta diganti uang berobat dan konsultasi dokter. Etsuko meminta maaf. Takehara-san mengingatkan Kono sebagai bagian dari Keibonsha jangan lupa untuk bersikap dengan terhormat. Etsuko mengiyakannya.

    Etsuko membaca berita tentang aktris populer yang tertangkap menjalin hubungan segitiga. Antara Sakurada Yuka dengan dua aktor sekaligus, Michael Nabemoto dan Harukawa Haruki. Dan berita itu diliput oleh Reporter Yamanouchi Takaji. Etsuko membuka semua berita perselingkuhan dan hubungan terlarang semacamnya rupanya kebanyakan diliput oleh Reporter Takaji.

    Morio mengecek progress voting pemirsa. Yukito ada di urutan ketiga. Chief Editor Kamei-san datang, ia memberikan pujian dan perintah ke beberapa bawahannya, ia mengingatkan Morio untuk membuat Yukito Orihara melepas topeng penulis misterius/penulis bertopengnya minggu ini juga untuk mendapatkan banyak suara. Morio tidak bisa, Yukito menolak melakukan itu. Kamei-san mengutarakan kalau hanya mengandalkan wajah tampannya saja tidak cukup, kalau begini terus Yukito akan terdepak dari industri dengan cepat. Tentunya Morio tahu soal hal semacam itu.

     Editor Kaizuka memandangi buku bersampul kucingnya, lalu kaget melihat Morio ada di sini. “Morio-chan?” Morio hanya tersenyum.

“Ada apa? Kau mencariku?”

Morio mengangguk.

Morio meminta bantuan Editor Kaizuka untuk membujuk Yukito Orihara mau tampil sebagai penulis Korenaga Koreyuki, Morio yakin masa depan Yukito sebagai model bagus. Ini juga menguntungkan tingkat penjualan novel Korenaga Koreyuki. Kaizuka tetap tidak bisa.

Meski Morio memohon dan perkataannya ada benar nya juga, Kaizuka menjelaskan kalau Yukito tidak menulis apapun semenjak dia debut. Kaizuka merasa itu adalah kesalahannya Kaizuka. Ia sudah sepakat dengan Yukito tentang novel dan Korenaga Koreyuki. Itulah kenapa ia segan memberikan dukungan ke Korenaga menjadi model. Kaizuka meminta maaf. Morio bilang tidak apa-apa.

Karena Morio terlihat putus asa, Kaizuka mau mengajaknya keluar makan tapi Morio tidak merespon, jadi Kaizuka bilang atau tidak usah. Morio dan Kaizuka sama-sama meminta maaf.

    Reporter Takaji berhasil memotret seorang anak kecil di dalam mobil ketika Sugimoto Asuka pulang ke rumah.

   Etsuko terkejut mendengar kabar ternyata Sugimoto Asuka punya anak yang tidak sah. Etsuko heboh, Mitsuo menyuruhnya jangan berisik. Ia tahu berita itu tadi pagi di TV. Etsuko kemudian mengecek internet. Sebuah artikel memancing rasa penasaran pembaca, Sugimoto Asuka mempunyai anak yang tidak sah, siapa ayahnya?. Wanita yang belum menikah dan image nya adalah aktris yang polos telah membohongi publik.

    Etsuko menduga jangan-jangan berita pertama nya didapatkan oleh Reporter Takaji.

Komentar:

     Yoneoka Mitsuo… jangan bilang kalau kamu jeruk makan jeruk \o______o/. Satu pesenku, sadarlah… sadarlah…. Aku tahu Nobuyoshi unyu, tapi ada banyak perempuan yang lebih unyu~

    Wuooo… aku tahu pernah lihat Masaki Suda di mana. Rich Man and Poor Woman, menurutku dia auranya  kece saat itu, rambutnya pirang. Satomi Ishihara jadi lead drama itu dengan Shun Oguri. Ternyata yang namanya Masaki Suda lumayan terkenal sekali di Jepang, buktinya dia sering didapuk buka acara ini, jadi MC itu, menang best ini dan itu. *ckckckcck. Kelihatannya di Indonesia dia gak seterkenal itu karena memang masih sedikit orang yang tahu, dan karena yamaken virus everywhere, Pangeran Shoujo dan Presdir Live Action adalah si Aa’ Kento Yamazaki *hahahaha agaknya sampai akhir 2017 ini pun tetap Yamaken yang ditunggu!.

Untuk Sinopsis drama lainnya dan urutan lengkapnya dari ep 1 on going lihat saja di “DAFTAR SINOPSIS” selalu di usahakan update di sana. Jika kamu membuka blog ini dengan PC/komputer lihat di bagian atas dan kiri ada Daftar sinopsis dan jika kamu membuka blog ini dari hp, silahkan scroll ke bawah ada daftar sinopsis. Langsung klik saja, semua link drama dihimpun di laman daftar sinopsis dan daftar sinopsis II.

Like Like Like… FP Blog ini untuk tahu Update-annya>>>> klik FANPAGE

Real Post: 8 Januari 2017

Re-Post: 19 Juli 2017

 

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 3 Part 2

     Etsuko penasaran sekali dari mana Fujiiwa mendapatkan pakaiannya yang ia kenakan sekarang.

     Yukito membawakan segelas minuman untuk Morio. Morio teringat perintah Kepala Editornya, Kamei-san ingin Morio membuat Yukito tampil ke publik sebagai novelis sebelum pemungutan suara untuk model diselenggarakan.

Morio bertanya kenapa Yukito menjadi penulis novel misterius?. Yukito bercerita dirinya memenangkan penghargaan sebagai pendatang baru ketika usianya 15 tahun, ia pikir akan merepotkan jika teman-teman sekolahnya tahu. Itulah salah satu alasan Yukito menyembunyikan identitasnya sebagai penulis.

“Kenapa? Jadi siswa SMA sekaligus penulis kedengarannya keren.” Pancing Morio.

Yukito menjawab itu tidak keren. Rasanya akan sulit diterima teman-teman sepermainan dalam bermain bola atau klub bandnya sekolah. Walhasil dia malah akan di rumah saja dan rajin menulis novel, tidak keren sama sekali.

“Benarkah?” Morio lalu duduk di sebelah Yukito, sekarang kan Yukito bukan siswa sekolah lagi.. harusnya tidak masalah memproklamirkan dirinya sebagai penulis.

“Untuk apa?” tanya Yukito tajam.

“Selain penampilanmu, untuk menghimpun suara para pembaca kau butuh daya tarik lainnya” Morio sangsi Yukito hanya menang dengan penampilannya saja karena pesaingnya punya track record yang banyak.

“Aku bisa memasak dengan baik. Aku punya pekerjaan paruh waktu di coffee shop dan dan aku pandai membuat pasta dan pilaf.” Terang Yukito.

“Lebih dari itu, novel macam apa yang kau tulis?” Morio melihat Yukito fokus mengetik. Yukito bertanya ke Morio apa ingin membacanya?. Morio mengangguk.

      Etsuko datang ke rumahnya Shijo-sensei. Dipersilahkan masuk setelah mengatakan identitasnya sebagai proofreader dari Keibonsha.

Morio membaca novelnya Yukito sampai ketiduran, novelnya jatuh tersenggol dan Morio mengambilnya. Mendesah tidak mengerti apa maksud novelnya (ahahahaha… genre novelnya Yukito itu apa’an sih? Komedinya yang model bagaimana??, linear motor cow selalu membuatku ketawa, apalagi gambarnya >_<)

Morio lalu keluar kamar “Oo…, kau menulis selama ini?” melihat Yukito yang masih di depan layar laptopnya. Morio meletakkan novelnya Yukito. Yukito tanya pendapatnya Morio bagaimana. Morio menyebut novelnya Yukito tidak nyata dan lucu.

“Benarkah?”

“Iya,”

“Terimakasih,”

Morio pamit mau mandi. Yukito memandangi novelnya.

     Takehara-san mendapatkan telepon dari Shijo-sensei. Ia diminta memberikan draft selanjutnya dari novel Shijo-sensei ke Fujiiwa Rion. Fujiiwa menolak dengan pura-pura kondisinya sedang tidak fit akhir-akhir ini.

Takehara-san menyayangkan Fujiiwa tidak bisa melakukannya, padahal Shijo-sensei lah yang menunjuk Fujiiwa sendiri.

“Eh? Dia memilihku?” Fujiiwa terkejut, ia menduga ini pasti ulahnya Etsuko. Etsuko bilang dia hanya mengatakan ke Shijo-sensei kalau notes yang terakhir kali beliau puji bukanlah miliknya Etsuko, lalu Shijo-sensei meminta pendapat Etsuko bagaimana kalau proof keduanya ditangani Fujiiwa saja?.

“Aku tidak bisa melakukannya!” tegas Fujiiwa.

“Kenapa?”

“Itu peraturan bagi seorang proofreader”

“Tapi kau ingin melakukannya, ‘kan?. Jika kau ingin melakukannya, maka kau harus melakukannya. Monyet berkacamata pecinta buku!” Ejek Etsuko pada Fujiiwa.

     Fujiiwa berteriak waaaa!! Kenapa Kono Etsuko bisa tahu nama itu?. Etsuko menyebut itu nama samarannya Fujiiwa-san ketika menuliskan surat penggemar ke Shijo-sensei. Shijo-sensei mengetahuinya karena tulisan tangan di sticky notes mirip dengan surat dari penggemar Monyet berkacamata pecinta buku.

Untuk seseorang yang menyukai sesuatu dari dalam lubuk hati terdalamnya, Etsuko pikir Fujiiwa-san lah yang pantas melakukan proofreadingnya, terlepas dari peraturan proofreader yang dilarang menangani naskah penulis favoritnya. Takehara-san pun tidak keberatan dengan itu, hanya orang yang menyukainya lah yang mampu menyelesaikannya, Takehara-san berniat merubah peraturan pertukaran galley jika proofreader dapat milik penulis idolanya.

“Fujiiwa-san, maukah kau mengerjakan proof kedua dari Shijo-sensei?.” tanya Takehara-san. Segera secepatnya setelah kondisi tubuh Fujiiwa-san membaik. Dengan penuh hormat Fujiiwa menerimanya, lalu segera mengerjakannya.

     Morio bertelfon dengan seseorang, mereka akan bertemu di hari Sabtu. Panggilan selesai. Ketika berbalik Morio dikejutkan dengan kehadiran Etsuko yang tidak Morio sadari sejak tadi.

“Kau punya pacar?”

Morio tidak bisa menjawabnya. “Ayo pergi.” Ajak Etsuko

Mereka mengobrolkan pacarnya Morio di warung odennya Taisho. Pacarnya Morio lebih tua dari Morio, mereka sudah berkencan sekitar setahun ini. Karena keduanya terlalu sibuk mereka jarang bisa bertemu.

“Setidaknya kau punya pacar. Sudah lama sekali, aku tidak punya pacar Taisho!?”

“Itu benar” Tanggap Taisho dengan tertawa.

Etsuko iri dengan Morio yang bekerja sebagai Editor Lassy, sekarang iri karena Morio punya pacar sekaligus bekerjasama dengan Yukito. Iri dan dengki.

“Apa kau serius soal Yukito?” tanya Morio.

“Aku tidak tahu. Untuk sekarang, aku hanya bisa bilang, aku ingin lihat wajahnya lebih sering.”

“Hanya wajahnya?” tanya Taisho.

Etsuko membenarkannya, ia tidak tahu banyak tentang Yukito. Taisho mengingatkan pria itu bukan hanya wajahnya, yang terpenting adalah hatinya. Taisho memukul dadanya sendiri untuk menegaskan ucapannya.

Etsuko mulai berceloteh, ia juga tahu itu!. Bukan berarti penampilan lebih penting daripada kepribadiannya, hanya saja bagi Etsuko penampilan juga penting.

“Senpai kau terlalu jujur”

Etsuko tetap berceloteh. Tidak, daripada bilang kau suka wajahnya, kau bilang kau suka kepribadiannya, itu malah seperti memperlakukannya seperti benda berharga. Itu kan cara pandang dalam dunia ini!. Taisho langsung meminta maaf pada Etsuko atas ucapannya tadi. Etsuko tidak masalah, ia memesan lagi.

     Di lain sisi Morio tengah melamunkan sesuatu.

Yukito mengecek novelnya, lalu berbaring di kursi. Mendesah lelah akan sesuatu lalu tidur.

     Editor Kaizuka memberitahukan pada semuanya kalau karyanya Shijo Marie-sensei dinominasikan ke Penghargaan Marukawa.

Semuanya terkejut, mendapatkan 6 kali nominasi. Takehara-san tahu bukunya yang diterbitkan oleh penerbit Meidansha. Etsuko tidak mengerti, tapi kan itu dari penerbit lain!. Kaizuka menerangkan, Kono itu tidak tahu apa-apa ya?, meskipun penghargaan diraih oleh novel sebelumnya dari penerbit lain.. itu akan menjadi keuntungan bagi Keibonsha yang dalam proses menerbitkan seri terakhirnya, novel akan laku keras.

Bagaimana pun juga karya setelah kemenangan pertamanya yang luar biasa!. Etsuko tahu, itu sistem penjualan yang ikut-ikutan. Kaizuka menyuruh Etsuko jangan menyebut sistemnya seperti itu, sebut saja komersial kode.

“Sama sajalah”

Shijo-sensei hendak menghelat pesta tunggu dan para proofreader diajak menghadirinya. Etsuko senang sekali tentunya dia akan ikut. Fujiiwa bilang dirinya tidak bisa menghadirinya, Etsuko dan Yoneoka membujuknya baru Fujiiwa mau datang. Etsuko tanya ngomong-ngomong apa itu pesta tunggu?

Sontak pertanyaannya membuat proofreader lain syok jatuh dari tempat duduk masing-masing.

“Kau tidak tahu?!” tanya Kaizuka.

Takehara-san menjelaskan kalau Pesta Tunggu biasanya diadakan pada hari acara perhelatan sebuah Acara Penghargaan dalam dunia literatur yang diatur sebagai proklamir diri hasil penghargaan. Tujuannya utamanya tersebut selain makan-makan dan minum-minum bersama. Menunggu apakah penulisnya akan menang atau kalah.

“Tapi apa yang akan dilakukan jika kalah?” tanya Etsuko polosnya.

“Jangan mengatakan hal seperti itu!” bentak Fujiiwa. Maiden dari Indochina merupakan pernghargaan masterpiece sepanjang sejarah. Fujiiwa yakin Shijo-sensei akan memenangkan penghargaannya.

     Pesta akan diselenggarakan pukul 4 nanti. Yoneoka menanyakan pakaian seperti apa yang akan dikenakan Etsuko?. Etsuko tentunya telah bersiap dengan pakaian yang modis seperti biasanya. Yoneoka bertanya lalu bagaimana dengan Fujiiwa-san?

Fujiiwa bilang dengan pakaiannya sekarang tidak masalah bukan?. Ini cocok untuk acara apapun.

     Etsuko terperangah tidak mengerti, Fujiiwa akan mengenakan pakaiannya sekarang ini?. Itu adalah pakaian kerjanya, sedangkan nanti mereka akan menghadiri pesta penulis favorit Fujiiwa-san lho!. Pakaian ini tidak cocok sama sekali.

 Fujiiwa berpendapat dia ini tidak perlu mempernik diri seperti Kono Etsuko untuk menutupi otaknya yang kosong. Yoneoka langsung geli, pastinya Fujiiwa bukan orang yang tidak tahu apa-apa seperti Konocchi. (kkkkkkk)

Etsuko tersinggung apa-apaan maksudnya Yoneoka?.

Fujiiwa berpikiran seperti ini karena ia ketika kecil, ibunya pernah berkata padanya kalau terlalu modis itu bodoh. Ucapan Fujiiwa langsung membuat para proofreader lainnya membeku, karena Fujiiwa terlalu terang-terangan.

Etsuko tersinggung, ia menarik Fujiiwa keluar dari ruangan. Mengajaknya ke bagian Editor majalah fashion.

      Etsuko mendekati Morio, ia tahu Morio sedang sibuk akan tetapi Etsuko sedang butuh bantuan demi Fujiiwa. Adakah baju di sini yang bisa dipinjam?. Morio bilang ada beberapa untuk pemotretan. Bagus! Tunjukkan padaku! Etsuko senang mendengarnya.

Morio mengajak mereka ke bagian pakaian dan perlengkapannya. Mempersilahkan meminjam beberapa yang diperlukan.  Etsuko antusias ini di editor fashion, barang-barangnya bagus.

Morio menanyakan ukuran sepatunya Fujiiwa. Fujiiwa menjawab 26. Besarnya! Pekik Morio terkejut, ia memberikan sepasang sepatu ke Fujiiwa. Etsuko memilah-milah, ia tertarik dengan sepatu bercorak macam tutul. Morio tidak masalah jika Etsuko meminjam yang itu karena Morio lah yang membelinya.

      Etsuko tidak menyangka Morio membeli yang seperti ini. Dengan malu Morio bilang dia sudah cukup puas menjajalnya sekali. Etsuko bertanya di mana tempat untuk ganti dan berias. Morio menjawab ruang rapatnya kosong jadi mereka bisa menggunakannya, karena itu untuk pemotretan Morio harap semua barang yang dipinjam dikembalikan lagi dalam keadaan bersih.

Fujiiwa dan Etsuko berterimakasih. Etsuko memilih-milih pakaian, Fujiiwa amat terharu dengan bantuannya Etsuko.

~Jimi Ni Sugoi~

     Yoneoka mengirimkan pesan, ia tanya Etsuko sedang apa? Takehara-san mencarinya!. Etsuko balas dia sedang mempermak Fujiiwa-san. Shesiru mendandani Fujiiwa sembari menasehatinya untuk merawat kulit, kulit Fujiiwa yang sekarang ini normalnya dimiliki wanita 50 60 tahunan.

Etsuko memuji Shesiru yang lebih pantas menjadi BA: Beauty Adviser daripada resepsionis. Shesiru juga sering dengar kata-kata itu dari pacarnya, lebih cocok jadi BA ketimbang resepsionis.

Pacarnya bilang cara bicaranya Sheshiru seperti orang-orang yang menjajakan perlengkapan kosmetik di lantai satu department store.

“Kau punya pacar?” tanya Esuko baru tahu.

“Aku punya.”

Etsuko heran lantas kenapa Shesiru selalu main dengan Etsuko di akhir pekan?.  Shesiru bilang itu karena dia masih muda, dia tidak ingin menambatkan hati pada satu orang pria, itu rasanya pasti akan membosankan. Etsuko tahu, merasa tidak enak membicarakan hal semacam itu di depan orang yang tidak muda lagi (Fujiiwa). Fujiiwa menanggapi, harusnya mereka yang masih muda jangan terlalu melebihkan pembicaraan mereka kalau memang tidak merasa enak. Shesiru keceplosan menyebut Tetsupan lucu sekali!

     Shesiru merasa bersalah, ia lalu undur diri karena tadi kemari membantu di jam istirahat. Etsuko harap Fujiiwa jangan terlalu memasukkannya ke dalam hati. Fujiiwa tidak masalah dengan Tetsupan, ia sudah lama tahu orang-orang menyebutnya seperti itu, Tetsupan… seorang wanita yang mengenakan celana dalam besi.

Etsuko keluar dari ruangan untuk mencuci cincinnya yang kena noda. Di luar, dua karyawan uring-uringan mencari barang yang tidak ada. Mungkin ada di ruang meeting.

      Dua orang dari Lassy. Mereka lalu mengecek ruangan rapat, tidak jadi masuk karena melihat Fujiiwa-san. Mereka permisi keluar dan menertawakan Fujiiwa yang mengenakan make up, Fujiiwa dari dalam juga bisa mendengarkan cemoohan mereka. Fujiiwa yang dikira mencoba lebih fashionable dan harusnya tadi memotretnya untuk ditunjukkan ke orang-orang.


Etsuko kembali, ia tidak tinggal diam Fujiiwa diejek. Kebetulan Yukito dan Morio ada di luar, mereka mendengar apa yang terjadi di dalam. Etsuko bertanya ke dua karyawan tersebut apakah mereka tahu sebenarnya apa tetsupan?

     Tetsupan adalah celana dalam besi, disebut juga sabuk kemurnian. Disebut begitu karena menjaga diri demi pasangannya dengan tulus, tidak melakukan hubungan seksual dengan yang lain. Sebuah dalaman dengan alat pengunci keamanan untuk menahan menghindari dari penyaluran hasrat kepada selain pasangan entah istri atau kekasih yang sedang tinggal berada di tempat lain.

       Selama beberapa tahun, mereka juga melakukan SM play (S*dom*sokis/BDSM/sebuah hubungan s*ks dimana menempatkan salah satu pihak sebagai budak/submisive dan pihak lainnya majikan/dominant). Dua pegawai  itu tidak mengerti kenapa Etsuko tahu hal semacam itu.  Salah satunya menduga jangan-jangan Etsuko itu termasuk yang sering melakukan SM play.

Etsuko membentak mereka, bukan! Itu karena dia ini merupakan seorang proofreader dan tahu hal itu dari proofreading draft yang ia kerjakan. Etsuko tahu orang-orang memanggil Fujiiwa tetsupan karena dikiranya Fujiiwa wanita yang keras, tapi kenyataannya sebaliknya.. sebutan itu makna sebenarnya adalah seorang wanita yang atraktif dan sangat mencintai pasangannya. Etsuko memperingatkan mereka, kalau tidak mengerti apa maksudnya Tetsupan jangan menyebut Fujiiwa seperti itu!, mengerti!!?

Keduanya lalu pergi karena merasa tidak nyaman.

Morio dan Yukito pergi juga. Etsuko kembali ke dalam mendandani Fujiiwa. Fujiiwa-san berterimakasih, Etsuko kembali ceria dan bilang dia tidak masalah karena suka mendandani rambut.

“Kono-san, apa kau tahu kenapa orang-orang memanggilmu Oshakawa?”

Etsuko bilang tahu, itu karena dia modis dan imut, tapi itu kan memang benar.. bukannya julukan yang buruk. Salah! Fujiiwa mengatakan artian sebenarnya adalah bukannya modis dan imut, di departemen proofreading yang sederhana… jadi modis dan imut itu tidak ada gunanya, maksudnya orang-orang mencela Etsuko.

Etsuko kesal sekali mendengarnya, orang-orang itu benar-benar keterlaluan!.

 “Kedinginan? Kenapa kau tidak memakai apa-apa?” tanya Morio karena Yukito bersin-bersin.

“Tubuhku tidak kedinginan, hatiku yang kedinginan” jawab Yukito.

“Bicara apa sih?”

Yukito mensoroti model selalu tampil keren di depan layar tapi nyatanya mereka berbeda di belakang layar. Ia terpukau dengan Kono Etsuko tadi, menakjubkan sekali.

“Eh?”

“Tetsupan.”

Morio tertawa mengingat kejadian tadi, Senpai memang selalu seperti itu orangnya. Tipikal orang yang bicara tanpa berpikir dulu. Entah ke siapapun tak terkecuali guru-guru.

“Itu keren.” Puji Yukito

Yukito lalu dipanggil untuk memakai baju pemotretan, ia naik ke lantai atas.

     Fujiiwa memuji rumah Shijo-sensei yang menawan. Etsuko menyebut ini seperti istana ya?. Fujiiwa saking terpukaunya ia rasa akan tepar kelelahan untuk sekedar berkeliling rumah ini. Kaizuka mendekati Shijo-sensei akan tetapi Fujiiwa bersembunyi malu bertemu Shijo-sensei.

Etsuko menariknya paksa. Seseorang menelfon Shijo-sensei, ia dia memenangkan Murakawa Awards, Shijo-sensei senang sekali, seluruh orang di ruangan sama bergembiranya apalagi Fujiiwa terharu sekali. Etsuko memperkenalkan Fujiiwa ke Shijo-sensei, orang yang menaruh sticky notes sebenarnya.

Shijo-sensei mendekatinya, kau monyet berkacamata pecinta buku ‘kan?.

Shijo-sensei senang akhirnya bisa bertemu dengan fansnya, ia telah begitu mengharapkan pertemuan ini selama 20 tahun lamanya. Selama ini Shijo-sensei terbantu sekali dengan adanya Fujiiwa, ia bisa sampai seperti ini berkat dukungan fansnya. Fujiiwa merendah dirinya ini hanyalah fans pada umumnya. Shijo-sensei tidak, sejak debut sampai sekarang dan jatuh bangunnya… ia rasa tidak akan bisa seperti itu tanpa adanya fans, ia mungkin berhenti menulis jika tanpa ada dukungan.

Shijo-sensei meminta kerjasamanya, lalu semua orang yang ada di sana berfoto bersama. Di proofreading departemen, mereka menonton Shijo-sensei yang mengucapkan terimakasih atas penghargaannya.

     Takehara-san dan yang lainnya cukup takjub dengan tampilan Fujiiwa-san yang berubah drastis, Etsuko berbangga hati ini semua berkat tangan dinginnya mendandani Fujiiwa-san, mereka harus berterimakasih banyak pada Kono Etsuko. Yoneoka sudah menduga pasti Kono akan mengatakan hal semacam itu. Fujiiwa membela itu memang benar, ia sangat berterimakasih pada Kono Etsuko, ini pertama kalinya berdandan seperti ini, tidak menyangka rasanya bisa menaikkan moodnya yang buruk. dan mengerti kenapa dulu ayah ibu membohongi Fujiiwa soal modis itu bodoh, Fujiiwa dibohongi hanya agar supaya Fujiiwa fokus untuk belajar saja.

      Kono menjelaskan kecintaannya Fujiiwa-san pada karya-karyanya Shijo-Sensei adalah sama rasanya Kono Etsuko suka terhadap fashion dan membaca majalah fashion. Etsuko pikir ia bisa melakukannya karena itu fashion adalah sesuatu yang dia sukai, mengacu ke keinginannya menjadi editor majalah Lassy. Lalu Etsuko beralih ke Takehara-san, meminta Takehara-san mentransfernya ke Departemen editorial majalah Lassy. Fujiiwa berkomentar itu tidak akan pernah bisa terjadi, Etsuko masih berharap pada Takehara-san. Takehara-san hanya tersenyum saja, mengajak semuanya beres-beres kemudian pulang.

     Etsuko hendak pulang, Yukito memanggilnya. Mereka saling menyapa selamat malam. Yukito bertanya apa Kono-san sudah selesai bekerja?. Kono bilang iya dia baru mau pulang. Yukito tanya apa Kono-san ada waktu sebentar?. Etsuko dengan antusias menjawab, kalau pun tidak ada waktu dia akan usahakan ada waktu. (kkkkkk)

Yukito tanya lagi, haruskan kita cari keringat sama-sama?. Etsuko tidak mengerti apa maksudnya.

      Etsuko dan Yukito bermain pingpong. “Jika kau menyukainya, maka kau harus melakukannya. Itu kata-kata yang bagus” Puji Yukito.

Etsuko mengatakan hal tersebut karena sangat ingin menjadi Editor Majalah fashion. Yukito heran, apa Kono-san mengatakan hal tersebut di depan para proofreader?. Etsuko sembari men-smash! bolanya dengan semangat “Ya!”

Bolanya melewati Yukito begitu saja, membuat Yukito takjub. “Keren…”, Yukito mengambil bolanya dan izin bertanya. Etsuko mempersilakan apa saja tanyalah!. “Apa bukuku menarik?” tanya Yukito.

Etsuko terbengong mendengar pertanyaan itu. Sedangkan Yukito yakin Kono-san pasti akan menjawab pertanyaannya dengan jujur, maukah Kono-san menjawabnya?.

    Bola digulirkan kembali, permainan berjalan santai. Etsuko tidak langsung menjawabnya, lalu ia men-smash! Bolanya kembali “itu membosankan!”

Waktu seakan berhenti sesaat, tampaknya Yukito cukup terkejut. Etsuko pun menyadari air muka Yukito sekarang berubah tidak seceria tadi.

Komentar:

    Mungkin pacarnya Morio adalah Editor Kaizuka *kkkkk, seru! Aku suka drama yang ada temanya jelas seperti ini. Bukan hanya dapet hiburannya, tapi penonton juga dapat edukasinya.yukitoorihara

Thanks bagi readers yang telah membaca sinopsis ini, silahkan like FP nya untuk mendapatkan update-an terbarunya>>>>> FANPAGE

Real Post: 26 Desember 2016

Re-Post: 19 Juli 2017

 

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 3 Part 1

      Etsuko menghadiri Keibonsha Christmas Collection, siapa sangka Editor Kaizuka juga datang ke acara yang sama.

“Kenapa kau ada di sini?” tanya Etsuko

“Seharusnya aku yang tanya begitu.”

Kaizuka mendapatkan tiket dari Korenaga Koreyuki, tidak ada pilihan lain selain datang. Etsuko ingat, pria Linear Motor Cow itu?. Kaizuka balas mengejek Etsuko, pria yang Etsuko bacanya Zeeizee.

    Morio menuruni tangga bersama Kepala Editor Sayaka Kamei.

“Morio!” Etsuko memanggilnya. Ia dan Kaizuka bertegur sapa dengannya, Morio terkejut melihat Etsuko dan Kaizuka di tempat seperti ini. Perhatian Etsuko beralih ke Kamei-san, ia memperkenalkan diri dari Koetsu Departemen dan akan segera pindah ke editorial majalah Lassy, mohon bimbingannya nanti. Morio lalu pergi bersama Kamei-san.

     Acaranya dimulai, para model berjalan di catwalk dengan menawan. Model keluar sepasang sepasang, Kamei-san mengomentari para modelnya dan Morio mencatatnya. Ketika Yukito tampil… Etsuko, Morio dan yang lainnya takjub menyaksikannya, Kamei-san memuji Yukito bagus dan itu membuat Morio lega.

      Kaizuka tergelak sendiri, rupanya Korenaga Koreyuki menjadi salah satu model yang tampil. Kaizuka memberitahu Etsuko kalau pria itu adalah Zeeizee alias Korenaga Koreyuki. Seketika Etsuko mematung teringat pertemuannya dengan Orihara Yukito, Etsuko mengatakan hal-hal buruk tentang novelnya Korenaga Koreyuki.

“Ehhh!!!” Teriakan Etsuko membuat seluruh pengunjung terkejut,

      Yukito mengangkat tangannya melambai-lambai menyapa Etsuko. Etsuko masih membeku di tempat, Yukito malah menyapanya dan membungkuk sekilas. Model wanita pasangannya Yukito menarik Yukito kembali ke backstage.  (hahahahaha… Yukito sepertinya sumber tawa di drama ini :D)

Kaizuka bertanya bagaimana Etsuko bisa kenal pria itu?. “Pangeranku…” Etsuko masih belum sepenuhnya mempercayai ini, syok.

“Pangeran?” katanya Kaizuka. Morio yang berada di atas juga mendengarnya.

     Morio mendekati Yukito yang sudah berganti pakaian. Bagaimana bisa Yukito mengenal Senpai nya Morio?. Senpai? Senior? Heran Yukito. Morio menyebut Etsuko Kono dari Koetsu Departemen adalah seniornya Morio. Yukito tidak menyangka mereka ada hubungan, dunia memang kecil ya?. Morio tanya apa Yukito memberitahu mereka tinggal bersama ke Senpai nya?. Yukito bilang tidak. Morio ingin fakta mereka tinggal bersama jangan sampai ada orang yang tahu, terlebih perusahaan ini.

     Etsuko dan Kaizuka ke belakang panggung untuk menemui Yukito Orihara. Yukito Orihara segera mengambil kaos putih dan menyapa Etsuko. Meminta maaf karena sudah jahil pada Etsuko Kono sebelumnya. dia menulis novel dengan nama samaran, jadi saat itu tidak bisa langsung memberitahunya. Etsuko pun meminta maaf karena dia benar-benar tidak tahu siapa Korenaga, maaf karena sudah bicara kasar tentang novelnya. Kaizuka membisiki Etsuko, jangan lupa kau memanggilnya Zeeizee.. (wkwkwk)

Yukito dan Etsuko sudah bertemu tanpa sengaja dua kali dalam insiden tabrakan, serta novelnya ditangani oleh Etsuko. Yukito rasa semua kebetulan ini adalah takdir. Takdir? Etsuko senang mendengarnya.

Kaizuka membisiki Etsuko lagi “Bersikaplah yang tenang, dia pangeran Zeeizee mu.”

Etsuko langsung teriak jengkel karena digoda oleh Kaizuka. Kaizuka menikmati menggoda Zeeizee dan Pangeran ke Etsuko sekarang. (ahahahaha)

“Maaf.” Kata Kono Etsuko. Morio memberitahu Senpai nya kalau mereka akan pergi makan siang. Etsuko mempersilahkannya. Yukito meminta bertukar alamat e-mail dengan Etsuko, mereka lalu mendekatkan ponsel masing-masing. Kaizuka juga sama, ia senang bertemu dengan Yukito lagi, akan menghubunginya untuk membicarakan kontrak.

Morio menyuruh Yukito segera keluar, Yukito pergi dengan terburu-buru akan tetapi sebelum pergi ia tak lupa membungkuk sopan.

   Etsuko menceritakan pertemuannya dengan Yukito ke Shesiru. Mereka bertukar kontak, Shesiru penasaran apa yang terjadi setelahnya. Bruukkk! Fujiiwa menyenggol Etsuko ketika berjalan, Fujiiwa tanpa menoleh mengatakan itu karena Kono Etsuko ada di jalan. Etsuko meminta maaf.

Tetsupan memang menakutkan. Gumam Shesiru. “Ketsupan?” Etsuko bingung apa itu.

“Bukan, tapi Tetsupan.” Shesiru membenarkan kata-kata Etsuko, Shesiru bilang orang-orang di belakang Fujiiwa-san memanggilnya Tetsupan, kata tersebut maksudnya “Celana Dalam Besi”

Lalu Etsuko bertanya apa julukan yang orang-orang berikan padanya?.

“Oshakawa!” kata Shesiru antusias. Yuri Sato menendang kaki Shesiru karena terlalu blak-blakkan. Etsuko bertanya apa maksudnya itu?. Yuri Sato mengatakan artinya kau itu modis dan imut!

 Mendengar julukan yang justru menjurus ke arah pujian itu tentu saja membuat Kono senang, di sebelah mana jeleknya julukan Oshakawa?. Itu fakta!, Etsuko lalu pamit pergi.

—-||Jimi Ni Sugoi!||—-

     Yohei mengecek-ngecek kaktus lalu kembali ke tempatnya duduk. Etsuko terkejut kenapa Yoneoka Mitsuo menangis?. Yoneoka menaruh telunjuknya di depan bibir meminta Etsuko diam. Takehara-san dan yang lainnya memperhatikan Yoneoka yang sedikit melankolis hari ini.

“Mungkinkah itu karena kau penggemarnya Shijo Marie-sensei?” tebak Takehara-san.

“Iya,” jawabnya masih melankolis.

Ack!, Takehara-san memekik frustasi, membagikan draft galley acak ke para proofreader itu menimbulkan masalah. Takehara-san menyuruh Yoneoka bertukar galley dengan yang lainnya. Yoneoka menolak, kenapa????

Etsuko penasaran memangnya kenapa harus diganti?. Takehara-san menerangkan itu karena jika Proofreadernya menangani draft buku penulis favoritnya… proofreader condong membuat kesalahan dalam pekerjaan karena terlalu emosional. Berdasarkan peraturannya maka harus bertukar galley!

Etsuko mengerti sekarang kenapa Yoneoka terus menerus menangis haru biru.

     Takehara-san meminta Fujiiwa bertukar dengan Yoneoka. Fujiiwa katanya sedang sibuk dengan kompleksitas pohon keluarga dari Keluarga Medici. Tidak bisa ganti sekarang. Takehara-san meminta Kono untuk bertukar kalau begitu. Takehara-san mempertanyakan apakah bisa Yoneoka tidak menjadi melankolis terhadap galley nya?.

Yoneoka tetap tidak mau, dia bilang bisa melakukannya! Tidak masalah!.

     Yoneoka melindungi galley nya jangan sampai ditukar. Fujiiwa mendekati mereka, tidak mungkin Yoneona baik-baik saja, buktinya banyak kesalahan dalam proofreadingnya karena terlalu emosional. Tidak biasanya Yoneoka membuat banyak kesalahan seperti ini.

     Dengan berat hati Yoneoka melepaskan galley nya. Tidak rela. Etsuko tidak enak sendiri.

     3 besar model yang akan dipilih. Dari ketiganya dibicarakan track recod masing-masing model. Kotaro Yoshida adalah second runner up di pemilihan Mr. Contest, merupakan seorang instruktur gym, dan berangan menjadi seorang aktor.

Kikuchi Shun usianya 17 tahun, peringkat keempat dunia dalam BMX pro Rider, keluarganya mapan. Yukito Orihara sekarang ini adalah mahasiswa. Kepala Editor dan Wakilnya terkejut karena tidak ada pengalaman modeling sebelumnya. Morio menjelaskan kalau Orihara-san juga penulis yang pernah memenangi penghargaan dialam literasi sebelumnya. Tapi dia ingin menjadi penulis misterius.

Dengan tampang Yukito yang menarik semuanya heran kenapa dia menyembunyikan dirinya sebagai novelis misterius, alasannya apa?. Kamei-san ingin Morio membuat Yukito tampil di public sebagai novelis. Morio tidak bisa menolak, dia tampaknya harus bicara dengan Yukito nanti.

     Waktu makan siang, Mitsuo masih sensitif soal galley tadi. Ini adalah pertama kalinya dalam tiga tahun ini Shijo-sensei menerbitkan buku di Keibonsha. Merupakan seri terakhir bukunya yang populer, sudah Mitsuo Yoneoka tunggu-tunggu terbitnya.

Etsuko tanya kenapa Yoneoka menyalahkannya, ini kan karena Fujiiwa-san. Memangnya siapa itu Shijo-sensei?. Mitsuo terkejut Etsuko tidak tahu, Shijo Marie-Sense debut sebagai penulis ketika dia masih sebagai OL. Tiba-tiba dinominasikan ke dalam banyak sekali acara penghargaan, dia terkenal sekali dalam dunia sastra sebagai Ratu tanpa Mahkota.

Mitsuo meminta Etsuko memproofreadingnya dengan baik, mengecek kesalahan pengejaan dan fokus memastikan fakta-faktanya.

Etsuko bertanya-tanya kenapa ada peraturan proofreader dilarang menangani naskah penulis favoritnya dan harus bertukar. Entah muncul dari mana, Fujiiwa menerangkan karena jika itu terjadi maka proofreader tidak bisa objektif melakukan proofreadingnya, terlalu terbawa perasaan.

Yoneoka bertanya bukankah Fujiiwa-san juga punya penulis favorit?. Fujiiwa dengan profesional menanggapi dirinya ini proofreader, tidak perduli menangangi galley yang disuka atau tidak, tidak akan mencampuradukkan perasaan pribadi.

Fujiiwa pergi, Yoneoka mengerti dan akan mulai berhati-hati sekarang. Etsuko rasa sekalipun kita menyukai penulisnya bukan berarti kita suka melakukan proofreading nya bukan?. Yoneoka setuju dengan itu.

Takehara-san tampaknya ikut mendengarkan sejak tadi,

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

     Suasana hening serta tenang departemen proofreading terpecah dengan sapaan selamat paginya Nobuyoshi. Fujiiwa meminta Nobuyoshi lebih tenang.

       Nobuyoshi lalu bicara dengan berbisik-bisik, ia memanggil Yoneoka untuk mengembalikan bukunya. Ia sangat suka buku ini, ia mengajak Yoneoka makan bersama kapan-kapan. Yoneoka yang dibisiki langsung senang sekali, membuat proofreader lainnya terganggu. “Maafkan aku,”

Yoneoka menyanggupinya, kapan-kapan makan bersama.

Etsuko menatapi Yoneoka dengan penuh maksud, dan Yoneoka balik menatap Etsuko waspada “Ada apa?”

“Tidak ada.”

(ahahahahaha… apa apaan ini? Yoneoka naksir Nobuyoshi????)

      Keheningan sepersekian detik itu rusak kembali karena Kaizuka berteriak “Koetsu!”

Kaizuka menduga Kono melakukan ulah lagi karena Shijo-sensei ingin bertemu dengan proofreader nya langsung. Orang-orang terperangah kaget, Etsuko Kono dan Shijo-sensei akan bertemu.

    Rumah Shijo-sensei membuat Etsuko terpukau. Shijo-sensei ingin mempertanyakan tentang notes Etsuko yang intinya, 18 tahun yang lalu, di seri ini, di pekerjaan ketiga Kau berada di tengah birunya musim semi kau menulis Erika payah dalam berenang yang bahkan tidak bisa berenang 1 meter pun Erika merupakan siswi SMP, bisa dapat masalah jika setelah 18 tahun dia tidak bisa berenang.  

Shijo-sensei benar-benar lupa hal tersebut meski ia yang menulisnya sendiri, Shijo-sensei merasa dirinya memang sudalh menua rupanya. Kaizuka menampiknya, apa yang sensei katakan? Sensei kau masih terlihat muda, ‘kok?

Kaizuka memuji kerja bagusnya Etsuko. Shijo-sensei menyatakan dirinya walau sudah penulis profesional namun dibilang latar novelnya tidak konsistan oleh proofreader pro, ia tersanjung Etsuko Kono mengingatkannya. Etsuko juga senang dipuji sebagai Koetsu pro.

Shijo-sensei tanya apa Kono pernah mengiriminya surat dari fans? Dulu di awal-awal debutnya ia antusias sekali membaca surat-surat dari penggemarnya tersebut, karena tidak alamatnya dan hanya nama pena… Shijo-sensei tidak membalasnya. Fans tersebut mengakan bekerja di perusahaan penerbitan sekarang. Saat melihat notesnya Kono… Shijo-sensei pikir itu adalah Kono Etsuko.

Etsuko ragu-ragu membenarkan itu dia. Lalu Shijo-sensei tanya apa Kono suka wine?. Etsuko menajwab suka apapun jenis alkohol. Shijo-sensei mengajak Etsuko minum bersama, ada event yang diselenggarakan Shijo-sensei di restoran Aoyama esok.

Shijo-sensei memberikan tiketnya. Etsuko memandangi notesnya, ia nampak bingung dengan tulisannya tersebut.

     Kaizuka tidak menyangka Etsuko bisa berguna juga, rupanya Etsuko juga membaca novelnya Shijo-sensei, katanya hanya baca majalah fashion. Etsuko menjawab dia memang tidak membacanya, itu bukan notes darinya. Kaizuka terkejut, lalu kenapa tidak mengatakannya dari tadi di dalam?

Etsuko mengakui tidak bisa mengaku tadi, ia tidak mau citranya proofreading departemen tercela dan membuat Shijo-sensei meragukan departemennya. Etsuko yakin seseorang sengaja memberikan notes tersebut setelah Etsuko selesaikan proofreadingnya. Kaizuka langsung menyesali pujiannya tadi. Etsuko tahu siapa orangnya.

     Etsuko menunjukkan notesnya ke Yoneoka yang tengah membuat rumah. Yoneoka bilang itu bukanlah dia. 18 tahun yang lalu? Yoneoka belum ngefans dengan Shijo-sensei selama itu. Etsuko kecewa, dikiranya Yoneoka fans garis keras… ternyata cuman ikut-ikutan. Yoneoka marah dengarnya, dia bukan fans ecek-ecek ia ini “Marienne” sejati!.

Mariene? Tanya Etsuko, Yoneoka bilang itu nama fansclubnya Shijo-sensei.

   Etsuko mengajak Yoneoka ke acaranya Shijo-sensei. Yoneoka berteriak histeris, aku ikut!!!. Etsuko penasaran sekali siapa yang menulis notes ini?.

    Yukito kaget karena kaosnya terkena saos tomat. Ia lalu ganti baju dan Morio memasangkannya apron. Yukito meminta maaf karena sudah merepotkannya banyak sekali.

Yukito menduga Morio baru bangun. Benar, Morio baru bangun setelah 10 jam tidur. Yukito membuat pasta dan menawari Morio.

     Yoneoka datang duluan dari Etsuko, mereka saling memanggil nama dengan berakhiran cchi wkwkwk. Konochhi! Yoneokacchi! Saling memuji betapa fashinablenya mereka berdua. Yoneoka minta jangan panggil pakai cchi lagi, Etsuko menanggapinya.. kan yang mulai pakai cchi duluan Yoneoka!. Di dalam, nuansanya sangat feminim. Yoneoka memuji Shijo-sensei memang pandai mengekspresikan perasaan wanita.

    Yoneoka memberitahu Etsuko tentang seseorang yang sering hadir di acaranya Shijo-sensei. Seseorang di dekat jendela dengan pakaian yang mencolok.

“Pakaiannya hebat sekali” puji Etsuko

“Benar,”

“Di mana dia membelinya?”

“Apa itu penting?”

Etsuko hendak bertanya, Yoneoka melarangnya.

     Betapa terkejutnya ternyata itu Fujiiwa. Fujiiwa langsung kabur menghindari Etsuko dan Yoneoka. Fujiiwa berhasil ditangkap.

Fujiiwa langsung diinvestigasi, pasti yang menulis notes ini Fujiiwa-san ya!. Yoneoka tanya sejak kapan Fujiiwa ngefans dengan Shijo-sensei?.

Sejak debutnya dengan Dua Kebun Bunga. Sejak saat itu aneh sekali dia tidak memenangkan apapun, dan Fujiiwa mengirmkan surat protes kepada penerbit sponsor penghargaan. Fujiiwa menghabiskan masa mudanya dengan karya Shijo-sensei, setelah lulus dari Univ Tokyo dan bekerja di Keibonsha. Berharap bisa ambil bagian dalam karyanya Shijo-sensei. Tapi na’asnya malah dikirim ke departemen proofreading. Itu membuat Fujiiwa menyerah dengan mimpinya.

Yoneoka menyamakan kasusnya Fujiiwa dengan Etsuko yang ingin jadi editor majalah fashion tapi malah masuk proofreading department.

      Fujiiwa tersinggung, dari sisi mana mereka sama nya?. Etsuko balas kesal, ia pun juga tidak mau tuh dekat-dekat dengan Fujiiwa. Fujiiwa sangat khawatir dengan karyanya Shijo-sensei. Etsuko tanya lantas kenapa Fujiiwa menambahkan notesnya?

      Kalau ini memang amat bermakna bagi Fujiiwa-san.. harusnya Fujiiwa mencantumkan namanya di sana agar orang lain tahu. Fujiiwa bilang dia tidak bisa menunjukkan ke orang-orang kalau dia adalah fansnya Shijo-sensei. Sebagai seorang proofreader, untuk penulis manapun dan buku apapun Fujiiwa ingin berlaku adil.

Yoneoka memuji Fujiiwa ini profesional sekali orangnya. Sedangkan Yoneoka senang sekali draft pertamanya keluar dan terlalu terbawa suasana.

Fujiiwa mengakui sejujurnya ia ingin sekali melakukan proofreading karyanya Shijo-sensei. Akan tetapi peraturan tetaplah peraturan! Harus ditegakkan. Mengabaikan peraturan hanya demi keinginan pribadi adalah berlawanan dengan prinsipnya Fujiiwa.

Yoneoka mengerti perasaannya Fujiiwa, bagaimana pun juga Fujiiwa tak sepenuhnya bisa berlapang dada bukan?.

“Fujiiwa-san…”
“Apa?”

“Di mana kau beli gaun ini?” tanya Etsuko (kamvreet! Gw pikir dia mau menyemangati/apa kek.. hahahaha)

“Kenapa itu penting?” Yoneoka tidak habis pikir.

Like FP blog ini untuk mendapatkan update-annya>>>>>>FANPAGE

Real upload: 25 Desember 2017

re-post: 19 Juli 2017

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 2 Part 2

      Takehara-san bersedia menyelesaikan perbaikan sampul bukunya sebelum hari H event berlangsung, karena itu merupakan tanggung jawab Departemennya. Kono Etsuko terenyuh mendengar ucapan Takehara-san.

Takehara-san dan Etsuko kembali membungkuk meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Di ruangan Departemen Proofreading, Mitsuo menerima panggilan dan menjawab departemennya sedang mengurusi penempelan stiker sampul buku segera secepatnya. Takehara-san terburu-buru pergi, menyuruh Kono ikut membantu Yoneoka Mitsuo.

     Mitsuo Yoneoka dan Etsuko pergi ke percetakan. Ada bertumpuk-tumpuk kardus buku yang harus ditempeli stiker. Nobuyoshi datang menyerahkan stikernya, ia ikut prihatin dengan banyaknya buku yang harus ditempeli stiker, ia menawarkan diri ikut membantu. Namun Mitsuo melarangnya. Nobuyoshi menyemangati keduanya sebelum pergi.

Etsuko dan Mitsuo mulai dengan satu kardus terlebih dahulu.

    Takehara-san dan Kaizuka mendatangi Aki untuk mengkonfirmasikan kesalahan cetak bukunya. Meski terlihat sedikit kecewa, Aki menerima permintaan maaf. Sampul bukunya akan ditempeli stiker sehingga bisa ikut serta dalam event. Mei-chan bermain-main dengan bonekanya yang gaunnya ditempeli pernik Etsuko. Buku ibunya sekarang dalam nasib yang sama, harus ditutupi sesuatu untuk mengelabuhi cacatnya.

       Etsuko dan Mitsuo baru menyelesaikan dua kardus buku, Etsuko terlihat menyesal karena ini kesalahannya. Mitsuo membuyarkan lamuman Etsuko dengan menyemangatinya “Semangatlah!”

Etsuko mengangguk. Tak lama kemudian para karyawan di Departemen Proofreading datang untuk ikut membantu, Etsuko berdiri sebagai penghormatan. Dan tidak terduga Fujiiwa Rion datang juga, Etsuko dan yang lainnya heran bukankah Fujiiwa hari ini izin tidak bekerja?. Fujiiwa tadi dihubungi oleh Takehara-san, katanya ada sedikit masalah jadi Fujiiwa kemari.

Etsuko berterimakasih banyak pada Fujiiwa. Dengan dingin Fujiiwa menanggapi dia kemari bukan karena Kono Etsuko.

     Di warung odennya Taisho. Taisho mengusir Kitakawa dan Higashiyama yang sejak tadi ngendon di warungnya untuk pulang. Mereka menunggu kapan Ecchan pulang.

     Hari sudah semakin larut, para proofreader sudah penat dan sesekali menguap. Masamune Nobuyoshi datang membawakan makanan dan minuman. Ia meminta semuanya istirahat sejenak, mereka pasti lapar dan haus.

Mitsuo tersentuh dengan kepeduliannya Masamune Nobuyoshi, betapa baiknya dia. Nobuyoshi merasa tidak masalah melakukan ini, orang-orang dari Keibonsha telah memperlakukannya dengan baik selama ini. “Semuanya! Bersemangatlah!” Katanya Nobuyoshi sembari undur diri.

“Arigatou-ne!” (wkwkwkwk, ini Mitsuo unyunya… dadah dadah, sekagum itukah ke Nobuyoshi? XD)

Mitsuo kemudian ikut makan bersama yang lainnya. Hanya Etsuko yang tidak istirahat, Mitsuo mengajaknya istirahat sebentar. Etsuko menolak, ia bilang tidak apa-apa.

Yohei Aoki yang biasanya jarang bicara mulai mengobrol, dia berkomentar kalau tulisan/karakter yang ukurannya besar memang paling mudah dilalaikan bukan?. Shinichi Meguro bercerita, biasanya setelah mengecek berulang kali naskahnya lalu membuka bukunya lagi ia masih menemukan kata-kata yang salah bertebaran dan membuatnya tertawa geli.

Kozuo Sakashita pun khawatir jika menjumpai kesalahan, jadi ia tidak ingin membuka buku yang ia kerjakan proofreadingnya lagi.

Aoki: Aku mengerti, rasanya berat mempercayai dengan mata kepalamu sendiri.

Mitsuo: di dalam pekerjaan, aku tidak pernah berpikir tidak pernah ada seorang pun yang tidak pernah membuat kesalahan. Itulah kenapa setiap orang memahami rasa sakitnya Kono-san sekarang ini.

     Kata Mitsuo sambil memandang Etsuko. Lalu Mitsuo mencandai Fujiiwa yang mungkin tidak pernah melakukan kesalahan. Fujiiwa mengatakan dirinya pun pernah melakukan kesalahan dan jawabannya tersebut sontak membuat semuanya terkejut tidak percaya.

Waktu Fujiiwa mengerjakan naskahnya seorang novelis wanita bergenre misteri yang tersohor, ia terlalu banyak memberikan notes pujian. Namun sanjungan amat jauh dari Fujiiwa itu karena setelah dicetak nama tokoh utama prianya salah tulis di bagian klimaks ceritanya. Segera dibenarkan dan dicetak ulang. Penulisnya marah dan menyatakan diri tidak ingin lagi menulis untuk Keibonsha tidak peduli apapun yang terjadi novelisnya pasti akan menolak.

     Etsuko mengerti sekarang kenapa Fujiiwa begitu keras padanya saat itu. Tanpa Etsuko tahu rupanya malah menuduh Fujiiwa hanya iri saja, Etsuko minta maaf sebesar-besarnya pada Fujiiwa. Fujiiwa menegaskan seharusnya nama seorang proofreader tidak boleh nampak di mata publik, kesalahan satu orang proofreader maka menjadi kesalahan satu departemen proofreading, itu kesalahan yang serius, ingatlah itu!.

Etsuko akan mengingatnya. Fujiiwa mengajak semua kembali bekerja, sudah cukup mengobrolnya!. Semuanya kembali menempelkan stiker ke sampul buku.

      Mereka bekerja sampai datangnya pagi. Akhirnya selesai juga, semuanya puas. Buku-bukunya diangkut ke mobil dan Etsuko memandangi kepergian mobil tersebut sampai menghilang dari pandangan matanya.

     Morio mengajari Yukito caranya bersikap menjadi model. Tubuh tegap, wajah lurus kedepan. Busungkan dada, rilekskan bahu. Resapilah laju pinggangnya ketika berjalan dan sebisa mungkin kaki jangan dilengkungkan. Percobaan pertama Yukito berjalan kaku seperti robot dan membuat Morio menertawakannya.

       Morio menyuruhnya berhenti dan memberikan contoh. Yukito memuji Morio keren seperti model sungguhan. Morio bilang itu karena dia memang model. Yukito terkejut mendengarnya, berarti Morio senpai dalam dunia permodelannya Yukito?. Morio menjawab bukan, itu karena dirinya sewaktu kuliah hanya bekerja sambilan menjadi model, sesekali dishooting, maka dari itu sudah terbiasa. Yukito bertanya kenapa tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih profesional?

Morio menjawab dirinya ini kurang termotivasi untuk itu. Dan tidak menyangka sekarang menjadi editor majalah fashion.

      Etsuko merasa bersalah Taisho tidur di luar karena menunggunya dan membuatnya khawatir, ada masalah di pekerjaan yang membuat Etsuko tidak bisa langsung pulang. Ia membuat kesalahan dan syukurlah orang-orang membantunya. Etsuko mulai menyesali pemikirannya, semula ia pikir orang-orang di departemen proofreading semuanya egois memikirkan diri sendiri.

 Taisho mendengarkan ceritanya dengan seksama dan tanya apa Etsuko lapar?. Etsuko lapar dan Taisho menyiapkannya makanan.

      Orang-orang terkejut melihat Etsuko yang tanmpak cemas. Takehara-san bertanya ke Etsuko kapan Event nya akan diselenggarakan?. Etsuko menjawab tanggal 11. Takehara-san membiarkan Kono menghadiri event nya. Kono antusias, apa benar tidak apa-apa?. Takehara-san rasa hari ini tidak ada banyak pekerjaan, ia meminta Kono Etsuko mewakilkan terimakasihnya ke Komoriya Aki.

      Etsuko bertanya ke Kaizuka di mana Komoriya Aki. Kaizuka menjawab ada di ruang tunggu. Etsuko hendak meminta maaf namun Kaizuka melarangnya, itu akan membuatnya kacau sebelum naik pentas. Kalau mau meminta maaf lakukanlah nanti.

Kaizuka menuturkan insiden sampul yang diberikan stiker di buku pertamanya Komoriya membuat Komoriya syok. Ketika diberitahu oleh Kaizuka dan Takehara-san.. Komoriya menangis.

Beberapa pembeli bukunya Komoriya mencela buku baru yang diberi stiker, mereka menduga pasti ada salah cetak dan semacamnya.

     Komoriya dipanggil ke atas panggung. Sebelum Komoriya naik, Kono sudah maju ke depan dan memperkenalkan dirinya sebagai proofreader yang melakukan kesalahan di bukunya Komoriya, ia meminta maaf sebesar-besarnya pada seluruh hadirin.

Komoriya Aki naik ke atas panggung, memperkenalkan dirinya dan berterimakasih pada semuanya yang telah meluangkan waktu menghadiri event ini. Komoriya meminta maaf atas kesalahan sampul buku sehingga harus ditempeli stiker. Komoriya amat berterimakasih pada Keibonsha yang telah menerbitkan bukunya, terlebih lagi terkhusus kepada Kono Etsuko yang menangani proofreading bukunya.

Orang-orang dari proofreading departemen sangat berjasa bagi penulisan buku, ada banyak kesalahan penulisan dan tata bahasa yang mereka perbaiki. Terlebih lagi proofreader Kono Etsuko juga memberikan tips penghematan pada Komoriya. Membuatkan judul terjemahannya dalam bahasa Inggris.

     Komoriya pun mengaku kecewa melihat buku pertamanya salah cetak. Kepada orang-orang yang membeli bukunya… Bagaimana pun juga ini adalah karya pertamanya dengan campur tangan orang-orang Keibonsha. Bekerja keras dan mengorbankan waktu tidur mereka, meskipun terdapat kesalahan penulisan judul dan ditambal dengan stiker… bukunya Komoriya membahas tentang cara-cara penghematan maka akan tidak bijak jika dicetak ulang dan menghabiskan banyak biaya.

“Tidakkah anda sekalian berpikir stiker koreksinya sangat cocok dengan sampulnya, ‘kan?” Kata Komoriya bercanda.

Hadirin semuanya tertawa. Komoriya membungkukkan badan, tepuk tangan mengiringinya. Komoriya melirik Kono Etsuko dan membungkuk sekilas.

     Beberapa penulis melakukan sesi tanda tangan. Etsuko dan Kaizuka melihat dari atas. Kaizuka pikir Etsuko harusnya berterimakasih pada Fujiiwa karena membuatnya tidak jadi mencantumkan namanya ke buku Komoriya, pasti Etsuko tidak jadi karena kemarahan Fujiiwa tempo waktu lalu. Etsuko mengelak bukan karena itu, dia hanya tidak mau namanya ditulis sebagai Proofreader Kono Etsuko, dia ingin namanya dituliskan sebagai Editor Lassy Kono Etsuko.

   Etsuko mendapati Takehara-san sedang menonton film dengan cardboard movie theater idenya Kono. Etsuko mengetuk-ngetuk kadusnya, Takehara-san terhibur sekali dengan cardboard movie theater. Ia tadi sudah dengar dari Kaizuka kalau event tanda tangannya berjalan lancar.

Etsuko kemudian meminta maaf atas kesalahannya, ia menyebutkan satu persatu nama-nama rekannya sebagai proofreader dan berterimakasih atas kerjasamanya yang hebat.

     Draft milik Korenaga Koreyuko kembali lagi ke proofreading dept. ada pesan untuk Kono Etsuko sebagai proofreader novelnya.

[Senang bisa mengenalmu, straight man proofreader!. Untuk pertama kalinya aku merasa tersentuh, hatiku rasanya terhubung dengan notes mu.]

(NB: straight man dalam dunia lawak berarti seseorang yang biasa saja/lurus-lurus saja. Atau orang yang mengambil peran serius dalam duo lawak)

[Ngomong-ngomong linear motor cow terlihat seperti ini.]

Etsuko membalik lembarannya dan melihat sketsa yang dimaksud Korenaga Koreyuki. Tetap saja Etsuko merasa Korenaga Koreyuki itu aneh, terlebih katanya tadi hatinya terpaut dengan notesnya Etsuko. Etsuko meringis memikirkan apakah itu bisa disebut pujian?.

Etsuko datang ke toko/stan di gedung olah raga yang tampaknya ia pikir bisa menyewakan baju renang dan handuk. Sayangnya petugasnya mengatakan tidak bisa. Di luar sana Yukito menjatuhkan recehannya persis di depan pintu, mau tak mau ia memungutinya.

     Etsuko tidak memperhatikan ada orang berjongkok di luar pintu. Ia langsung mendorong pintunya dan membuat Yukito terguling beberapa kali. (aku ketawa waktu Yukito guling2 >_< aneh sekali bentuknya >_>, kurasa dia sumber tawaku di drama ini, kelakuannya suka aneh2.)

Etsuko panik dan mendekati Yukito. Apa kau tidak apa-apa, maaf maaf maaf. Yukito bilang tidak apa-apa. Dan sekali lagi Etsuko terpana menatap paras Yukito, seakan waktu berhenti hanya karena pertemuan kedua mereka yang tidak disengaja ini.

     Mereka mengobrol berdua. Yukito tanya apa Etsuko sering kemari?. Etsuko bilang dia bekerja di perusahaan penerbitan. Yukito mengiranya editor. Etsuko ragu-ragu mengatakan, dirinya entah bagaimana menjelaskannya namun sekarang bekerja di departemen proofreading.

Yukito menduga Etsuko itu proofreader yang pekerjaannya mengoreksi penulisan tata bahasa?. Etsuko takjub bagaimana bisa Yukito tahu soal seperti itu?. [NB Kono Etsuko in short/sederhanya/disingkatnya menjadi Koetsu yang berarti proofreader. Hmm… berarti Etsuko sudah ditakdirkan menjadi proofreader gitu? kkkkk]

“Huh? Kenapa tidak?”

Dengan cengengesan Yukito menjawab kenapa pula harus gak tahu?. (dipikirnya Etsuko mungkin hanya orang2 yg bekerja di bidang literatur saja yg tahu istilah semacam itu ya?. Orang awam mungkin tahunya kan adanya penulis dan adanya editor titik.)

Etsuko menjelaskan itu karena kebanyakan orang menebak dia ini editor jika Etsuko bilang bekerja di perusahaan penerbitan dan Etsuko harus menjelaskan satu persatu pada mereka. Yukito tanya buku jenis apa yang dikerjakan Etsuko?. Etsuko bilang baru-baru menyelesaikan proofreading blog yang dibukukan, buku bergenre erotikal misteri, juga novel aneh yang ada kata-katanya “linear motor cow”.

      Judulnya “It’s Dog Like” tapi anehnya tidak ada sekalipun disebut anjing padahal semua jenis binatang ada di sana. Dan mengenai linear motor cow… itu kereta sapi yang kedengarannya seperti untuk berjalan-jalan yang kecepatannya tinggi kah?. Yukito hanya terus tergelak tiap Etsuko menceritakan bagian isi bukunya Yukito yang menurut Etsuko aneh.


Yukito bilang “itu pedati”  Etsuko menjawab “Benar!”. Etsuko benar-benar tidak mengerti novelnya. Lalu Yukito menebak pasti penulis novel romantis erotikal yang Etsuko kerjakan itu punya Hongo Daihaku. Etsuko terkejut bagaimana Yukito bisa tahu? Apa Yukito orang yang gemar membaca?. Yukito menjawab dirinya tidak seperti itu. Yukito secara sukarela memperkenalkan dirinya bernama Yukito Orihara.     

Etsuko memperkenalkan dirinya Kono Etsuko. Yukito tanya buku seperti apa yang dibaca Etsuko? (oh.. kalau aku, semua genre boleh… tapi yang paling favorit adalah misteri yang gabungan antara fakta nyata dan imaginasi penulisnya, wkwkwk yang ditanya Kono Oi!! E-eh… sumimesen… #salamanSamaYukito *kkkkk)

Kono bilang dia tidak membaca buku. Dia bercita-cita menjadi editor majalah fashion dan banyak membaca majalah sejenisnya ketimbang novel. Oh, Yukito mengerti itulah kenapa penampilan Kono-san modis. Benarkah?, Etsuko merasa tersanjung.

Dalam benak Yukito dipikirnya proofreader memiliki penampilan dan image yang sederhana. Kono membenarkan memang seperti itulah imagenya para proofreader, sederhana.

    Yukito memberikan tiket “Keibonsha Christmas Collection”ke Kono. Ia pikir Kono pasti tertarik dengan yang semacam ini. Ia meminta Kono datang, lalu Yukito pamit pergi karena akan berenang.

Etsuko senang sekali, rupanya Yukito itu model. Keren sekali!

     Yukito menghubungi Editor Kaizuka. Dia menyebutkan dirinya Korenaga.

     Etsuko pulang, dia sambut. Sudah lama sekali para pria tidak melihat Ecchan, mereka dengar Ecchan lembur, mereka khawatir sekali kalau kalau Ecchan punya pacar. Dengar kata pacar membuat Etsuka bersemu-semu, ia lalu izin ke kamar untuk ganti baju.

Para pria was-was, dari sikap Ecchan yang tersenyum sepanjang waktu sepertinya Ecchan sedang jatuh cinta.

     Di kamar, Etsuko memandangi tiket “Keibonsha Christmas Collection”. Etsuko menempelkannya ke dinding dan tersenyum-senyum sendiri, menantikan hari tersebut.

 Jangan lupa Like FPnya untuk mendukung Author-nimnya>>>>> FANPAGE

Real Post: 18 Desember 2016

re-Post: 19 Juli 2017

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 2 Part 1

     Etsuko menghadiri kencan buta. Esuko ditanya bekerja di mana. Etsuko menjawab dia bekerja sebagai proofreader. Para pria cukup bingung dengan pekerjaan itu, bukankah umumnya di perusahaan publishing adanya editor?. Etsuko dengan centil menanggapinya, ia sendiri pun tidak mengerti, pekerjaannya mengoreksi kesalahan penulisan dan nama-nama tempat asli dalam sebuah karya sebelum dicetak.

Salah satu diantara para pria menyebut pekerjaan sebagai proofreader adalah pekerjaan rendahan. Ngomong-ngomong aku baru beli mobil baru!.

Semuanya bersorak untuk pria tersebut. Sebenarnya Etsuko di sana tidak banyak terlibat dalam percakapan karena para pria sibuk membicarakan mobil dan perawatannya. Etsuko malah menanggapinya dengan baru beli mantel baru dan perawatannya lumayan sukar.

Para pria meremehkan para wanita yang isi kepalanya hanyalah fashion dan yang imut-imut saja. Etsuko segera unjuk gigi, dia menyebutkan pengetahuan umumnya mengenai beragam macam merek mobil dan sontak membuat semua orang di sana terbengong-bengong tidak mengerti apa yang diucapkan Etsuko. (kkkkk. Ya, jangan pernah remehkan siapapun. Siapa tahu dia bagaikan database berjalan yg tahu apa saja jika sudah angkat suara… Etsuko champagne! )

Sebagai tambahan Etsuko bersikap ceria kembali “Aku suka yang manis-manis!”

Etsuko lalu minum sampanye nya dengan santai, para pria sekarang jelas terlihat tidak berpengetahuan dan hanya besar mulut saja awalnya.

      Suasana menjadi hening. Etsuko mengambil daftar menu untuk memesan sesuatu. Shesiru membisiki Etsuko, harusnya tadi Etsuko jangan mengatakan sesuatu yang membuat para pria menjadi seperti itu. Etsuko kesal, itu semua dilakukan karena para pria itu bodoh.

“Tapi para pria yang agak bodoh tidak masalah.” Bisik Shesiru.

Etsuko memang sengaja pamer pengetahuannya karena para pria tadi berbicara angkuh sekali. Shesiru aslinya juga terkejut tahu ternyata Koetsu-senpai mengetahui detail dari mobil.

Etsuko bilang tidak juga, baru kemarin dia melakukan proofreading novel yang penjelasan detail tentang mobilnya sangat terperinci walau mobil hanya muncul sekilas. Etsuko mengaku paling paling minggu depan sudah lupa detail mobil.

“Oh, jadi begitu.” Shesiru mengerti sekarang.

Etsuko juga merasakan ketidaknyamanan karena telah memecah suasana ceria menjadi hening seperti sekarang ini. Shesiru bertanya apa tidak ada pria yang Koetsu-senpai taksir di sini?. Etsuko tentunya tidak bisa menaksir yang lainnya lagi setelah sebelumnya bertemu dengan pria super ganteng waktu itu, pria yang lainnya terlihat seperti kappa semua bagi Etsuko.

“Kenapa kappa?” tanya Shesiru heran.

“Entahlah…”

Shesiru penasaran apa Etsuko bertemu lagi dengan pria tersebut?. Etsuko sendiri pun belum bertemu lagi, akan tetapi pria keren seperti itu biasanya sudah  memiliki pacar.

     Yukito ada di apartemennya Morio. Morio menunjukkan kamar kecil, ruangan utama dan bagian rumah Morio lainnya. Yukito diizinkan menggunakan lemari es dan mesin cuci akan tetapi Yukito dilarang memasuki kamar Morio sekalipun Morio tidak ada di rumah.

Yukito berterimakasih sekali, ini seperti “Gratefull Crane”. Morio geli mendengarnya, dalam hal apa Yukito merasa “crane” ?

     Etsuko memekik sebal “Apa itu Linear Motor Cow ?” Para proofreader lain terkejut dan menengok Etsuko yang sedang fokus mengerjakan proofreadingnya.

dalam pikiran Etsuko itu sesuatu yang berhubungan dengan sapi.

Fujiiwa meminta Etsuko jangan tiba-tiba berteriak seperti itu. Etsuko meminta maaf, semakin banyak ia membaca ini semakin ia tidak memahaminya.

“Baik, kuserahkan padamu” lalu panggilan diakhiri. Kaizuka lalu duduk,”Hei!” terkejut Etsuko juga ada di sana.

“Kau membuatku kaget!”

Etsuko menyerahkan naskah “Kau mengerjakan novelnya Zeeizee?”

“Apa kau itu bodoh? Itu Korenaga Koreyuki.”

Etsuko bilang juga tahu itu tapi dia membacanya Zeeizee saat pertama dulu. Dan anehnya sekalipun Etsuko tahu apa itu, tetap saja bagaimana pun juga otak Etsuko membacanya Zeeizee. Kaizuka menyebut itu karena Etsuko sistem otaknya meleng dan tidak sabaran dengan hasil.

Etsuko tidak perduli dengan itu, ia meminta Kaizuka mengajarinya bagaimana caranya melakukan proofreading pada naskah Korenaga Koreyuki. Takehara-san sibuk dan tidak ada waktu, naskah ini membuat Etsuko frustasi.

      Kaizuka pindah ke tempat lain, dia menyuruh Etsuko jangan mengecek tempat-tempatnya lagi, fokus saja dengan pengejaannya. Etsuko penasaran siapa itu Korenaga Koreyuki, apa dia ada koneksi dengan Kepala Editor? Kenapa pula novel tidak jelas ini bisa diterbitkan?.

Kaizuka menjelaskan sebenarnya Korenaga Koreyuki ketika masih SMA dia menjadi orang termuda yang menerima penghargaan Pendatang baru dalam Literatur. Dan menjadi harapan masa depan dunia perliteraturan.

“Pria ini?” Etsuko tercengang dengan informasi ini.

Kaizuka sendiri pun sebelumnya tidak terlalu mengenalnya, Korenaga Koreyuki tidak pernah tampil entah di media ataupun acara penghargaan. Dan mudah sekali dilupakan karena jarang tampil. Etsuko langsung merubah persepsinya, Korenaga Koreyuki paling paling hanya sedang beruntung saja di awal-awal. Tidak tidak tidak.. Kaizuka menilai Korenaga Koreyuki memiliki kemampuan literasi yang bagus.

Bukanlah sesuatu yang tidak biasa bagi para penulis jatuh terpuruk setelah menang. Akan tetapi Korenaga niscaya bisa bangkit lagi dari kejatuhannya. Bagaimana pun juga Kaizuka yakin Etsuko tidak akan bisa mengerti hal seperti itu.

“Aku tidak masalah kalau tidak mengerti.” Jawab Etsuko entengnya

“Terus apa yang kau lakukan di sini?” Kaizuka langsung mengusir Etsuko.

      Yukito diwawancarai, tingginya 176 cm, dia disuruh berputar oleh Wakil Kepala Editor Lassy Nozomi Hatano. Kepala Editor Lassy Kamei Sayaka berterimakasih pada Yukito. Yukito disetujui dengan mudahnya, bulan depan akan ada proyek bersama para model lainnya dan Morio tidak mempercayai Yukito bisa semudah itu diterima.

Morio mendekati Kepala Editor yang hendak pergi. Kamei Sayaka senang dengan Yukito, dia menarik dan Morio menemukan pria yang baik.

“Terimakasih banyak!” bungkuk Morio.

Yukito langsung sok keren ketika Morio menoleh menatapnya dengan senang.

      Etsuko masih berkutat dengan naskah Korenaga Koreyuki yang menurutnya aneh sekali. Ia benar-benar berusaha keras untuk memahaminya, akan tetapi semakin lama justru membuatnya pusing.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

      Etsuko fokus dengan naskahnya. Fujiiwa Rion meminta izin karena di tanggal 28 akan mengadakan upacara peringatan kematian kakeknya di rumah, sampai sekarang Fujiiwa belum pernah sekali pun menghadirinya. Takehara-san memberikan izin Fujiiwa untuk absen hari itu.

      Etsuko berteriak kegirangan dan membuat karyawan lain menoleh terkejut. Fujiiwa kembali ke mejanya, bukankah sudah ia ingatkan berulang kali pada Kono untuk jangan menjerit tiba-tiba?. Etsuko meminta maaf, ia terlalu gembira berhasil menyelesaikan satu draft milik Korenaga Koreyuki. Ini sangatlah sulit.

Di lain tempat, si pemilik Nickname Korenaga Koreyuki menerima hasil proofreadingnya. Dan tanpa Etsuko Kono ketahui Korenaga Koreyuki adalah pria ganteng yang ditaksirnya, alias Yukito Orihara. Yukito mengeceki hasil proofreadingnya lembar demi lembar dan tergelak sendiri melihat gambar kereta api sapi yang digambar Etsuko, merupakan ilustrasi dari Linear Motor Cow.

    Etsuko menerima naskah baru, tulisan dari seorang blogger populer yang dibuat buku. Ada banyak tempat aslinya dan banyak pula typographical error di proof yang pertama. Takehara-san meminta Etsuko meninjau ulangnya lagi dengan hati-hati.

Sebuah tulisan dengan buku yang membahas cara-cara penghematan bagi ibu rumah tangga, ditulis oleh  blogger bernama Komoriya Aki. Mitsuo bilang dia yang mengerjakan draft pertamanya, dia menceritakan naskah pertamanya ke Etsuko, katakan saja Etsuko bekerja sampai umurnya 40 tahun semasa hidupnya, jika penghasilan tahunannya 2.5 juta yen, dikalikan 40 tahun maka akan menghasilkan 100 juta yen.

Itulah kenapa judulnya Ibu rumah tangga bernilai 100 juta Yen. Berkorespondensi dengan nilai dari seorang ibu rumah tangga. Etsuko pikir kedengarannya menarik, ia lalu membuka lembar pertama.

Blog milik Aki-san menjadi personal blog nomor 1 dan di postingannya dirangkum ke dalam sebuah buku yang akan diterbitkan oleh Keibonsha.

      Etsuko ada di toilet, Morio datang dan menyapanya. Morio tanya sedang apa Senpai nya ini?. Etsuko sedang mengecek fakta kebenarannya dari pump yang digunakan untuk sampo dan sabun, jika bagian kepalanya ditali bisa mengatur pengeluaran sampo/sabunnyanya dan mengurangi biaya pengeluaran. Sayangnya Etsuko baru bisa memastikan kebenarannya dalam satu bulan.

“Jadi hal semacam itu yang kau lakukan sebagai seorang proofreader?” tebak Morio.

Etsuko mengatakan bukan, ia melakukan ini sekarang karena ia mengerjakan sebuah karya seorang blogger yang memberikan tips penghematan dan Etsuko penasaran sekali apakah ini memang berhasil. Etsuko rasa ini bukanlah sesuatu yang mungkin Etsuko sendiri lakukan.

“Senpai, apa kau menabung?”

“Kau itu ngomong apa?”

“Huh?”

Etsuko hanya mengeluarkan uang untuk pakaian, makanan, dan tempat tinggal, makan, dan tidak hidup kolot seperti menghemat uang terlalu berlebihan. Morio mengerti, memang tak terduga sekali jawabannya Senpainya ini. Akan tetapi Etsuko pikir blogger yang naskahnya Etsuko tangani ini memang menjelaskan cara-cara penghematan sampai tuntas. Seperti membuka keran air sedikit dan mengurangi amper dari listrik, menggunakan air bak mandi untuk bersih-bersih dan mencuci pakaian, berkebun di rumah dengan menanam kentang dan bermacam bumbu dapur. Pergi ke pasar loak membeli sweater bekas lalu menjahitnya ulang. Membuat mainan dari bekas wadah tisu toilet. Menurut Etsuko itu cara-caranya orang miskin akan tetapi sepertinya bisa membuat kaya.

Juga menggunakan daun teh yang dipetik langsung untuk membuat tsukudani, itu sangat enak!. Etsuko ingin mencobanya lagi.

“Senpai, kelihatannya kau bersenang-senang.” Morio lalu pergi. Etsuko jengkel, itu tidak menyenangkan!.

Etsuko inginnya kan menjadi Editor majalah Fashion.

     Kaizuka mendatangi Etsuko, memprotes proof kedua yang Etsuko kerjakan. Dikatakan proof yang kedua adalah pemecahan masalah dari yang pertama. Kenapa juga dengan notes yang berjajar di bukunya ini banyak sekali?

Etsuko menjelaskan karena konsep bukunya itu penghematan maka Etsuko menuliskan triknya melakukan penghematan sebagai timbal baliknya. Kaizuka marah, itulah kenapa Kaizuka memberitahu Etsuko tentang hal tidak penting ini. yang tema bukunya penghematan tapi Kono malah boros notes. (kkkkk…)

“Jika bloggernya melihat ini…” kata Kaizuka.

“Eh? Maafkan aku! Kenapa aku menulis itu? Maaf, maaf… huh?”

“Aku tahu kau sudah terinspirasi”

Etsuko protes, memangnya kenapa? Malah bagus ‘kan? Apa yang salah dengan ini?.

“Aku sibuk. Tidak ada waktu untukku terlibat di blog ini.” Kaizuka lalu duduk di kursi. Yohei Aoki menunggu kedua orang tersebut berdebat. Sepertinya hendak menunjukkan sesuatu.

Etsuko pikir blogger ini akan membikin buku yang bagus. Kaizuka tidak sependapat, ia rasa daripada Kono punya waktu banyak untuk memberikan saran ke blogger amatiran tersebut.. lebih baik waktunya Kono digunakan untuk mengurusi buku yang ditulis penulis terkenal saja. Kaizuka ingin Kono segera menyelesaikan naskah ini tanpa banyak catatan dan mulai naskah baru. (editor kamvr3t!! -_-)

Etsuko blak blakan dirinya ini menjual buku, dia bekerja keras sekali karena punya Editor tidak punya motivasi seperti Kaizuka Hachiro. Jadi Kaizuka diam saja dan jangan banyak protes. Pukulan telak dari kata-katanya Etsuko membuat pra proofreader di sana menoleh terkejut.

Kaizuka balik menyindir Etsuko, apa Etsuko Kono pikir dirinya lebih terampil untuk hal ini?. Kaizuka yakin suatu saat nanti pasti akan berlinang air mata menyesalinya.

Etsuko menanggapi, Kaizuka tidak perlu khawatir soal itu. Sebagai referensi, Etsuko ingin lihat tampang Kaizuka saat menangis, bisa Kaizuka tunjukkan sekarang?. Kaizuka semakin geram dibuatnya, Takehara-san mendekat dan menyebut Etsuko dan Kaizuka cocok sekali.

Keduanya menolak mentah-mentah disebut cocok. Kaizuka izin meminjam Kono sebentar ke Takehara-san. Takehara-san mengizinkannya.

Kaizuka memaksa  Etsuko ikut dengannya.

 —–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

     Kaizuka dan Etsuko datang ke rumah Aki. Aki merasa tersanjung, ini pertama kalinya dia menerbitkan buku dan tidak menyangka proofreadernya datang berkunjung, bukan hanya mengoreksi kesalahan penulisan, Kono Etsuko juga memberikan saran dalam penghematan. Ini mendebarkan bagi Aki.

Menurut Etsuko itu karena menarik. Seorang ibu rumah tangga sekaligus blogger Komoriya Aki, baginya menerbitkan buku merupakan impiannya di masa muda. Pernah mencoba menulis buku tetapi merasa tidak yakin dengan kemampuannya, sebelum menikah hanyalah seorang OL biasa, lalu melahirkan anak dan menjadi seorang ibu rumah tangga. Mendapatkan penghasilan dari blognya melalui program affiliasi. Tidak menyangka tulisannya bisa diterbitkan.

Etsuko mengutarakan kalau itu wajar saja karena Aki-san memberikan tips penghematan yang bagus sekali, kelihatannya Aki menyenanginya dan menguasainya. Mengenai Aki yang merasa tidak berbakat, tapi tulisannya Aki sangat mudah Etsuko mengerti. Itulah kenapa Etsuko pikir bukunya akan menjadi populer.

Aki senang mendengar pujian dari orang yang profesional. Terimakasih banyak.

“Aku profesional?” Etsuko dan Aki lalu tertawa bersama.

Kaizuka mengingatkan bukankah  Komoriya-san ada yang mau ditanyakan ke Kono Etsuko sebelumnya?.

     Aki menunjukkan bagian notes cardboard movie theater. Mahal untuk menonton film di bioskop, tapi dengan sarannya Kono ini Aki rasa sekalipun menonton TV pun bisa amat sangat menyenangkan, serta memikat rasa tertarik anak-anak. Etsuko mengerti, anak-anak pasti menyenanginya.

Aki membenarkan, itu karena blognya kebanyakan dibaca oleh ibu rumah tangga dan banyak diantaranya anak-anak. Jika Kono-san tidak keberatan Aki ingin menaruh saran memasukkann cardboard movie theater ke bukunya.

Kaizuka dan Etsuko beda pendapat mengenai itu. Kaizuka tidak setuju dengan alasan jumlah halaman bukunya sudah ditentukan, di hari peluncurannya akan diadakan jumpa bersama komunitas blogger. Etsuko setuju dimasukkan karena toh naskahnya masih bisa diubah sebelum tanggal peluncuran bukunya.

Anaknya Aki merengek gaun bonekanya robek. Aki tadi sudah mengingatkan jangan menariknya keras-keras, nanti akan dijahitkan lagi. Anaknya tidak mau, ia ingin dibelikan baru.

     Kaizuka pamit pergi. Aki mempersilahkannya, meminta maaf karena menghabiskan waktu Kaizuka yang berharga. Etsuko berniat mengajarkan Aki cara membuat cardboard movie theater, Aki dengan senang hati menerima tawaran tersebut.

      Morio bertelfon dengan seseorang, kedengarannya orang tersebut mengajaknya keluar tapi Morio tidak bisa. Yukito sehabis mandi dan mengambil minum. Dalam benaknya menduga apa itu pacarnya Morio.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

    Kaizuka menunjukkan naskahnya Aki ke Takehara-san yang agak bingung membaca cardboard movie theater, Kono yang memberitahu soal papan film pada Aki dan antusias sekali berperan sebagai editor. Takehara-san penasaran apa ini akan baik-baik saja?

     Etsuko membuatkan papan film yang dimaksud di rumahnya, ia juga memandang tirai penuh pernik di kamarnya. Di rumah Aki mereka mencobanya, Aki berbaring dan ditutupi kardusnya, ponsel dimasukkan ke bagian atas rumahnya, dari dalam sana terlihat seperti menonton film di bioskop. Aki dan Etsuko gembira akan tetapi Mei-chan tampak murung karena gaun bonekanya.

Etsuko ada ide bagus untuk gaun bonekanya Mei-chan. Jahitan ibunya sudah bagus tapi Mei-chan tidak suka karena kelihatan. Etsuko hendak menempelkan pernik yang ia ambil dari tirai kamarnya tadi ke gaun Mei-chan agar tidak kelihatan jahitannya. Mei-chan senang gaun bonekanya terlihat cantik.

Aki menjadi sungkan, ia tanya berapa yang harus diganti ke Etsuko?. Etsuko bilang tidak apa-apa, ia tidak butuh uang.

     Kaizuka memberitahu Etsuko bahwa Aki ingin menambahkan namanya Kono Etsuko ke bukunya. Sebelumnya Aki menuliskan “Aku sangat berterimakasih pada Kaizuka-san dari Editorial Departement yang bekerja keras untuk menerbitkan buku ini”

Dan Aki ingin Etsuko Kono tercantum juga. Etsuko gembira mendengarnya, Kaizuka menggerutu sendiri, apa Kono tidak merasa bersalah? Jumlah halaman buku berubah. Etsuko menanggapinya, bagus kan kalau tebal?. Kaizuka berkata jumlah halaman berubah, anggaran yang diperkirakan juga berubah. Apa Kono mau mengganti ruginya?

 Kono menjadi agak bersalah, kalau begitu jual yang banyak bukunya. Apa tidak masalah menaruh nama Kono di postscript?. Etsuko menjawab tidak masalah.

      Fujiiwa mencela Etsuko, menaruh nama proofreader di buku terlalu berlebihan. Cara kerjanya proofreader adalah langsung berhadapan dengan konten dan dibalik layar, seharusnya Kono tidak menemui penulisnya. Dan Editorlah yang seharusnya mengurusi kontennya. Itu adalah dasar kerjanya.

Kaizuka hanya bertepuk tangan ringan mendengarkan Fujiiwa. Etsuko menyebut Fujiiwa mungkin hanya iri saja padanya karena belum pernah dicantumkan namanya di dalam buku. Fujiiwa berdiri sambil menggebrak meja, dia marah. Kono pikir ia cemburu?, tidak! Dan Kono berhentilah mengatakan hal-hal konyol seperti itu!. Fujiiwa pamit pergi.

Semua orang di ruangan terperangah kaget, ini pertama kalinya Fujiiwa marah begitu.

Etsuko terlihat merasa bersalah, dia bergumam ini permintaan penulisnya dan Etsuko juga berhak melakukan sesuatu sesuai kehendaknya.

     Etsuko menemui Aki, catatan pengelolaan keuangan yang sangat membantu akan tetapi Aki merasa kurang dengan itu karena tidak bisa mengubahnya. Etsuko menawari bagaimana kalau ditambah sellnya?. Aki setuju tapi bagaimana dengan Kaizuka-san?. Etsuko bilang akan melakukan negosiasi dengannya.

    Di kantor, Kono dan Kaizuka memperdebatkan soal sellnya Aki. Di lain harinya Kono dan Kaizuka menunjukkan cover galley nya ke Aki.

     Naskah akhir diberikan ke Capital Printing Salesman Masamune Nobuyoshi. Di hari ketika bukunya sudah selesai dicetak, semua orang melihat hasil cetakannya dengan wajah masam. Etsuko terakhir datang, Kaizuka berkata ada ejaan penerjemahan yang salah dan Kono pikir Kaizuka hanya bercanda.

Mitsuo bilang kurang huruf “C”. Poket Money Book——harusnya Pocket Money Book. Etsuko yakin sudah mengeceknya berulang kali, kenapa bisa terlupa satu huruf?

Jika dicetak ulang maka tidak bisa terbit di tanggal perilisannya.

Takehara-san dan Etsuko meminta maaf. Takehara-san dimarahi, walau sudah membungkuk minta maaf Proofreading Dept harus tetap bertanggung jawab, ini memalukan karena departemen yang khusus mengoreksi kesalahan justru melakukan kesalahan sendiri.

Salah seorang mengatakan tinggal cetak ulang sampulnya. Kaizuka menjawab itu tidak bisa karena sudah ada jadwal pencetakan buku lainnya dan tidak bisa diubah tanggalnya.Takehara dan Kaizuka berencana menempeli sampulnya dengan stiker.

Stiker? Beberapa meragukan ide tersebut, akan makan waktu lama, orang-orang juga sudah sibuk menyiapkan event. Takehara menawarkan diri departemen Proofreading nya yang akan menanganinya.

 Jangan lupa Like FPnya untuk tahu update-annya  >>>>> FANPAGE

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 1 Part 2

      Morio berjalan di kantin hendak pergi, tapi Morio mundur lagi karena melihat pria yang mencurigakan, sepertinya pria yang ada di foto. Pria itu sedang asyik mengetik, mengenakan kaca mata hitam dan menurunkan rambutnya menutupi wajah. Morio mengamat-amatinya.

     Morio meminta Yukito Orihara (Masaki Suda) melepaskan kaca mata hitamnya. Morio terkejut ternyata dia adalah pria yang ia cari selama ini. Morio menjelaskan maksudnya, ia tengah mencari model pria eksklusif untuk Lassy, ia memberikan kartu nama dan menunjukkan majalah Lassy. Morio menanyakan identitas.

   Yukito Orihara, sekarang ada di tahun keempat kuliah. Morio menduga kalau begitu Yukito Orihara pasti sedang mencari pekerjaan. Orihara bilang dia tidak menemukan pekerjaan yang dia inginkan, dia ingin menjadi penulis. Morio mengerti, kalau begitu Yukito Orihara tidak berminat menjadi model?. Orihara membenarkannya.

Morio meminta Yukito Orihara menghubunginya jika berubah pikiran nanti. Maaf sudah mengganggu, permisi..

Yukito memandangi kartu nama Morio.

    Etsuko masih ada di kantor, “Kono-san, kau belum selesai?” Takehara datang. Etsuko mengakui dirinya belum hafal peraturan proofreader, tidak tahu kanji, itu membuatnya lebih lama dibandingkan proofreader lainnya.

Takehara: Orang-orang menangani pekerjaan mereka dengan tenang, jadi kau tidak usah khawatir. Tapi kau akan membuat kesalahan jika terlalu lelah, melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya akan menimbulkan efek sebaliknya.

Etsuko: Aku ingin diakui secepatnya. Melakukan proofreading untuk karya penulis besar, aku pasti akan diakui. Anda pikir aku bisa ditransfer ke Fashion Editor Dept.??!!

Etsuko jengkel sekali, Takehara langsung menunjuk jauh ke atas, menerawang. “Pintu masa depan akan terbuka perlahan-lahan!”. Membuat Etsuko semakin jengkel, tapi ngomong-ngomong Direktur.. nafas anda bau alkohol, dari mana anda tadi?

Direktur kembali ke kantor karena kelupaan sesuatu, ia lalu pamit pergi, Etsuko jangan terlalu memaksakan diri. Dia juga mengingatkan Etsuko, satu peraturan seorang proofreader. Dilarang bertindak terlalu jauh jika Etsuko telah menemukan gaya proofreadingnya sendiri nanti.

Etsuko: Baik,

Direktur Takehara pergi. Tapi Etsuko heran, bukannya tadi Direktur kembali untuk mengambil sesuatu?, kenapa malah pergi?.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

   Hachiro Kaizuka datang ke Proofreading Department mencari Kono Etsuko. “Dimana Koetsu?”, para proofreader lainnya menoleh. Etsuko datang, Hachiro mempertanyakan kenapa banyak sekali notes di galley ini?.

Etsuko melakukannya karena ini adalah galley pertamanya, tidakkah Editor Kaizuka mengingat itu?. Tidak ada kesalahan kata apapun. Kaizuka tidak perduli soal tidak adanya typo, tapi kenapa Etsuko memberikan catatan pada hal-hal yang tidak penting?.

  Sebagai contoh, ‘Nada suara siswi sekolah tidak mungkin buntu’. Tidakkah Kono Etsuko mengerti cara kerjanya penulis besar?. Tapi Etsuko pikir kata ‘sangat bagus’ dan ‘sangat buruk’ tidak mungkin digunakan oleh siswi sekolah (dlm bahasa Jepang tentunya). Etsuko kembali ke kursinya.

   Kaizuka: Kau tahu, Hongo-Sensei selalu menggunakan latar waktu novelnya di Era Showa.

Rion Fujiiwa membenarkan kalau ‘sangat bagus’ dan ‘sangat buruk’ kata tersebut baru terkenal di tahun 90’an, bukan di Era Showa. Kaizuka heran, “Benarkah?”

    Etsuko tidak perduli entah itu di era Showa atau Heisei, kata-kata tersebut sudah basi. Harusnya Hachiro Kaizuka sebagai editornya memberitahu Hongo-Sensei tentang itu. Itu adalah tanggung jawabmu dan itu akan mempermalukanmu, membuatmu kehilangan muka di depan penulis penting itu.

Kaizuka harusnya meminta Direktur Takehara untuk mengeceknya, ia menengok ke belakang tapi tidak ada. Jadi Kaizuka mengajak Etsuko pergi dengannya menemui Hongo-Sensei.

 

Etsuko dan Kaizuka menemui Hongo-Sensei. Sebelum masuk ke ruangan Kaizuka menyuruh Etsuko mempersiapkan diri dulu. Kaizuka meminta maaf karena membuat Hongo-Sensei menunggu, ia memperkenalkan Kono Etsuko sebagai Proofreader novelnya Hongo-sensei.

Hongo-Sensei memuji Etsuko yang manis. Etsuko senang, ternyata Hongo-Sensei orangnya jujur sekali. Kaizuka memberitahu Hongo-Sensei jangan melihat wanita ini dari penampilannya, dia lebih terbuka ketimbang kelihatannya. Hongo-Sensei mempersilahkan keduanya duduk. Kaizuka hendak duduk di sebelah Hongo-Sensei, Hongo-Sensei menyuruh Etsuko yang duduk di dekatnya.

   Hongo-Sensei bertanya minuman apa yang ingin Etsuko minum. Kaizuka menyela, tidak, mereka kemari untuk menerima makian Hongo-Sensei. Tidakkah Hongo-Sensei ingat Kaizuka sudah memberitahunya akan datang dengan Proofreader?.

 Hongo-Sensei  sudah lama tidak bertemu dengan seorang proofreader yang menarik, Kaizuka terkejut mendengar pernyataan itu. Etsuko tersanjung, dia ingin minum champagne saja. Etsuko lalu tersenyum mengejek pada Kaizuka.

Minuman disajikan. Hongo-Sensei bercerita kalau dia melihat percakapan ringan antara siswi, mereka menggunakan kata ‘luar biasa enak’. Etsuko berkata, para siswi tersebut tidak benar-benar mengatakan seperti itu, mereka menggunakan ‘teramat enak’ atau ‘gila-gilaan enaknya’ atau ‘enak doang’. Hongo-Sensei tidak mengerti maksudnya, Kaizuka menjelaskan kalau itu digunakan semata-mata untuk menunjukkan nuansa positif. Ngomong-ngomong soal karya terbarunya Hongo-Sensei, itu hebat sekali !

Hongo-Sensei bisa memadukan misteri dan erotisme menjadi karya yang indah. Dan cerita kriminalnya memberikan kesan nostalgia dan sangat menyentuh. Apakah secara kebetulan latar novel anda di Takichawa tempat anda lahir?.

     Mendengar tebakan Kaizuka, Hongo-Senseo menjadi dingin “Itu tidak penting”. Kaizuka membenarkannya “Iya, itu tidak penting”. Kaizuka melanjutkan kata-katanya, mengenai dua adegan penerbangan di novel sangat keren, khususnya love scene saat di toilet.

    Etsuko pikir adegan toilet itu sangat wajar, ia bertanya-tanya sendiri pasti kedua tokoh tersebut sangat segar bugar karena melakukannya di toilet.

Hongo: Kalian berdua kemari untuk mengkonfimasi adegan itu?

Etsuko: Itu bagus,

Kaizuka: Sensei?

Kaizuka tampak kecewa, Hongo-Sensei menyebut Kaizuka tidak memiliki selera humor. Sensei dan Etsuko tadi kan hanya bercanda.

Etsuko berterima kasih atas minumannya, ia meminumnya dan itu enak sekali. Hongo-Sensei menyuruh Etsuko minum sepuasnya. Etsuka dengan senang hati melakukannya. Kaizuka menyuruh Etsuko untuk mehanan dirinya.

   Hongo-Sensei menawari Etsuko daging, Etsuko memesan medium rare. “Aku bilang tahan dirimu,” desak Kaizuka ke Etsuko setengah berbisik. Daging dipanggang, Hongo-Sensei menanyakan buku apa yang Etsuko sering baca. Etsuko menjawab, aku hanya membaca majalah fashion.

Eh?, Hongo-Sensei terkejut. Namun Etsuko berkata dia juga tahu Hongo-Sensei, tahun lalu Hongo-Sensei diangkat topiknya di majalah Enough, “Man Of Dadyism” tapi dasi anda dari RAMBLA, pin dasi dari Lecce. Aku rasa kombinasi itu berlebihan. Jika anda ingin lebih modis maka gantilah itu.

Etsuko lalu makan. Kaizuka berdiri, ia meminta maaf karena Etsuko terlalu kasar, dia mengajak Etsuko pergi. Hongo-Sensei memuji ingatan Etsuko yang kuat. Etsuko mengaku dirinya mengingat hal-hal yang ada di majalah fashion.

   Kaizuka duduk lagi, ia melototi Etsuko. Tidakkah Etsuko terlalu santai sekarang?, Etsuko tidak perduli, dia mencoba santai. Kaizuka geram, ia menjelaskan ke Hongo-Sensei kalau Etsuko Kono ini tipe orang yang tidak belajar selama liburan sekolah dan melakukan hal apapun yang disukainya. Etsuko adalah contoh dari murid bodoh.

Etsuko: Generasi santai kita selalu menjadi korban rencana kerja nasional.

Kaizuka semakin merendahkan Etsuko, wah wah.. kau menyalahkan pemerintahan sekarang. Etsuko adalah contohnya, hanya main dan sesukanya.

Etsuko bersikap professional, dia tidak mencoba perduli “Diam kau gurita, “

Hongo: Gurita?

Etsuko: Kenapa pria paruh baya sepertimu menceramahiku seolah kau orang penting saja. Kau itu orang yang harusnya melihat buku panduan. Bukannya malah menguliahiku. Janggal sekali kau menunjukkan ketidak kompetenanmu.

Hongo-Sensei tertawa, sudah lama sekali dia tidak segembira ini. Etsuko sibuk makan, Kaizuka terbengong-bengong sendiri sambil masih berdiri. Hongo-Sensei bahkan ingin naskah selanjutnya ditangani oleh Etsuko. Etsuko dengan senang hati mengerjakannya. Keduanya seolah mengabaikan keberadaan Kaizuka.

   Hongo-Sensei menawari Etsuko minum lagi. Kaizuka terduduk dengan kesal, kesal dipermalukan oleh Etsuko. 

     Etsuko dalam perjalanan pulang, dia melihat Editor’s Bag sudah datang di toko.

 Etsuko mendekat ke depan kaca, lalu dia mengkoreksi kesalahan penulisan harga, kemudian pergi.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

     Etsuko menangani dua naskah. Rion mendekati Direktur Takehara, kenapa Etsuko mengkoreksi dua naskah sekaligus?. Peraturannya dilarang menangani galley selanjutnya oleh satu orang yang sama. Direktur bilang, sepertinya Hongo-Sensei yang meminta Etsuko Kono melakukannya. Lagipula Rion harus mengawasi Etsuko juga, Direktur Takehara meminta Rion untuk melakukan pengecualian saat ini, Kono Etsuko terlihat bersemangat saat ini.

Rion kembali ke tempatnya dengan kesal. Direktur pergi.

   Etsuko terkejut kenapa nama-nama tempat di novel semuanya aslinya, tapi kenapa hanya satu tempat yang dibuat fiksi namanya?. Ini Jembatan Tappi di Takichawa dan di novel tertulis Jembatan Tatta, aku sudah sangat berhat-hati menandai yang salah.

  Etsuko menelfon Kaizuka menanyakan keraguannya, haruskah dia bertemu dengan Hongo-Sensei?. Kaizuka menjawab itu kan fiksi, tidak perlu menemuinya, Hongo-Sensei juga bilang tidak apa-apa, sudah!. Aku sibuk!.

 Etsuko tetap ragu. Kenapa hanya nama jembatannya saja yang punya nama fiksi. Tidakkah pembacanya nanti bingung kenapa nama jembatannya saja yang fiksi?, bukankah begitu Fujiiwa-san?

Etsuko menoleh ke Fujiiwa Rion. Rion juga sependapat dengan Hongo-Sensei, bukankah penulisnya bilang tidak masalah?, jadi tidak ada apa-apa.

   Pokoknya Etsuko tidak bisa menerima ini, nanti pembaca akan kesulitan dan ini akan disebut kesalahan Hongo-Sensei atau bahkan kesalahan proofreadernya. Nanti masa depan Etsuko akan tertutup rapat kalau begini!

Etsuko mengambil barang-barangnya dan pamit pergi. Direktur Takehara membiarkannya, menyuruh Etsuko hati-hati. Para Proofreader lainnya melongo.

Etsuko: Kenapa wanita itu lenyap di hadapanku.., aku berharap kereta berhenti di Keio.[Etsuko naik kereta menuju latar tempat novel, ia sembari membaca novel buatan Hongo-Sensei]

 Kupikir aku bisa menemukan beberapa jejaknya. Takahadofusan adalah kota dimana kami berjalan sambil berangkulan untuk waktu yang lama. Sarung pedang pemberiannya Hijikata Toizo berukir dengan tanda  (NB: love mark). [Etsuko berjalan sambil mengamati keadaan dan novelnya]

*

 Tanda ini dibuat setelah wanita itu melihat babi jantan liar. Wanita itu berkata padaku “Ukiran tanda hati kecil” [Etsuko mengamat-amati patung, ia menemukan tanda hati kecil di ujung sarung pedang si patung, ia menemukan heart mark di sana]

Batu-batuan mengiringi langkah menuju ke gerbang. Aku memikirkan hari demi hariku yang telah berlalu bersama wanita itu. [Etsuko naik tangga, ngos-ngosan dan heran karena ada pria yang bahkan bisa berlari mendahuluinya ].

    Di tingkatan terendah akan bisa melihat panorama Mushasino yang terbentang dari sisi lainnya, sudut lain dari 5 cerita pagoda. [Etsuko melihat pagoda yang dimaksud]

“Panorama Mushashino, Oke!”

Jika orang-orang duduk di situ, dikelilingi oleh suara binatang yang mengagumkan. Suara tawa anak-anak, anak-anak akan tertawa melihat manhole. [Etsuko menemukan manhole yang dimaksud, ]

Karakternya Hiragana mengingatkanku pada anakku ketika ia masih muda.[ Etsuko tidak mengerti apa maksudnya “Usui” di manhole tersebut. Etsuko berputar-putar mengamati, anak-anak menunjuk ada Lion juga di sana. Mana mana?, Etsuko sampai menjatuhkan es krimnya ]

   Aku memandang matahari terbenam di Jembatan Tatta. Dimana, persisnya, apakah hidupku dimulai dengan salah? . [Etsuko kesal sekali, dia melihat nama jembatan yang bertuliskan Jembatan Tappi, “Sudah kuduga namanya bukan Tatta tapi Jembatan Tappi!”

    Etsuko turun ke bawah, dia bertanya pada penduduk lokal. jembatan ini sejak lama sudah menggunakan nama Tappi kan?. Pria tersebut membenarkannya sudah lama, 25 tahun yang lalu?, mungkin lebih lama daripada itu. Jembatan tersebut dibangun untuk jalur monorel (kereta satu arah) dan disebutlah Tappi sejak saat itu.

   Etsuko mengamati matahari tenggelam, “Cantiknya..”

    Etsuko kelelahan, dia menuju ke Station Historic Sites. Ia mengamati foto jembatan Tappi di kaca depan, ia dikejutkan dengan fotonya Hongo-Sensei di sana. Etsuko menanyakan ke pria di sana apakah itu benar Hongo Sensei.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

     Yukito Orihara naik sepeda pulang ke apartemennya, mengambil surat di kotak posnya. Naik ke atas dan terkejut melihat surat pemberitahuan dia harus segera pindah akhir bulan ini jika tidak bisa melunasi tagihan sewa rumah.

    Morio frustasi mencari model, dia mencari pria tampan di situs pencarian. Wakil Editor Lassy Nozomi Hatano memanggil Morio, apakah Morio sudah menemukan model potensional untuk minggu ini?.

“Aku masih mencarinya”

“Jangan membuang-buang waktu, orang lain mendapatkan 2 atau 3 model” Lalu Nozomi Hatano pergi.

Morio kesal, tak lama kemudian Morio ditelfon oleh Orihara, membicarakan tentang tawaran Morio tempo hari lalu.

Keesokan harinya..

    Hongo-Sensei datang ke Keibonsha, dia bertanya di mana Proofreading Department. Shesiru dan Yuri tidak menyangka Hongo-Sensei datang kemari, Seshiru akan mengantarkan Hongo-Sensei ke sana.

    Editor Kaizuka berlarian menyambutnya, ada perlu apa Hongo-Sensei sampai kemari. Hongo-Sensei terkejut melihat Naoto Takehara kenapa di sini. Takehara menjelaskan kalau dia sudah sepuluh tahun memimpin department ini, maaf karena tidak menghubungi Hongo-Sensei.

“Apa kau tidak memberikan pelajaran pada bawahanmu ?” Tanya Hongo-Sensei, ada kemarahan di kalimatnya. Takehara tidak mengerti ada apa, apa pegawainya membuat masalah pada Hongo-Sensei?.

   Etsuko datang, dia terkejut melihat Hongo-Sensei. “Oh, Hongo-Sensei, ada apa anda kemari?”. Kaizuka bisa menduga kalau ini pasti ulah Kono Etsuko.

“Kau pergi ke Takichawa?” Tanya Hongo-Sensei ke Etsuko.

“Benar, “

“Kenapa kau ke sana?”

“Aku sangat ingin tahu kenyataannya. Kenapa hanya Jembatan Tappi yang dibuat fiksi namanya. Aku sungguh ingin bertanya langsung pada anda, tapi orang ini sama sekali tidak membantu” Etsuko menunjuk Kaizuka. Jadi Etsuko memutuskan untuk pergi ke Takichawa sendiri, dia berkeliling dan menemukan studio foto tak jauh dari jembatan Tappi. Di studio tersebut Etsuko menemukan foto Hongo-Sensei dengan keluarganya. Etsuko pikir itu pasti istrinya Hongo-Sensei, jadi Etsuko meminta pemilik studio untuk menghubungi istrinya tapi ditolak.

   Kaizuka dan Takehara saling menatap, Etsuko sudah keterlaluan sekarang. Kaizuka menyebut Etsuko bodoh, Hongo-Sensei dan istrinya sudah bercerai 20 tahun yang lalu.

“Oh, benarkah. Maafkan aku tidak tahu..”

“Sudah cukup. Sensei, aku sangat menyesal karena proofreader ini bertindak diluar batas. Orang ini tidak akan pernah diizinkan menangani karya anda lagi.” Kaizuka membungkuk meminta maaf.

“Cukup, aku tidak mau menulis untuk Kaibonsha lagi.”

“Maaf?” Etsuko syok.

“Aku tidak butuh proofreader sepertimu. Seseorang yang menginjak privasi orang lain. Permisi,” Hongo-Sensei pergi diikuti Kaizuka, Takehara dan Seshiru.

      Etsuko bertemu dengan Editor Kaizuka. Ia bertanya bagaimana dengan Hongo-Sensei. Kaizuka mengatakan cerita sebenarnya. Dulu… saat itu Hongo-Sensei sedang berada di titik terendahnya, lalu ia menerima penghargaan sebagai penulis pemula, kemudian istrinya menceraikannya dan pergi membawa anak mereka, rumor yang berhembus mengatakan istrinya memiliki lelaki idaman lain. Saat itu Hongo-Sensei sampai tidak bisa menulis lagi, namun dia segera bangkit dengan membenamkan diri dalam dunia kesusastraan. Takehara-san adalah editor aslinya, sejak saat itu membicarakan tentang keluarganya  Hongo-Sensei dianggap tabu.

      Selama 20 tahun, siapapun yang menjadi editornya harus berhati-hati agar tidak membicarakan hal tersebut. Rasanya berat dan diinjak-injak.

“Apa yang harus kulakukan?” Etsuko menyesal. “Sudah terlambat untuk bertindak, kau dan aku bisa dipecat,” Kaizuka masuk ke lift.

   Etsuko memandangi pemandangan di luar untuk menjernihkan pikirannya.

Malam harinya…

   Taisho, Higashiyama, Nishida, dan Kitakawa bersiap untuk menyambut Etsuko. Mereka berakting biasa dulu. Etsuko masuk ke warung. Ia diberi hadiah Editor’s Bag yang Etsuko lihat di majalah sebelumnya, mereka dapat harga murah. Apa Ecchan senang?

“Taisho, semuanya, terima kasih”

Sampai Ecchan menjadi Editor Fashion, mereka akan tetap menyemangatinya dan menjadi yang pertama memberikan selamat jika sudah berhasil. Etsuko berterima kasih, lalu dia masuk ke kamarnya.

 Di dalam kamar, Etsuko memandangi tas, lalu majalah Lassy di meja. Ia kemudian menelfon Editor Kaizuka,

“ini Kono,”

“Ada apa Kono-san?”

“Kono Etsuko dari Proofreading Department”

Kaizuka sudah tahu, tidak perlu selengkap itu. Koetsu saja sudah cukup. Etsuko tidak mau berhenti, dia tidak akan menyerah, dulu di album kelulusannya dia menuliskan akan bekerja di Keibonsha. Dan itu sudah 10 tahun berlalu. Dia ingin menjadi Editor Majalah Fashion, bukannya proofreader. Jika ia berhenti sekarang itu artinya dia menyerah pada impiannya. Aku sungguh tidak ingin melakukan itu!

Kaizuka: Aku tidak perduli, kau mungkin akan dipecat setelah apa yang terjadi.

Etsuko ingin bertemu dengan Hongo-Sensei, dia memohon agar Kaizuka mengizinkannya meminta maaf sendiri.

     Di hari selanjutnya, Etsuko datang ke jembatan seperti yang dikatakan Kaizuka. Sensei tidak bisa dihubungi, ia mungkin ada di bawah jembatan Tappi melihat kereta. Benar saja, Hongo-Sensei ada di sana sedang mengamati pemandangan jembatan, kereta melintas.

  Etsuko mendekati Hongo-Sensei dan meminta maaf. Hongo-Sensei bercerita, aku datang untuk menemui mantan istriku, kami memiliki seorang putra. Terakhir kali aku melihatnya 20 tahun yang lalu, putraku masih cadel, dia akan berjalan di bawah jembatan dan berkata “Jembatan Tatta, Jembatan Tatta” itu sangat manis.

     Etsuko mengerti sekarang, kenapa Hongo-Sensei menggunakan ‘Tatta’ daripada ‘Tappi’ nama asli jembatannya.

   Awalnya Sensei ingin mengontak putranya tetapi kedahuluan oleh Etsuko. Etsuko menyesal sekali dan meminta maaf, ia janji tidak akan menangani naskahnya Hongo-Sensei lagi tapi jangan berhenti menulis untuk Keibonsha.

Hongo-Sensei justru berterima kasih pada Etsuko, sejujurnya sulit untuk menghubungi mantan istrinya, tapi berkat Kono Etsuko ia menjadi terbantu. “Kono Etsuko, disingkat Koetsu, itu panggilanmu.” Sensei tertawa dan berjalan. Etsuko serba salah,

   Etsuko mengikuti Sensei, tapi tunggu Sensei.. itu bukan nama panggilanku, mari bicarakan soal itu lain waktu.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

   Kaizuka datang ke Proofreading Dept. membawa dua buku karya terbaru Hongo-Sensei. Satu untuk Direktur Takehara dan satunya lagi untuk Kono Etsuko.

Etsuko segera mengecek Jembatan Tatta diganti menjadi Jembatan Tappi, kata-kata siswi sekolah diganti juga. Dan yang lebih mengejukan bagi Etsuko adalah selembar kertas bertuliskan pujian untuk Proofreader simpel dan hebat Kono Etsuko dari Hongo-Sensei.

Etsuko senang, setidaknya dia tidak dipecat. Tapi Direktur heran, siapa yang mau memecat Kono Etsuko ?. Sementara itu Kaizuka mati-matian menahan gelinya.

      Etsuko pikir itu karena Hongo-Sensei bilang tidak mau bekerja sama dengan Etsuko lagi?. Direktur menjelaskan tidak seperti itu maksudnya.

Jadi Etsuko salah paham, Hongo-Sensei tidak akan pergi hanya karena masalah itu. Etsuko marah kenapa Kaizuka tidak memberitahunya dari awal, Kaizuka geli sendiri.. pikirkan saja aku sebagai ayah baptismu dalam hal ini Proofreader pemula!. Kaizuka pergi, Etsuka memandangi buku kembali, karya pertamanya.

    Etsuko pergi dengan Shesiru, Etsuko mengajaknya pergi ke warung oden karena dia sedang ada uang. Shesiru melihat tas etsuko, dan ngomong-ngomong senpai, bukankah tas itu baru?. Etsuko bilang ia dapat ini sebagai hadiah.

  Shesiru mengamat-amatinya, bukankah itu.., Etsuko menyuruh Shesiru berhenti menatap tasnya, sudahlah.

     Yukito berjalan sambil memandangi bungkusannya, dia menyenggol Etsuko sampai jatuh. Yukito meminta maaf dan berjongkok hendak menolongnya.

Bagi Etsuko seakan waktu berhenti ketika ia memandang wajah pria menawan ini.

  Shesiru mendekati Etsuko, waktu berjalan normal kembali bagi Etsuko. Senpai?, kau tidak apa-apa?. Yukito lalu menuju sepedanya, ia membungkuk sopan saat Etsuko masih memandanginya sebelum pergi. Etsuko terpana pada Yukito, ia menatapi kepergian Yukito.

“Senpai?”

“Pria tadi super ganteng”

“Eh, beneran?” Shesiru meragukan ucapan Etsuko. Etsuko membenarkannya.

    Shesiru memuji odennya enak sekali. Taisho berterima kasih, ia lega makanan buatannya sesuai dengan selera Shesiru.

Senpai kau tidak makan?. Etsuko masih memikirkan pria tadi, ia menyesal tidak menanyakan namanya. Shesiru mengingatkan kalau menanyakan nama langsung, pria tadi bisa berpikir Etsuko orang yang berbahaya.

Etsuko tidak perduli, anggap saja dia memang wanita yang berbahaya. Ia pikir hanya bisa bertemu pria tampan sekali dalam seumur hidup.

   Yukito bertemu dengan Morio. Yukito sedang membutuhkan uang, apakah menjadi model nanti dia akan dibayar?. Morio bilang yah.. nanti kalau dia bisa menjadi model terkenal. Yukito menyanggupinya.

Morio menambahkan, setelah lolos audisi dan itu pun akan memakan waktu beberapa bulan, Yukito baru dibayar. Yukito berjongkok frustrasi karena tahapannya terlalu lama sedangkan dia butuh uang segera.

    Morio menanyakan memangnya Yukito butuh berapa?. Yukito menunjukkan surat peringatannya, dia disuruh pindah akhir bulan ini. Yukito baru dipecat dari tempat kerja paruh waktunya, dia juga tidak bisa pulang ke rumah orang tuanya, dan sekarang dia harus diusir.

Morio: Itu wajar.

Morio mengambilkan pakaian, ia menyuruh Yukito mencoba pakaian ini terlebih dahulu.

Yukito: Apa kau berpikir aku benar-benar tampan?

   Taisho menanyakan hal yang sama ke Etsuko, apa pria yang ditemui Etsuko tadi tampan?. Etsuko membenarkannya, super ganteng!, aku belum pernah lihat yang seseorang seganteng itu sebelumnya.

Shesiru: Beneran?, Koetsu-Senpai dan aku memiliki selera pria yang berbeda. Tapi tadi di sports center.

Kemungkinan pria tadi bekerja di sana, mungkin Etsuko bisa bertemu dengannya lagi nanti. Etsuko bertanya-tanya apakah dia akan bertemu dengan pria itu lagi nanti. Shesiru menghentikan, sudah cukup!, makan saja odenmu Koetsu Senpai!. Etsuko kesal, jangan panggil dia Koetsu lagi!. Shesiru menyuapkan oden ke Etsuko.

     Yukito: Maafkan aku, tapi aku tidak bisa memasangkan dasinya.

Morio sibuk dengan ponselnya ketika Yukito keluar dengan setelan jasnya. Morio menoleh, terpesona pada penampilan Yukito yang berubah drastis. Morio terdiam tak berkutik karena kagum.

Yukito: dasinya,

Morio sampai terdiam lama tidak segera menyahut.

Morio: Iya,

   Morio mendekat dan menalikan dasinya Yukito.

Morio: Datanglah ke rumahku.

Yukito: Eh?

Yukito terkejut mendengar permintaan itu. Morio menawarkan Yukito tinggal di rumahnya dan menyewanya selama Yukito belum bisa membayar  apartemennya.

   Etsuko dan Shesiru masih makan oden di tempatnya Taisho.

KOMENTAR :pretty-proofreader

      Satu komentar yang sangat cocok untuk drama ini adalah “Seru!” XD

Proofreader tingkatannya dibawah editor. Tapi perannya amat besar. Kalau  Editor ngurusin konten ini laku dan bakalan  ngetren gak ya ?, penulisnya harus dilobi biar mau merubah ini  itu sesuai kehendak pasar. Jadi… kupikir Editor pro sudah malas mengurusi masalah typo *wkwkwk. Urusannya  Proofreader ngurusin hal remeh temeh salah ketik serta bahasa.

      Kedengarannya posisi proofreader di mata orang-orang adalah rendah semacam ghost writer/penulis bayangan.

        SINOPSIS Episode 2-nya akan dilanjut jika subtitlenya sudah ada ^^. Drama Jepang tidak seramai  drama Korea yang satu judul K-drama baru bahkan ada 3 sampai 4 tim berbeda yang menerjemahkannya. Kalau drama Jepang baru mah… kita harus nunggu adanya relawan yang bersedia menerjemahkannya :))

NB: Di-repost ulang karena gambarnya rusak dan hilang, hanya mengedit ringan gambar dan kesalahan penulisan, have a nice day guys! 

Upload: 12 Juni 2016

Re-upload: 18 Juli 2017

Sinopsis Jimi Ni Sugoi! (Simpleness is Great!) Episode 1 Part 1

pretty-proofreader

  • Drama: Pretty Proofreader/Simpleness is Great!/Copy Editing Girl Etsuko Kono
  • Director: Toya Sato
  • Writer: Ayako Miyagi (Novel), Mayumi Nakatani
  • Network: NTV
  • Release Date: October 5, 2016

     Awalnya saat aku melihat posternya, sempat tidak mengenali kalau itu adalah Satomi Ishihara!, yaatttaaaaa….! Wah.. wah.. wah..!

     Masaki Suda?, siapa dia???, sepertinya aku pernah melihatnya sebelumnya, tapi kapan dan drama apa?. Untuk ukuran orang Jepang kurasa dia ganteng [Meskipun masih banyak yg lebih ganteng,semisal  Haruma Miura/Yamaken/Shun Oguri,dll],

dan jika dibandingkan dengan beberapa tokoh di Jimi Ni Sugoi!… Masaki-san menurutku yang terganteng diantara semuanya. Yah.., perasaanku ke para aktor Jepang belum sebanyak dan sedalam ke para aktor korea sih. Aku akan mulai kenalan dengan mereka sedikit demi sedikit *apaanSeeh??*. Sinopsis episode 1 ini saya buat tanggal 31 Oktober 2016. Diendapkan sampai November >_<, baru sempat menguploadnya sekarang 😀 *Haha!

Simpleness is Great!, setuju sekali dengan tag-line semacam itu. Simpleness is Great!  <3.

   Pagi hari yang cerah, Etsuko Kono (Satomi Ishihara) berjalan dengan ceria menuju ke “Keibonsha”.

    Etsuko Kono berjalan di lobi, dia menyapa kedua receptionist dengan elegan. Seshiru Imai sampai memandangi Etsuko Kono dengan terkagum-kagum. “Wanita itu sangat fashionable, apakah dia seorang editor dari suatu tempat?”

Sato Yuri juga ikut menatap Etsuko Kono sembari tersenyum, “Dia bukan editor.”. Seshiru Imai tidak percaya dengan perkataan Sato Yuri, tapi lihat penampilannya tadi.

Sato Yuri: Wanita itu datang setiap tahun untuk melakukan wawancara kerja,

     Etsuko Kono melihat tulisan penunjuk tempat wawancara kerjanya, ia tersenyum lalu pergi.

Sato Yuri menjelaskan kalau wanita tadi (Etsuko Kono) selalu gagal setiap tahunnya dan itu membuat Etsuko Kono terkenal layaknya selebriti Keibonsha.

    Etsuko Kono masuk ke ruang wawancara, banyak pewancara yang sudah mengenalinya. Etsuko Kono hanya tersenyum, iya ini aku, aku datang lagi.

    Terhitung sejak kelulusannya, Etsuko Kono sudah menjalani 7 kali interview di Keibonsha. Pimpinan Bagian Proofreader, Naoto Takehara terkejut dengan banyaknya interview Etsuko Kono. Lantas apa dia tidak bekerja di House Publising lainnya?.

    Etsuko Kono mengaku tidak melakukan itu, dia hanya berhasrat menjadi editor di Keibonsha. Etsuko sangat suka membaca majalah fashion terbitan Keibonsa, tidak.. levelnya sudah menjadi cinta. E.L. Teen, Lassy, C.C, Every, Enough. Dari semuanya, Lassy memberiku harapan dan impian semasa aku bersekolah SMA.

Untuk November 2004 mengangkat tema jaket gadis remaja dan jaket seorang putri, serta warna-warnanya yang memukau, Etsuko Kono memujinya habis-habisan. Pada Oktober 2005 tema yang diangkat adalah menyoroti Koordinasi Gaya Karismatik Editor Fashion pada Bulan ini. dan saat itulah Etsuko Kono jatuh cinta pada pertama kalinya pada bidang ini, sampai hari ini pun dia masih mengingat sensasi debar jantungnya. Dan suatu hari dia menyadari kalau Lassy adalah tempat seharusnya dia berada.

   Salah satu pewawancara mengerti minat Etsuko Kono untuk menjadi Editor Majalah Fashion, akan tetapi saat ini Keibonsha tidak membuka lowongan untuk Editor Fashion sekarang. Etsuko menjawab, dia tahu hal itu juga, tapi itu masalahnya, kejadiannya sudah beberapa tahun lalu… banyak Lassy bajakan/copy-an sehingga dari tahun ke tahun menurunkan tingkat penjualan Lassy, sehingga di tahun baru membuat Keibosha tidak sanggup menggaji editor fashion baru. Keibonsha memberikan banyak pekerjaan editingnya kepada editor temporer dan pekerja lepas. Tapi jika mereka mempekerjakan Etsuko Kono, Etsuko janji akan mendatangkan banyak pembaca dengan rencana kerjanya yang mantap. Etsuko maju ke depan dan membungkuk memohon kerja samanya.

   Mereka akan memikirkannya. Etsuko langsung berterima kasih berulang-ulang. Terima kasih, terima kasih, terima kasih..

  Etsuko mengamati pakaian Naoto Takehara, dia mendekat dan mengamati pin di dasi Naoto Takehara. Naoto Takehara bertanya, ada apa?.

Etsuko: Anda mendapatkan itu dari mana?

Naoto Takehara: Aku tidak ingat, memangnya kenapa?

Etsuko: Tidak, tidak ada apa-apa. Permisi.

   Editor Majalah Fashion, Morio Toyoko (Tsubasa Honda) masuk ke gedung, kemudian dia disapa Seshiru Imai dan Sato Yuri. Seshiru Imai mengingatkan Morio kalau tadi penulis Watanabe-san kemari. Morio tadinya biasa saja mendengar itu, tapi langsung terkejut sendiri dan mengecek buku catatannya. Seshiru Imai tanya, ada apa?, apa Morio lupa?. Morio mendesah sendiri “Apa aku bisa selesai?” ia baru ingat tadi saat keluar rumah pagi ini, Seshiru Imai menduga Morio begadang semalaman lagi. Morio mengaku dia sibuk melakukan proofreading semalaman.

    Morio pergi, dia dan Etsuko hampir bertabrakan saat berjalan dari arah yang berlawanan. Mereka saling meminta maaf, namun setelah agak jauh Etsuko sadar kalau dia mengenal wanita tadi. “Morio?”

Morio terbelalak kaget juga, Etsuko berjalan mendekatinya. Etsuko adalah senpai (senior) Morio di club renang saat sekolah dulu.

  Etsuko menghitung-hitung waktu, sudah lama sekali mereka tidak bertemu. Umur 18 tahun lulus dan berarti sudah 10 tahunan Etsuko tidak bertemu dengan Morio. Etsuko pikir Morio kemari juga untuk interview kerja, dia menyemangati Morio jangan pantang menyerah. Lalu dia pamit pergi karena sedang terburu-buru.

Sepeninggalnya Etsuko, Seshiru Imai bertanya pada Morio apa dia mengenal wanita tadi?. Morio dengan cueknya bilang tidak kenal.

    Etsuko pergi ke sebuah tempat dan menemui seseorang.

   Etsuko Kono pulang dan disapa seseorang saat berjalan, Etsuko melewati sebuah toko. Etsuko berhenti sebentar untuk membeli beberapa majalah.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

Warung Oden Toisho…

    Etsuko Kono pulang, Oda Toisho menanyakan bagaimana wawancaranya Etsuko tadi. Etsuko yakin kali ini dia akan berhasil. Oda Toisho tidak terkejut dengan kata-kata itu, tahun lalu Etsuko juga mengatakan hal yang sama.

Oda Toisho: Apa kau lapar?

    Etsuko lapar, ia ingin makan lobak dan telur sambil berjalan ke dalam, Oda Toisho menyuruhnya cuci tangan dulu.

  Etsuko masuk ke ruangannya, dia melepaskan perhiasannya, berkumur, dan menyiram tanamannya di meja (hidroponik?, tanaman di dalam suhu ruangan?, #abaikan).

Setelah selesai, dia duduk merenung, ruangannya penuh dengan pernak-pernik dan majalah Lassy tentunya. Dari yang kita lihat, Etsuko bekerja keras demi menjadi editor majalah fashion impiannya.

   Etsuko Kono makan lobak, dan ditawari makan lobak lagi, Etsuko makan sambil membaca majalahnya. di samping kirinya Etsuko sana ada Higashiyama, lalu Kitakawa dan Nishida. Ketiganya membicarakan tentang interview Etsuko, mungkin kali ini akan berhasil atau sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Etsuko akan menerima surat penolakan seminggu setelahnya.

   Etsuko senang takjub sekali melihat Editor’s bag, para pria langsung ikut melihat gambar yang dimaksud. Etsuko menjelaskan, Editor’s bag adalah tas yang khusus ditujukan untuk para editor dan hanya orang-orang terpilihlah yang layak untuk tas tersebut. Tak lama kemudian ponselnya berdering,

   Etsuko dihubungi oleh bagian SDM Keibonsha. Para pria langsung terkejut dan berisik, Etsuko menyuruh mereka tenang. Etsuko rupanya diterima menjadi pegawai Keibonsha, akhirnya dia berhasil. Semuanya ikut senang, Etsuko menangis haru karena impiannya tercapai.

   Ketika berangkat ke Keibonsha, Etsuko menyalami Seshiru Imai dan Sato Yuri, mohon perlakukan aku dengan baik mulai sekarang.

   Etsuko masuk ke ruangan editor, memperkenalkan diri dan berharap mereka bisa bekerja sama dengan baik. Semua orang menatapnya lalu kembali ke pekerjaan mereka masing-masing, salah seorang mengatakan Etsuko Kono tidak diterima di bagian ini, dia akan bekerja di bagian lainnya. Silahkan datang ke basement dari lantai pertama, ruangannya ada di lorong.

  Ragu-ragu dia melihat ruangan tersebut. Tenang, sibuk, serius damai dan membosankan di mata Etsuko. Dia menyapa dengan sangat pelan, lalu Naoto Takehara datang. Menyambut kedatangannya di Proofreading Department. Naoto Takehara menutup pintu dan menunjukkan tulisan yang tertera di sana. Etsuko bertanya-tanya apa itu Proofreading?

   Naoto Takehara menjelaskan pada Etsuko, sebelum dokumen dicetak, tugasnya seorang proofreader adalah mengoreksi kesalahan penulisan, tanda baca dll (re: typographical errors). Dan mengecek kontradiksi serta kesalahan di dalam konten.

Etsuko: Aku tidak pernah mendengar pekerjaan semacam itu. Maaf, tapi di wawancara sebelumnya bukankah aku bilang aku ingin menjadi editor majalah fashion?. Kenapa anda malah merekrutku sebagai proofreader?

Takehara: Sayangnya, tahun ini kami tidak merekrut editor tanpa pengecualian. Bagaimana pun juga aku merekrutmu ke dalam Proofreading department.

   Etsuko tetap tidak mengerti kenapa dia yang dipilih. Menurut Takehara, Etsuko Kono adalah pilihan yang tepat untuk bagian ini karena kau Etsuko Kono.

Etsuko: Tapi kenapa harus aku?

Takehara: Mungkin karena kau Kono Etsuko-san. Disingkat,

Etsuko: Koetsu?

Kata Etsuko dengan bingung, baru menyadari candaan itu.

[Koetsu: Ringkas, sederhana, gak ribetnya adalah proofreader dan namanya Kono Etsuko diplesetkan menjadi Koetsu XD]

Takehara tertawa mendengarnya, Koetsu… dan jika Kono Etsuko bisa membuktikan dirinya sehingga diakui kemampuannya di Proofreading Department, Etsuko bisa pindah ke Department yang dia inginkan.

Etsuko: Benarkah begitu?

    Takehara langsung mendekati Etsuko dan menunjuk jauh ke atas, diikuti oleh Etsuko. Pintu ini akan membimbingmu menuju masa depanmu. Kenapa tidak coba dulu Proofreading Department?

      Naoto Takehara memperkenalkan Etsuko ke karyawan yang lainnya. “Semuanya, mohon perhatiannya sebentar. Aku akan memperkenalkan rekan baru kalian. Ini adalah Kono Etsuko,”

“Aku Kono, aku akan berada di sini sementara waktu. Mohon Kerja samanya,”

Rion Fujiiwa dan Mitsuo Yoneoka. Fujiiwa menyoroti kata sementara waktu “Sementara waktu?, huh?”

Kazue Sakashita bertepuk tangan. Yohei Aoki dan Meguro Shinichiro juga melihat Etsuko Kono. Takehara mempersilahkan Etsuko duduk, ia memberikan ID card pada Etsuko.

      Rion Fujiiwa memberikan pelajaran singkat pada Etsuko. Ia menunjukkan berlembar-lembar kertas naskah yang dikerjakan oleh Proofreader. Proof copy tersebut disebut galley,

“Zeeizee?” Etsuko mencoba membaca nama yang tertulis di lembar pertama.

“Maaf?” tanya Rion Fujiiwa heran. Etsuko bertanya, bagaimana kau membaca ini?

Fujiiwa: Itu adalah ‘Korenaga Koreyuki’

Etsuko: Korenaga Koreyuki?, itu nama yang aneh sekali?!

Fujiiwa mendorong bandelan pertama, mari kita mulai. Fujiiwa mendorong naskah lainnya ke depan Etsuko, mengambil selembar dan menunjukkannya ke Etsuko. Kami menyebut ini ‘folio’ digunakan untuk mengecek nomor halaman. Lalu membacanya untuk menemukan kesalahan penulisan, mengecek kesalahan penggunaan kata dan kanji. Dan membuatnya menjadi seragam.

    Next!, sebagai contoh… ‘ketika hero berbicara tentang dirinya sendiri’. Ketimbang mengecek Boku dengan tiga macam penulisan yang berbeda, lebih baik mengecek latar waktunya. Mitsuo Yoneoka memperhatikan keduanya sekilas,

    Dan ketimbang membaca susunan kalimatnya, tolong lihat pada tiap-tiap karakternya. Maka dari itu, kau bisa mengesampingkannya. Kesalahan yang terlihat jelas harus ditandai dengan pulpen berwarna merah, sebagai contohnya kalimat ini…, bisakah kau beri tahu aku dimana letak salahnya?

Etsuko membaca kalimat yang ditunjuk Fujiiwa. Etsuko bertanya-tanya adakah kesalahan di kalimat tersebut. Fujiiwa mengatakan ‘Manten’ berarti ‘langit penuh’ dan ‘Manten no hoshizora’ berarti ‘Langit yang penuh bintang’. Bagaimana pun juga, sebab ‘sora’ akan tumpang tindih, itu harusnya ‘Manten no hoshi’

    Etsuko tersenyum geli, ia baru sadar. Fujiiwa menjelaskan lagi, jika Etsuko menemukan kata-kata yang rancu dan perlu Etsuko pertanyakan, beri saran, maka kata-kata tersebut harus ditandai dengan pensil.  Fujiiwa memberikan contohnya, dia menarik garis keluar dari kata-kata yang dimaksud dan menuliskan pertanyaan/saran.

 

    Dan jika ada karakter yang ingin kau benarkan, lingkarilah kata-kata tersebut dan beri garis untuk koreksi. Seperti karakter ‘Toru’ (yang dilingkari gambar di atas). Jika ingin membatalkannya, coret saja garisnya dan tulis biarkan saja.

    Setelah selesai melakukan semua pekerjaan tersebut, sebagai proofreader Etsuko perlu memeriksa kontennya dan melihat pada fakta yang ada. Mungkin ada banyak informasi yang tidak terkait, jadi berhati-hatilah, apa masih ada pertanyaan?

Etsuko: Kapan kau beli pakaian itu?

Etsuko lebih tertarik pada setelan yang Fujiiwa kenakan. Etsuko menduga itu sudah 10 tahun yang lalu, apa mungkin Fujiiwa mendapatkannya bekas pakai dari kakak perempuannya?. Para pekerja yang lain tertarik menguping pembicaraan pakaian tersebut.

   Fujiiwa jadi serba salah, namun dia menjelaskan kalau dirinya adalah anak tunggal. Rion membeli setelan ini 13 tahun yang lalu di Department Store Shinjuku setelah dia diterima menjadi pegawai Keibonsha.

Etsuko: Itu sudah 13 tahun yang lalu!, aku mengerti,

Fujiiwa: Apa maksudmu?

Menurut Etsuko pakaiannya Fujiiwa kelewat tua dari perkiraannya dan sudah ketinggalan jaman, Etsuko segera meminta maaf. Para karyawan yang lainnya syok mendengar kata-kata Etsuko. Fujiiwa tidak berkutik, dia beranjak dari duduknya, ia lihat tatapan para karyawan padanya. Mereka langsung sok sibuk kembali setelah ditatap Fujiiwa.

   Fujiiwa mengobrol dengan Takehara, apa Kono Etsuko masuk lewat jalur nepotisme?, aku pikir dia tidak cocok menjadi proofreader. Dia juga tidak memperdulikan pekerjaan sebagai proofreader, dan masalah terbesarnya adalah kemampuannya membaca huruf kanji.

Takehara: Kanji?

Fujiiwa: Korenaga Koreyuki, Zeeizee. Begitulah dia membacanya. Aku mengerti kenapa dia membacanya Zeeizee. Tapi bagaimana dia bisa salah paham membaca ‘yuki’ kanji menjadi hiragana ‘e’?

Takehara tertawa mendengarnya. Fujiiwa protes, ini bukan waktunya untuk ketawa. Takehara menceritakan kejadian saat interview dengan Etsuko, saat itu Takehara mengenakan pin di dasinya dan ketika Takehara pergi ke tempat merek tersebut berasal, dia melihat Etsuko Kono di sana juga.

Flash back..

       Etsuko memegangi anting-anting yang serupa dengan pin di dasi Takehara. Ia menanyakan apakah mereka juga memproduksi pin dengan bentuk corak serupa?, pegawai tersebut berkata tidak. Rupanya seperti yang Etsuko duga, ini hanyalah anting-anting, bukannya pin.

Flash back end..

  Takehara berkata, seorang proofreader pekerjaannya adalah meragukan setiap kata yang ada. Sekali mereka ragu, meskipun pihak ketiga yakin kata itu benar. Proofreader tidak akan percaya sebelum melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Itulah kenapa Takehara-san yakin Etsuko cocok sebagai Proofreader.

Fujiiwa kesal, “Maaf saja.. tapi tidakkah bukan hanya itu yang ada dipikiranmu Takehara-san?”. Takehara, “Mungkin.. , kau baru melihatnya sehari. Tidak bisakah kau melihatnya sedikit lebih lama lagi?”

“Dia bilang dia akan di sini sementara waktu” Fujiiwa mengingatkan ucapan Etsuko saat perkenalan tadi.

“Benar, dia bilang begitu tadi”

      Mitsuo Yoneoka menunjukkan tempat-tempat pada Etsuko. Tempat Editor biasanya menukar berkas, juga tempat yang sering digunakan untuk mencetak, kamus di perpustakaan proofreading department bisa digunakan bebas.

    Etsuko tertarik melihat rumah buatan di perpustakaan. Mitsuo membuat itu berdasarkan cerita novel, Mitsuko sering membuat model rumah saat sedang melakukan tugasnya mengkoreksi sebuah novel. Etsuko memuji Mitsuo yang hebat sekali.

      Seseorang dari Literary Editor Department, Hachiro Kaizuka datang ke proofreading department. Dia marah, siapa yang mengutak-atik novel terbarunya Miyamoto Saeko?. Mitsuo mengangkat tangan, dia yang mengerjakan proofreadingnya.

      Kaizuka kesal pada Yoneoka, kenapa konstruksi ruangan di villanya tidak bisa mengakses balkon?. Penulisnya bisa marah kalau begini. Mitsuo lalu menunjukkan rumah buatannya sesuai novel.

    Kaizuka marah-marah dan membuat telinga para proofreader lainnya panas namun mereka fokus pada pekerjaan mereka, Kaizuka mencemooh Mitsuo seolah-olah Mitsuo punya banyak waktu untuk membuat rumah-rumahan selain pekerjaannya proofreadingnya.

    Mitsuo menjelaskan keraguannya, menurut Mitsuo yang tertulis di novel tidak masuk akal jika direkonstruksikan pada rumah buatannya yang sudah ia sesuaikan dengan novelnya.

    Kaizuka tidak terlalu perduli, itulah kenapa fiksi disebut fiksi. Jadi pemikirannya Mitsuo tadi tidak diperlukan untuk mengkoreksi penulisnya. Kaizuka memegang rumah Mitsuo dan menjelaskan teorinya, ia sampai membuat rumah Mitsuo rusak. Mitsuo mengambil dindingnya dan melekatkannya kembali.

   

        Kaizuka langsung pergi, Etsuko menanyakan ketidaksopanan Kaizuka yang tidak meminta maaf pada Mitsuo. Harusnya Kaizuka meminta maaf setelah menyerang orang seperti tadi. Kaizuka menoleh, heran siapa wanita yang baru bicara padanya.

Etsuko semakin marah karena Kaizuka menggunakan kata ganti ‘omae’, kata ganti ‘kau’ tidak formal untuk orang asing. Padahal mereka baru bertemu sekali ini. Kaizuka kesal, dia hendak mendekati Etsuko namun ditahan oleh Takehara. Takehara meminta Kaizuka lebih tenang,

Kaizuka: Takehara-san, siapa wanita kasar ini?

Etsuko: Kau 100 kali lebih kasar daripada aku, dasar kau gurita!

    Kaizuka tidak terima disebut gurita oleh Etsuko. Naoto Takehara mencoba menahan Kaizuka jauh dari Etsuko sebisa mungkin, dia memperkenalkan keduanya. Editor dan Proofreader memiliki hubungan yang erat. Etsuko membungkuk sopan, Kaizuka pergi lagi.

   Kepala Editor Lassy, Kamei Sayaka menjelaskan tentang perburuan model pria Lassy nantinya. Model tersebut akan menjadi model pria eksklusifnya Lassy. Lalu semuanya bubar.

    Morio dipanggil oleh Wakil Editor Nozomi Hanato untuk mulai mencari kandidat model minggu ini. Setelah itu pikirkan juga proposal planning 10 pakaian baru. Untuk planning pakaian putihnya, cek sampel warnanya dan konfirmasi ke tokonya. Dan untuk Perjamuan Loiret, jawab kita akan menghadirinya. Setelah itu atur produk-produk baru yang dipesan dihari peluncurannya.

 Nozomi Hanato lalu pergi untuk melakukan interview. Morio kembali ke mejanya, melakukan tugas sesuai perintah.

    Etsuko melakukan proofreading, ia membalik kertasnya tetapi Fujiiwa menahannya. Karakter batunya di Iwami Ginzan menjadi sebuah batu cadas. Dibacanya ‘iwa’ tapi di kanji maksudnya ‘batu’. Itu salah satu kesalahan kata benda yang sering terjadi.

Etsuko: Huh?, tapi bukan di chapter novel ini.

Fujiiwa: Apa maksudmu?

   Etsuko pikir karena ini adalah novel fiksi jadi tidak masalah kalau salah. Seperti beberapa waktu sebelumnya Editor Kaizuka mengatakan hal semacam itu. Fujiiwa menyuruh Etsuko jangan terlalu mendengarkan Editor Kaizuka. Alurnya yang benar adalah galley sampai di proofreader dan sebelum hasil proofreading dikembalikan ke penulisnya, Editor harus mengeceknya. Tapi dalam kasusnya Kaizuka  tidak melakukan hal seperti itu.

      Pokoknya Fujiiwa ingin Etsuko mengerjakan proofreadingnya dengan benar, sekalipun itu fiksi.. nama-nama tempat harus sesuai dengan kenyataan. Jika Etsuko ada pertanyaan sekecil apapun tanyakanlah padaku.

Etsuko mengeluh repot sekali pekerjaannya ini?. Fujiiwa berbisik ke Etsuko, jika kau menemukan kesulitan di tingkat ini, itu artinya kau tidak cocok bekerja di sini.

    Seshiru Imai mengajak Morio jalan bersama setelah Morio menyelesaikan proofreadingnya. Etsuko mendekati keduanya.

“Morio?”

“Ah, Senpai kau berhasil lolos dengan baik ya?”

“Aku lolos, aku lolos, tapi di Proofreading Department.”

“Proofreading?”

Etsuko antusias bertanya di bagian mana Morio bekerja. Morio ragu mengatakannya.

—–|| Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

      Malam harinya, Etsuko kesal kenapa Morio bisa menjadi editornya Lassy. Pakaiannya saja tidak fashionable. Editor fashion macam apa Morio ini?. Padahal dulu Morio waktu sekolah kerjanya hanya belajar saja, dia selalu langganan ranking 1. Seshiru terkejut Morio dulu begitu.

    Sedangkan Etsuko mati-matian menurunkan berat badan agar muat pakai pakaian yang dia sukai, semua yang dia lakukan hanyalah demi menjadi Editornya Lassy. Morio sembari melihat-lihat foto di sosmed, ia sedang mencari model pria.

Etsuko kembali dari mengambil minum, dia masih kesal pada Morio. Apa kau tahu berapa lama aku menginginkan menjadi editor fashion Lassy?, tidakkah kau tahu aku melakukan tesnya?. Morio dengan santai berkata, yah… inilah hasilnya. Matanya masih sibuk melihat ponsel.

Etsuko yang mabuk masih marah-marah. Hasil kau bilang?. Hasilnya kau menjadi editor fashion Lassy tanpa berjuang sekeras dirinya. Etsuko sudah lama memimpi-mimpikan menjadi editor Lassy, dia mungkin membeli baju di mall atau membuatnya sendiri. Saat Etsuko masih bersekolah di SMA, dia hanya ingin menjadi editor majalah fashion.

Etsuko mengambil salah satu majalah. Etsuko membayangkan dirinya mengenakan pakaian bagus, tersenyum layaknya model. Ia sungguh ingin hidup fashionable, menghabiskan waktu dengan kesenangannya. Ia terus melakukan tesnya tanpa mengenal menyerah, akhirnya diterima di Keibonsha tapi kenapa malah menjadi Proofreader?. Etsuko tersedu-sedu sendiri.

     Morio berkata, “Aku hari ini juga kaget kau diterima di Proofreading Department”. Seshiru mengingatkan kata-kata Morio tadi tidakkah kasar?. Dengan polos Morio tanya, apa aku mengatakan sesuatu yang buruk?.

Etsuko meracau lagi, ini parah.., sekalipun aku karyawan baru, tidak ada seorang pun yang kelihatan tertarik. Aku direkrut hanya gara-gara namaku.

Nama?, Seshiru heran. Etsuko berkata, Kono Etsuko, disingkat Koetsu, itu lawakan. Morio dan Seshiru geli dengan pernyataan Etsuko tersebut.

   Morio menemukan seseorang yang menarik perhatiannya, seorang pria yang tidak sengaja tertangkap kamera saat beberapa orang mengambil gambar. Etsuko sendiri masih berbicara melantur, demi membiayai hidupnya, setidaknya dia harus bertahan 3 bulan dan menjadi editornya Lassy.

“Morio!”

“Eh?”

“Lihat sini!, lihat sini!” Etsuko berjalan mundur, “Lihat sini, aku hanyalah proofreader!”

Etsuko lalu melompat ke kasurnya, tidur tengkurap. Seshiru terkejut, dia tidur?. Morio tidak kaget, ternyata Etsuko masih belum berubah. Etsuko selalu melampiaskan semuanya, berbicara sampai lelah dan jatuh tertidur.

Seshiru: Lucunya.., dia seperti anak kecil.

   Morio mengambil selimut di dalam lemari. Seshiru takjub melihat barang-barang di dalam lemari, Etsuko Kono pasti orangnya sangat fashionable. Morio terkejut bahkan di atas bantal Etsuko ada majalah Lassy.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

    Pagi hari, Etsuko sibuk melakukan pekerjaannya. Orang-orang juga sibuk dengan tugas mereka, Rion Fujiiwa kesal karena Nobuyoshi datang terlambat. Nobuyoshi ada sedikit masalah tadi. Rion tidak mau dengar alasan Nobuyoshi. Nobuyoshi menyerahkan barangnya ke Rion Fujiiwa.

  Mitsuo memandangi Nobuyoshi, Nobuyoshi membalasnya dengan senyuman sopan. [ini gw ga ngerti kenapa Mitsuo jadi centil ke Nobuyoshi, jangan jangan… XD]

Takehara meminta maaf sehingga membuat Kaizuka menunggu lama. Proofreader Department menjadi sibuk sekali karena Takehara tidak menyangka pekerjaan mereka menjadi tumpang tindih seperti ini. Kaizuka memberikan naskahnya ke Takehara, tidak perlu terburu-buru menyelesaikannya.

   Kaizuka penasaran siapa yang akan mengerjakan naskahnya Hongo-Sensei. Takehara akan membacanya dengan cepat. Ia pikir Kono Etsuko yang akan mengerjakan naskahnya Hongo-Sensei. Semua orang tertegun mendengar pernyataan pimpinan mereka tersebut. Kaizuka menyela, tidakkah terlalu dini memberikan tugas tersebut pada pemula?.

Ya, Takehara-san mengerti ini memang terlalu cepat. Tetapi ia pikir Kono Etsuko mampu melakukannya, jika tidak dicoba sekarang kapan lagi?. Tidak tidak.. Kaizuka tetap tidak sependapat, tingkatan Kono pantasnya adalah mengurusi percetakan rumahan atau perusahaan majalah. Kenapa Naoto Takehara menyerahkan karya barunya Hongo-Sensei padanya?.

    Etsuko mendekati keduanya, dia tampak antusias. Ia masih tidak menyangka, itu karya terbarunya Hongo-Sensei?. Penulis novel genre Erotic Mystery  Hongo Daisaku?. Etsuko bersedia melakukannya, ia mengambil naskah tersebut. Kaizuka menariknya kembali, dia tidak mau Etsuko Kono yang mengerjakannya, penulisnya mungkin akan marah nanti.

Etsuko tahu itu karena Kaizuka seringnya langsung memberikan naskah hasil proofreading ke penulisnya sebelum editor cek. Mereka berebut naskah, Kaizuka kekeuh kalau tugasnya editor itu adalah membantu penulis membuat tulisannya laku terjual. Bukannya mengecek kesalahan penulisan. Dan asal kau tahu, Hongo-Sensei adalah penulis terkenal yang menjual 1 juta eksemplar buku secara konsisten. Separuh novelnya terjual dari Keibonsha. Dia adalah penulis besar, jadi aku tidak bisa membiarkanmu mengerjakannya.

     Etsuko pun ingin berbuat semaksimalnya nanti, Takehara-san menghentikan keduanya dengan mengambil naskah tersebut. Mereka harus berhati-hati pada galley ini. Takehara meminta Kaizuka setuju membiarkan Etsuko mengerjakan proofreadingnya. Takehara berjanji akan membacanya kembali nanti dan akan bertanggung jawab apapun yang terjadi.

Dengan berat hati Kaizuka melepaskannya. Etsuko senang sekali, tetapi masih sebal dengan Hachiro Kaizuka. Etsuko segera kembali ke mejanya.

   Morio datang ke sebuah kantin Universitas, dia menanyakan adakah yang mengenal seseorang dalam foto yang dia tujukan pada mereka?. Kedua gadis tersebut tidak tahu siapa pria tersebut, tapi tampan juga.

Morio bertanya kesana-kemari. Hasilnya nihil.

—–||-Simpleness is Great ! || Jimi Ni Sugoi ! ||  Pretty Proofreader ||—–

  Upload: 12 November 2016 Reupload: 7 Juli 2017