K-Movie: Parasite || Ini Komedi Atau Horor?

Ekspektasi pertama melihat judulnya.. saya pikir ini film horor, sebuah keluarga yang gonta gantian dirasuki mahkluk jahat?, atau sebuah keluarga yang terkena virus atau bakteri dan kemudian menjadi zombie-kah? Lalu apa?

Pembuka’annya bahkan membuat saya berpikir mungkin keluarga miskin ini hidup di rumah semi bawah tanah dan kehidupannya menumpang dari warga penghuni atasnya? Enggak juga.. aneh.. lalu apa?

Yang jelas film ini membuat kita merasa menertawakan diri sendiri. Tidak menyangka kalau Park Seo Joon menjadi cameo di Parasite. Ternyata film ini ditulis dan disutradarai sendiri oleh orang yang sama, Bong Joon Hoo.

Sempat heboh dengan film Joker, kata beberapa kalangan komedi satire-nya joker gak lebih bagus dibandingan dengan Parasite. Yang mana mengangkat pernyataan “Orang jahat adalah orang baik yang tersakiti..”. Tentu saja relatif, beda orang beda selera juga.

Ini gak tau apakah bisa disebut review atau malahan super spoiler, atau bahkan sinopsis singkat. Wkwk bodo amatlah..

    Kita akan kebingungan sebenarnya ini film mau kemana, genrenya apa. Nonton aja pokoknya, pertama-tama mereka bingung nyari sinyal wifi dari rumah keluarga di atas mereka. Secara.. mereka tinggal di semi bawah tanah, ini jalan utama.. sedangkan rumah mereka di bawahnya. Makanya bau keluarga ini sama, sama-sama berbau seperti kereta bawah tanah atau sejenis lingkungan yang jelas-jelas bawah tanah. Karena si kedua anak sibuk mencari sinyal makanya saya pikir mereka ini Parasite dalam artian pengangguran dan menopangkan kehidupan mereka pada orang lain. Okaylah praduga ini film zombie-zombiean ala Train to Busan sudah lenyap..

Tapi langsung seperti awal yang sangat cerdas, bagaimana Park Seo Joon muncul sebagai Min Hyuk sosok Mas Mas sukses lah, berkunjung membawakan batu keberuntungan kepada keluarga. Min Hyuk adalah temannya Ki Woo dan merekomendasikan Ki Woo menjadi guru les sebuah keluarga kaya. Ki Woo menolak karena dia ini bukan mahasiswa, mana percaya keluarga tersebut?

Min Hyuk meyakinkan Ki Woo untuk maju saja, mereka sudah bersahabat lama dan Min Hyuk tahu pasti kalau Ki Woo ini pintar sekali bahasa inggris. Untuk masalah gelar ia menyuruh adiknya Ki Woo alias Ki Joo (Park So Dam! Wohoo.. jagonya film dia ini!) untuk membuatkan ijazah palsu dari Universitas ternama. Kenapa Min Hyuk mempertimbangkan Ki Woo? Karena Min Hyuk mau kuliah ke luar negeri dan tidak bisa mengajari anak keluarga kaya tadi, lagipula ia percaya Ki Woo tidak akan macam-macam.. jadi ingin Ki Woo menjagai anak itu selama Min Hyuk di luar negeri. Anak yang akan diajar Ki Woo ini manis dan akan Min Hyuk pacari nanti kalau sudah kuliah. Min Hyuk juga memberikan clue paling penting, Nyonya rumah tersebut orangnya mudah atau polos (gampangan).

Dengan bantuan Ki Jung yang ahli edit edit, disinilah..  ada kalanya skill tidak ada hubungannya dengan gelar wkwkwk, akhirnya Ki Woo menyamar menjadi Kevin. Lama-lama Ki Woo dan si gadis kaya tadi malah menjalin hubungan asmara. Ya kaliii… ngelesin tapi di dalam kamar cuman berdua! Gilee ajee…

Nyonya rumah ini benar-benar kelihatan mudah ditipu, meski sempat deg degan dengan ijazah palsunya. Ki Woo tetap bisa dipertahankan menjadi guru lesnya. Nyonya Park juga menceritakan anak Da Song yang hiperaktif susah diaturnya, banyak guru lesnya menyerah pada Da Song. Nyonya Park pikir Da Song ini jenius dan sejenisnya.

Melihat kesempatan tersebut Kevin langsung merekomendasikan adiknya, ia karang cerita kalau Ki Jung bernama Jessica dan baru kembali dari luar negeri. Mungkin bayarannya akan cukup mahal. Nyonya Park percaya-percaya saja, Ki Jung datang membawa ijazah palsu lagi.. dan berakting sebagai wanita strict kaku yang profesional, tidak mau diganggu ketika mengajari Da Song. Ia juga tertolong berkat memahami arti lukisan Da Song lewat internet. Nyonya Park yang polos kembali tidak curiga sama sekali. Padahal Da Song bukannya susah diatur dan hiperaktif, hanya saja ayah dan ibunya tidak pernah melarang apapun yang Da Song lakukan. Sehingga Da Song secara tidak sadar gak ngerti harus apa dan bagaimana, karena tidak punya batasan mana yang boleh dan tidaknya. Dia lari keluar rumah membawa tenda disaat hujan saja boleh kog.. ibu dan ayahnya malah mengawasi dari dalam rumah. Normalnya sih melarang, jangan Da Song! Nanti kamu sakit! Ini enggak.. cuman diliatin dari dalam rumah sambil mereka pacaran.

Di sini kita bisa langsung tau kan kelanjutannya gimana? Iya bener! Berusaha menipu keluarga tersebut dan memasukkan ayah serta ibu mereka sebagai supir dan pembantu di rumah tersebut. Ayah terekrut karena si supir sebelumnya dijebak Ki Jung seolah menyalahkan wewenang dengan menggunakan mobil tuan rumah sebagai tempat mesum,

sedangkan si pembantu yang tidak pernah berubah meski tuan rumah dari keluarga yang pernah tinggal di situ dengan diberi buah yang membuatnya alergi, dibuatkan cerita bibi ini mengidap TBC dan harus keluar dari rumah ini. Berakting seolah mereka tidak saling kenal. Tapi Da Song sempat curiga kenapa bau mereka semuanya sama?.

.

.

Tapi krisis mulai muncul ketika mereka malam-malam sedang menikmati kekayaan tuan rumah dengan makan makan dan minum seperti rumah sendiri. Bibi Moon Gwang si pembantu terusir meminta dibukakan pintu rumah, ia ternyata selama ini sering berkabar dengan Da Song. Ia menuju ke belakang untuk membuka ruang bawah tanah.

Rumah ini didesain di jaman perang, memang sengaja diberi ruang bawah tanah untuk bersembunyi dari penjajah atau musuh si pemilik rumah. Tapi yang paling mengejutkan ternyata di bawah tanah tinggal suaminya Moon Gwang yang bersembunyi dari rentenir. Ia meminta ibunya Ki Woo untuk memberikannya makan tiga hari sekali atau seminggu sekali pada suaminya. Tapi ibunya Ki Woo tidak mau, menyuruhnya pergi dari sini.

Saya pikir Bibi ini mau ngebunuh ibunya Ki Woo, malahan.. wkwkkw, tapi mereka ketahuan setelah ayah dan anak-anak jatuh ke bawah gegara menguping. Moon Gwang langsung merekamnya dan mengancam akan dikirimkan ke Da Song.

Mereka langsung saling serang, keluarga penipu tadi diikat dan diancam. Tapi berbalik keadaan setelah diberi buah yang membuatnya alergi.

Karena hujan, acara berkemah untuk ulang tahunnya Da Song gagal. Keluarga Park pulang ke rumah, minta dibuatkan makanan dan dipanaskan airnya. Dengan cepat-cepat mereka segera menyembunyikan dua orang tadi, membersihkan sisa pesta kecil mereka dan sembunyi.

Dini hari mereka bertiga baru bisa keluar dari rumah tersebut. Namun nahasnya lingkungan rumah mereka terendam air. Mereka mencoba menyelamatkan semuanya. Ayah yang paling ribut, tapi Ki Woo seperti tersadar dimana ia seharusnya berada.. baru beberapa waktu lalu menikmati kekayaan keluarga Park dan menipu mereka, dia justru bengong memegangi batu pemberiannya Min Hyuk.

Ki Jung sendiri seperti masa bodoh dan pasrah, ia justru asyik merokok di atas wc duduk padahal airnya terus naik dan menyembul dari bawah tanah. Mereka bertiga berkahir tidur di gor bersama pengungsi lainnya.

Tapi sudah dipanggil Nyonya Park untuk merayakan ulang tahun Da Song. Semua orang diundang, acaranya penuh dengan orang kaya, mereka harus bersiap-siap memasak dan menyiapkan apa saja.

Keluarga ini nampak seperti tidak bersemangat sejak awal, Ki Woo menemani Da Hye yang tidak suka acara ini tapi ingin berdua’an saja dengan Kevin. Mereka juga masih sedikit mengkhawatirkan bagaimana menindaklanjuti dua orang di ruang bawah tanah. Ayah tidak punya rencana sama sekali.

Jessica nanti akan membawakan kue ultah untuk Da Song, ayahnya Ki Jung akan berlarian seperti indian dengan Tuan Park untuk menyerang Jessica dan Da Song nanti akan menjadi penyelamatnya Jessica.

Tragedi..

Sayangnya ketika Ki Woo hendak melakukan rencananya, sepertinya hendak menghabisi kedua orang di bawah tanah dengan batunya. Tapi justru ia dipukul kepalanya dengan batu sampai darahnya mengucur memenuhi lantai.

Si suaminya bibi Moon Gwang keluar membawa senjata untuk menghabisi keluarga penipu. Jessica sudah keluar membawakan kue, tapi dia langsung diserang di dada kirinya dan ambruk jatuh. Semua tamu undangan menjauhi taman, tidak ada yang menolong sama sekali. Da Song langsung ambruk syok pingsan. Ibunya Ki Jung berlari menyelamatkan, ia bertarung dengan pria aneh tadi.

Ayahnya Ki Jung mencoba menghentikan pendarahan, tapi Ki Jung memelas untuk dilepaskan saja, karena semakin ditekan semakin membuatnya sakit. Ayahnya Ki Jung juga semakin dilema, dimana Tuan Park meminta untuk diantarkan ke Rumah Sakit.

Di sini saya merasa jengkel karena tidak ada yang perduli dengan Ki Jung yang ditusuk, Tuan Park juga terkesan hanya memikirkan Da Song yang cuma pingsan tapi sudah parno mau membawanya ke rumah sakit. Setelah kunci mobil dilemparkan, tapi malah jatuh ke pergulatan ibunya Ki Jung dan si orang aneh. Dengan jijik Tuan Park mengambil kunci mobil.

Saya sedikit mengerti kenapa ayahnya Ki Woo malah menusuk Tuan Park sampai mati disaat itu, pertama ia sejak semalam sudah bingung dengan kaputusan apa yang akan diambilnya setelah kebohongan mereka terbongkar? Disaat ini putrinya sedang sekarat tapi tak seorang pun yang menawarkan bantuan, istrinya terluka parah melawan orang aneh sendirian, Ki Woo juga terluka kepalanya. Semalam disaat mereka bertiga bersembunyi di bawah meja ia mendengar percakapan Tuan Park menyebut bau badannya yang tidak enak, tidak tahan ketika disopiri, setelah mendengar itu tentunya tersinggung. Ini menurutku bukan pembunuhan yang direncanakan, hanya spontanitas karena emosi. Kan Tuan Park langsung ditusuk setelah berhasil dapat kunci, mengernyitkan dahi bau dari orang aneh. Siapa sih yang enggak tersinggung? Apalagi dipikirnya keluarga Park adalah orang baik.

Ayahnya Ki Woo kemudian berlari keluar dari rumah.

Ki Woo dirawat di rumah sakit, dinyatakan mengalami gegar otak. Apapun situasinya ia selalu tersenyum, namun pikirannya masih sadar. Ia dan ibunya sempat disidang, tapi tidak ditahan namun masih diikuti polisi guna mencari keberadaan ayah.

Rupanya ayahnya Ki Woo sering menyala hidupkan lampu untuk membuat kalimat dari morse, Ki Woo kan pramuka hebat dan pastinya bisa membawa kode ayahnya. Entah kenapa si Ki Woo juga menyadari sandi dari ayahnya. Jadi ceritanya setelah membunuh Tuan Park ia berlari keluar, masuk ke garasi dan menyelinap ke ruang bawah tanah. Ia tinggal di sana sementara waktu, bersama bibi pembantu yang sudah meninggal. Keluarga Park tak lama kemudian pindah rumah. Rumah sempat kosong sementara waktu, ayahnya tidak makan. Tapi terjual ke orang asing, ia bisa makan minum lagi, namun harus menyelinap tiap malam karena pembantu di rumah itu cukup sensitif ternyata.

Ki Woo punya rencana lain, ia akan menjadi orang sukses yang kaya sehingga bisa membeli rumah tersebut, sehingga ayahnya tidak perlu hidup di bawah tanah, ibunya merasa nyaman. Sayangnya….. kita pikir pasti mustahil, and gw pikir ini Ki Woo bisa berpikir seperti ini karena dia terlalu putus asa, ada bagian di otaknya yang membuatnya tidak bisa berpikir dengan jernih. Wkwk

Kaget

Saya gak nyangka ternyata pemerannya Ki Woo alias Choi Woo Shik ini juga merupakan sohibnya Park Seo Joon, maka dari itu sutradara memilih Park Seo Joon bukan tanpa sebab. Chemistry udah dapet banget, lagian meskipun Park Seo Joon cuman sebagai cameo tapi perannya cukup penting.. memberikannya batu kebeuruntungan dan mengenalkan mereka ke keluarga Park, seolah memberikan jalan dan kehidupan baru pada sohibnya. Meski tidak tahu akan berakhir tragis seperti ini.

Padahal sudah seneng-seneng dapet penghasilan semua, tidak menganggur. Bisa makan enak, punya rencana memiliki rumah yang normal. Gak banyak tapi cukup untuk mereka.

Di internet juga ada teori kalau pentingnya batu milik Ki Woo ini seperti jaminan, maksudnya seperti hutang… hutang budi ke Min Hyuk sehingga Ki Woo ini mati-matian menjaga batunya dan menggendongnya kemana-mana.

Rumah untuk film parasite bukan rumah yang sudah ada, tapi  memang terkhusus dibangun dari nol guna film ini, bagaimanapun juga rumah ini akan menjadi pilar penting dalam Parasite. Gak usah kaghet.. biasa ajalah..wkwkwk, itu rumahnya Fahri di Ayat-ayat Cinta 2 juga rumah yang khusus dibangun untuk mengkhayati filmnya, tapi saya gak pernah akan menontonnya… sebel lihat Fahri dikelilingi banyak perempuan cantik Hahahahaa! Gak suka akutuh… mending nontonin apa kek..

Ada adegan Ki Woo tidak langsung heboh disaat banjir, malahan mematung memandangi kakinya sendiri yang turun tangga. Seperti menyadari tempatnya berada dimana, ia terlalu bermimpi tinggi.

Tidak ada antagonis atau protagonis di film ini, saya cukup kaget disaat momen bunuh bunuhan di ultahnya Da Song hlo… gile aje..tadi ngakak ngakak ngapa sekarang saya jedag jedug duaar gini?

Kita gak bisa mengkotakkan kalau si keluarganya Ki Woo sebagai protagonis karena menjadi tokoh utama, atau menyebutnya antagonis juga kurang pas. Keluarga Park yang kita pikir baik juga tidak bisa disebut protagonis, mereka juga  bisa sejahat itu atau tidak perduli pada orang lain sampai begitunya. Menurutku ini lebih ke manusiawi.. kita manusia punya emosi dan hasrat tertentu.

Anehnya lagi saya merasa kecewa kenapa filmnya habis begitu saja? Padahal saya tidak terlalu bersemangat ketika menontonnya. Plot-nya tidak tertebak, tipuan banget… yang bikin film ini juga yang membuat Memoir of Murderer, pembunuh yang mengalami dimensia. Aneh… ada film sejenis lagi gak? yang mindblowing gitu.. nipu nipu otak jernih kita untuk mikir yang lebih agak aneh..

[K-Movie] Memoir Of Murderer – Part 6 END

“Jangan khawatir. Aku akan membunuhmu selanjutnya..”

Kata Min Tae Ju mengeratkan jeratannya sembari memandang Eun Hee.

Menurut Min Tae Ju, ada baiknya Eun Hee mati saja ketimbang hidup sebagai anaknya pembunuh. Bisa jadi Eun Hee bisa mati kapan saja didekatnya Kim Byeong Soo. 

“Ayah..AYAH!”

Panggil Eun Hee berkali-kali. Melihat puterinya.. memberikannya kekuatan, ia hendak melepaskan diri. Namun gagal.

“Kau kuat Kim Byeong Soo-ssi.”

Min Tae Ju sedikit kewalahan. Byeong Soo mengeluarkan pistol yang dia ambil dari petugas sebelumnya. Ia arahkan ke Min Tae Ju. Min Tae Ju berusaha menghindari

Tembakan dilepaskan. Terpaksa Min Tae Ju melepaskan jeratannya. Ia menyeringai, lalu menghajar Kim Byeong Soo habis-habisan. Byeong Soo didorongkan ke meja, dilemparkan ke lantai, dipukul disana sini, namun selalu bangkit kembali untuk melawan Min Tae Ju. 

Min Tae Ju mengambil kesempatan untuk menjerat lagi dengan kabel seterika. Namun Byeong Soo berhasil lolos, ia kini memegang sterika. Ujung lancipnya ia kenakan ke kaki Tae Ju, Tae Ju mundur. Byeong Soo terus berusaha membacokkan ujung seterika ke Tae Ju. Setelah kejar-kejaran sengit akhirnya Byeong Soo melemparkan seterikanya asal ke arah Tae Ju namun meleset jauh.

Min Tae Ju kembali memimpin. Ia mencekiknya lagi dengan selendang Eun Hee. Eun Hee sendiri sedang mencoba membuka tali ikatannya sendiri dengan pecahan keramik di dekatnya.

Selama keduanya bergulat, Eun Hee datang membawa sejenis vas bunga keramik dan hendak menghantamkannya ke Tae Ju. Tae Ju menghindar, Eun Hee hendak menjatuhkan Tae Ju dengan menggelayutinya. Nahasnya ia malah dileparkan ke meja hingga jatuh pingsan di lantai.

Byeong Soo dan Tae Ju saling dorong ke dinding dan lemari kaca. Sampai Byeong Soo terkapar di lantai setelah didorong hingga jendela kaca pecah, 

Tae Ju kesal, ini semua salahnya Tuan Kim! Bukankah tadi aku menyuruhmu putar balik saja?!. 

Kemudian ia berjongkok melihat Byeong Soo yang sudah lemah. Bagaimana ini? Karena kau sudah di sini, mari kita lihat bagaimana puterimu mati. Tae Ju mengambil sebotol wiski, mendatangi Eun Hee yang masih pingsan.

Byeong Soo tak bisa membiarkannya. Ia merangkak lemah dan memegangi kaki Tae Ju. Tae Ju geram, ia pukulkan botol tersebut ke kepala Byeong Soo. Kembali mendekati Eun Hee. Namun Byeong Soo tetap keras kepala memegangi kaki Tae Ju. Tae Ju terjatuh 

Masih hendak mendekati Eun Hee. Byeong Soo menahannya. Keduanya sama bangkitnya kemudian terjatuh lagi, Tae Ju masih memegangi pecahan beling. Ia menancapkan pecahan belingnya ke badan Byeong Soo. 

Meski begitu Byeong Soo makin mengeratkan cekikannya pada Tae Ju.

“Kau… akan dapatkan bagianmu.” Kata Tae Ju. 

Byeong Soo menarik paksa pecahan beling dari badannya. Lalu menghujamkannya ke dada kiri Tae Ju dengan brutal. Berkali-kali, hingga darahnya muncrat.

Tae Ju mati. Byeong Soo beranjak meninggalkannya. 

Mendekati Eun Hee.

Eun Hee mundur ketakutan, 

“Apa kau benar-benar pembunuh berantai sebelumnya?”

Byeong Soo mencoba mendekat lagi

“Jangan mendekat!”

Eun Hee bertanya apa ayahnya juga membunuh ibunya?

Eun Hee menangis. 

Byeong Soo membenarkan bahwa ialah pembunuh berantai seperti yang Eun Hee tuduhkan. Ia telah membunuh begitu banyak orang, namun mereka yang ia bunuh adalah orang-orang yang layak mati. Karena ia terlahir sebagai seorang pembunuh

“Kau dan aku berbeda. Tidak apa-apa Eun Hee.”

Berderai air mata ia meyakinkan Eun Hee. Ia bukanlah ayah kandungnya, mereka tidak memiliki hubungan darah sama sekali. Jadi Eun Hee bukanlah anak seorang pembunuh.

Sesaat mendengarnya membuat Eun Hee bingung, ia berhenti menangis namun tatapannya menjadi kosong. 

Byeong Soo terduduk kelelahan.

– M E M O I R OF MURDERER –

   Polisi datang ke lokasi kejadian. Kim Byeong Soo ditangkap. Mayat Min Tae Ju dibawa. 

Selang waktu kemudian. Kim Byeong Soo dirawat. Ia didatangi seorang jaksa, berhubung kali ini ingatan Kim Byeong Soi sedang bagus.. iapun ditanyai. Apa alasan Kim Byeong Soo membunuh Min Tae Ju sebelumnya?

Pandangan Byeong Soo menerawang menatapi langit-langit ruangan. Berusaha mengingat. 

Eun Hee menerima kotak berisi barang-barang milik ayahnya. Salah satunya alat perekamnya.

Eun Hee mendengarkan pernyataan ayahnya. 

Ayahnya adalah seorang pembunuh, ia mengidap demensia. Yang dia cari adalah Min Tae Ju, harus ia bunuh. Demi melindungi Eun Hee putrinya. 

Eun Hee terharu mendengarnya,

   Waktunya potong rambut. Sayangnya Byeong Soo panik melihat gunting, ia hendak kabur. Petugas lain memeganginya.

Ia kembali tenang dan ceria seperti anak kecil melihat Eun Hee. Dia panggil kakak.


Eun Hee mendekatinya dan menarik rambutnya. 

Akhirnya Eun Hee memotongi rambut ayahnya sendiri. Byeong Soo masih menganggap Eun Hee kakaknya.

 Ia bertanya kapan kakaknya akan membawanya pergi dari tempat ini? Ia sudah muak disini. Apa ibu membelikan apa yang kusukai? Sepatu kets putih..

Eun Hee memasangkan sepatu kets putih untuk ayahnya. 

   Tiap kali Eun Hee kemari membuatnya lebih ingin hidup. Sebelum keinginannya semakin tak terbendung lagi ia hendak mengakhirinya sekarang juga. Sebelum ia melupakan dirinya sendiri.

Byeong Soo hendak melakukan percobaan bunuh diri. Dengan menyuntikkan cairan je lehernya sendiri. Namun baru setengah jalan mata kirinya berkedut. 

“Min Tae Ju”

    

Ia berada di rel kereta, mata kirinya berkedut. Ia mengeluarkan liontin, didalamnya terdapat foto Min Tae Ju.

Ia juga melihat sosok Min Tae Ju tak jauh darinya. Menoleh ke belakang, menyeringai angkuh padanya.

Ia memperingatkan dirinya sendiri

“Jangan mempercayai ingatanmu. Min Tae Ju masih hidup.”

.

.

K O M E N T A R:

   Saya sempat sangsi hendak menyaksikan film ini atau tidak. Membaca judulnya saja sudah membikin ngeri “Memoir of Murderer”. Apa ini? Akankah terjadi banyak pembunuhan? Atau apa ada hal yang menjijikkan lainnya? Namun kurasa tak semengerikan itulah.. menarik malahan. Meski banyak darah dan kekerasan, anak kecil gak boleh konsen.. hahaha! Ini saja ada yang saya potong-potong demi kenyamanan pembaca, kalau nonton langsung.. dijamin gak doyan nelen makanan lah.. cocok buat diet hahahaha.

Seol Kyung Gu keren mengeksekusikan sosok pembunuh yang terkena demensia. Sering dia melupakan banyak hal, tapi yang membekas dan tak bisa memudar adalah ingatan bahagianya melihat sepatu kets putih yang lama ia dambakan.

Ia juga sering berhalusinasi kakaknya masih hidup, menjadi seorang biarawan. 

Pembunuh demi kebaikan? Macam Kira-nya Death Note saja.. kkk. Kenapa saya bilang part 1 untuk jangan percaya siapapun disini? Karena membingungkan.. kita sepanjang jalan cerita banyak disuguhkan dengan sudut pandangnya Kim Byeong Soo yang ruwet, njlimet, antara kenyataan dan khayalannya beda tipis. Bisa jadi apa yang kita lihat adalah refleksitas dari apa-apa yang ingin Kim Byeong Soo percayai. Belum tentu fakta sebenarnya. 

    Udahan ngeri-ngerinya ah, Eun Hee cakep bisa menetralisir sedikit. Hahaha.. pemeran Eun Hee ini adalah anggota girlband AOA, Kim Seol Hyun. Paling cantik di grup tersebut menurutku dan warganet lain juga, digadang-gadangkan akan menyaingi Suzy Bae. Nyatanya Suzy masih di puncak klasemen bersanding dengan YooNa. Yaa.. masih dikit-dikitlah projeknya dia dibanding Suzy sama YooNa. 

Kim Nam Gil? Ow.. jangan ditanya, selalu kece! Spesialis aktor mati di ending. Lhoh.. iya, Bad Guy, The Great Queen Of Seondeok, Shark, apalagi? Sebut! Kkkkk kece banget kumisnya, biasanya kan aktor korea.. beberapa khas dengan muka cantiknya, sedangkan Kim Nam Gil ini the real gantengnya laki-laki. Kita tidak pernah bisa menyebut dia cantik, auranya laki-laki banget.. tumbuhkanlah kumismu lagi bang.. saya suka lihatnya 😅.