Image

[K-Movie] Sinopsis Fabricated City – Part 3

“Lupa sesaat, kenapa bisa sampai ketinggalan di sana? Belakangan ini sepertinya aku sering lupa sesuatu. Choo Sang Deok Hoejang ya? Choo Shang Deok Hoejang… Choo Sang… Ahh… Hyosin Grup ya? Ah… itu… Tolong sampaikan besok setelah habis dari TKP dan memastikan semuanya, aku akan segera menghubunginya lewat telepon.”

Min Cheong Sang kembali ke kantornya, bertelfon dengan seseorang, ia terkejut melihat Kwon Yoo di dalam ruangannya.

Kwon Yoo meminta maaf kalau mengagetkan Min Cheong Sang karena ia tidak meminta izin dulu kemari, ia sekarang ini merupakan buronan. Min Cheong Sang membuatkan Kwon Yoo minuman sambil menghubungi 112.

“Sebelumnya kau pernah mengunjungiku di penjara bersama dengan ibuku. Katanya ada alibi orang yang bisa membuktikan aku tidak berada di TKP saat kejadian.”

“Alibi?”

“Iya. Mau tanya jika kau sudah bertemu dengan orang tersebut?”

“Jangan-jangan kau melarikan diri dari penjara karena ingin bertemu dengan orang itu?”

“Aku tidak tahu siapa orang tersebut. Tapi aku memiliki perasaan jika aku harus bertemu dengan orang ini. Ibuku yang sedang mempersiapkan banding mendadak bunuh diri, sepertinya terlalu aneh. Aku harus bertemu dengan orang itu.”

“Itu ternyata adalah laporan palsu. Tidak lebih dari candaan anak-anak.”

Menurut Min Cheong Sang ibunya merasa terpukul sehingga melakukan bunuh diri. Min Cheong Sang mengambilkan kalung peninggalan ibunya Kwon Yoo. Disaat itulah terdengar suara sirine polisi. Min Cheong Sang menyarankannya menyerahkan diri saja.

Saat polisi datang Kwon Yoo sudah menghilang kabur melalui jendela.

    Kwon Yoo mendatangi kafe internet. Ia melihat beritanya, kemudian login ke e-mailnya. Kamera kafe internet mengawasinya, si pemilik juga sudah curiga dan hendak melaporkannya. Kwon Yoo melihat dokumentar buatan Teolbo Hyungnim tentang kasusnya Kwon Yoo yang terasa janggal.

Dikarenakan kasus pembunuhan siswi SMA di motel yang menghebohkan itu, pecandu game, Kwon Yoo.. Tapi dalam proses penyidikan kasus ini ada banyak poin-poin yang terasa janggal dan mencurigakan. Bukti rekaman CCTV motel saat itu yang diserahkan oleh pihak jaksa yang dirasakan janggal adalah rekaman di mana hanya  ada pelakunya, Kwon Yoo. Rekaman sebelum dan sesudah kejadian semuanya sudah dihapus. Pernyataan pihak jaksa bahwa ini hanyalah sebuah kegagalan mekanisme yang sangat sederhana.

Rekaman dari kotak hitam sebuah mobil secara kebetulan merekam Kwon Yoo. Saat itu pihak jaksa sama sekali belum mengetahui masalah ini. Dikarenakan rasa keadilan, pemilik mobil berharap bisa membantu melacak penjahat, dan melaporkan keberadaan rekaman ini kepada stasiun TV. Tapi.. Entah dikarenakan alasan apa rekaman kotak hitam tersebut pada akhirnya tidak pernah disiarkan dan menghilang terkubur selamanya di dalam stasiun televisi. Seorang hacker amatir dalam proses meretas stasiun televisi tersebut, tanpa diduga, rekaman ini kembali mencuat ke permukaan. Rekaman video ini berbeda dengan yang ada di tangan pihak jaksa.

Kwon Yoo setelah memasuki motel tersebut terlihat keluar lagi. Tepatnya, proses tersebut berlangsung hanya dalam waktu 3 menit 16 detik. Dalam jangka waktu sesingkat ini, memerkosa 2 kali dan menikam korban sebanyak 31 kali, kemudian memindahkan mayat korban ke kamar mandi dan menghancurkan bukti dengan sempurna. Mungkinkah itu?

Tim produksi demi mengetahui keberadaan korban Ha Ji Soo sebelum dibunuh, secara berkesinambungan menyelidiki postingan postingan yang ada di Facebook-nya. Berhasil mengetahui dua hari sebelum tragedi tersebut, korban pernah mengunjungi sebuah klub malam di kawasan Hongdae. Ingin mencari korban melalui rekaman CCTV yang ada di klub malam bukanlah hal yang sulit.

Pada pukul tiga dini hari ia terlihat meninggalkan klub tersebut dengan seorang pria. Selang satu setengah hari kemudian menjadi korban kekerasan dan pembunuhan di sebuah motel. Pria yang meninggalkan lokasi tersebut bersama dengannya itu, sama sekali belum pernah ditetapkan sebagai subjek penyidikan. Tapi… Kwon Yoo yang pengangguran…

“Daejang, cepat keluar! Keberadaanmu sudah diketahui. Cepat!” Seru Teelbo Hyungnim memperingatkan. Kwon Yoo langsung merusak telepon kabel milik penjaga kafe internet dan pergi.

Teolbo Hyungnim mengajak Daejang ketemuan di kedai teh Nanyak di Bukchang-dong. Kwon Yoo sambil menyembunyikan wajahnya, ia bertatapan dengan seorang pria dan mengira ia adalah Taeolbo Hyungnim. Kemudian penjaga kedai mendapat panggilan yang minta disambungkan ke Daejang-nim. Kwon Yoo mengangkat panggilannya. Kwon Yoo menjawabnya dan mengatakan ia sudah berada di tempat janjian. Kwon Yoo kembali duduk ke tempatnya menunggu tadi, sambil memegangi kepalanya karena pusing dan frustasi.

Ia terkejut tiba-tiba ada seorang gadis duduk di depannya dengan pakaian serba hitam. Dia adalah Teolbo Hyungnim.. bernama asli Yeo Wool ( Shim Eun Kyung ). Seorang hacker antisosial. Kwon Yoo kebingungan, bertanya apa maunya gadis ini, apa dia ini orang suruhannya Teolbo Hyungnim?. Yeo Wool mendorongkan ponsel kedekatnya.

Kwon Yoo segera menanyakan pada Teolbo Hyungnim tentang gadis ini. Yeo Woo balas menjawab ialah Teolbo Hyungnim.

Kwon Yoo masih ragu, lalu bagaimana suaranya Teolbo Hyungnim yang ia kenal selama ini?. Yeo Wool bilang itu adalah mesin pengubah suara, ia pakai untuk mengubah suaranya. Karena suara aslinya Yeo Wool terdengar sangat pelan untuk pendengaran orang normal.

Mereka menuju kediamannya Yeo Wool. Masih dengan ponsel mereka berkomunikasi, Yeo Wool menyuruhnya duduk saja.. di sini aman. Terdengar suara bel aneh yang mengakibatkan Kwon Yoo terkejut, ternyata ada orang yang mengantarkan sekarung beras. Dengan bantuan pengubah suara Yeo Wool menyuruh pengirimnya meletakkan beras di depan pintu.

Yeo Wool mengambil berasnya, ia kepayahan dan menjatuhkannya. Kwon Yoo membantunya. Ia heran mengapa berasnya sebanyak ini padahal Teolbo Hyungnim tinggal sendirian. Berasnya ditaruh di mana?. Yeo Wool menunjuk wadah berasnya,

Setelah membersihkan diri Kwon Yoo dihidangkan banyak makanan. Kwon Yoo makan dengan sangat lahap, ia bahkan terharu sesenggukan karena teringatkan sesuatu, barangkali salah satu masakan Yeo Wool mengingatkannya pada ibunya. Yeo Wool menyadarinya namun tidak mengomentarinya dan mengambilkan lebih banyak lauk tersebut lebih banyak lagi ke meja. Kwon Yoo makan lebih banyak lagi,

Yeo Wool berbicara pada Kwon Yoo dengan ponsel lagi. Ia mengatakan sebentar lagi mereka semua akan tiba, sebagai seorang Daejang tidak baik terlihat lemah begini dihadapan para anggota timnya. Belnya berbunyi, semua anggota gamernya kecuali dua orang datang. Mereka terlihat santai

Kwon Yoo sendiri waspada dengan mereka. Ketiganya mengobrol ringan, Yeo Wool menghidangkan nasi pada pada ketiganya. Mereka sebenarnya baru kemarin bertemu langsung dengan Teolbo Hyungnim karena ingin membantu permasalahannya Daejang. Daejang dan Teolbo Hyungnim sama-sama orang yang tidak pernah kumpul-kumpul bersama anggota lainnya.

Yong Dosa menduga kalau Teolbo Hyungnim ini memiliki fobia sosial, padahal dia ini orangnya bisa meretas komputer orang lain dengan mudahnya. Dokumenter Daejang juga membuat yang menontonnya terharu. Kwon Yoo baru memahami.

Kemudian mereka diperkenalkan satu persatu. Yang mengenakan topi adalah orang yang ber-nickname Yong Dosa, saat bermain ia sering menjadi penjinak bom. Ia kehilangan pekerjaannya karena kesulitannya Yongsa dan menjalani hidupnya sebagai setengah pengangguran. Adalah manusia tanaman AS Yongsan.

Dan yang mengenakan kaos merah adalah Demolition, ia bekerja di tim spesial efek untuk film. Pada saat nonton film ‘kan sering kelihatan yang aneh-aneh. Itulah pekerjaannya. Tapi Yong Dosa menyebut Demolition ini masih amatiran dalam urusan spesial efek.

Pria setengah tua adalah Yeobae Ui Mi. Dosen arsitektur dari universitas lokal, tapi tidak bisa dikonfirmasi. Mereka tidak akan membiarkan Daejang dikambing hitamkan, Kwon Yoo menerima itikad baik mereka namun ia ingin menyelesaikan masalah ini sendiri. Ketiganya tidak bisa membiarkan itu, sayangnya Eun Pye dan Eompye tidak hadir.. keduanya adalah pasangan pendamping muda-mudi kesepian.

Mereka bekerja di Taepyeongyang live internet dewasa. Industri tayangan dewasa.

_ FABRICATED CITY _

Detektif menanyakan pada Min Cheong Sang apakah Kwon Yoo mengatakan hendak pergi ke mana?. Min Cheong Sang mengatakan tidak, ia lalu mendapatkan panggilan dan Detektif membiarkannya pergi. Kalau ada sesuatu info tentang Kwon Yoo ia harap detektif dihubungi. Min Cheong Sang meminta berkas perkaranya Kwon Yoo, ia ingin membacanya sebentar. Namun detektif menolaknya, buat apa susah susah dengan kasus yang sudah jelas akhirnya?.

“Ya, Samujang-nim?” [Samujang – purser]

“Kasus Choi Hoejang-nim Hyosin Grup yang meminta  bantuan kita kemarin itu… tadi pagi saya sudah mampir ke TKP-nya. Dan juga dokumen pengakuan Kwon Yoo di penjara yang Anda singgung itu sudah saya kirimkan kepada Anda lewat e-mail.”

 Di dalam mobil Min Cheong Sang mengamati berkasnya dari tablet, Ma Deok Soo kejahatannya adalah menyelundupkan narkoba di dalam durian. Bersekongkol dalam pembunuhan, perdangan manusia.. Bekerja sama dengan mafia menyelundupkan ratusan senjata.

”Kwon Yoo… Ma Deok Soo?”

Min Cheong Sang heran Kwon Yoo dapat nyali dari mana sampai berani cari gara-gara dengan orang seperti ini.

“Hei kampret, kau tidak lihat mobil-mobil di belakang sudah berjejeran begitu panjang?” Seorang pengemudi mengumpatinya karena laju mobilnya lambat. Min Cheong Sang disalib dengan ganas, Min Cheong Sang menuliskan plat nomor mobilnya ke tablet sebagai biang gara-gara.

Di rumah Yeo Wool, Yeo Wool menjelaskan keanehan kasusnya Kwon Yoo.

“Persamaan?” Tanya seseorang.

“Dari semua kasus anyar yang terjadi pada tahun ini, aku mengumpulkan kasus-kasus yang serupa untuk dianalisa.” Jelas Teolbo Hyungnim.

Yang lainnya mendengarkan dari meja makan. Yong Dosa protes “Tapi, masa ngomongnya harus lewat hape? Teolbo Hyeongnim, mengadakan rapat dengan cara seperti ini apa cuma aku yang merasa aneh?”

Demolition  bertanya apa persamaan yang Teolbo Hyungnim temukan? Yeo Wool menjelaskan.. Pada umumnya pelaku kejahatan pasti akan berusaha sebisa mungkin menyembunyikan bukti-bukti. Tapi titik utama dari semua kasus ini adalah semua bukti-bukti penting terpampang di luar seolah-olah ingin ditunjukkan pada orang-orang. dalam kurun waktu kurang dari 24 jam tersangka langsung ditahan. Status tersangka akan diekspos sebelum sidang.

“Jadi berdasarkan data ini berarti selain ada persamaan juga ada yang kurang?” Pikir Yong Dosa.

“Berdasarkan data ini aku sudah bisa sepenuhnya merasakan adanya persamaan.” Demolition  juga punya pemikiran yang sama.

Teolbo Hyungnim menyingkirkan peralatan makan dari atas meja dan membukanya, tertampilah layar di meja tersebut. Yong Dosa sampai melihat kebawah meja, benar saja ada banyak kabel di bawahnya. Yeo Wool menyuruh keempatnya memperhatikan layar, Yeo Wool sudah mencari tahu semua CCTV yang berada dalam radius 1 km dari TKP.. ia menemukan video CCTVnya digabung dan dibuat seolah truk mobil berada di dana selama satu jam.

Yeobaekui Mi juga penasaran apakah beberapa kasus serupa menggunakan modus operandi yang mirip begini?. Yeo Wool mencaritahu tentang mobil-mobil serupa, ada yang mencurigakan.. alamatanya adalah sebuah tempat mobil rongsokan di Incheon.

Daejang dan Demolition  mendatangi tempat rongsokan mobil.

“Yeo Baek Hyeong dan Yong Dosa merasa iri padaku saat aku mau keluar. Karena aku bisa mengikuti Daejang. Dalam dunia permainan, Daejang itu ibarat dewa, dewa.” Kata Demolition .

Mereka menemukan tulisan DELUZIO FURNITURE tertulis di truk yang mereka temukan. Daejang bilang ia akan mengejar mereka yang memakai jas dengan mobilnya dan meminta Demolition  tetap di sini mengawasi.

Kedua pria berjas sampai di sebuah rumah, mereka mengangkat wadah cello. Kwon Yoo melihat ke dalam rumah, terlihat banyak darah di sofanya dan berantakan. Para petugas membersihkan semua bukti yang ada dan membuatnya seolah tidak pernah terjadi pembunuhan di sana. Kwon Yoo juga merekamnya, Demolition  menghubungi Daejang.. ia mengatakan mobil pergi, mereka mengganti mobil yang semula bertuliskan truk mebel menjadi truk pendingin. Di dalamnya terdapat wadah cello. Demolition  bertanya apakah harus ia kejar? Tapi ia tidak ada mobil?

Demolition  akhirnya menumpang kakek-kakek. Harabeoji tersebut bertanya padanya kenapa mengejar mobil tersebut? Apa dia ini polisi?

“Harabeoji! Tancap gas!”

“Aku ini jebolan angkatan laut!”

Mobil putih tadi memasuki gedung tinggi. Akan sulit bagi mereka memasuki gedung tersebut tanpa izin.

Demolition  memotong suatu kabel, Yeo Wool menyuruh Yeo Bae dan Yong Dosa masuk ke dalam setelahnya.

Yeo Bae melakukan aksinya “Jam segitu harusnya semua orang sudah pulang. Sudah pasti bilangnya besok pagi saja

baru diperbaiki. Tidak seperti kami yang memiliki perasaan tanggung-jawab, jadi langsung saja menuju ke sini. Zaman sekarang orang-orang itu kurang gigih, gigih. Chingu yang satu ini adalah teknisi profesional. Dia adalah legenda dunia AS.”

“Biar saya cek dulu sebentar ya.” Yong Dosa menuju ke belakang. Ketika si gundul hendak mengikutinya.. Yeo Bae menahannya.

“Oh ya, kau ada dengar berita ini? Beberapa waktu yang lalu Direktur Manejemen apartemen yang di depan kena pecat.”

“Dipecat?”

“Iya. Walaupun menurut pengakuannya dia itu bekerja dengan benar, tapi terlalu ketus terhadap pelanggan. Bukan hanya ketus, masalahnya dia itu orangnya sangat tidak tahu malu, ya ‘kan? Bagaimana menurutmu? Tidak apa-apa?”

“Anda lagi bicara apa?” Si gundul merasa aneh tapi sedari tadi mendengarkan. Yeo Bae masih berbicara ngalor ngidul, si gundul bukannya tidak tertarik pada ceritaya.. ia hanya ingin tahu jadi intinya apa? Yeo Bae bilang ceritanya tidak ada intinya sama sekali (HHHHHHHHHHHHHHHHHHH), ia bahkan mulai membicarakan rambutnya mulai mengalami kebotakan saat 28 tahun.

Yeo Wool menghubungi Yong Dosa,

“Yong Dosa, begitu server masternya ketemu segera sambungkan aku.”

Yong Dosa mencari server masternya. Karena Yong Dosa lama sekali, si gundul mulai curiga.. namun Yeo Bae kembali mengeles, karena ini agak pelik maka membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tak berapa lama kemudian Yong Dosa kembali. Yeo Wool berterima kasih pada Yong Dosa dan Yeo Bae.

TBC Part 4 sampai end. Ciao~ ❤

 

Image

[K-Movie] Sinopsis Fabricated City – Part 2

Para sipir datang melerai keributan di lapangan. Ma Deok Seo diperingatkan, namun Ma Deok Seo beralasan ialah yang menjadi korban karena Kwon Yoo mulai duluan. Lantas si sipir memukulkan tongkatnya ke Kwon Yoo sampai tumbang dan menyuruh sipir lainnya menyeretnya kembali.

“Kwon Yoo… Hukuman kurungan sel isolasi 80 hari.” Kata si sipir, Kwon Yoo dimasukkan ke dalam ruangan sempit dan gelap.

Kwon Yoo didatangani dua orang pria yang mengaku bukan berada di kubu Ma Deok Seo, mereka dengar Kwon Yoo dapat masalah karena cari gara-gara dengan Ma Deok Seo. Karena Kwon Yoo merupakan terpidana seumur hidup.. jadi tak seharusnya ia mencari masalah dengan Ma Deok Seo.

Mereka juga mengingatkan Kwon Yoo jangan mencari masalah dengan terpidana yag sedang menyiram tanaman itu, ia pembunuh dan memakan korban-korbannya. Cukup waspada pada keduanya. Keduanya meminta penjelasan seperti apa korban perkosaannya Kwon Yeo? Anak SMP/SMA? Kasih tahu dong!. Mereka ingin berkoalisi.

Kwon Yoo langsung risih meninggalkan mereka. Dari pembicaraan tidak penting itu kita menjadi tahu sepertinya keduanya dipenjara karena kajahatan semacam itu.

Di dalam saat Kwon Yoo sehabis melakukan sesuatu ia diseret menemui Ma Deok Seo. Ma Deok Seo jadi kesal pada Kwon Yoo karena tidak melakukan instropeksi diri, juga bicara banmal padanya..

Dua pria yang mendekati Kwon Yoo tadi juga dibawa, Ma Deok Seo menyuruh Kwon Yoo melakukan ulang apa yang Kwon Yoo lakukan pada korbannya. Kwon Yoo menolak dan menyumpahinya, Ma Deok Seo dengan santai menyuruh dua pria bejat tadi yang melakukannya pada Kwon Yoo maka mereka akan dilepaskan.

Ibunya Kwon Yoo masih berupaya mencari keadilan. Di tengan hujan deras ia membawa plakat bertuliskan “Putraku bukan pembunuh!”.

Kwon Yoo syok berat dan ia banyak mengeluarkan darah. Ia menggigit para sipir, salah seorang petugas menyuntikkan pelumpuh padanya.

Kwon yoo menemui ibunya didampingi Min Cheong Sang, ia tak berani menatapnya.

“Kau pasti sangat menderita. Eomma… melakukan demo tunggal di depan pintu gerbang pengadilan. Juga melakukan interview dengan buletin mingguan. Untungnya ada orang yang menghubungiku dan berkata bahwa di tangannya ada data yang bisa membuktikan jika kau tidak berada di TKP pada saat kejadian. Minggu depan aku akan mengadakan pertemuan dengan orang itu dan bersiap-siap naik banding.” Ibunya melihat tangan Kwon Yoo yang dibebat.

“Kwon Yoo… Aku… tidak sudi menjadi ibu bagi seorang pelaku pemerkosaan. Jika kau juga tidak sudi dilabel sebagai

seorang pelaku pemerkosaan, kau harus bisa bertahan. Eomma… Pasti akan mencari cara untuk mengeluarkanmu dari tempat ini.”

Kwon Yoo tersisih dari siapapun yang berada di sana. Ia terkadang makan tanpa duduk dan ia melewati hari-harinya ia lewati dengan tegar meski banyak disiksa Ma Deok Seo dan kroninya. Ia bertahan demi ibunya.

Si pembunuh yang memakani korbannya duduk makan bersamanya, nampak bersimpati pada Kwon Yoo. Ia memberikan daun selada yang seringkali ia sirami selama ini. Kwon Yoo menatapnya bingung sembari mengambil daunnya, ia salah paham dan membuntalkan nasi ke daun tersebut. ( kebiasaan orang korea, makan harus ada selada XD )

“Sobek-sobek daun itu dan usapkan pada lukamu.” Jelas si pak tua. Kwon Yoo dengan malu membersihkan dedaunannya.

“Sepertinya kau dulu sering olah-raga. Sekalipun dihajar hingga babak belur seperti itu, kau harus ingat untuk menghindari hal yang membahayakan. Aku akan senantiasa mengawasimu. Kau bukanlah orang yang bisa membunuh orang.”

Kwon Yoo mulai tidak bisa membunuh orang, ia mulai sekarang juga mulai melatih fisiknya kembali. Menurut si pembunuh “Ma Deok Soo harusnya juga tahu jika kau bukanlah seorang pelaku pembunuhan dan pemerkosaan. Masalahnya ada pada dirimu yang telah melukai harga diri bangsat itu.”

Seperti saat Kwon Yoo selesai makan, ia menatap Ma Deok Seo tanpa takut. Ma Deok Seo merasa tidak dihargai dan diremehkan.

Di ruangan mesin Kwon yoo dikejar-kejar napi lain. Kwon Yoo menyiapkan alatnya menembak, semacam panahan buatan yang terbuat dari alakadarnya dan busurnya sepertinya dari isi pulpen. Kwon Yoo menembakkannya ke orang-orang yang mengejarnya.

Ma Deok Seo dari arah sebaliknya sudah membawa kunci/kapak, Kwon Yoo berlari padanya dan menembakkannya tepat di lengannya.

Kwon Yoo menang. Ma Deok Seo terjatuh, beberapa napi tertawa-tawa karena Ma Deok Seo kini terkena getahnya. Kapala lapas mengatakan Kwon Yoo dapat kunjungan.

_FABRICATED CITY_

Kwon Yoo salah mengira ibunya yang akan datang, ia bertanya ke Min Cheong Sang kenapa datang tanpa ibunya.

“Ibuku di mana?”

Petugas membawakan sertifikat kematian yang harus Kwon Yoo tanda tangani. Kwon Yoo kebingungan.

“Walaupun selama ini beliau sangat menderita, tapi tidak kuduga beliau akan mengambil pilihan yang sangat ekstrim seperti ini.”

“Yang kau katakan sekarang ini apa maksudnya? Anu, ada apa dengan ibuku? Hari itu dia malah bilang akan menyelamatkanku dari tempat ini. Dia masih menyuruhku untuk bertahan. Kenapa mendadak ibuku… Kenapa?”

“Untuk melakukan pemakaman, kami membutuhkan tanda-tanganmu. Kecuali kau, beliau tidak memiliki anggota keluarga yang lain. Pemerintah wilayah kabupaten bilang mereka akan membantu dengan urusan pemakaman.”

Kwon Yoo juga tidak bisa menghadiri pemakaman ibunya karena Min Cheong Sang meski sudah menawarkan surat jaminan agar Kwon Yoo bisa menghadiri pemakaman.. pihak penjara menolak mengizinkan Kwon Yoo keluar apapun yang terjadi.

Kwon Yoo frustasi, disaat ia mulai merasakan adanya harapan justru ibunya yang selama ini menjadi pegangannya malah meninggal.

Malam harinya Kwon Yoo bermimpi bertemu dengan ibunya. Ibunya memeluknya, Kwon Yoo menangis sesenggukan sambil memanggili ibunya.

      Di lapangan, beberapa orangnya Ma Deok Seo mencari masalah dengan para petugas. Sirine dihidupkan dan tembakan dilepaskan. Ma Deok Seo menggunakan kesempatan ini untuk melukai Kwon Yoo, sayangnya Kwon Yoo telah membawa senjatanya sendiri sejak tadi. Ia langsung menggores wajah Ma Deok Seo.

Petugas melihatnya dan hendak menyuruhnya meletakkan senjatanya. Kwon Yoo justru menusukkan pisau tersebut ke perutnya sendiri. Setelahnya ia dan Ma Deok Seo dilarikan ke rumah sakit.

Kwon Yoo sengaja melukai dirinya sendiri agar bisa keluar dari penjara. Si pak tua pembunuh sebelum ini pernah menasehatinya. Antara otot arteri dan organ, jika Kwon yoo silap dan melukai salah satunya.. Kwon Yoo akan mati, jadi jangan menusuk terlalu dalam. Usahakan tusukannya agak ke samping.

“Setelah keluar dari sini rencanamu apa?”

Aku harus membersihkan semua ketidakberuntungan ini. Aku pernah berjanji pada ibuku. Tidak akan menjadi seorang anak yang merupakan pembunuh dan pemerkosa.”

Kwon Yoo di dalam kendaraan memukuli petugas yang menjaganya dan mengambil suntikan pelumpuhnya.

Ia mengancam sipir dengan suntikan tersebut supaya mendapatkan kunci borgolnya. Mobil terbalik, Kwon Yoo berhasil keluar tergopoh-gopoh melepaskan borgolnya.

Sipir menodongkan senjata apinya pada Kwon Yoo. Namun ia tak jadi menembak.

Dimulailah pengejaran Kwon Yoo. Kwon Yoo mencuri pakaian di daerah sekitar. Media memberitakan kaburnya Kwon Yoo dan menyimpulkan Kwon Yoo tidak mungkin bisa melarikan diri terlalu jauh karena ia sedang terluka parah.

Polisi mencari Kwon Yoo ke berbagai penjuru. Kwon Yoo melihat dua orang yang kesulitan karena mobil mereka mogok. Kwon Yoo akhirnya membantu mereka dan dapat tumpangan. Mereka ini turis yang hendak melancong ke Tiongkok setelah jalan-jalan di Korea, mereka sangat terbantu dengan ketrampilannya Kwon Yoo.. kalau tidak ada Kwon Yoo pasti rencana liburan mereka akan kacau.

Di jalan dilakukan pemeriksaan pada semua pengendara yang hendak keluar dari daerah ini. Kwon Yoo menunduk menyembunyikan wajahnya ketika petugas menyapa si turis. Si turis tidak bisa berbahasa korea dan membuat petugas dengan entengnya melepaskannya jalan tanpa mengecek ke belakang karena kesulitan berbicara dengan mereka. Para turis mencoba menjelaskan jika mereka sedang terburu-buru ke bandara.

Keduanya melepaskan  mobil mereka pada Kwon Yoo. Mobil ini dibeli seharga 200 ribu won saat pertama kali keduanya tiba di Korea. dan sekarang Kwon Yoo bisa menghancurkannya untuk mendapatkan 400 ribu, ini hanya mobil bobrok.

Keduanya kegirangan pergi. Kwon Yoo menggunakan mobilnya. Media mulai banyak berspekulasi bahwa kaburnya Kwon Yoo tengah membuat masyarakat khawatir kejahatannya akan terulang kembali.

KOMEN-KOMEN:

      Atlet biasanya punya sifat yang rendah hati dan pengendalian diri yang baik, meski punya kemampuan buat melumpuhkan orang atau mukul orang sampai keok mereka gak suka pamer-pamer. Tapi kalau dalam situasi yang mengharuskan ia menyerang dan bertahan ia akan reflek mengeluarkan kemampuannya. Kwon Yoo merupakan representasi atlet yang punya nurani dan harga dirinya tinggi.

Fabricated City, setelah tahu apa yang terjadi pada Kwon Yoo nanti.. di part selanjutnya, readers pasti akan ngerti kenapa judulnya bisa Fabricated City.. sesuatu yang dibuat-buat. Iya.. Kwon Yoo memang difitnah, dan yang menfitnahnya bukan orang biasa dengan cara yang tidak biasa.. kalian pasti akan tergelak mengetahuinya. “Lho, kog bisa gini? WUOW! Ketipu.” HHHH.

     Biasanya saya nonton sambil nulis, namun untuk kelas berat semacam ini saya nonton duluan, ampun DJ! DJ Masmelow *kkkk. FABRICATED CITY DAEBAK!, penasaran, hhhhhh… bagus banget! Bagaimana pun juga tastenya film dengan drama pasti beda.

    Ji Chang Wook saya sebut Tom Cruise nya Korea boleh gak sih? Ganteng atletis dan sering banget ambil projek yang melibatkan fisik serta mengakibatkan banyak cidera. Saya mulai suka dia gara-gara Healer sih.. tak terlupakan sama sekali dramanya yang satu itu XD.. *prokk *prokk!. Sekarang Ji Chang Wook lagi wamil, semangat Oppa! 2 tahun sebentar kog.. kita mah para fans bisa sabar nunggu JiChangWook Come back~ 2 tahun doang kecil atuh.. *sambil kibas2sin sapu tangan*, karena Oppa dan Ajussi yang lain ada banyak soalnya, ngapain setia sama satu seleb? Nyakitin diri sendiri itu namanya *wkwkwk. ^-^V #Fans_musiman

Lanjut part 3 sampai end, sinopsis film lainnya ada di laman/menu Movie. Sudah baca One Day-nya Kim Nam Gil? Life Risking Romance-nya Ha Ji Won? So, I Married an Anti-fan nya Park Chanyeol EXO? Dirangkum di  laman/menu Movie. Bila ada sesuatu yang meresahkan hati dan membingungkan soal sinopsis/apapun mengenai chariszha.com? Jangan malu-malu.. komentar saja.. Enjoy yourself.. ^^, santai saja karena saya gak gigit.. Karissa memang rada kurang waras kog.. moody-an Authornya *kkk jadi biasa aja kalau tiba-tiba saya mandeg nulis atau kebanyakan posting XD, “Wanita: 99%  emosi + 1% akal” XD Tenang, ketika ini diposting saya sudah cengar-cengir lihat video kucing guling-guling XD, tapi tetep males ngelanjutin CM/SM. Dan apakah jadi nelfon pembunuh bayaran? Gak ah.. nanti siapa yang saya ajakin berantem seseru itu kalau orangnya isdet? HHHH