Sinopsis Koe Koi (Voice Love) Episode 12 – End

Episode 12 END: The Heart’s Destination.

    Matsubara kembali ke kelas, ia mengulas ulang ingatan pertemuannya dengan Yoshioka Yuiko. Saat itu ia dan Reina terpilih menjadi Ketua kelas dan Wakilnya. Matsubara memandang kursi kosong yang terlihat kesepian milik Yoshioka.

Matsubara menghubunginya di rumah, entah mengapa suara Yoshioka membuat jantungnya berdebar-debar. Ia tahu Yoshioka pasti akan terkejut bertemu dengan Matsubara di hari pertamanya masuk.

 Selama ini Yoshioka juga tidak pernah menanyakan alasan kenapa Matsubara mengenakan kantung kertas. Yoshioka menyatakan cintanya dan ingin mengenal Matsubara lebih jauh lagi. Menurut Matsubara dia adalah gadis yang berbeda dengan yang lain.

     Matsubara bersiap pulang, Yuichi sudah menunggunya sejak tadi. Ia penasaran kenapa Yoshioka pulang duluan dengan muka memerah. Matsubara di jalan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di atap.

Ia berniat memberikan jawaban yang baik pada Yoshioka nanti. Yuichi tidak mengerti apa maksudnya memberikan jawaban yang baik. Matsubara bilang dia akan menjawab perasaannya Yoshioka tanpa kantong kertasnya. Ia rasa akan sia-sia kalau ia tidak menunjukkan perasaannya yang sebenarnya tanpa melepas kantong kertasnya. Yuichi sampai syok dibuatnya sahabatnya ini sudah berubah.

    Tapi bukankah Yoshioka tidak mempedulikan apakah Matsubara mengenakan kantong atau tidak?. Matsubara merasa mungkin begitu, tapi dia sudah yakin untuk melepaskan kantong kertasnya.

    Pagi harinya, Matsubara bersiap diri. Mengenakan kantong kertasnya, bergulat dengan perasaannya sendiri. Yuiko sebelum masuk ke gedung dia celingak-celinguk menunggu seseorang. Aki menggoda Yuiko, pasti nanti Matsubara akan balas mengungkapkan perasaannya.

Tak lama kemudian Matsubara datang, menyapa Yuiko. Baik Aki maupun Yuichi mengerti situasinya.

   Di kelas, Aki dan Yuichi sepakat menolong sahabat mereka. Ketika guru mengabsen tidak diketahui di mana Matsubara dan Yuiko. Aki dan Yuichi berbohong Yoshioka nampaknya demam dan Matsubara mengantarkannya ke UKS.

     Matsubara dan Yuiko banyak diamnya, mereka masih malu-malu. Tentang pengakuan perasaannya Yoshioka saat itu Matsubara senang mendengarnya. Yuiko kikuk sendiri, dikiranya Matsubara tidak dengar pernyataan cintanya. Sekarang gilirannya Matsubara, kemarin ia telah memberitahu Yoshioka tentang alasannya mengenakan kantong kertas. Ia tidak bisa mengungkapkan alasannya tersebut ke sembarangan orang, ia butuh seseorang yang mau mendengarkannya. Itu karena Yoshioka sangat ingin tahu Matsubara yang sebenarnya.

Matsubara merasa dirinya pengecut jika ia tidak memperlihatkan dirinya yang sebenarnya pada Yuiko. Matsubara berpikir dirinya tidak pantas bersama Yoshioka, ia hanya ingin Yoshioka tahu ini.

Untuk Yoshioka yang selalu mendengarkan suaranya dengan penuh perhatian, dan itu membuat Matsubara bahagia.

    Gagu Matsubara hendak menyatakan perasaannya. Ia berbalik badan dan memegangi kantong kertasnya. Yoshioka menunggu, ia merasa cemas melihat Matsubara yang sulit melepaskan kantong kertasnya. Yuiko menahan tangan Matsubara,

“Rasa cintaku padamu, tidak akan terpengaruh oleh kantung kertas.” Kata Yuiko. Yuiko meminta Matsubara meyakinkan dirinya sendiri sekali lagi apakah memang benar sudah siap. Yuiko bisa menunggu kapanpun jika Matsubara sudah siap.

“Yoshioka-san..”

Manurut Yoshioka pasti ada hari dimana Matsubara siap membukanya, selama ia bisa bersama Matsubara Yuiko merasa senang.

“Terimakasih” kata Matsubara.

Yuiko meminta Matsubara berjanji. Mereka lalu janji kelingking.

   Sejak saat itu hari-hari mereka selalu bersama sejak berangkat ke sekolah, jam makan siang, dan pelajaran di kelas. Pulang sekolah pun masih berdua.

Matsubara memuji Yuiko yang makin mahir bermain basketnya. Yuiko senang mendengarnya. Di belakang keduanya ada Aki dan Yuichi jalan bersama. Aki tanya haruskah ia memotong rambutnya?. Yuichi tanya kenapa memangnya?. Aki hanya saja merasa ia harus segera move on karena melihat semua temannya nampak bahagia. Aki pikir harus merasakan cinta yang baru.

   Yuichi bilang lebih suka rambut panjang. Lalu pergi meninggalkan Aki. (kkkkk kode)

    Matsubara dan Yuiko berpisah jalan, mereka saling melambaikan tangan. Matsubara tidak segera pergi, ia memandangi kepergian Yuiko. Bertanya-tanya apakah kebahagiaan ini akan tetap sama jika ia melepaskan kantong kertasnya?. Apakah Yoshioka masih merasakan hal yang sama jika kantongnya dilepas?

     Apakah orang-orang siap menerima Matsubara tanpa kantong kertasnya?.

~Koe Koi~

    Jam makan siang, Yuiko menunggu Matsubara di atap. Kaichou melihat Matsubara duduk sendirian, ia mendekatinya dan mengajaknya ke ruangan olah raga untuk bicara. Matsubara tanya ke Kaichou apakah Kaichou ingat kata-kata yang ia ucapkan di awal semester baru pada Matsubara?. Kaichou bilang Matsubara menyembunyikan diri dari semua orang, Matsubara selalu memikirkan kata-katanya Kaichou itu.

Makoto Hyodo menanggapi, sejauh ini ia sudah merubah pandangannya tentang Matsubara. Berkat ekspresi sederhana yang tergambar di kantong kertas itu Makoto bisa tahu dengan jelas memahami pikiran Matsubara. Kaichou tahu akhir-akhir ini kalau Matsubara sedang ragu-ragu iya tidaknya keluar dari topengnya ini.

    Kaichou meminta Matsubara melihat orang-orang disekitarnya, harusnya merasa beruntung karena mereka mengerti.

   Ryoichi mencari Makoto, Matsubara lalu pamit pergi. Ryoichi tanya apa yang terjadi dengan si kantong kertas itu?. Makoto menjawab tidak ada. Mereka lalu pergi.

   Yuiko masih menunggu Matsubara dengan senyuman. Kali ini Matsubara sudah mantap, ia berlari menuju atap untuk menemui Yoshioka.

    Matsubara meminta maaf karena membuat Yoshioka menunggu lama. Yuiko bilang tidak apa-apa. Mereka lalu duduk bersama. Matsubar penasaran bagaimana reaksi orang-orang jika ia membuka kantong kertasnya, ia selalu memikirkan itu. Yuiko tanya apa kesimpulan Matsubara?

Matsubara pikir tidak ada yang akan berubah setelah kantong kertas ia buka. Yuiko mengangguk setuju, itu karena bagaimana pun juga Matsubara tetaplah Matsubara. Matsubara hendak melepaskan kantongnya lagi, Yuiko memegangi tangan Matsubara untuk menguatkan.

    Kantong dilepaskan dan Yuiko cukup terkejut melihat wajah Matsubara. Tiba-tiba merasa malu, grogi.

“Yoshioka-san, aku jatuh hati padamu.”

Yuiko semakin bersemu-semu mendengar pernyataan cintanya Matsubara.

Ia mengangguk senang.

   Di hari kelulusan para senior. Kaichou Makoto Hyodo dan Ryoichi telah lulus. Ryoichi berterimakasih atas kerja kerasnya Makoto sebagai ketua OSIS selama ini. Makoto balas berterimakasih atas kerja kerasnya Ryoichi sebagai wakil ketua OSIS (ooo… dia wakil ketua OSIS?, aku baru tahu >_< hahahaha)

Yuiko menyelamati kelulusannya Kaichou. Yuiko lalu pergi, Makoto masih memandangi Yuiko. Ryoichi mengeluhkan Yuiko yang menjadi wanita baik hingga saat-saat terakhir, betapa berdosanya.

    Yuki datang, ia meminta second button jaketnya Kaichou. Dan Kaichou yang polos atau bisa dibilang o’on… tanpa ragu memberikan jasnya sekalian (Hahahahahaha…. Kenapa gak hem+sepatu lengkap biar Yuki bisa loakin ke pasar? >_<)

Ryoichi membisiki Yuki “Jatuh cinta dengan orang yang lola berarti kau harus berusaha lebih jauh lagi, tahu?” (lola loading lama, karena Kaichou gak peka peka)

Yuki menjawab “Iya”. Ryoichi menarik Yuichi, menyuruh Yuki merekrutnya ke OSIS.

Yuichi mengelak, dia punya banyak masalah. Tidak usah..  permisi. Aki tanya apa Yuichi tertarik jadi anggota OSIS?. Yuichi bilang tidak, dia tanya kapan Aki mau memotong rambutnya?. Aki bilang ingin berambut panjang sedikit lebih lama.

“Apa?”

“Yah… kau lebih suka orang berambut panjang ‘kan?” kata Aki. Lalu pergi menuju Yuiko. Aki tanya di mana Matsubara. Yuiko berlari memanggilkannya.

    Di kelas, Matsubara tanpa kantong kertas dipanggil Yuiko. Semua orang sudah menunggu Matsubara. Yuiko menggandengnya berlari keluar gedung.

Matsubara: Pertama kali mendengarkan suaramu, aku merasa jantungku berdebar. Aku ingin mendengarkan suaramu selalu.

   Seperti biasanya, Yuiko dan Matsubara makan siang bersama. Yuiko hendak mengatakan sesuatu. Matsubara menunggu,

“Lagi lagi, aku ingin mendengar suaramu.” Kata Yuiko sambil tersenyum cerah di musim semi ini.

~End~

Komentar:

     Matsubara Shu masih menjadi misteri, biarlah… biar penonton bayangkan saja sendiri wajahnya seperti itu. Akan menjadi menakutkan kalau tiba-tiba dibalik kantung kertas itu adalah Yamaken/Shohei Nomura/Sakaguchi Kentaro? *kkkkkk.

    Seperti apa sih Matsubara?, menurutku yang pastinya menarik karena sampai sampai membuat Yuiko tersipu-sipu malu saat melihatnya untuk pertama kali. Drama ini ringan dan benar membikin doki doki alias deg degan ala anak SMA.

Tokoh favoritku adalah Makoto Hyodo dan Ryoichi, wkwkwkwk kakak kelas yang adaaaa saja tingkahnya. Gak nyangka Ryoichi ternyata wakil ketua OSIS, pantesan selalu ada buat Makoto >_< Next film Mei Nagano dan Shuhei Miura yang kutunggu, Daytime Shooting star atau apalah itu judulnya. Tayang 2017 ini!, ja-ne~!

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

Sinopsis Koe Koi (Voice Love) Episode 9

Episode 9: Senyummu

    Yuiko memandangi tempat duduk Matsubara yang kosong. Untuk pertama kalinya Matsubara absen. Aki menyarankan Yuiko menjenguknya saja kalau memang khawatir.

   Jeng Aki menelfon Yuiko, memberitahukannya makanan apa saja yang perlu Yuiko bawakan untuk Matsubara. Yuiko merasa tidak perlu repot-repot, dia akan menjalankan tugasnya sebagai perwakilan kelas dengan baik. Telepon dimatikan.

   Aki sedikit jengkel dengan Yuiko. Entah Yuiko mengerti atau tidak kalau ini sebenarnya adalah kesempatannya untuk dekat dengan Matsubara. “Kesempatan ?” tanya Yuichi yang berjalan di samping Aki. Aki mengatakan kalau berhembus rumor saat Bunkasai, gadis yang datang menemui Matsubara katanya adalah mantannya Matsubara. Jadi sebelum sesuatu yang tidak terduga terjadi, Aki harap Matsubara dan Yuiko harus semakin dekat.

   Mantan pacar ?. Yuichi sendiri pun tidak begitu yakin. Namun sejak gadis itu datang, tingkah Matchan menjadi sedikit aneh.

Yuiko sampai di rumah Matsubara. Ia disambut oleh Kei, adiknya Matsubara. (Unyuuu ! >_<) dalam hati Yuiko memuji adiknya Matsubara yang sangat sopan, benar-benar adiknya Matsubara banget. 

Yuiko memberikan catatan pelajaran hari ini dan hendak memberikan labunya ketika Takashima Kaori keluar rumah bertanya pada Kei siapa yang datang. Yuiko dan Kaori. Keduanya agak terkejut, tapi langsung saling memperkenalkan diri.

    Matsubara mondar-mandir di dalam kamar, dia sedang tidak mengenakan kantung kertasnya. Kei masuk kamar, memberitahu kalau Yoshioka Yuiko datang. Matsubara langsung tergesa-gesa mengenakan kantungnya, naas-nya kakinya malah menatap meja.

   Kei mengatakan pada kedua gadis tadi kalau kakaknya sedang ada di Rumah Sakit. Kei sejak tadi sudah berbohong pada Kaori tentang Matsubara yang tidak ada di rumah. Kei tidak bisa mengatakan alasan sebenarnya.

   Secara kebetulan Yuiko dan Kaori membawa labu. Yuiko tersenyum riang, iya Matsubara senang dengan labu bukan ?. Kaori mengatakan, sejak dulu Shu suka dengan labu. Sejak dulu ?, Yuiko terkejut sejenak mendengar pernyataan itu. Kaori menjelaskan, dirinya dan Matsubara adalah teman masa kecil. Yuiko terlihat sedih mendengarnya.

   Aki bertanya, sebenarnya apa hubungan gadis itu dengan Matsubara. Yuichi mengatakan, gadis tersebut adalah teman SD nya Matsubara, tapi Matsubara tidak pernah menyebut namanya saat SMP. Aki menduga, kalau begitu gadis itu lebih tahu tentang Matsubara ketimbang Yuichi sendiri ?.

Yuichi membenarkannya. Aki merasa resah kemudian, ini gawat… biasanya seorang gadis akan merasa terancam jika seorang gadis lain yang menyukai pria incaranmu muncul dan ternyata gadis itu lebih tahu tentang pria incaranmu lebih dari sahabat pria itu sekarang.

Biasanya ?, Yuichi tidak mengerti maksud dibalik kata-kata Aki. Aki menjelaskan kalau Yuiko tipe orang yang seperti itu.

   Kei datang menemui para gadis. Kakaknya akan pulang sekitar 1 jam-an. Yuiko lalu pamit pulang kalau begitu. Kaori bertanya di mana ibunya Kei ?. Kei menjawab, ibunya sedang bekerja dan pulang pukul 8 nanti. Kaori lalu hendak membuatkan makan malam, dia ingin bicara banyak dengan Yoshioka.

Yuiko dan Kei terkejut.

—-Koe Koi —||— Voice Love—

   Kaori dan Yuiko mengolah labu mereka. Yuiko mengiris labunya, Kaori menyiapkan bumbu sup spesial. Kaori bilang, sup labu dengan cara pengolahan keluarganya ini sangat disukai oleh Matsubara saat SD. Ibu Kaori membuatkannya saat SD dan natal juga, Kaori dan Matsubara bertukar hadiah dan makan labunya bersama. Melihat reaksi Yuiko. Kaori meminta maaf karena sudah bercerita banyak.

Kei memandangi pertarungan urat syaraf keduanya. Yuiko mungkin sedikit terganggu dengan kenangan Kaori. Namun Yuiko membalasnya dengan mengatakan, pasti Matsubara akan segera sembuh jika memakan labunya. Kedengarannya menyenangkan bagi Yuiko.

oo11

  Kaori terlihat jengkel, kenapa  Yuiko malah senang ?.

   Kei mendatangi kakaknya. Melaporkan apa yang sedang terjadi. Kedua gadis sedang memasak untuk Matsubara. Atau mungkin lebih tepatnya ‘Cooking Battle’. Matsubara terkejut. Kei melajutkan penjelasannya, ia sedikit kesulitan menggambarkannya seperti apa. Yang jelas kelihatannya Kaori sedang berusaha memukul Yoshioka tanpa menyentuhnya. Kei menyuruh Matsubara mencuri kesempatan agar bisa keluar dan pura-pura baru pulang dari Rumah Sakit.

   Kaori lalu menyerang Yuiko lagi. Dia mengambil wadah minuman. Ia dan Matsubara membeli wadah minum pasangan itu di kencan pertama mereka. Ngangenin sekali rasanya melihat wadah minum ini. Kei melihatnya, ini serangan tiba-tiba dara Kaori. Yuiko tidak merasa terlalu terganggu, dia senyum dan segera teringat bahwa.. di rumah dia juga punya satu yang seperti ini. Kei masih mengamati jalannya perang, Yuiko ternyata tidak merasa diserang dan bisa membalas Kaori dengan baik. Yuiko mengambil wadah minum tersebut dan menyebutkan nama-nama karakter yang menempel dengan antusias, benar-benar ngangenin !

    Menurut Aki, Yuiko orangnya itu tidak sadar kalau sedang merasa cemburu atau rendah diri. Yuichi heran dan penasaran kenapa Aki dan Yuiko bisa berteman baik.  “Apa maksudmu ?” Aki memukul Yuichi sampai tersedak.

   Aki melihat Kyoshiro, ia berlari meninggalkan Yuichi. Yuichi terluka melihatnya.

   Matsubara mengendap-endap keluar. Dia mengamati ruang makan, dikejutkan dengan tatapan Kaori. Matsubara segera masuk kembali. (bersikap seperti maling di rumah sendiri XD AHahahaha..)

    Aki hendak mengejutkan Kyoshiro. Seorang wanita mendekati Kyoshiro dan membuat Aki mengurungkan niatnya. Kyoshiro mencandai pacarnya tersebut dengan menyentuh pipi bawah dekat bibirnya, ada sesuatu di sana. Pacarnya terkejut, ada apa ?. Kyoshiro menjawab ada tahi lalat. Pacarnya lalu tertawa, kemudian keduanya berjalan pergi dengan mesra.

  Yuichi mendekati Aki. Tidak menyangka ternyata pria itu (Kyoshiro) sudah punya pacar, memang agak depresi rasanya. Yusichi menoleh ke Aki. Mata Aki sudah berkaca-kaca.

   Di rumah Matsubara. Yuiko mengeluarkan kukis Matsubara dari oven. Kei memuji kuenya lucu, ia dan Yuiko senang. Tapi Kaori menyuruh mereka berdua berhenti, kantung kertas itu menunjukkan betapa sedihnya Matsubara. Yuiko tertegun mendengarnya.

Matsubara juga mendengarnya.

Kaori: Jangan main-main dengan itu.

Seketika Yuiko merasa bersalah. Kaori menyadari situasinya menjadi tidak nyaman, dia lalu meminta maaf pada Yuiko. Yuiko meski masih tertegun, dia menjawab tidak apa-apa.  Kei memecah suasananya dengan berkata, tapi kuenya memang lucu sampai tidak tega memakannya.

   Aki bercerita. Saat SD dia benci sekali dengan anak laki-laki, suka menjahili dan menjambak rambut orang lain, sampai membuat Aki ingin mencukur habisa rambutnya. Tetapi Kyosiro-san suatu hari mengatakan kalau dia suka rambut Aki yang panjang. Dengan satu kalimat itu saja membuat Aki kuat dan melupakan kesedihannya itu. Tapi kenapa sekarang Kyoshiro-san malah jadian dengan perempuan yang rambutnya sangat pendek ?.

   Aki tidak bermaksud memiliki perasaan padanya, tapi entah mengapa ia hanya terus memandang Kyoshiro. Yuichi bersimpati pada Aki, dia lalu mengambil roti melon dan memberikannya ke Aki. Roti melon rasa stroberi. Apa-apaan ini ?, ini rasa melon atau stroberi ?. Aki minta penjelasan.

Yuichi kemudian bergumam sendiri yang maksudnya roti melon tersebut memiliki rasa yang tak jelas, seperti hubungannya dengan Aki.

   Kaori mempersilahkan Yuiko mencicipi supnya. Kaori meminta Kei ikut mempersiapkan meja makan. Yuiko memuji sup buatan Kaori enak, Matsubara pasti senang nanti. Kaori bertanya, apa Yoshioka benar-benar menyukai Matsubara ?. Yuiko  menjawab dia suka dengan Matsubara, orangnya baik, banyak membantu Yuiko dan saat ia flu di semester pertama.. Matsubara menelfonnya untuk memberikan dukungan, suaranya lembut. Itu membuat Yuiko senang dan bersemangat.

   Matsubara juga mendengarkan ocehan Yuiko tersebut. (mungkin agak jengkel, apa cuma dianggap teman saja nih ??)

   Kaori lalu mengatakan kalau Matsubara tidak berubah. Dulu saat SD Matsubara juga membantu Kaori. Kaori adalah siswa pindahan dan senyum lembut Matsubara benar-benar menyelamatkannya saat itu.

Mendengar kata-kata Kaori membuat Yoshioka sedih. Senyum lembut ?, Yuiko cemburu. Dia memutuskan untuk segera pulang.

    Yuiko keluar rumah dengan tergesa-gesa. Kaori memanggilnya. “Apa kau mau meninggalkan aku seperti dulu ?” Tanya Kaori kesal. Sepertinya sejak tadi Kaori menyadari keberadaan Matsubara di rumah ini.

   Yuiko menangis di sepanjang jalan. Matsubara tersenyum di depan Kaori ?. Yuiko sungguh tidak mengerti kenapa dia bisa menangis dan kenapa rasanya bisa sesakit ini ?. Kenapa hatinya begitu sakit ?.

Di tempat lain. Aki makan sambil menangis.

    Yuiko benar-benar sedih, dia bingung dan tidak tahu harus bagaimana.

KOMENTAR:

   Kitabisa  tebak wajah abangnya seperti apa jika Kei Matsubara seunyu itu wajahnya XD, wkwkwk

   Aku tidak terlalu suka dengan cerita yang mengungkit-ungkit cinta di masa kanak-kanak lalu dewasanya mereka bersama kembali dengan kenangan indah masa kecil mereka. Masa kecil ternodai oleh cinta-cintaan gak bagus kali ah…??!!, SD itu harusnya si bocah lagi seneng-senengnya mengeksplore diri. Cinta monyet berujung menjadi cinta brontosaurus Yah… amazing sekali rasanya jika kejadian di dunia nyata *wkwkwk*. So sweetnya itu gak natural menurutku (entah drama/film manapun), mending ketemu gede sama gedenya. Maksudku cukup Yuiko-Matsubara saja lah.. ❤