Image

[K-Movie] Sinopsis Fabricated City – Part 1

Kwon Yoo: Orang-orang bilang jika pohon itu telah mati. Tapi aku bilang, pohon itu masih belum mati. Malam itu… aku bermimpi. Di dalam mimpiku itu aku melihat cabang-cabang pohon tersebut… bertumbuh dengan kuat mengarah ke langit. Sekali lagi aku mengumpulkan orang-orang dan berkata… “Pohon itu sama sekali belum mati.” Pohon itu… belum mati.

“Semuanya serbu!” Perintah Daejang pada semua pasukannya. “Serbu! Serbu!” ( Kalau tidak salah Daejang dalam bahasa korea artinya semacam pemimpin/pimpinan ‘kan ya? )

Masing-masing melompat ke bawah, ke medan pertempuran. Bom dan tembakan dilepaskan bertubi-tubi dari pihak lawan. Pasukan Daejang juga bergerak sama cepatnya,

“Daejang, command scan-nya sudah berhasil didapatkan. Terlalu banyak untuk dikalkulasi. Di dalam ada bom.

Bagaimana cara untuk menjinakkannya?”

“Aku akan melakukan serangan ke dalam dulu. Kalian gabung belakangan.”

“Apa maksudmu? Kau terjang dulu ke dalam?”

“Daejang! Daejang!” Teolbo  Hyungnim ( Teolbo: Si brewok ) bersama Daejang menembus musuh dengan kendaraan mereka. Daejang memerintahkan Teolbo Hyungnim di tempatnya saja. Daejang menuju tujuannya dan menembaki semua musuh yang menghadangnya.

Sementara Daejang hendak menjinakkan bom, anak buahnya kewalahan karena penyergapan musuh yang tanpa diduga-duga. Waktunya tinggal sebentar lagi, sedangkan Teolbo Hyungnim ditembaki musuh. Daejang mengalami dilema..  akhirnya Daejang melompat dari lantai atas menyelamatkan Teolbo  Hyungnim.

Yong Dosa sudah sampai di lokasi bom, ia berlomba dengan waktu. Daejang sendiri sedang menembaki para musuh dan ia banyak terkena tembakan pula. Daejang tumbang karena tembakan di kepalanya.

Layar komputernya Kwon Yoo langsung muncul peringatan Death. Kwon Yoo kesal karena karakter gamenya mati namun mereka menang karena berhasil menjinakkan bomnya. Setelah itu Kwon Yoo makan ramennya dan mendengarkan percakapan para gamer lainnya, mereka membicarakan tentang Teolbo  Hyungnim yang tiap main menyusahkan tim saja.. kalau level main gamenya hanya segitu harusnya jangan main saja. Teolbo Hyungnim meminta maaf, yang penting kan tim mereka menang.

Kwon Yoo juga dipuji karena keren sekali. Yang lainnya balas mengatakan kalau semua yang sering main game pasti akan memanggilnya Daejang juga. Daejang kesal, apa gunanya jadi Daejang kalau ia terus mati tiap main?. Teolbo Hyungnim menyelanya.. siapa suruh bertindak sok heroik menyelamatkan yang lain?.

Semuanya mengajak makan-makan bersama berhubung mereka menang. Mereka juga ingin bertemu dengan Daejang, jadi orang jangan terlalu misterius! Per orang 30 ribu.

Kwon Yoo membuka dompetnya, kosong. Ia tidak bisa ikut makan-makan beralasan kalau ia sedang sibuk. Yang lainnya penasaran memangnya kerjanya apa kenapa seharian sibuk?. Kwon Yoo dapat panggilan dari ibunya,

“Ah, ada telepon bisnis yang masuk. Aku undur diri dulu” banyak yang protes saat Kwon Yoon hendak mematikan obrolan.

“Ada apa?”

“Di mana kau? Ke internet cafè lagi? Memangnya kau itu anak kecil? Seharian cuma tahu main game saja.”

“Ada urusan apa meneleponku?”

Ibunya bilang ia lupa mematikan katup gas di rumah. Kwon Yoo harus pulang untuk mematikannya. Kwon Yoo kesal, ibunya mencarinya hanya untuk itu?. Ibunya mengingatkan harus cepat dimatikan, bisa-bisa nanti meledak. Hari ini ibunya shift malam di rumah sakit.

Ibunya mematikan panggilan, mengabaikan gerutuan Kwon Yoo. Lansia yang ibunya Kwon Yoo rawat memegangi kalung dilehernya.. ibunya Kwon Yoo menceritakan kalau ini kalung pemberian puteranya saat dia melakukan karya wisata sekolah sewaktu SMP. Kalung titanium, katanya baik untuk kesehatan.

Kwon Yoo masih main game. Di sebelah biliknya Kwon Yoo terdengar suara ponsel tidak berhenti-berhenti.. Kwon Yoo terpaksa mengangkatnya.

“Halo”

“Di internet café ya? Hapeku secara tidak sengaja ketinggalan di sana. Bisa minta tolong diantar ke sini? Alamat di sini adalah–” Jawab seorang wanita.

“Sebentar! Aku adalah orang yang sangat sibuk.”

“Kau akan diberi imbalan. 800 ribu.”

“Dasar, sungguh konyol. Sekarang anda lagi di mana?” Kwon Yoo terjerat, ia akhirnya menuruti permintaan wanita asing tersebut.

     Kwon Yoo mendatangi alamat yang dimaksukan. Ia mengetuk pintu dan memencet  bel namun tidak ada yang menanggapinya. Lantas ia masuk ke dalam, si penghuninya sedang mandi. Bayangan seorang wanita terlihat dari kaca transparan buram, Kwon Yoo bilang ia mengembalikan ponsel dan bertanya bagaimana imbalannya.

Wanita itu bilang ada di ranjang lantai dua. Ia kemudian hendak pergi

“Maaf, pintu yang terbuka bisa mengundang bahaya. Jangan lupa dikunci.” Kwon Yoo mengingatkan.

Kwon Yoo di rumah. Saat mengolet dari sofanya.. Kwon Yoo terkejut melihat banyak orang masuk ke rumahnya dan langsung menangkapnya.

Kwon Yoo ditangkap atas dasar pemerkosaan dan pembunuhan anak dibawa umur. Bahkan terdapat bukti pisau berlumuran darah di bawah meja.

Dini hari merupakan waktu pembunuhannya, buktinya bahkan sudah lengkap. Rekaman CCTV, sidik jari. Tersangka pelakunya Kwon  adalah mantan atlet timnas taekwondo. Tapi dikarenakan dugaan kekerasan, ia dipecat dari timnas. Setelah itu tidak memiliki pekerjaan dan kecanduan video game kekerasan.

Kwon Yoo sendiri kebingungan karena ia merasa tidak pernah melakukan semua kejahatan itu. Semua tuduhan mengarah padanya dengan bukti yang jelas, DNA di TKP, dari kertas tisu yang ditemukan di TKP terdapat air maninya Kwon Yoo.

Ibunya Kwon Yoo berjuang sendirian.. ia yakin putranya difitnah, ia menyebarkan selebaran dan menerima makian serta hinaan dari banyak orang. Kwon Yoo merasa tertekan kenapa kejadiannya bisa seperti ini.

~ FABRICATED CITY ~

“Byeonhosa-nim, putraku sudah pasti bukanlah seorang pelaku pembunuhan. Coba Anda tolong lihat ini.”

Si pengacara Min Cheong Sang tampak sibuk, ia adalah pengacara publik. Ia yang akan mengurusi kasusnya Kwon Yoo. Ibunya Kwon Yoo tidak percaya anaknya melakukan kejahatan seperti ini karena ia mendidiknya dengan baik. Ia harap Min Cheong Sang mempercayai Kwon Yoo.

Dalam persidangan jaksa dengan mudah memaparkan kesalahan Kwon Yoo. Melakukan kekerasan seksual pada anak dibawah umur dua kali, Kwon Yoo yang kecanduan game dikatakan berubah menjadi orang yang tidak bisa membedakan mana kehidupan nyata dan game.. sehingga melakukan perbuatan antisosial yang tidak bermoral.

Media pun juga ramai membicarakan kasus Kwon Yoo, masyarakat banyak melakukan aksi dan demo. Bahkan Kongres Park Yong Hwan mengusukan RUU Kwon Yoo.

Min Cheong Sang tidak banyak bisa melakukan pembelaan, ia hanya mengatakan bahwa Kwon Yoo pasca dipecat dari Timnas mengalami depresi berat dan berharap itu bisa menjadikan pertimbangan.

“Terdakwa Kwon Yoo… di hadapan bukti-bukti yang tidak terbantahkan, tidak menunjukkan adanya sikap penyesalan diri. Dari awal hingga akhir dipenuhi dengan kebohongan. Dengan ini pengadilan menyatakan… terdakwa telah melanggar UU Khusus tentang hukuman bagi pelaku kejahatan kekerasan seksual. Memerkosa hingga anak di bawah umur kehilangan nyawa. Dengan ini dihukum dengan kejahatan pembunuhan.” Putusan hakim dijatuhi hukuman seumur hidup.

Ibunya Kwon Yoo langsung histeris. Kwon Yoo dibawa pergi. Untuk informasi yang berkaitan dengan terdakwa akan

dimasukkan ke dalam jaringan komunikasi informasi, terbuka dan akan dikelola selama 10 tahun. Permintaan pengobatan. Berdasarkan permohonan, terapi obat selama 5 tahun akan diberlakukan pada impuls seksual terdakwa.

Ditambah, kejahatan terdakwa sangat serius dan kejam, sehingga perlu diisolasi dari dunia luar secara permanen. Dengan demikian terdakwa Kwon Yoo akan ditahan di penjara level 1 untuk pembunuh.

Kwon Yoo dibawa menggunakan mobil tahanan dan dperlakukan dengan kasar. Dipukuli dan dibius oleh petugas.

Kwon Yoo di ruangannya, pintunya terbuka otomatis. Para tahanan keluar dari ruangan masing-masing untuk waktunya makan.

Kwon Yoo kebingungan. Penjara tersebut diawasi sangat ketat dengan CCTV di berbagai sudut. Saat Kwon Yoo di lapangan ia dibawa oleh beberapa pria sangar menghadap orang yang berkuasa di sana. Ma Deok Seo.

Kwon Yoo diketahui merupakan pembunuh dan pemerkosa. Namun Kwon Yoo terus menyangkal mati-matian, Ma Deok Seo kesal kenapa Kwon Yoo bertindak semacam itu.. bukannya malah membanggakan tindak kejahatannya seperti yang lain?. Kwon Yoo marah dan menyerangnya, ia langsung dihajar napi yang lainnya.

Kwon Yoo balik dihajar karena membantah si pimpinan. Petugas penjara yang mengamati keributan tersebut dari CCTV tidak berusaha melerai, ia malah menontonnya seperti acara televisi.

TBC Fabricated City Part 2..

 

Aside

Kwon Yoo dan timnya kabur, para preman mengejarnya. Ma Deok Seo terkejut karena rupanya aslinya Kwon Yoo jago adu jotos (Yaelah.. mantan TIMNAS ATLET TAEKWONDO cuy! XD )

Di gang sempit Kwon Yoo berhasil membuat Ma Deok Seo terjepit tidak bisa keluar.

Min Cheong Sang geleng-geleng kepala dibuatnya. Ia bilang pada Ma Deok Seo bahwa ia akan mengirimkan koordinatnya Kwon Yoo dan kali ini harus ditangkap!. Anak buahnya Ma Deok Seo membawa truk besar untuk mengejar Kwon Yoo. Melihat aksi kejar-kejaran mereka makin seru, Min Cheong Sang ingin ikut bermain.

Min Cheong Sang menemukan mobil yang sesuai, ia meretas mesinnya dan menjalannya gila-gilaan. Kwon Yoo juga tak gentar, ia mengendarai mobiknya dengan penuh perhitungan dan sedikit nekat.

Mobil hasil retasannya Min Cheong Sang nyaris menghantam mereka dari arah sebaliknya. Kwon Yoo mencoba menghindarinya dan lolos. Mobil tadi menabrak truk besar sampai terpelanting. Min Cheong Sang sudah menghubungi kepolisian, sekarang Kwon Yoo dikejar banyak mobil polisi. Min Cheong Sang sudah merasa diatas angin, ia menghubungi seluruh media memberitahukan kejahatannya Kwon Yoo, orang dibalik penempatan Choo Ye Ri adalah Kwon Yoo dan sekarang Kwon Yoo bertindak dengan komplotannya dalam organisasi psikopat. Di ruangannya, Min Cheong Sang memuji Kwon Yoo pasti sangat jago main game.

Kwon Yoo menuju ke stasiun televisi, ia bahkan masuk ke ruang siaran langsung diikuti Ma Deok Seo cs. (HHHHHHH)

Membuat pewarta kebingungan. Tapi tetap bertanya, apa tadi direkam? (HHHHHHHHHHH, eksklusif.. berita terhangat!)

Sesampainya Kwon Yoo dkk, Min Cheong Sang langsung memberitahu Ma Deok Seo untuk menangkap Yoon Yeo Wool. Ma Deok Seo bahkan tidak dibiarkan untuk berbicara, kesal sekali diperlakukan tidak sopan seperti ini.

     Kwon Yoo memberikan instruksi pada anggotanya, dia juga berterima kasih pada mereka karena telah bersedia membantunya. Semuanya sama-sama menjawab ini bukanlah masalah besar, Daejang lah yang menolong mereka juga selama ini. Terutama Teolbo Hyungnim bisa dibilang adalah pengikut setianya Daejang. Kwon Yoo mengingatkan bahwa ini bukanlah game dan ada kemungkinan kita akan berhadapan dengan marabahaya.

Daejang memberin perintahnya, ia mengajak semuanya mari bertempur sampai puas. Semuanya serentak menjawab “Roger!” di tempat masing-masing. Drone meluncur dan menembaki ban mobil, Demolition  akan menembakkan jangkarnya setelah Daejang melintas. Sayangnya Demolition  salah sasaran. Namun Kwon Yoo berhasil berimprovisasi meski dengan susah payah.

Yeo Wool berhasil ditangkap Ma Deok Seo. SWAT menangkap para anggota tim, polisi mengepung gedung. Kwon Yoo terbang mengejar Yeo Wool. Kwon Yoo memepet mobilnya, berjalan mundur dan memanggili Yeo Wool yang pingsan. Yeo Wool terbangun. Ma Deok Seo hendak menembak Kwon Yoo, Kwon Yoo menyahut senjatanya. Yeo Wool mencoba melompat ke mobilnya Kwon Yoo.

Kwon Yoo mengendarai mobilnya lurus kembali, mobil berhenti. Sebelum Yeo Wool keluar dari mobil mereka bertatapan cukup lama, setelah Kwon Yoo memastikan Yeo Wool aman.. ia kembali fokus berkendara dan rombongan polisi mengejarnya. Media sudah menunggunya semenjak tadi, Kwon Yoo keluar menyerahkan diri. Semantara Min Cheong Sang mencak-mencak kegirangan karena merasa menang. Anehnya layar di bawah kakinya justru menghilang, ia teringatkan sesuatu.

USB yang menempel di slot miliknya. Yeo Wool meretas datanya dengan memanfaatkan celah tersebut. Min Cheong Sang kelabakan mencabut USB tersebut, nahasnya ia sudah terlambat meski berusaha mencabuti kabel-kabelnya.

Yeo Bae tadi pergi mencari Eun Pye dan Eom Pye. Mereka sekarang sudah sampai di kerumunan. Eun Pye berdandan

“Daejang, aku rindu padamu!” Katanya centil.

“Kepedean. Daejang, lelah sekali pasti ya?” Komentar Eum Pye,

“Sebuah suara yang membuat hati jadi senang.” Kata Kwon Yoo senang.

“Teolbo Hyeongnim, bagaimana? Datanya berhasil kau dapatkan?” Tanya Yeo Bae.

Ini disiarakan oleh Teolbo Hyungnim tanpa melalui saluran resmi. Eun Pye sibuk berdandan dan mangangkati dadanya agar terlihat besar, Eum Pye menyuruh Eun Pye berhentilah… kalau diteruskan nanti itu tinggal satu. Eun Pye gugup sekali, Eum Pye mengkodenya untuk mulai membacakan beritanya.

“Tentang monster pembunuh yang juga merupakan seorang buronan, Kwon Yoo… akan disiarkan secara eksklusif oleh kami di Enter 69. Kwon Yoo yang telah membunuh aktor No Joon Yeong apakah semua ini benar adanya?”

Kemudian rekaman pembunuhan brutal yang dilakukan Yer Ri disiarkan. Ketua Choo menghubungi Pengacara Min Cheong Sang untuk membantunya.

Pembunuhan yang mengkambing hitamkan Kwon Yoo juga dilakukan oleh orang kaya terpandang yang tidak ingin tangannya kelihatan kotor. Meminta bantuan Min Cheong Sang untuk menyamarkan pembunuhan itu menjadi milik Kwon Yoo.

Eun Pye kesal sekali sambil menonton cara tim mereka mengambili bukti dan betapa santainya Min Cheong Sang merusak kehidupan orang lain. Eum Pye mengingatkan Eun Pye untuk jangan mengumpat karena ini adalah berita.  Banyak sekali kasus serupa yang melibatkan banyak orang tak bersalah. Para kliennya Min Cheong Sang menyebutnya jenius, dan Min Cheong Sang dengan senang hati menerima pujian tersebut.. ya.. saya memang jenius.

    Sementara itu Min Cheong Sang di kantornya kebingungan mencari di mana Samujang-nim. Min Cheong Sang frustasi karena kejeniusannya diumbar-umbar *HHHHHHHH. Jangan siarkan lagi!!!!

Eun Pye menjelaskan ia akan menyebarkan videonya ke internet terlebih dahulu sebelum dilaporkan ke polisi agar para korban lainnya bisa menggunakan barang-barang bukti tersebut.

“Para polisi yang terhormat, sebelum Min Cheong Sang melarikan diri sebaiknya dia segera ditangkap.” Tambah Eun Pye dengan manisnya.

Min Cheong Sang sudah tidak tahan lagi, ia hendak kabur. “Beraninya gerombolan ini melawanku.”

“Ah, Min CheongSang, roda kemudi yang ada di dalam mobilmu sudah kucopotkan.”

Min Cheong Sang makin stres dibuatnya. Sedangkan Samujang-nim kabur dengan santai. Seseorang menghubunginya, bagaimana ia sekarang? Samujang-nim bilang ia tidak masalah.. tinggal mencari orang baru saja.

“Alasan kenapa sekalipun membebaskan 10 penjahat  tetap tidak boleh menjerumuskan orang baik, sekarang kalian semua sudah mengerti, ‘kan? Karena tidak peduli siapapun itu, ada resiko menjadi kambing-hitam. Sampai di sini dulu berita hari ini. Saya adalah sexy baby, Eun Pye.”

Sipir yang melepaskan Kwon Yoo dan tahanan pembunuh yang memakan jasadnya melihat beritanya juga.

~ FABRICATED CITY ~

Min CheongSang pikir hidupnya akan tenang di penjara karena mengenal Ma Deok Seo. “Ma Seonsang! Senang bertemu denganmu” Panggilnya lega.

Kata siapa? Ma Deok Seo justru memanfaatkan momen ini untuk membalas dendam atas kesewenangan Min CheongSang atas dirinya sebelum ini. Caranya?

Dua napi yang diketahui dipenjara karena tindakan kejahatan seksualitas datang dan bertanya dengan santai. Apa dia orangnya?. Korban mereka selanjutnya adalah Min CheongSang (HHHHHHHHHHHHH)

Dua turis Afro yang membantu Kwon Yoo akhirnya kembali dari Tiongkok. Mereka senang bukan main mobilnya kembali dengan keadaan yang lebih layak.

~ FABRICATED CITY ~

Kwon Yoo dibebaskan, sekarang tim mereka lengkap makan-makan dengan damai di bawah pohon. Semuanya diliputi kebahagiaan dan canda tawa. Saling menyuapkan makanan. Kwon Yoo menarasikan apa yang selama ini ia percayai..

“Orang-orang bilang jika pohon tersebut sudah mati. Tapi aku justru mengatakan jika pohon tersebut belum mati . Malam itu… aku bermimpi”

Ditengah-tengah itu semua.. mata Kwon Yoo tak pernah lepas memandangi semua teman-temannya yang tersenyum sumringah.

“Di dalam mimpiku itu aku melihat cabang-cabang pohon tersebut bertumbuh dengan kuat mengarah ke langit. Sekali lagi aku mengumpulkan orang-orang dan berkata…”

“Pohon itu… belum mati.”

Ia juga melihat sosok ibunya tersenyum padanya. Ketika hampir semua orang telah putus harapan dan meragukan Kwon Yoo, ibu selalu ada menguatkan dan mempercayainya sampai akhir. ^-^