[Sinopsis] Voice Episode 2

        Pukul 19:30, 10 menit setelah insiden Eunhyung-dong terjadi. Jin Hyuk sudah sampai di Pangkas Rambut Eunhyung, yang di depannya terdapat warna-warni lampu LED corak permen berputar yang seperti diduga Kwon Joo.

voice-e02the-two-faced-healer-1

Jin Hyuk meminta didatangkan bantuan. Kang Kwon Joo masih mendengarkan apa yang terjadi pada Bok Nim. Bok Nim terus meminta jangan dibunuh. Si penculik tidak sabaran dan langsung mengacungkan palunya bersiap memukul Bok Nim, Bok Nim tidak menyerah.. itu berusaha menghindar dan menendang penculiknya.

      Si penculik memukul dan menendang Bok Nim, lalu hendak memukulkan palunya lagi. Syukurlah Jin Hyuk datang disaat yang tepat, ia melawan penculiknya dan mendekati Bok Nim menanyakan keadaannya. Jin Hyuk bertarung dengan si penculiknya, ketika Jin Hyuk berhasil membenturkan kepala si penculik ke kaca kamar mandi, ia menyuruh Bok Nim keluar sekarang juga. Bok Nim merangkak keluar sambil masih terus menangis.

voice-e02the-two-faced-healer-2

voice-e02the-two-faced-healer-3

     Sedangkan itu Kwon Joo menghubungi bantuan segera datang. Bok Nim berhasil keluar dari gedung, ia kebingungan dan syok. Beberapa petugas polisi mendatanginya. Bok Nim menjelaskan apa yang sedang terjadi. Kemudian Bok Nim dibawa ke ambulance.

Kwon Joo diberitahu petugas yang ada kalau korban selamat. Di dalam sana Jin Hyuk masih bertarung dengan si penculik. Si penculik terus berusaha menusuk Jin Hyuk dengan pisaunya, namun Jin Hyuk sigap serta dapat melumpuhkannya dengan membantingnya ke dalam bathup.

    Darah mengucur dan bercampur dengan air yang menggenang. Jin Hyuk mengecek isi tas pria tersebut, dilihatnya ada banyak pernik perempuan.

voice-e02the-two-faced-healer-4

voice-e02the-two-faced-healer-5

Jin Hyuk mengambil palu dan mendekati pria itu. “Kau bajingan. Hidupmu tak ada gunanya. Kita akhiri saja hidupmu itu.”

Kwon Joo mohon jangan membunuh penjahat tersebut “Jangan, Detektif. Kau tidak boleh membunuh dia. Lagipula, tidak akan ada yang berubah. Mereka yang telah meninggal… takkan pernah bisa hidup lagi.”

Jin Hyuk memukulkan palunya. Kwon Joo ngeri mendengarnya. Namun rupanya Jin Hyuk hanya membentukannya ke ubin, akal sehatnya masih bekerja. Beberapa saat kemudian polisi yang lain datang, dan menginformasikan Detektif Moon selamat, pelakunya tertangkap, korban selamat.

voice-e02the-two-faced-healer-6

        Kwon Joo melepaskan alat dengarnya, terlihat lega sekali. Kemudian berbalik dan menanyakan ke orang-orang betapa pentingnya Golden Time Team, apapun yang terjadi yang terpenting korban selamat.

Pukul 19:35, pelaku insiden Eunhyung-dong berhasil ditangkap dalam rentang waktu golden time. Kwon Joo tetap kokoh ingin membuat Golden Time Team dan memilih anggotanya sendiri. Kepala Jang kesal, tapi Komisaris mengizinkan niat Kang Kwon Joo kepala Center tersebut untuk membuat Golden Time Team, namun ia memberikan tenggat waktu 6 bulan untuk membuktikan kinerja tim tersebut.

     Komisaris penasaran bagaimana Kepala Kang tahu bahwa TKPnya di tempat pangkas rambut?.

“Saya tahu karena saya membaca laporan kasus Gojeong-dong… setelah saya sampai disini. Keterampilan menganalisa suara yang kupelajari dari AS juga membuat saya yakin.”

“Mulai sekarang, akan kunantikan kinerjamu yang cemerlang.” Komisaris dan yang lainnya pergi.

voice-e02the-two-faced-healer-7

       Jin Hyuk dan tim keluar dari TKP. Semuanya heran petugas 112 itu hebat sekali bisa tahu TKPnya. Jin Hyuk tanpa sengaja menginjak ponsel Bok Nim. Jin Hyuk mengambilnya,

“Suara… Dia selalu membicarakan suara… sama seperti yang dia lakukan tiga tahun lalu. Apa dia memang… bisa mendengar suara yang tak bisa didengar orang banyak?”

Chapter 2: The Two Faced Healer | Bab 2: Penyembuh Bermuka Dua.

      voice-e02the-two-faced-healer-8

      Komisaris memuji Kepala Center Kang orangnya ulet, gigih pantang menyerah dan tidak tahu malu datang kemari setelah mengacaukan kasus 3 tahun yang lalu.

“Tapi, kenapa kau tak bisa menangkap pelaku Gojeong-dong saat itu? Semua ini karena kau, aku harus menahan emosiku pada kesombongan Kepala Center Kang itu”

“Maafkan saya.” Kepala Jang meminta maaf.

 Komisaris ingin Kepala Jang mengawasi Kang Kwon Joo, apa tujuannya membentuk Golden Time Team dan cari tahu siapa saja yang akan direkrutnya.

voice-e02the-two-faced-healer-9

     Setelah dibekuk, polisi mengadakan pertemuan pers. Kepala Jang menjelaskan bahwa pelaku memukul korban, kemudian memutilasinya menjadi bagian-bagian, memasukkannya ke dalam plastik dan membuangnya.

Wartawan bertanya apa benar ada polisi yang berhasil menangkapnya setelah mendengar laporan 112? Sementara itu Satuan Unit Tindak Kejahatan mengejar tersangka lain?. Kepala Jang membenarkannya tapi dia menolak ketika reporter ingin mewawancarai petugas tersebut.

voice-e02the-two-faced-healer-10

voice-e02the-two-faced-healer-11

     Jin Hyuk datang, dia langsung dikerubungi reporter. Kepala Jang terkekeh melihatnya, sudah seperti artis saja dia. Jin Hyuk hanya terus berjalan menghindar. Jin Hyuk berjalan dengan amarah tersulut, Dae Shik mencandainya dengan menyebutnya pahlawan.

Jin Hyuk kemudian tanya ke Dae Shik, coba bayangkan di ujung sana ada tiang pangkas rambut, apa kau bisa mendengarnya?. Dae Shik bingung, dengar?. “Aku dengar suaramu Hyung,”

Jin Hyuk tahu, memang aneh rasanya bisa mendengar tiang pangkas rambut. Jin Hyuk pergi, Dae Shik heran pasti ini ulah Kang Kwon Joo yang mengatakan bisa mendengar yang bukan-bukan.

voice-e02the-two-faced-healer-12

     Choong Ki datang, ia menduga pasti Jin Hyuk hendak menemui Kepala Center Kang lagi, ada baiknya Jin Hyuk jangan ikut terlibat lagi.

“Apa maksudnya?” Dae Shik tidak mengerti.

voice-e02the-two-faced-healer-13

     Jin Hyuk tanya ke petugas lainnya di mana Kang Kwon Joo. Mereka menjawab Kepala Kang mengunjungi korban di rumah sakit.

voice-e02the-two-faced-healer-14

     Ibunya Bok Nim berterimakasih sekali pada Kepala Kang karena telah menyelamatkan puterinya, ibunya menyalahkan diri sendiri karena jarang di rumah untuk bekerja sehingga tidak tahu apa yang dipikirkan anaknya. Kwon Joo menjawab tidak perlu berterimakasih karena sudah menjadi tugasnya, kalau Bok Nim tidak bisa bertahan petugas juga akan kesulitan menolongnya.

Bok Nim tersentuh sekali dengan omongan ibunya, ia memukul bahu ibunya “Ibu, kau membuatku malu. Kenapa pakai apron?”

Kwon sudah waktunya kembali ke kantor, ia undur diri.

“Terima kasih sudah datang jauh-jauh ke sini.” Kata Ibu.

“Bukan apa-apa. Kalau begitu, permisi.

Sebelum pergi Bok Nim berterimakasih “Terima kasih, Eonni. Kau orang pertama yang menyuruhku bertahan… dan tetap hidup. Kuharap kesalahan Eonni dulu… kau bisa belajar dari kesalahan itu.”

“Ya, terimakasih”

voice-e02the-two-faced-healer-15

voice-e02the-two-faced-healer-16

     Di lift Kwon Joo bertemu dengan Jin Hyuk. Kwon Joo mengira Jin Hyuk hendak menjenguk Bok Nim. Jin Hyuk menyuruh Kwon Joo mengikutinya, Jin Hyuk mempertanyakan bagaimana bisa Kwon Joo tahu pembunuhnya hanya dengan dengar suara tiang pangkas rambut?.

Kwon Joo menjelaskan dia memang bisa mendengar suaranya, sama seperti 3 tahun yang lalu. Kenapa Jin Hyuk masih tidak bisa percaya?. Tentu saja Jin Hyuk tidak bisa percaya, memangnya Kwon Joo paranormal dan semacamnya?. Beberapa saat kemudian Dae Shik menelfon Jin Hyuk, menyuruh Jin Hyuk jangan percaya apapun yang dikatakan Kwon Joo jika sekarang bersama dengannya. Dae Shik baru dapat info kalau Kang Kwon Joo tahu penculiknya dari data Satuan Unit Kejahatan, disana tertulis kalau si tersangka bisa jadi tukang keluyuran atau pembunuh berantai. Panggilan diakhiri.

    Seketika Jin Hyuk tertawa hambar melihat Kwon Joo “Astaga. Kau memang luar biasa.”

“Kenapa kau tertawa?” tanya Kwon Joo.

“Hei. Kau ini hebat sekali. Kebohonganmu tidak pernah berakhir. Apa kau merasa seperti kau seorang polisi… dengan memberi perintah lewat telepon pada kami?”

“Jaga mulutmu.”

voice-e02the-two-faced-healer-17
“Kau bilang sendiri pada Komisaris kalau kau bisa menangkap penjahatnya… dengan data yang kau dapatkan dari satuan unit analisis. Tapi kenapa kau selalu berkata kau menangkapnya karena suara yang kau dengar? Kenapa kau berbohong padaku?”

“Aku bisa menjelaskannya,..”

Jin Hyuk tidak mau dengar apapun, jika Kang Kwon Joo mau dianggap manusia dan memiliki seidkit rasa bersalah pada Jin Hyuk dan anaknya… lupakanlah pembentukan Golden Time Team atau apa pun itu. Kau pergi saja. Ingatlah perjuangan ayahmu yang sampai meninggal mengejar pelaku tabrak lari.

voice-e02the-two-faced-healer-18

       Jin Hyuk dan Dae Shik makan di tempat langganan mereka. Membicarakan betapa anehnya Kepala Kang itu, Dae Shik sudah bertemu bermacam-macam jenis orang menyebalkan. Tapi Kepala Kang itu pembohong atau bagaimana?. Bibi kedai membawakan makanan, mencemooh kenapa Jin Hyuk terluka. Dae Shik berdalih itu luka yang terhormat, didapatkan dari menangkap penjahat. Apa Bibi sudah nonton berita pembunuh Gojeong-dong itu? Dia menangkap si brengsek itu hari ini dengan tangan kosong.

“Dasar bodoh. Itu sama sekali tak ada gunanya. Kau harus peduli dengan tubuhmu sendiri.” Kata Bibi sambil lalu. Dae Shik tergelak, entah mengapa ucapannya si Bibi selalu benar. Lalu Dae Shik membahas Kepala Kang lagi, Jin Hyuk muak mendengarnya.

“Tapi…, apa ini pernah terlintas dalam benakmu? Kalau apa yang dikatakan Kepala Center Kang itu benar?”

“Hentikan. Aku sudah tak tahan lagi.”

“Bukan begitu… Ini soal apa yang kulihat di acara TV dokumenter. Ketika *lobus frontalis-mu terluka…, sel-sel saraf-mu bisa menimbulkan kekuatan supranatural.”

(* bagian depan korteks otak yang berhubungan dengan penalaran, keterampilan motorik, dan bahasa ekspresif.)

Dae Shik menduga bisa jadi Kang Center itu seperti Uri Geller-nya Korea (magician berkebangsaan Israel). Jin makin kesal, ia membuang minumannya. Dae Shik hanya sedang bercanda, tapi Jin Hyuk tidak sedang ingin bercanda. Mereka pergi, Dae Shik meninggalkan uangnya di meja.

voice-e02the-two-faced-healer-19

voice-e02the-two-faced-healer-20

    Di rumah, Kwon Joo melihat clue yang ia tempelkan di tembok, bukti yang berhubungan dengan pembunuh ayahnya. Kematian istrinya Jin Hyuk pun tak luput dari benang merah. Ia mengamati dan memikirkannya, lalu beralih ke kursi mendengarkan rekaman suara pembunuh istrinya Jin Hyuk. Kwon Joo berkali-kali mengulang bagian “Karena inilah… kau seharusnya tidak usah banyak tingkah.”

Kwon Joo sudah mantap, tidak akan pernah goyah lagi untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya. Ia juga butuh dukungan ayahnya.

voice-e02the-two-faced-healer-21

voice-e02the-two-faced-healer-22

      Di lift, Jin Hyuk kepikiran dengan perkataan Kwon Joo yang bisa mendengar tiang pangkas rambut. Lalu menyeringai geli, tidak masuk akal sekali menurutnya.

Dong Woo melihat tayangan ayahnya dikerubungi reporter, ia senang ayahnya datang dan baru saja menangkap penjahat. Jin Hyuk meminta maaf baru bisa menemui Dong Woo sekarang karena sibuk, Dong Woo tidak apa-apa.. ia tahu ayahnya pasti bekerja keras untuk biaya rumah sakit Dong Woo. Mereka bercengkerama asik, Dong Woo mengkhawatirkan luka gores ayahnya namun Jin Hyuk rasa ini tidak ada apa-apanya, ia ini kuat. Dong Woo bilang ia bermimpi melihat ibunya, ibu tersenyum namun terlihat sedih. Jin Hyuk janji akan menangkap penjahatnya, kau tahu kan? Ayah ini orangnya optimis. Dong Woo percaya.

     Dong Woo diberi hadiah yang sudah lama didambakannya. Jin Hyuk tanya ultahnya Dong Woo sudah dekat, apa yang Dong Woo inginkan untuk hadiahnya?. Dong Woo bilang tidak usah, ini saja sudah cukup. Ia merindukan masakan ibu, masakan nenek tidak seenak masakan ibunya.

      Dae Shik menelfon, menginformasikan mereka dipindahkan ke 112 Emergency Center.

voice-e02the-two-faced-healer-23

      Kwon Joo merekrut Oh Hyun Ho 29 tahun ke Golden Time Team, ia juga tahu kalau Hyun Ho pernah menjadi white hacker Korea, mulai bekerja hari ini. Awalnya Hyun Ho enggan dan beralasan sulit bernafas di tempat tertutup, tidak bisa bekerja duduk seharian tapi berubah manis dan salah tingkah saat Park Eun Soo datang. Park Eun Soo mampu bicara bahasa Inggris, Perancis, Mandarin, Jepang, dan Rusia.

Park Eun Soo menolak, ia sekarang ini sedang mempersiapkan diri untuk kenaikan jabatan, tidak berminat bergabung di 112 center. Kang Kwon Joo menjelaskan Golden Time Team bukanlah layanan masyarakat biasa, tugasnya adalah mengutamakan keselamatan korban. Kepala Kang juga tahu kalau Park Eun Soo telah kehilangan orangtuanya dia suatu insiden, sekarang tinggal dengan adik dan neneknya, Kepala Kang harap Park Eun Soo mengambil keputusan yang terbaik demi neneknya. Diharapkan Park Eun Soo menghubunginya jika sudah membuat keputusan.

      Kepala Kang berlalu pergi sambil menyambut bergabungnya Oh Hyun Ho. Hyun Ho bingung, apa dia tidak ada pilihan lain?. Kepala Kang bilang Hyun Ho akan ditempatkan di divisi pelayanan masyarakat jika menolak bergabung.

voice-e02the-two-faced-healer-24

      Hyun Ho pasrah, ia memilih menjalaninya saja. Lalu mencoba merayu Pak Eun Soo, penampilannya menarik hari ini, apa bahasa Rusianya “Kau seksi hari ini?”. Eun Soo kesal, ia menyuruh Hyun Hyo enyahlah sana sebelum dilaporkan atas pelecehan seksual.

voice-e02the-two-faced-healer-25

voice-e02the-two-faced-healer-26

Pak Cheon meragukan apakah Park Eun Soo berniat bergabung? Posisi yang mereka sediakan sangat cocok untuk Park Eun Soo. Kepala Kang tidak tahu, semuanya tergantung keputusannya Park Eun Soo. Ia menyuruh Park Cheon mengajari Oh Hyun Ho dulu.

     Jin Hyuk menelfon Kwon Joo. Pukul 09:20, 10 menit sebelum insiden Burim-dong terjadi. Jin Hyuk memprotes kenapa dia dipindah tugaskan. Kwon Joo minta Jin Hyuk menjaga bicaranya, jangan menggunakan banmal lagi, di tempat kerja Kwon Joo adalah seniornya Jin Hyuk.

voice-e02the-two-faced-healer-27

voice-e02the-two-faced-healer-28

     Panggilan diakhiri, Jin Hyuk semakin kesal. Kemudian Jin Hyuk disambut Dae Shik, muak sekali dipindahtugaskan, sudah protes ke HRD tapi HRD bilang kalau tidak suka yasudah. Choong Ki datang dan memperkeruh suasana dengan menyulut kemarahan Jin Hyuk, Jin Hyuk naik jabatan dan melayani wanita yang membiarkan istrinya Jin Hyuk meninggal 3 tahun lalu.

Jin Hyuk yang sudah panas langsung menyerang Choong Ki. Yang lainnya berusaha melerai. Kepala Jang datang, menyuruh semuanya berhenti dan mengakan Jin Hyuk bicara.

voice-e02the-two-faced-healer-29

voice-e02the-two-faced-healer-30

     Jin Hyuk bicara dengan Gyung Hak, berbicara kenapa bisa ini terjadi. Kang Kwon Joo niat sekali memasukkan Jin Hyuk ke Golden Time Team. Jin Hyuk terus berteriak-teriak, ia tidak mau bekerjasama dengan Kepala Kang.

voice-e02the-two-faced-healer-31

voice-e02the-two-faced-healer-32

      Seorang anak umur 7 tahun menelfon 112. Ia menelfon dari USIM (Kartu USIM biasa digunakan pada ponsel yang sudah bisa di jaringan 4G), anak itu ditikam ibunya di rumah. Petugas  lainnya mengira pasti ini hanya panggilan iseng. Kwon Joo minta disambungkan.

Dengan ramah Kwon Joo bertanya apa benar kau ditikam ibumu Nak?. Dengan patah-patah anak kecil itu menjawab, “Ibu… ingin mencoba membunuhku. Beberapa saat lalu… dia menusukku… dengan pisau… seperti ini. Dia… menusuk ku”

Kwon Joo kemudian menulis pertanyaaan di kertas apa sebelum ini pernah ada panggilan dari nomor yang bukan USIM?. Tanyanya ke profiler lainnya. Pak Cheon menjawab tidak ada. Kwon Joo langsung menekan tombol darurat. Lampu sirine merah berputar-putar pertanda bahaya.

“Code zero. Code zero. Dalam jarak 2 km dari 43 Burim-dong…, .seorang anak telah terluka. Ibunya sendiri adalah tersangkanya. Dia melukai anaknya dengan pisau. Besar kemungkinan si anak mengalami pendarahan. Divisi patroli Burim dan tim aksi… harap segera ke TKP.”

      Jin Hyuk marah, memangnya siapa Kwon Joo berani-beraninya memerintahnya. Kwon Joo menegaskan ini bukalah saatnya memperdebatkan hal kecil tersebut. Jin Hyuk marah tapi bertindak juga mengingat nyawa seorang anak berada di ujung tanduk sekarang. Kepala Jang menyindir Jin Hyuk yang sekali lagi tunduk dengan perintah Kwon Joo.

      Kembali lagi ke korban. Kwon Joo meminta diberitahu namanya dan ibunya, juga tempat tinggalnya di mana. Ah Ram kehilangan banyak darah, ia bersembunyi di dalam mesin cuci. Darahnya mengucur ke dalam mesin. Ibunya terlihat sepertinya mengalami gangguan kejiwaan.

“Nak, kau ditusuk di bagian mana?”

“Perutku. Aku pusing.”

“Kau tangguh sekali. Kau saja tidak menangis. Ibumu ada dimana?”

Anak itu tidak tahu, ia menjawab pertanyaan Kwon Joo. Namanya Son Ah Ram, umurnya 7 tahun, Ah Ram tidak tahu siapa nama ibunya. Kwon Joo kemudian memerintahkan Pak Cheon mencari ponsel milik Son Ah Ram didaftarkan atas nama siapa dan lacak lokasinya.

     Kwon Joo tanya ke Ah Ram di bagian mana tepatnya Ah Ram ditusuk. Ah Ram ditusuk di bawah pusar. Kwon Joo dalam hati khawtir bisa jadi ususnya Ah Ram terluka.

“Ah Ram, dengar Noona baik-baik, ya. Kalau darahmu keluar terlalu banyak, nanti kau akan kesakitan… jadi Noona akan mengajarimu mencegahnya. Ah Ram, apa kau bisa letakkan tanganmu… dan tekan tanganmu di lokasi tusukannya?”

Ah Ram meringis kesakitan setelah mempraktekkannya. “Sudah kulakukan.”

“Bagus. Polisi sekarang sedang kesana, jadi jangan khawatir.”

Kwon Joo minta alamatnya Ah Ram ada di mana. Ah Ram bilang ia selalu di dalam kamar dan tidak tahu alamat rumahnya. Kwon Joo tanya lagi, apa yang dilihat Ah Ram di luar jendelanya. Ah Ram ingat di luar jendelanya, semua rumah terlihat sama, berbata merah.

Kwon Joo kemudian meminta Oh Hyun Ho melacak tempat yang berbata merah di sekitar lokasi koordinat yang mereka ketahui.

voice-e02the-two-faced-healer-33

Hyun Ho melacaknya, itu merupakan Dabok Villa. Satu-satunya yang berbata merah. Kwon Joo tanya ke Ah Ram lagi seperti apa perumahannya. Ah Ram bilang rumah-rumahnya tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan yang lain namun lebih tinggi dibandingkan pohon.

Ah Ram mulai mengantuk, Kwon Joo melarangnya tidur. Kalau Ah Ram tidur maka polisi tidak akan bisa menemukan Ah Ram. Noona ceritakan cerita lucu ‘ya?

     Kwon Joo menghubungi Golden Team, menjelaskan situasi Ah Ram dan perkiraan rumahnya di mana. Jin Hyuk malas-malasan di kursinya sementara Dae Shik menyetir. Dae Shik merasa seperti baru saja mendapatkan bos yang gila, tapi kalau dipikir-pikir anak 7 tahun berarti lebih muda dari Dong Woo. “Jalan saja.” Kata Jin Hyuk tidak acuh.

      Ibunya Ah Ram yang entah kandung atau ibu tiri ini sedang mencari-cari Ah Ram. Ia ketakutan, harus segera menemukan Ah Ram dan jangan sampai ketahuan (oleh suaminya kah? Tetangga.)

voice-e02the-two-faced-healer-34

“Ibunya Jae Eun.” Sapa tetangga melihat wanita itu mengorek sampah. Tetangga tanya kenapa ditelfon tidak dijawab?. Ibunya Jae Eun beralasan tadi dia mau mengangkatnya tapi melihat orang buang sampah tapi dicampur daur ulang dan organik.

Keduanya ingin komplain ke tetangga yang sering mencampur sampah dan ada sampah baju berdarah, keduanya menduga anak orang tersebut sering dipukul setiap malam. Ibunya Jae Eun tersebut masuk ke rumah dan mencari ponselnya. Tidak ada di mana-mana, ia menelfon nomornya sendiri, nomornya sedang sibuk.

      Wanita itu menghubungi seseorang yang sepertinya juga tahu tindakan melukai Ah Ram. Wanita itu khawatir jika Ah Ram menghubungi polisi.

voice-e02the-two-faced-healer-35

     Pukul 09: 33, 3 menit setelah insiden Burim-dong terjadi. Jin Hyuk dan tim sampai di Dabok Villa. Jin Hyuk mengajak semuany berpencar dan saling menghubungi lewat radio. Karena wilayah terlalu luas mereka berpencar ke bagian kanan dan kirinya.

voice-e02the-two-faced-healer-36

Kwon Joo memberitahu Ah Ram kalau polisi sudah mulai mencari tempatnya Ah Ram. Katanya tadi pintu rumah terbuka, apa Ah Ram ingat di lantai berapa apartemennya Ah Ram?. Ah Ram menjawab tidak ingat, tadi ketika berlari menghindar ia silau oleh sinar matahari yang menyorot kaca rumah.

Ah Ram bercerita biasanya rumah selalu gelap. Jin Gu Hyeong juga bilang pada Ah Ram kalau Ah Ran sering demam dan sakit karena rumahnya terlalu gelap.

“Ah Ram, siapa Jin Gu Hyeong?”

“Dia anak laki-laki yang kutemui di sini. Ayah dan ibuku bilang padaku… kalau aku dan kakakku kalau aku dan kakakku tukang makan… makanya keluarga kami makin miskin.”

“Jadi kau sekarang lagi bersama dengan Jin Gu Hyeong?”

“Tidak. Dia selalu sakit, jadi dia pergi ke… rumah neneknya. Dia tidak mau kembali kesini.. karena dia suka di rumah neneknya. Jin Gu Hyung juga bilang padaku… ada anak perempuan juga yang ada disini sebelum aku.  Tapi dia juga sangat sakit…, jadi dia tinggal di rumah sakit.”

“Ah Ram, bisa kau ceritakan… pada Noona apa yang terjadi padamu hari ini?”

voice-e02the-two-faced-healer-37

     Ah Ram bercerita, dia disuruh mandi ibunya untuk piknik dengan ayah. Yang aslinya Ah Ram disuruh menenggelamkan diri di dalam bathup oleh ibunya. Ah Ram gelagapan, ia kedinginan dan ibunya tidak bisa membiarkan Ah Ram keluar dari bathup.

Ah Ram minta diampuni “Ibu, jangan bunuh aku.”

Ah Ram ditikan di dalam air. Ah Ram mendorong ibunya dan lari keluar. Langsung bersitatap dengan sinar matahari.

Ah Ram masuk ke mesin cuci dengan ponsel ibunya. Kwon Joo meminta Ah Ram tidak apa kalau tidak bisa menceritakannya, mengingat Ah Ram semakin lama semakin melemah karena kehilangan darah. “Ambil napas dalam-dalam. Perlahan.”

voice-e02the-two-faced-healer-38

Kwon Joo lalu memberitahu tim Golden Time di lapangan, juga petugas lainnya. “Pemberitahuan kepada semua. Kasus cedera Burim-dong Dabok Villa… kini berubah menjadi kasus pembunuhan. Sepertinya ada anak-anak lagi yang disekap… dan disiksa oleh tersangka.”

       Jin Hyuk dan Dae Shik pergi ke tempat satpam. Si satpam terkejut detektif langsung datang secepat ini. Ia ragu-ragu mengatakan kejadian anehnya setelah ditanya Jin Hyuk.

voice-e02the-two-faced-healer-39

voice-e02the-two-faced-healer-40

Dua ibu-ibu yang bertemu dengan ibunya Ah Ram tadi bercerita. Ada anak yang sepertinya disiksa ibunya, anak itu tinggal di apartemen unit 104. Bangunan 5. Dae Shik tanya apa para ibu melihatnya sendiri?. Para ibu itu menjawab tidak perlu melihat sendiri, buktinya mereka bawa. Pak satpam jujur juga pernah melihat anak dipukuli ibunya ketika satpam patroli malam.

Sampah penuh bercak darah. Dae Shik minta data pribadi penghuninya.

     Jin Hyuk kemudian menginfokan dugaan tersangka pembunuhan adalah Hwang Ji Sook tinggal di apartemen unit 104, Building 5.

     Kwon Joo menghubungi Ah Ram, memintanya diam saja jika mendengar sesuatu. Polisi sedang menuju tempatnya, bertahanlah sebentar lagi. Ah Ram mendengar suara xylophone yang berdenting dan memekakkan telinga.

“Setiap ayah pulang…, pasti ada suara xylophone. Dan kemudian ibuku… selalu menangis.”

voice-e02the-two-faced-healer-41

voice-e02the-two-faced-healer-42

      Ibunya Ah Ram mendengar sirine polisi. Ia mengecek ke bawah, syok ketakutan bagaimana jika ia yang didatangi?. Telepon rumah berbunyi, Ia mengangkatnya, ia menjawab belum, tapi polisi datang, sepertinya anak itu melapor. Bagaimana kalau mereka datang ke sini?

       Entah apa jawaban orang di ujung panggilan tersebut, wanita itu histeris “Aku juga tak tahu harus bagaimana! Kenapa kau selalu menyalahkanku?”

Ah Ram tanpa sengaja menjatuhkan ponselnya, membuat ibunya tahu keberadaan Ah Ram sekarang. Ibunya mengambil pisau dan bermanis-manis memanggil “Ah Ram… kau ’kan seharusnya pergi piknik dengan ibu. Ibu tidak marah. Cepat keluar.”

Ah Ram ketakutan, ibunya tahu Ah Ram ada di dalam rumah. Kwon Joo mencoba menenangkan Ah Ram. Kwon Joo juga mengabarkan keadaan genting Ah Ram, ibunya sekarang menuju ke Ah Ram.

     Info datang, “Nomor penduduknya 860724-2364712. Hwang Ji Sook. Dia bercerai tiga tahun lalu. Saat ini, dia tinggal bersama dengan anak umur delapan tahun… di apartemen unit 104, Building 5 Dabok Villa. Dia pernah dilaporkan atas penyiksaan anak sebelumnya. Pihak kepolisian di wilayah apartemen dia sebelumnya… telah menghukum dia dalam masa percobaan.”

Jin Hyuk terkejut bukannya 7 tahun?. Si informan mengatakan si anak kelas 1 SD. Kwon mengonfirmasi, tunggu sebentar.. anak tadi bilang dia tidak pernah keluar dari rumah. Jin Hyuk menyuruh dicek lagi tanggal lahirnya, anak itu tadi pasti bingung, mungkin sebelumnya pernah masuk SD. Jin Hyuk ingin mengecek dulu bangunan yang ia curigai.

        Kwon Joo meminta Ah Ram bertahan, polisi segera datang. Kwon Joo merasa ada yang aneh. Ah Ram bilang Dabok Villa itu sedikir lebih tinggi dari pepohonan. Tidak mungkin dia bisa melihat bagian atas pohon dari lantai pertama. Dan juga tidak masuk akal… kalau ibunya menyiksanya secara terang-terangan.

“Dimana sebenarnya dia ini?”

Kwon Joo ingat, Ah Ram bilang tiap kali ayahnya pulang selalu ada suara xylophone. Kwon Joo berpikir keras di mana sebenarnya Ah Ram.

       Pukul 09:35, 5 menit setelah insiden Burim-dong terjadi. Jin Hyuk dan tim sampai di bangunan yang dicurigai,

voice-e02the-two-faced-healer-43

voice-e02the-two-faced-healer-44

Kwon Joo memikirkan sebenarnya suara apa itu. “Tidak. Suaranya bukan seperti petikan senar. Bisa saja ini bukan suara alat musik. Suaranya seperti… suara piring-piring porselin. Aku tidak pernah dengar suara ini. Suara apa itu sebenarnya?”

Kwon Joo mengutarakan firasat anehnya ini, ia merasa mereka ada di tempat yang salah. Jin Hyuk memperingatkannya, situasi ini hanya bisa diterka oleh Kwon Joo, yang jelas sekarang ini Jin Hyuk hendak menggrebek apartemen di mana terdengar suara wanita berteriak.

      Kwon Joo nyaris putus asa, “Ah Ram…, jangan pernah menyerah. Kau mau berjanji pada Noona kalau kau takkan menyerah, ‘kan?. Bisa kau tekan ponselmu… supaya Noona bisa mendengarmu?” Ah Ram mengetuk beberapa kali. Ibunya di luar sana masih mencari keberadaan Ah Ram. Ia akhirnya masuk ke ruangan yang ada mesin cucinya. Ah Ram menutup mulutnya, takut teramat takut jika sampai ibu tahu.

voice-e02the-two-faced-healer-45

      Untungnya wanita itu tidak mengecek mesin cucinya dengan lebih teliti. Ia hanya meliriknya saja dan pergi, Kwon Joo yang mendengarnya juga ikut cemas. Tapi pintu terbuka lagi,

voice-e02the-two-faced-healer-46

      Jin Hyuk membuka pintu, justru melihat pemandangan seorang wanita memukuli anaknya. Jin Hyuk salah sasaran dan pergi. Sementara itu ibunya Ah Ram kembali lagi, ia bisa tahu keberadaan Ah Ram dari darah yang mengalir melalui selang pembuangan air di mesin cuci.

Terus menetes searah sejalur dengan detik waktu. Kwon Joo menanyakan ke Ah Ram apakah polisi sudah datang?. Ah Ram dengan lemah menjawab tidak tahu. Jin Hyuk melaporkan salah duganya, Kwon Joo dan yang lainnya terlihat frustasi.

Ibunya Ah Ram menyeringai senang, akhirnya dia menemukan Ah Ram “Anakku Ah Ram..”

Ah Ram terkejut, “Ternyata kau bersembunyi di sana. Sini sama ibu.”

Wanita itu mendekati mesin cuci dan membukanya.

voice-e02the-two-faced-healer-47

voice-e02the-two-faced-healer-48

Jin Hyuk dan tim kebingungan di mana sebenarnya Ah Ram. Ah Ram ditarik paksa. Ia berteriak minta diampuni ibunya.

voice-e02the-two-faced-healer-49

09:40, 10 menit setelah insiden Burim-dong terjadi.

Komentar:

     Berkali-kali aku menahan napas, Wow! Rasanya Dejavu seperti nonton Final Destination XD #MulaiAlay

       Dan aku lupa Omo! Yesung SJ… (Oh Hyun Ho) elu ngapain di sini bang? O_o? kkkkkk, dia sering main drama di tv kabel rupanya.

       Ini menyebalkan , maksudku intrik di mana Jin Hyuk membenci sekali Kang Kwon Joo karena membuatnya merasa tidak adil istrinya meninggal dan pelakunya berkeliaran. Tapi disisi lain harus bekerja sama demi menyelamatkan nyawa seseorang.

Aku merasa bukan Dong Chul pelakunya, mungkin seorang yang Dong Chul segani, di mana dia gak bisa melawan perintah pria tersebut, kulihat di episode 1 pelakunya giginya tonggos sedangkan Dong Chul tidak.

       Arrrgggggghhhhh! Aku lebih ngeri kasus yang kedua, ini anak kecil lho ya? Kalau Bok Nim kan sudah agak gedean dan bisa melawan T-T. Ketika orang dewasa merawat anaknya terkadang kita lupa kalau kita pernah menjadi anak kecil dan pastinya ada hal-hal yang tidak kita sukai dari cara orangtua memperlakukan kita, tapi entah mengapa saat menjadi orangtua kita malah lupa dan mengulang kembali hal-hal yang kita benci di masa kecil ke anak kita sendiri. Spiral itu cukup sulit memutusnya, memang… bagaimana kalau tulis saja hal-hal yang tidak kita sukai di masa kanak-kanak ke dalam catatan, sebisa mungkin jangan diulangi ke anak kita.

Intinya ketika kita berada di atas kita cenderung lupa dimana kita sebelumnya T-T, please… down to earth.

     Apakah dia ibu kandungnya Ah Ram? Atau dia penculik anak-anak yang mencuci otak Ah Ram sehingga menyebutnya ibu?, tadi Ah Ram bilang ada beberapa anak lainnya bukan?. Atau ibu dia gangguan jiwa? Tapi kelihatannya sadar tadi? Mungkin Ah Ram anak angkat, si wanita tadi berkomplot dengan seseorang dan merupakan sindikat perdagangan manusia, diambil organ dalamnya begitu? *Owhh ngeri ngeri ngeri….

Betewe Dong Woo anaknya Jin Hyuk sepertinya selama ini ada di RS terus, sakit apa dia ya?

Share dan Like FP Blog ini untuk tahu update-annya>>>> Klik FANPAGE

Advertisements

[Sinopsis] Voice Episode 1

 voicekdrama2017

      Aku menyerah menulis sinopsis yang jam tayangnya senin-kamis (KBS, SBS, MBC menjadi mitos bagiku XD ), masalah waktu *kkkkk >_< tapi kalau tayangnya jum’at dan sabtu aku bisa! >_< Hahahaha… dan Januari ini masih padat sekali rasanya, belum bisa aktif menulis sinopsis drama on going yang baru 2017 ini meski sangat menginginkannya. Aku tidak terlalu suka horror yang berhantu tapi aku suka yang thriller :D, dan sedang mencoba untuk tidak akan membaginya menjadi berpart part. Drama ini terinspirasi kisah nyata dan dibuat menjadi fiksi agar lebih dramatis. Dan bagi readers yang hatinya lembut, tidak tega’an… lihat semut mati aja nangis, mohon jangan diikuti drama ini yah? ^^, karena ini sepenuhnya banyak adegan yang membikin ngilu… pening, muntah, jijik.

      Satu pesanku kalau belahan jiwamu (istri/suami/pacar/orangtua) menelfon maka segera angkatlah! T_T karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi…

 Chapter 1: The Voice in The Dark.

voice1

voice2

     Di suatu malam hening dan turun salju, seorang wanita dengan nafas yang menderu tergesa berjalan sesekali menengok ke belakang. Ia sedang menghindari seorang pria berjas hujan misterius.

Di suatu gang ia menjatuhkan bawaannya, ia memilih meninggalkan bawaannya dan menutup mulutnya karena ketakutan.

Saat itu 25 November 2014, pukul 22:15 di Eunhyung-dong, Sungwun. Wanita yang bajunya sudah kumal dan kotor tersebut bersembunyi diantara tong sampah.

       Di pelabuhan Sungwun satu tim detektif sedang mengintai, salah seorang diantaranya buang angin dan membuat Moon Jin Hyuk  (Jang Hyuk) memukulnya, menyuruhnya ke toilet sana!. Disaat yang sama yang mereka intai datang. Jin Hyuk dan timnya akan menangkap para penjahat tersebut lalu makan malam.

voice3

voice4

Mereka keluar dari mobil, istri Jin Hyuk menelfon dengan ketakutan dibalik tempat sampah. Tapi Jin Hyuk tidak mengangkat panggilannya. Kemudian istrinya Jin Hyuk menelfon pusat bantuan, Kang Kwon Joo (Lee Ha Na) yang menerima panggilannya, ada yang bisa dibantu?. Istrinya Jin Hyuk mengatakan ada seseorang yang akan membunuhnya.

Kang Kwon Joo mengetikkan keluhannya, ia bertanya di mana posisi. Istrinya Jin Hyuk tidak tahu ia ada di mana sekarang, “Tangga, aku melihat tangga sempit.”

voice5

Rekannya tanya ada apa. Kang Kwon Joo menjelaskan sepertinya penelepon sedang terluka dan tidak tahu posisinya ada di mana. Rekannya meminta Kang Kwon Joo menyambungkannya dengan ke si penelepon.

     Rekan Kang Kwon Joo mengatakan akan mengirimkan orang dan minta posisi pastinya. Istrinya Jin Hyuk bilang ia ada di dekat gereja Bangseok. Belum selesai lalu panggilan terputus. Rekan Kang Kwon Joo menyuruh Kang Kwon Joo menelfonnya kembali. Na’asnya Kang Kwon Joo menelpon disaat yang salah, ketika si pria misterius ada di sekitar tempat sampah.

voice6

voice7

Ponsel berdering, wanita itu langsung kabur lagi. Ia menjatuhkan ponselnya dan kesulitan bangun. Wanita itu memohon dibiarkan hidup, putranya ada di rumah. Si pembunuh menyeringai dan mengatakan “Karena inilah… kau seharusnya tidak usah banyak tingkah.”

Pria itu mengeluarkan sesuatu yang berbentuk bulat dan memukulnya.

Kang Kwon Joo syok mendengarkan, terdengar suara pukulan berkali-kali. Kwon Joo berusaha memanggil-manggil “Ibu, halo? Bu?”

     Para detektif dan penjahat bertarung. Jin Hyuk dengan mudah mengalahkan bos penjahat walau melawannya dengan pisau.

voice8

Setelahnya para detektif merayakan keberhasilan mereka menangkap para penjahat. Bibi pemilik kedai tanya ke mereka memangnya mereka satu-satunya yang menangkap penjahat di Korea Selatan?. Para detektif membanggakan diri, tim merekalah yang terkuat dan selalu di peringkat satu. Jin Hyuk sampai bosan.

voice9

      Dae Shik menelepon, Jin Hyuk malah mengajaknya makan-makan ronde kedua. Dae Shik tanya pada Jin Hyuk tadi dapat panggilan dari istrinya?. Jin Hyuk tanya memangnya kenapa? Apa Dae Shik rindu istrinya?, ia memang dapat panggilan dari istrinya tadi. Dae Shik sedang ada di lokasi TKP, terjadi pembunuhan setelah seorang pria berusaha memperkosa korban. Masalahnya di dompet korban ada KTP istrinya Jin Hyuk. Jin Hyuk menyuruh Dae Shik memastikan wajah korbannya dulu, ia pikir sedang dikerjai Dae Shik, ini bukan April Mop!. Dae Shik bilang mayat korban sudah hancur semua, saat ini baru dapat sidik jari. Jin Hyuk masih dengan bercanda akan menelfon istrinya, kalau istrinya mengangkat Dae Shik akan Jin Hyuk habisi.

     Jin Hyuk menekan nomor di ponselnya, istrinya diberi nama “Belahan Jiwaku”. Dengan sabar Jin Hyuk menunggu panggilannya diangkat, tapi tidak ada jawaban. Apa sedang sibuk?. Perasaan khawatir mulai menyelubungi semua orang di kedai tersebut.

voice10

      Jin Hyuk datang ke TKP dengan keadaan mabuk. Kepala Jang kesal, ini pasti karena tadi Dae Shik menghubungi Jin Hyuk. Kepala Jang menahan Jin Hyuk jangan dan menyuruhnya pulang. Jin Hyuk melihat sticky notes milik korban

[Bisa-bisanya kau pergi begitu saja? Apa kau sudah lupa ulang tahunmu? Selamat ulang tahun. Aku mencintaimu, Detektif kesayanganku ❤ ]

voice11

     Jin hyuk mendekati jasad korban, mengecek gelang di pergelangan benar milik istrinya. Menanyainya kenapa bertingkah ingin membuat kejutan seperti ini hanya karena tadi pergi tanpa mengatakan apapun, tidak ada yang akan makan kue itu. Jin Hyuk belum bisa menerima kepergian istrinya, ini terlalu cepat, Jin Hyuk tenggelam dalam tangis.

voice12

    Pagi harinya beritanya sudah disiarkan ke penjuru negeri, Ny. Heo istri dari Detektif Moon Jin Hyuk dari Satuan Unit Satu Tindak Kejahatan Polda Sungwun meninggal di tangan pembunuh sadis. Istrinya ingin mendatangi suaminya yang jarang di rumah karena terlalu sibuk bekerja dan 112 Emergency Center yang dinilai tidak cakap menerima panggilan korban sehingga menyebabkan kematian korban.

     Pimpinan 112 mengumumkan pengunduran dirinya di depan pers. Pemakaman istrinya Jin Hyuk digelar,  Jin Hyuk terlihat kuyu dan lemah ketika menyambut pelayat. Jin Hyuk diberitahu kalau nama pembunuhnya adalah Go Dong Chul, terkenal sebagai tukang pukul di Klub Rambada di Yongjin-dong. Memiliki rekam jejak 10 tindakan kriminal.voice13

voice14

Pakaian bernoda di rumah Go Dong Chul memiliki noda darah setelah diuji di lab ternyata milik istri Jin Hyuk. Kepala bilang kasus ini memang kesalahan 112 dan atasan minta kasusnya segera ditutup, tersangka akan dihukum seumur hidup. Jin Hyuk masih belum bisa tenang, ia bekerja menjadi detektif dan jarang pulang untuk bisa hidup dan istrinya yang malang itu membuatkan makanan untuknya tapi justru ini yang terjadi. Jin Hyuk ingin memenjarakan Go Dong Chul seumur hidup jangan sampai keluar dari penjara, kalau sampai keluar Jin Hyuk berjanji akan membunuhnya segera.

voice15

        Sidang Heo Ji Hye istrinya Moo Jin Hyuk. Dari ucapan jaksa, Go Dong Chul menyatakan dirinya malam itu mabuk dan tidak ingat apapun. Tindakan kejinya memang sudah tidak bisa ditolerir, menyeret korban ke tempat yang sunyi disaat Heo Ji Hye dalam perjalanan mengunjungi suaminya, Go Dong Chul hendak melakukan pelecehan seksual pada korban tapi karena korban meminta bantuan maka Go Dong Chul memukuli kepala korban 30 kali sampai tengkoraknya gepeng.

    Saksi dihadirkan, Letnan Kang Kwon Joo dari 112 dihadirkan sebagai pihak yang menerima panggilan korban. Kang Kwon Joo ditanyai suara yang ia dengar malam itu apakah benar milik Go Dong Chul?. Go Dong Chul dipanggil siapa namanya? Dong Chul menjawab dengan enteng. Namun Kang Kwon Joo bilang bukan itu suaranya.

voice16

Para hadirin sidang langsung saling berbisik, Jin Hyuk tampak meradang dan tanya ke Dae Shik wanita seperti apa Kang Kwon Joo itu?. Dae Shik menjawab, sebenarnya ada rumor kalau pembunuhnya bukan Go Dong Chul, melainkan seseorang yang juga membunuh ayah Kang Kwon Joo. Tapi masalahnya adalah ayah Kang Kwon Joo murni tabrak lari. Mungkin Kang Kwon Joo sedang berusaha menutupi kelalainnya saat bekerja karena putus asa.

          Hakim keberatan, apa Kang Kwon Joo yakin suaranya benar berbeda?. Kang Kwon Joo yakin, dia memiliki rekaman lain yang belum diserahkan ke pengadilan. Yaitu rekaman pukul 22:18 hingga 22:21, pelaku yang diyakini Kang Kwon Joo berbicara melalui walkie-talki ayah Kang Kwon Joo. Umur pelaku saat itu kira-kira 20an atau awal 30an.

Kang Kwon Joo yakin suaranya jauh lebih berat dari suara Go Dong Chul. Kang Kwon Joo bahkan juga bisa mendengar suara retak dari mulutnya. Jaksa mebisiki Kang Kwon Joo, apa-apaan maksudnya ini? Jaksa kesal karena kesaksian Kang Kwon Joo justru menghambat lajunya kerja jaksa. Kang Kwon Joo tidak peduli, dari awal bukankah sudah ia bilang kalau suaranya berbeda?. Kang Kwon Joo minta hakim mengizinkan rekaman diputar kembali.

       Suara diperdengarkan kembali “Jangan bunuh aku. Anakku ada di rumah. Biarkan aku hidup.”

Jin Hyuk berusaha menahan tangisnya, matanya sudah berkaca-kaca. Tapi suaranya hanya sampai di situ saja, ia yakin rekamannya masih panjang. Kang Kwon Joo yakin ini ada kesalahan, hakim tidak mengerti dimana salahnya… rekaman yang pihak mereka terima hanya sebatas itu saja.

voice17

Kang Kwon Joo langsung menatap si jaksa, ia yakin ini perbuatan si jaksa. Dan Go Dong Chul terlihat senang-senang saja. Jin Hyuk tidak tahan lagi, ia pikir Kang Kwon Joo berbohong. Jelas-jelas ada noda darah di pakaiannya Go Dong Chul, apa Kang Kwon Joo dibayar?

    Kalau Jin Hyuk membayarnya apakah mau memberikan kesaksian asli?. Jin Hyuk diluar kendali, Hakim berniat mengeluarkannya karena ini mengganggu jalannya sidang. Jin Hyuk semakin meradang melihat Go Dong Chul sempat menyeringai. “Apanya yang lucu?”

Jin Hyuk mau menyerang Dong Chul, ia ditahan petugas yang ada. Dong Chul terus tersenyum geli melihat Jin Hyuk.

      Media massa banyak berspekulasi tentang kejadian ini. Kang Kwon Joo bilang suara tersangka aslinya berbeda.

~Voice~

      3 Tahun Setelah Insiden Eunhyung-dong..

Di Polda Sungwun. Di sana terdapat banyak Profiler yang tiap harinya bertugas menerima panggilan dari masyarakat yang membutuhkan bantuan.

voice18

     Kang Kwon Joo sebagai Profiler profesional, ia melihat siaran di televisi. Seorang cucu yang menyatakan Kakeknya ditipu orang. Kang Kwon Joo kemudian menelfon 112 Emergency Center, meminta Profiler yang bertugas melihat televisi. Meski kebingungan petugas yang menerima panggilan tersebut menyalakan TV.

Kang Kwon Joo bilang penipunya adalah cucu Kakeknya sendiri, mengubah suaranya dengan mesin modulator. Dari suara napasnya, pola bicara dan logatnya Kang Kwon Joo yakin itu merupakan orang yang sama. Suara seseorang bagaikan sidik jari. Ada 99 persen peluang kalau itu memang skenario yang dibuat oleh si cucu.

voice19

voice20

   Kang Kwon Joo memiliki bakat khusus yang tidak diketahui orang banyak, bisa melihat dunia bukan dengan matanya. Melainkan dengan telinganya. Setelah ia sembuh dari cedera mata waktu ia masih kecil… ia bisa mendengar dan melihat… semua suara dengan telinganya.

voice21

voice22

     Moon Jin Hyuk malas-malasan di kursi, dia membawa seseorang yang dikiranya tahu Dong Chul dan memukulinya tanpa sebab.

voice23

 Dae Shik datang membawakan minuman. Jin Hyuk ikut pergi juga setelah Dae Shik pergi. Si pria yang Jin Hyuk bawa tadi terkejut, ternyata Jin Hyuk memang pria yang istrinya dibunuh Dong Chul dulu. Pria itu mengejeknya, pantas saja memukulinya tanpa alasan.

voice24

        Pria itu menyebut Jin Hyuk bodoh, pantas saja istrinya meninggal. Jin Hyuk hanya tertawa hambar dan menyuruhnya mengulangi perkataannya lagi. Jin Hyuk ditahan-tahan Dae Shik dan yang lainnya jangan gegabah, nanti bisa diskors. Awalnya Jin Hyuk berjalan pergi tapi kembali lagi dan menghajar pria itu sampai babak belur dan pingsan. Rekan-rekannya berusaha menutupi CCTV dan tidak menghentikan Jin Hyuk.

Jin Hyuk lalu pergi, Dae Shik kebingungan dan ikut pergi.

voice25

voice26

       Kang Kwon Joo dan kepolisian di bagian lainnya mengadakan rapat tentang Tim Golden Time, dimana tim tersebut bisa menyelamatkan korban lebih cepat, rentang waktu 3 menit, 5 menit dan 10 menit disebut golden time. Golden Time Team harus diutamakan lebih dahulu datang ke TKP.

Kepala Jang tanya apa maksudnya Satuan Unit Kejahatan harus bergantung pada 112?. Kang Kwon Joo bukan seperti itu, lebih tepatnya pengiriman bantuan. Komisaris Bae Byung Gon tahu Kang Kwon Joo memang mempelajari sistem kepolisian Amerika tapi ini di Korea dan Kang Kwon Joo jelas tidak tahu apapun. Ini juga menentang hierarki pekerjaan.

Kang Kwon Joo tanya lantas apa yang akan Komisaris lakukan apabila ada kasus yang gagal ditangani untuk menangkap penjahat secara langsung karena sistem pelaporan?. Apalagi Polda Sungwun memiliki panggilan-balik yang sangat rendah. Itu bisa dianggap kelalaian kriminal. Kasus Songshin-dong pada bulan Februari. Kasus Hwami-dong pada Oktober lalu. Si penelepon meninggal karena sistem dan aturan-aturan ini. Dan juga kasus penipuan lewat telepon area Buwol-dong. Hal tersebut harusnya bisa ditangani hanya dalam satu menit… jika suara itu dianalisis dengan benar.

voice27

voice28

      Dae Shik mengingatkan Jin Hyuk jangan berbuat onar lagi, baru-baru ini pangkatnya sudah diturunkan. Jin Hyuk harus tetap hidup demi Dong Woo anaknya. Go Dong Chul juga sudah lama tidak terdengar, mungkin saja sudah meninggal. Kalau istri Jin Hyuk melihat ini pasti akan sedih.

Jin Hyuk tidak menanggapi, ia lalu mengajak Dae Shik makan, ia lapar. Jin Hyuk berjalan duluan dan Dae Shik masih di belakang, ia menginformasikan kalau wanita yang bersaksi di sidang itu sudah dipindahtugaskan menjadi kepala pusat. Bahkan menjadi sukarelawan di sini.

voice29

     Kang Kwon Joo dan Komisaris beserta para Kepala Divisi kepolisian masing-masing melihat kinerja para Profiler. Komisaris tampak malas, ia pikir ini sudah cukup.

Sementara itu Dae Shik menjelaskan kalau Kang Kwon Joo kemari karena permintaan sukarela, Kang Kwon Joo sudah banyak membuat wilayah yang ditanganinya menjadi wilayah call-back tertinggi di Korea Selatan, mungkin karena Kang Kwon Joo pernah belajar di Amerika dan memecahkan kasus di sana makanya didukung banyak orang. Dae Shik pikir pasti rumor Kang Kwon Joo belajar ke luar negeri karena uang dari Go Dong Chul mungkin benar. Aneh sekali mau bekerja di sini, pasti sudah gila.

       Komisaris berniat pergi. Ia baru-baru ini terlalu banyak tekanan dari wartawan dan minum obat pun tidak banyak membantu. Kepala Jang menyanggupi, jangan khawatir ia bisa menyelesaikan kasusnya. Kepala Jang menyuruh Kang Kwon Joo jangan buang-buang waktu Komisaris lagi.

       Kang Kwon Joo bilang ia tidak membuang-buang waktu, mereka perlu mengerti apa yang mereka lakukan ini memang ada gunanya atau tidak. Kang Kwon Joo berkata Komisaris baru di sini 10 menit dan sudah membuat keputusan.

Jin Hyuk menggedor-gedor pintu untuk bertemu Kang Kwon Joo. Kang Kwon Joo mengajaknya bicara di tempat lain tapi Jin Hyuk menahannya. Jin Hyuk pikir Kang Kwon Joo tidak punya malu sama sekali kenapa datang ke tempat ini.

      Kepala Jang membisiki Komisaris tentang Kang Kwon Joo merupakan petugas yang menerima panggilan darurat dari istrinya Jin Hyuk, dianggap memberikan kesaksian aneh di pengadilan sehingga membuat tersangka sulit ditemukan jejaknya.

      Kang Kwon Joo tadinya ingin menjadikan Jin Hyuk kepala Tim bentukannya tapi sepertinya dugaannya salah, Jin Hyuk terlihat terpuruk dan tidak ada gairah untuk hidup. Jin Hyuk menyindir, ia merasa terhormat sekali, Kang Kwon Joo dulu bahkan menggunakan kematian ayahnya sendiri untuk berbohong demi Dong Chul.

voice30

Kang Kwon Joo hendak pergi, ia yakin Jin Hyuk masih butuh waktu untuk menerima permohonan maafnya Kang Kwon Joo, tapi ditahan Jin Hyuk. Dae Shik datang, ia yakin pasti akan begini kejadiannya.

      Dae Shik memarahi petugas di sekitar sana kenapa malah diam saja dan tidak melerai. Dae Shik mencoba menyingkirkan tangan Jin Hyuk dari bahu Kang Kwon Joo. Terkejut melihat ada Komisaris, ia berbisik pada Jin Hyuk kalau Komisaris juga sedang melihat mereka.

Jin Hyuk tidak peduli, ia menyuruh Dae Shik menyingkir. Jin Hyuk bertanya kenapa Kang Kwon Joo menghilang setelah memberikan kesaksian aneh bahkan membawa-bawa almarhum ayahnya sendiri? Apa benar demi kepentingan dapat uang dari agar bisa belajar ke luar negeri dari uangnya Dong Chul?.

voice31

   Di dalam ruangan Profiler barusan mendapat panggilan penculikan di Eunhyung-dong. Petugas mendatangi  Kwon Joo. Kwon Joo sudah bilang ke Jin Hyuk ia saat itu tidak mengada-ada, tidak berbohong dan apa Jin Hyuk bisa percaya itu?

     Kwon Joo hendak pergi mengurusi kasus darurat tersebut, dengan berat hati Jin Hyuk melepaskan setelah Kwon Joo bilang nanti akan bicara lagi.

voice32

    Korban Park Bok Nim usia 17 tahun. Dia pergi ke Stasiun Eunhyung Station untuk bertemu seorang pria yang dia kenal dari chatting… dan ternyata dia diculik lima menit yang lalu.

Kwon Joo menerima panggilan Park Bok Nim, Bok Nim di tempat penculikan menjelaskan dengan ketakutan, ia kenal seseorang di chattingan dan akan bertemu dengan Paman tersebut. Paman tersebut mengatakan akan membayarnya 100 ribu won untuk sekedar mengobrol dengannya.

voice33

Bok Nim yakin Ajussi itu gila, di tasnya ada banyak sekali pisau. Sebelumnya mereka bertemu di sekitar stasiun, Bok Nim minta uangnya sekarang tapi Ajussi mengajaknya pergi, nanti dia akan berikan uangnya. Bok Nim meski mengumpat ia tetap ikut pergi. Kemudian mereka sampai di tempat yang sepi, Bok Nim mengutarakan ia tidak bisa Ajussi cari gadis yang lainnya saja. Ajussi tersebut mengiyakannya, membiarkan Bok Nim pergi kemudian membekapnya dan melemparkannya ke tembok.

voice34

     Lokasi dari panggilan telepon tersebut sudah diketahui, hanya 2 km dari stasiun Eunhyung-dong. Ponselnya berbayar jadi melacak koordinat GPS-nya bisa memakan waktu. Kwon Joo menanyakan apa saja yang Bok Nim lihat?.

Bok Nim menjawab, ada penutup plastik, batu bata, sepotong kayu, dan… pasir di lantai. Sepertinya ini tempat bangunan. Dalam hati Kwon Joo merasa kalau Bok Nim saat ini dalam keadaan yang sangat berbahaya, ada kemungkinan ini artinya lebih dari sekedar penculikan atau perkosaan.

“Di mana orang itu sekarang?” Tanya Kwon Joo. Disaat yang sama pria itu pulang, mencuci tangan. Bok Nom berusaha bangun, ia merangkak ke atas jendela dan menjatuhkan batu bata. Pria itu salah mengira Bok Nim keluar, ia turun lagi.

“Aku melempar batu bata keluar dari jendela. Dia langsung keluar dan mengira aku kabur.”

“Bagus, Bok Nim. Karena ini sangat mendesak, aku langsung bicara santai mulai sekarang.”

“Baiklah”

voice35

    Kwon Joo langsung mengirimkan laporan ke Divisi terdekat dari TKP untuk segera bergegas mengambil tindakan. Ia juga mengirim Jin Hyuk ikut bertindak. Jin Hyuk masih dendam pada Kwon Joo, tidak sudi diperintah-perintah. Tapi mendengar suara memelas Bok Nim yang minta diselamatkan mengingatkan Jin Hyuk pada istrinya saat itu. Jin Hyuk menyerah, ia pergi.

    Kepala Jang kesal karena Kwon Joo mengambil tindakan sepihak, tadi mereka baru saja merencanakan Tim Golden Time tapi sekarang sudah bekerja saja padahal belum dibentuk resminya. Hubungi tim patroli biasanya saja kan sama? Kenapa dengan Golden Time Team?. Bagaimana kalau pelakunya bukanya cuma cabul?

     Kwon Joo berpendapat kalau pelakunya orang cabul tidak akan mungkin membawa banyak senjata dan tidak akan membawa penutup plastik. Kepala Jang rasa itu hanya perasaan Kwon Joo saja.

voice36

     Jin Hyuk ditahan Dae Shik jangan pergi, ia pasti tadi hanya diprovokasi oleh Kwon Joo agar Kwon Joo kelihatan kompeten, itu adalah tempat kejadian istrinya Jin Hyuk meninggal dulu. Jin Hyuk bertindak bukan karena Kwon Joo, melainkan karena ia mendengar permohonan dari korban yang memelas dan menangis minta diselamatkan.

     Park Bok Nim nyaris putus asa kenapa bantuan belum datang juga, apa Kwon Joo mau melihat orang sepertinya meninggal? Bok Nim tahu hidupnya memang menyedihkan dan namanya saja pun sama membuat frustasi. Kwon Joo mencoba menenangkan, mengajaknya membicarakan soal nama baru untuk Bok Nim kapan-kapan saja. Ngomong-ngomong soal nama.. namanya Kwon Joo juga aneh, Kang Kwon Joo memiliki arti memaksa orang buat minum. Ayahnya mabuk saat hari kelahirannya sehingga memberinya nama aneh tersebut.

    Sering diejek teman-teman sewaktu sekolah. “Ayah tak ada gunanya ‘bukan?.”

“Ayahmu juga sama seperti ayahku.” Kata Bok Nim,

Di luar Jin Hyuk sudah mendekati mobil. “Bok Nim. Aku tahu bagaimana perasaanmu. apa kau akan menjalani kehidupan yang lebih baik.. kalau kau bisa keluar darisana.”

“Aku mendengarkanmu, Unni…, dan aku akan keluar dari tempat ini, kan?”

“Aku janji”

    Kwon Joo meminta kerjasamanya, apa saja yang Bok Nim ingat. Bok Nim bilang ia lihat taman bermain tadi, ia diseret kemari.

voice37

      Jin Hyuk berangkat dengan seorang petugas, Jin Hyuk kepikiran perkataan Kwon Joo tadi tentang dia berniat menjadikan Jin Hyuk kepala Golden Teamnya. Rekan Jin Hyuk terkejut karena Jin Hyuk mau ikut dalam penyidikan.

  3 menit berlalu sejak insiden kejadian. Jin Hyuk datang di sana petugas yang sampai duluan tidak banyak karena diutus untuk lomba marathon. Jin Hyuk diam-diam mengumpat “Ini gila!”

Kwon Joo meminta Bok Nim bertahan sedikit lagi. Timnya memberikan daftar pelaku kejahatan di sekitar daerah sana. Kwon Joo mendengar sesuatu, entah dari mana datangnya, firasatnya mengatakan hal aneh.

      Jin Hyuk dan petugas lainnya berpencar. Mencari dengan clue sesuatu yang berwarna, Jin Hyuk memasuki ruangan gelap. Ia membuka pintu mencurigakn tapi yang ada apapun. Bok Nim memutuskan untuk menuruni tangga, Kwon Joo memperingatkannya menunggu saja 1 menit lagi timnya akan sampai.

Bok Nim tetap turun, ia yakin Ajussi itu tidak ada di sini. Ajussi yang dimaksud rupanya sudah sampai dan melihat batu bata, merasa tertipu ia langsung kembali ke tempat menahan Bok Nim.

     Pria itu kembali, Bok Nim masuk lagi ke ruangan. Jin Hyuk dan opsir lainnya masih belum bisa menemukan lokasi Bok Nim. Bok Nim bingung, ia diminta Kwon Joo untuk sembunyi. Pria penculiknya mencari Bok Nim ke lantai tiga.

     Kwon Joo memerintahkan polisi untuk bergegas karena penculiknya sudah ada di bangunan Bok Nim berada. Penculiknya mengambil palu dan menuju tempat persembunyian Bok Nim. Bok Nim nyaris ditemukan, ia sampai menahan napasnya.

voice38

voice39

Penculik keluar gedung. Sementara itu Jin Hyuk masih terus mencari dan bertanya ke orang-orang setempat mengenai sesuatu yang berwarna-warni disekitar sini. Seorang ibu-ibu mengatakan itu adalah tempat penitipan anak yang sudah lama bangkrut di dekat gang itu. Temboknya bergambar bunga, tapi ibu tersebut merasa kasihan pada pemilik tempat tersebut. Direktur memperkerjakan supir bus tak ada SIM untuk antar jemput anak-anak itu. Salah satunya melakukan pelecehan seksual pada anak-anak itu. Itulah alasannya bangkrut.

     Jin Hyuk menginformasikan info barusan ke Kwon Joo. Kwon Joo bertanya adakah di sekitar sana plang berlampu LED. Jin Hyuk tidak percaya mana ada tempat penitipan anak seperti itu?. Kwon Joo dalam hati meyakinkan diri, benar… tidak ada tempat penitipan anak yang seperti itu. Kenapa ini?

Kwon Joo menghubungi Bok Nim lagi, petugas akan segera datang. Bok Nim meminta maaf pada Kwon Joo, harusnya tadi mendengarkan peringatan Kwon Joo. Ibunya selalu mengatakan jangan sampai kena masalah dan berperilakulah yang baik. Karena kalau tidak kau akan menyesalinya.

“Ucapan Ibuku ternyata benar”

Kwon Joo mengatakan dia juga pernah membuat kesalahan, menyesalinya. Yang diperlukan adalah meminta maaf dan memulai semuanya dari awal lagi. Pria penculik kembali, ia memukulkan palunya dan naik ke tangga.

        Kwon Joo menerka-nerka dari suara palu tersebut. “Apa itu? Apa itu pipa besi? Bukan. Ini lebih halus, dan tumpul bentuknya. Biarkan aku mendengarnya sebentar lagi.”

Pria itu keluar membawa tasnya, mencari Bok Nim kemana-mana.

voice40

      Nyaris saja Bok Nim diketahui, ia menangis. Pria itu menuruni tangga, tanpa sengaja melihat gantungan ponsel Bok Nim, ia tahu Bok Nim di mana sekarang.

Jin Hyuk sudah menemukan tempat penitipan anak yang warna-warni temboknya. Jin Hyuk masuk dan menyusuri tempat tersebut.

voice41

Kwon Joo masih menghubungi Bok Nim. Ia yakin penculiknya ada di lantai pertama, sejauh ini semuanya berjalan dengan baik. Kwon Joo rasa penculiknya sudah pernah melakukan hal serupa berkali-kali, niat sekali mengejar korban.

Bok Nim ingat sekarang, bukan tas.. pria itu memegang tongkat kayu panjang dan ada yang melekat di kayu tersebut. Mungkin tongkat pemukul bisbol. Kwon Joo berpikir, itu palu? Biasanya digunakan tukang jagal untuk membunuh binatang.

Sebelumnya juga pernah ada berita orang dibunuh dengan tengkoraknya rusak karena dipukuli palu. Jin Hyuk juga salah sasaran, di sana hanya ada beberapa pria yang sedang minum-minum.

voice42

voice43

     Kwon Joo menyuruh Bok Nim keluar. Pelakunya bukanlah orang yang melakukan pelecehan terhadap anak-anak tetapi pelaku pembunuhan. Bok Nim mau keluar, tapi ia merasa pintu di belakangnya ada seseorang.

Pria itu menemukan Bok Nim. “Kau di situ rupanya?”

voice44

Bok Nim diseret paksa, ponselnya jatuh tertinggal. Jin Hyuk masih mencari lokasinya, Kwon Joo menginfokan korban sudah disiksa oleh pelakunya. Ada kemungkinan pelakunya juga pelaku kejahatan lainnya.

Kepala Jang membentaknya, apa yang kau lakukan?!. Kwon Joo mendekatinya dan mengutarakan kesimpulannya, dugaannya tentang palu kuat untuk menjagal hewan memang benar, kasus ini mungkin ada hubungannya dengan Kasus Gojeong-dong di mana mayat korban hanya tersisa terngkorak disebabkan pukulan.

voice45

      “Apa yang kau bicarakan? Apa kau tidak tahu tim-ku di luar sana untuk menangkap si pembunuh?” Bentak Kepala Jang.

“Tersangka kasus ini, bukan pertama kalinya dia melakukan kejahatan ini. Hanya sedikit orang yang bisa memotong- motong badan seperti itu dengan rinci.”

“Dengar, Nn. Kang. Jika kau seenaknya seperti ini, kau bisa dipecat disini. Karena inilah aku menentang ide pembentukan Golden Time Team.”

Kepala Jang ditelfon, lalu melaporkannya ke Komisaris kalau pelaku kejahatan di Gojeong-dong sudah ditangkap. Komisaris menyuruh kirimkan bantuan sekarang juga.

“Dia memiliki keberanian membunuh orang dengan palu. Mungkin dia sedang berusaha mencari tempat kosong yang tidak terdeteksi… bukan tempat kerja di mana banyak pekerja lalu lalang. Tempat di mana tersangka bisa dengan mudah membunuh orang… dan memutilasi korban.” Kwon Joo memikirkan lokasinya. Sesuatu yang berwarna, apa itu sebenarnya? Kwon Joo yakin pernah mendengar itu sebelumnya.

voice46

     Penculiknya sedang memilih-milih pisau. Jin Hyuk belum menemukan lokasinya.

voice47

voice48

Kwon Joo teringat sesuatu, warna dan suaranya, tempat itu tempat potong rambut. Ia membisiki Jin Hyuk mengenai pemikirannya tersebut. Jin Hyuk tidak langsung percaya, setiap informasi yang salah bisa membunuh korban. Kwon Joo berusaha meyakinkannya untuk percaya.

Jin Hyuk melihat warna yang dimaksud tepat di depannya, Kwon Joo menyuruhnya cepat sebelum terlambat, ia tidak mau melihat orang lain meninggal di depan matanya, tidak lagi.

voice50

voice49

     Jin Hyuk lari ke TKP. Bok Nim meminta jangan dibunuh.

“Kau masih sadar?” kata pelaku.

Lalu menanyakan mau meninggal seperti apa? Ia ingin segera pulang dan menghabisi Bok Nim. Jin Hyuk belum bisa masuk ke dalam karena pintu luar dikunci. Jin Hyuk  memecahkan kaca dengan sikunya, lalu masuk ke dalam menaiki tangga.

Si penculik sudah mengacungkan palunya. Sejauh waktu berlangsung, ini sudah 10 menit semenjak mereka mendapatkan laporan.

Komentar:

      Bagaimana rasanya? Mesra? Romantis? *HaHaHaHaHa… ngeri -_-. Aku ingat dulu seorang teman yang baru suka drama korea minta saran drama yang romantis dan mesra (geli banget gw dengernya XD ). Saya dan partner in crime ngusulin Blood-nya Ahn Jae Hyeon, mesra… darah di mana mana XD *kkkkk, gak ngeri juga sih~ kan love line juga. Kalau diingat lagi bisa juga dikerjain gini, dia ngasih flashdisk terus kita copy in film thriller sejenis ini dengan nama file yang diganti dengan drama romantis :v #Jahil

Aku kehabisan kata-kata… drama besutan OCN memang terkenal penuh misteri dan menegangkan. Sinopsis Drama baru gress 2017 ini aku mulai dengan yang mencekam satu ini saja… huhuhuhu…. Projek sebelum-sebelumnya pending dulu ya~ 😉

         Sebuah drama yang genrenya seperti ini memang selalu dimulai dengan dendam dan tiap episodenya ada saja yang meninggal. Kwon Joo punya kekuatan masuk akal dan gak masuk akal, ketika telinga menuntunnya melihat selama waktu yang lama dan matanya sembuh, ia seperti memiliki 3 mata. Siswi SMU yang berpapasan dengan Kwon Joo adalah Bok Nim.

Aku masih belum bisa banyak berkomentar karena ini adalah episode 1, aku juga tidak terlalu mengenal Lee Hana dan Jang Hyuk siapa. Sampai jumpa di postingan selanjutnya, aku akan menyelesaikannya sampai ending ^^, 16 episode. Setelah sinopsis eps 2 diposting akan dilanjutkan My Annoying Brother.

Share dan Like FP Blog ini untuk tahu update-annya>>>> Klik FANPAGE

Related Posts: