Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 11 Part 3 – Final

beinginlovewithyouFinal Episode! Jangan minta sinopsis Episode 12 ‘ya?. Karena tidak ada 😀

@@~We Married as Job~@@

“Mikuri-san, arah ceritanya…”

Mikuri terlihat begitu frustasi, ia bertanya bagaimana kalau mereka berhenti saja sampai disini?. Mikuri pikir dirinya ini pasti merepotkan bagi Hiramasa-san, sebelumnya gaji Hiramasa cukup untuk meminta jasa pelayanan asisten rumah tangga dari agen untuk dipekerjakan seminggu sekali. Kalau kau hidup sendiri. Baik tentang kompensasi pekerjaan ibu rumahtangga atau semacamnya tidak akan ada. Tak akan ada “kepandaian” mengatakan hal itu padamu.

Mikuri juga yakin, pasti ada banyak wanita yang akan senang hati menerima lamaran Hiramasa-san. Jadi itu hal yang normal, tidak akan ada yang merepotkan Hiramasa-san. Mikuri pergi ke toilet meninggalkan Hiramasa.

     Hiramasa memberikan pakan ke dua emprit Jepang. Ia sedang memikirkan Mikuri, tiba-tiba menutup pintu. Hiramasa terkenang saat ia dengan dinginnya mempersilahkan Mikuri pindah ke rumah Kazami jika mau, juga saat meminta Mikuri jangan mengorek dan menganalis kehidupannya.

Hiramasa selama ini tahu betul caranya menutup diri, dia pun juga tahu cara membukanya. Teringat kegigihan Mikuri mengetuk pintu hatinya, lagi… lagi dan lagi tanpa kenal lelah. Mikuri mengajaknya berpacaran, berpelukan di hari Selasa, kemarahan Mikuri saat melihat Hiramasa bersama Igarashi tempo hari lalu,

Mikuri: Dasar bodoh!

Hiramasa-san sadar, tidak ada orang lain… itu Mikuri-san!. Hiramasa mengetuk pintu toilet, Mikuri masih bersedih. Hiramasa meminta maaf karena mengganggu Mikuri saat sedang bekerja. Ia ingin bicara. Mikuri tidak menanggapi.

“Menghindari dan terus menghindari kerepotan, kalau aku terus menghindarinya sampai pada batasnya, berjalan dan makan juga akan jadi merepotkan. Bahkan untuk bernapas, Itu juga akan jadi merepotkan.”

“Bukankah aku akan lebih dekat dengan batas kematian?”

“Apa?” Mikuri bingung, Hiramasa duduk membelakangi pintu.

Menurut Hiramasa bertahan hidup itu juga merepotkan. Jadi entah berdua atau sendirian sama saja. Masing-masing memiliki kerepotan yang berbeda. Jalan yang manapun, walaupun merepotkan, bukankah kalau kita bersama, kita pasti bisa mengatasinya?. Kita akan mendiskusikannya, saat tidak memungkinkan, kita bisa melakukannya di waktu yang lain. Bahkan kalau ada kecurangan demi kecurangan, bagaimanapun caranya, bukankah kita bisa mengatasinya?. Bukankah tidak ada yang tidak bisa kita lakukan bersama?.

   Walaupun Mikuri sendiri bilang kalau itu bukanlah hal yang normal, bagi Hiramasa sekarang sudah terlalu jauh untuk berhenti.  Hiramasa sudah tahu sejak awal, itu bukanlah masalah yang besar. Tak peduli apa kata orang, toh sejak awal hubungan mereka ini memang sudah tidak normal.

Ini sudah terlalu jauh untuk dihentikan. Hiramasa-san bilang sangat menantikan Aozora, “Selamat malam..”

Hiramasa pergi. Mikuri mulai terisak, “Saat semuanya tidak berjalan lancar, seseorang akan menunggu, seseorang akan percaya, aku tidak boleh kehilangan arah, ayo kita bangun lagi, satu persatu. Ayo kita bangun lagi, walaupun perlahan-lahan.”

     Hari H Aozora, ada sedikit masalah. Selebarannya tidak ada, lalu seseorang datang dan menyampaikan kalau selebarannya terbang terbawa angin, hanya tertinggal satu. Mikuri mau mengkopi satu lembar yang ada. Ia berlari, dicegat Yuri dan Numata. Mikuri kembali lari, Tsuzaki datang menyambut keduanya.

Numata tanya di mana Hino. Tsuzaki pikir anaknya Hino mengalami demam lagi (ahahahaha…)

“Lagi?” kata Numata dan Yuri kaget bersamaan. Sayang sekali, tapi mau bagaimana lagi?. Numata rasa itu takdirnya. Yuri penasaran Mikuri mau ke mana, Hiramasa bilang ia tadi juga melihat Mikuri berlari. Ia harap Mikuri-san bisa berlari seperti Mikuri-san. Yuri heran dengan kata-kata itu. Numata memuji kata-katanya Tsuzaki itu adalah cintanya.

   Umehara dan Horiuchi melihat selebaran Aozora yang terbang terbawa angin tadi. Umehara pikir ada orang  yang membuang sampah sembarangan. Horiuchi tanya apa yang akan Umehara lakukan?. Umehara berkomentar, kalau Tsuchiya-san yang melihat ini pasti enggan memungutinya. Horiuchi tanya, lantas apa Umehara mau memungutinya?

    Yuri dan Numata mengobrol.

“Apapun yang kau katakan, itulah diriku yang sangat terikat oleh kutukan usia. Aku jadi sangat ketakutan. Aku lebih berkecil hati dengan usiaku sendiri daripada berkencan. Apakah akan lebih baik kalau kami berteman saja? Aku tidak bisa melakukannya dengan mudah.” Kata Yuri

“Aku juga punya rasa berkecil hati. Karena aku selalu dicampakkan. Aku tidak mengirimkannya pesan kepastian. Aku menghindari dan terus menghindarinya untuk mengulur waktu.”

“Kita adalah orang dewasa yang tidak berguna.”

“Apa yang bisa kita lindungi?”

Yuri usul kenapa kita tidak mengirimkan pesan saja?, Numata menyetujuinya. Keduanya sama-sama meminta dihibur jika hasilnya justru buruk nanti.

   Mikuri kebingungan karena tinta habis, lalu ia melihat Umehara dan Horiuchi membawa setumpuk selebaran. Ia mengambil tumpukan selebaran  itu dan berterimakasih. Mikuri pergi.

Mendengar panggilan Mikuri ke Tsuchiya adalah Yuri-chan membuat Horiuchi ingin memanggil Yuri-san. Umehara melarangnya. Horiuchi tanya kenapa memangnya?. Umehara bilang ia menggunakan nama Yuri-san sebagai nama samarannya di sebuah aplikasi gay.

“Hah? Kau gay?” tanya Horiuchi.

Umehara meminta merasahasiakannya. Ia sudah dapat orang yang cocok dengannya di aplikasi gay itu, ia yakin pria tersebut masih bekerja di sekitaran sini tapi sepertinya dia tidak akan pernah menemui Umehara, sebelumnya pernah bilang kalau dia akan mati sebentar lagi (Oooh… itu itu itu… pas Numata di RS habis pemeriksaan berarti chattingan sama Umehara? (LMFAO). Pesan masuk,

[Yuri-san, kalau boleh, kenapa kau tidak datang?]

Umehara senang sekali, ia melihat gambar yang dikirimkan Numata. Gambar Aozora yang hendak ia tuju bersama Horiuchi

(Aaaaaackkkk! Tidaaaaaak~~~~~ aku sudah positif mikirnya kalau Umehara mungkin normal, sempat mikir dia naksir Yuri, lalu kupikir dia suka sama orang yang nun jauh di sana, tapi tapi tapi? Numata?, Numata emang udah gay sih meski punya istri dan anak, bukan gay tepatnya kalo gitu mah~ biseksual. Pantesan tiap Numata menyebut “Yuri-san” rasanya ada cinta terucap di tiap hurufnya XD Ahahahahaha…. Aku terbengong-bengong O_O, NATSUKI UMEHARA-SAN…! mendingan kamu naksir aku aja Bang??? T_T *mewek_histeris* 😀 )

    Mikuri berlari dan menaruh selebarannya ke meja. Masalah sudah selesai. Ia lihat Hiramasa ikut berjualan dengan Yassan. Mikuri memarahi Yassan yang kelihatannya melamun saja. Tak lama kemudian Hino datang, kaget kan? Kaget kan? Ia memang sengaja berbohong soal anaknya demam lagi. Ia hanya ingin memberikan kejutan.

Ia juga senang bisa bertemu Mikuri-chan, Hino kira tidak akan bisa bertemu dengan Mikuri selamanya. Mikuri juga senang.

Mereka berjabatan tangan. Yassan bingung kenapa mereka senang sekali?. Tsuzaki bilang ini adalah saat takdir yang baik. “Tsuzaki-san!” panggil istrinya Hino sembari berlari dengan kedua anaknya. Sudah lama ia tidak bertemu dengan Tsuzaki, Tsuzaki menyapanya. Hino memperkenalkan istrinya ke Mikuri. Mereka saling menyapa.

    Numata kembali dari membeli kue beras. Yuri masih belum mengirimkan pesan ajakan ke Aozora, rasanya jarinya sulit sekali mengklik tombol kirim. Numata geregetan, kalau begitu ia saja yang mengirimnya. Master Yama-san datang bersama Kazami, Yama-san mengajak Numata bicara sebentar. Mereka meninggalkan Yuri dan Kazami sendirian.

    Umehara dan Horiuchi sudah sampai di Aozora. Horiuchi tanya apa Umehara tidak tahu wajah pria itu?. Umehara bilang pria itu tidak pernah mengganti foto profilnya. Ciri-cirinya adalah nori senbei berukuran besar. [Nori senbei: Kue beras yang dilapisi nori]

Kazami dan Yuri bersama, Kazami diberitahu si Pojimon (Positive monster a.k.a Igarashi) kalau ia bertengkar dengan Yuri. Yuri tertawa, julukan Pojimon ke Igarashi itu julukan yang luarbiasa sekali. Yuri tanya apa yang Igarashi katakan?

Kazami menjawab, Yuri adalah wanita 50 tahunan yang sangat beruntung. Igarashi pikir Yuri menyukai Kazami-san.

   Yuri terkejut. Kazami tetap melanjutkan perkataannya Igarashi. Menurut Igarashi baik Yuri dan Kazami adalah dua orang dewasa yang bodoh.

Yuri tanya itukah alasan Kazami datang kemari?. Kazami kehilangan muka setelah dicampakkan, tapi ia pikir masih ada kesempatan. Yuri berkomentar, kalau tidak ada apapun, Kazami tidak bisa bergerak, kan?. Orang dewasa memang merepotkan.

Kazami: Saat mencapai usia ini, kita bisa merasakan suasana membuat hubungan bagaimanapun itu. dan walaupun kita berkencan satu sama lain secara tidak sengaja.

Yuri: Aku tidak melakukannya.

Kazami: Aku… Suka padamu, Yuri-san. Aku ingin mengatakannya dengan benar.

Yuri juga mengaku ia suka Kazami, suka dalam artian bukan Kazami  sebagai keponakannya. Ia sebelumnya tidak memahami perasaan ini, apakah tidak masalah kalau ia mencoba jujur pada perasaannya saat ini?. Kazami kemudian memeluk Yuri. Yuri balas memeluknya, ia merasa kesepian saat tidak bisa melihat Kazami.

 Kazami melepaskan pelukannya dan hendak mencium Yuri, tapi Yuri mendorongnya. Tiba-tiba? Kazami lalu tersenyum dan mengecup keningnya. Ini pertama kalinya Yuri melihat orang melakukan ini secara langsung padanya, Kazami menggodanya, lalu dia harus menciumnya di mana?. Keduanya tertawa.

Hiramasa memilah sampah, ia melihat Mikuri ditawari makan kue beras sepuasnya. Mikuri berterimakasih dan akan mampir nanti. Mikuri mendekati Hiramasa dan meminta maaf karena membuat Hiramasa-san melakukan ini.

     Hiramasa tidak masalah, dia memuji Mikuri yang nampaknya populer sekali. Mikuri terenyuh, ia untuk sampai di titik ini telah melalui jalan yang sangat panjang. Hiramasa pikir Mikuri pasti ingin melakukan hal seperti ini lagi. Mikuri menjawab tergantung situasinya juga.

Menurut Hiramasa negosiasi adalah hal yang paling penting. Mikuri bilang ini adalah penemuan, saat ia masih magang ia sering menyarankan ini itu pada atasannya, Entah sepertinya cara ini lebih efiesien, atau kenapa anda tidak melakukannya dengan cara ini?

    Mikuri juga tidak mau melakukan hal menyebalkan itu. Pada akhirnya atasannya terganggu dan memberhentikan Mikuri. Mikuri merasa “kepandaian” yang ia miliki ini tidak disukai di manapun ia berada. Karena Aozora ini Mikuri bisa merasa lebih diterima dengan baik. Bersyukur masih ada pekerjaan yang bisa dia lakukan dengan “kepandaian” nya.

Hiramasa penasaran, memangnya kalau Mikuri pandai kenapa?. Ia mengerti artian pandai yang Mikuri maksud, bukankah mungkin saja rekan kerja Mikuri mengatakannya karena merasa terlihat kecil?. Hiramasa-san tidak pernah melihat Mikuri berkecil hati.

    Hiramasa juga tidak pernah sekalipun merasa kalau Mikuri “pandai”. Hino memanggil Tsuzaki untuk bergabung ke mejanya. Tapi Mikuri tiba-tiba saja memeluknya.

Seketika acara pelukan dadakan Mikuri ini menjadi tontonan masal semua orang yang ada di sini. Hiramasa mengingatkan ada banyak orang yang menyaksikan mereka tapi Mikuri enggan melepaskan pelukannya.

    Hiramasa mengerti, dia balas memeluk Mikuri. Dan suara orang-orang ber-Ooooh! Ria bergemuruh terkejut sekaligus kagum pada pasangan ini.

“Terimakasih” ucap Mikuri.

“Untuk apa kau berterimakasih?”

“Aku sangat menyukaimu.”

Mikuri: Dari semuanya yang mengikat kami, dari rasa sakit yang tak terlihat ini. Suatu hari nanti pasti terbebaskan.

Numata dan Umehara bertemu. Mereka tampaknya sudah janjian beli kue beras agar bisa saling mengenali, mereka saling membungkuk menyapa.

      Master Yama-san mengobrol dengan Horiuchi. Bukankah Danke itu kata yang bagus?, hanya dengan 3 huruf kita bisa mengucapkan terimakasih. Keduanya lalu mengangkat gelas dan mengucapkan Danke!

    Yassan senang penjualannya meningkat. Mikuri menyelamatinya. Yuri memeluk Mikuri senang sekali. Dia menggoyangkan badan Mikuri dan memberantakkan rambut ponakannya seperti biasanya. Mikuri menduga pasti Yuri ada sesuatu yang membahagiakan sampai seperti ini.

    Malam yang tenang, hubungan mereka sudah membaik lagi. Mikuri bertanya apa yang akan mereka lakukan baiknya setelah ini?. Bagaimana kalau ia mencari pekerjaan dengan serius?. Hiramasa merasa ini sudah baik entah pernikahan mereka didaftarkan atau tidak, tak ada pilihan lain selain merubah gaya hidup, pencarian akan terus berlangsung.

Mikuri membenarkannya. Mari kita melanjutkan hidup. Hiramasa usul bagaimana kalau mereka menghidupkan kembali hari berpelukan?, saat sibuk dia cenderung melupakan skinship, saat mereka bertengkar… bagaimana seharusnya menyentuh Mikuri? Hiramasa merasa kehilangan.

     Mikuri juga, ia rasa kalau tiap malam sebelum tidur dipeluk Hiramasa pasti mimpinya Mikuri akan indah. Hiramasa jadi malu mendengar perkataann Mikuri itu, ia minta Mikuri jangan terus-terusan mengatakan hal seperti itu.

“Welcome.”  Kata Hiramasa (apa’an sih? Welcome? Keset? O_O?)

“Welcome”

Hiramasa berkata bagaimana kalau mereka memikirkan soal pindah rumah?. Mikuri juga perlu kamar, kamar yang bisa ditempati tempat tidur double bed. Mikuri rasa kalau tempat tidurnya berbeda mereka bisa tidur lebih nyenyak.

Dengan malu-malu Hiramasa bilang “Itu… bisa kita negosiasikan.”

Mikuri bilang ia mau membangunkan Hiramasa-san setiap pagi. Hiramasa berkata soal ciuman waktu itu.. kalau Mikuri-san menginginkannya dia akan melakukannya. Tanpa disangka-sangka Mikuri langsung mengecup Hiramasa. Hiramasa terkejut.

Mikuri minta hari Minggu Hiramasa membangunkannya.

“Setelah itu?” tanya Hiramasa.

“Bisa dinegosiasikan” katanya canggung.

Hiramasa mendekat, lalu….

     G A M E S! (Hahahahaha!) BIG CHALLENGE. Mikuri bersiap melemparkan dart nya ke papan putar, [Apa yang harus dilakukan di masa depan?] tulisan yang tertera di tengah-tengah papan. Giliran Hiramasa, Mikuri menyemangatinya. Para supporter menyemangatinya.

“Hiramasa! Hiramasa! Hiramasa!”

Terpilihlah “Pesta Pernikahan”

Mikuri bingung, sekarang juga?. Mereka berkhayal.

Mikuri dan Hiramasa melakukan pemotretan. Mikuri memberikan narasinya, diantara semua jalan yang ada.. kau bisa memilih jalan yang kau inginkan atau tidak bisa memilihnya.

    Lalu dart tertancap di tulisan “Punya banyak anak” (ahahahahaha!). Mikuri menatap Hiramasa dengan agak sebal, Hiramasa menutupi wajahnya karena malu (hahahahaha…)

“Katsui, Isaki. Cepat makan!” Mikuri meneriaki dua anak yang satu sibuk membaca buku, yang satunya main gadged. Mikuri sendiri sibuk dengan si kecil,

“Seigo, Hatsume. Ayo cepat makan!” Kata Hiramasa sambil mengejar dua bocah yang berlarian.

Mikuri meminta Hata-kun untuk Banzai! Banzai! Mengangkat tangannya untuk dipakaikan baju. “Papa, cepatlah!” katanya ke Hiramasa yang kesulitan mengejar dua anaknya.

Mikuri: Walau setiap jalan merepotkan dari hari ke hari,

     Dart selanjutnya menancap di tulisan Bapak rumahtangga. Mikuri meragukan Hiramasa, memangnya kau bisa melakukannya?. Hiramasa berubah menjadi bapak rumahtangga, ia menyiapkan bekal untuk Mikuri dan mengucapkan selamat jalan ke Mikuri. (ahahahahahaha! Ini bisa disewa ke rumah gak sih? >_< biar hari-hariku makin berwarna punya pembantu Hiramasa Tsuzaki XD )

Mikuri: Setiap jalan memiliki hari-hari yang indah.

    Selanjutnya “Berpisah”. Mikuri dan Hiramasa tidak mau, mereka akan melemparkan panahnya lagi. “Melarikan diri”. Bahkan jika ada masanya melarikan diri…

Hiramasa terpukul, Mikuri memintanya tarik nafas dalam-dalam, mereka masih ada kesempatan lagi.

    Suatu pagi hari di musim semi yang indah, kelopak bunga sakura berguguran diterpa angin.

Mikuri: Carilah jalan yang lain. Lalu kembali lagi. Hari yang baik maupun hari yang buruk.

Mikuri dan Hiramasa mengepaki barang-barang mereka. Mikuri bilang ada  yang gawat! Kemarin hari Selasa!. Tapi sudah lewat 6 jam. Mereka sepakat simpan saja.

Mereka berpelukan.

Mikuri: Seperti biasanya sekali lagi, ayo mulai dari hari Selasa!

❤ ~ End ~ ❤

Komentar:

       Daripada memikirkan antara “Sad Ending” atau “Happy Ending” dari sebuah drama aku lebih suka melihat tokoh utamanya diberi keadilan, tujuannya tercapai di final episode setelah disiksa oleh pengarangnya sepanjang episode *ahahahaha, entah hasilnya Sad/Happy ending aku akan menerimanya asalkan tokoh utamanya diperlakukan secara adil ^_^.

    Mencintai kekurangan, saling melengkapi dan menjalani beragam rintangan hidup yang ada bersama-sama. Suami dan istri adalah partner hidup, derajatnya sama, kuncinya saling menghargai, perasaan saling membutuhkan dan dibutuhkan. Hal terajaib di dunia ini adalah dua orang berbeda yang bersatu karena satu kata ringan yang disebut “Cinta”, magic! Kita tidak bisa memilih dengan siapa kita jatuh cinta… jika kita menemukan seseorang yang kita cintai dan ia pun mencintai kita… itulah salah satu keajaiban yang nyata nampak di mata manusia. Suka sekali drama ini ❤

♥~Nigeru Wa haji da ga Yaku ni Tatsu || Runaway is Ashamed But Helpful ~ ♥

       Terimakasih sekali pada Readers yang mengikuti tulisanku sampai ending. Terimakasih sekali atas dukungan dan sokongan semangatnya selama ini. Dimulai sejak pertengahan November sampai awal Januari kita bersama. Domo Arigatou~!

Beribu-ribu terimakasih pada kalian semuanya, sinopsis-sinopsis yang ada masih banyak kekurangannya, kesalahan ketik (typo) dan komentarku yang kurang berkenan di hati, Mohon maaf sebesar-besarnya.

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

ριζα

 

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 11 Part 1

justbelieveinme

    Gomenasai… tidak ada episode spesial. Itu tanggal tayang episode final katanya *huhuhuhuhu, yasudahlah… 11 episode sudah cukup. BTS dan interview ada kok… nanti akan dibuatin postingan khususnya ^^

~*** Nigeru Wa Haji da ga Yaki ni Tatsu|| We Married as Job@@@**~

    Mikuri tentunya senang dilamar oleh orang yang paling disukainya. Namun entah mengapa perasaannya sekarang ini galau, ia tidak mengerti dengan perasaannya ini.

Hiramasa-san keluar dari kamar mandi, mengucapkan selamat malam dan kembali ke kamarnya sendiri. Mikuri dan Hiramasa tidak pernah berpelukan di hari Selasa lagi, semenjak saat itu mereka berpelukan berdasarkan perasaan. Padahal hari ini hari Selasa.

Mikuri bersiap tidur. Ia dan Hiramasa-san sudah tidak sehangat dulu lagi, tidak ada pegangan tangan, mungkin saja perasaan itu telah menghilang. Mikuri menyebut dirinya wanita “pandai” sepertinya yang mengacaukan acara lamaran Hiramasa yang sudah lama ia tunggu, tentu saja akan diabaikan. (pandai dalam artian mengacau karena tidak terbawa perasaan dan langsung mengiyakan, justru terlalu idealis soal hitung-hitungan uang dengan Hiramasa)

Setiap kali Mikuri ingin mengatakannya, kegalauan yang ia rasakan ini.. ia tidak bisa mengatakannya satu sama lain.

Di dalam kamarnya, Hiramasa membuang berkasnya (mungkin itu perencanaan detail yang dibawanya saat melamar Mikuri)

    Di kantor, Hiramasa masih kepikiran kata-katanya Mikuri. Eksploitasi rasa suka. Jika memang Mikuri memiliki perasaan terhadap Hiramasa, seharusnya Mikuri menerima lamarannya dulu. Namun Hiramasa pun menyadari ia telah berbuat egois, sampai kapan ia akan terus egois seperti ini?

    Yuri ada di bar, ia bercerita mengenai kenaikan jabatannya. Tak lama kemudian Kazami datang, ia juga sudah dengar Yuri kemari untuk merayakan kenaikan jabatannya menjadi Manajer. Master Yama-san mengeluhkan sudah 10 kali Yuri menceritakannya. Yuri mengelak baru 5 kali ia bercerita. Kazami ikut duduk untuk membantu Master Yama-san mendengarkan.

Yuri langsung berubah sikapnya, tadinya ceria langsung kaku di dekat Kazami. Kazami menyelamatinya. Yuri merendah, tidak ada yang perlu diselamati karena nantinya tanggungjawabnya akan menggunung. Bagaimana pun juga Kazami menyelamatinya, akhirnya kerja keras Yuri sampai saat ini mendapatkan pengakuan. Kazami minta ditraktir segelas minuman. Yuri akan traktir minuman Kazami. Kazami terkejut, total?. Yuri beralasan besok harus bangun lebih pagi.

    Lalu Yuri tanya apa hari Minggu Kazami ada waktu?.

     Mikuri mendatangi Nakanishi-san, Nakanishi-san tidak bisa membaca huruf-huruf yang tercetak kecil di kuisioner Mikuri, ia minta dijelaskan, ia juga menyinggung ini kan tugasnya Mikuri karena sudah dibayar!. Mikuri mengecek waktu, dia berusaha yang terbaik

    Mikuri mengadukan kesulitannya, ia begini karena dibayar. Mikuri tampak kesal sekali, si bos pemilik toko meminta maaf dan akan menjelaskan ke Nakanishi-san dengan baik nanti.

   Mengurusi proyek Aozora dan memikirkan pernikahan membuat Mikuri benar-benar galau. Tidak mengerti kenapa. Tiba-tiba Mikuri merasa kalau diantara keduanya punya kesamaan. Ia berhenti berjalan dan memejamkan matanya, berpikir sejenak. Ting! Sebuah ide muncul di pikirannya.

    Malam harinya Mikuri setelah makan menahan Hiramasa jangan pergi dulu karena ada yang ingin dibicarakannya. Hiramasa menduga ini berkaitan dengan lamarannya tempo hari lalu, ia tahu memang terlalu memaksa.

Mikuri sudah memikirkannya tentang kompensasi pekerjaan ibu rumah tangga. Ia sekarang ini sedang melakukan pekerjaan sambilan. Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga mendapatkan gaji yang terkecil.

“Apa?” Hiramasa kaget.

Mikuri menunjukkan proyek Aozora nya, di daerah perbelanjaan sekitar Yassan meminta bantuannya Mikuri. Ia dibayar 930 yen per jam. Ini adalah upah minimum di Yokohama. Mikuri minta maaf melakukannya diam-diam tanpa sepengetahuannya Hiramasa.

Hiramasa bertanya kenapa Mikuri melakukannya diam-diam?. Mikuri menjawab sebenarnya dia berniat membantu sebentar saja. Di sana hanya ada pria saja, itu pasti membuat Hiramasa membencinya.

“Maafkan aku!”

Menurut Hiramasa ini mengecewakan. Mikuri minta maaf lagi. Hiramasa juga diam-diam saja karena dipecat akibat restrukturisasi, jadi mereka seri. “Lalu?” Tanya Hiramasa.

Mikuri bilang ia juga bisa tetap bekerja dengan upah 2.000 Yen per jam. Ia pikir ada kalanya dia tidak bisa bertahan dengan upah yang kecil.

“Apa kau juga meminta untuk bekerja dengan upah di atas jumlah itu?” tanya Hiramasa.

“Ya, tulah titik kegalauanku.”

   Mikuri menjelaskan kalau nantinya upah yang ia terima dan pekerjaannya ke Hiramasa dan keluangannya bisa melakukan pekerjaan paruh waktu lain, serta prosesnya yang ibaratkan seperti perusaan umum. Nanti semuanya tergantung bosnya namun tidak didominasi penuh, Hiramasa sebagai bos diharapkan melakukan evaluasi kepada Mikuri sebagai istri selayaknya bos ke pegawainya untuk dipertimbangkan naik jabatan atau tidaknya. Kasih sayang pun perlu dievaluasi (hahahahaha…). Hiramasa bingung, bukannya kasih sayang tidak bisa dievaluasi?. Ya! Mikuri membenarkannya, akan tetapi dalam rumahtangga siapa lagi yang pantas mengoreksi istri selain suaminya sendiri?, karena rumahtangga berbeda dengan perusahaan… itu artinya apapun di dalamnya berukuran satu lawan satu.

   Hiramasa mulai memikirkannya lebih dalam lagi. Mikuri mengutarakan dirinya senang sekali dilamar Hiramasa-san, dan saat itu bukan berarti ia tidak mau menikah dengannya. Hiramasa tidak terlalu mendengarkan Mikuri, ia masih berpikir keras “Pertama-tama, apakah kau pegawainya?” tanyanya ke Mikuri.

“Apa?”

Hiramasa mengambil papannya Mikuri, jika bosnya adalah suami dan pegawainya adalah istri… Hiramasa pikir ada yang salah dengan itu. Seorang ibu rumah tangga adalah profesi yang baik yang mendukung keluarga. Kalau kau berpikir begitu, baik suami maupun istri adalah Manajemen bersama.

Hiramasa menunjukkan tulisannya. Baik suami maupun istri adalah Manajemen bersama (Yak! Suami dan istri adalah partner hidup, jadi tidak ada yang namanya lebih tinggi siapa derajatnya. Wuuuuaa! Hiramasa hebat! WOW! XD)

“Manajemen yang sama?”

“Dari sudut pandang ini, kenapa kita tidak membangun kembali hubungan kita?. Ini bukan hubungan kerja, ini adalah pembangunan ulang sistem baru. Kalaupun ada sistem kasih sayang, Ku rasa kita tidak memerlukannya. Sepertinya itu bukan suatu hal yang mudah. Aku tak tahu apakah akan berhasil atau tidak.”

Mikuri setuju, ia mau melakukannya. Hiramasa ikut-ikutan berdiri, biasanya Mikuri kalau terlalu bersemangat memang sukanya gebrak meja dan berdiri (kkkkkk mereka cocok banget, pasangan yang aneh :D. Heran sekali dengan Hiramasa yang suka sekali membangun ulang ~ membangun ulang~ dari awal. Lu pikir gampang menyatukan kembali pecahan yang sudah tercerai berai? -_-, aku juga yakin bisa… tapi tentu rasanya akan berbeda. Semangat sajalah untuk pasangan baru ini! fighting! *haha)

“Ayo kita lakukan, Manajemen bersama.” Tegas Hiramasa.

“Ayo kita lakukan, CEO.”

    Setelah kesepakatan mereka di perusahaan 303. Mikuri dan Hiramasa melakukan rapat pertanggung jawaban yang pertama. Hiramasa menunjukkan perbedaan dari IBC dan Link Long, dari keduanya tak jauh berbeda. IBC gajinya 90% dari gaji sekarang, sedangkan perusahaan Link Long adalah perusahaan baru dan gajinya cukup stabil.

Mikuri menduga nampaknya Hiramasa-san tertarik ke perusahaan Link Long yang masih baru. Hiramasa bilang ingin banyak melakukan hal yang baru, namun kalau dilihat gajinya yang setengah dari sekarang…

Mikuri mencoba memahami, kalau memang sekecil itu apa boleh buat… ia akan ikut kerja sambilan.

“di luar?” tanya Hiramasa

“Tapi karena upah pekerjaanku dari area perbelanjaan hanya 3000 Yen per hari. Aku memperkirakan waktu kerjanya sampai 3,2 jam dalam sehari.”

Mikuri pun juga ingin mencari tambahan dengan cara menjadi penulis di Majalah Kota. Sebagai penulis ia akan pergi ke area perbelanjaan, sambil menulis artikel liputannya. Juga bisa menyesuaikan dengan pekerjaan di Aozora.

   Hiramasa ikut antusias mendengarnya. Mikuri menjelaskan lagi, karena sebagai penulis ia bekerja penuh waktu.. maka waktu untuk pekerjaan rumah tangga akan berkurang.

“Pekerjaan yang akan CEO Mikuri lakukan, itu juga pekerjaan dari Perusahaan 303 ini. Ayo kita bekerjasama dan menyukseskannya. Sebagai bagian dari kerjasama berbagi rumah, aku akan membantu melakukan pekerjaan rumahtangga.”

“Terimakasih!”

    CEO Hiramasa dan CEO Mikuri sudah sepakat, mereka saling berbagi pekerjaan dan bahu membahu. (prokkk prokkk proook, Kakkoi!! >_<)

    Kazami datang ke rumahnya Yuri. Yuri menunjukkan hasil kesehatannya yang baru ke Kazami, kondisi tubuhnya sudah banyak mengalami penurunan.

Makin tahun kepadatan tulangnya berkurang, matanya sudah rabun, hormone kewanitaannya juga berkurang. Kazami pikir Yuri sengaja menunjukkan ini untuk mengetesnya. Yuri bukannya apa-apa melakukan ini, ia tahu saat di apartemennya Kazami saat Kazami ingin memeluknya itu bukannya main-main ‘kan?

Yuri sadar hubungan yang Kazami impikan itu mustahil bagi Yuri. Karena sampai sekarang aku hidup dengan sangat keras, sekarang ini, aku tidak bisa memikirkan hubungan cinta yang sesaat. Itu sebabnya aku ingin bicara baik-baik denganmu, Kazami-kun. Saat Kazami-kun lahir, aku berumur 17 tahun. Saat Kazami-kun berumur 20 tahun, aku berumur 37 tahun. Akhirnya saat Kazami-kun berumur 40 tahunan, aku sudah berumur 60 tahun. Sampai kapanpun, Kazami-kun akan tetap jadi keponakanku.

    Kazami sudah tahu, itu karena Yuri menunjukkan penampilannya yang seperti ini. Yuri menunjukkan aslinya untuk diperlihatkan ke Kazami. Kazami tanya apa Yuri-san berkencan dengan duda anak satu itu? (Tajima). Yuri menjawab sudah berakhir, karena Tajima mencarikan sosok yang bisa menjadi ibu untuk anaknya.

“Dengan kata lain, penyebabnya bukanlah pria lain. Memang tidak ada peluang untuk diriku sendiri. Aku memahaminya dengan baik.”

“Ayo kita minum lagi di bar Yama-san.” Ajak Yuri.

“Aku tidak pernah menganggap Yuri-san adalah bibiku. Kita akhiri saja sampai di sini.” Kazami meminum wine nya.

   Setelah Kazami pergi, Yuri menikmati minumannya sendiri “Enak sekali.”

    Mikuri mulai bekerja, ia dari Waku-waku, Iso-iso sekaligus anggota Komite aksekutif Aozora. Mikuri membagi-bagikan kartu nama yang ia tulis sendiri (kkkkkkk). Ia meminta izin memfoto.

   Yasue baru saja meladeni pelanggan, Mikuri datang. Ia lelah dan lapar. Yassan, Hirari, dan Mikuri makan bersama. Mikuri memuji kare buatan Yassan enak. Yassan merasa senang dipuji begitu, rasanya begitu berharga. Mikuri menjawab itu karena gratis. Yassan hanya bisa melakukan ini untuk Mikuri, balasan terimakasih karena Mikuri bersedia membantunya.

Selainya Yassan tidak banyak terjual, ia juga tidak bisa mengandalkan dapurnya Tanaka untuk mengolahnya lagi. Mikuri tahu, orang tua juga ada keperluan lainnya. Dan mengenai dapur umum untuk Aozora ada sedikit masalah. Mau bagaimana lagi? Yang bisa mereka lakukan adalah berusaha yang terbaik mungkin.

    Rapat pertanggungjawaban kedua menajemen bersama perusahaan 303. Hiramasa ingin dengar pendapat jujur dari Mikuri setelah 2 minggu ini mencoba.

“Apa boleh aku bicara jujur?”

“Silahkan” kata Hiramasa.

“Walaupun aku tidak memperoleh banyak pendapatan, persentase pembagian pekerjaan rumahtangga untukku terlalu banyak. Tapi aku menyetujuinya. Itu sebabnya Hiramasa-san lupa melakukan bagianmu. Sudah terlambat untuk melakukannya, lalu pembagian tugas yang kau dapatkan sangat sedikit, kan?. Dibandingkan denganku beban pekerjaan rumahtanggamu lebih sedikit.”

Adakalanya Mikuri merasa begitu. Hiramasa meminta maaf sambil tertunduk menyesal.  Mikuri balik tanya bagaimana pendapat Hiramasa-san setelah 2 minggu ini?.

“Apa boleh aku bicara jujur?”

“Silahkan” kata Mikuri.

“Mikuri-san, aku mengkhawatirkan penurunan kualitas kebersihanmu. Debu menumpuk di sudut ruangan dan noda di cermin.”

“Sejujurnya aku.. Aku tidak terlalu teliti. Terutama dalam menyapu sekeliling ruangan dengan tipe persegi.”

Hiramasa bingung, tapi bukankah selama ini bisa bersih?. Mikuri menjawab, itu karena ini pekerjaannya.. maka harus melakukannya dengan sesempurna mungkin. Kalau dibayar dan dalam pekerjaan Mikuri tentunya akan berkonsentrasi penuh.

   Menurut Mikuri kalau tingkat kebersihan tidak mengganggu kelangsungan hidup mereka… jangan dipermasalahkan, toh mereka masih bisa bertahan  hidup (ahahahahaha…)

Hiramasa syok, baru tahu istri sempunanya yang dianggapnya paling mengerti soal kebersihan rumahnya ini… ternyata ada celah mencengangkannya juga. Mikuri segera meminta maaf, tapi kalau Hiramasa-san sebegitu mengkhawatirkan soal kebersihan rumah maka itu menjadi bagian tugas Hiramasa-san. Dan sebagai gantinya Mikuri akan mengerjakan yang lain. Hiramasa tidak menolak, ia bersedia melakukan tugas bersih-bersih sampai ke celah-celahnya (ini orang sejak episode awal strict banget soal masalah kebersihan.)

Komentar:

      Tadinya aku malas komentar di part ini, maunya langsung di part 3 nya saja, tapi ini memang aneh dramanya. Konyol! Lain dari yang lain! Sesuatu sekali!. Kuharap kedepannya ada banyak Remake entah film atau dorama We Married as Job, kalau pihak Korea atau Tiongkok maupun Taiwan juga bersedia remake pun aku tidak akan mencelanya *wkwkwkwkwk, setiap tim produksi pasti punya taste nya sendiri dan pangsa pasar sendiri. Tokoh yang namanya Hiramasa memang unik setengah mati, om om usia 35/36 tahunan, belum pernah pacaran, strict banget soal kebersihan. Lebih strict daripada milih pasangan. Aku nonton drama ini kepincut Gaky… kog sampai akhir gini terpukau dengan tingkah ajaibnya Hiramasa Tsuzaki terus sih???? Aneh! Aneh! XD

     Sampai sekarang aku tidak mengerti kenapa dia waktu flu malah mintanya dibelikan es krim?. Kenapa pas liburan bulan madu saat menyembunyikan obat kuat ekstrak kobranya pakai ada acara melesat least ke lantai segala? Aneh tahu gak sih? 0_0?. Bukannya kalau flu dan demam ada baiknya menghindari yang berbau es?, itu ekstrak kobranya langsung lempar perlahan ke bawah laci sambil jongkok kan bisaaaaa????. Dan kenapa cuman adegan pelukan bisa membuatku galaaaaauuuu??? XD

     Keputusanku untuk memberikan perhatian ke emprit jepang/burung pipit atau apalah itu namanya di balkon/veranda sudah tepat. Waktu emprit sendirian itu menggambarkan Hiramasa yang sendirian, lalu muncul satu lagi menggambarkan Mikuri. Pas ada angin menerpa keduanya pun juga sama menganalogikan Mikuri dan Hiramasa yang agak goyah hubungannya karena diterpa oleh masalah yang tak terduga. Ya… dorama ini terlalu banyak pesan eksplisitnya sih…, ahsudalah… lanjut part selanjutnya! Ikezo!!

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

[Spoiler] Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 11

    Jarang-jarang bikin Preview, karena Mottoky belum update subtitle englishnya episode 11 saya juga belum nonton episode 11 nya. Sejak episode 1 saya pakai subtitle englishnya, jadi maafkanlah kalau kadang ada yang kaku penerjemahannya karena terlalu baku bahasa Indonesianya *hahahahahaha. dan tolong Readers jangan minta 11 di up secepatnya, nanti kalau subnya sudah keluar pasti dikerjakan ‘kok. Tenang tenang…

      Buat yang bertanya-tanya di mana saya downloadnya, saya akan jawab. Saya tidak pelit info kok… karena ini blog sinopsis, review, info dsb bukan berarti kalau ada readers tanya download dimana pengurusnya marah dan jawab “Ini blog sinopsis ‘ya? Jadi kami tidak tahu menahu urusan download, jika ada yang komentar tanya download di mana lagi kami akan menghapus komentarnya” Hahahahahaha… saya pernah nemu blog begituan, judesnya minta ampun ‘ya? Si pengurus blognya~.

      Kalau saya marahnya paling cuman kalau ada yang copy paste tulisan saya, dan memanggilku admin/author. Kalian ngerti konsep Kepala Chef di restoran yang pengunjungnya banyak ‘kan?. Semua masakan dari dapur bukan berarti diolah 100% dengan tangan sendiri oleh Chef tersebut, namun 100% makanan yang diberikan izin keluar dari dapur adalah tanggung jawab Chef dan disebut itu buatan Chef nya. Nah… maka dari itu aku tersinggung sekali kalau dipanggil Author atau admin, you didn’t look at me as human.. just like min min min sarimin (?) It’s hurt you know! -_- I’m not monkey… c’mon! just little cute girl who needs rich+handsome+kind future husband like a Shuhei Miura #plakk, Okay! Just call me by my name “Karissa” gak peduli umur kamu berapapun saya gak akan marah.

idealpict

      dari episode 1 sampai 9 saya downloadnya di doramax264(dot)com sedangkan episode 10 dan 11 nya download di FILMKU(dot)net. Selain itu site streaming dan download lainnya saya kurang tahu dan silahkan googling sendiri ada banyak ‘kok, nah… kalau mau download atau apapun semacamnya lihatlah domainnya yang dot COM dan dot NET karena kemungkinan besar itu bisa dipercaya gak ada virus/semacamnya dan bukan penipuan… palingan iklan doang. Karena setiap tahunnya mereka akan keluar biaya untuk perawatan site mereka, jadi mereka berusaha menyajikan konten yang baik.

Kalau download drama korea, saya sangat menyarankan download lah di Smallencode(dot)com karena langsung update dan lengkap. Jadi mba.. mba.. dan mas mas (kalo ada), jangan bingung juga kalau mau cari subtitles drama/film apapun di mana… langsung searching saja “SUBSCENE dot com” di sana lengkap dari jaman baheula sampai jaman om telolet om #apaanSih?

||Preview okeh preview…||

Aku menyajikan gambarnya saja yah! Lagipula tiap episodenya saya bagi 3 part sehingga tidak ada yang terlewati ceritanya. Menurutku 11 episode memang agak nanggung, kalau drama korea afdolnya 15/16 episode *kkkkk

    Dan nanti setelah tamat/sambil nunggu subtitlenya keluar saya akan membuatkan postingan interview mereka, sejak tamat WMAJ Gakky dan Hoshino sering diundang berdua dalam berbagai acara. Selalu sepaket dan selalu menggemaskan *hahahahahaha…

Sepertinya pria ini adalah komikus We Married as Job nya, kalau ada kesempatan saya pun juga ingin membaca komiknya. Tapi jangan yang tulisannya kanji~ *hueeek bahasa jepangku belum se-ajaib itu. Kkkkkkk…

PREVIEW EPISODE 11:

Hiramasa-an membuang apa itu? kontrak nikahnya kah?
Suami istri yang ajaib, yang satunya nalar banget dan yang satunya tukang ngayal *wkwkwkwk, cocok sekali!

      Drama We Married as Job sepertinya ada episode spesialnya, tadi sejauh ini saya masih belum jelas tahu apa memang iya ada. Tapi biasanya J-drama memang ada episode spesialnya, coba deh nanti kami cari tahu kebenarannya. Lihat ada tulisannya 15 dan SP!, itu cluenya~ coba deh nanti kita tanya yang bisa baca kanji dan tahu infonya lebih lanjut.

Ada apa dengan Kazami dan Yuri-chan?

Mikuri Moriyama,

Nantikan saja ya!, aku cinta kalian pokoknya~ entah yang sering muncul atau hanya sekedar silent readers. Akemashite omedeto minna!

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

 

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 10 Part 3

    Mikuri meminta semua orang berhenti dulu. Ia mempertanyakan dirinya yang dimintai bantuan? Secara sukarela? Gratis?. Tapi para bos toko bilang mereka juga melakukannya sukarela. Mikuri bilang ini tidak sama, itu karena mereka adalah pedagang setempat, sedangkan Mikuri?. Mikuri maju ke depan dan menuliskan eksploitasi penghargaan,

Mereka tidak boleh memanfaatkan kebaikan seseorang seperti ini, namanya eksploitasi! Mikuri tidak bisa menerimanya. Salah seorang bos tanya ke Yasue apa Mikuri itu anggota serikat buruh? (kkkk soalnya Mikuri bicaranya berapi-api dan jelas menuntut antara hak pekerja dan kenyataan lapangan :v ) Yasue hanya berkomentar, lagi-lagi Mikuri mengkhayal menjadi calon anggota dewan kota Moriyama.

Lalu Mikuri ditawari bagaimana kalau 3.000 yen per hari?. Murah sekali? Mikuri mendengar nominalnya dan para bos langsung membungkuk meminta kerjasamanya.

    Yassan meminta maaf membuat Mikuri terlibat dalam hal-hal aneh. Mikuri pikir kalau ia meluangkan waktu membantu 3,2 jam perhari, ia bisa mempertahankan upah minimum Yokohama sebesar 930 yen.

“Jumlah harinya bisa dinegosiasikan, kan?” Kata Yasue.

“Apa aku terlihat sangat miskin?”

Yasue menjawab tidak, pendapatan juga penting. Yasue baru menyadarinya setelah bercerai dari suaminya. Syukurlah calon anggota dewan kota Moriyama memberikan pidato (kkkkk)

    Numata diantarkan pulang sampai keluar pintu. Hiramasa memohon kerjasamanya atas setahun ini. Numata meminta maaf. Tsuzaki menyuruh Numata jangan meminta maaf. Numata merasa bersalah, ini karena ia yang memilih Tsuzaki untuk dipecat. Tsuzaki berkata kalau pun dia ada di posisinya Numata ia pasti akan melakukan tindakan yang sama.

   Numata memeluk Tsuzaki, Tsuzaki balas memeluknya. Ini bukan kesalahannya Numata dan bukan salahnya siapapun, ini hanyalah fakta kejam yang memang nyata sudah ada. Tsuzaki lalu ke kamarnya dan segera mencari pekerjaan.

Dengan pendapatan tahunan yang sama seperti sekarang. Di perusahaan yang nyaman dan bisa mempertahankan waktu bercinta dengan Mikuri-san.

Meski ia pun tahu tak akan mudah menemukan pekerjaan dengan spesifikasi yang Tsuzaki inginkan. Tapi ia harus melakukannya untuk mempertahankan kehidupannya yang sekarang. Mikuri pulang ke rumah dan sudah membeli bahan-bahan makanan yang ia katakan tadi. Hiramasa tampak gelisah, Mikuri menyadarinya dan bertanya ada apa.

Hiramasa bilang tidak apa-apa, ayo buat makanannya.

     Kazami menelfon Yuri yang ada di stasiun, ia meminta Yuri datang. Yuri tanya di mana toko terdekatnya, tapi Kazami mengusulkan ke rumahnya saja karena hanya 3 menit dari stasiun. Kazami memberikannya minuman,

Yuri ingin tahu apa ada yang aneh dari kata-katanya malam itu?. Apa ia kelihatan menderita sekali orangnya?. Pura-pura mengatakan hal yang kuat dan menyakitkan. Kazami bilang ia suka dengan Yuri-san yang kuat, kekuatan yang terpancar kuat dari kata-kata Yuri-san.

Menurut Kazami Yuri-san tidak perlu memaksakan diri untuk menjadi teladan bagi orang lain. Itulah yang Kazami pikirkan. Yuri rasa tidak akan semudah itu, ada banyak masalah di pekerjaannya, karena harapan dari orang-orang disekitarnya membuat Yuri bisa melakukan yang terbaik. Yuri sungguh-sungguh ingin menjadi orang yang kuat.

Kazami mengerti. Yuri tahu memang ia terkadang tidak dalam kondisi berjuang keras, ia juga meminta maaf telah membuat Kazami melihatnya menangis di tempat seramai itu. Yuri berterimakasih karena telah ditutupi.

     Kazami mengelak dirinya tidak menutupi Yuri, ia hanya tidak ingin memperlihatkan Yuri yang sedang menangis pada orang lain. Yuri tersenyum dan mencoba bercanda, Kazami ini kelihatan seperti memegang rahasia seseorang saja!

Yuri mengaku salah, ini sangat memalukan di depan anak muda.

“Anak muda apanya?” Kata Kazami.

Menurut sudut pandangnya Yuri.. Kazami itu memang cukup muda. Kazami tampak masam mendengar kata-katanya Yuri.

    Mikuri mengajari Hiramasa caranya lalu Hiramasa mencobanya. Mikuri berkata dia akan sering perginya sekarang. Hiramasa mengira Mikuri berkata begitu karena Yasue kesulitan dan Mikuri harus membantunya, memang sulit menjadi single mother.

Mikuri tidak bisa bilang sejujurnya, ini bukan hanya demi Yassan, tapi juga situasi yang melibatkan banyak pria. Harus melakukannya dengan upah yang kecil.

Hiramasa sudah selesai membuatnya. Mikuri memujinya bahkan jauh lebih bagus ketimbang buatannya Mikuri. Hiramasa menyebut dirinya sepertinya punya bakat dalam hal ini. Mikuri mengatakan sebenarnya jika Hiramasa-san mencoba berbagai hal maka akan bisa melakukan segalanya.

Hiramasa-san kemudian memandangi hasil karyanya, ia menyadari hal-hal yang ia pikir tidak bisa melakukannya ternyata ia bisa melakukannya. Satu persatu dunia telah ia jelajahi,

    Bahkan saat ia kehilangan pekerjaannya ia merasa tenang. Karena ia yakin dengan dunia tempatnya berada sekarang. Ia lalu berkata, bersyukur Mikuri ada disisinya.

Mikuri membersihkan kacamata Hiramasa-san (Iiiiii…. So sweet >_<). Mikuri dalam hati berkata, mendapatkan pengakuan dari orang yang paling ia sukai dan diterima olehnya. Ia teringat kata-kata Hiramasa saat di kuil yang katanya tidak mungkin akan menikah betulan.

Mikuri pikir tidak masalah ini pernikahan betulan atau hanya kontrak saja. Apapun bentuknya jika Hiramasa-san mempercayainya dan berada disisinya tidak akan menjadi masalah.

    Yuri pamit pulang, ia bisa jalan sendiri karena rumahnya dekat. Lain kali ia akan berkunjung dengan membawakan anggur ke keponakan tersayangnya ini. Kazami agak geram dianggap ponakan betulan oleh Yuri. Kalau begitu ia akan memeluk Yuri-san sekarang. Yuri tidak menanggapinya dengan serius, ia lalu bergegas pulang.

Kazami heran dengan tingkahnya tadi  yang ingin memeluk Yuri-san. Sementara itu di luar, Yuri masih belum pergi dan bahkan menahan nafasnya karena terlalu syok dengan kata-kata Kazami tadi.

    Mikuri memberikan narasinya, tak perduli betapa pun aneh suatu hubungan… kalau ada kemauan pasti akan berlanjut. Selama salah satu pihak tidak ingin berubah. Selama tidak merusak keseimbangan, selamanya akan tetap seperti ini. Tetap bisa berlanjut.

      Di kantor, Hino tidak mengerti kenapa Teknisi hebat seperti Tsuzaki bisa kena restrukturisasi. Hino tidak mengerti dengan keputusan ini. Numata bilang ada berbagai hal yang terjadi. Kazami meminta menikmati saja karena tidak dipecat, memangnya Hino sudi menggantikan Tsuzaki-san?

Hino sadar, keluarganya.. cicilan rumahnya…

Numata memegangi perutnya, kesakitan. Ia juga akan berhenti jika sudah agak tenang. Hino mengingatkan bukankah nantinya perusahaan akan banyak kesulitan jika tidak ada insinyur infrastruktur?. Kazami mengusulkan bagaimana kalau kita carikan Tsuzaki-san pekerjaan?

Orang yang dimaksud sedang fokus sekali di depan komputernya, tidak peduli walau orang-orang nampaknya membicarakannya terus. Hino berencana mencarikannya saat makan siang nanti.

    Tsuzaki bahkan makan siang tanpa meninggalkan tempat duduknya. Mikuri membuatkan kuisioner untuk para bos, Mikuri meminta si bos toko menggandakan selembarannya sesuai yang dibutuhkan lalu menyebarkan ke setiap toko. Lalu dikembalikan lagi ke Mikuri.

   Tsuzaki sekarang sibuk sekali. Ia mencari sana-sini dan menghubungi berbagai pihak terkait. Makan malam pun dia selesaikan dengan cepat, kembali ke kamar.

Mikuri merasa ada yang tidak beres dengan Hiramasa-san. Makan tanpa berkomentar meski semuanya dilahap habis. Hiramasa senang sekali sampai berteriak “Benarkah?” dia dihubungi oleh seseorang dan janjian untuk bertemu.

   Hiramasa-san mengajak Mikuri makan di luar saja, ia memberikan alamat tempat mereka akan makan malam ini. Tolong temui aku pukul 18:45, Hiramasa-san pergi terburu-buru sampai lupa bekalnya. Mikuri membaca denah yang dibuat.

    Yuri sudah harap-harap cemas jangan sampai bertemu Kazami. Nyatanya Kazami malah memanggilnya dari belakang, menyapa selamat pagi. Dengan canggung ia balik menyapa. Kazami merasa Yuri-san menghindarinya. Yuri mengelak.

Kazami berkata begitu karena Yuri tidak datang ke bar dan mengabaikan pesannya Kazami. Yuri bilang itu karena dia sibuk.

“Karena aku juga seorang manusia, kalau kau menghindariku sampai sejauh ini, aku pasti akan bertanya-tanya. Kalau kau tak ingin bicara denganku lagi, aku tidak akan mendekatimu lagi.” Kata Kazami.

“Itulah alasannya…” Yuri bingung harus merespon apa.

   Igarashi datang menyapa keduanya. Umehara juga menyapa Yuri, Yuri mengambil kesempatan ini untuk kabur. Pura-pura ada keperluan dengan Umehara.

Igarashi bertanya ada apa?. Kazami dengan cueknya menjawab kalau pun ada dia takkan memberitahunya apa. Igarashi heran, tidak biasanya Kazami marah. Kazami tanya apa Igarashi mau membuatnya marah?. Bukannya kesal tapi Igarashi malah senang

Ia pikir kalau mereka bertengkar dan marahan maka hubungan mereka selangkah lebih maju (hahahaha apa-apaan maksudnya? )

Kazami ingin memberikan julukan ke Igarashi “Positive Monster”. Pojimon? Igarashi malah makin kegirangan. Membuat Kazami makin stres meladeninya (kkkkkkk)

     Umehara menggoda Yuri, sepertinya Tsuchiya-san cocok dengan pria ganteng itu. Yuri rasa tidak mungkin, perbedaan umur mereka seperti orang tua dan anaknya. Umehara malah bilang bukannya makin banyak halangan rintangan  justru bagus?. Umehara menyuruh Yuri menjalaninya saja, temui pria itu.

     Mikuri memikirkan kenapa Hiramasa-san tiba-tiba mengajak makan di luar. Apa jangan-jangan karena pembicaraan mereka sebelumnya. Hiramasa merasa tidak enak karena tidak melakukan apa-apa di ulang tahun Mikuri, Mikuri jawab tidak apa-apa kalau mereka tahun depan pergi makan Yakitori. Hiramasa heran dengan permintaan itu apa tidak masalah hanya itu saja?. Mikuri bilang tidak, asal bukan makanan yang dibuat sendiri di rumah.

Jadi Mikuri yang tengah menyeterika baju berpikir mungkin saja malam ini mereka akan makan yakitori karena tahun depan masih lama.

   Ini pertemuan pertama, kencan pertamanya dengan Hiramasa-san. Ia ingin tampil semenawan mungkin. Terlalu bersemangat mungkin juga tidak baik, bau yakitori akan menempel di bajunya. Mikuri tiga kali berganti pakaian. Ia bingung memilih.

    Sesampainya di tempat ketemuan. Hiramasa-san menunggu di dekat patung gajah, Mikuri memandanginya dengan senang. Tanpa Hiramasa-san sadari. Sepertinya bagi Mikuri memandangi sosok istimewa dalam hidupnya itu dari kejauhan tanpa pria itu sadari merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Mikuri.

Hiramasa-san menoleh dan melambaikan tangan ke Mikuri. Mikuri meminta maaf membuat Hiramasa-san menunggu. Hiramasa bilang tidak apa-apa, ini sudah tepat waktu.

     Mereka menuju restorannya dengan bergandengan tangan. Menurut Mikuri melakuan hal seperti ini ada baiknya juga. Hiramasa usul bagaimana kalau sebulan sekali makan malam di luar?. Mereka sama sekali tidak menyadari hal seperti ini menyenangkan karena tidak berpacaran sebelumnya

Melihat tempatnya yang kelihatan mewah membuat Mikuri bertanya sepertinya ini terlalu mahal. Hiramasa-san tidak masalah, ia mengajak Mikuri masuk. Tsuzaki sudah ditunggu, mantel keduanya dibawakan dan dibimbing ke meja yang sudah dipesan.

    Mikuri terharu sekali, ia tidak tahu akan diajak ke tempat ini. Harusnya ia berpakaian lebih bagus lagi.

“Kau sangat cantik” puji Hiramasa menenangkan.

Mikuri tidak mengerti, Hiramasa-san di depannya ini berbicara istilah-istilah Eropa dengan wajah yang berseri-seri.

Mikuri berkhayal lagi. (NB: Ini entah perasaanku saja/gimana… modenya ala game otome yang populer sekali di Jepang, bagi yang gak ngerti konsep game otome, aku jelaskan singkatnya begini… kamu main game dan memerankan MC/Heroine dalam game tersebut untuk berusaha memenangkan hati hero pilihanmu, nanti kamu nge-route pria tampan dlm bentuk manga yang kamu inginin, ada banyak dialog dan situasi, dan terkadang ada pertanyaan yang harus kamu pilih dari beberapa opsi yang ada dan seringnya di momen inilah deg degannya harus pilih jawaban yang mana *kkkkk, kalau jawabannya bagus/tepat maka perasaan si pria 2D ini akan semakin naik ke kamu/bahkan kadang ada hadiah CG gambar romantis/tingkah prianya jadi luarbiasa WOW!*hahahahahahaha. Otome adalah game novel, bagi yang suka baca cerita yang romantis dan mendebarkan sangat cocok sekali memainkan game ini karena ada visualisasi pria ganteng 2D XD, aku setahunan ini juga memainkan banyak otome game dan bikin edun sendiri pas maininnya. Coba carilah di playstore keyword “otome game” nanti ada banyak sekali jenisnya, dan perlu kalian ingat gamenya seringnya berbahasa Inggris, ada yang bayar dan ada yang gratis. Hati-hati saja jangan sampai kecanduan/tekor uang cuman gegara memainkan game yang membikin hati leleh ini XD. Weh… singkat? Ini mah~ panjang kali lebar, gapapa… biar yang belum ngerti bisa ikut ketawa menikmati konsep dramanya.)

 Hiramasa: Dengan kata lain hidangan yang tebuat dari daging. Daging lamb dan daging sapi fillet, Mikuri-san, mana yang lebih baik?

Pertanyaan Hiramasa membuat Mikuri bingung harus memilih dua opsi yang ada. Apakah akhir dari rute Hiramasa akan tercapai?. Mikuri menjawab, baiklah daging filler saja.

Hiramasa-san lalu menyeringai, tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya, lalu mengucapkan “Ternyata itulah yang Mikuri-san pikirkan.”

Mikuri pikir mode pangeran Hiramasa-san memang keren, tapi rasanya tidak mungkin seperti itu.

    Untuk persiapan makan malam ini sebenarnya Hiramasa sudah merencanakanya matang-matang, ia memilih Alte Liebe Yokohama yang terkenal.  Saat makan sambil di depan komputernya dan sibuk menghubungi sana-sini adalah demi mempersiapkan malam istimewa ini. Ia sampai stres menunggu adakah tempat kosong untuk direservasi.

Siang hari ia mengunjungi untuk memastikan persiapan terakhir. Ditawari hidangan bernama Mikyui juga. Sejauh ini semuanya berjalan sesuai dengan rencana Hiramasa-san.

     Makanannya enak sekali, tetapi Mikuri tetap saja merasa ada yang aneh. Lebih tepatnya menakutkan, dibalik peran mode Pangeran Hiramasa yang sedang dimainkannya sekarang. Apa yang sebenarnya pria ini sembunyikan?

     Malam ini Hiramasa-san ingin membicarakan tentang masa depan meraka. Meski ia tidak tahu ukuran jarinya Mikuri, ia juga masih belum punya cincin. “Mikuri-san. Aku akan mendaftarkannya secara resmi. Ayo kita menikah.”

Meski agak terkejut Mikuri menanggapi “Hiramasa-san, kau bahkan tidak pernah punya niat untuk melakukan hal seperti itu.”

“Walaupun ku rasa cerita itu tidak akan pernah bisa terjadi pada diriku sendiri. Tapi sejak aku bertemu Mikuri-san, aku berubah pikiran.”

Mikuri terharu, Hiramasa-san lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas tentang semua hal yang sudah diperhitungkannya jika menikah nanti.

     Sampai saat ini upah yang ia berikan ke Mikuri terus meningkat. Itu bisa digunakan untuk biaya hidup atau ditabung. Ini adalah perkiraan biaya kalau mereka menikah atau tidak setelah 3 atau 5 tahun. Dengan beginilah ia bisa membeli rumah baru.

Di masa depan mereka bisa memiliki 1 atau 2 anak, Hiramasa-san juga sudah memperhitungkannya. Kalau mereka menikah mereka bisa berguna bagi satu sama lainnya.

Mikuri meminta penjelasan dihentikan, sebelum memperkirakan ini semuanya apa hal yang memicu Hiramasa-san ingin menikah dengan Mikuri?. Hiramasa menjawab pemicunya adalah restrukturisasi. Hiramasa tadinya ingin mengatakannya dengan lebih baik, ia akan dapat kerjaan baru.

Mikuri menyimpulkan, jadi Hiramasa-san melamarnya karena restrukturisasi?. Hiramasa menjelaskan bukan itu saja, memang solusi masuk akalnya adalah menikah.

   Mikuri mengerti sekarang, kedengarannya memang masuk akal jika Hiramasa-san ingin menikah dan memanfaatkan Mikuri tanpa membayar upahnya. Hiramasa bingung dengan itu, apa memang benar dia berniat begitu?

Tapi jika Mikuri menolak, apakah artinya Mikuri tidak suka pada Hiramasa-san?. Mikuri menanggapi, ini namanya eksploitasi rasa suka! (yep! Kalau suka sama orang jangan jadi gelap mata dan mau dimanfaatkan dalam bentuk apapun 😉 )

“Karena aku suka padamu, karena aku cinta padamu. Kau pikir bisa melakukan apapun. Kenapa kau melakukan hal seperti itu? Aku Moriyama Mikuri, Menentangmu melakukan eksploitasi perhatian!”

Seketika wajah Hiramasa-san memelas,

Komentar:

      Entah kenapa aku banyak menyematkan san di belakang nama Hiramasa. Hiramasa-san, mungkin karena sedikit banyak aku menghormatinya, dia keren dengan caranya sendiri, jarang-jarang ada manusia langka seperti Hiramasa-san *kkkkk, yang sopan, pengertian, menghargai pasangan. Bahwa pria itu gak perlu ganteng untuk membuat seorang wanita jatuh cinta sampai rela menyerahkan diri sepenuhnya, daripada nafsu dan keinginan yang menggebu-gebu… ketulusan lebih indah daripada cinta yang terlalu berhasrat karena fisik semata. Ketulusan yang datangnya dari hati dan tentunya akan sampai ke hati juga, aku setuju sekali Mikuri menyebut Hiramasa-san imut banget *kkkk dia memang imut!, imuuut banget! Banget! Manusia langka di abad 21 ini *hahahahaha!, meski aku percaya ya… 3 atau 5% pria semacam itu ada di dunia nyata. Dan tingkahnya yang lamban dalam merespon ke-absurd-annya Mikuri itu lucu sekali~ , membuat geregetan gemes pengen nyubitin si Om Om itu :D, eto~.. Hiramasa-san choukawaii-ne… XD <3, suami yang aneh… hahahahahaha!

Kalau cowo model Kdrama beda! baru ketemu langsung kenalan minta kontak lengkap, mungkin di pertemuan kedua atau ketiga langsung menyatakan cinta atau bahkan ngajakin ke hotel *lol

Akemashite Omedeto! Sayounara 2016!. Hanashi no nagai mono wa hataraki ga sukunai, akiramenna!!. Minnasan aishiteru ❤ Kanpai!| Selamat tahun baru! Selamat tinggal 2016!. Sedikit bicara, banyak kerja, jangan putus asa!!. Semuanya aku cinta kalian ❤ bersulang!

Oi! Futagoza, tadinya aku mau bilang gini “Anata no koto ga suki desu” 😉 tapi gak jadi deh, karena kau agak menyebalkan rasanya aku ingin membentakmu begini “Jiro-jiro mite nanda yo!, urusai yo!” -_- Futagoza Nee-san Hontoni baka! Hahahahaha*puas?
koibito

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 10 Part 2

      Mikuri menyiapkan banyak makanan yang enak malam ini. Hiramasa-san pulang, sekali lagi sebelum mereka makan Mikuri mengucapkan selamat ulang tahun. Hiramasa berterimakasih

Mereka makan dan terus tertawa serta tersenyum karena kabahagia’an yang berbeda sekarang ini. Setelah makan malam Mikuri membersihkan semuanya, dilihatnya Hiramasa-san duduk di kursi memegangi buku sudokunya. Sejak tadi Hiramasa-san tidak mengisinya walau ia sudah membukanya lama. Mikuri tahu Hiramasa-san hanya menungguinya selesai melakukan tugas rumah tangga, Mikuri gemas sekali dengan tingkah Hiramasa-san.

Mikuri berkhayal, ia berlari keluar rumah dan menuju tebing di pinggir laut dan berteriak “Hiramasa-san terlalu imut~!”

Mikuri  segera sadar dari khayalan gilanya tersebut. Hiramasa-san tanya apa Mikuri sudah selesai bersih-bersihnya?. Mikuri menjawab belum selesai. Hiramasa berjalan menjauh dengan agak kikuk. Mikuri yang masih gemas langsung berlari dan memeluk suaminya dari belakang. Membuat Hiramasa terkejut.

     Hiramasa-san malu-malu, dia menoleh sekilas dan menyebut Mikuri terlalu manis. Mikuri balas mengatakan “Akulah yang seharusnya bilang begitu”

“Apa?” Hiramasa-san menoleh.

Mikuri menyandarkan diri ke bahu Hiramasa dan menyebut Hiramasa-san itu imut dan imut sekali. Sampai Mikuri ingin meneriakkannya dari atas tebing dengan sepenuh hati.

Hiramasa-san tidak mengerti apa maksud pria disebut pria yang imut. Mikuri lalu melepaskan pelukannya dan berdiri di hadapan Hiramasa. Mikuri menjelaskan kalau pria imut adalah yang paling kuat. Dalam kasus keren, aku mungkin kecewa kalau kau terlihat jahat. Tapi kalau dalam kasus imut, apapun yang kau lakukan kau tetap imut. Aku bertekuk lutut dihadapan keimutanmu. Ini adalah penyerahan diri secara penuh.

Tetap saja Hiramasa-san tidak mengerti. Mikuri meminta Hiramasa-san seperti biasanya saja. Hiramasa-san menggandeng tangan Mikuri dan duduk di sofa. Ada satu hal yang ingin Hiramasa-san minta dari Mikuri

Ia ingin Mikuri berhenti kerja di rumahnya Kazami. Bukannya Hiramasa-san tidak mempedulikan hubungan Mikuri dengan Kazami, hanya saja memikirkan Mikuri dan Kazami berdua saja di rumah membuat Hiramasa-san cemburu. Mikuri mengerti, ia dulu antusias bekerja di rumah Kazami demi penghasilan tambahan untuk melunasi cicilan biaya pengobatan giginya. Sekarang ia akan berhenti kerja di rumah Kazami. Hiramasa senang mendengarnya, ia berterimakasih banyak.

     Mikuri mengutarakan maksudnya berhenti kerja di rumah Kazami. Kazami meresponnya dengan baik. Mikuri tanya bagaimana kehidupan Kazami selama ada asisten rumah tangga?. Kazami menjawab itu lebih mudah dan dia tidak bisa membayangkan apakah bisa sendirian. Mikuri penasaran tidakkah Kazami-san ingin berkencan, menikah dan hidup dengan orang lainnya?.

Kazami balik bertanya adakah orang yang bisa hidup sendirian?. Mikuri mencontohkan Yuri-chan, dari dulu sampai sekarang Mikuri tidak bisa membayangkan Yuri-chan hidup dengan orang lain.

“Sampai kapan dia mencari seseorang untuk berkencan dengannya?” tanya Kazami

“Yah, begitulah” jawab Mikuri.

Kazami memberitahukan sekarang ini ada wanita agresif yang ada disekitarnya, Igarashi. Kazami sendiri bahkan tidak tahu banyak soal Igarashi, apa yang perlu dilihat darinya?. Membuat kepalanya pusing saja.

“Kazami-san, kau pria yang romantis, kan?”

“Apa?”

“Apa kau tidak ingin terhubung dari hati? Aku ingin kau tidak hanya melihat penampilan mereka saja. Kalau begitu, apa yang ada di dalam diri wanita yang membuatmu sakit kepala. Kalau ada kemungkinan untuk melihatnya, Kenapa kau tidak mengintip ke dalamnya sekali saja?”

~We Married as Job~

     Jam makan siang, Tsuzaki penasaran tidak biasanya Numata-san izin libur. Hino bilang kondisi kesehatannya Numata-san tampaknya kurang baik, ia khawatir kalau-kalau Numata-san meninggal tiba-tiba. Tsuzaki menyuruh Hino jangan berkata yang seperti itu.

   Dokter melihat ada beberapa tukak lambung stadium awal. Tukak lambung merupakan luka akibat terkikiskan lapisan dinding lambung. Dokter meminta Numata jangan terlalu stres. Numata tampaknya selama ini menumpuk banyak stres yang tak tertahankan, dan maunya ia ingin bekerja di tempat yang nyaman.

Dokter menegaskan Numata perlu beristirahat.

[Aku tidak dapat apa-apa saat aku libur] orang yang dikirimi pesan balas menjawab ada banyak setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan. [Kalau begini aku bisa mati. Tapi aku tidak akan mati, lol] jawab Numata sembari tersenyum.

    Tsuzaki juga sudah memikirkannya dengan hati-hati. Saat pertengkaran dalam satu rumah pecah, siapapun pasti akan bisa menemukan kesalahannya. Hino balas mengatakan ia bersyukur sekarang ada istri bersamanya, menurut Hino pernikahan itu seperti peralatan keamanan, akan sulit menghadapi sesuatu yang terjadi kalau kita sendirian. Kalau berdua, bagaimanapun caranya pasti bisa menyelesaikannya. Ini seperti salah satu kebijakan untuk bertahan hidup.

Hino lalu berseloroh apa tadi dia mengucapkan kata-kata yang bagus? Aku mengatakannya, ‘kan?.

    Mikuri menggendong Hirari dan terus menghela napas bahagia. Yasue kesal Mikuri menghela napas terus, ia membuatnya khawatir soal Hirari yang sedang digendong Mikuri. Mikuri meminta maaf, dalam hati ia rasa walau sebahagia apapun ia sekarang… ia tidak bisa bercerita karena ini adalah kehidupan kisah cintannya. Perasaan bahagianya pengantin baru!

    Khayalan sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta. Mereka menghadiri acara televisi. Masuk dan disambut banyak tepukan para penonton.

Hiramasa: Kami dari Yokohama, Perfektur Kanagawa. Tsuzaki Hiramasa, 36 tahun.

Mikuri: Saya istrinya, Mikuri. 26 tahun. Kami berpelukan setiap hari. Kami menghabiskan malam bersama di sofa. Sebelum tidur, kami berciuman.

Mikuri malu-malu mengungkapkannya. Sementara itu Hiramasa-san pun juga tersipu-sipu mengingatnya (ahahahahaha gemes! Pengen aku bungkus dua orang ini ke parcel tahun baru! Hahahahaha…)

Mikuri: Hari libur kemarin, sepanjang hari kami berduaan di rumah.

Hiramasa: Saya bersyukur.

Mikuri: Saya berusaha untuk membaginya semaksimal mungkin. Tapi lama-lama jam kerja telah terkikis dalam urusan pribadi.

Hiramasa-san mengingatkan itu bukanlah salahnya Mikuri-san. Itu adalah kesalahanku (Hahahahahahaaaa… gaji nambah kalau gitu! Naikkan gajinya!!! Bos yang berbahaya #akuMerasaGila XD)

Mereka saling pandang pengertian satu sama lain. “Aku bersyukur” kata Hiramasa, “Aku bersyukur” Mikuri juga

Hiramasa-san tersenyum-senyum sendiri. Khayalan menggemaskan di atas rupanya adalah khayalannya Hiramasa (ROFL), dia heran sendiri bagaimana bisa mengkhayalkan hal yang seperti itu mengenai pengantin baru?. Setiap hari berpelukan dan berciuman, jam kerja terkikis oleh urusan pribadi.

Ia merasa amoral namun juga bersyukur, ia memperhatikan sepasang burung di balkonnya. Pernikahan adalah salah satu kebijakan untuk bertahan hidup. Tiba-tiba angin menerpa kedua burung tersebut, makanannya terbang dan para burung mencuit gelisah, Hiramasa juga sama terkejutnya melihat burung-burung itu kesulitan.

    Numata mengirimkan pesan, ia meminta maaf karena mengganggu hari liburnya Tsuzaki tapi ada hal yang ingin Numata bicarakan.

Igarashi dan Kazami ada di “Pameran Warisan Budaya Dunia, Lascaux: Lukisan gua dari zaman es”. Igarashi tidak menyangka Kazami datang. Kazami mengajak Igarashi melihat-lihat karena sudah datang, ia tidak menyangka Igarashi tipe orang yang suka menghadiri acara seperti ini.

Igarashi mengelak, ia hanya dapat tiket dari temannya. “Jadi kau terpaksa?” tanya Kazami. Igarashi membenarkannya, namun ia senang datang dengan pria baik seperti Kazami. Kazami pura-pura mengeluh karena telah dimanfaatkan.

Igarashi penasaran bagaimana lukisan gua ini dibawa kemari?. Kazami memberitahukan yang asli tentunya masih di tempat asalnya, karena tidak boleh dibawa kemana-mana. Igarashi mengerti, jadi ini hanyalah replika.

Kazami kebetulan melihat Yuri bersama Tajima. Sama terkejutnya namun mereka tidak mengatakan apa-apa atau langsung menyapa, Tajima tanya ke Yuri apa mengenal pria itu?. Yuri membenarkannya, mereka bekerja di gedung yang sama

Kazami berterimakasih atas tempo hari lalu. Yuri sama berterimakasihnya. Lampu dipadamkan, lukisan di dinding terlihat menyala dengan warna biru, tampak indah di kegelapan. Yuri benar-benar kagum, ia rasa 20 ribu tahun lalu lukisan ini dibuat, tapi entah kenapa bisa ada di sini.

Setelah mengatakannya Kazami dan Yuri saling pandang, dengan tatapan yang hanya mereka berdua sendiri saja tahu apa artinya. Namun segera saling membuang muka.

Igarashi memuji Yuri dan Tajima pasangan yang hebat satunya modis dan satunya keren. Kazami bilang mereka bukan pasangan suami istri. Igarashi mengerti sepertinya Kazami mengenal mereka dengan baik.

    Tajima memuji Kazami dan Igarashi pasangan yang sangat serasi. Yuri membenarkannya. Tajima tahu tampaknya si pria tadi memperhatikan Tsuchiya, ada hubungan apa mereka sebenarnya?. Yuri mengelak tidak ada apa-apa, bahkan pria tadi jarak usianya 17 tahun lebih muda daripada dirinya. Tajima tergelak sendiri mendengarnya.

    Yassan mengeluhkan selai sayurannya yang tidak banyak terjual walau sudah ditata rapi di pinggir jalan. Mikuri pikir bagaiamana kalau letakkan tanda di ujung jalan sana, kebetulan ada toko roti tak jauh dari sini, selai dan roti… perpaduan yang bagus sekali. Yassan terkejut, Mikuri salah mengira Yassan tidak setuju dengan idenya, Mikuri bilang ia hanya berkhayal saja tadi.

Yasue mengajaknya mengutarakan ide selai dan roti. Menemui orang-orang yang sedang rapat, mereka ini generasi penerus kedua dan ketiga dari bos-bos toko-toko di situ. Seminggu sekali mereka mengadakan rapat strategi penjualan seperti ini.

h16

   Yasue mengingatkan walau disebut rapat mereka aslinya hanya berkumpul untuk minum dan makan bersama saja. Orang-orang tertawa.

Mikuri memberikan usul bagaimana kalau menjajakan dagangan di sekitaran kuil. Semua terdiam sejenak, lalu setuju dengan idenya Mikuri. Mikuri merendah itu hanya imajinasinya saja. Semua barang-barang dipertimbangkan bagaimana cocoknya jika dijual di luar toko.

Memang dalam bisnis ini nanti akan menghasilkan laba yang kecil, namun dari sisi psikologisnya para pengunjung akan bisa melihat-lihat dan mengenal apa-apa yang dijual di daerah mereka dan para pedagang memperkenalkan dagangan khas mereka. Mikuri menyarankan mereka sebaiknya melakukannya bukan semata-mata mencari untung yang besar. Salah satu diantaranya mengajak Mikuri bagaimana kalau membantu mereka saja?.

     Numata menjelaskan dampak akuisisi Perusahaan M, tingkat penjualan perusahaan kita akan turun sampai 40%. Untuk merampingkan manajemen, perlu dilakukan restrukturisasi.

“Jadi maksudnya.. itu aku?” tanya Tsuzaki. Numata mengiyakannya. Numata meminta Tsuzaki jangan salah paham dulu, Tsuzaki merupakan salah satu teknisi yang paling baik di perusahaan. Sesuai dengan gaji tahunannya Tsuzaki yang tinggi. Kalau dilihat lagi dari sebagian besar pekerjaan, nantinya bakat Tsuzaki akan terbuang percuma. Ini tidak sesuai dengan anggaran belanja perusahaan.

Dan satu lagi, Numata yakin Tsuzaki masih belum menikah, kan?.

Numata mendengarnya saat Kazami dan Tsuzaki mengobrol dulu. Numata juga sudah memastikannya ke bagian general affair.

“Walaupun belum diakui secara hukum..” Tsuzaki hendak menjelaskan.

“Aku tahu..” Numata memotongnya. “Sebenarnya perusahaan kita menentang pernikahan. Sudah bagus mereka memberi izin untuk memasukannya ke dalam jaminan sosial. Tapi, kalau hanya ada dua orang yang dipekerjakan, kalau harus memilih salah satu karyawan untuk restrukturisasi. Pasti akan lebih mudah untuk memilihmu.”

Ini karena Tsuzaki mampu membayar seseorang bekerja dengannya. Tidak seperti Hino-kun yang punya anak san istri untuk dinafkahi.

“Tentu saja. Kalau masih belum didaftarkan, Itu artinya bukan aku yang bertanggungjawab, kan?” Kata Tsuzaki.

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 10 Part 1

hoshinogakky


      Mikuri dan Hiramasa pergi ke mini mart, Mikuri membeli daun bawang. Ketika keluar ia ditanya Hiramasa kenapa beli daun bawang?. Mikuri bilang ini untuk tambahan membuat soba.

Mereka lalu berjalan pulang beriringan, Hiramasa yang membawakan daun bawangnya. Mikuri tiba-tiba langsung menggenggam tangan Hiramasa-san. Hiramasa-san terkejut dan berhenti berjalan, Mikuri sambil tersenyum mengatakan ini genggaman tangan sebagai sepasang kekasih. Mereka lalu berjalan kembali.

Dalam hati Hiramasa ia merasa khawatir, sebenarnya tadi ia tanpa sadar mengatakan ingin memeluk Mikuri sampai pagi, ia tidak sengaja.

Mikuri dan Hiramasa makan soba. “Sampai pagi, apa yang akan kami lakukan?” kata Hiramasa dalam hati (kkkkkk gw jawab ya Om… ngeronda! -_- sambil main catur/ngopi2 nonton bola lalu teriak-teriak goal ganggu tetangga. Hahahahaha! Gw lagi nyindir orang yg suka begadang nontonin bola ceritanya *kkkkk)

Hiramasa-san mulai memikirkan apa-apa saja yang mungkin ia dan Mikuri lakukan. Pertama mungkin mengisi Sudoku bersama?

Atau sampai pagi main Wii (sejenis game Mario bross yang balapan *maybe)

Menonton sebuah robot yang bernama RoBoHon menari Koi dance (whooaaaa!, lucuu….), merupakan smarphone yang berbentuk robot mungil. Bagi Hiramasa itu semua menyenangkan, “sekarang bukan waktunya melakukan itu,” masih berkecamuk dengan pikirannya sendiri. (O’ow iklan yg keren! Disisipkan ke cerita tapi gak kelihatan menjijikkan/maksa, semenjak Pepper-kun, lalu game Wii dan RoBoHon *Sugoiii-ne!)

      Mikuri dalam hati pun penasaran apa yang akan dilakukan Hiramasa-san?, menurut Mikuri Hiramasa-san tidak akan bertahan lama. Mikuri membersihkan sisa-sisa makan malam mereka, apa mungkin mereka hanya akan tidur bersama sampai pagi?. Kalau memang begitu Mikuri tidak masalah sama sekali. Ia juga senang.

     Hiramasa-san mondar-mandir di dalam kamarnya, apa yang akan dia lakukan, sampai sejauh mana dia harus melakukannya. Benar-benar memusingkan bagi Hiramasa-san. Lalu ia ingat sesuatu, ia mencari-cari hadiah dari Hino tahun lalu. Kata Hino trial pack itu adalah produk yang adiknya kembangkan, Hino berlarian ke sana kemari membagikannya ke semua rekannya.

    Hiramasa-san walau saat itu tidak punya pasangan, dengan mudahnya membawa trial pack itu pulang ke rumah. Sejauh ini Hiramasa-san sudah sangat tahu prosedurnya melakukan itu, bahkan untuk memastikannya sekali lagi mencari di google. Baru hendak menyalakan komputernya, Mikuri sudah memanggilnya dari luar.

“Hiramasa-san?”

Hiramasa-san langsung duduk di kasurnya. Mikuri minta izin bolehkah masuk ke kamarnya sekarang?. Dengan gugup Hiramasa mempersilahkan Mikuri masuk ke kamar.

Mikuri masuk ke kamar dan duduk di samping kiri Hiramasa-san. Sesaat suasana menjadi hening, Mikuri meraih tangan Hiramasa dan menggenggamnya.

Lalu anehnya Hiramasa-san malah lari di tengah malam (hahahahaha membuatku ingin nari koi dance). Hiramasa menyesali pelariannya ini, kenapa dia melarikan diri?.

       Mikuri dan Hiramasa-san tidur bersama, Mikuri bilang ini bau Hiramasa-san. Hiramasa-san bilang tapi ia sudah mandi.

“Aku suka” Mikuri memejamkan mata dan menghirup aroma Hiramasa lebih dalam lagi. Membuatnya merasa tenang. Hiramasa-san balas mengatakan “Aku juga, tidak” ia masih gugup.

    Mikuri lalu memiringkan tubuhnya dan semakin mendekat ke Hiramasa-san. Bertanya apakah mereka tidak akan bercinta?. Hiramasa-san meminta maaf, ia tidak pernah melakukan itu sebelumnya.

Mikuri: Kalau dipikir-pikir lagi, jika kita bercinta. Siapapun pasti tidak pernah mengira kita akan melakukannya.

Ketika Mikuri bicara yang dishoot boneka, ketika Hiramasa yang berbicara yang dishoot adalah robotnya.

Hiramasa: Tentu saja, bagaimana bisa bercinta sangat berisik..

Mikuri: Hei..

Hiramasa: Ah..

Mikuri: Hehehe…

Hiramasa-san: Aduh, geli.

Mikuri: Inilah bercinta.

Hiramasa: Jadi begini..

Mikuri: Hiramasa-san juga.

Hiramasa: Kalau begitu, permisi.

Mikuri: Ah!

Hiramasa: Ah, maaf.

Mikuri: Tidak apa-apa.

Hiramasa: Indahnya…

Lalu Hiramasa-san bicara dalam hati “Setelah itu, memang itulah yang seharusnya terjadi. Biar bagaimanapun, ini sudah separuh jalan.”

Hiramasa-san berlari keluar dari rumah, ia tahu ini akan terjadi. Itulah kenapa ia khawatir, takut gagal sehingga ia membuat dinding tebal diantaranya dan Mikuri dibalik kata-kata jomblo profesional, sengaja yang ia pegang selama ini.

     Hiramasa-san ingin tahu bagaimana perasaan Mikuri sekarang. “Apa yang dia pikirkan? Dia mungkin melarikan diri. Walaupun melarikan diri itu hal yang memalukan. Tetap bertahan adalah hal yang lebih penting. Pada masalah ini, keberatan maupun bantahan juga tidak bisa diterima.”

Lalu Hiramasa-san sadar kalau jika ia tetap di sini tidak ada gunanya, ia tidak boleh melarikan diri dari orang yang paling berharga bagi hidupnya. Hiramasa-san pulang ke rumah dengan segenap keberaniannya.

Ia sudah sampai di depan pintu apartemennya. Sudah bertekad apapun yang terjadi, tidak mau kehilangan Mikuri, meski canggung, walau malu…

Hiramasa-san masuk ke dalam dan menuju kamarnya, Mikuri masih berbaring di ranjang.

     Mikuri ditanya apa sudah tidur?. Tidak ada jawaban, Hiramasa-san duduk di tepian ranjang dan beberapa saat kemudian Mikuri bangun.

“Bukankah tidak ada alasan aku tidak bisa tidur? Kau meninggalkanku sendiri.”

Hiramasa-san lalu duduk berhadapan dengan Mikuri, ia meminta maaf dan bilang kali ini tidak akan melarikan diri. Mereka berpelukan, berciuman.. dan terjadilah…

    Hiramasa-san san heran dengan dirinya sendiri, entah mengapa bisa berhasil melewati dinding buatannya sendiri selama ini.

-We Married As Job-

    Pagi harinya, ketika bangun tidur Hiramasa-san langsung menerima ucapan selamat dari Mikuri. Hiramasa-san bingung. Mikuri mengatakan selamat karena hari ini hari ulang tahunnya Hiramasa-san. Hiramasa-san tampaknya baru ingat hari ini adalah hari lahirnya.

    Mikuri mendaratkan satu kecupan ke pipi Hiramasa dan bermanja-manja di dekatnya. Hiramasa-san merasakan kebahagiaan yang berbeda, di umurnya yang ke 36 tahun ini akhirnya ia merakan sebuah pagi yang baru.

    Yuri berangkat kerja, ia menatap banner iklan Epinal. Teringat malam saat ia menangis tanpa sadar dan Kazami menutupinya.

Yuri menyingkirkan tangan Kazami, minta maaf karena dirinya tidak apa-apa. Kazami ingin mengantar Yuri pulang. di taksi mereka tidak banyak bicara, sesampainya di tempat Yuri taksi pergi.

Tampaknya Kazami juga memikirkan malam itu bersama Yuri. Numata tanya ke Hino di mana Tsuzaki-kun, Hino bilang ia akan masuk siang. Numata teringat keputusannya untuk merestrukturisasi Tsuzaki Hiramasa.

     Tsuzaki datang, Numata memanggilnya ingin bicara serius. Sejak tadi Numata raut wajahnya sedih, tapi karena melihat ada yang berbeda dengan senyuman Tsuzaki.. ia jadi ketularan tersenyum. Numata penasaran apa yang membuat Tsuzaki ceria hari ini?

Tsuzaki masih dengan senyuman, mengatakan mungkin karena cuacanya sangat bagus, perasaanku jadi baik. (kkkkkk)

“Bukankah cuacanya mendung?” Hino membenarkan Tsuzaki.

Tiba-tiba Tsuzaki melebarkan lengannya dan menghirup udara dalam-dalam, tampak bahagia sekali.

“Udaranya juga sangat enak” Katanya Tsuzaki, masih belum sadar juga kalau cuacanya sedang mendung. Numata sekali lagi bertanya apa yang sebenarnya terjadi?. Tsuzaki menjawab tidak ada yang istimewa. Ia tadinya tidak mau mengatakannya, terpaksa mengatakannya, hari ini ia berusia 36 tahun (gw tambahin lagi, dan semalam menerima hadiah yang indah sekali XD)

     Hino mengucapi selamat ke Tsuzaki, Numata kesal sendiri tidak jadi mengatakan sesuatu ke Tsuzaki, ia khawatir jika setiap tahun ulang tahunnya Tsuzaki… Tsuzaki akan memaki Numata jika ingat hari ini.

“Aku tidak bisa melakukannya!” kata Numata sambil berlutut ala jaman kerajaan (lol)

Hino merasa ada yang aneh dengan Numata-san, lebih aneh daripada biasanya. Sementara itu Tsuzaki memuji kopi dari mesin yang enak sekali “Kopinya juga enak sekali”

Tsuzaki masih belum sadar juga, sepertinya karena terlalu senang ia menjadi agak sinting. Di situasi ini hanya Hino yang sama seperti biasanya, ia bingung melihat Numata berlututu seperti di depan raja, Tsuzaki-san terus memuji apa saja dan banyak tersenyum, dan Kazami-san merenung nelangsa akan sesuatu.

     Hino kesal “Apa-apaan ini?,” Ia di dekatnya Kazami yang masih melamun. Lalu kembali ke kursi tempat ia sering makan siang bersama yang lain. “Apa-apaan ini!” Hino bingung.

Komentar:

    Wait wait wait!, itu pas dishoot robot: Hiramasa dan boneka unyu: Mikuri dan narasi mereka di kamar. Aku gak yakin apa memang sudah terjadi atau cuma khayalanku saja *ahahahahaha. Hiramasa langsung keluar kamar dan lari, putus asa kenapa dulu dia balikin obat kuat ekstra kobra ke Hino. Dan sedih sendiri, inilah kenapa dia membuat batasan sebagai “JOMBLO PROFESIONAL” karena ia takut membuat Mikuri kecewa, takut gagal *Owwwwhhhh I see I See, ya… dia kan sepertinya bukan tipe olah raga-holik ya?, kerjaannya kan sebagai engineer system di depan komputer terus. Mengingat umurnya pun sudah tidak muda, 36 tahun Boooo’

Tapi kayaknya gak deh, kayaknya pas di kamar mereka cuman bercanda doang sambil mengobrolkan kenapa bercinta bisa berisik ini dan itu dan sebagainya. Tapi kenapa Hiramasa-san bilang ini sudah separuh jalan? Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi???? Apakah memang benar sudah separuh jalan tapi Hiramasa sudah kecapek’an? #GwSotoy! #mintaDitimpukBantal atau Hiramasa menyerah sebelum perang? *Haha!

    Dan dia di jembatan masih tanya gimana perasaannya Mikuri? Omegat!. Dari yang kudengar dari orang yang sudah berpengalaman, mereka bilang merasa kehilangan dan ditinggalkan jika di pagi hari bangun sendirian setelah malam pertama, apalagi si pihak perempuan. Apalagi Mikuri ditinggal begitu saja sebelum mulai apa-apa?, aku pengen tabur bunga ke Hiramasa-san  dan nyanyi lagu “Syukur” tahu ‘kan? Orang Indonesia masa’ ga tahu? itu lho yg Dari yakin kuteguh… hati ikhlasku penuh~

-_____- XD XD XD. -_____- XD XD XD.

Di episode ini saya tidak menyensor apapun, memang mereka ciumannya gak diperlihatkan ‘kok.

Entah kenapa komentarku cerewet sekali part ini? Kkkkkkk biarlah… blog-blog punya siapa?*kkkkkk. Walau sempat kesal dengan Hiramasa, aku memakluminya… pada akhirnya toh hubungannya dengan Mikuri naik ke level paling atas, Yeay! #Nari_Koi_dance!

Percayalah, drama ini suka naikin tensi ketawa dan tiba-tiba membuat sedih, seperti sebelumnya aku haru sekali melihat Yuri dan kabar Hiramasa akan dipecat tapi di part ini lucu sekali, entah apa yang terjadi part selanjutnya.

    Oh iya! mb Rizka Fadhilatin bilang Hiramasa-san mirip Yoo Jae Suk, kkkk saya juga sudah lama mikirnya gitu.. mau ditulis di komentar tapi lupa terus, syukurlah ternyata ada yang sepemikiran denganku XD, coba bandingin dua gambar di bawah ini. Aslinya Hoshino Gen gak pakai kacamata, menurutku Om Hoshino lebih cocok pakai kacamata karena matanya kecil.

Like FP nya blog ini untuk tahu update-annya!>>>>>FANPAGE

1-1  |  1-2  |  1-3  |  2-1  |  2-2  |  2-3  |  3-1  | 3-2  |  3-3 |  4-1  |  4-2  |  4-3  | 5-1  |  5-2  |  5-3  |  6-1  |  6-2  |   6-3  |  7-1  | 7-2  | 7-3   |  8-1  |  8-2  |  8-3  |  9-1  |  9-2

 

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 9 Part 3

      Mikuri bertanya ke Pepper-kun apa pekerjaan dan apa yang bisa Pepper-kun lakukan. Pepper-kun menjawab ia bisa membuatmu tersenyum, menemani saat kesepian dan bersenang-senang.

    Mikuri mulai khawatir bagaimana kalau Pepper-kun lebih cakap daripada dirinya ini. Mikuri lalu memastikan ketidakmampuannya Pepper-kun memasak, mencuci, membuat kue ulang tahun, dan bersih-bersih. Semua tugas rumah tangga.  Juga tidak bisa memeluk. Pepper-kun membenarkan dia tidak bisa melakukan itu semua, ia menjawab iya dan mengangguk.

Mikuri bingung sendiri, apa sebenanya tujuannya membandingkan diri sendiri dengan Pepper-kun?.

“Apa kau sedikit lelah? Kau tak perlu berpura-pura di depanku, oke?” kata Pepper-kun.

Mikuri kemudian memeluknya dan mengelus kepalanya, warna mata Pepper-kun pun juga berubah menjadi merah muda. Andai saja dikembangkan robot yang bisa bicara dan mengerjakan tugas rumah tangga… pasti semua orang akan senang. Sayangnya Mikuri sadar kalau pun itu terjadi maka dia akan kehilangan pekerjaannya sekarang.

    Ketika sedang melamun memikirkan kemungkinan tersebut, Mikuri dikagetkan dengan pemandangan yang sulit dipercayai oleh pikirannya. Hiramasa berjalan bersama seorang wanita lain. Hiramasa dan Igarashi akhirnya akan makan bersama karena Kazami langsung menghilang setelah bubaran kantor. Hiramasa izin mengirimkan pesan dulu, ia mengirimkan pesan ke Mikuri kalau nanti akan pulang terlambat.

Mikuri balas balas bertanya anda di mana sekarang ini?. Hiramasa mengetikkan pesan sekarang ada kantor. Sontak membuat Mikuri semakin curiga, apa suaminya selingkuh? Kenapa Hiramasa-san berbohong?

    Mikuri membuntuti keduanya, merasa dirinya seperti Etsuko Ichihara di acara TV Kaseifu wa Mita/Pekerja Rumah Tangga Melihatnya!

     Yuri hendak masuk ke bar tapi tidak jadi, ia sedih mengingat dirinya dibicarakan oleh GM dan seorang karyawan. Yuri bersikeras dan akhirnya GM setuju dengan pendapat Yuri, ketika Yuri keluar dari ruangannya semua kertas Yuri terjatuh. Tanpa sengaja mendengar ia dibicarakan GM, GM bilang Yuri kaku orangnya, pantas saja masih lajang sampai sekarang. Yuri pergi, Kazami keluar dari bar dan mengejarnya.

Tadinya Kazami mau minum-minum dengan Numata tapi Numata tidak jadi datang. Kazami lalu menunjuk banner iklan epinal yang Yuri buat, menurutnya itu keren.

     Yuri senang ada pria yang mengatakan hal tersebut saat melihat iklannya. Kecantikan yang bersumber dari kebebasan, tagline tersebut bentuk dari kebebasan atas nilai-nilai yang ditanamkan masyarakat bahwa wanita cantik itu harus begini dan begitu.. Yuri ingin menekankan bahwasanya wanita yang bebas yang hidup sendiri seperti Yuri yang masih melajang di umur 50 an menjadi inspirasi orang-orang untuk tidak takut menjalani kesendiriannya, seperti “Jika dia bekerja keras, …aku bisa bekerja sedikit lebih keras juga.”

Meski sendiri namun terus berkarya dan berkontribusi terhadap masyarakat, menjadi contoh bahwa melajang bukanlah suatu dosa yang harus dipermasalahkan, seperti “Lihat, ada dia, ‘kan? Sepertinya cukup menyenangkan.”

     Maka dari itu Yuri hidup dengan cara yang mengagumkan. Kata-kata Yuri sejak tadi membuat mata Kazami memanas karena terenyuh.

    Yuri heran dengan tatapan Kazami. Kazami meminta Yuri-san jangan berkata seperti itu. Meski mencoba tegar dibalik kata-katanya… Yuri hanyalah wanita biasa, ia pun merasa sedih dengan keadaannya sekarang. Tanpa sadar air matanya jatuh. Karena jalanan sedang ramai-ramainya, Kazami menutupi Yuri jangan sampai dilihat orang-orang.

     Kazami bahkan tidak menatap Yuri yang menangis agar Yuri tidak merasa dikasihani dan semakin terpuruk, Kazami menghargainya. Orang-orang berlalu lalang memandangi keduanya, tak peduli apa pandangan orang Kazami tetap melindunginya.

     Mikuri di rumah, dia sebenarnya sudah lama memprediksikan hari ini akan terjadi, hari dimana Tsuzaki Hiramasa bersama wanita lain. Tidak menyangka kejadiannya datang sekarang. Kebahagiaan yang tibul dari kesamaran bagi Mikuri adalah kebahagiaan yang samar, semu. Hubungan yang terbuat dari sistem tidak bisa lepas dari sistem. Pernikahan kontrak mereka.

Mikuri tidak jelas mengerti apa maksud kata-kata Hiramasa-san ketika mengatakan membangun kembali sistem yang ada. Kalau saja ia berteriak seperti ketika acara memetik anggur dulu apakah ia akan merasa lega?, ia lalu ingat Yuri-chan pernah melampiaskan kekesalan yang nampaknya sama dengan keadaannya Mikuri sekarang.

    Mikuri membawa bantal dan berteriak di dalamnya “Hiramasa-san bodoh!”

“Hiramasa-san BODOH! Bodoh! Bodoh bodoh!!!!”

Mikuri kesal karena tidak ada efeknya sama sekali, ia masih belum merasa lega. Hiramasa pulang, ia memperhatikan gelagat anehnya Mikuri. Mikuri tidak tertolong, ia pikir sekarang waktunya menyiapkan makam malam sajalah!.

    Mikuri melihat Hiramasa tapi ia hanya berjalan melewatinya. Hirasama menarik tangan Mikuri untuk menghentikannya, ia lalu meminta maaf karena telah menyentuh Mikuri. Mikuri bilang tidak apa-apa disentuh Hiramasa-san. Kenapa Hiramasa-san tidak mengerti juga? (Hiramasa-san gak pekaaaa!!!, pengen gw jitak kepalanya XD, apakah Hiramasa tega membiarkan Mikuri mengaku aku cinta padamu duluan?. Selamatkanlah harga dirinya Mikuri! *kkkkkk)

    Hiramasa-san tetap tidak mengerti. Mikuri lalu berjalan masuk ke rumah, ia sebal mengatakan soal menyentuh tidak apa-apa lagi ke Hiramasa-san, meski ia tidak suka mengatakannya lagi.

“Aku benci perasaan ini.”

“Maksudmu kau benci tinggal bersamaku?” tanya Hiramasa

“Benar”

Hiramasa-san tidak bisa, ini akan menjadi masalah baginya. Mikuri bukanlah orang yang bisa ia lepaskan begitu saja. Mikuri kesal, ini tidak adil!. Hiramasa-sa tidak mengerti apa maksud Mikuri. Mikuri bilang kata-katanya Hiramasa-san justru membuat Mikuri makin suka pada Hiramasa-san. Mikuri sebal dengan perasaannya ini, benci karena yang suka hanya dirinya seorang, akan lebih baik jika Hiramasa bilang suka padanya.

“Aku suka kok” kata Hiramasa mengaku. Mikuri pikir kedengarannya Hiramasa-san seperti terpaksa mengatakannya. Bukan suka dalam artian dari bos ke pegawainya ‘lho?, Mikuri meminta ketegasan. Hiramasa mengakui bukan suka bos ke karyawannya, ini suka pria ke wanita.

      Mikuri masih belum puas, dia menyinggung pernahkah Hiramasa-san bertemu perempuan lain sebelumnya?. Hiramasa-san bilang tidak pernah, ia juga tidak ada cerita mengenai hal semacamnya. Mikuri menyinggung perempuan imut yang dilihatnya tadi dengan Hiramasa-san.

Hiramasa-san bilang itu kliennya, ia mengeluarkan bungkusan dari tasnya. Ia janjian makan bersama dan disarankan membeli soba mentah untuk istrinya. Mikuri masih belum lega, lantas kenapa Hiramasa-san tadi berbohong masih di kantor?. Hiramasa-san mengirim pesan tersebut karena sedang terburu-buru dan dipikirnya tidak ada bedanya.

      Mikuri naik darah, tentu saja ada bedanya!. Hiramasa-san lalu hati-hati bertanya, ia bertanya bukannya mau terdengar sombong atau bagaimana.. ia hanya ingin memastikan apakah Mikuri sedang cemburu sekarang ini?.

     Mikuri agak malu, tapi dia langsung membentaknya “Bodoh! Sudah jelas ‘kan?” Mikuri balik badan “Hiramasa-san anda benar-benar bodoh”

Melihat Mikuri mencemburuinya sampai uring-uringanya seperti ini membuat Hiramasa geli sendiri. Ia menutupi mulutnya untuk menahan tawanya. Mikuri melihat Hiramasa, heran apakah Hiramasa-san tertawa?

Hiramasa-san mengatakan Mikuri manis sekali (karena cemburu dan tingkah kekanakannya). Mikuri tercenung sesaat.

“Aku selalu berpikir, betapa menyenangkannya kalau kau suka padaku.”

“Selalu?”

“Selalu. Aku mencoba tak memikirkannya.”

Mikuri lalu mengingatkan hari ini hari Selasa. Hiramasa mengerti dan langsung memeluknya.

        Mulai sekarang meski bukan hari Selasa, Hiramasa-san minta izin bolehkah memeluk Mikuri?. Mikuri menjawab kapanpun dan hari apapun Hiramasa-san boleh memeluknya.

“Kapan pun?” Hiramasa-san memastikan sekali lagi.

“Bahkan sampai pagi hari” (kyaaaaaaa!!!, tiba-tiba aku pengen nari Koi dance :v, ngajakin Readers sekalian.)

Hiramasa-san diberi lampu hijau lagi. Mikuri ingat terakhir kali mengatakan maksud yang sama suasana menjadi kacau, ia segera melepaskan diri dari pelukan dan meminta maaf. Siapa sangka Hiramasa-san malah merengkuhnya kembali ke pelukannya.

      Hiramasan-san bertanya “Maukah kau terus bersamaku? Hingga pagi hari?”

Mikuri mengiyakan. Dalam hati Hiramasa tahu, yang ia dan Mikuri butuhkan bukan membangun kembali sistem yang ada. Melainkan saling mengutarakan perasaan mereka yang sesungguhnya.

    Saham Perusahaan M resmi dijual. Direktur meminta daftar karyawan yang harus dipecat, Nabe memberikan daftarnya. Numata lah yang memilih siapa saja yang harus dipecat. Numata bilang ia tidak mau memilih. Salah satu diantaranya adalah Tsuzaki Hiramasa.

    Gugup, cemas, takut, mendamba sekaligus tidak sabar… mungkin itulah yang Hiramasa-san rasakan saat ini. Ia menunggu Mikuri datang ke kamarnya. Mikuri datang membawa bantalnya, meminta izin bolehkah masuk sekarang?

“Ah.. kau boleh.. ah kau boleh ma.. ah” katanya terbata-bata. “Si-silahkan”

     Mikuri masuk dan duduk di sampingnya, keduanya sama-sama tidak berani saling menatap.

Komentar:

     Jika kalian bertanya-tanya kenapa Hipokuratetsu dan Jimi Ni Sugoi kok update terus sedangkan WMAJ masih lama sekali? Itu karena sudah lama dibuatnya dan tinggal di posting.

      part 3 menyesakkan dada…. Maaf aku menahan part 3 nya terlalu lama. Ya, part ini menguras banyak emosi #lebayModeOn

     Hiramasa-san! Belilah kasur baru… yang lebih besar. Itu kasur kekecilan kalau untuk berdua XD

Aku tahu lagu yang cocok untuk perasaannya Mikuri, perasaanku, perasaanmu, kita… Readers sekalian. Ayo karaokean lagu ini! XD ❤

Rossa – Jangan Hilangkan Dia || Aku suka lirik: Lebih baik aku mati saja bila harus melihatmu bersanding tapi bukan dengan aku | Sungguh ku tak ingin hatiku menjadi milik yang lainnya.

hoshinogakky

silahkan like FP nya untuk mendapatkan update-an terbarunya>>>>> FANPAGE

 

 

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 9 Part 2

      Hiramasa-san tidak pernah menyatakan “Aku cinta padamu” ke Mikuri, Mikuri tidak benar-benar megerti apakah Hiramasa benar menyukainya atau tidak, semua hal yang Mikuri dan Hiramasa lakukan selama ini ada kemungkinan posisinya Mikuri bisa digantikan dengan orang lain. Yassan membenarkannya, memang ada kemungkinan semacam itu.

      Numata menanyakan besar total aset yang dimiliki Tsuzaki. Tsuzaki tidak mengerti kenapa Numata ingin mengetahuinya?. Numata bilang dia sejujurnya meminjam uang dari tempat yang mengerikan “Cowcow finance”

“Itu dari komik, ‘kan?” tebak Tsuzaki, jelas saja ia tahu nama Cowcow finance berasal dari komik Yamiki Ushijima-kun. (kkkkkk )

Karena ketauhan… Numata langsung ganti topik “Yah, blogger kenalanku berkata.. dia mau menulis artikel tentang simpanan rata-rata insinyur sistem. Numata menunjukkan gambar grafik, meminta Tsuzaki menunjuk di angka mana keadaan keuangan Tsuzaki.

Setelah Tsuzaki menunjuk, Numata beralih ke pegawai lainnya. Menggunakan trik yang sama, bilang baru saja ngutang dari tempat yang mengerikan blablablabla…

     Yasue dan Mikuri mengatuselai di depan, ia bersyukur orang tua Mikuri memiliki sertifikat pengawas makanan sehingga bisa membantu usaha selainya Yasue. Yasue mengakui ia hanya punya SIM saja. Mikuri kaget, bukannya Yassan punya sertifikat sebagai PNS?. Yassan menanggapi, saat itu ia di kantor pemerintahan sebagai pekerja kontrak saja, dapat bantuan koneksi dari ayahnya.

Mikuri mungkin saat itu tidak tahu karena mereka tidak berhubungan seperti sekarang, rasanya mereka dulu cukup jauh. Mikuri sibuk dengan teman-teman kuliahnya dan Yasue lalu menikah, Yasue merasa Mikuri saat itu seperti memandang rendah Yasue, ya… Yassan hidup seperti itu, tampaknya baik-baik saja.

      Mikuri teringat sikapnya dulu, ia lalu menyusul Yassan ke dalam toko. Ia meminta maaf pada Yassan, sekarang ini setelah Mikuri melakukan tugas rumah tangga dan dibayar, serta membuat Mikuri berusaha keras melaukannya… baru sadar arti penting dan nilai seorang ibu rumah tangga. Bekerja dan membesarkan anak, mereka hebat sekali!

Yasue berpendapat, yah! Walau pengorbanan mereka tidak digaji.

Seorang pembeli datang. Yasue meladeninya. Mikuri memperhatikan dari dalam dan melamun.

“Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Pada dasarnya, pekerjaan fisik diberi kompensasi dalam bentuk gaji. Apa sebenarnya arti ibu rumah tangga?

Mikuri mengkhayal, di sebuah acara menyelidiki karakter kata-kata ibu rumah tangga, ia cari-cari maknanya dengan kaca pembesar. Tetap tidak mengerti, apa sebenarnya arti dari ibu rumah tangga? Lalu angka-angka diputar, menunjukkan digit gaji.

Mikuri masih tidak mengerti, jadi bayaran apa yang pantas bagi seorang ibu rumah tangga?.

    Numata disalahkan karena usulan idenya tentang memecat pegawai dengan beban tanggungannya sedikit. Padahal Numata sudah bertanya kepada semuanya, semuanya menjawab jujur. Direktur sejak awal ingin memecati para pegawai yang kinerjanya buruk. Ada tujuh orang yang sudah dipertimbangkan, salah satunya adalah Hideshi Hino.

    Hino senang karena dia sudah membayar KPRnya yang ke 10 tahun ini, ia ingin merayakannya. Tsuzaki memberinya selamat. Hino bilang masih ada 25 tahun lagi yang harus dibayar, sih. KPR nya lunas di umur 65 tahun.

“Hal itu membuatmu kebas, ‘kan?” kata Kazami.

“Sebenarnya membuatku gemetaran” (ahahahahhahaha… kenapa bisa selama itu? >_< aku merinding lho? Ngutang sekian rupiah aja kuusahakan langsung secepatnya dilunasi.)

Hino lalu tanya ke Tsuzaki apa tidak mau membeli rumah? Saat punya anak nanti Tsuzaki rumahnya akan terasa sempit.

“Anak?”

“Iya”

     Dengar kata anak membuat kejiwaannya terganggu *ahahahahahahaa!. Mukanya memerah, ia menutupinya dengan tangan.
“Kenapa mukamu memerah?”

“Tidak apa-apa, tidak ada apa-apa”

    Dia dan Mikuri tidak ada di satu kartu keluarga yang sama karena tidak menikah sungguhan. Tentunya ia dan Mikuri tidak dalam posisi bisa memiliki anak. (tampangnya itu Lho?, antara pengen dan kecewa >_<)

Hino lalu membereskan bekalnya, ingin pulang cepat. Hino pergi dan Kazami dengan jahilnya bertanya apa Tsuzaki dan Mikuri sedang mengusahakan memilki anak?.

“Tidak, kau salah.”

(ahahahahaha… itu di tengah sofa ada Numata nguping. Aku gak kuaaat… :D, sofanya jadi ngangkat) Kazami menyarankan kenapa tidak daftarkan pernikahan mereka saja?. Tsuzaki menanggapi sebenarnya hal seperti itu adalah hal terjauh dalam hidupnya, ia rasa sulit. Kazami justru merasa karena pernikahan kontrak mereka dan keadaan mereka sekarang seharusnya lebih mudah, hidup bersama dan saling menjaga.

Numata menguping dengan jelas sekali, tahu pernikahan Tsuzaki bohong-bohongan.

    Di rumah ketika makan malam. Mikuri heran kenapa sejak minggu lalu Numata jarang memposting resep makanan barunya di cookpad. Hiramasa bilang itu mungkin karena Numata-san akhir-akhir sedang sibuk dan bertanya ke semua orang berapa banyak asetnya mereka. Mikuri menduga jangan-jangan Numata ingin memulai bisnis makanan.

Lalu Mikuri pikir jika berjalan lancar, Numata bisa pesan sayur mayur dari tempannya Yassan. Mikuri segera sadar, ia minta maaf kalau idenya ini cukup gila. Sebaliknya, Hiramasa justru kagum dengan Mikuri yang bisa berpikir sejauh itu dalam waktu yang singkat.

    Hiramasa ingat saat pergi ke Tateyama, Tuan Moriyama tanya apa di rumahnya Tsuzaki ada ruang bawah tanahnya?. Tsuzaki bilang tidak ada, tapi di rumah nenek kakeknya ada. Tuan Moriyama berniat mencari harta karun di sana, kalau ada dia izin mendaftarkan penemuannya ke stasiun TV dan menyiarkannya. Ketika Tsuzaki bilang harta karun tidak berharga dan mungkin ada nilainya.. ekspresinya ayah berubah drastis dari yang kecewa dan antusias gembira.

    Mikuri meminta maaf, ayahnya memang aneh begitu. Hiramasa tidak merasa masalah, jika saja Mikuri tidak mengusulkan ide gila pernikahan kontrak dulu, mungkin ia dan Mikuri tidak bisa seperti sekarang. Hiramasa pikir memilki imajinasi memiliki kemampuan untuk mengubah kenyataan.

Mereka lalu makan. Mikuri senang dalam hati, cara Hiramasa memandang kegilaannya Mikuri dan solusi konyolnya menjadi kekuatan untuk mengubah kenyataan. Meskipun dia tidak menyatakan cinta seperti aku cinta padamu, Mikuri rasa yang seperti ini saja sudah cukup.

   Yuri menceritakan ada yang mengajaknya kencan. Kazami dan Master Yama-san penasaran siapa. Yuri menjawab prai itu adalah teman semasa kuliahnya, seorang Kepala penjualan di agensi periklanan. Duda anak satu. Master Yama-san menyebut Yuri bisa segera menjadi ibu. Yuri bilang tidak semudah itu jalannya. Ia menyadari jika menikah dan mengurus anak orang, Ia mungkin masih ada kemungkinan punya anak sendiri. Baginya Mikuri selama ini seperti anak perempuannya, ia bisa merasakan bahagianya merawat anak perempuan, tak banyak tanggung jawab dan banyak memanjakannya.

Kazami menduga Yuri tidak tahu rasanya kebahagiaan yang mendalam. Yuri protes, tidakkan kata-katanya Kazami kasar?, Yuri rasa tidak ada seorang pun di dunia ini yang mengetahui setiap hal dengan mendalam. Semisal… seseorang tak tahu apa yang orang lain tahu. Mungkin cara itulah dunia berputar.

      Kazami juga berpendapat, terkadang kita saling memberi tahu tentang dunia yang tdak kita ketahui. Yuri membenarkannya, cara itu tidak buruk.

Hiramasa di kamarnya, pusing memikirkan bab jika manjikan menjadi kekasih di kontrak nikah mereka. Sebelumnya sama sekali tidakberpikir kemungkinan ia dan Mikuri menjadi sepasang kekasih.

Untuk pertama kalinya kita  bisa lihat Hiramasa ngayal, dia menjadi detektif kasusnya sendiri. Mengobservasi Mikuri dengan kaca pembesarnya, saat itu Mikuri pernah bilang tidak masalah jika melakukan itu dengan Hiramasa. Hiramasa tidak jelas mengerti apa maksudnya, apa jangan-jangan Mikuri adalah perempuan yang bisa melakukan itu dengan orang yang tidak disukainya?

(aslinya gunting, gunting jadi kaca pembesar dalam khayalannya XD ) namun ia segera mengenyahkan pemikirannya itu. Tidak mungkin. Ia kembali ke dunia khayal. Ia merasa tidak tahu malu karena telah berpikir Mikuri menyukainya.

     Waktu mereka tidak bertemu di Tateyama, Hiramasa bertanya-tanya apa yang Mikuri hilangkan dan pertahankan? Kembali ke apartemen 303, apakah Hiramasa Tsuzaki sebagai bosnya? Atau Hiramasa Tsuzaki sebagai kekasihnya?. Berapa harganya Hiramasa Tsuzaki yang sebenarnya?

Harga dibuka!, angka berjalan dan hasilnya 0 yen. Membuat Hiramasa stres sendiri, tidak tidak tidak… Hiramasa tidak ingin mengkhayalkan sesuatu yang berefeknya negatif. (itu kenapa sketsanya Hiramasa charming abis? bohong ‘ya? ahahahaha)

    Ia menoleh dan melihat Mikuri terbengong-bengong menatapnya. Mikuri membuat teh, dan ini untuk Hiramasa-san. Mikuri tadi sudah memanggilnya tadi. Mikuri keluar kamar. Hiramasa khawatir apa dia mengucapkan khayalannya tadi?

Di luar, Mikuri tadi sebenarnya masuk ke kamar begitu saja. Tanpa ia duga ia mendengar sesuatu yang luar biasa sekali, dimulai ketika Hiramasa menyimpulkan jangan-jangan Mikuri adalah perempuan yang bisa melakukan itu dengan orang yang tidak disukainya?,

Itu membuat Mikuri syok. Memangnya Hiramasa-san pikir dirinya ini wanita gampangan?. “Kupikir tidak apa-apa karena itu Hiramasa-san” Apa kata-kata itu terdengar gampangan?. Mikuri menuliskan uneg-unegnya di kertas. Kalau saja dia wanita sederhana dan pendiam, apa semua akan baik-baik saja?

“Tidak ada kata-kata sesuai musim” renung Mikuri. Hiramasa memanggilnya dan Mikuri langsung menyembunyikan kertasnya, Hiramasa berterimakasih atas tehnya. Tak lama kemudian Mikuri menyobek-nyobek kertasnya. Kertas ini gamoang disobeknya ya?

Katanya dengan setengah kesal. “Benar-benar gampang, wow!” Hiramasa sebelum masuk ke kamar memperhatikannya sebentar.

    Igarashi naik lift bersama Kazami dan Hiramasa. Igarashi mengajak Kazami makan soba bersama sepulang kerja. Tapi Kazami bilang mau kalau bertiga dengan Tsuzaki-san. Igarashi lalu mengajak Tsuzaki, tapi Tsuzaki tidak bisa karena ada yang menunggunya di rumah.

     Yuri dikirimi pesan oleh Tajima, mengajaknya kencan di sebuah pameran. Kebetulan Tajima ada tugas dan melihat iklan Godard Jepang di tempatnya dinas sekarang, tampilannya apakah sudah Yuri setujui?. Yuri mengklik tautannya, ia terkejut melihat tampilannya.

     Yuri dan timnya membicarakan poster Epinal yang norak sekali. Dari timnya Yuri belum pernah dikonfirmasi tentang gambar ini. Tapi ketika Yuri bertanya ke penanggungjawabnya ia malah balik diserang dan berkata GM di Tokyo sudah memberikan izin, jadi tidak ada masalah. Kalau GM sudah setuju mau bagaimana lagi?, ada usul kalau pura-pura tidak lihat saja. Minggu ini akan ada presentasinya. Tapi Yuri tidak mau, inginnya sih begitu… tapi ia tidak bisa menutup mata.

     Rekan Tsuchiya datang, ia menanyakan tentang rekannya itu yang pergi menemui General Manager. Horiuchi dan Umehara mengobrol kecil. Wanita yang barusan datang adalah rekan seangkatannya Tsuchiya lagi, rekan dari Bagian Kedisiplinan.

Wanita itu menjelaskan hal ini dulu sering terjadi, ini hantu. Para pegawai wanita rendahan berkumpul dan mendiskusikannya tapi tetap tidak ada yang berubah. Hingga akhirnya Tsuchiya bisa naik pangkat dan membuat iklan norak ini berhenti. Tsuchiya memikul harapan untuk memusnahkan iklan aneh itu.

    Menurut GM ini tidak masalah, bukankah manusiawi sekali jika ingin memikat lawabn jenis?. Ia pikir mungkin ini bisa membuka pasar baru. Yuri bilang ia tidak masalah jika konsep itu diambil perusahaan lain. Tetapi Epinal yang mereka jaga selama 10 tahun ini yang elegan bertagline “Hidup bebas, menjadi cantik” apa perlu menggunakan iklan seperti yang diperdebatkan sekarang?.

92% pengguna saat ini mendukung citra ini. Apa yang para wanita pikir jika melihat iklan kampungan itu?. Godard menyangkal nilai Godard sendiri. Lalu Yuri kembali menemui orang-orangnya, ia berhasil meyakinkan GM.

    Mikuri menatap robot lama sekali. Pepper-kun yang dimaksud Numata dan Hino di episode ketika Tsuzaki dikira gila dan menikah dengan robot. Robot tersebut bisa diajak bicara, Mikuri menoleh kanan kiri sebelum mendekatinya.

“Konichiwa!” sapa Mikuri.

“Konichiwa!” balas Pepper-kun.

“Apa pekerjaanmu?” tanya Mikuri. Pepper-kun bingung.

“Apa yang kau lakukan Pepper-kun?”

“Aku akan membuatmu tersenyum.” Jawabnya.

Komentar:

      Hiksss….. sebentar lagi kita akan berpisah dengan drama ini. Meski berat mari kuatkan hati kita teman-teman…, ending di episode 11. Tokoh favoritku tetaplah Numata *wkwkwkwk, itu orang ada ada saja tingkahnya… XD, Readers… kalau tokoh favorit kalian siapa di drama ini?spoilereps9

Like FP blog ini untuk mendapatkan update-annya>>>>>>FANPAGE

 

Sinopsis Nigeru Wa Haji da ga Yaku ni Tatsu (We Married as Job) Episode 9 Part 1

      Mikuri di rumah makan sendirian, setelah ayah ibunya menahan Hiramasa-san sehingga tidak pulang, Hiramasa mendapatkan panggilan dari kantor. Ada bug di proyek mereka dan harus dibenarkan.

Hiramasa amat kesal, kenapa bug bertepatan dengan hari ini?!. Hiramasa bahkan menggebrak meja karena terlalu emosi. Hino, Kazami, dan Numata sampai heran melihat Hiramasa yang tidak pernah terlihat marah meledak-ledak dan selalu terlihat tenang kini justru paling emosi.

      Mikuri tiap harinya mendapatkan pesan yang sama dari Hiramasa-san, ia janji pasti akan pulang. Meski pada akhirnya Hiramasa tidak bisa pulang sehari pun karena masalah yang bug sebabkan belum rampung. Bagi Mikuri mengetahui Hiramasa sangat ingin pulang sudah cukup.

Pukul 02:00 pagi Hiramasa baru pulang, ia turun dari taksi dan memandang lampu rumahnya masih nyala. Senyum terbit di bibirnya, lalu bergegas ke rumah. Makanan di meja tersaji dan ditutupi plastik, Mikuri tertidur di sofa. Meski kecewa namun Hiramasa memakluminya, ia lalu menyelimuti Mikuri.

Hiramasa berlutut dan mengusap-usap kepala Mikuri perlahan agar tidak membangunkannya. Hiramasa mematikan lampu dan meninggalkan Mikuri menuju kamarnya.

     Alarm ponsel membangunkan Mikuri. Terkejut melihat selimut di sisinya, ia melihat memo di meja dari Hiramasa. [Setelah tidur sebentar, aku pergi kerja lagi. Makan malam yang kau buat untukku… kubawa untuk kumakan di kantor. Hari ini, pasti… aku pasti akan pulang!!!]

Mikuri mulai khawatir “Bagaimana kalau kami tidak pernah bertemu kembali?”

     Di kantor semuanya tampak belum kondusif akibat begadang berhari-hari, Hiramasa telah menghabiskan makanannya. Kazami mendekatinya membawakan minuman, berkomentar Tsuzaki-san kembali kerja dengan cepat. Hiramasa menjawab, itu karena dia ingin memastikan pulang tepat waktu.

Kazami meletakkan minuman ke meja Tsuzaki dan pergi. Tiba-tiba terbersit dalam benak Tsuzaki ketika Kazami menyatakan dirinya merasa mungkin lebih mengenal Mikuri ketimbang Tsuzaki. Karena Kazami memperhatikan Mikuri.  *flashback end*

“Sejujurnya aku… suka dengan Mikuri-san” kata Kazami. Akan tetapi Kazami bilang rasa sukanya berbeda dengan rasa sukanya Tsuzaki ke Mikuri.

“Aku juga suka Tsuzaki-san. Kejadian di malam itu… maaf.”

Kazami hendak pergi, ia menahan Kazami. Sebenarnya malam ketika Kazami dan Yuri mengantarkan Tsuzaki, Tsuzaki tidak tidur… ia juga mendengarkan ceritanya Kazami. Terutama kata-kata Kazami yang tahu gadis pujaannya itu selalu memperhatikannya dan Kazami bertanya-tanya harus mengatakan apa pada gadis tersebut.

Kata-kata tersebut membuat Tsuzaki menyadari sesuatu yang sangat penting. “Terimakasih banyak.” Ucap Tsuzaki.

Kazami menyebut berpura-pura tidur padahal aslinya menguping pembicaraan orang, itu tidak sopan. Tsuzaki yang merasa bersalah langsung meminta maaf. Kazami hanya tertawa mendengarnya, ia hanya sedang bercanda. Sebenarnya Kazami juga tahu Tsuzaki tidak tidur saat itu.

Tsuzaki tanya ke Kazami, kalau sudah tahu kenapa mengatakan hal seperti itu?. Kazami menjawab itu karena kepribadiannya Kazami buruk. (Kazami bad boy, ‘gitu?)

~We Married as Job~

     Yuri dan para karyawan yang lainnya membagikan produk kecantikan mereka yang bernama epinal. Mikuri datang, Yuri memperkenalkan ia kepada dua anak buah kebangga’annya… Umehara dan Horiuchi. Mikuri menyapa mereka, sudah sering mendengar cerita tentang keduanya. (Umehara-kun, Uuuu…. Lebih cakep rambutnya model gini. Biasanya yang kesamping lah, ke depan lah… nah rapi gini kan kece! ❤ )

Umehara menduga pasti bukanlah cerita tentang hal-hal yang baik, ya?. Mikuri mengelak bukan begitu. Yuri menunjuk orang asing dan Horiuchi yang bisa lancar berbahasa inggris langsung mendekatinya dan menjelaskan. Dan Umehera undur diri pergi ke sebuah stan yang petugasnya kesulitan karena bekerja  sendiri.

      Mikuri melamun memperhatikan Umehara dan Horiuchi yang bekerja keras serta menikmati pekerjaan mereka. Yuri menanyakan ada apa dengan Mikuri?.

“Tidak apa-apa” elak Mikuri. “Aku hanya pikir mereka menikmati pekerjaan mereka.”

“Kenapa kau tak bekerja juga?”

“huh?”

“Kau ‘kan belum punya anak. Bukankah baik kalau bekerja?”

“Kau benar. Aku akan memikirkannya.” Yuri meminta Mikuri mengisi angket, Yuri kemudian pergi.

     Dalam hati Mikuri mengatakan sebenarnya dia sekarang sedang bekerja, ia dibayar untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Namun ia tidak bisa mengatakan kebenarannya pada Yuri-chan. Mikuri melihat angketnya, tercantum kolom pekerjaan. Sedikit banyak tentu itu menyakiti hati terdalamnya…

Apa dari luar… aku terlihat seperti pengangguran?”

Ia isikan di kolom pekerjaan sebagai ibu rumah tangga.

     Seorang wanita memanggil Kazami. Kazami mengernyitkan dahi bingung karena tidak ingat siapa wanita itu. Wanita itu mengingatkan dia adalah Igarashi, ia dan Kazami berpasangan dalam pertemuan perjodohan tahun lalu.

“Oh, saat Watanabe-kun memaksaku ikut dengannya”

Igarashi mengajak Kazami keluar untuk minum karena ia tertarik pada Kazami. Kazami dengan entangnya balas mengatakan “Kau tak berpikir aku tidak tertarik padamu?”

Igarashi tampak tak terlalu terpengaruh, ia tetap ingin minum dengan Kazami, ia ingin dengar alasan tidak tertariknya Kazami nanti ketika minum-minum. Kapan pun kalau Kazami ada waktu.

     Pekerjaan selesai, Yuri pamit pergi. Ia berhenti sejenak mengamati anak kecil yang merengek untuk dibelikan sesuatu oleh ayahnya. Ayahnya melarang dan menggendongnya. Siapa sangka ayah anak itu adalah orang yang membuat Yuri alergi dengan pria tampan. Mereka kemudian duduk dan berbicara.

     Tajima mengatakan kalau perceraiannya sedang dalam proses, sekarang tinggal ia dan anaknya yang tersisa. Memperdebatkan masalah hak asuh, dan ketika Tajima minum-minum dengan Yuri waktu itu Tajima dan istrinya sedang berdebat mengenai harta gono gini.

Yuri menyayangkan kenapa waktu itu tidak bilang?. Tajima mengakui itu akan memalukan. Kemudian Yuri berkata, setidaknya ia bisa mendengarkan ceritanya saat itu karena mereka pernah dekat. Tajima langsung mengajak yuri kencan lain waktu, Yuri terkejut. Tajima maksud kencan keluarga di siang hari. Keduanya tertawa.

     Mikuri memasak, ia dengar suara Hiramasa sudah pulang. Ia meninggalkan masakannya untuk menemui Hiramasa. Keduanya berpandang-pandangan sebentar.

“Aku lelah..” Kata Hiramasa,

“Anda sudah bekerja dengan keras,”

Mikuri menghampiri Hiramasa untuk memeluknya.

     Hiramasa mengerti sekarang soal kata-katanya Mikuri dulu di awal-awal mereka berpelukan. Rasanya menenangkan.

Mereka berpelukan lama sampai Mikuri melupakan masakannya. “Bau…” Hiramasa meminta maaf, ia akan mandi dulu.

“Bau gosong!”

      Mikuri menyesal, ia hari ini ingin memasakkan makanan yang enak. Hiramasa tidak masalah, lagipula Mikuri sudah ada niat baik.

Mikuri berkata Hiramasa-san jauh-jauh ke Tateyama untuk menjemputnya… itu membuat Mikuri bahagia.

“Meski kita tidak bertemu” kata Hiramasa.

“Benar,”

 “Aku sudah pulang”

“Selamat datang.” Sambut Mikuri.

Tadi Hiramasa tidak mengucapkan aku pulang tapi justru langsung mengatakan dirinya lelah, lalu mereka berpelukan. Mikuri lalu mengingatkan pelukan di hari Selasa minggu lalu terlewatkan.

     Hiramasa bilang hari ini juga hari Selasa. Mikuri terkejut sendiri, tiba-tiba merasa grogi, kalau begitu sehabis makan malam pelukan. Hiramasa menawarkan opsi lain, setelah makan malam atau ditabung/disimpan saja pelukannya. Kalau mereka punya pelukan di muka, HIramasa rasa mereka pun bisa punya pelukan yang disimpan.

Bisa disimpan dan diambil jika mereka butuh dihibur.

“Jadi ini semacam obat rumah tangga?” komentar Mikuri.

“Tentu saja, kupikir akan ada saat-saat kau ingin dihibur juga. Kita bisa juga mendiskusikannya. Bagaimanapun, yang terpenting adalah membangun kembali sistem yang ada.” (?? Elu pikir bug Om?, kalau ada yang melenceng sedikit harus segera diluruskan. Wkwkwk susah ya penyesuaiannya? Mikuri hidup dengan orang yang serba teratur dan logis tapi dia sering ngalahnya ke Hiramasa, hahahaha… >_<)

“Membangun kembali… sistem yang ada?” Mikuri jelas heran.

     Yassan tanya membangun apa?. Mikuri menjelaskan pada dasarnya merevisi kontrak. Hiramasa sebelumnya menulis klausul tambahan kalau-kalau Mikuri memiliki kekasih, tetapi ia tidak berpikir kalau pasangannya Mikuri nantinya adalah Hiramasa sendiri alias bosnya Mikuri. Jadi mulai sekarang ia pikir harus menyesuaikannya kembali.

     Yassan berkomentar pacarnya Mikuri sangat menyebalkan.

        Mikuri yang memperkenalkan sistem pelukannya, dan setelah selama ini Mikuri tidak bisa bilang Kita tak perlu begitu teratur. Bisakah kita melakukannya saat menginginkannya? Setiap hari pun tidak masalah.

“Bilang saja” usul Yassan. Mikuri tidak bisa, ia tidak mau membuat kesalahan mendasar lagi.

     Mikuri dan Hiramasa perlahan-lahan mencapai hubungan mereka yang seperti sekarang, ia penasaran apa Hiramasa-san benar-benar menyukai Mikuri?. Hiramasa-san tidak pernah pacaran sebelumnya, Mikuri hanya satu-satuya wanita terdekat yang bisa disebut kekasih. Melakukan pekerjaan rumah tangga, selalu ada di sekitarnya, dan berpelukan. Kalau dipikir-pikir lagi Mikuri rasa ada kemungkinan siapa saja bisa melakukannya.

“Mungkin saja, benar.” Respon Yasue.

“Iya, ‘kan?”

Footer:

      Aku tidak punya blog bertema drama/sinopsis selain ini entah yang TLD (dot) com/yang blogspot gratisan/dot wordpress gratisan/yang lain-lain, blognya Karissa hanya ada satu ini saja!

      Bagi para readers cerdas yang sering berkomentar dan like FPnya saya rasa sudah mengerti selama ini tentang korelasi dari  chariszha.com dengan Karissa. Saya ucapkan terimakasih ^^, dan para readers yang belum mengerti diharapkan secepatnya mengerti dan sadar. Repeat… Aku tidak punya blog selain ini. Only chariszha.com just here the only one~ chariszha.comspoilereps9

Dan kuharap readers bisa bijak dalam mengambil sikap, jangan tidak sabaran meminta part selanjutnya diupdate secepatnya, karena menulis sinopsis tidak semudah membuat status FB/Twitter yang sok romantis/kata-kata mutiara bernada naratif lainnya.. #jijikIngetnyaWkwkwkwk apalagi  puisi galau yang bertebaran di sosmed lainnya. Semangati saja dan tunggu dengan sabar…

      Dimohon jangan berkomentar menyebut “admin” meski yang balas komentar/approve belum tentu Karissa sendiri, hanya saja saya merasa tidak dianggap sebagai manusia kalau dipanggil admin~ *hikkss, coba bayangkan kalian punya blog pribadi deh… apa kalian lebih suka dipanggil nama atau admin/author?. Namun tentu saja kasusnya beda kalau blognya tutorial atau majalah/portal berita.

Like FP blog ini untuk mendapatkan update-annya!>>>>>>FANPAGE