Kesan Pertama dari Drama-nya Ji Chang Wook dan Kim Soo Hyun

“Dunia tidak perlu tau semua sedihmu, tetapi tidak bijak terlalu memamerkan bahagiamu..”

Semula saya kepengen nonton kedua drama ini setelah tayang beberapa episode, tetapi karena menuruti penasaran.. akhirnya nonton juga!

Ji Chang Wook image-nya bagiku masih lekat sekali dengan sosok Healer yang keren itu, dan Image terakhir Kim Soo Hyun masih Do Min Joon. Lucunya Kim Soo Hyun memang sejauh ini menggodai kita dengan kehadirannya di banyak drama sebagai cameo, ketika menonton dramanya sendiri saya jadi sangat penasaran akan seperti apa.

Tetapi saya lebih suka dengan It’s Okay to Not Be Okay / Psycho But It’s Okay. Karena unik ceritanya, kedua tokohnya yang berbeda secara ekstrim, penasaran akan hubungannya akan seperti apa.

Seo Ye Ji berpasangan dengan Kim Soo Hyun, seharusnya bukan menjadi hal yang mengagetkan. Karena semenjak dulu mereka sering sekali menjadi pasangan di berbagai merk iklan. Mereka juga terlihat mirip karena memiliki wajah dan kepala yang amat kecil, seperti manekin berjalan saking sempurnanya.

Seo Ye Ji memerankan Ko Moon Young, seorang penulis cerita dongeng anak-anak. Tetapi dia tidak semanis penulis cerita anak-anak lainnya, tidak seceria sewajarnya penulis untuk anak-anak. Terkenal karena sering bertingkah buruk, seenaknya sendiri, banyak membuat masalah, tidak sopan.

Saya suka sekali dengan karakternya yang kuat ini, maksudnya bukan sosok wanita di drama pada umumnya yang terlihat lemah dan cukup aneh. Dia diceritakan memang sudah lahir seperti itu, bisa disebut psiko seperti judulnya wkwk.

Paling suka saat dia ditemui anak kecil meminta tanda tangannya, bilang kalau dia sering dipanggil ibunya Tuan Puteri.. Penulis Ko juga secantik puteri dalam dongengnya..

Tetapi Moon Young menakutinya dengan bilang “Kau bukan penggemarku kan? Dalam semua ceritaku bukan puteri yang cantik, tetapi penyihir yang cantik..”

Bocilnya nangis lari keluar ruangan. Hahahahaaa… saya ngakak lihatnya, karena ini mengingatkan kita ketika sebagai orang dewasa meluruskan bahwa Santa Clouse itu tidak ada, XD

Moon Young juga menyukai semua benda tajam, pisau makan di restoran dia ambil pulang. Ke kantor penerbitan dia ditakuti, sampai sampai semua pegawainya langsung menyembunyikan benda tajam dari atas meja mereka.

Sedangkan Kim Soo Hyun berperan sebagai perawat yang mengurusi orang-orang di RSJ, sabar sekali karakternya Moon Kang Tae. Karena kakaknya sendiri juga autis. Yang kita semua suka dari Kim Soo Hyun pastinya bukan hanya karena dia cakep, tetapi karena dia bisa luwes memerankan tokoh apapun. Bisa jadi orang kaya, bisa jadi yang arogan, yang aneh, miskin, bisa banget~

Jadi tidak masalah di sini dia diceritakan tidak kaya, sering didepak dari rumah sakit tempatnya bekerja, sering berpindah-pindah tempat dan nyaris diusir induk semang tempatnya tinggal.

Keduanya antara Moon Kang Tae dan Ko Moon Young punya luka yang cukup besar semenjak kecil, Kang Tae ibunya dibunuh oleh orang tidak dikenal dan tidak bisa dicari pembunuhnya karena saksinya adalah kakaknya, sedangkan Sang Tae sendiri tidak terlalu bisa menjelaskan, yang dia ingat hanya pembunuhnya kupu-kupu. Barangkali maksudnya orang yang punya tato kupu-kupu mungkin?

Sedangkan Moon Young sendiri sangat membenci ayahnya, ayahnya di RSJ saja dia tidak peduli karena saat kecil pernah nyaris dibunuh ayahnya sendiri. Dendam. Ibunya? Dibilang olehnya juga sudah lama mati. Mungkin ini yang membuat Moon Young seaneh ini sekarang, atau memang sejak lahir sudah punay sifat aneh ini..

Saya suka sih bagaimana Moon Young mengejar sosoknya Kang Tae duluan, terlihat seperti anak kecil yang sangat menginginkan mainan yang ia dambakan. Kang Tae sendiri terlihat belum secair itu hatinya. Tetapi mereka sebenarnya adalah teman masa kecil, Kang Tae pernah naksir Moon Young dan Moon Young tetap kejam seperti biasanya. Sang Tae nyaris tenggelam dia malah asyik mencabuti kelopak bunga tolong, tidak, tolong, tidak..

Kang Tae datang malam-malam membawa bunga, Kang Tae mengikutinya pergi ke ladang bunga. Lucu sekali ketika Moon Young berbalik kemudian bertanya pada Kang Tae.. “Meski aku seperti ini kau masih akan menyukaiku?” Moon Young merobek kupu-kupu yang masih hidup. Kang Tae ketakutan dan pergi berlari terbirit-birit.

Apakah yang membunuh ibunya Kang Tae adalah ayahnya Moon Young? Entahlah..

Backstreet Rookie, Ji Chang Wook Tumben Kelihatan Lemah?

Ji Chang Wook menjadi pemilik toserba, sekaligus penjaganya sendiri, bergantian shift dengan ayah dan ibunya. Sayangnya karena bapaknya sudah tuaa.. sakit sakitanlah dia karena jagain toko, ibunya sendiri terkadang lebih banyak ada acara di luar, yang paling ngakak Ji Chang Wook pernah jagain toserba tiga hari berturut-turut Hahahahahaha, mati matilah kau!

Choi Dae Hyun adalah mantan karyawan kantoran dan sepertinya memutuskan resign kemudian memiliki toserbanya sendiri. Pacarnya yang sekarang adalah salah satu karyawan perusahaan retail dia yang punya juga. Tapi kayaknya kebanting deh, Yeon Joo ini tajir banget! Apakah bisa sama sama dengan Dae Hyun? Hmmm… tumben sih tokoh utama drama yang lemah begini, berhati malaikat dan polos, serta lambat membaca situasi.. alias tidak peka!

Jung Saet Byul naksir Dae Hyun setelah Dae Hyun putus dari pacar sebelumnya, tiga tahun lalu. Dae Hyun diputuskan karena terlalu baik, karena telat kencan setelah sebelumnya nolong kucing di got dulu wkwkwk, padahal waktunya mepet. Cameo Eun Ji Apink! Wahahaha.. pengen lihat Eun Ji main drama lagi   ~

To the point banget pas mutusin, Kau telat karena apa? Menolong anak anjing lagi? Kucing tersesat? Nenek nenek menyeberang jalan?

XD, boneka segede gaban dibalikin. Tapi endingnya Dae Hyun buang dengan bunganya.

Ternyata diambil Jung Saet Byul, bonekanya dibuat guling ketika tidur. Saet Byul cinta pada pandangan pertama mungkin, karena Dae Hyun ini ganteng. Rencananya dia akan memikat Dae Hyun sampai jatuh cinta padanya.

Dua duanya suka, Backstreet Rookie banyak membuat tertawa saya dan it’s Okay Not be Okay membuat saya takjub.

Image

[K-Movie] Sinopsis Fabricated City – Part 3

“Lupa sesaat, kenapa bisa sampai ketinggalan di sana? Belakangan ini sepertinya aku sering lupa sesuatu. Choo Sang Deok Hoejang ya? Choo Shang Deok Hoejang… Choo Sang… Ahh… Hyosin Grup ya? Ah… itu… Tolong sampaikan besok setelah habis dari TKP dan memastikan semuanya, aku akan segera menghubunginya lewat telepon.”

Min Cheong Sang kembali ke kantornya, bertelfon dengan seseorang, ia terkejut melihat Kwon Yoo di dalam ruangannya.

Kwon Yoo meminta maaf kalau mengagetkan Min Cheong Sang karena ia tidak meminta izin dulu kemari, ia sekarang ini merupakan buronan. Min Cheong Sang membuatkan Kwon Yoo minuman sambil menghubungi 112.

“Sebelumnya kau pernah mengunjungiku di penjara bersama dengan ibuku. Katanya ada alibi orang yang bisa membuktikan aku tidak berada di TKP saat kejadian.”

“Alibi?”

“Iya. Mau tanya jika kau sudah bertemu dengan orang tersebut?”

“Jangan-jangan kau melarikan diri dari penjara karena ingin bertemu dengan orang itu?”

“Aku tidak tahu siapa orang tersebut. Tapi aku memiliki perasaan jika aku harus bertemu dengan orang ini. Ibuku yang sedang mempersiapkan banding mendadak bunuh diri, sepertinya terlalu aneh. Aku harus bertemu dengan orang itu.”

“Itu ternyata adalah laporan palsu. Tidak lebih dari candaan anak-anak.”

Menurut Min Cheong Sang ibunya merasa terpukul sehingga melakukan bunuh diri. Min Cheong Sang mengambilkan kalung peninggalan ibunya Kwon Yoo. Disaat itulah terdengar suara sirine polisi. Min Cheong Sang menyarankannya menyerahkan diri saja.

Saat polisi datang Kwon Yoo sudah menghilang kabur melalui jendela.

    Kwon Yoo mendatangi kafe internet. Ia melihat beritanya, kemudian login ke e-mailnya. Kamera kafe internet mengawasinya, si pemilik juga sudah curiga dan hendak melaporkannya. Kwon Yoo melihat dokumentar buatan Teolbo Hyungnim tentang kasusnya Kwon Yoo yang terasa janggal.

Dikarenakan kasus pembunuhan siswi SMA di motel yang menghebohkan itu, pecandu game, Kwon Yoo.. Tapi dalam proses penyidikan kasus ini ada banyak poin-poin yang terasa janggal dan mencurigakan. Bukti rekaman CCTV motel saat itu yang diserahkan oleh pihak jaksa yang dirasakan janggal adalah rekaman di mana hanya  ada pelakunya, Kwon Yoo. Rekaman sebelum dan sesudah kejadian semuanya sudah dihapus. Pernyataan pihak jaksa bahwa ini hanyalah sebuah kegagalan mekanisme yang sangat sederhana.

Rekaman dari kotak hitam sebuah mobil secara kebetulan merekam Kwon Yoo. Saat itu pihak jaksa sama sekali belum mengetahui masalah ini. Dikarenakan rasa keadilan, pemilik mobil berharap bisa membantu melacak penjahat, dan melaporkan keberadaan rekaman ini kepada stasiun TV. Tapi.. Entah dikarenakan alasan apa rekaman kotak hitam tersebut pada akhirnya tidak pernah disiarkan dan menghilang terkubur selamanya di dalam stasiun televisi. Seorang hacker amatir dalam proses meretas stasiun televisi tersebut, tanpa diduga, rekaman ini kembali mencuat ke permukaan. Rekaman video ini berbeda dengan yang ada di tangan pihak jaksa.

Kwon Yoo setelah memasuki motel tersebut terlihat keluar lagi. Tepatnya, proses tersebut berlangsung hanya dalam waktu 3 menit 16 detik. Dalam jangka waktu sesingkat ini, memerkosa 2 kali dan menikam korban sebanyak 31 kali, kemudian memindahkan mayat korban ke kamar mandi dan menghancurkan bukti dengan sempurna. Mungkinkah itu?

Tim produksi demi mengetahui keberadaan korban Ha Ji Soo sebelum dibunuh, secara berkesinambungan menyelidiki postingan postingan yang ada di Facebook-nya. Berhasil mengetahui dua hari sebelum tragedi tersebut, korban pernah mengunjungi sebuah klub malam di kawasan Hongdae. Ingin mencari korban melalui rekaman CCTV yang ada di klub malam bukanlah hal yang sulit.

Pada pukul tiga dini hari ia terlihat meninggalkan klub tersebut dengan seorang pria. Selang satu setengah hari kemudian menjadi korban kekerasan dan pembunuhan di sebuah motel. Pria yang meninggalkan lokasi tersebut bersama dengannya itu, sama sekali belum pernah ditetapkan sebagai subjek penyidikan. Tapi… Kwon Yoo yang pengangguran…

“Daejang, cepat keluar! Keberadaanmu sudah diketahui. Cepat!” Seru Teelbo Hyungnim memperingatkan. Kwon Yoo langsung merusak telepon kabel milik penjaga kafe internet dan pergi.

Teolbo Hyungnim mengajak Daejang ketemuan di kedai teh Nanyak di Bukchang-dong. Kwon Yoo sambil menyembunyikan wajahnya, ia bertatapan dengan seorang pria dan mengira ia adalah Taeolbo Hyungnim. Kemudian penjaga kedai mendapat panggilan yang minta disambungkan ke Daejang-nim. Kwon Yoo mengangkat panggilannya. Kwon Yoo menjawabnya dan mengatakan ia sudah berada di tempat janjian. Kwon Yoo kembali duduk ke tempatnya menunggu tadi, sambil memegangi kepalanya karena pusing dan frustasi.

Ia terkejut tiba-tiba ada seorang gadis duduk di depannya dengan pakaian serba hitam. Dia adalah Teolbo Hyungnim.. bernama asli Yeo Wool ( Shim Eun Kyung ). Seorang hacker antisosial. Kwon Yoo kebingungan, bertanya apa maunya gadis ini, apa dia ini orang suruhannya Teolbo Hyungnim?. Yeo Wool mendorongkan ponsel kedekatnya.

Kwon Yoo segera menanyakan pada Teolbo Hyungnim tentang gadis ini. Yeo Woo balas menjawab ialah Teolbo Hyungnim.

Kwon Yoo masih ragu, lalu bagaimana suaranya Teolbo Hyungnim yang ia kenal selama ini?. Yeo Wool bilang itu adalah mesin pengubah suara, ia pakai untuk mengubah suaranya. Karena suara aslinya Yeo Wool terdengar sangat pelan untuk pendengaran orang normal.

Mereka menuju kediamannya Yeo Wool. Masih dengan ponsel mereka berkomunikasi, Yeo Wool menyuruhnya duduk saja.. di sini aman. Terdengar suara bel aneh yang mengakibatkan Kwon Yoo terkejut, ternyata ada orang yang mengantarkan sekarung beras. Dengan bantuan pengubah suara Yeo Wool menyuruh pengirimnya meletakkan beras di depan pintu.

Yeo Wool mengambil berasnya, ia kepayahan dan menjatuhkannya. Kwon Yoo membantunya. Ia heran mengapa berasnya sebanyak ini padahal Teolbo Hyungnim tinggal sendirian. Berasnya ditaruh di mana?. Yeo Wool menunjuk wadah berasnya,

Setelah membersihkan diri Kwon Yoo dihidangkan banyak makanan. Kwon Yoo makan dengan sangat lahap, ia bahkan terharu sesenggukan karena teringatkan sesuatu, barangkali salah satu masakan Yeo Wool mengingatkannya pada ibunya. Yeo Wool menyadarinya namun tidak mengomentarinya dan mengambilkan lebih banyak lauk tersebut lebih banyak lagi ke meja. Kwon Yoo makan lebih banyak lagi,

Yeo Wool berbicara pada Kwon Yoo dengan ponsel lagi. Ia mengatakan sebentar lagi mereka semua akan tiba, sebagai seorang Daejang tidak baik terlihat lemah begini dihadapan para anggota timnya. Belnya berbunyi, semua anggota gamernya kecuali dua orang datang. Mereka terlihat santai

Kwon Yoo sendiri waspada dengan mereka. Ketiganya mengobrol ringan, Yeo Wool menghidangkan nasi pada pada ketiganya. Mereka sebenarnya baru kemarin bertemu langsung dengan Teolbo Hyungnim karena ingin membantu permasalahannya Daejang. Daejang dan Teolbo Hyungnim sama-sama orang yang tidak pernah kumpul-kumpul bersama anggota lainnya.

Yong Dosa menduga kalau Teolbo Hyungnim ini memiliki fobia sosial, padahal dia ini orangnya bisa meretas komputer orang lain dengan mudahnya. Dokumenter Daejang juga membuat yang menontonnya terharu. Kwon Yoo baru memahami.

Kemudian mereka diperkenalkan satu persatu. Yang mengenakan topi adalah orang yang ber-nickname Yong Dosa, saat bermain ia sering menjadi penjinak bom. Ia kehilangan pekerjaannya karena kesulitannya Yongsa dan menjalani hidupnya sebagai setengah pengangguran. Adalah manusia tanaman AS Yongsan.

Dan yang mengenakan kaos merah adalah Demolition, ia bekerja di tim spesial efek untuk film. Pada saat nonton film ‘kan sering kelihatan yang aneh-aneh. Itulah pekerjaannya. Tapi Yong Dosa menyebut Demolition ini masih amatiran dalam urusan spesial efek.

Pria setengah tua adalah Yeobae Ui Mi. Dosen arsitektur dari universitas lokal, tapi tidak bisa dikonfirmasi. Mereka tidak akan membiarkan Daejang dikambing hitamkan, Kwon Yoo menerima itikad baik mereka namun ia ingin menyelesaikan masalah ini sendiri. Ketiganya tidak bisa membiarkan itu, sayangnya Eun Pye dan Eompye tidak hadir.. keduanya adalah pasangan pendamping muda-mudi kesepian.

Mereka bekerja di Taepyeongyang live internet dewasa. Industri tayangan dewasa.

_ FABRICATED CITY _

Detektif menanyakan pada Min Cheong Sang apakah Kwon Yoo mengatakan hendak pergi ke mana?. Min Cheong Sang mengatakan tidak, ia lalu mendapatkan panggilan dan Detektif membiarkannya pergi. Kalau ada sesuatu info tentang Kwon Yoo ia harap detektif dihubungi. Min Cheong Sang meminta berkas perkaranya Kwon Yoo, ia ingin membacanya sebentar. Namun detektif menolaknya, buat apa susah susah dengan kasus yang sudah jelas akhirnya?.

“Ya, Samujang-nim?” [Samujang – purser]

“Kasus Choi Hoejang-nim Hyosin Grup yang meminta  bantuan kita kemarin itu… tadi pagi saya sudah mampir ke TKP-nya. Dan juga dokumen pengakuan Kwon Yoo di penjara yang Anda singgung itu sudah saya kirimkan kepada Anda lewat e-mail.”

 Di dalam mobil Min Cheong Sang mengamati berkasnya dari tablet, Ma Deok Soo kejahatannya adalah menyelundupkan narkoba di dalam durian. Bersekongkol dalam pembunuhan, perdangan manusia.. Bekerja sama dengan mafia menyelundupkan ratusan senjata.

”Kwon Yoo… Ma Deok Soo?”

Min Cheong Sang heran Kwon Yoo dapat nyali dari mana sampai berani cari gara-gara dengan orang seperti ini.

“Hei kampret, kau tidak lihat mobil-mobil di belakang sudah berjejeran begitu panjang?” Seorang pengemudi mengumpatinya karena laju mobilnya lambat. Min Cheong Sang disalib dengan ganas, Min Cheong Sang menuliskan plat nomor mobilnya ke tablet sebagai biang gara-gara.

Di rumah Yeo Wool, Yeo Wool menjelaskan keanehan kasusnya Kwon Yoo.

“Persamaan?” Tanya seseorang.

“Dari semua kasus anyar yang terjadi pada tahun ini, aku mengumpulkan kasus-kasus yang serupa untuk dianalisa.” Jelas Teolbo Hyungnim.

Yang lainnya mendengarkan dari meja makan. Yong Dosa protes “Tapi, masa ngomongnya harus lewat hape? Teolbo Hyeongnim, mengadakan rapat dengan cara seperti ini apa cuma aku yang merasa aneh?”

Demolition  bertanya apa persamaan yang Teolbo Hyungnim temukan? Yeo Wool menjelaskan.. Pada umumnya pelaku kejahatan pasti akan berusaha sebisa mungkin menyembunyikan bukti-bukti. Tapi titik utama dari semua kasus ini adalah semua bukti-bukti penting terpampang di luar seolah-olah ingin ditunjukkan pada orang-orang. dalam kurun waktu kurang dari 24 jam tersangka langsung ditahan. Status tersangka akan diekspos sebelum sidang.

“Jadi berdasarkan data ini berarti selain ada persamaan juga ada yang kurang?” Pikir Yong Dosa.

“Berdasarkan data ini aku sudah bisa sepenuhnya merasakan adanya persamaan.” Demolition  juga punya pemikiran yang sama.

Teolbo Hyungnim menyingkirkan peralatan makan dari atas meja dan membukanya, tertampilah layar di meja tersebut. Yong Dosa sampai melihat kebawah meja, benar saja ada banyak kabel di bawahnya. Yeo Wool menyuruh keempatnya memperhatikan layar, Yeo Wool sudah mencari tahu semua CCTV yang berada dalam radius 1 km dari TKP.. ia menemukan video CCTVnya digabung dan dibuat seolah truk mobil berada di dana selama satu jam.

Yeobaekui Mi juga penasaran apakah beberapa kasus serupa menggunakan modus operandi yang mirip begini?. Yeo Wool mencaritahu tentang mobil-mobil serupa, ada yang mencurigakan.. alamatanya adalah sebuah tempat mobil rongsokan di Incheon.

Daejang dan Demolition  mendatangi tempat rongsokan mobil.

“Yeo Baek Hyeong dan Yong Dosa merasa iri padaku saat aku mau keluar. Karena aku bisa mengikuti Daejang. Dalam dunia permainan, Daejang itu ibarat dewa, dewa.” Kata Demolition .

Mereka menemukan tulisan DELUZIO FURNITURE tertulis di truk yang mereka temukan. Daejang bilang ia akan mengejar mereka yang memakai jas dengan mobilnya dan meminta Demolition  tetap di sini mengawasi.

Kedua pria berjas sampai di sebuah rumah, mereka mengangkat wadah cello. Kwon Yoo melihat ke dalam rumah, terlihat banyak darah di sofanya dan berantakan. Para petugas membersihkan semua bukti yang ada dan membuatnya seolah tidak pernah terjadi pembunuhan di sana. Kwon Yoo juga merekamnya, Demolition  menghubungi Daejang.. ia mengatakan mobil pergi, mereka mengganti mobil yang semula bertuliskan truk mebel menjadi truk pendingin. Di dalamnya terdapat wadah cello. Demolition  bertanya apakah harus ia kejar? Tapi ia tidak ada mobil?

Demolition  akhirnya menumpang kakek-kakek. Harabeoji tersebut bertanya padanya kenapa mengejar mobil tersebut? Apa dia ini polisi?

“Harabeoji! Tancap gas!”

“Aku ini jebolan angkatan laut!”

Mobil putih tadi memasuki gedung tinggi. Akan sulit bagi mereka memasuki gedung tersebut tanpa izin.

Demolition  memotong suatu kabel, Yeo Wool menyuruh Yeo Bae dan Yong Dosa masuk ke dalam setelahnya.

Yeo Bae melakukan aksinya “Jam segitu harusnya semua orang sudah pulang. Sudah pasti bilangnya besok pagi saja

baru diperbaiki. Tidak seperti kami yang memiliki perasaan tanggung-jawab, jadi langsung saja menuju ke sini. Zaman sekarang orang-orang itu kurang gigih, gigih. Chingu yang satu ini adalah teknisi profesional. Dia adalah legenda dunia AS.”

“Biar saya cek dulu sebentar ya.” Yong Dosa menuju ke belakang. Ketika si gundul hendak mengikutinya.. Yeo Bae menahannya.

“Oh ya, kau ada dengar berita ini? Beberapa waktu yang lalu Direktur Manejemen apartemen yang di depan kena pecat.”

“Dipecat?”

“Iya. Walaupun menurut pengakuannya dia itu bekerja dengan benar, tapi terlalu ketus terhadap pelanggan. Bukan hanya ketus, masalahnya dia itu orangnya sangat tidak tahu malu, ya ‘kan? Bagaimana menurutmu? Tidak apa-apa?”

“Anda lagi bicara apa?” Si gundul merasa aneh tapi sedari tadi mendengarkan. Yeo Bae masih berbicara ngalor ngidul, si gundul bukannya tidak tertarik pada ceritaya.. ia hanya ingin tahu jadi intinya apa? Yeo Bae bilang ceritanya tidak ada intinya sama sekali (HHHHHHHHHHHHHHHHHHH), ia bahkan mulai membicarakan rambutnya mulai mengalami kebotakan saat 28 tahun.

Yeo Wool menghubungi Yong Dosa,

“Yong Dosa, begitu server masternya ketemu segera sambungkan aku.”

Yong Dosa mencari server masternya. Karena Yong Dosa lama sekali, si gundul mulai curiga.. namun Yeo Bae kembali mengeles, karena ini agak pelik maka membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Tak berapa lama kemudian Yong Dosa kembali. Yeo Wool berterima kasih pada Yong Dosa dan Yeo Bae.

TBC Part 4 sampai end. Ciao~ ❤