[Sinopsis] Save Me – Episode 14 Part 2

Dong Cheol melihat Sang Hwan dengan yang lain, ia berpura-pura hendak menangkap mereka. Sang Hwan mengira Dong Cheol sudah gila, tapi Dong Cheol membisikinya minta dipukul agar tidak membuat penghuni Guseonwon curiga, ia meloloskan mereka.

Orang-orang kepayahan mengejar mobil Sang Hwan.

Sang Hwan menanyakan keadaannya Jung Hoon, Jung Hoon bilang ia tidak apa-apa, orang-orang Guseonwon akan mengacaukan seluruh orang di Muji kalau tidak dihentikan. Sang Hwan bersyukur, punya kawan-kawan yang berjuang bersamanya.

Tuan Im memuji Dong Cheol yang sangat membantu mereka tadi. Dong Cheol mengetahui para pemuda tersebut di hutan, Baek Jung Ki curiga.. di hutan sangat gelap tapi bagaimana Dong Cheol bisa mengetahuinya?. Dong Cheol berimprov, ia mendengar suara mereka.

Baek Jung Ki menyebut Dong Cheol adalah utusan Yang Mahakuasa yang berharga, ia akan menjadi penjaga gerbang Guseonwon. Dong Cheol sempat bingung mendengar pernyataan anehnya, tapi ayahnya Sang Mi mengamini bahwa itu merupakan posisi yang mulia dan tidak sembarangan orang bisa mendapatkannya.

Baek Jung Ki menyuruh mereka pergi sesaat setelah Jo Wan Tae memasuki ruangan.

Sang Mi di lorong mengatakan, ia barusan menerima pesan Illahi bahwa mereka seharusnya seharusnya tidak hanya mengusir orang-orang yang dikuasai iblis. Semuanya mengamininya. Kemudian Sang Mi meminta air kehidupan dari ayahnya, ia mendekati Dong Cheol berpura-pura mengusap kepala Dong Cheol dengan air sebagai bunda rohani.

Sang Mi membisiki Dong Cheol, ia berterima kasih padanya dan yang lain.

     Baek Jung Ki bertanya kenapa Jo Wan Tae tidak memberitahunya tentang penyekapan Jung Hoon. Jo Wan Tae kesal, ini semua gara-gara Baek Jung Ki.. anak-anak itu menyelidiki masa lalunya dan menyiarkannya di internet. Jo Wan Tae menyarankan mereka segera meninggalkan Muji, mereka sudah 5 tahun berada di sini. Muji kota yang kecil, semua ini pemicunya adalah Sang Mi. Mari lepaskan Sang mi dan tinggalkan tempat ini dengan tenang. Ini akan jadi masalah besar jika polisi ikut terlibat.

Baek Jung Ki tidak menghiraukan perkataannya Jo Wan Tae, sebentar lagi Sang Mi dan dia akan menikah maka sampai saat itu tiba ia tidak ingin Jo Wan Tae membuat masalah.

Jo Wan Tae geram dengan tingkah Baek Jung Ki. Ah, kau sudah gila? Jika kau ingin main-main dengannya, lakukan sekarang! Kenapa kau sangat terobsesi dengan Sang Mi? Jika kau butuh wanita, katakan padaku. Di antara semua pengikut, aku akan…

“Sepertinya… Apostel Kang benar. Dia bilang iblis telah berada ditempat ini.”

“Kau bicara tentangku?” Jo Wan Tae tersinggung,

“Mereka yang telah kehilangan iman, bukan lagi anak-anak Yang Maha Kuasa. Utusan Jo. Tolong… tinggalkan kami sekarang.”

“Apa? Aku telah memperlakukanmu seperti kau memang benar Bapa spiritual, dan kau sudah gila rupanya. Brengsek gila. Kau telah dihukum karena menipu sebanyak delapan kali. Tahanan 6100, Itulah kau sebenarnya, Brengsek gila. Kau merayap dan merangkak kearahku seperti seekor anjing. Kau sudah lupa?”

Jo Wan Tae makin frustasi, ia beranjak dari duduknya dan hendak memukul Baek Jung Ki. Baek Jung Ki tidak gentar dengan Jo Wan Tae, bahkan ia menantangnya untuk memukulnya. Jika kau memukulku, kau pikir akan mendapatkan semua yang kau mau? Tahanan yang kau kenal di masa lalu, sudah mati.

Ia menyebut dirinya adalah orang yang bisa menuntun Jo Wan Tae ke surga. Jo Wan Tae tidak berkutik, meski sorot matanya masih syarat akan kebencian.

Tuan Im menyuruh Sang Mi banyak berdoa dan jangan terlalu memikirkan yang terjadi tadi. Sang Mi meminta dipertemukan dengan ibunya. Ayahnya menolak, selama pelatihan Sang Mi tidak boleh menemui ibunya. Sang Mi kemudian berbohong kalau ia menerima pesan dari yang mahakuasa.. barulah ayahnya mau.

Dong Cheol meminta izin ke kamar mandi karena perutnya sakit, Apostel Kang mengizinkannya karena ia juga harus segera memimpin nyanyian.

      Sang Hwan menemui Lee Kang Su, menceritakan Jung Hoon yang dianiaya dan mereka juga tahu di Guseonwon orang-orang dianiaya sampai meninggal. Lee Kang Su heran mengapa Jung Hoon malah diperlihatkan padanya bukannya dibawa ke RS. Sang Hwan benar-benar meminta bantuannya, tidak peduli entah tersandung hirarki, dan fakta kalau itu organisa keagamaan.. bahkan ada mayat ditemukan, harusnya bisa dilakukan penyelidikan.

Lee Kang Su menjelaskan ia harus mendiskusikannya dengan Han Yong Min dulu, apapun yang terjadi di Muji harus seizinnya Han Yong Min. Sang Hwan bilang ia akan ke RS dulu untuk mendapatkan laporan medinya. Mereka melakukan penyerangan, pemaksaan, penculikan, dan pengurungan. Kami akan mengajukan tuntutan atas apa yang mereka lakukan. Ayahku tidak akan bisa menghentikanku jika media sudah ikut terlibat.  Aku akan melakukannya. Jadi tolong kau harus melakukan sesuatu. Ini akan berubah menjadi kasus yang besar begitu media ikut terlibat. Jika kau membantu kami, semua usahamu pada akhirnya akan… diakui, bukan?

“Benar. Aku harus kembali ke Seoul. Tentu, ayo kita lakukan. Astaga, aku sangat bosan dengan tempat ini.”

“Kami permisi”

Namun Sang Hwan meminta Man Hee yang membawa Jung Hoon ke RS. Sedangkan Sang Hwan akan menemui ayahnya, jika ayahnya tetap menghalangi rencananya.. Sang Hwan mau tak mau akan menuntut ayahnya dengan begitu media pasti akan tertarik menyoroti mereka.

       Dong Cheol melihat Wan Duk membawa Reporter So Rin ke mobil. Ia tak berapa lama kemudian mendapatkan pesan dari Sang Hwan bahwa Jung Hoon tidak apa-apa, besok ia dan polisi akan menyergap Guseonwon. Jadi ia ingin Dong Cheol dan Sang Mi bertahan sedikit lagi.

Sang Mi mendatangi ibunya, ia senang tapi sadar harus pura-pura gila didepan suaminya yang sudah tidak waras. Sang Mi sengaja menjatuhkan botol air kehidupannya sampai pecah, ia meminta ayahnya membawakan yang baru.

Setelah ayahnya pergi ia berbincang dengan ibunya secara normal. Ibunya meminta maaf, pasti berat bagi Sang Mi, ia meminta maaf… harusnya sadar lebih cepat. Sang Mi tidak masalah, ini bukan salah ibunya.. Sang Mi akan menghancurkan tempat ini, ia tidak sendiri.. ia kuat seperti ibunya. Jadi ia tidak ingin ibunya khawatir.

So Rin diikat oleh Wan Duk. Ia meronta-ronta ketika sadar.

    Tuan Im mengantarkan Sang Mi kembali ke ruangannya, Sang Mi izin ke kamar mandi dulu. Tapi Sang Mi mencari Dong Cheol di salah satu bilik, ia hendak bicara dengannya.  Sang Mi di luar dan Dong Cheol masih di dalam bilik.

Dong Cheol mengatakan tentang So Rin yang dibawa pergi, namun tidak diketahui dimana. Sang Mi mengatakan di ruang bawah tanah ada bangsa terpisah, biasanya pasien yang membuat masalah akan diletakkan disana.

Jung Hoon memperhatikan ayahnya. Sebelum tertangkap Jung Hoon melakukan siaran langsung, ia menjelaskan.. tak lama mobil polisi datang. Jung Hoon tidak menyangka ayahnya menerima suap dan akrab dengan Jo Wan Tae.

Jung Hoon menghubungi ayahnya, menanyakan kapan ayahnya pulang. Ia bileng ia merindukannya. Sersan Woo terharu, ia terlihat sangat menyayangi anaknya.

Man Hee lalu mengajak Jung Hoon ke RS sekarang.

   Kang Eun Shil memasuki ruangan So Rin, ia hendak menyuntikkan sesuatu yang menurutnya bisa membuat So Rin ke surga. Dong Cheol memergokinya, ia langsung hendak menyerang Dong Cheol tapi Dong Cheol berhasil membuat Kang Eun Shil terkena suntikannya sendiri.

Dong Cheol kemudian membawa So Rin keluar, ia menunjukkan jalannya dan nanti aka nada Sang Hwan menolongnya. Dong Cheol ingin So Rin keluar dari sini dan menceritakan seperti apa Guseonwon pada masyarakat luas. So Rin meminta Dong Cheol berhati-hati, ia janji akan kembali.

Sang Hwan menerima panggilan Dong Cheol, ia ingin Sang Hwan ke sungai Muji meloloskan Reporter Hong.

Sang Hwan meninggalkan ibunya, ibunya sudah sadar. Sayangnya Sang Hwan tidak begitu menyadarinya. Sang Hwan menuju ke lokasi, So Rin tergopoh-gopoh.. ia salah mengira mobil Guseonwon adalah Sang Hwan. Justru Jo Wan Tae yang keluar dari mobil.

Ia juga sudah tahu So Rin adalah reporter. Jo Wan Tae menjambak So Rin yang hendak kabur. Saat Sang Hwan tiba So Rin sudah menghilang.

Sang Hwan menerima panggilan dari ibunya, ia terkejut.

NEXT…

Sang Hwan menemukan ibunya terjatuh dari ranjang, ia terbata-bata menanyakan dimana ayahnya Sang Hwan.

15 – 16 end masih dalam proses. . ., sabar ya… mohon bersabar, ini bukan ujian *hhhhh. Saya belum tahu bagaimana gerangan nasib Baek Jung Ki dan rekan-rekan, gimana? Udah mati atau belum?. (ˆˆ)

Seo Ye Ji Mengaku depresi akibat perannya dalam Save Me. Sebelum syutingnya dia menyelami karakter Sang Mi dengan cara tinggal sendirian selama 2 minggu. Tidak meninggalkan rumah sama sekali dan terjebak sendiri dengan mendengarkan musik yang menyedihkan. Dia akhirnya menderita kelumpuhan tidur setiap malam selama 4 bulan saat menjalani syuting Save Me, ia menderita kelumpuhan tidur.. saat sendirian ia menjadi ketakutan. Ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan akan bermimpi tentang seseorang yang mengejarnya sambil membenturkan pintunya.

“Aku hidup setiap hari sebagai Sang Mi. Setelah beberapa saat, aku mulai merasa tidak enak pada diriku sendiri. Ada banyak saat ketika aku menjadi sangat marah sehingga aku tidak bisa berhenti menangis” ujar Seo Ye Ji. Karakter drama save me sangat menyebalkan sehingga dia bahkan mengalami depresi. Tapi syukurlah, sekarang dramanya sudah selesai dan Seo Ye Ji sudah membaik keadaannya, bersiap untuk projek syuting lainnya. Sudah lama banget malahan.. soalnya Taecyeon wajib militernya juga udah lama.

      Drama ini beneran gak main-main, bagi yang gak kuat secara mental bisa ikut larut masuk kedalam karakternya Sang Mi dan bisa merasakan menderitanya dia, bahayanya bisa terbawa di dunia nyata. Merasa sendirian dan tidak ada yang mempercayainya sama sekali, dikurung kedalam Guseonwon yang penuh orang gila. Menghadapi orang-orang gila setiap harinya selama 3 tahun, untungnya ada Sang Hwan dan kawan-kawan. Dong Cheol pernah menyamakan kondisi Sang Mi seperti dipenjara, bisa berlipatan lebih buruk dari penjara dengan keberadaan Baek Jung Ki yang menurutnya tidak bisa dibandingkan dengan para veteran penjara, padahal penjara segala macam monster ada.

Jadi bagaimana perasaan readers mengikuti drama ini yang entah nonton sekalian baca sinopsisnya/hanya sekadar membaca recapan saya? Apakah juga mengalami hal-hal tak terduga yang cukup menganggu kalian?.

15 – 16? Segera… gak bisa janji kapan, tapi segera..^^

Advertisements

[Sinopsis] Save Me – Episode 14 Part 1

Dae Shik kemari karena ingin membalas atas perbuatan pihak Guseonwon yang memukul ibunya atas dasar menghilangkan dosa. Setelah menyebarkan minyak tanah ia bersiap menyalakan pemantiknya.

Dong Cheol mendorong Dae Shik, menyuruh Bunda rohani pergi. Tuan Im mebawanya pergi, Dong Cheol berkelahi dengan Dae Shik. Dae Shik salah paham mengira Dong Cheol juga bagian sekte ini. Dong Cheol menjelaskan ia bukan bagian dari sekte ini, dia justru ingin sekali membunuh semua orang di sini.

“Lalu mengapa kau menghentikan aku?”

“Bukankah kau bilang… ingin dapat uang banyak dan tinggal di tempat yang bagus dengan Ibumu? Aku akan… menghancurkan tempat ini. Kau bisa mempercayaiku dan kembali?”

Orang-orang sudah berlarian menuju kapel. Dong Cheol meminta Dae Shik memukulnya sekali agar orang-orang tidak mencurigainya. Dae Shik kabur, Dong Cheol dibawa menghadap Bapa Spiritual.

Apostel Jo memuji Dong Cheol yang pemberani. Dong Cheol bilang ia hanya kepikiran untuk melindungi Bunda spiritual. Baek Jung Ki bertanya kenapa? Dong Cheol bilang itu karena bunda spiritual akan membersihkan segala dosa-dosa mereka. Baek Jung Ki langsung memujinya memiliki jiwa yang bersih.

Lee Kang Su mengutarakan mereka tidak memiliki bukti konkret dan semuanya hanya rumor, penyidikkan secara lanjut agak sulit dilakukan karena mereka butuh bukti. Sang Hwan tidak setuju, bukankah mereka merekam pembicaraan mereka? Nanti bukti seperti rekening Ini pemalsuan dokumen resmi,penyalahgunaan, dan penggelapan uang akan ditemukan saat investigasi.

Lee Kang Su bertanya siapa temannya Sang Hwan yang ada di Guseonwon? Sang Hwan tidak bisa mengatakannya, ia tidak mau temannya dalam bahaya.

Dong Cheol dipersilakan kembali ke kamarnya. Apostel Kang dan Jo mengobrol

“Akhir-akhir ini kita dapat sedikit uang. Jika kita kehabisan dana, kita harus mengirim… orang-orang malang itu ke asalnya lagi. Jadi lakukan yang lebih baik lagi, Utusan Kang.”

“Apa yang harus aku lakukan?”

“Kita bisa melakukan layanan kebangkitan rohani.”

“Apa menurutmu kita bisa melakukan… layanan kebangkitan rohani kapanpun kita mau?”

“Jangan cerewet.”

“Keserakahanmu yang membuat detektif itu datang ke sini. “

“Kau menuduh orang yang tidak tepat”

Mereka bertengkar, Kang Eun Shil menuduh Jo Wan Tae yang sudah mengambil banyak uang. Jo Wan Tae mengungkit perihal Kang Eun Shil yang membunuh suaminya. Jo Wan Tae yang menggantikannya di  penjara.

Saat itu Kang Eun Shil menyuntikkan sesuatu sampai suaminya terkapar. Jo Wan Tae dan Wan Duk mendatangi rumahnya.

      Kang Eun Shil tidak percaya, yang mahakuasa yang menyelamatkannya. Jo Wan Tae tersinggung, ia mencekik Kang Eun Shil. Ia selama ini terlihat menurut pada Baek Jung Kid an Kang Eun Shil bukan karena takut, melainkan baginya keduanya hanyalah uang.

Jo Wan Tae melepaskan cekikannya, Kang Eun Shil terbatuk-batuk. Jo Wan Tae meninggalkannya, Kang Eun Shil tertawa sendiri.. Yang Maha Kuasa. Aku telah mengabdikan semuanya untukmu. Putriku, keluargaku, waktuku, bahkan hidupku. Yang Maha Kuasa. Jangan tinggalkan aku.

Dong Cheol mendatangi ibunya Sang Mi, ia meminta Ny Im tetap bertahan dan tenang disituasi ini dan jangan khawatir. Tetaplah berakting seperti sebelumnya sampai kondisi tubuhnya benar-benar pulih.

Sebelum pergi Dong Cheol diberi jepit rambutnya, ia ingin Dong Cheol menyampaikan pesannya ke Sang Mi. Ia meminta maaf dan mencintai Sang Mi. Dong Cheol terharu, ia berlutut dan janji akan mengeluarkan Ny Im dari Guseonwon.

    Di ruangan lain Dong Cheol menemukan rekam medis pasien, Sang Mi menjadi salah satu pasien yang mengalami depresi. Dong Cheol tidak mengerti.

Kang Eun Shil memasuki rumah-rumahan di hutan, ia berdoa.

Sang Mi, So Rin, dan Dong Cheol bertemu. Mereka membahas rekam medisnya Sang Mi dan yang lain. Semua orang di sini tercatat sebagai pasien dengan rekam medis palsu, membuat Guseonwon bisa mendapatkan psikotropika dengan mudah. Cukup sulit untuk bekerja sama dengan kepolisian Muji, So Rin memiliki teman penyiaran di Seoul.. ia yakin jika meminta bantuannya, jaksa dan kepolisian Muji tidak bisa mengabaikannya. Mereka sudah tidak ada waktu lagi

Sang Mi berterima kasih pada Dong Cheol.

“Jangan berterima kasih. Ini terjadi karena kau selalu kuat.” Dong Cheol memberikan jepit rambut ibunya ke Sang Mi.

“Ibumu ingin… memberitahu kalau dia baik-baik saja dan menyuruhku memberikan ini.”

Saat So Rin hendak pergi, ibunya Dae Shik mencegatnya. So Rin turun ke mobil, dibawa menemui Kang Eun Shil. Kang Eun Shil sudah mengetahui So Rin sebenarnya adalah reporter harian Muji, kemari untuk menghancurkan Guseonwon. So Rin mencoba mengelak, Kang Eun Shil menyuruh So Rin kepalanya dimasukkan ke mesin cuci.

Kang Eun Shil ingin tahu iblis siapa lagi yang bekerjasama dengannya?

Baek Jung Ki membicarakan tentang Sang Mi yang sudah menjalani pelatihannya dengan baik dan bisa bicara menggunakan bahasa surga. Ayah Sang Mi mendorong kursi roda istrinya, sama-sama menyaksikan Sang Mi.

Sang Mi kemudian berdoa. Lalu berteriak-teriak, meracau-racau seperti orang gila dan menyanyi-nyanyi. Ny Im menangis melihat Sang Mi, Dong Cheol tidak tega melihatnya. Sementara yang lain terus bertepuk-tepuk tangan.

Kang Eun Shil memerintahkan Wan Duk untuk meminumkan So Rin satu per hari. Kang Eun Shil membawakan rekam medisnya Sang Mi, Baek Jung Ki ingin menguji apakah Sang Mi pantas menjadi bunda spiritual.

Man Hee khawatir kenapa Jung Hoon tidak datang juga, apa tertangkap ayahnya dan tidak boleh keluar dari rumah?. Pil Soo datang membawakan pesanan, ia bertanya apa Jung Hoon sekarang jadi rajin ke gereja? Ia lihat Jung Hoon naik van gereja. Sang Hwan khawatir, apa namanya Guseonwon?

Pil Soo tidak begitu memperhatikan, tapi ia ingat ada tulisan “Bergabunglah dengan kami untuk menuju surga”

Sang Hwan teringat saat Dong Cheol memperingatkan mereka hati-hati karena si kribo mencari-cari mereka. Sang Hwan mengirimkan pesan ke Dong Cheol untuk mencari di mana Jung Hoon.

Dong Cheol keluar dari toilet, terkejut melihat Jo Wan Tae, ia lalu bergegas pergi. Jo Wan Tae sudah lama mencurigai Dong Cheol yang sering ke toilet lama sekali.. ia menggeledah toilet. Jo Wan Tae menemukan sesuatu, ia terkekeh sendiri tidak mempercayai temuannya.

Dong Cheol menuju ke hutan, ia melihat Wan Duk menggotong So Rin dan Kang Eun Shil masih di dekat ruangan misterius tempat penyiksaan, ia lalu menghubungi Sang Hwan. Sang Hwan dan Man Hee menuju ke Guseonwon.

Jo Wan Tae dan Wan Duk sepertinya menyingkirkan mayat. Jung Hoon menyaksikan tindakan mereka dari ruangannya.

Wan Duk yang menguburkan mayatnya. Jo Wan Tae berseloroh ialah yang selalu melakukan hal-hal kotor di Guseonwon.. Kang Eun Shil dan Baek Jung Ki harusnya berterima kasih padanya… Bukannya mengusirnya.

Man Hee dan Sang Hwan berhasil masuk, Man Hee merusak rantai pintu gerbang dengan tang.

Sang Mi berkumpul dengan yang lainnya. Baek Jung Ki menyebut So Rin adalah iblis yang akan menggoda Sang Mi. Baek Jung Ki ingin So Rin didoakan untuk mengusir iblisnya, Sang Mi serba salah.. ia tidak tega memukul So Rin, tapi ia juga tidak bisa membiarkan rencananya terbongkar. Sang Mi akhirnya menuruti yang lain untuk memukul So Rin sebagai pengusiran iblis.

Dong Cheol memasuki kapel, ia menginfokan bahwa ada dua orang yang memasuki Guseonwon.

Apostel Kang dan yang lain langsung menuju ke ruangan penyiksaan. Sang Hwan dan Man Hee berusaha mencari dimana Jung Hoon, keduanya berhasil mengeluarkan Jung Hoon. Saat keluar apostel Jo dan yang lain sudah terlambat mengejar Sang Hwan.