[Primrose] Goblin Versi Indonesia? Eh.. Sinetron Plagiat Drama Korea?

Bahkan episode 4 Man To Man belum saya tonton :v *wkwkwkwk. Capek mataku, butuh kacamata kayaknya~ *kkkkk, iya… saya lanjut nulis Man To Man kalau kacamatanya sudah ditangan! Yeay!! Antiradiasi *ngomongApaSihGue?. Minggu ini.. namun bukan minus / plus, menurutku orang pakai kacamata memang keren, namun orang yang matanya gak normal itu gak keren lah *ups, hanya opiniku saja.. kalau panca indera tersebut memang susah susah gampang menjaganya dan kalau bisa jangan sampai rusak.. adek-adek dan kakak kakak.. tolonglah jangan over dengan mata..

Mohon dimaklumi,

Saya tidak pernah nonton TV, iya… gak pernah karena memang dalam sehari baru menjumpai televisi hanya sebentar, itu pun pasti dalam sesi acara nangis-nangis di tivi ikan terbang atau acara dangdutnya yang nyanyi 5 menit dan komentarnya bisa sampai 2 jam dan bodohnya ada yang nonton *Damn!, atau serial indianya yang tak pernah jelas kapan tamatnya. Aku benci sekali dengan acara-acara berjenis serupa, orang-orang di depan TV gak mungkin mau mengalah dan mau gw usir… yasudah~ yang muda yang ngalah XD. Huuuf… nasib, dengan begitu satu-satunya hiburanku hanyalah ponsel dan nonton Variety Show Korea atau drama #ngenes

Timeline sekarang ternyata sedang ribut membicarakan tentang sinetron di TV segitiga yang bertajuk “Malaikat Pelindung”. Hoaaaam… Goblin ala.. saya bilang Kim Eun Sook pastilah terinspirasi dari berbagai hal dan suatu hal ketika mengerjakan naskah Goblin, tapi terinspirasinya ditelurkan dalam hal yang Korea banget rasanya.. jadi kita yang diluar Korea merasa terpana. *wkwkwkGakJugaSih…BiarAlaydikitLah..

Saya gak tahu artis bocah keluaran baru dan saya pun sekarang tidak familiar dengan lagu berbahasa Indonesia yang sedang populer sekarang. Duluuuuu…. Sekaliiii… masih ngeh 10an… sekarang? Satu pun saya gak tahu -__-, bahkan ketika ada yang ngomongin Rizki Fabian gw pun gak tahu dia siapa.. lalu baru kaget karena dikasih tahu itu anaknya Sule :v

Jadi gini, ada sebuah sinetron yang mengambil Plot sama dengan Goblin namun dibenahi menjadi versi recehnya alias murahan, repeat.. MURAHAN. Orang gila mana yang gak tahu kalau sinetron ini 100% plagiat? Okelah.. 99,9% karena mereka ngomongnya gak pakai bahasa Korea dan mereka gak ada kolosal jaman Gugoryeo Joseonnya :v. Wkwkwk

Dan yang memerankannya adalah bocah! Iya… BOCAH *Jedug2kinKepalaKeTembok. Ini pandai kaleee mereka buat sensasi? Kenapa mengambil konsep dasar karya orang tanpa izin? Dan kenapa pula membikin malu bangsa ini? Kelihatan tidak kreatif… kurang bahan atau begimana? Terinspirasi dari karya orang tentu tidak ada yang melarangnya, namun karena momennya adalah Goblin dan dengan bodohnya kalian mengambil jenis cerita serupa di momen ini maka kalian dianggap BEGO oleh sebagian besar masyarakat Indonesia -__-, apalagi pecinta drama sepertiku.

Seperti di jaman ketika GirlBand dan BoyBand menjamur di tanah air. Banyak yang diwawancarai mengaku kalau grup mereka sudah lama terbentuk, sayangnya baru sekarang go public :v  *wkwkwk susah amat sih hidup lu? Tinggal bilang “Iya ini kita lagi ngambil momen yang pas, biar dapet duit banyak. Kita gak niru Korea kok, konsepnya aja yang sama” Hahahahha garing..

Marah? Tentunya.. saranku sih, yok mari jangan ditonton agar produksinya sia-sia, dengan begitu mereka akan gulung tikar sendiri. Meski benci dan tidak suka tapi kalau ujung-ujungnya kita tetap menontonnya kan sama aja bohong… mereka dapet rating, iklan banyak, dapatlah duit mereka.

Pertanyaan: “Kenapa sinetron Indonesia tidak bisa berkualitas sedangkan filmnya bagus-bagus?”

Karissa: “Karena pemodal, orang-orang idealis yang ingin selalu menyuguhkan tayangan berkualitas kesulitan mencari pemodal dan pemodal tidak mau menyerahkan uang mereka demi sesuatu yang tak banyak menghasilkan, kasih deh… apa saja yang penting rating tinggi maka oe kasih elu modal. Kalau dikulik lagi tentu ujung-ujungnya selalu masalah budget. Sedangkan Kdrama? Pasarannya banyak di Koreanya sendiri, rumpun tetangganya dan luar negeri apalagi.. beuh! Jadi.. asalkan yang main dan naskahnya oke, tim jalan.. modal akan berdatangan 50 kali lipat dari perkiraan awal”

Bukannya gak bisa… hanya saja kasihan mereka gak dapet apa-apa kalau terlalu idealis, kita sebagai masyarakat harus pinter-pinter menjaga asupan hiburan, kamu adalah apa yang kamu makan dan kamu adalah apa yang kamu lakukan ^^. Gak bermutu? Tinggalkan saja.. sesimple itulah, dunia tidak mungkin bisa berubah hanya karena kita tidak setuju pada suatu hal, namun kita bisa merubah diri sendiri setidaknya. Membicarakan keidealisan…Itulah mengapa banyak mahasiswa dulunya yang suka teriak-teriak minta BBM turun sampai tenggorokannya soak pasti ujung-ujungnya pengen banget jadi PNS #NyindirGarisKeras, bocah-bocah yang ngakunya gak selalu sreg dengan program pemerintah itu malah pengen ngelendot pemerintah dengan seragam PNSnya *huuuh…

Duh, sepertinya saya bisa kena karma karena ngomong begitu.. dapet suami PNS #Ngakak

Sampai jumpa di postingan selanjutnya! ^^V

 

[Review] Goblin Last Episode, I Found You!

           Akhirnya bisa membuat review-nya!. Pada akhirnya kucingku tidak pulang juga *huff*… semoga dia pergi dalam damai… Baik-baiklah disana ya Cah Gantengku~Ingatlah Mamah selalu sayang padamu di sini T_T (nunjuk jantung), kita ketemu lagi nanti… dikehidupan selanjutnya (Re: Akhirat)

Reinkarnasihih

       Sejak awal sudah kukatakan bahwa ketika konsen dengan karya yang fiksi alias fantasi maka kesampingkan dulu nalarmu. *Kkkkk agar tidak sampai efeknya merasuk terlalu dalam, cukup untuk hiburan semata. Syukurlah endingnya cukup masuk akal. Aku adalah salah satu orang yang tidak percaya reinkarnasi itu ada… manusia cukuplah hidup hanya sekali. Kalau memang kehidupan terbagi menjadi 4… kurasa… akan lebih bijak kita golongkan kehidupan pertama adalah ketika kamu berumur 0-23 dimana kamu masih muda dan berusaha memahami kehidupan, apa sih tujuanmu untuk hidup?

     Lalu kehidupan kedua, ketika kau sudah yakin tujuanmu untuk hidup 23-30 dan berusaha membentengi diri serta yakin akan maksud dan makna hidupmu. Ketiga… 30-50 dimana kamu sudah merasakan dan memiliki semua yang kau pernah impikan dalam gurau atau benar yakin kau usahakan, masa-masanya menikmati hidup. 50-63 masa dimana kau sudah tidak ada nafsu lagi pada dunia… semua-semuanya telah begitu membosankan, cukup bahagia saja setiap harinya sudah lebih dari menenangkan. Setelah semua 4 waktu itu? Adalah bonus hidupmu… manusia umur paling panjangnya berapa sih? 100? 200? Mau apa kau hidup selama itu? Ha?

      Namun… jikalau memang ada reinkarnasi, pastinya kita sebagai manusia biasa tidak tahu apa tujuan Tuhan melakukannya? Untuk menghukum manusianya? Atau untuk apa? Semuanya diluar nalar kita.. tapi.. jangan sampai membuatmu percaya setelah mengakhiri hidup maka akan lebih baik dari sebelumnya. Ingat! Nyawa itu hanya ada satu ^^, jangan percaya pada yang tidak pasti.

Sunny dan Wang Yeo.

sunny

wangyeo

       Mereka happy ending. Di Goryeo mereka terhalang oleh Park Jeong Won, di masanya Eun Tak mereka beda jenis. Akhirnya di tahun yang keberapa mereka bertemu lagi sebagai sesama manusia. Menarik sekali!!!. Lee Dong Wook style rambutnya keren banget! 😀

Eun Tak dan Kim Shin.euntak

shin

      Adakah yang bertahan selama 1000 tahun? Antara cinta dan kesedihan… adakah diantara keduanya yang cukup mampu menembus waktu selama itu?. Ada… cinta yang menyedihkan… itu cinta kita (Eun Tak). Mereka bertemu lagi di Quebec, Eun Tak menjadi anak SMA lagi. Mengharukan sekali, mereka bertemu lagi setelah sekian lamanya dan memulai lembaran baru.quebec

Di mana Yoo Deok Hwa?

      Deok Hwa di mana ya?. Kog ilang?. Kejadian kupu-kupu, aku tidak bisa menganggap Deok Hwa kupu-kupu… dalam pemikiranku, Deok Hwa hanyalah bocah polos yang hatinya bersih alias suci. Lalu dihinggapi anggap saja Tuhan (dalam ceritanya, tentunya aku tidak berani membercandai Tuhan T_T) Maaf Tuhan… penulis dramanya agak kurangajar padaMu. Tuhan masuk ke diri Deok Hwa dan adakalanya bersikap mirip persi seperti Deok Hwa dan sengaja membolak-balikkan Shin, Wang Yeo, Eun Tak. Tuhan di drama ini digambarkan sebagai kupu-kupu. Ingat kejadian di bar? Nah… itulah alasanku berpikir, Deok Hwa ya hanya Deok Hwa… dia bukan kupu-kupu. Tapi tim produksi dramanya-lah yang menggambarkan Tuhan sebagai kupu-kupu (dan aku cuman nonton dramanya lho ya? Saksi! Saksi! Aku tidak berani mencela atau membercandai Tuhan. Ini hanya pemikiranku semata gegara dramanya.)

♥Goblin Quotes♥

       Quotes nya copy saja Tidak masalah… 😉

||Episode 9|

Kim Shin: “Suatu hari setelah 100 tahun lamanya. Di saat cuaca yang cukup indah, kuharap aku bisa mengungkapkan padanya bahwa dia adalah cinta pertamaku. Kepada Sang Langit, aku meminta permohonan ini.”

Kim Shin: ‘Setiap saat waktu yang kuhabiskan bersamamu adalah saat-saat yang bersinar. Di saat cuacanya yang bagus, di saat cuaca yang tidak bagus dan di saat caca biasa-biasa saja, Aku menyukai semua saat-saat itu. Dan apapun yang terjadi, itu bukan kesalahanmu.’

Wang Yeo: “Hari itu, Jiwa yang Hilang berjalan cukup lama dalam hujanan air mata seseorang. Dia ingin kematian sebisa mungkin jauh dari si Goblin.”

||Episode 10|

Kim Shin: Apa kau baik-baik saja? Kurasa, akhirnya aku baik-baik saja.

Sunny: aku merasa aku memilih cincin ini untuk bertemu denganmu. Pria yang menangis saat pertama kali bertemu denganku. Pria yang kutunggu lama tapi bertemu hanya sebentar. Tapi aku tidak pernah menyangka kalau pria itu akan meminta cincinnya kembali.

Kasim Park: Akan kutempatkan dunia di bawah kaki rajaku, dan akan kutempatkan rajaku di bawah kakiku. Dengan begitu, akan kutempatkan kerajaan ini di bawah kakiku.hahahah

Shin: Hari ini, kalian berdua kelihatan seperti putih telur (Wang Yeo memakai jaket putih) dan kuning telur (Sunny memakai jaket kuning). Kalian seperti telur goreng. [Guyonan garing Shin waktu suasananya canggung, HaHaHaHa)

|Episode 11||

Eun Tak: bahwa kehidupan dibagi menjadi empat tahap. Tahap menanam benih, menyiram benih, tahap kehidupan masa paneh dan tahap memanfaatkan hasil panen.

~ ❤ ~ ❤ ~ <3~

EunTak: Sedang apa kau disana?

Shin: Menunggumu.

Eun Tak: Sejak kapan?

Shin: Aku mengikuti setiap langkah kakimu.

~ ❤ ~ ❤ ~ <3~

Eun Tak: Kehidupan masa lalu, apa sebenarnya itu?

Shin: Ya, hanya sebuah kehidupan yang sudah berlalu.

Eun Tak: “Hal yang baik pasti datang terlambat. Seperti Ahjussi.”g2

      Kamu merasa Eun Tak gadis yang beruntung? Tidak juga… ada harga yang harus dibayarnya untuk mengenal Shin dan kehidupan dimensi lain tersebut. Seharusnya dia tidak pernah hidup, Shin membuatnya bisa hidup… 9 tahun kehilangan ibu di depan matanya, selama 10 tahun hidup tanpa kasih sayang orangtua. Tidak memiliki teman satu pun di sekolah selama 3 tahun, satu-satunya temannya adalah hantu sahabat ibunya. Dan Ketua kelasnya cukup baik juga, syukurlah… meski hanya satu.bungakapas

     Suatu hari malaikat pelindungnya datang, Dokkaebi yang agung. Memberikan Eun Tak harapan untuk hidup, membuat Eun Tak berani bermimpi.. memberikannya kebahagiaan, memberinya cinta. Sebenarnya cukup kurang pas disebut Goblin karena karakteristiknya Shin terlalu anggun serta elegan, sedangkan image goblin selama ini kan ijo jelek dan mengerikan, namanya juga makhluk lain. Maka judul awalnya yang semula Goblin: the Lonely and Great God/Lonely Shining Goblin diganti menjadi Guardian. Karena dia selalu ada untuk Eun Tak, seorang malaikat pelindung.

        Why Why first love is the most important in Korean TV Shows?. Memang sedikit membuat geregetan karena saking  banyaknya tayangan yang mengagung-agungkan first love. Tapi coba tarik garis merahnya lagi deh… First… yang pertama. Yang pertama selalu di hati, ungkapan seperti itu bukan tanpa dasar, yang pertama selalu menjadi yang berharga… seperti pengalaman baru yang mengesankan dan selalu diingati di lain waktu, mungkin itu sama dengan konkteksnya cinta pertama. Karena yang pertama selalu di hati, meski bukan berarti yang pertama akan menjadi yang akhir.

       Karena angka 1 begitu istimewa meski tidak sempurna. Selalu menjadi awal dan permulaan dari segala sesuatunya, berdiri paling depan dengan kokohnya, menjadi tempat salah dan benar yang pertama kalinya. Begitulah filosofinya, dan saya bisa tarik kesimpulan kalau cinta pertama selalu hadir di masa-masa SMA.

Hayuuk! TV lokal silahkan tayangkan drama ini, kuyakin banyak yang suka selain pecinta Kdrama asli. Karena drama ini kualitas ceritanya movie universal, tidak terbatas cocok pada pecinta Kdrama saja.

Like FP Blog Ini untuk Tahu Update-annya>>>> FANPAGE