Sinopsis Koe Koi (Voice Love) Episode 8

     Pementasan telah selesai. Gedung olah raga dibersihkan, pukul 15:00 akan ada pementasan cheerleader. Makoto Hyodo mendekati Yuiko Yoshioka. Yuiko mengakui kalau sampai saat ini pun jantungnya masih deg degan karena Kaichou tadi.

   Kaichou merasa ada secercah harapan. Mungkinkah ?. Yuiko menatap Kaichou, Yuiko tidak menyangka ternyata Kaichou jago akting !. Doeng !, rasanya runtuh harapan Makoto. Dikiranya pesan cintanya ke Yuiko benar-benar sampai dan disambut, tapi Makoto malah dapat pujian atas aktingnya.

Meski terlihat kecewa, Makoto berusaha tegar. Makoto menunduk sesaat, ia melihat catatan waktu pementasan dramanya di punggung tangan Yuiko Yoshioka. Makoto dan Yuiko saling tersenyum. Yuiko kemudian pamit pergi.

    Makoto duduk, melepaskan mahkotanya. Putri tidur Ryoichi menyambangi Makoto. Menyindir Makoto yang menyatakan cinta di muka umum tadi. Makoto mengelak, dia tidak menyatakan cintanya tadi. Yuki datang untuk membesarkan hati Kaichou. Apa Kaichou tahu mitosnya malam Bunkasai ?. Masih ada malam Bunkasai, saat api unggun dimulai… dua orang yang memiliki perasaan yang sama berkeliling berdua demi kekelan hubungan mereka.

   Kaichou sok sok tidak perduli. Mana mungkin aku percaya hal-hal seperti itu. Dua anggota OSIS lainnya mendatangi Kaichou. Kembang api nanti malam akan bertempat sama dengan tarian rakyat (folk dance-kamu tahulah guys… yang suka Jejepangan pasti ngerti bgt.). Jika Kaichou berdansa dengan Yoshioka… Kedua anak buahnya Yuki langsung mencontohkan. (Bukan anak buah sih, tapi gaktau nama mereka dan tingkahnya seperti anak buah Yuki *Kkkkk)

    Kaichou masih menyembunyikan perasaannya. Dia mengelak tidak akan melakukan hal seperti itu. Kaichou beranjak dari duduknya. Makoto menyebut keempat anggota OSIS itu pasti salah paham, aku tidak pernah mengatakan apapun tentang Yoshioka !.

     Ryoichi, Yuki, dan dua anggota OSIS di sana hanya menatap Kaichou dengan malas. Padahal sudah kelihatan jelas, kenapa mengelak ?. Makoto langsung berusaha mengganti topiknya,

“Kalian berdua masih ada pekerjaan, kenapa di sini !” Tunjuknya ke asistennya Yuki. “Pergilah Patroli !, Patroli !” Kaichou mendatangi kedua anak buahnya itu. Sok sok marah.

“Malam kembang api 3 jam lagi” Ryoichi sambil memandang jam di dinding.

“Masih ada banyak waktu” Yuki optimis masih ada banyak kesempatan menyatukan Kaichou dan Yoshioka.

—-|| Koe Koe —|| —Voice Love||—-

    Matsubara mendengar dua orang siswa membicarakan Kaichou yang melakukan pengakuan cinta di atas panggung. Matsubara mengambil duduk, merenung.

Malam kembang api akan diadakan di halaman belakang sekolah. Lewat speaker, seorang anggota OSIS mengajak para siswa dan pengunjung untuk datang, acaranya akan dimulai pukul 18:00.

     Di luar, seorang gadis datang. Dia tersenyum sekilas.

   Yuiko sedih melihat kue Matsubara mereka masih banyak. Yuiko merasa Matsubara yang asli pasti juga sedang sedih.

Yuiko kemudian berinisiatif menjajakan kuenya di tempat yang banyak orang lewati. Sayangnya tak seorang pun mau membelinya.

   Dua siswa dari 1 C, mereka tidak bersemangat karena kue buatan mereka masih banyak. Tidak ada yang mampir ke kelas. Padahal kue mereka enak. Matsubara juga melihat gerutuan kedua temannya itu.

   Di luar, gadis bergaun putih tadi dihadang oleh beberapa siswa. Mereka menawarkan diri untuk menjadi pemandunya. Gadis tersebut mengutarakan maksudnya, dia ingin mencari seseorang. Seseorang dari kelas 1 C, Matsubara Shu (Matsubara adeknya Vicky Shu ?, kog aku gak pernah lihat Matsubara goyang ?. XD *abaikan!,gaLucu… Garing*. Ahahahaha… kurang piknik)

      Yuiko nyaris menyerah. Tak seorang pun mau membeli. Tapi jika dia menyerah, Matsubara pasti akan kecewa. Tiba-tiba, anak kecil yang Yuiko tolong tadi memegangi ujung roknya. Membawa sekantung roti Matsubara. “Dari mana kau dapatkan itu ?” Tanya Yuiko, anak kecil itu mengajaknya naik tangga. Rupanya Matsubara sedang menjajakan kuenya.

   Anak kecil itu kembali ke ibunya. Yuiko membungkuk sekilas pada si ibu ketika sedang menuju Matsubara.

    “Matsubara juga ?” Tanya Yuiko. Matsubara berkata, dia ingin semua orang mencicipi kue buatan Yuiko. Keduanya lalu bersama-sama menjajakan kue Matsubara. “Apakah anda ingin kue yang enak ?” kata keduanya secara bersamaan. Keduanya langsung saling menatap, Yuiko tersenyum sendiri sambil membuang muka.

Yuiko: Apakah anda..

Matsubara: ingin kue yang enak ?

Yuiko sengaja menggantung kalimatnya dan Matsubara menyambungnya. Lama kelamaan Yuiko menikmati hal sederhana itu. Mengatakan hal yang sama dengan Matsubara secara bersamaan. Suara mereka bertumpang tindih.

    Yuichi santai-santai di luar. Aki menyuruh Yuichi, kenapa tidak menjajakan kue ?. Yuichi mengeluh, kenapa juga harus aku ?. Gadis bergaun putih tadi datang ke kelas 1-C, bertanya di mana Matsubara Shu. Aki dan Yuichi tidak tahu. Gadis itu lalu pergi.

Aki dan Yuichi heran. Dia tadi siapanya Matsubara ?. Yuichi juga tidak tahu siapa gadis tadi. Bukan teman SMPnya.

Para anggota OSIS melihat keseruan Matsubara dan Yuiko menjual kukis mereka. Yuki resah dibuatnya, jika Kaichou melihat ini mungkin Kaichou bisa sedih.

Tak lama kemudian Kaichou datang, dia melihat Matsubara dan Yuiko bersama.

   Yuiko melihat Kaichou. Ia mendekatinya, memberikannya sakantung kukis, kukis yang dia buat terinspirasi dari Matsubara. Kaichou serba salah, dia melihat Matsubara yang sedang menatap mereka, lalu Kaichou berterima kasih karena bersedia melihat drama tadi. Yuiko tidak merasa masalah dengan itu, dramanya sangat bagus tadi.

Kaichou pergi bersama rombongan. Yuiko kembali ke Matsubara.

   Yuki mengingatkan pada Kaichou. Masih ada banyak waktu sampai malam Bunkasai. Kaichou menegaskan, bukankah sudah kubilang tadi.. aku  tidak percaya dengan hal semacam itu.

   Waktu semakin larut. Sebentar lagi malam kembang api. Panitia mengumumkan lagi tentang event tersebut, di halaman belakang, pukul 18:00. Aki senang sekali, dia menggerai rambutnya. Yuichi mendekatinya, mereka masih dalam tugas. Apa Aki berniat datang ke malam kembang api lebih awal ?. Aki menjawab, itu bukan urusannya Yuichi. Yuichi sedih, jadi aku tidak bisa menjadi pasanganmu… . Gumam Yuichi.

Aki: Kau bilang apa tadi ?

Yuichi diam saja. “Aki-chan !” Kyoshiro memanggil. Kyoshiro meminta maaf karena terlambat. Itu karena kerja paruh waktunya.

   Aki langsung melayani Kyoshiro. Kyoshiro memuji Aki manis dengan kostumnya itu. Sementara itu Yuichi terlihat patah hati.

   Yuiko dan Matsubara sudah menjual semua kukis mereka. Yuiko sekali lagi berterima kasih pada Matsubara, berkatnya dia bisa melihat dramanya Kaichou. Kaichou sangat keren, terlihat seperti pengeran sungguhan.

“Aku tidak mau mendengarnya !” Matsubara kelepasan. Dia pasti kesal karena Yuiko memuji Kaichou bertubi-tubi seperti itu. “Eh ?” Yuiko tidak mengerti,

Matsubara segera menghindar. Tidak apa-apa. Matsubara pergi begitu saja. Yuiko berusaha mengejarnya. Yuiko menuruni tangga, lalu tersandung oleh kakinya sendiri.

  Yuiko jatuh dan papan siap ambruk mengenainya. “Yoshioka !” Matsubara panik.

Aki dan Kyoshiro ada di ruang kelas. Aki mengatakan kalau Yuko tadi keluar dan belum kembali. Kyoshiro menanggapinya, tidak apa-apa… melihat Aki saja sudah cukup. Aki lalu menawari Kyoshiro tambah minum.

   Di sudut lainnya, Yuichi mengamati Aki dan Kyoshiro. Panitia mengumumkan kalau malam kembang api akan segera dimulai, bagi kelas yang ada di sekitar halaman belakang harus mematikan lampu. Lampu kelas 1-C pun dipadamkan, digantikan oleh nyala remang-remang lampu kecil-kecil.

Kyoshiro mendekati jendela. Rasanya nostalgia sekali disaat seperti ini bagi Kyoshiro. Apa Aki-chan tahu tentang rumor malam bunkasai saat kembang api ?. Aki menjawab tahu. Aki lalu berdiri di samping Kyoshiro.

   Di UKS. Matsubara membalut pergelangan kaki Yuiko. Yuiko meminta maaf pada Matsubara karena telah membuatnya terluka. Matsubara bilang tidak apa-apa.

Matsubara merasa justru dirinyalah yang seharusnya meminta maaf pada Yoshioka. Matsubara sendiri juga terkejut dirinya bisa sekasar itu pada Yoshioka.

Yuiko heran dengan perkataan Matsubara. Namun ia segera ingat perkataan Yuichi sebelumnya.

Yuichi: Seperti yang Yoshioka katakan, sekarang dia berhadapan dengan masalah paling besar yang pernah dia alami. Jika itu Yoshioka, aku yakin kau bisa menyelamatkannya.

   Yuiko mencoba menyemangati Matsubara yang sedang down. Baginya Matsubara itu ‘Kakkoi’ keren, karena sebelumnya Matsubara menyebut dirinya sendiri ‘Kakkowarui’ kasar (Sama diawali oleh kata Kakko ). Matsubara mulai agak mendingan. Dia mendekati Yuiko dan mengulurkan tangannya. Yuiko menyambutnya. Disaat yang sama malam kembnag api dimulai dalam hitungan mundur 5..4..3..2…1 !.

    Kyoshiro senang melihatnya. Indah sekali menurutnya. Aki ragu-ragu menyentuh tangan Kyoshiro, ketika hampir dekat… Aki justru mengurungkan niatnya. Yuishi masih setia memperhatikan Aki dan Kyoshiro.

Bunkasai akan segera berakhir, rasanya sedikit sedih bagi Yuiko. Dia ingin seperti ini bersama Matsubara lebih lama lagi.

   Yuki melihat ke bawah. Kaichou menawari Yuki makanan. Yuki menolaknya, dia hanya ingin naskah drama yang dibuatnya hari ini. Makoto lalu memakan makanannya.

“Aku tidak pernah memperhatikanmu, tolong maafkan kebodohanku ini.” Yuki melafalkan naskahnya. Kemudian Kaichou meneruskannya. “Aku janji..” Kaichou berdiri dan menatap Yuki.

“Mulai sekarang dan selamanya hanya akan memperhatikanmu,” Yuki terpesona, dia terdiam sesaat. Tetapi segera menyadarkan dirinya. Harusnya Kaichou melakukan itu di panggung tadi.

  Ryoichi tersenyum sendiri. Lalu bergumam “Musim yang menyakitkan,” (Aku suka Ryoichi, dia tokoh yang serba tahu, Termasuk perasaan cintanya Yuki ke Makoto Hyodo)

      Yuiko dan Matsubara menjadi telat kembali ke kelas mereka. Keduanya sama tertawanya.
Namun kebahagiaan Yuiko tidak berlangsung lama. Seorang gadis memanggil Matsubara Shu !. Shu rupanya masih sama seperti dulu. Matsubara terkejut Kaori ada di sini.

Yuiko merasakan kalau Matsubara yang saat ini tidak seperti Matsubara yang dikenalnya.

KOMENTAR:

ends

    Kog di sana unyu semua ya event-eventnya ???. yang gw inget itu ada 6 macam event unyu yang akan ada di masa-masa SMA Jepang.

(1.) Festival Budaya setiap tahunnya ada dan kenangan yg indah sekali di malam harinya bersama seseorang..,

(2.) Festival Olah Raga setiap tahunnya juga ada dan rasanya unyu” banget! warm-cozy rasanya, (3.)Field Trip ini khusus buat anak kelas 2, kalian tahulah… study tour, tapi di sono tetep aja pakai seragam jalan-jalannya.

(4.) Upacara Kelulusan hiks… mereka pakai seragam dan sampai ada mitos second button segala XD. Demi apa !, sejak kapan second button begitu penting ??— oke2 gw tahu di jas hanya ada 2 kancingnya.. jadi kalau gw dapet salah satunya berarti gw dianggap spesial oleh pemilik kancing jas tersebut >_< #NgelanturModeOn, siapa yang membuat mitos itu ? XD *Unyuuuu~~* <3. (5.) Hanabi/Firework Festival, Gak perlu dijelasin ya.., kalian pasti sudah tahu sendiri. Melihat kembang api bersama orang yg dicinta ❤ yabegitulah… ~

(6.) Berdo’a di Kuil Tiap Tahun Baru, Padahal temanya do’a/at least mencari tahu fortune tahun baru, tapi kadangnya malah jadi semacam event ngajak seseorang yang disuka. Ehem!, kencan.

 

Sinopsis Koe Koi (Voice Love) Episode 7

Episode 7: Apakah Kau Tersenyum ?

Semua siswa sibuk mempersiapkan festival. Salah seorang panitia menghimbau kepada semuanya Bunkasai akan segera menerima tamu dan diharapkan semuanya mempersiapkan diri, serta melewati jalur-jalur yang telah ditentukan.

Dua siswi memantau dari atas, Yuki keluar dan tersenyum senang. “Hari ini Bunkasai akan penuh cinta,”

Kelas 1-C mempersiapkan ruangan mereka. Semuanya mengenakan kostum pelayan. Yuiko kagum melihat penampilan Matsubara yang berbeda dari biasanya, ia menatapnya lama sekali. Aki melihat keduanya saling menatap “Ini sudah cukup beda dari sekedar kagum ?”

Yuichi menyenggol Matsubara yang menatap Yuiko berlebihan. Yuichi kesulitan mengenakan dasinya, Aki menarik Yuichi, membantunya mengenakan dasi. Rupanya hampir semua siswa di kelas berpasang-pasangan.

Yuki dengan dua asistennya, dia yakin Bunkasai kali ini akan penuh cinta dan jarak laki-laki dan perempuan berdekatan meski hanya sebentar, itu adalah keajaiban Bunkasai. Puncaknya adalah malam hari ketika mereka menyalakan api unggun.

Yuki mengajak dua rekannya itu menghidupkan api cinta Kaichou. Keduanya bingung kenapa harus melakukan itu ?. Yuki berbalik, dia telah mempersiapkan semuanya dengan menjadikan Kaichou pemeran utama drama Bunkasai, dia juga telah menulis naskah istimewa untuk Kaichou.

“Jika di depan Yoshioka Yuiko dia membaca apa yang tertulis disini..,”

Kedua rekannya langsung saling menatap, mereka mengerti maksud Yuki.

Kaichou di atas sana sedang berlatih dialognya. Yuki dan kedua rekannya melihat dari bawah, Kaichou manis sekali ketika berusaha keras demi kelihatan bagus di depan Yuiko.

Ryoichi datang dengan gaunnya, ia memuji kerja bagus ketiganya. Mereka membantu diam-diam Kaichou dalam urusan cintanya. Yuki berkata, karena tidak ada kesempatan kedua untuk menyatakan cintanya Kaichou ke Yoshioka Yuiko.

Kaichou datang ke kelas 1-C, ia mencari Yuiko. Yuiko melihat Kaichoy dari pintu lainnya, Kaichou terpesona dengan penampilan maidnya Yuiko, “Indahnya..” gumamnya pada dirinya sendiri, Yuiko mendekat bertanya apa yang Kaichou katakan tadi. “Ah..tidak.. aku..”

Matsubara keluar kelas menyambut Kaichou. Mempersilahkan Kaichou masuk ke café mereka. Kaichou tidak perlu, dia sedang berbicara dengan Yoshioka (wkwkwk… saingan)

Dari kejauhan sleeping beautynya Pangeran Makoto melihat Matsubara dan Makoto yang bersitegang masuk tidaknya ke kafe 1-C. Yuichi datang mendekati Ryoichi, “Sepertinya pangeranmu sedang berusaha keras”, yah.. begitulah.. “jika si kantung kertas terus seperti itu.”

“Urus urusannya sendiri saja Senpai,”

“Baiklah,” Ryoichi pergi. Yuichi tersenyum dan mengingat kata-kata Matsubara sebelumya tentang Matsubara yang merasa tidak baik mengatakan cinta pada Yoshioka sementara dirinya menyembunyikan penampilannya. “Bahkan dia sendiri sangat memahaminya,”

Kembali ke Kaichou, dia menyingkirkan Matsubara. Lalu menatap Yuiko “Yoshioka-san, hari ini pertunjukkan dramaku mulai pukul 14:00. Aku telah memesan tempat duduk untukmu, maukah kau datang dan menontonnya ?”

Yuiko tersenyum, “Tentu, aku janji.”

Yuki dan dua asistennya mengintip Kaichou dari kejauhan. Mereka ikut senang dengan jawabannya Yuiko Yoshioka. Sebelum pergi, Kaichou berhenti sebentar tanpa menatap Matsubara, seperti yang suadah kukatakan aku akan jujur dan adil.

—-Voice Love—

Aki bertanya pada Yuiko siapa yang akan Yuiko ajak menghabiskan malam Bunkasai nanti. Yuiko reflek memandang Matsubara di depan pintu. Yuiko mengelak tidak seperti itu karena kakaknya akan kemari nanti. Aki senang tahu ternyata Kyoshiro akan kemari nanti. Yuiko langsung melayani tamu yang datang ke kelas.

Yuiko menuliskan janjinya menonton Sleeping Beauty di tangan, 30 menit lagi. Di tempat pementasan, para anggota OSIS mempersiapkan dan para hadirin sudah berdatangan.

Kaichou berlatih dialognya dengan serius, Yuki dan dua asistennya menontonnya.

Gelasnya kurang dan Yuiko akan mengeceknya di kelas ekonomi pasti masih ada.

“Aku tidak pernah memperhatikanmu, tolong maafkan aku. Aku janji, mulai sekarang dan selamanya, aku hanya akan melihatmu.” Yuki dan dua asistennya kagum pada Kaichou. Yuki berkata dialog ini adalah bagian puncaknya, tolong berikan sedikit emosi di sana.

Kaichou mengulangnya lagi dengan lebih menjiwai kalimatnya. Yuki mengangguk, yak.. seperti itu.

v12

Yuiko mengambil gelas, sedangkan drama sebentar lagi akan dimulai. Yuiko keluar dari kelas ekonomi dan melihat anak kecil menangis, Yuiko mendekatinya.

Di ruang kelas 1-C mereka kesulitan karena tidak bisa menyajikan minuman. Waktu menunjukkan pementasan drama sebentar lagi.

Aki: ada apa dengan Yukko ?

Yuichi: Tidak mungkin dia bisa menonton drama pangeran itu.

Matsubara pergi keluar kelas.

Kaichou mengintip bangku penonton, kursi khusus untuk Yuiko masih kosong, dia menjadi kecewa karena Yoshioka Yuiko belum hadir. Yuki menghubungi rekannya untuk memastikan Yuiko sudah datang/belum. Ia juga resah karena Yuiko belum datang sedangkan pementasannya sebentar lagi.

Yuiko menggandeng tangan anak kecil itu, mereka mencari-cari ibu anak tersebut. Gelas Yuiko menyenggol bahu seseorang hingga jatuh, dia dan anak kecil itu memunguti gelas dan tutupnya yang berceceran di lantai. Yuiko mengecek jam tangannya, sebentar lagi drama dimulai.

Drama dimulai. Cerita awal dinarasikan, pada suatu hari seorang putri cantik di sebuah kerajaan. Ryoichi duduk di pinggiran ranjang lalu  cium jauh ke sana kemari, kemudian tidur seperti di dalam cerita. Pangeran yang menempuh perjuangan panjang untuk mencari putri Aurora. Di manakah putrinya sekarang ? (wkwkwk.. enak sekali kau Ryoichi ???, Ryoichi ini dialognya apa ?,  tiduurr cantik doang XD )

Makoto sedih melihat bangku khusus untuk Yoshioka yang kosong.

Yuiko masih bersama anak kecil tadi, anak itu menunduk sedih. Yuiko bersimpuh di dekatnya bertanya ada apa padanya. Matsubara melihat Yuiko dan mendekatinya, ia akan mencarikan ibu anak ini, jadi Yoshioka bisa menonton pementasan dramanya. Yuiko ragu-ragu, tetapi Matsubara melakukannya karena Yoshioka memiliki janji. Yuiko lalu meninggalkan mereka,

“Aku tidak akan pernah meminta apapun darimu,  aku hanya ingin disisimu. Sampai saatnya kau bangun”

Makoto Hyodo berbalik ke belakang, Ryoichi memandangnya dan memonyongkan bibirnya minta ditampar eh.. minta dicium. Makoto menatapnya risih, Ryoichi memejamkan matanya lagi menikmati kejahilannya + perannya. “Benar, kau akan baik-baik saja dengan caramu.”

Yuichi keluar dari kelas, dia melihat Matsubara dengan seorang anak kecil Yuichi mengambil gelas dan menyindir Matsubara yang berperan sebagai pria baik lagi, yah.. Matsubara memang selalu seperti itu.

Yuiko Yoshioka sampai di gymnasium, dua asistennya Yuki datang dan menunjukkan tempat duduknya Yuiko. Makoto masih  mengkhayati perannya.

“Aku berjanji,” kata-kata Makoto Kaichou Hyodo terhenti ketika melihat sosok Yuiko Yoshioka di bangku penonton. Ia terbengong-bengong sendiri diberi senyum oleh Yuiko,

Yuki berharap Kaichou segera melanjutkan dialognya, mengungkapkan perasaan Kaichou pada Yuiko dalam bentuk dialog yang khusus Yuki buat. Yuki dan kedua asistennya geregatan sendiri menantikan kata-kata Kaichou selanjutnya.

Matsubara sudah menemukan ibu anak tersebut, ibunya meminta maaf sudah merepotkan dan berterima kasih.

“Mulai sekarang dan… se.. selamanya..” Kaichou terbata-bata, mungkin pikirannya menjadi kosong dan amat sangat grogi. Para hadiri menertawakan Kaichou dengan pelan, Yuki dan kedua asistennya menjadi khawatir. Ryoichi menyadari penyebab kegugupan Kaichou setelah melirik bangku penonton ada Yuiko Yoshioka.

Yuiko heran ada apa dengan Kaichou. Kaichou saat gugup memang lucu, tapi momentum sepenting ini membuat Yuki khawatir. Yuki menyesal telah meremehkan sisi aslinya Kaichou, seharusnya Yuiko Yoshioka jangan ditempatkan duduk di sana,(wkwkwk)

Ryoichi membisiki Makoto, “Aku hanya akan melihatmu Makoto..” Kaichou yang nge-blank menjadi sedikit terbantu. Kaichou dilanda kepanikan sampai lupa dialognya.

Yuki menyuruh dua rekannya mematikan lampu sehingga penonton tidak terlihat. Tapi terjadi kesalahan, salah satu lampu malah menyorot Yuiko seorang.

Makoto masih gagu, Ryoichi terus berbisik menyuruh Makoto melanjutkan dialognya. Kriuukk… suara perut Yuiko memecah keheningan, membuatnya menjadi pusat perhatian. Yuiko meminta maaf, dia menyesal telah mengacaukan drama pentingnya Kaichou.

Itu membuat Kaichou tersenyum, “Kau selalu bekerja keras..”

Kepala Yuki dan dua asistennya yang tertunduk langsung terangkat mendengar kata-kata Makoto. Yuiko dan para penonton lainnya tertuju pada Makoto lagi. “Tak perduli siapa pun orangnya, bahkan orang sepertiku, kau menatap mereka dengan sungguh-sungguh.”

Makoto teringat pada kenangannya bersama Yuiko, pertemuan pertama mereka saat Yuiko memegangi lengan Makoto untuk membela Matsubara, di rak sepatu, pembicaraan mereka di ruang OSIS,… semuanya tentang Yuiko.

“…, aku tertarik padamu.”

Salah satu rekan Yuki berkata itu bukan ada di naskah. Yuki tidak perduli soal naskah kalau saat ini.

Matsuabra juga datang ke pertunjukan, dia melihat Kaichou dari jauh. Kaichou berjalan mendekat “Kau.. aku jatuh cinta padamu.” Para gadis langsung berteriak “Kyaaa…!”

Yuki dan kedua asistennya merasa lega, Ryoichi tersenyum mendengar pengakuan cintanya Makoto. Matsubara sepertinya sedih dengan itu.

Yuiko sendiri menatap Kaichou, dalam hati bertanya-tanya ”Kaichou-san.., inikah..”

Komentar :

Kupersembahkan satu lagu untuk Matsubara, I’m broken… do you hear me…, I’m blinded.. cause you’re everything I see… One Direction-More Than This, yang sabar ya…