[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 15 Part 2

Song Yi tidak bisa menghilangkan nyawa Yoo Jin, ia tidak tega. Tapi Hye In terus memprovokasinya untuk bertahan hidup, menyamakan sebuah film tentang para atlet yang terjatuh di pegunungan andes, mereka bertahan hidup dengan memakan satu sama lain. Sama seperti situasi mereka sekarang, merek orang baik tapi keadaan yang mengharuskan membunuh.

Yoo Jin memukul kepala Hye In dengan palu.

Ia mengakuinya pada Sun Woo, ia tidak ada pilihan lain. Ia melakukannya karena terpaksa. Hyun Joon masuk dan menunjukkan fotonya. Yoo Jin seketika ketakutan.

Setelah mendapat informasi dari Nana  tentang Yeon Hee yang berpotensi menjadi atlet hebat, pernah masuk koran lokal dua kali, namun karena suatu alasan ia tidak bisa lolos kompetisi lebih tinggi lagi di hari Jum’at. NCI dan petugas yang lain menuju ke lokasi.

Mereka menemukan Ji Soo Chul duduk di dalam bersama jasad Hye In. Ia tidak merasa bersalah, Hye In meninggal bukan karenanya.. bahkan ia tidak turun ke bawah sama sekali sebelumnya. Ia hanya coba menunjukkan pada anak-anak itu seperti apa dunia yang sebenarnya, rupanya mereka mirip sekali dengan orangtua mereka.

Ji Soo Chul bersedih dengan keadaannya Yeon Hee yang cidera dan tidak bisa berenang lagi,  ia memohon pada ibunya Song Yi untuk membantunya menjadi saksi.  Ji Soo Chul sedih melihat Yeon Hee murung.

      Sebelum pergi Ji Soo Chul mengatakan sesuatu pada Hyun Joon dan yang lain “Lihat. Bahkan gadis muda seperti itu membunuh teman mereka untuk bisa hidup. Seperti itulah manusia. Kita semua mahluk yang egois. Tidak ada yang perduli bahkan saat hidup seseorang telah hancur.”

Jasad Hye In dimasukkan ke kantung jenasah.

Masing-masing orangtua ditanyai, mereka ditanyai perihal insiden jatuhnya Yeon Hee dan kasusnya.. mereka menceritakannya dengan ketidakpedulian sendiri-sendiri. Ayahnya Hye In mengatakan dulu ia tidak ambil pusing kasusnya karena toh akan kalah juga.. jadi ia menolak membantu, ayahnya Yoo Jin berkata keluarga Yeon Hee yang menyusahkan bisnisnya, ibunya Song Yi yang kedengarannya menyedihkan tapi mengabaikan kesulitan mereka dan cari aman sendiri dulu.

Yoo Min Young: “Lubang kecil menenggelamkan sebuah kapal. dan kejahatan kecil menghancurkan seseorang. Vernon.”

     Nana memasuki ruangan dengan ceria, ia mengajak semuanya nongkrong besok sore. Menurut kalian kenapa?

Nana antusias sekali tapi anggota yang lain tidak mengindahkannya. Han bilang harus mengunjungi ibunya, Min Young bilang ada konferensi pers di pagi hari. Harapan Nana pupus, ia beralih ke Hyun Joon. Hyun Joon meminta maaf, ia sudah ada rencana.

Sun Woo mengabaikannya dan pergi, Nana kesal sekali.

     Nana akhirnya main dart dengan sesenggukan, diumurnya yang 30 tahun ini.. Siapa yang perduli! aku  bisa makan, minum, dan tinggal sendirian! Semua orang sendirian didalam hidup ini.

“Hei, wanita cantik peminum koktail.” Kata Hyun Joon, mereka datang membawakannya kue. Sun Woo membawakannya bunga dan ada kartu ucapannya dari Kapten Kang.

**~~ Criminal Minds ~~**

    Seorang pria tampak gelisah, ia kemudian keluar. Sembari berjalan ia merapalkan

“Hanya hukum publik yang akan menjadi air, dan keadilan akan mengalir seperti kotoran. Hanya hukum publik yang akan menjadi air, dan keadilan akan mengalir seperti kotoran.”

Tangannya tak bisa berhenti diam, seperti mengetik cepat pada keyboard komputer. Dalam taksi yang ditumpanginya pun masih sibuk merapalkannya dengan cepat. Si supir mencoba mengajak pelanggannya mengobrol soal bola, tak mendapatkan tanggapan tapi malah rapalan anehnya sang penumpang.

Di tempat tujuan, sang sopir heran karena daerahnya tidak ada apa-apa. Dengan cepat pria itu menghabisi sopir tersebut.

     NCI menyelidiki kasusnya. Lee Hyun Jae. 41 tahun. Dia dibunuh didalam… taksinya dibawah Jembatan Guwol pagi ini. Irisan yang dalam dari benda tajam ditemukan di lehernya. Dia meninggal akibat kehabisan darah.

Ada yang aneh. Ada sebuah batu didalam telinganya. Jika kau  melihatnya lebih dekat,  kau  bisa melihat bahwa pegangannya rusak. Sepertinya dia memasang pegangannya di batu dan menusukkannya. Apakah itu seperti panah? Dia meletakkan batu untuk membuatnya seperti pisau, dan merusak pegangannya, sehingga dia bisa menusuk… kedalam otak korban. Keanehan lainnya… adalah mata korban yang ditutup. Jika matanya di tutup, itu artinya pelakunya merasa bersalah. Itu tergantung apakah dia menutupinya setelah atau sebelum pembunuhan.

Timjangnim mengatakan.. Ada dua pembunuhan sebelumnya… yang memiliki pola yang sama. Dari informasinya Min Young .. Han Ju Young, 33 tahun. Dia ditemukan seminggu yang lalu didalam apartemen studionya di Hanseo-gu. Dan ini adalah dokter gigi, Kang Joon Suk, 30 tahun. Dia ditemukan 10 hari yang lalu.

Polanya sedikit berbeda, tidak ada keterkaitan antar korban. Lumayan sulit melakukan profiling pada pelaku yang mencari korban secara acak tanpa kesamaan satu sama lain. Hyun Joon dan Sun Woo diperintahkan Timjangnim menuju ke rumah korban.

“Dengan pola pembunuhan yang menunjukkan kecendrungan yang agresif, pembunuhnya biasanya berumur 20-30an.” Ujar Hyun Joon

“Pembunuhnya menargetkan tempat yang sepi, tapi dia melakukan pembunuhan ditengah-tengah pusat kota. Dia bahkan tidak meninggalkan jejak sedikitpun, yang artinya dia sangat cerdas.”

“Iya, pembunuhannya terlihat spontan, tapi sebenarnya direncanakan dengan cermat. Pembunuhnya membawa sebuah senjata. Dan dia menggunakan senjata pembunuh yang sama…  dengan cara yang sama untuk semua pembunuhannya.”

Timjangnim dan yang lain di dalam bus NCI.

Menurut Timjangni fakta bahwa pembunuh menutupi matanya menandakan dua hal. Han menyebut, entah pembunuhnya tidak yakin dengan perbuatannya, atau dia ingin menyembunyikan identitasnya.

Kang Timjangnim yakin korban yang mengemudikan taksinya. Min Young lihat kalau pada penyelidikan awalnya, mereka tidak menemukan sidik jari pembunuhnya didalam mobil.

Di TKP. Setelah mengecek mobilnya, Timjangnim mengatakan kalau pembunuhnya tidak mau identitasnya diketahui, ia menutup matanya agar korban tidak tahu saat membunuh, itu artinya dia merasa bersalah.

“Hanya kereta api cepat yang menuju ke stasiun Guwol pada larut malam. Dan kereta api tidak berhenti sama sekali… di pagi hari saat korban di bunuh.” Kata Han. Min Young menemukan dari catatan GPS, korban dijemput dari Youngsan-dong.

Menurut detektif setempat. Youngsan-dong adalah area gerbang untuk memasuki Seoul dari Gyeonggi Barat. Ada sebuah restoran terkenal disana. Sopir selalu singgah untuk makan… sebelum tugas malam mereka dimulai.

Menurut Timjangnim berarti pelaku sudah memperkirakannya dari awal,

    Sun Woo dan Hyun Joon sampai di TKP, korban lehernya diiris dari meja.. lalu kapak batu dimasukkan. Han Young Ji pasti mencoba melarikan diri tapi langsung tertangkap. Hyun Joon pikir ada beberapa kemungkinan. Pertama, jika kau  menusuk telinga, pisaunya bisa masuk kedalam otak dengan cepat. Pembunuhnya pasti berniat… membunuh gadis itu dengan cara yang tepat. Itu pasti sebuah keharusan.

Dia akan mencoba untuk membunuh lagi… sampai dia yakin… bahwa korbannya meninggal. Merusak pegangannya… terjadi dari waktu ke waktu dalam kasus penusukan didalam penjara.

 Setelah pegangannya rusak, pihak lawan yang sudah kehabisan tenaga, tidak bisa menarik pisau yang sudah masuk cukup dalam. Kau  menyebut bahwa ada beberapa kemungkinan.

Han mengambil sesuatu dari dalam mobil.

“Dua pembunuh berantai terkenal di Amerika, Lawrence Bittaker dan Roy Norris, menusuk otak korbannya dengan es… dan merusak pegangannya. Setelah itu, ada beberapa pembunuh peniru yang sama.”

“Kalau begitu, apakah kau  mengatakan… dia meniru pembunuh berantai asing saat ini” Tanya detektif.

Timjangnim belum bisa menyimpulkannya karena profil pelakunya yang cukup kompleks. Salah seorang detektif bertanya, tap apakah profilnya benar-benar berhasil?

Sun Woo menjelaskan, bahwa melakukan profiling awal hanyalah untuk mengurangi daftar pelaku.

Hyun Joon menambahkan. “Contohnya, jika pembunuhnya menusuk korban lebih dulu, itu artinya dia ingin… mengendalikan situasinya dengan cepat dan lebih efektif.”

“Pembunuhnya mungkin berpikir… dia tidak bisa mengendalikan korban dengan tenaga. Kesalahan paling mudah dilakukan saat menganggap pembunuhan yang menghebohkan… disimpulkan jika pembunuhnya adalah orang yang kuat dan berotot. Memberikan gambaran profil bisa membantah kesalahan itu… dan membuka kemungkinan baru.”

“Secara sederhana, pembunuhnya sepertinya memiliki masalah fisik, seperti badan yang kecil, dan kurang percaya diri.”

Detektif Kim tidak terlalu mengerti apa hubungannya kegiatan profiling dengan penyelidikan. Salah satu rekannya menyelanya, tapi Timjangnim tidak masalah.. ia menjelaskan pasti membingungkan bagi Detektif Kim karena profiling membutuhkan banyak waktu. Tapi aku  yakin ini. Pembunuhan ini… direncanakan dan dikendalikan dengan cermat.

      Disaat yang sama Sun Woo dan Hyun Joon juga masih menjelaskan. Mempertimbangkan pola pembunuhannya, pembunuhnya terkendali dengan ketat.  Mempertimbangkan pola pembunuh yang ditunjukkan pada kita, kau  bisa tahu ini seperti eksekusi… untuk korban.

Han mengatakan. Biasanya, tanda yang muncul dalam kasus pembunuhan berantai… adalah tanda unik yang tidak bisa ditiru oleh siapapun. Dalam hal itu, pelaku yang kita cari melakukan pembunuhan karena… dia ingin memuaskan hasrat didalam dirinya saat melakukan pembunuhan. Si pembunuh  ingin memuaskan hasrat didalam dirinya saat melakukan pembunuhan.Sun Woo berujar hal yang sama seperti Han di tempat lain.

Timjangnim mengatakan bahwa dengan kata lain pembunuh tidak akan berhenti membunuh sampai dia tertangkap. Semua bukti yang ditemukan jangan sampai bocor ke pihak luar.

“Jika gambaran profil kita benar, pembunuhnya akan lebih jauh ditakuti… daripada kebanyakan cerita pembunuh berantai lainnya.” Tukas Hyun Joon

 

Advertisements

[Sinopsis] Criminal Minds – Episode 15 Part 1

Jika pelaku meninggalkan bukti tas-tas korban di suatu area dengan meninggalkan jejak khusus itu artinya tempat ditemukannya tas memiliki kesan tersendiri bagi pelaku.

Orang tua Lee Yoo Jin bekerja di layanan sewa properti. Ibu Park Song Yi bekerja di pusat panggilan lokal. Ayah Hong Hye In memiliki firma hukum pribadi. Sewa property dan bidang hukum adalah pekerjaan yang bisa menimbulkan masalah pada orang lain tanpa bisa dihindari.

Sun Woo dan Hyun Joon tidak melihat adanya perlawanan gadis-gadis ke pelaku, itu artinya mereka mengikuti pelaku tanpa paksaan. Dipastikan bahwa pelaku mengetahui jadwal mereka dan merupakan orang dalam, jika ia orang luar yang mengintai pasti akan sangat mencurigakan bagi yang lain.

Sudah 3 hari sejak mereka diculik, Timjangnim yakin pasti ketiganya masih hidup. Salah satu korban meninggalkan pesan ke orangtuanya, bahwa ia akan kembali Jum’at. Pelakunya pasti akan mengambil hari H juga karena suatu alasan istimewa.

      Yoo Jin demam jadi ia paling kedinginan dibandingkan yang lain. Salah satunya mengeluhkan bukan cuman Yoo Jin yang lapar dan kedinginan. Mereka mulai saling menyalahkan, harusnya tidak ikut rencana ke kelab diam-diam.

Kemungkinan besar ketiga korban masih hidup, Jum’at nanti pasti pelaku akan melakukan sesuatu. Tidak banyak terjadi penculikan 3 orang sekaligus, penculik disinyalir memiliki dendam pada ketiganya. Yang berarti bukan pembunuhan yang menjadi tujuan utamanya, melainkan dikurungnya merekalah yang paling utama bagi pelaku.

Mereka mungkin masih anak-anak, namun motif dendam tidak bisa dihindari. Mereka harus menilik dari sisi pelakunya, atau dari orangtua korban.

Nana menginfokan kalau tanah atas kepemilikan Nam Taek Jin sampai tahun lalu, Kakek Lee Yoo Jin. Ada mini mart tua di sana, tapi selama proses ada sebuah konflik dengan penyewanya dan membuat mini mart tersebut ditutup.

    Min Young datang, ia memberitahukan kalau ayahnya Hye Im menghilang setelah Min Young menjelaskan kronologi kejadian puterinya menghilang. Tuan Hong mengatakan akan membnuh seseorang, lalu pergi meninggalkannya.

Coach-nim sedang menasehati anak didiknya, tiba-tiba ayahnya Hye In datang menghajarnya. Untungnya petugas datang dan menghentikannya.

    Yoo Jin mulai mengantuk, Song Yi pun bercerita untuk membantu melawan kantuk Yoo Jin. Kau ingat? Lomba kita dulu, kau mengejar sejauh 10 m, pada akhirnya kita menang. Yoo Jin ingat lebih dari itu, ia dulu dipanggil Ratu Yoo Jin karenanya.

Hye In yang berdiri tidak peduli dengan omong kosong keduanya, buat apa itu? Toh kita akan mati. Ia tidak bisa tenang disituasi seperti ini. Song Yi mencoba membuat tenang, tapi Hye In marah-marah dan menyalahkan Yoo Jin.

     Di depan motel, seorang pria menemukan baju bernoda darah didekat pintu. NCI datang mengeceknya, pasti pelaku berusaha membongkar rahasia kelam salah satu orangtua korban, Hyun Joon dan Han menanyakan ke pria itu adakah salah satu orang tua korban yang ada di foto yang ia kenal?

Pria itu tidak asing dengan Tuan Hong ayahnya Hye In.

Sun Woo menginterview Coach-nim, ia menemukan foto-foto dari file komputernya pelatih. Pelatih agak tersinggung karena barangnya digeledah orang lain.

Min Young menanyai ayahnya Hye In, apa alasannya menyerang pelatih? Tuan Hong bilang ia sempat membantunya keluar dari masalah hukum dan membuatnya tetap bisa menjadi pelatih. Mungkin balas dendam padanya.

Hyun Joon datang mengatakan kalau pelatih punya alibi yang kuat dari memancing dengan temannya, justru dihari korban menghilang.. alibi Tuan Hong lah yang tidak jelas. Apa yang ia lakukan di motel?

Pelaku sulit diindeks karena cermat dan teliti, ia sengaja meninggalkan bukti ke hal-hal yang berhubungan dengan orangtua korban. Noda darah di baju ternyata belum diketahui DNA milik siapa.

Jika demikian pastilah ada kesalahan diantara para orangtua korban yang mereka saling tahu satu sama lain, juga diketahui oleh anak-anak mereka. Barangkali suatu kesalahan yang kecil sehingga luput dari pemikiran mereka namun amat berarti mendalam bagi pelaku.

Para orang tua pasti cemas dan saling menuduh, mereka akan memikirkan orang-orang dari masa lalu mereka juga. Dalam keadaan ini mereka perlu ditekan secara psikologis agar bicara.

       Hye In mengajak Song Yi untuk segera menghabisi Yoo Jin sekalian, lagipula menurutnya tanpa mereka melakukan apa-apa.. Yoo Jin akan mati duluan dengan kondisinya sekarang. Song Yi mengelak, ia tidak bisa melakukannya.. kita ini sahabat baik. Hye In mendorongnya lagi lebih keras, apa Song Yi tidak ingat ibunya di rumah yang sedang sakit?

Song Yi mulai gamang, ibunya hanya punya Song Yi seorang.. Song Yi tidak bisa membiarkan ibunya sendirian. Meski ragu akhirnya Song Yi setuju dengan idenya Hye In.  Hye in bicara ke lubang udara di atas, ia bilang ke penculiknya bahwa mereka sudah memutuskan siapa yang akan dibunuh.

Kemudian dua palu dijatuhkan dari atas sana. Yoo Jin terbangun karena suaranya, ia bertanya ada apa?

Hye In menyembunyikan palunya dan bilang tidak ada apa-apa. Yoo Jin tidur lagi,

Hye In sudah mantap dengan tindakan selanjutnya. Song Yi menangis ketakutan.

Ibu Song Yi sedih dengan nasib Song Yi, padahal sudah menantikan kompetisinya bertahun-tahun. Dua hari lagi kompetisinya berlangsung. Ayah dan ibunya Yoo Jin mencemoohnya, apa pentingnya itu sekarang?. Ibunya Song Yi balas mengatakan, lalu apa? Lebih penting uang?. Tuan Hong lalu datang dan membuat suasana makin ramai karena sulutan orangtuanya Yoo Jin. Kakeknya Yoo Jin sudah membuat banyak orang menderita karena permasalahan tanahnya. Mereka lalu saling balas berteriak salah menyalahkan

Hyun Joon, Timjangnim, dan Min Young mengamati mereka dari monitor. Mereka yakin pasti inilah momen yang diingankan si pelakunya. Sesuatu pasti akan muncul, mereka harus menunggu lebih lama lagi.

     keduanya Yi keluar dari tempat mereka dikurung.

Ayahnya Hye In mengingatkan berapa banyak orang yang sakit hati karena perlakuan sewa tanahnya keluarganya Yoo Jin, pasti mereka jadi angkuh begini karena kaya. Mereka saling menarik kerah, Hyun Joon menyuruh mereka berhenti.

Keduanya dibawa oleh sebuah mobil.

     Sun Woo dan Hyun Joon menjelaskan bahwa pelakunya mengenal para orangtua korban dengan baik. Sengaja membiarkan mereka saling mengungkapkan rahasia dan saling menuduh kesalahan di masa lalu.

Timjangnim yang masih mengawasi di ruang monitor meminta Min Young mencari info tentang Tuan Hong apakah pernah mengambil kasus yang berhubungan dengan property ayahnya Yoo Jin?

      Keduanya sampai di suatu tempat, ponsel mereka dikembalikan.

Sun Woo dan Hyun Joon ingin para orangtua untuk memikirkan kira-kira siapa pelakunya. Nana menghubungi Hyun Joo, mengabarkan ponselnya Song Yi yang aktif kembali. Lokasinya dalam jarak 500 m dari kantor kepolisian Halleung.

Hanya da dua gadis, Timjangnim ingin Hyun Joon menghentikan para orangtua  jangan sampai tahu kalau yang ada hanya 2 gadis.

Hyun Joon dan petugas yang lain menghadang para orangtua. Timjangnim, Min Young, dan Han mendekati kedua korban yang selamat.

Min Young memeluk salah satunya. Timjangnim bertanya di mana Hye In? Apa tidak lolos dari pelaku?

    Song Yi dinterogasi, ia masih menggigil kedinginan, menyesap minuman hangatnya dan takut beradu pandang dengan Timjangnim maupun Min Young. Timjangnim bertanya di mana Hye In? Ia ingin tahu kondisi ruangan mereka dikurung.

Sun Woo bersama Yoo Jin, ia ingin tahu detailnya dari Yoo Jin. Yoo Jin dengan ketakutan mengatakan kalau tidak ada yang bisa dilakukan, mereka harus memilih.

    Dari ruangan monitor Timjangnim mengawasi, Song Yi masih ketakutan dan Min Young jangan langsung bertanya soal penculikannya, mulai giring dari kegiatan sehari-harinya. Sementara itu para orangtua korban sama cemasnya menunggu.

Nana menemukan kasus hukum, diantaranya Hong Mi Seok, ayahnya Hye In dituntut atas tiga kasus hukum yang berhubungan dengan properti keluarga Yoo Jin. Tapi tidak ada yang bisa dikaitkan dengan kasus ini. Itu hanya tuntutan perdata.

diantara kasus yang ada tidak ada yang cukup ada hubungannya dengan kasus ini. Ibunya Song Yi dipanggil, ia ditanyai apakah ada diantara orang di layar monitor yang dikenalinya? Ia menjawab ada beberapa, mereka tinggal di lingkungan kecil yang sama.

Nana menghubungi Timjangnim, ia menemukan sebuah tuntutan yang dicabut baru setahun terakhir. Orang tersebut bernama Ji Soo Chul, 52 tahun. Nana mencari alamatnya saat itu, dan itu adalah 54 Hannam-dong. Itu adalah tanah kosong dimana ransel gadis-gadis itu ditemukan. Beberapa gedung… dihancurkan disana, dan itu adalah lokasinya. Selain itu, Ji Soo Chul memiliki seorang putri. Dan dia berada dalam tim olahraga di SMA yang sama. Nana akan mengirimkan alamat barunya sekarang.

     Ibunya Song Yi mengenal Ji Soo Chul, ia adalah ayahnya Yeon Hee. Mereka tinggal di lingkungan yang sama, tapi pindah beberapa tahun yang lalu. Timjangnim bertanya apa ada sesuatu yang ibunya Song Yi ingat tentangnya?. Ibunya Song Yi yakin bukan dia pelakunya, dia orang yang baik.. bahkan dulu orang-orang menyebut walau tak ada hukum pasti Ji Soo Chul akan tetap hidup baik. Tapi ibunya Song Yi teringat sesuatu, tiba-tiba ia ingat masa lalu

Ayahnya Yoo Jin marah-marah, Ji Soo Chul mengeluhkan gotnya yang bocor dan tidak bisa menjalankan usahanya selama seminggu. Ayah dan ibunya Yoo Jin tidak mau ambil peduli, itu bukan salah mereka ‘kan? Bahkan Ji Soo Chul menunggak beberapa bulan sewa, kalau tidak mau tinggal pindah saja dari tempat ini. Ji Soo Chul memohon, ia hendak menyentuh ibunya Yoo Jin sebagai permohonan dibelaskasihani, tapi kedua orangtua Yoo Jin salah mengira dan risih padanya.

Yeo Hee melihat ayahnya diperlakukan tidak adil.. langsung membela ayahnya, ia mendorong ayahnya Yoo Jin yang tidak sopan pada ayahnya. Ayahnya Yoo Jin balas mendorong Yeon Hee sampai terjatuh dan membentur lemari besi didekatnya.

Yeon Hee tertindih, ayahnya berusaha mengangkatnya tapi kedua orangtuanya Yoo Jin hanya menonton saja. Ibunya Song Yi menyaksikan kejadian itu pun dimintai menjadi saksi tapi ia menolaknya. Itu karena ia sering melihat perlakuan ayah dan ibunya Yoo Jin yang buruk, ia tidak mau terkena masalah.

     Min Young mulai dengan bercerita ia dulu juga tergabung dalam tim lari saat SMA, bangun setiap pagi berlari 10 putaran. Min Young dengar Song Yi pandai semua jenis olah raga tapi ia disuruh ibunya jadi perenang saja agar kulitnya tidak hitam.

Ibumu sudah 2 hari menunggu di sini, ia bahkan tidak bisa makan sampai menemukanmu. Jadi,  bisakah kau  memberitahuku apa yang terjadi sekarang?

“Itu sangat dingin. Aku  sangat haus. Dan… aku  sangat lapar.”