[Sinopsis] Save Me – Episode 10 Part 1

“Ibadah kebaktian telah dimulai.” Kang Eun Shil hendak menggamit lengan sang Mi, sang Mi menolaknya.. ia bisa berjalan sendiri.

Dong Cheol serba salah, dia kemari untuk membantu Joon Gu dan sekarang harus berhadapan dengan rekan kerjanya di kelab Arabia.

“Semua orang di dunia ini penuh dosa, tapi tidak semuanya menyesali kesalahan mereka. Jika orang yang penuh dosa tidak menyesali kesalahannya, dia akan dihakimi oleh Yang Mahakuasa pada akhirnya.”

“Aku memercayainya.”

“Aku memercayainya”

“Doa kita akan terkabul.”

“Doa kita akan terkabul.”

Sang Mi diminta Baek Jung Ki mendekatinya, ia lalu menyuruh semuanya memberikan tepuk tangan karena Sang Mi sudah kembali.

Tuan Im meminta maaf sebesar-besarnya pada Bapa Rohani, Bapa Rohani memakluminya.

“Sang Mi kenapa kau kembali? Aku dengar, kau  memberi tahu orang-orang bahwa kau  mau kembali ke Guseonwon.”

Sang Mi tampak marah, kau  pikir aku ingin kembali? Aku sudah bilang tidak. Bukan rahmat atau keselamatan yang memaksaku untuk tunduk. Iblis yang sebenarnya adalah kau. Aku kembali untuk melindungi ibuku darimu!

Orang-orang berbisik-bisik seperti tawon. Baek Jung Ki mendekati Sang Mi, ia mengangkat tangannya dan membuat semuanya hening.

Baek Jung Ki pikir perasaan benci yang Sang Mi rasakan selama ini karena bersalah dari iblis. Sang Mi muak selalu mendengar-dengar soal iblis.

Sang Mi berbalik menghadap semua orang. “Kalian semua harus sadar. Kalian memberikannya rumah, uang, tanah, dan semuanya! Yang kalian lakukan di sini adalah bekerja. Kalian pikir itu keselamatan? Tidak ada gunanya berdoa di sini setiap hari. Pulang dan temui keluarga kalian. Pergilah dan lihatlah betapa frustrasinya mereka karena kalian! Keluarlah dari sini. Berhentilah dibodohi, dan pergi dari sini!”

Baek Jung Ki langsung menjambaknya, dia sekali lagi.. kembali menyebut tindakan Sang Mi ini adalah iblis. Ia mengundang semua orang untuk berkumpul dan berdoa dengan api.

Sang Mi terus meneriakinya, kau  gila!.

“Sang Mi, kau  bukan yang kami kenal lagi.” Kata Baek Jung Ki, tanpa protes Tuan Im membenarkannya.. Sang Mi bukanlah puteri yang ia kenal dulu. Ia amat sangat meminta Bapa Rohani menyelamatkan Sang Mi.

“Dia mungkin terlihat sama, tapi jiwanya sudah dikuasai oleh iblis.”

“Yang Mahakuasa, tolonglah. Selamatkan puteriku”

“Jangan cemas. Sang Mi akan memenangkan pertarungan rohani apa pun yang terjadi.”

“Aku memercayainya! Doa kita akan terkabul!”

Sang Mi menjadi kalap, kau  benar.. aku tidak akan kalah dari mu!

Mendengar perkataan Sang Mi tersebut Baek Jung Ki mengernyit, ia teringat pada Yura puterinya Apostel Kang pernah mengatakan hal serupa. Sedangkan itu Apostel Kang sejak tadi hanya diam saja, Apostel Jo raut mukanya berubah tidak seperti biasanya mendengar tawa Baek Jung Ki.

Jung Ki seenaknya sendiri menyimpulkan apa yang terjadi pada Yura dulu membuat Apostel Kang bisa melatih Sang Mi menjadi Bunda Rohani. Ia lalu bertanya ke Apostel Kang. Meski wajahnya tampak terluka.. Apostel Kang mengiyakan ia akan melakukan yang terbaik.

Sang Mi dibaca-bacakan do’a, Sang Mi tampak muak sekali dengan tingkah gila semua orang di sini. Namun Sang Mi tidak bisa melawan, ia dipukuli berkali-kali.

     Dong Cheol meski begitu ia tetap berkelahi dengan temannya tersebut. Ia menyarankan temannya untuk pergi saja dan tinggalkan buku-bukunya di sini. Temannya itu tentu tidak akan mau, egonya terluka dan ia memang anak buahnya Lee Jin Seok.

Joon Gu datang, ia sudah kepayahan. Dong Cheol ingin Joon Gu mengabaikan yang satu ini karena ia rekan kerjanya. Tapi Joon Gu tak gentar, apa Dong Cheol tidak ingat apa pesan yang ia berikan pada Dong Cheol sewakti di penjara? Jangan pernah percayai siapapun.. karena kelak Dong Cheol akan dikhianati lagi. Kemudian tanpa ampun Joon Gu menghajar, Dong Cheol hanya memalingkan mukanya tidak tega.

Sersan Woo memarahi Jung Hoon, bukankah sudah ia bilang untuk jangan membuat masalah?!. Ayah rasanya ingin mati karena kau.

Detektif Lee mendekat, Sersan Woo lalu ingin diberikan keringanan karena mereka sama-sama anggota kepolisian.

Sang Mi dipukul lebih keras lagi, Kang Eun Shil tidak tega melihat Sang Mi. Ketika Jo Wan Tae memukuli Sang Mi dengan sekuat tenaga ia memalingkan wajahnya dengan lesu.

Ibu Sang Mi berlari melindungi puterinya, jangan pukuli Sang Mi!. Tuan Im bukannya melindungi malah langsung terpengaruh perkataan tidak masuk akalnya Baek Jung Ki bahwa iblis berpindah ke diri ibunya Sang Mi, Tuan Im langsung memukul istrinya. Sang Mi menangis karena tindakan gila ayahnya.

Lee Ji Hee datang ke kantor polisi, Detektif Lee menjelaskan permasalahannya Sang Hwan dan ia sudah membereskannya agar tidak mencemarkan reputasi Gubernur Han. Dan mengenai Pak Cheon.. Detektif Lee akan mendapatkan surat perintah hari ini, jadi, besok akan beres.

Woo melarang Jung Hoon duduk di belakang, Jung Hoon pindah ke depan dan merayu ayahnya.. sebenarnya ia membantu temannya yang dalam masalah. Tapi Sersan Woo tidak ingin Jung Hoon terlibat, cukup abaikan saja. Jung Hoon hanya perlu belajar giat dan masuk kuliah.

Sang Mi memasuki ruangan dan menjatuhkan dirinya ke lantai, ia sangat kesakitan sehabisa dipukuli tadi. Tuan Im menyuruhnya tinggal di sini untuk merenungi dosa-dosa kotornya. Sang Mi meragukan.. Ayah tidak akan pernah bisa mendapat keselamatan di sini.

“Sang Mi, kau  harus menjadi Bunda Rohani. Itu satu-satunya cara keluarga kita akan bisa menaiki Perahu Keselamatan. Itu benar, Sang Mi. Ayah mohon sadarlah. Sadarlah dan buka matamu pada kebijakan mengejutkan ini.”

“Aku ingin Oppa mendapatkan keselamatan lebih dari siapa pun. Tapi itu tidak akan terjadi di sini. Ayah hanya diperdaya oleh trik kotor dan kebohongan mereka.”

Ayahnya langsung meninggalkannya.

Apostel Jo memanggil Apostel Kang, ia rasa Apostel Kang akhir-akhir punya pikiran yang mengganggunya. Tapi Apostel Kang menyangkalnya, tidak perlu cemas. Apostel Jo kemudian memuji Apostel Kang bisa menyebarkan ajaran dan membawa banyak orang ke Guseonwon. Apostel Kang balas mengatakan kalau sepertinya Apostel Jo kemari tujuannya bukan untuk mencari keselamatan. Apostel Jo mengelak, ia banyak membantu dan ia juga membawa banyak orang kemari. Baiklah.. Apostel Kang tidak mau memperpanjang perdebatan, ia harap mulai sekarang diantara kita jangan ada kesalah pahaman.

Apostel Kang pergi, Jo Wan Tae mengingatkannya kali ini jangan sampai membuat kesalahan. Sang Mi harus menjadi Bunda rohani agar kita semuanya bisa menaiki perahu keselamatan. Apostel Kang percaya diri ia bisa melakukannya, ia pikir nantinya hanya Apostel Jo yang tidak akan naik perahu keselamatan.

Setelah Kang Eun Shil pergi Jo Wan Tae bergumam “Ya, itulah Kang Eun Sil yang kukenal. Kuharap keyakinanmu terus tetap kuat, selamanya.” ( Kupikir Jo Wan Tae gak pernah bener2 percaya dengan Baek Jung Ki, lebih seperti takut ancaman kekuasaan Baek Jung ki dan  memanfaatkan sikon, bisa dapet duit banyak dan leluasa mukulin orang di Guseonwon ‘kan?, baginya itu surga tersendiri  )

~ Save Me ~

Di “Panti Perawatan Muji Hangil”. Han Yong Mi memijat kaki istrinya,

“Tatapan di matamu sama sekali tidak berubah. Seperti itulah bagaimana ayahmu melihatku dahulu. Dia selalu menganggapku sebagai anak tukang jagal. Kupikir semua akan berakhir saat dia meninggal. Tapi suatu hari, kau  juga mulai melihatku dengan hina, sama seperti ayahmu. Tapi Ji Hee tidak melihatku sepertimu. Dia menghormatiku. Itu sesuatu yang tidak pernah bisa kau  berikan kepadaku. Tapi Ji Hee bisa memberikan itu kepadaku.” ( Tunggu dulu Tuan Han… lebih pilih tatapan sayang dan cinta tanpa pamrih apa tatapan hormat plus takut and ngarep ngikut tenar darimu? Ji Hee kan ada maunya.. -_-?? Ketika kau berada di titik terendah hidupmu Ji Hee belum tentu mau denganmu )

“Jadi, tetaplah seperti itu, dan jangan pernah sadar. Jadi, orang akan mengingatku sebagai suami penyayang yang memedulikan istrinya yang sakit. (Sang Hwan akan membunuh mu jika mendengar ini (¬_¬”))

Tapi ketika bunyi klik pintu terbuka dari Sang Hwan, kata-katanya berubah.. “Sayang, kau  harus sadar sekarang. kau  tahu betapa Sang Hwan mencemaskanmu.”

“Ayah.”

“Ya? Ini tidak akan terjadi jika kau  tetap di Seoul. Ibumu akan sangat cemas jika dia tahu yang terjadi.”

“Aku ingin minta bantuan Ayah. Temanku terlibat sebuah kultus aneh, tapi dia mengalami kesulitan untuk keluar dari sana. Kultus itu bernama Guseonwon. Mereka memiliki sanatorium, peternakan kolektif, dan melakukan banyak pekerjaan sukarelawan. Mereka terlihat seperti gereja normal lainnya. Tapi mereka sebenarnya sebuah kultus aneh.”

Sang Hwan meminta bantuan ayahnya supaya temannya bisa hidup dengan layak. Han Yong Min bilang dirinya ini politisi, ia tentunya akan melakukan sesuatu dengan syarat Sang Hwan harus memberikan sesuatu sebagai balasannya. Sang Hwan mengerti, ia janji akan kembali ke Seoul dan menjadi hakim.

Han Yong Min janji akan menyelidikinya nanti, Sang Hwan berterima kasih. Tapi Han Yong Min tidak mempersalahkannya, mereka ini adalah anak dan ayah.

Han Yong Min mengajak Sang Hwan pulang dan membiarkan ibunya beristirahat. Sesaat setelah ditinggalkan anak dan suaminya, jemari tangan Nyonya Han bergerak.

Dong Cheol dan Joon Gu bertemu dengan Detektif Lee. Dong Cheol tidak nyaman dengan Detektif Lee, ia bilang berhutang budi pada Joon Gu waktu di penjara makanya mau membantunya dan tidak banyak bertanya. Tapi ia langsung menaiki motornya saat melihat Detektif Lee. Detektif Lee heran rupanya Joon Gu dan Dong Cheol saling kenal.

Detektif Lee menggerutu soal kepalanya pusing karena Han Sang Hwan membawa gadis dari kultus aneh. Joon Gu tanya memangnya ada apa dengan Han Sang Hwan. Sekali lagi Detektif Lee heran kenapa Joon Gu bisa tahu Han Sang Hwan. Dong Cheol menanyakan keadaan gadis itu sekarang. Lee Kang Su bilang.. Intinya sudah dikembalikan ke ayahnya.

Dong Cheol turun dari motornya dengan marah, bagaimana bisa Detektif bertindak seperti itu?

Lee Kang Su mengancam Dong Cheol yang pernah dipenjara akan lebih mudah memenjarakannya lagi. Dong Cheol kesal, ia pergi. “Hyungnim.. Aku tidak berutang apa pun lagi kepadamu.”

Lee Kang Su marah, apa Dong Cheol anak buahnya Joon Gu?. Joon Gu hanya berkomentar “Pria seperti dia tidak bisa dijinakkan. Kita harus membiarkan dia menjalani hidupnya.”

Namun Joon Gu tidak langsung memberikan buku keuangannya. Apa sekarang ia bisa melakukan apapun pada Lee Jin Seok?

Hong So Rin memberikan ibunya Sang Mi obat. Ketika ia berbalik hendak pergi ia melihat Kang Eun Shil di pintu, ia bertanya apa obatnya diminum rutin?

Hong So Rin dengan agak takut menjawab iya, lalu meninggalkan ruangan. Kemudian Kang Eun Shil mendekati Nyonya Im.

“Sang Mi meninggalkan tempat ini, tapi dia kembali. Dia bisa saja tetap di sana, tapi memilih untuk kembali.. kau  tahu kenapa? Dia kembali karenamu. Putriku… Putriku, Yu Ra, meninggalkan tempat ini. Karena itu, dia membuatku melakukan sebuah dosa besar kepada Yang Mahakuasa dan Bapa Rohani, tapi Sang Mi kembali.” Kang Eun Shil mencengkeram wajah Nyonya Im.

“Aku sangat membencimu karena itu. Kau  memiliki putri yang mau melindungimu meski kau  gila. Aku sangat membenci itu.”

“Cintaku. Penyelamatku. Yang Mahakuasa. Bapa Rohani terkasih.”  Kata Nyonya Im. Kang Eun Shil akan menjadikan Sang Mi Bunda Rohani, jadi Nyonya Im harus di sini seperti ini selamanya sehingga Kang Eun Shil dan puterinya bisa naik bahtera keselamatan.

       Detektif Lee dan Lee Ji Hee bertemu, mereka tidak turun dari mobil. Lee Kang Su cekikikan geli sendiri karena mereka ini seperti syuting film detektif saja. Ia memberikan buku keuangannya ke Lee Ji Hee. Siapa yang harus kubereskan untukmu terlebih dahulu? Pak Cheon? Senator Park?

“Detektif Lee. “

“Ya?” Jawabnya masih dengan senyum tidak jelas.

“Kau  harus tahu caranya menahan ekspresi. Atau kau  tidak mendapatkan apa pun. Tangkap Pak Park terlebih dahulu. Dia bekerja untuk Pak Cheon.”

“Baik.. Tapi harus kuakui, karena gubernur mengurung semua politisi korup, Muji akan segera menjadi kota terbersih di Korea.”

“Itu hanya mungkin terjadi berkat orang-orang sepertimu yang berusaha sebaik mungkin” Mereka saling puji menjijikkan.

Bibi pemilik kedai memperingatkan anak-anak untuk jangan ikut judi, jangan membuat masalah lagi. Jung Hoon mengelak “Ayolah, Bibi. Tidak seperti itu.”

“Siapa yang kau  panggil “Bibi”?” Sebelum pergi ia menyuruh mereka menganggapnya Kakak/Nuna. (HHHHH padahal udah kenal sejak mereka bocah, tiba2 nyuruh manggil Nuna XD )

“Astaga, kau  Dong Cheol. Kenapa wajahmu begini?” Terdengar pekikan Bibi kedai.

Dong Cheol bicara empat mata dengan Sang Hwan. Sang Hwan menceritakan kalau kepolisian bisa dikendalikan oleh Guseonwon, Dong Cheol bertanya apa rencana Sang Hwan? Sang Hwan bilang ia meminta bantuan ayahnya.

Dong Cheol tidak bisa percaya pada ayah Sang Hwan atau orang dewasa lainnya. Sang Hwan menyanggah ia juga sama.. tapi,

Dong Cheol tidak peduli, ia juga akan menggunakan caranya sendiri. Sang Hwan hendak melarangnya, apa maksudmu?

“Kau  selalu menggunakan otakmu, dan aku menggunakan keberanianku.”

“Jangan bilang bahwa…”

“Aku ingin melihat langsung seperti apa tempat itu.”

“Dong Cheol, apa kau  gila? Tempat itu terlalu berbahaya. kau  tidak bisa ke sana sendirian”

Bibi kedai hendak melerai, tapi Jung Hoon meminta tenang.

“Sang Hwan, salah satu dari kita harus mengetahui tempat itu untuk membantunya. Mereka sudah mengenali wajah kalian. Jadi, aku akan ke tempat itu.”

~ ☆Rescue Me ☆~

Kang Eun Shil membawakan Sang Mi makanan. “Ucapkan doa keselamatan. Jika kau  mengucapkannya, aku akan memberikanmu Air Keselamatan.”

Sang Mi menggeleng, Kang Eun Shil membawa kembali makanannya keluar. Membiarkan Sang Mi kelaparan.

Detektif Lee dan rombongan membawa surat perintah untuk menangkap Park Jung Min. Sementara istrinya membakar berkas-berkas.. Park Jung Min menghubungi Pak Cheon untuk bantuan. Pak Cheon nampaknya menyampaikan saran aneh, hingga Park Jung Min manjat-manjat bak spiderman.

Sayangnya  Lee Kang Su melihat aksi konyolnya, ia menyarankan untuk jangan begini kalau tidak mau jatuh tertancap besi. Park Jung Min frustasi “Mati aku..” (HHHHH!)

“Kali ini tentang menjaring para pengikut yang prospektif. Pertama, kalian harus membawa Alkitab, memakai kalung salib, yang dipakai sebagian besar umat Kristiani. Lalu bilang kalian baru di sini dan ingin datang ke gereja  untuk menolong orang-orang di area itu” Jelas Kang Eun Shil yang mengajak jemaat untuk mengajak orang-orang baru ke Guseonwon. Hong mengangkat tangan bertanya

“Aku ada pertanyaan. Tidakkah orang-orang berpikir kita bohong?”

Kang Eun Shil lalu menjelaskan..  Ada sebuah kalimat seperti ini di “Kitab Keselamatan.” “Benar atau salah, apa pun cara yang kau  gunakan, menyebarkan pesan Yang Mahakuasa adalah perbuatan menggembirakan dan akan terus membuat Yang Mahakuasa senang.” Untuk itu, kita tidak menyebutnya berbohong. Tapi kita menyebutnya, “Strategi Keselamatan.” Jika kalian menggunakan strategi ini dengan bijak, kalian akan mendapat hadiah besar. Yang kita lakukan di sini menuntun orang menuju keselamatan melalui iman kita. Itu hal baik. Yang Mahakuasa akan memuji kebajikan kita. Kalian semua mengerti, bukan?

“Doa kita akan terkabul.”

Lalu mereka akan menjalankan tugas mereka.

Kang Eun Shil memanggil Hong So Rin. Bertanya sudah berapa lama bergabung ke Guseonwon? Ia bilang sudah setengah tahun. Selama ini Kang Eun Shil lihat kalau Hong sangat taat dan ia menyarankan untuk jadi asistennya Bunda rohani. Hong senang sekali, ia diberi tugas yang besar.

Advertisements

[Sinopsis] Save Me – Episode 09 Part 1

Gubernur Han janji soal relokasi jembatan tidak akan ada kesalahan sedikit pun. Pak Cheon mantan gubernur sebelumnya datang, ia bersalaman dengan Han Yong Min gubernur aktif.

Lee Jin Seok menyapa, menanyakan makan malamnya bagaimana?. Pak Cheon menjelaskan pria ini adalah kepala komite pemuda.

Han Yong Min teringat pada Lee Jin Seok adalah anak buahnya Pak Cheon. Pemilik kelab Arabia tempat Dong Cheol bekerja.

Lee Jin Seok memperkenalkan dirinya dan menyapa semuanya, Han Yong Min menyelanya. Lee Jin Seok ini apa benar ketua komite pemuda, sepertinya ia adalah pimpinan para preman. Pak Cheon membelanya bukan seperti itu.

Han Yong Min bersalaman dengan Pak Cheon sebelum pergi, Pak Cheon menyinggung soal Han Sang Hwan yang baru saja pulang ke Muji, apa tidak membuat masalah lagi?. Pak Cheon dengar 3 tahun yang lalu Sang Hwan ada di lokasi insiden yang membuat lumpuh anak Ketua Perserikatan.

Han Yong Min marah, ia memperingatkan Pak Cheon untuk bersikap sopan jika ingin dihormati sebagai manta gubernur. Jangan macam-macam.. mangancamnya dengan memabawa-bawa anak segala.

Pak Cheon setengah hati meminta maaf, ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Namun Han Yong Min tidak mau menyambutnya, mau tahu apa yang harusnya tangan Pak Cheon gunakan? Harusnya untuk menyeka kotorannya sendiri!

Pak Cheon memperingatkan Nona Lee untuk menjaga bosnya itu, mulut kasarnya itu bisa menggigit dirinya sendiri.

“Pak Cheon. Semoga Anda berumur panjang agar pikun dan mengotori tembokmu dengan kotoranmu. Jaga dirimu.”

~ Save Me ☆ ~

Jo Wan Tae menyindir Sang Mi yang mungkin akan kabur lagi. Tuan Im dan Kang Eun Shil yakin tidak akan terjadi lagi, itu hanya masa lalu.

Sang Hwan dihubungi Dong Cheol apakah sudah berhasil menghentikan mereka?. Sang Hwan jawab belum, ia menghadang mobil Sang Mi. Lalu keluar, Kang Eun Shil sudah khawatir Sang Mi akan diambil para iblis itu.

Jo Wan Tae dan Jo Wan Duk keluar untuk meladeni mereka. Sang Hwan bilang dengan pelan, isyarat ke Sang Mi bahwa ia akan menyelamatkannya. Sang Mi mengangguk, Kang Eun Shil memeganginya.

Sang Mi memaksa keluar dengan bantuan Sang Hwan, ia berhasil berlari pergi. Sang Hwan mengambil kunci mobil dan membuangnya ke sungai. Sedangkan Jung Hoon melawan Jo Wan Tae dan Man Hee melawan Jo Wan Duk.

Kemudian Sang Hwan masuk ke mobil melarikan diri dari ketiganya. Kang Eun Shil mengejarnya sampai terjatuh, Tuan Im mengejar tapi terlalu jauh.

     Baek Jung Ki menerima info kaburnya Sang Mi, ia menyuruh para Kang Eun Shil dan yang lain pulang ke Guseonwon. Ia sungguh tidak jenak mendengar kaburnya Sang Mi, Baek Jung Ki melemparkan buku ( sepertinya al kitab, melihat tebal dan pas digenggaman tangan, kalau aku salah tolong dikoreksi ^^ ) , ia lempar ke foto-fotonya bersama keluarga Im sewaktu Sang Mi masih SMA dulu. Ia tampak murka.

    Jung Hoon terluka parah, Man Hee menyetir. Sang Mi dan Sang Hwan di belakang, Sang Hwan lihat tangan Sang Mi terluka dan bergetar ketakutan. Sang Hwan meminta Man Hee menyetir lebih pelan karena tidak ada yang mengikuti mereka.

Apostel Kang tampak gelisah, ia menggigiti kuku-kukunya. Jo Wan Duk mencari-cari kunci mobilnya, Jo Wan Tae sangat kesal. Ayah Sang Mi bertanya-tanya bagaimana mereka dan Sang Mi? Jo Wan Tae tersenyum ramah, meminta Tuan Im jangan cemas.. Apa yang menjadi milik Yang Mahakuasa akan selalu kembali kepada-Nya.

Apostel Jo melihat kecemasannya Apostel Kang, ia menduga pasti Apostel Kang teringat pada Yura.

     Ketegangan sudah mulai mereda, keempatnya cukup terkesima dengan kedatangannya Seok Dong Cheol. Sang Mi dan Dong Cheol berpandangan.

Dulu Sang Mi sempat mengunjungi Dong Cheol di lapas,

“Kenapa kamu ke sini?” Tanya Dong Cheol

“Aku tidak pernah sempat meminta maaf atau berterima kasih. Aku tidak sempat mengatakan apa pun.” Sang Mi merasa bersalah

“Aku tidak perlu mendengarnya.”

“Aku selamat berkat kau. Jika tidak ada yang membantuku hari itu, aku juga akan mati seperti kakakku. Jadi, kumohon… Bertahanlah.”

“Terima kasih. Kalian semua. Terima kasih banyak.”

Jung Hoon menanggapi.. Sama-sama. Tidak apa-apa, hanya terluka sedikit kog.. berkat Sang Mi empat sekawan bisa berkumpul seperti ini.

Sang Hwan pikir situasinya setelah ini akan semakin sulit, Man Hee yakin Guseonwon pasti akan meemerintahkan orang untuk mencari mereka, mereka harus cari tempat sembunyi. Pertama-tama mereka harus mengembalikan mobil pinjaman mereka.

Lalu mereka akan bersembunyi di rumah seorang teman.

     Baek Jung Ki berkata “Untuk menemukan seekor domba yang hilang, aku bahkan mempertaruhkan nyawa untuk pergi ke lembah kematian. Namun, mereka yang telah kehilangan iman bukan lagi anak-anak Yang Mahakuasa.”

“Bapa Rohani, kumohon jangan tinggalkan dia.” Tuan Im memohon, ia berlutut dan berharap Bapa Rohani menyelamatkan Sang Mi dari para iblis yang membawanya. Baek Jung Ki kemudian memerintahkan Tuan Im untuk mulai berpuasa hari ini, apa yang menimpa Sang Mi karena Apostel Im tidak berdoa dengan sungguh-sungguh. Wan Duk membawanya pergi.

Baek Jung Ki tampak marah pada Kang Eun Shil karena membuat Sang Mi bisa lepas dari tangannya, Kang Eun Shil dianggap tidak layak menaiki perahu keselamatan dan mau ke neraka. Kang Eun Shil mencoba menyela, ia sudah bertindak semampunya. Tapi Baek Jung Kin tak menghiraukanya.

Jo Wan Tae menyindir Baek Jung Ki yang terlalu menakuti Apostel Kang, Bapa Rohani gentian menakut-nakuti Jo Wan Tae.

“Apostel Jo. Tadi pagi, aku mendapatkan telepon dari Senator Park. Mulai sekarang, kurasa kau harus bekerja dengan lebih baik. Kita telah membangun gereja-gereja, tempat-tempat berdoa, dan rumah sakit. kau mau semua kerja keras kita menjadi sia-sia? Para pengikut kita telah bekerja sangat keras untuk Guseonwon. Aku harus menyediakan tumpuan kuat agar iman mereka tidak pernah goyah. Itulah misi dan kewajibanku. Bukankah begitu, Apostel Jo?”

“Doa kita akan terkabul. Aku memercayainya.” Apostel Jo tampak tidak berkutik.

“Kenapa kalian berdua hanya duduk di sini? Pergilah dan bawa kembali Sang Mi.”

    Semua orang dikerahkan, mencari ke berbagai tempat di Muji. Di suatu gang dan Jo Wan Duk lapar, ia meminta makanan. Jo wan Tae tambah kesal, disaat seperti ini Wan Duk malah minta makan. Ia memukulinya di gang lainnya.

Sersan Woo juga belum menemukan Sang Mi juga. Petugas Choi menanyakan ciri-ciri fisik para penculiknya.

“Salah satu memiliki tinggi lebih dari 180 cm, bermata besar dan berwajah tampan. Yang satunya memiliki tinggi sekitar 170 cm dengan wajah bulat. Dia sangat kurang ajar. Yang satunya lagi bertubuh gemuk dengan berat lebih dari 100 kg. Sepertinya mereka sudah lama mengincar kami. Mereka bertiga selalu bepergian bersama.”

(Sersan Woo wajahnya sudah tidak enak, ia kenal betul pemuda pemuda yang Jo Wan Tae sebutkan *kkkk).  Ia tampak berpikir keras.

“Sersan Woo, apakah kau mengenali ciri-ciri ini?”

“Anak-anak sekarang ini kebanyakan terlihat seperti itu. Entah mereka tinggi, pendek, atau gemuk. Semua anak-anak di kota ini seperti itu. Saat bertemu anakku sendiri di jalan, aku hampir tidak mengenalinya  Bukankah begitu?” Tanyanya ke Petugas Choi, ia mengiyakannya.

Petugas Choi optimis bisa menemukan mereka, kalau Apostel Jo menemukannya duluan Petugas Choi memintanya membawa Sang Mi ke rumah sakit.

       Man Hee dan Jung Hoon tepar kelelahan, Sang Hwan dan Dong Cheol duduk beristirahat. Sang Mi di lantai, salah satu teman mereka masuk ke ruangan. Memprotes tingkah malas-malasan mereka, tidak berubah sejak SMA. Jung Hoon minta dibelikan ramen, temannya meski agak kesal akhirnya keluar menuruti permintaan.

Jung Hoon dan Man Hee asyik membicarakan perkelahiannya dengan pria rambut ikal dan si gemuk. Sedangkan itu tangan Sang Mi masih gemetaran, ia ketakutan. Dong Cheol mendekatinya

“Apa kau baik-baik saja? Kini kau baik-baik saja. Jangan gemetaran lagi.”

“Terima kasih.” Sang Mi memegangi tangannya.

“Tentu. Kau harus berterima kasih kepadaku secara khusus. Wajah tampan bagi seorang penyiar itu penting, tapi wajahku…” Jung Hoon berkelakar, tapi Man Hee langsung memukul dagunya untuk berhenti bicara. Jung Hoon yang babak belur tentu saja kesakitan, Dong Cheol menahan tawannya. Sang Hwan lalu bertos ria dengan Man Hee “Kerja bagus!”

Sang Mi tersenyum geli.

Teman mereka sudah berbaik hati memasakkan ramen, Jung Hoon dan Man Hee memesan ditambahkan yang kimchi dan sebagainya. Temannya agak kesal,

Jung Hoon blak blakan bertanya ke Sang Mi soal sektenya, karena ia dan yang lain berhak tahu setelah menyelamatkannya. Sang Mi nampak enggan membicarakannya, Sang Hwan mengalihkan pembicaraan tidak nyaman dengan mengajak semuanya makan dulu, Sang Mi pasti juga lapar. Kita bisa menginap di sini malam ini dan…

“Apa maksudmu?” Temannya yang membuat ramyun protes. Jung Hoon dan Man Hee mengkodenya jangan berteriak.

“Kita menginap di sini saja malam ini dan pergi ke kantor polisi tempat ayah Jung Hoon bekerja besok. Setelah itu, kita mencari jalan keluarnya.” Ujar Sang Hwan.

“Benar.”

Ramennya datang, ia ingin diambilkan buku untuk tatakan panic ramen. “Tuhan Kami Kebahagiaan Kami”

Temannya Sang Hwan protes, dia ini ketua pemuda gereja. Sang Hwan lalu mengambilkan buku yang lain. Jung Hoon langsung  membercandainya

“Aigoo… Keren sekali. kau sangat keren, Pak Haejangnim. Astaga, kau sangat hebat.” (Hahahaha… )

Dong Cheol menawari Sang Mi makan. Sang Mi tiba-tiba mengatakan..

Mereka bilang aku harus menjadi milik ketua kultus agar menemukan keselamatan.

Dong Cheol dan yang lain terkejut.

Seorang petugas membawakan Ny. Im makanan dan menyuruhnya makan. Ny. Im mengira pria dihadapannya adalah orang yang membuat Sang Jin meninggal dulu. Ia hendak menyerangnya dengan sumpit, petugas yang lain datang menyelamatkan.

Sang Mi ditinggalkan sendirian untuk beristirahat. Sang Hwan memberikannya ponselnya Jung Hoon untuk menghubungi mereka sewaktu-waktu, si pemilik rumah juga diajak pergi dari rumahnya sendiri.

Mereka berlima berkumpul di tempat biasa nongkrong. Jung Hoon dan Ma Hee tidak mengerti, berarti ayahnya Sang Mi menjual anaknya untuk dijadikan Bunda Spiritual, menikah secara spiritual. Bagaimana bisa orang-orang seperti itu datang ke Muji?

Sang Hwan pikir tidak ada gunanya membahas masalah ini diantara kita, besok mereka harus menemui ayahnya Jung Hoon, Sersan Woo pasti bisa membantu mereka mengatasinya.

Bibi pemilik kedai menduga semuanya sedang merencanakan hal-hal aneh lagi. Jung Hoon kesal karena Bibi ini menyelinap seenaknya sendiri ketika mereka membicarakan hal serius. Bibi itu balik marah apa Jung Hoon mau diteleponkan ibunya?, ia membawakan makanan gratis kepada mereka.

Dong Cheol yang sejak tadi tidak bicara sedikit pun langsung mengutarakan pendapatnya, menurutnya Sang Mi tidak perlu dibawa ke kantor polisi. Dong Cheol tidak bisa mempercayai polisi, sementara kita bahkan belum punya bukti. Kau pikir polisi akan menyelidikinya dengan baik?

“Sepertinya memang tidak, tapi ayahku bekerja dengan baik.” Bantah Jung Hoon, Sang Hwan juga sepakat. Benar. Kita memiliki korbannya, dan dia bisa memberikan pernyataan detail kepada mereka. Mereka akan menemukan bukti saat menyelidiki.

“Bukti? Kau pikir mereka cukup ceroboh untuk meninggalkan bukti? Meski jika mereka menemukan bukti, itu tidak akan berguna.”

“Aku akan bicara dengan ayahku tentang ini. Jangan cemas.” Jung Hoon mencoba menengahi.

“Di kota ini, jika memiliki uang dan koneksi, seseorang yang tidak bersalah bisa bersalah. Itu sudah pernah terjadi. Benar, bukan?”

Namun Sang Hwan yakin tidak akan seperti itu lagi, percayalah padaku.

    Apostel Kang melamun. Nona Hong  memanggilnya, karena meminta obatnya. Ia juga meminta tolong pada Nona Hong untuk memberikan Kim Bo Eun obatnya, pastikan itu ditelan.

Hong terlihat mengganti obatnya dengan obat pencernaan karena tidak tega, syukurlah tidak ada yang melihatnya.

Quotes:

Menunggu itu menyakitkan. Melupakan juga menyakitkan. Namun, bimbang antara menunggu dan melupakan itu penderitaan yang paling parah.

~Paulo Coelho~