Aside

Yeo Bae menyesalkan satu-satunya barang peninggalan ibunya Daejang malah merupakan alat pelacak keberadaannya. Demolition heran sekali dengan pengacara tersebut sebenarnya siapa.

Kwon Yoo bertanya pada Yong Dosa apakah bisa merakit drone?. Mereka kemudian mencoba drone buatan Yong Dosa, dipasangi kamera.

Demolition penasaran dari mana Daejang dapat jaket kulit keren ini? Demolition baru sekali ini melihatnya. Daejang dengan santai mengatakan ini dari Teolbo Hyungnim. Benarkah? Demolition langsung agak gimana gitu..

(hhhh yah, bagaimana pun juga jika tanpa Teolbo Hyungnim.. Daejang tidak akan setegar ini menjalani semuanya. Saat Yeo Wool tidak mengatakan apa-apa sewaktu Kwon Yoo menangis dan justru memberikannya lauk lebih banyak, menggantikan Kwon Yoo menyumpahi wanita penjebaknya.)

Dronenya keren sekali, Yeo Bae memuji-muji Yong Dosa yang tidak disangkanya punya kemampuan sehebat ini padahal di rumah hanya utak-atik tidak jelas. Yong Dosa mengakui kalau ia tidak mempunya pekerjaan tetapi dan membuat ayahnya selalu menghajarnya.

Yong Dosa membuat Dronenya merekam dengan jelas dan bisa menyadap pembicaraan dari balik ruangan.

Samujangnim membicarakan tentang Kwon Yoo. Dari pembicaraan mereka Kwon Yoo dan yang lain  menjadi paham ternyata Pengacara Min CheongSang yang mengatur semua skenario rekayasa pembunuhan. Mereka tidak menyangka bagaimana bisa pengacara yang terlihat blo’on itu merencanakan semuanya di ruangan sekecil itu?. Yeo Wool pikir mereka harus menemukan lokasi lain, dibutuhkan data yang luar biasa hebat untuk membangun naskah pembunuhan yang rapi tersebut.

Yeo Bae menyarankan Yong Dosa memindai bangunan tersebut. Terlihat brankas raksasa di bawah sana, jika mereka berhasil meretasnya mereka akan menemukan isinya. Demolition meminta Teolbo Hyungnim menembus ke dalam sana dengan menanamkan zombie virus seperti pada mereka sebelumnya, Yeo Wool mengaku sudah berusaha melakukannya sedari tadi dan tidak berhasil-berhasil menembus firewallnya.

Diluar sepengetahuan tim gamers tersebut obrolan mereka disadap oleh Ma Deok Seo dan kroninya.

Samujangnim menghubungi Min CheongSang, ia kelabakan karena TKP mereka berantakan. Ulah dari Kwon Yoo, Min CheongSang tertawa karena ini menjadi menarik sekali. Ia memerintahkan D-Day nya diundur dan diatur ulang kembali, jasadnya No Joon Young dipindahkan ke tempat lain.

Choo Ye Ri mengeluh pada ayahnya apa Min CheongSang sudah membereskan semuanya?

 Ye Ri tidak tahan menjadi pasien pura-pura lagi.. di sini makanannya tidak enak dan baunya aneh. Ketua Choo melabrak Min CheongSang setelahnya.

Timnya Kwon Yoo juga bergerak, mereka memodifikasi mobil gogroknya Kwon Yoo. Membom mobil anak buahnya Min CheongSang, mengganggu keteraturan mereka.

Sementara Samujangnim protes karena ulahnya Kwon Yoo, Min CheongSang santai-santai saja menggambar dan menempelkan hasil karyanya. Karyawan kabur kan tinggal rekrut lagi,

mereka sekarang tinggal ekspos pelakunya dulu dan tidak usah terlalu mempedulikan si Kwon Yoo sekarang. Min CheongSang menyalakan televisi dan melihat hasil kerjanya.

Diberitakan No Joon Young meninggal di kamar motel dengan Ye Ri tidur di dalam sana. Ini semua sudah Kwon Yoo rencanakan, ia membuntuti Ye Ri di RS dan membawanya ke TKP. Ketua Choo menghubungi Min CheongSang mengapa anaknya bisa tertangkap?

Tak berapa lama kemudian Kwon Yoo menghubungi Min CheongSang. Ia bertanya apa Min Cheongsang puas sekarang? Kesal sekali padanya dan ingin membunuhnya. Bukannya marah Min CheongSang malah senang sekali, ia memuji Kwon Yoo sangat keren dan Min CheongSang mengaguminya. Kwon Yoo merasa aneh dipuji begitu (hhhhhh)

Min CheongSang pergi ke ruangan lain.

“Tidak, aku sungguh mengagumimu. Kebetulan belakangan ini aku merasa sedikit jenuh. Tapi kau kembali membuat semangat tempurku kembali membara dan gairahku bangkit kembali. Sudah lama sekali aku tidak merasakan perasaan seperti ini. Kau bisa mengerti? Hal semacam ini pada awalnya terasa begitu seru. Aku sebagai pembuat cerita yang  melibatkan banyak orang dan membuat mereka masuk ke dalam penjara. Kemudian masyarat seluruh negeri ini dikarenakan berita yang kubuat dan tertawa… menangis tersedu… ataupun marah. Rasa kepuasan yang kudapatkan dari semua ini sungguh… Tidak ada gunanya. Hal seperti ini jika sudah terlalu sering dilakukan. Tidak ada perubahan. Tapi belakangan ini perasaanku sungguh mantap. Karena kau menjadi lawanku. Selama ini belum pernah ada orang yang berani melawanku. Kau membuatku menjadi sangat bersemangat. Tapi semakin bersemangat aku jadi semakin bergairah.”

Min CheongSang bahagia sekali, tapi Kwon Yoo tidak menanggapinya. Min CheongSang kesal, Kwon Yoo menutup teleponnya duluan pada orang yang lebih tua. Dasar bocah ingusan! Anak muda zaman sekarang susah diajak berkomunikasi. Komunikasi. Tidak bisa diajak berkomunikasi.

Min CheongSang marah-marah dan membantingi semua yang ada. Ia lihat Samujang-nim ambruk di mejanya, ia merasakan adanya bahaya. Min CheongSang hendak bersembunyi ke ruangannya.

Kwon Yoo mengikutinya masuk, menghajarnya sekuat tenaga. Kwon Yoo mencari videonya sendiri, hari di mana ia diambili semua sidik jarinya.

Saat ibunya menyemangatinya untuk latihan taekwondo lagi tapi Kwon Yoo tidak mau. Ibunya yang mati-matian meyakinkan semua orang bahwa anaknya bukanlah kriminal. Min CheongSang menyebut kalau semuanya itu menarik sekali sampai akhir, dan ia meminta maaf atas kematian ibunya Kwon Yoo. Amarah Kwon Yoo makin menjadi-jadi, ia memukuli Min CheongSang. Min CheongSang sudah memperingatkan Kwon Yoo untuk berhenti dulu karena ada yang ingin ia katakan tapi Kwon Yoo tidak mau dengar.

Min CheongSang mengingatkan Kwon Yoo untuk jangan memukuli orang yang umurnya bisa menjadi Hyeong-nya. Teolbo hyungnim meneleponnya, terdengar jeritan Yeo Wool. Min CheongSang mengatakan kalau mereka akan segera mati karena Kwon Yoo. Min CheongSang juga sudah mengotak-atik datanya sehingga membutuhkan paling tidak 30 menit untuk mengcopy-nya, akan sia-sa Kwon Yoo kembali disaat semua temannya sudah mati.

Min CheongSang juga mengatakan kalau Teolbo Hyungnim akan dia kambing hitamkan menggantikan Ye Ri, beritanya akan tersebar besok. Kwon Yoo tidak tahan mendengarnya, ia segera mengebut kendaraannya.

Ma Deok Seo hendak menembak mereka tapi selalu salah sasaran, ia malah menyalahkan senjatanya apakah berfungsi?. Salah satu anak buahnya berkomentar ini terjadi karena Ma Deok Seo tidak pernah wajib militer. Lampu ruangan tiba-tiba padam, tembakan ditembakkan asal. Salah satu anak buah menerangi dengan pemantik api. Terlihatlah Kwon Yoo di dalam sana dan menendangnya.

Kwon Yoo memanfaatkan keadaan gelap gulita tersebut, ia mencari keberadaan para preman dengan cara melemparkan beras..  memanfaatkan pendengarannya yang tajam. Kemudian menendang dan memukul mereka dengan mudahnya.

 

Image

[K-Movie] Sinopsis Fabricated City – Part 4

Teolbo Hyungnim memberikan instruksi pada Daejang ke ruang 1806,

Yeo Bae, Demolution, dan Yong Dosa mengamati Daejang dari layar monitornya. Itu adalah rumahnya No Joon Young, Daejang membuka case yang diantarkan ke sana, rupanya berisi mayat No Joon Young. Yeo Bae menyayangkan ini terjadi, pasti No Joon Young awalnya senang karena sudah terkenal.. tapi hidup itu memang tidak adil.

Teolbo Hyungnim memberitahu Daejang kalau ada tamu datang. Daejang bersembunyi, beberapa orang datang mengenakan baju pelayan. Mereka kemudian bertugas membersihkan semua kekacauan rumah tersebut,

mengambili  dan menghapusi semua barang bukti sekecil apapun itu. Kemudian mengaturnya ulang, mereka juga membuat jasad No Joon Young seperti pajangan. Seorang kurir berpakaian serba hitam mengantarkan kotak berisi sarung tangan yang sudah ada sidik jarinya.

Kwon Yoo mengatami jasad tersebut. Tanpa Kwon Yoo sadari, Min CheongSang mengawasinya melalui kamera komputer yang ada di ruangan tersebut. Otak dibalik semua ini adalah Min CheongSang.

Sebelum kejadian tersebut, Min CheongSang sudah merencanakan detailnya.

“Sidik jari beserta fragmen kuku. Karena ini adalah bekas perkelahian, untuk menghilangkan bukti dengan sempurna

dari mayat bukanlah sebuah hal yang mudah. Dikarenakan situasi yang mendesak, aku memilih beberapa model. 173 nama, pengangguran dan karyawan tidak tetap.” Tukas rekannya Min CheongSang

Ye Ri menusukkan pisaunya berkali-kali pada No Joon Young. Timnya Min CheongSang lah yang menangani perbuatan kotor tersebut, semuanya sudah beres dan tinggal mencari siapa yang akan dikambing hitamkan. Datanya lengkap sudah ada di flashdisk. Min CheongSang tinggal memilihnya.

Min CheongSang tengah asyik menggambar

“Aslinya sifatmu selalu tidak sabaran? Kenapa begitu terburu-buru?”

“Harus segera ditetapkan orangnya supaya tim kita bisa segera bergerak. Sekarang ini telepon dari Choi Hoejang tidak henti-hentinya berdering.”

“Iya, iya. Cukup! Cukup. Ini toh bukan pertama kalinya di bidang ini. Pengangguran dan karyawan tidak tetap ini semuanya adalah kandidat?” Min CheongSang kesal diomeli, ia mengalah dan memilih korban mereka.

Min CheongSang masuk ke dalam ruangan khusus, ia membuka datanya. Ratusan wajah terlihat di monitornya, ia mencopot flashdisknya dan membuangnya. Kemudian ia beralih ke lantai, data-data menyeruak menyebar disepanjang ruangan. Dengan malas-malasan Min CheongSang memilah-milah, pertama-tama ia melihat datanya No Joon Young, kemudian melihat ada transaksi dengan seseorang bernama Boss..

Min CheongSang menghubungi salah satu bawahannya, ia meminta datanya diselesaikan mala mini juga, namun bawahannya itu menolak karena ada hal lain yang harus ia lakukan. Min CheongSang geram, ia mematikan panggilannya. Kesal dengan sikap bawahannya itu, tidak tahu diri padahal sudah digaji banyak.

Anak-anak buah Min CheongSang dibrifing diberitahu bahwa tema pembunuhan kali ini dirancang dengan tema penguntit seorang seniman.

Mereka masuk ke kediaman korban dengan berpura-pura menjadi petugas penyulingan air. Setelahnya wanita tersebut tak sadarkan diri dan tim leluasa mengambili sidik jari, rambut, bukti pembunuhan yang akan menyudutkannya kelak sebagai Stalker pembunuhnya No Joon Young.

Di tempat lain, seorang anggota tim perekayasa pembunuhan tersebut dikirimi e-mail hasil scan sidik jari korban. Setelahnya sidik jari tersebut dibuatkan sarung tangan khusus. Jadi pria yang kerap kali mengirimkan paket adalah pengantar sidik jari yang digunakan untuk menyentuhi barang dan jasad.

Flash back end

Min CheongSang menyuruh rekannya merekrut salah stu orang dari penjara secepatnya.

~ FABRICATED CITY ~

Kwon Yoo dan yang lain mendiskusikan temuan mereka tadi. Teolbo Hyungnim menemukan bahwa pemilik Jvilla tersebut adalah Hoejang-nya Hyosin Group. Choo Sang Deok, puterinya berhubungan dengan No Joon Young.. itulah mengapa No Joon Young bisa meninggal di villa tersebut. Dan wanita yang di dalam foto sekarang ini dijebak.

Daejang ingin Teolbo hyungnim menyelidi siapa wanita tersebut. Teolbo Hyungnim memindai sidik jarinya dan menemukan data-datanya. Seo Hyeon Jeong.

Seo Hyeon Jeong tengah berada di salon. Yeo Bae menyamar menjadi pelanggan, ketika ditanya mau dimodel apa rambutnya ia menjawab ingin terlihat subur dan lebat. Yeo Bae melihat sandinya Seo Hyeon Jeong dan segera memasukkan aplikasi penyada ke dalamnya ketika Seo Hyeon Jeong pergi untuk perawatan lainnya.

Daejang mengawasi dari luar. Demolition heran mengapa semudah itu Yeo Bae melakukannya? Yong Dosa mengatakan makanya jangan sembarangan membuka pesan singkat di hape! Pada saat kau membukanya hape itu bukan hapemu lagi.

Seorang pria gahar menarik Seo Hyeon Jeong keluar dari salon, menjambak dan memukulinya. Orang-orang berkerumun menonton. Kwon Yoo memisahkan pria tersebut dan menghajarnya.

Seo Hyeon Jeong dimarahi ibunya karena tidak bisa memberikan uang pada Oppanya. Seo Hyeon Jeong kesal kenapa diperlakukan seperti ini padahal sudah memberikan mereka uang.. jika Oppa ingin uang maka suruh dia merampok saja, dan apa ibu tahu bagaimana susahnya Seo Hyeon Jeong menghasilkan uang itu?. Ibunya balas mencacinya sombong karena baru bisa memberinya segitu sudah mencak-mencak.

Kwon Yoo mendengarkan percakapan tersebut. Teolbo Hyungnim melihat yang lainnya tepar tertidur sedangkan Kwon Yoo duduk di kursinya. Ia meneleponnya bertanya apa Kwon Yoo begadang semalaman? Mau kumasakkan sesuatu untukmu?

“Tidak usah. Nanti kalau semua sudah bangun baru kita lihat bagaimana.”

“Bagaimana pun juga kau itu adalah seorang buronan. Jangan sembarangan memperlihatkan dirimu.”

“Orang yang membantu ibuku adalah Teolbo Hyeongnim, ‘kan?”

“Yeo Wool… adalah namaku.“

“Halo, anu… aku menemukan sebuah dompet.” Terdengar suara wanita lain dari ponselnya Seo Hyeon Jeong. Kwon Yoo mengenali suara tersebut. Suara yang sama yang menjebaknya mengembalikan hape dan akan diberikan imalan 800 ribu won.

Modusnya kini serupa, wanita penjebak ingin bertemu mengembalikan dompet Seo Hyeon Jeong. Yeo Wool menyambungkan panggilan ke wanita tersebut, menyuruh Kwon Yoo mengulur waktu 3 menit.

Namun ketika mendengarkan suara wanita tersebut Kwon Yoo menjadi trauma, sekelebat ingatan darimana semua ini bermula, penderitaannya di penjara dan ibunya meninggal. Membuatnya marah dan merasa tidak adil.

Yeo Wool memahami situasinya Kwon Yoo, ia merebut ponsel tersebut dan memaki-maki wanita itu selama 3 menit dengan bantuan mesin pengubah suara.

Mereka berdua saling balas menyumpah. Yang lainnya jadi terbangun karena perang sumpah serapah tersebut. Setelah selesai Yeo Wool kembali menjadi Yeo Wool yang bicaranya rendah dan sulit ditebak. Keempat pria kebingungan menatapi kepergian Yeo Wool/Teolbo Hyungnim.

Kwon Yoo mengikuti wanita yang menjebaknya, namun rekan wanita tersebut menyadarinya dan membawa wanita tersebut pergi. Kwon Yoo langsung kabur mengetahui orang-orang mengenalinya. Kwon Yoo mengejar keduanya dengan mobil bututnya, polisi mengejar Kwon Yoo. Kwon Yoo tidak diuntungkan dengan mobilnya yang tiba-tiba mogok.

Kebetulan sekali truk melaju dengan cepat menubruk mobil polisi. Itu adalah ulah anak buahnya Ma Deok Seo. Ma Deok Seo menyapa Kwon Yoo “Hei, buronan pemerkosa dan pembunuh!”

Mereka menghajar Kwon Yoo. Min CheongSang menontoni aksi Ma Deok Seo dengan senang.

Ma Deok Seo hendak balas dendam pada Kwon Yoo yang pernah menyerangnya dengan panah-panahan, tapi karena tangannya tidak terampil ia akhirnya malah melukali anak buahnya sendiri.

Ma Deok Seo kegirangan berhasil melakukannya sekali terkena bahu atas Kwon Yoo, Kemudian Ma Deok Seo hendak menusukkan pisaunya ke Kwon Yoo.

Tidak disangka Tim SWAT di luar mengepung, Yeo Wool yang menghubungi mereka dengan berpura-pura dalam bahaya Kwon Yoo. Di ruangannya Min CheongSang menghubungi Samujang-nim dan menyuruhnya melakukan sesuatu.

Salah satu anggota SWAT mengatakan ke pimpinan mereka untuk menarik diri karena ini perinta langsung dari atasan.

Pimpinan gamang karena korban histeris, Yeo Wool berteriak menjadi-jadi membuat SWAT bergerak menyerbu ke dalam. Kwon Yoo mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri. Yeo Wool mengendarai mobil Kwon Yoo dan menyuruhnya masuk.

Yeo Wool tidak bisa menyetir dan tidak memiliki SIM. Kwon Yoo mengajaknya bertukar tempat. Setelah itu Kwon Yoo bertanya bagaimana bisa Yeo Wool tahu keberadaannya?

Ma Deok Seo mengikuti Kwon Yoo, ia menyumpahi Kwon Yoo. Kwon Yoo memilih jalan lain, Ma Deok Seo kesal dan menyuruh anak buahnya putar balik. Tapi anak buahnya tidak bisa karena ini jalan satu arah (HHHHHHHH)

Yeo Wool menggunakan alat pendetektor gelombang buatan Yong Dosa, memindai badan Kwon Yoo. Kalung titanium milik ibunya lah yang selama ini menjadi alat pelacak keberadaannya Kwon Yoo.

Ma Deok Seo dihubungi Min CheongSang, syarat kebebasannya Ma Deok Seo mudah saja.. asalkan Kwon Yoo bisa dia tangkap.