Bersamaku Sudah kah Kau Merasa Pulang?

Ada maupun tiada kau tetaplah pendar cahaya yang tak mungkin ku genggam, hanya untuk dirasakan begitu saja.

Sama halnya perasaan ini, aku yang tidak mampu. Banyak motivator berkata, bukan mampu atau tidak.. ini hanya soal mau tidaknya. Bukannya aku tak mau, hanya saja soal waktu.. soal jarak, tentang dunia kita yang berbeda. Tentang mimpi-mimpi dan harapan yang barangkali saling menyilang tak sama.

Mungkin bagimu, kacau sekali manusia yang satu ini. Satu hari ia kuat, hari berikutnya ia merajuk menjadi orang paling lemah di muka bumi, di hari lainnya ia menggila.

Jika kau bisa membayangkan seseorang yang bisa diajak menginjak telur atau saling bergandengan dengan iringan musik jawa klasik, maaf aku tidak. Aku benci keramaian, aku tidak suka menjadi pusat perhatian, aku tidak suka sorotan kamera ataupun dipaksa naik ke panggung. Meski dalam kehidupan ku tentu akulah protagonis cerita tersebut, mau seburuk apapun perangai dan langkah ini akulah tokoh utamanya. Dan aku akan terus mengalami sesuatu yang bernama senang, sedih, merasa konyol, hampa berulang kali. Karena kita tau ada takdir yang tidak bisa diubah dan tak pernah kita pilih sebelumnya, ada pula sesuatu yang bisa diupayakan untuk diubah semampunya.

Apa yang membuatku menyesal akhir-akhir ini? Betapa aku terlambat menyadari apa yang seharusnya ku mengerti lama. Bagaimana menderitanya dirimu, kau pernah jatuh dan jatuh lagi entah tak terhitung berapa kali, tersayat dan tersakiti, berjuang untuk hidupmu sendiri. Berusaha kelihatan baik-baik didepan semua orang, semua senyuman itu.. ah kau ini, hobinya menyenangkan semua orang dan memikirkan dirinya sendiri belakangan. Berusaha bangkit berdiri, dan terus percaya bahwa kau tak pernah sendiri.. kau punya Tuhan dan kekuatan do’a. Tiba-tiba aku merasa, sudah.. kau tak perlu menambah-nambahi daftar menyakiti diri sendiri dengan menuliskan bahwa kau mencintai aku.. entah di daftar nomor keberapa, karena aku pun tak akan pernah berjanji untuk bisa selalu membuat senyum di wajahmu itu merekah.

Bersamaku sudahkah kau merasa pulang? Tak ada tempat lain yang akan engkau tuju?

Tanpa aku telah kah kau merasa sepi?

Jika jawabannya tidak,

Maaf..

.

.

.

 

Aku ini dibajak..

.

.

Sekian, 🙂

Advertisements

Cerita Random (Lagi)

Lihat Nayeon berasa pengan jadi laki aja, imut banget.. ❤ ❤ ❤ eh..Pertanya’an yang Mengganggu.

“Sa, main ke tempat ku.. gapapa, mumpung para penghuni lainnya pada pergi,”

Kalau ini pertanya’an yang datangnya dari perempuan mah aku biasa aja, lhah ini.. butuh waktu 5 detik untuk memahami maksudnya apa. Segera setelah memahaminya aku langsung ingin menamparnya.. , kau pikir sedang bicara dengan siapa? Kita berdua?? Gak  mungkin main catur kan? -_- Ular tangga. Apa aku kelihatan murahan di matamu???

Tapi karena sudah berbaik hati nganterin pulang, yaa.. hanya bisa berkomentar dengan nada bercanda’an,

“Hih, laki semua penghuninya. Gak ah.. betewe makasih,”

Sering sih diboncengin ini orang, tapi karena kami searah gitu pulangnya. Dan ada kalanya saya males kemana-mana pakai motor, menikmati jadi musafir. Katanya  jalan kaki selama 10 menit bisa membuat mood jelek jadi bagus, katanya..

Tapi jadi pejalan kaki di kota ini enak banget, kita tak jarang akan dapetin mobil memperlambat lajunya atau paling baik… berhenti dan mengkode-kode kita untuk cepetan nyeberang. Cieee… co cwiit~

Deket banget enggak, kenal baik? Iya, biasa aja. Dan aku tahu dia sudah punya pacar, memacari anak SMA… perbucinannya hanya sebatas minta dibelikan skincare dan boneka yang gedheee gedhee banget Mas! Kalo gak ghedheee kita putus! -_-,, pa’aaan sih? Kelingan ketika dek’nen cerita pacarnya minta dibelikan boneka kuda poni.. fiuh.. kenapa gak minta unicorn asli sekalian?

Kalau seumuran saya pasti mintanya gelang, cincin, kartu debit dan kredit milikmu kasih tau password-nya yak sayaaang~, pengen rumaaah! Hahahahaha,

Kalau saya ke rumah temen-temen perempuan dan di kamarnya ada boneka beruang besar, langsung bertanya “Ini pasti dari laki-laki ‘kan?” Karena gak mungkin beli sendiri. Apa lucunya? Gak hidup.. bukan kucing yang bisa lari-larian atau cokot cokotan, Bambang.. aku kangen Bambang-ku.. T_T hiks.. kucing dempal abu-abu bermoncong putih dan gendut inguk-inguk.. hiks.. kucing suka gitu yaa.. kalau mau meninggal justru malah pergi menjauh, katanya takut majikannya sedih.. tapi kamu ngilang tanpa kabar justru membuatku makin sedih..

Ya udahlah.. mungkin Lana ini hanya sedang bercanda dan basa basi doang. Terakhir mendengar pertanya’an mengganggu sejenis itu kapan ya? Khoirul sepertinya pernah bertanya sejenis “Sini main ke rumah-ku, deketnya rumahe Mas Har!” —————————————————————————————————————— rumahnya ada tambang emasnya? Jadi aku harus ke sana gitu?, -_-

adalah orang yang ku tolak mentah-mentah, dan tidak berani manggil namaku langsung. Jahatnya diriku ini.. wkwkwk. Weslah.. sudahlah lupakan,

.

.

.

Pasang alarm 5 kali berdering, alarm 1 – 3 biasanya saya matikan lalu balik tidur lagi, masih kisaran jam 4 an, kemudian subuhan terus baringan lagi. Alarm 5.30 saya baru beneran bangun, berusaha keras mengingatkan diri sendiri “Bangun Sa! Bangun!!”

Atau kalau sedang malas, maka saya akan main hape sampai pukul 6.00, baru siap-siap dan 6.30 berangkat.

Masih teringat bagaimana tangannya terulur “Fatma..” aissh.. dalam hati kenapa gak laki-laki aja? Biar nanti kalau beliau bertanya “Ada masalah apa?” maka akan ku jawab “Bapak terlalu ganteng, izinkan saya mencintaimu.. uwuuuuu…” HHHHHHHH.

aku langsung dapet…

“Kamu SP 1 ya, berani-berani ganjeni suami orang.. ” HHHHHHHHHHHHHH
Ya datangnya Bu Fatma, masih muda… sama Kang Mus aja tua Kang Mus.. seumuran sama Mas Rizky, hahah..

“““`Ada yang lucu.. telah terjadi hal yang tidak pernah kami semua harapkan. Di lantai dua, ruangan pertama.. aku menyebutnya begitu. Mahkluk dari dimensi lain terlihat.. wiuw wiuw..

Saya takuut doooong… kalian semua tau kan.. aku ini takut sendirian di kegelapan? Salah satu alasannya pasti tidak lain dan tidak bukan adalah karena hal tersebut jugaa..

Nah.. Tiap ada perlu ke situ, si Maul teriak-teriak “Assalamualaikum!” aku ngakak berat karenanya. Karena dia ini orang pertama yang tau hal tersebut, oke tentu kita semua tau kalau setiap tempat pastinya bukan hanya ada kita.. tapi ada salah apa sampai begitu, kita kan hidup di dunia yang berbeda pemirsaa.. bedaa.. kita tidak ada urusan apapun,

Sedangkan Mas Khasan, Mas Khasan yang badannya keker ganteng sedunia akherat ini bahkan takut kalau sendirian ke atas, walhasil selalu mengajakku barengan.

Dan kalian mungkin akan bertanya-tanya, bukannya saya takut sama gelap? Kog berani sih?

Clue-nya.. sendirian, di kegelapan. Sendirian.. tapi kalau ada temennya saya gak takut. Meski gelap tapi kalau ada temennya saya gak merasa harus takut. Cewek tangguh gini kog.. wkwkwk,

Ah sudahlah.. lupakan..

Mus: Ok google,

Google: Ada yang bisa saya bantu?

Mus: Mbuh!

Aku: HHHHHHHHHHHHHH

Mus: Google, aku capek.. lapar..

Google: Akan saya rekomendasikan restoran terdekat..

Mus: Terima kasih google, kog kamu perhatian banget sih?

Google: Sepertinya kita ada banyak kesamaan..

Mus: Google, love youuu~, muach!

Aku: (mukul mukul meja saking geli gak tahan karena interaksi tersebut, berhentilah Mas! Kau mengganggu konsentrasiku! HHHH. Jangan kelihatan seperti jomblo profesional.. kau sudah punya istri.)