The Wrath

Di luar kebiasan sekali, saya jarang nonton film horror, kecuali memang sedang pengen. Tapi ini ada Naeun, makanya kepincut~

The Wrath adalah sebuah film Korea genre horror yang bisa dibilang kacangan, hantunya masih berkutat dengan rambut panjang berdarah-darah dan bergaun putih. Meneror kesana-sini dan membikin pusing. Seperti horor pada umumnya akan memainkan efek menangis, tertawa, dan mengagetkan. Nonsense sekali..

Reaksi-kuh:

  • Untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan, saya menontonnya di khalayak yang ramai.
  • Tidak menggunakan headset, takut kaget
  • Beberapa menutupi layar dengan telapak tangan untuk mengantisipasi hantunya muncul dadakan. (huh, dasar cemen~)
  • Sambil makan, biar tidak terlalu fokus dan mengurangi rasa takut.

Son Na Eun A-Pink, belakang dikabarkan dia kog mukanya berubah ya? Apakah Naeun melakukan serangkaian operasi plastik? Meski dasarnya sudah cantik sekali, yeah.. suka suka dialah.. muka-muka yang punya dia, kalau teringat Naeun saya pasti inget banget adegan dia nangis di drama Cinderella And Four Knights. Habis menghadiri party, sayangnya dia diabaikan oleh Jung Min lalu nangis di parkiran dengan cantiknya. Nangis cantik dan bikin komentar nitijen pedes “Naeun aktingnya kaku, jelek banget!” Hahah..

Gimana ya, ini orang cakep banget.. mukanya yang bulet sama ekspresinya gemesin.

Pertanya’an yang muncul disela-sela menonton:

  • Kenapa hantunya meneror keluarga ini? Apa sebelumnya rumah ini adalah tempatnya dia.. maka dari itu dia tidak kasih izin manusia meninggalinya?
  • Atau hantunya ada dendam? Motifnya apa?
  • Kenapa siang hari pun kekuatannya dahsyat sekali?
  • Dia ini ngapain sih? Membunuhi secara membabi buta?
  • Kenapa Naeun bersikeras tinggal di rumah berhantu tersebut meski sudah diperingatkan untuk segera pergi, ini takdir yang bisa dia pilih.. jangan merasa harus menanggung beban yang bisa dihindari?
  • Itu anaknya siapa yang di ending ketika pintu rumah ditutup, pas Lee Min Ho kaget lihat ada anak kecil memeluk perut Naeun yang padahal tadi ketika ngobrol jelas-jelas perutnya masih besar? Alias belum melahirkan?

Cerita:

Adegan di buka dengan seorang pria bangsawan yang kelihatan angkuh sekali setelah mendapatkan pedang yang katanya bertuah dan bisa membunuh hantu yang akan dia buru nanti malam.

Seorang budah perempuan dibawa ke rumah angker tersebut untuk dijadikan menantu ketiga keluarga tersebut, yang katanya seluruh keluarganya meninggal dan dia harus melahirkan anak laki-laki untuk melanjutkan garis keturunan. Sayangnya suaminya meninggal dibunuh hantu malam itu juga,

Karena posisinya Naeun adalah budak, tentu dia selama 100 hari harus mengabdi di rumah tersebut dan melakukan pekerjaan kasar. Dan jika sudah keluar dari rumah tersebut Naeun dilarang menceritakan apa saja yang dia ketahui di sini, selain itu juga memastikan apakah Naeun sudah hamil atau belum. Siapa sangka ketahuanlah Naeun hamil, setelah dicek tabib.. diperkirakan jabang bayi adalah laki-laki. Mulailah Naeun diperlakukan dengan baik, si ibu mertua beralasan dia mengkhawatirkan bayi dalam kandungannya.

Yang mana saya kesal sekali dengan karakter ibu mertua disini yang super judes dan jahat, dan ekspresinya menakutkan sekali. Terlebih kedua menantu sebelumnya menganggap Naeun cuma budak dan tak segan menghabisi Naeun.

Gangguan dari si huntu mulai, tujuannya adalah bayi di kandungannya. Tetapi ternyata Naeun merupakan orang yang dianugerahi kekuatan istimewa sehingga si huntu tak semudah itu mengganggu.

   Akhirnya sang ibu mertua mendatangi sejenis dukun atau cenayang hebat untuk membantu mengusir si huntu. Si dukun ini pertama kali menginjakkan kakinya di sana langsung muntah darah hitam yang bau anyir, ia menyarankan untuk ditenangkan saja huntunya, jangan diusir atau dimusnahkan. Si ibu menurutinya, tetapi dimalam pemujaan atau pendo’an dan sejenisnya justru si partner dukun (si perempuan) malah meninggal bersama beberapa orang yang ikut dalam acara tersebut.

Kejadian-kejadian aneh terus berlajut, yang paling serem menurutku adalah ketika malam-malam ibu mertua bercermin, tak disangka di kog lihat tali tambang gitulah.. dari atas, dia tarik tali tersebut lalu munculah mbak huntu yang dari ujung tali tersebut. Kaget dongs..

Walhasil demi mengurangi rasa takutku, saya memikirkan  bagaimana pusingnya si aktris harus kepala di bawah diangkat-angkat pakai kabel :v,

Setelah itu ibu mertua jiwanya hilang entah kemana, lalu digantikan si mbak huntu. Ia yang semula judes sekali pada Naeun langsung cerah ceria… pagi-pagi sudah masak-masak, meminta para menantunya memanggilnya “Eomoni” sebelumnya kan pada manggil “Manim.” Alias Nyonya Besar atau apalah itu..

    Yang paling curiga adalah Naeun, kenapa bisa berubah sedrastis itu?. Meski curiga ia juga tetap menikmati alurnya. Si dukun sudah memperingatkan untuk Naeun segera meninggalkan kediaman ini. Sayangnya Naeun tidak mau, ia mengingat betapa berat hidupnya selama ini, menjadi yatim piatu dan hidup di jalanan, direndahkan harga dirinya. Semenjak dijual sebagai budak kepada keluarga ini ia merasa sedikit dihargai, meski tentunya ia hanya dianggap sapi penghasil anak. Bagaimanapun juga ia akan bertahan hingga bayinya lahir. Selama hidup ini dia tidak pernah berharap akan sesuatu, terlebih bermimpi besar. Ia rasa berkat janin yang tumbuh di rahimnya ia mulai berani bermimpi dan memiliki kekuatan.

Si dukun terus mewanti-wanti untuk hati-hati, karena si huntu sudah dendam padanya, dan endingnya ia memberikan pisau dan jimat untuk Naeun supaya memusnahkan jiwa tersebut.

    Klise sekali alasan bagaimana ada huntu yang menguasai rumah tersebut, ia sebelumnya adalah Gisaeng alias wanita penghibur yang sempat ditiduri si tuan rumah, ia mengaku mengandung bayi, ia tidak meminta apapun selain anaknya ketika lahir nanti tolong dibawa ke rumah si tuan rumah untuk dibesarkan sebagai anak bangsawan. Namun si tuan rumah tidak percaya begitu saja kalau itu adalah anaknya, walhasil suatu hari tersebar rumor isu buruk tentang Tuan rumah. Ia pikir ini ulahnya si gisaeng, ia menyiksa gisaeng tersebut dengan besi panas.. memaksanya mengaku. Karena tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan, dan saking marahnya terus mendengar bayi di kandungan tersebut adalah anaknya.. ia menusuk perut wanita tersebut. Kemudian memerintahkan bawahannya menggantungnya sampai mati. Digantunglah dia kemudian dikuburkan di dekat sumur rumah tersebut. Itulah awal mula dendam tersebut, maka dari itu ia dendam dan ingin membunuhi semua keluarga tuan rumah.

      Sebagaimana harus ada ending, endingnya Naeun menusukkan pisau ke leher si huntu, dia sampai harus masuk ke sumur tua. Sementara si dukun bertarung di salah satu gudang rumah, melawan ibu mertua yang dirasuki huntu.

Naeun berkata “Semoga kau bahagia..” lalu mengakhiri arwah penasaran tersebut.

Happy endingkah? Gak ngerti deh.. endingnya tidak tau di rumah tersebut siapa saja yang tersisa, yang jelas Naeun masih tinggal di sana, berbicara sebentar dengan dukun tersebut. Ia bilang sedang memikirkan kemana ia akan pergi setelah bayinya lahir, lalu Naeun mengantarkannya sampai pintu depan. Kelihatan anak kecil memeluk Naeun, si dukun terkejut itu siapa? Apakah bayi yang seharusnya si huntu itu lahirkan?

Lalu 10 tahun kemudian seorang anak laki-laki berjalan mendekati sumur tua, kemudian terlihat neneknya.. yang entah ini jelmaan si huntu sebelumnya atau memang bener si ibu mertua sebelumnya?

E n d…

Advertisements

Likey, Likey, Likey!

           Saya bukanlah pengguna IG secara aktif, mengingat ponsel yang ku pegang sekarang bisa dibilang jadul, akan cepet panas dan menguras memori, maka aku memilih menguninstall-nya. Masih lolipop, belum 4G, dan baterainya ngedrop, kameranya burem karena sempat kehujanan tahun 2017? Kah? Awet ya? Pegang itu sejak akhiran 2017 kayaknya.. belum sempat untuk beli baru lagi, karena memang belum merasa sebutuh itu. Kalau perempuan kebanyakan pasti galerinya penuh dengan selfinya entah sama temen atau diambil sendiri. Tapi itu tidak berlaku padaku.. dan tidak ada satu pun foto diriku yang tanpa hijab, tidak ada sama sekali. Akan lebih banyak foto-foto kucing tercintah. Dan.. sepertinya memang Ibuk mendambakan anaknya lahir laki-laki.. kadang-kadang terpikirkan apa aku ini perempuan? Kelakuannya bisa gini amat sih? Ini kalau gak pakai kerudung kelakuannya udah kayak apa’an.. preman, gak tau nomor lipstik yang dipakai apa.. pakai bedak setahun gak abis-abis, gak nafsu gambar-gambar eyeliner. Kalaupun ada waktunya diharusnya ya bedak ya lipstik, blush-on, maskara, itu bukan karena aku suka. Itu karena biar tidak kelihatan pucet saja. Apa yang ku punya dan gak habis-habis, maskara, eyeliner yang water-proof, maskara + blush on by wardah yang mahal gila~, eye-shadow, liptint, Lipstik biasa, Lip-cream. Katanya gak suka dandan.. noh itu punya lengkap~

“Aku dituntut tampil cantik dan selalu segar Beb.. ini sungguh menguras emosi!”, pengen ku bius biar diem. Hahahahaha.. tapi aku pun kalau pakai itu semua diusahakan tidak usah terlalu lebay. Komentar Muiz yang paling ku suka ketika lihat aku dandan adalah “Ih Za, kamu pakai yang merah-merah di pipi segala. Tapi bagus sih.. gak kayak emak-emak” wkwkwkwk. Dan gini ya cerita’in bagi Mas Mas yang suka bilang “Aku sukanya yang natural saja..”

Natural.. okay, bangun tidur dengan mata yang baru loading 45% itu natural. Hahahaha, ngerti-ngerti.. yang kelihatan bening tanpa pakai riasan apapun? Tolong setidaknya kasih budget 300k-500k per bulan dan biarkan dia ke klinik kecantikan untuk facial dan perawatan sejenisnya, jika kau berharap memandangnya natural dan merasa bahagia karenanya, dan silakan bilang “Aku suka kamu apa adanya~” XD. Terus terang saya pernah mengalami hari-hari kulit sampai nge-pink dan bening begitu setelah rajin ke dokter. Kenapa kog terus terang? Ya karena saya sekarang saya males ke dokter.. wkwkwk

palingan kalau keluar saya sekadar pakai Ertos CC Whitening, sejenis bedak cair sekaligus alas bedak yang ngakunya bisa melindungi dari sinar matahari. Tapi tidak melindungi dari kejamnya dunia~ hahaha.. dan itu belinya kisaran Agustus 2018 belum habis sampai sekarang.

Ada kalanya saya kepengen rajin ke dokter lagi, tapi kalau aku tambah cantik nanti yang naksir banyak aku bisa stress *hahahahahahah, pengen ganti dokter ah~. Karena sejenis pelembab, facial wash di pasaran seperti ponds, wardah, garnier, emina, tidak cocok sama sekali. Mainnya beneran krim dokter.. mungkin aku tidak yang facial atau injeksi rutin seperti doeloe, tapi ada kebutuhan buat ke klinik menebus beberapa krim dan pembersih wajahnya. Manja banget ini muka.. gak bisa sama yang dijual toko biasa.. langsung jerawatan, memerah, perih..

Tapi kenapa aku jadi perempuan kog tidak bisa ya ngepost foto genit gitu lalu captionnya sok sok kata-kata bijak. Aku mendingan ngeblog, mau ada yang membaca ataupun tidak.. ini bisa menenangkan psikis-kuh..

          Ya makanya saya susah banget bawa nama ini, kalau orangnya cerdas pastilah langsung ngeh harus manggil Risa.. contohnya Kang Mus dan Mas Khasan! Makasih!! Tiada yang lebih berharga dibandingkan apapun *hiks.. meski kalian menyebalkan sekali, aku sayang kalian~

Aku: Uma, Priska yang DM di instagram banyak banget padahal gak kenal.

Uma: Mba Riza iri kan? Kepengen juga?

Aku: Enggak ah, ngapain coba? Ngeri malah Um..

Bukannya saya merasa sok cantik makanya gak mau main IG lagi, tapi saya takut kalau kejadiannya bakalan seperti Priska. Tapi tak sekali dua kali temen iseng ngepost foto yang ada akunya, lalu temennya temen minta dikenalin.. nanyakan nomor gw, ini sungguh membikin risih.. yang SS kemaren itu hanyalah contoh.

Hp baru… nunggu THR turun.. pertengahan bulan ini maybe~, katanya Kakang sih.. 1 juta’an ada-lah.. lumayan buat anak bau kencur yang belom ada setahooon, mana ngasih kontrak di atas materai dilarang menikah lagi.. tau aja lo belom ada yang bakal ngelamar dua tahun kedepan, ya kalau aku nikah umur 27 beneran gimana?  Aku akan mencekik pria itu… lalu bilang kenapa datengnya baru sekarang!!?  Capek tau nolakin selusinan orang dan sok dibilang jual mahal sama orang-orang padahal emang gak suka.. *eh

kalau Kakang mah.. 3 jutaan.. pernah Kang Mus ngasih lihat slip gajinya. “Kamu jangan ngiri lihat nominalnya..”

“Iya iya.. kan tanggung-jawabmu lebih besar Mas,” Ya biasa aja.. sesuai porsi masing-masing.

Saya itu paling tidak suka kalau harus menempati posisi yang harus ngurusin banyak orang, bertanggung-jawab atas segala sesuatunya, mungkin ini agak selfish.. yang mana saya tidak mau merasa ketergantungan dan toxic, pulang.. pulang, berangkat ya berangkat.. tapi jangan minta lebih. Jadi.. saya pikir ada baiknya tidak terlalu kesorot, karena kalau ketahuan bisa apa saja, yang ada malah jadi kalahan. Alias dimanfaatkan seenaknya sendiri. Kerja ya kerja, waktunya pulang ya harus pulang… kalau pun molor maka jangan kebanyakan, satu setengah jam-an tidak masalah. Kalau libur ya libur, gak ada ceritanya ke tempat kerja dan ngurusin kerjaan disaat kamu sedang me time atau rehat sejenak. Gak mau~

Tapi tentu harapan egois seperti itu tidak akan pernah kejadian, bukan loyal.. lebih ke kalau bukan aku ya siapa lagi?

Anggap saja post ini adalah intro dari saya pengen ngebahas lagunya Twice yang Likey. Next post~