Oh Well. Whatever Happens, Happens..

          Saya tidak pernah suka dengan Maudy Ayunda, sejak Perahu Kertas. Gak ngerti kenapa, mungkin saya kurang sreg karena Kugy diperankan oleh dia. Atau, ya biasa saja.. bukan benci, tapi biasa aja. Tapi saya pun tidak mengerti kenapa kebanyakan lagu yang dia bawakan bagus, tapi anehnya meski kita tahu dia ini jenius cantik dan tak punya cela sedikitpun, pengaruhnya seperti belum bisa sebesar ketika masyarakat menggemakan “Aktris cantik ya Dian Sastro” siapa lagi?. Tidak semua lagunya saya tahu, tapi yang jelas list di bawah ini punya arti khusus tersendiri bagiku. Kalau ditanya siapa penyanyi wanita yang aku banget, Isyana.. cakep-cakep gesrek, lucunya kebangetan ini orang. Berbanding terbalik dengan performa dia di panggung atau ketika menyanyi, kesehariannya lucu sekali. HHH,

  1. Tahu Diri. Ciptaan Dee Lestari, novelis favorit saya juga.

Hai, selamat bertemu lagi..

Aku sudah lama menghindari mu, sialku lah kau ada di sini..

Sungguh tak mudah bagiku, rasanya tak ingin bernafas lagi.. tegak berdiri, di depanmu kini..

Sakitnya.. menusuki jantung ini, melawan.. cinta yang ada di hati..

Dan.. upayaku tahu diri.. tak selamanya berhasil, pa bila kau muncul terus begini.. tanpa pernah kita bisa bersama.. pergilah..

Menghilang sajalah lagi..

Bye.. selamat berpisah lagi, meski masih ingin memandangimu. Lebih baik kau tiada di sini.. sungguh tak mudah bagiku… menghentikan sgala khayalan gila. Jika kau ada, dan ku cuma bisa.. meradang menjadi yang disisimu, membenci nasibku yang tak berubah,

Berkali-kali kau berkata.. kau cinta tapi tak bisa..

Berkali-kali ku tlah berjanji, menyerah..

  1. Perahu Kertas. Meski saya bukan sejenis orang yang suka dengan konsep, sahabat jadi cinta. Kalau temen ya temen aja, tidak perlu lanjut ke lebih jauh. Mungkin saya suka lagu ini karena sempat menjadi seorang yang suka sama novelnya Dee Perahu Kertas.

Perahu kertas ku kan melaju, membawa surat cinta bagimu..

Kata-kata yang sedikit gila. Tapi ini adanya..

Dan kau ada diantara milyaran manusia, dan ku bisa dengan radarku menemukanmu..

  1. Tiba-Tiba Cinta Datang

Ada sesuatu saat ku melihat dia. Ada getaran membuatku rindu..

Senang hatiku saat ku dengar suaranya, ingin selalu ada didekatnya.

Saat ku sendiri, ku bayangkan dia datang padaku dengan cinta.

Di keramaian ku merasa sepi, saat tak ada dirinya.

  1. Bayangkan dan Rasakan

Hadirmu … hanya sekilas di hidupku namun meninggalkan luka

tak terhapus oleh waktu

tertawa … hanya tuk tenangkan jiwa

namun yang kurasa hampa

semua hilang tak tersisa

bayangkan …

rasakan …

bila semua berbalik kepadamu

bayangkan …

rasakan … bila kelak kau yang jadi diriku

terdiam …

ditengah heningnya malam

mencoba tuk memaafkan dan lupakan kesedihan

maaf …

sangat sulit kau ucapkan selalu ada pembenaran

atas hal yang kau lakukan

bayangkan … rasakan … bila semua berbalik kepadamu

  1. Untuk Apa.

Untuk apa? Untuk apa cinta tanpa kejujuran..

Untuk apa cinta tanpa ada perbuatan?

Untuk apa? Untuk apa cinta tanpa pembuktian?

  1. Kamu dan Kenangan

Ini ost film terbaru Habibie dan Ainun sih,

Advertisements

Ada Masalah Apa? || Gak Tau..

Pasti kita pernah ada di situasi, marah kesal tetapi demi kesopanan kita tidak akan membalasnya secara sadis langsung. Cuma bisa memendam-mendam dan lupus.. hahahaha, padahal aslinya ingin sekali bicara “Kamu siapa? Ada hak apa mengomentari aku?! Kalau ini salah aku tanggung kog, bukan urusanmu ya.. maaf ngegas, abisnya rese..”

Ini fakta, bagaimana orang yang terlalu sering memendam semua kecewa, benci, kemarahannya justru jatohnya jadi penyakit lupus. Fake smile itu hanya berlaku untuk dunia orang dewasa, dunia uang berjalan secepat hembusan napasmu, kalau kita sendiri diluar semua atribut dunia tersebut. Iya, gapapa.. aku gak akan nangis, nanti kalau nangis kalian sedih, aku gak mau nyusahin kalian, aku kuat.. yang punya masalah bukan hanya aku, gak boleh lebay lah nanggepin gini aja., Tapi.. sadar gak? Memang masalah kita tidak sebesar apa yang orang lain rasakan… tapi unfortunately itu yang tanggung kamu, harus dihadapi dan rasakan, karena kalau jiwa kita udah penuh nanggung itu semua tanpa output maka kita akan jadi menyalurkan beban itu ke yang lainnya, padahal yang capek hati.. kenapa malah jadi nafsu makannya hilang? Atau kenapa pas malam gak bisa langsung tidur? Kenapa kog jadi tipes begini? Hati hanya pinjam mereka atas segala kedzaliman yang punya yang dengan sok kuatnya tidak mau menanggapi tragis perasaannya sendiri, lucu ya Tuhan bikin manusia? Sekompleks itulah. Nangis.. nangis aja, marah? Lempar saja.. gak usah sok semua ditutup-tutupi..terkadang kita boleh tidak jujur jika dihadapan logika tapi ketika bersama diri kita sendiri kita harus jujur, aku kenapa? Mau apa?

Sejak Juni saya sudah dapet e-mail peringatan untuk segera memperbaharui domain blog ini. Chariszha.com, my goddess.. karena saya tidak main IG, tidak twitter, tidak facebook, baru 1 bulan ini uninstall lite karena saya merasa kog waktu terbuang dengan sia-sia sih? Cari penghiburan gak gitu juga kali.. lihat orang debat dan saling hujat atau menyebarkan berita hoax tidak seseru itu. Jadi aku super duper kuper banget ya? Wkwkwk, tapi kog tangan ini gatel kepengen beli OPPO A5S, Ya Allah.. arep mbuk go opo Sa? Nganu.. ehmm.. ngegame otome hhhhhhhhhhhhhhh. Kenapa tidak IG? Karena saya akan jadi sakit hati lihat pencapaian orang lain kog aku gini-gini aja? Meski kita tau kita punya waktu kita masing-masing, ada yang mati umur 35, ada yang masih hidup 110 tahun, karena kita punya skenario kita sendiri, lihat foto orang gandengan aku kapan?, lihat orang jalan-jalan kog aku punya duitnya tapi ga ada waktunya?, liburan? Aish.. tidur 6 jam pun rasanya lebih dari syukur alhamdulillah.. seperti kata seseorang, jangan-jangan aku ini memang sudah kehilangan kemanusiawiannya. Hmm..  benar sekali! Daku alien~

tidur jam 1 bangun jam 4, berangkat jam 6.30.. apakah aku menikmati hidup? Maksudku senang-senang dan bahagiakan diri sendiri caranya bagaimana? Gak pernah main gak suka jajan, Kang Mus selalu mengatakan betapa menyedihkannya aku ini, Mas Khasan yang selalu membully betapa anak hilang ini ngenes sekali tidak pernah kelihatan pacaran atau punya pacar.. bagaimana aku menikmati hidupku? Menangis dan menertawainya bersama’an..  bahagia-ku bagaimana? Ya didalam hatiku sendiri.. mau ke pantai atau lihat panorama indah sekalipun kalau hatiku belum selesai tetep aku pikir tidak akan bisa bahagia juga, seperti saya pernah nulis sebelumnya.. soal semuanya balik ke hati kita lagi, sampai saking mainnya paling ke satu indomaret yang sama sampai si mbanya jadi sok akrab sama gw.. hahahaha, “Ice krimnya mba kalo yang gede, 15 ribu dua.. lagi promo..” Aku be like “Gak usah mbak, gak abis sendirian..”, meriang ngko aku.. kalau pusing dikit langsung minum tolak angin + obat warung dan berusaha tidur,

beli sajiku “Mau bikin apa mbak?”

Aku “Biasalah mendo’an”  gak usah perhatian ngunulah Mba.. baper ngko aku HHHHH,

Jangan bertanya apakah aku bisa masak? Maka jawabanku adalah… aku tidak yakin ini bisa dimakan orang lain atau bisa bikin mati, inilah kenapa aku kalau ke supermarket sukanya sekarang belok ke perabot masak-masak dan rumah tangga, kepengen aja.. lagi diumur yang kalau gabut malah ngiris-ngiris bawang merah sama cabe dan ini kenapa air-mata netesss, pedeees! Gak kog.. aku gak berjiwa keibuan.. aku benci denger anak kecil teriak-teriak ngoceh, apalagi nangis, berasa “Ini anaknya siapa?! Berisik! Cepetan seret jauh-jauh dari hadapanku..” Belum… aku belum bisa lihat bayi langsung sayang sayang.. cupcupcup.. atau kepengen gendong-gendong, aku bahkan tidak berani gendong bayi, takut kenapa-kenapa kalau ku pegang. Tak jarang jika ada yang bertanya “Coba gendong..”

“Kamu gak pengen punya satu?”

“Woy! Kamu itu perempuan, kenapa gak mau hamil?! Dasar aneh..”

.

.

.

        Dan ini anehnya, saya terkadang lupa kalau domain blog ini adalah dot.com dan tidak terlalu menggarap semuanya secara serius seperti dulu, entah kenapa..  saya hanya merasa butuh ruang untuk bicara. Itu saja.. entah didengarkan atau tidak saya tidak mau ambil pusing. Dan percayalah saya penasaran apa bahasan-ku sepuluh tahun dari sekarang,  siapa orang yang dengan iseng akan bertanya “Kamu lagi ngapain? Nulis lagi? Ya ampun..”,

Saya tidak bayar dot.com ini dengan uang di rekening tabungan saya, ini dari adsense blog ini sendiri, yang kalau bisa satu bulan 100 dollar bisa dicairkan, lumayan tuh. 18 dollar.. di kurs ke rupiah bisa buat traktir bakso elu sama temen segeng.. hahah,

Disaat itulah saya kepengen denger “Kamu keren!” HHHHHHHHH, dot.com sejak 2015.. sudah 4 tahunan lah.. ngeblog sejak 2013.. sebuah rentang waktu yang semula saya nulisnya gak jelas sampai makin hancur begini.. udah kayak bantar gebang aja blog ini. Sampah..

Awalnya ngechat si Happiness Enginer dengan bombardir, biar diurusin perpanjang domain.. saya gak mau bayar! Lagi miskin!! Emangnya 18 dollar itu murah? HHHHHHH, tiap tahun itu tuh aku.. nyusahin Happiness Enginer, soalnya saya gak boleh hanya ngirim e-mail sekali, pasti ada satu yang responnya gak bisa bantu. Tapi ada juga yang mau bantu, tim mereka entah ada berapa, tapi kalau ada satu yang bantu.. langsung saya treat sebaik-baiknya, makasih.. makasih banget! Matursuwun sakatahipun… Aicee.. hope you enjoy your day.. wes kayak wong alay saking senengnya dibantuin. Norak… hh

.

.

.

Perihal menghibur dan Ngegombalin Orang..

Ada jaman dimana aku seperti diminta terus ngirimin pesan romantis ke temen, cewek.. astagfirullah.. “Lagi sa.. yang bagus” apa apapapapapapa?, eeei.. bayar! Waktu itu saya nebak dia jadian sama seseorang, lalu iseng nulis gitu.. malah disuruh suruh ngegombalin dia, kan sebel.. aku sebel..

Sik sik.. saya mau tanya, romantisan mana nyimpen nomor seseorang tersayang dengan “Babe”, “Honey”, “Abi”, “Hubby”, ketimbang hafal nomornya di luar kepala?. Kalau denganku? Maksudnya.. nomor sms radio saja aku hafal, tidak menutup kemungkinan aku bisa menghafalkan nomor-mu diluar kepala. Tapi siapa? Sekarang mah.. yang ku hafal adalah nomornya Ibuk dan Mbah Kakung, jadi siapa yang mau nomor hapenya aku hafal diluar kepala? Hayooo..

Beberapa waktu lalu Mbah Sus galau, agak malaman saya gak bermaksud menghiburnya, ya ketimbang ngeladenin para mahkluk berdarah panas mending ngechat perempuan, waktu dia bingung dengan tugasnya dia. Saya menyuruhnya tanya ke orang yang lebih jago.. ya ujung-ujungnya saya seperti mengarahkan ke kamu. Disaat kau berusaha mengajarinya, disaat itu pulalah aku berusaha membuat mood-nya yang hancur ke lebih baik, yang kusuruh curhat ke menulis dia gak mau, ku suruh dengerin lagu cadas buat ngurangin feel beratnya gak mau, akhirnya aku hanya membercandainya, sampai dia bilang “Ya Allah, bersyukur banget aku punya temen gila kayak kamu, ngakak sumpah..”. Hidup apa ini? Aneh..

Kog aku merasa dipikir orang-orang bisa membuat mereka sembuh, healing dan menceritakan semua masalah mereka padaku? Disaat yang bersama’an aku punya segudang kekhawatiran dan masalah-ku sendiri. Tapi aku merasa tidak ada seorangpun di muka bumi yang akan benar-benar memahaminya, maka tak pernah suka bicara tentang diriku lebih jauh.. pikirku, buat apa? Tidak akan mengurangi beban-ku, tidak akan benar-benar bisa mengangkat kekhawatiran ini,

Tentang soal cerita-cerita sebelumnya yang cukup luar biasa, maksudku ini seperti tidak nyata saja bagiku mendengarnya langsung ketika aku sudah tidak asing dengan hal-hal sejenis itu secara tekstual?. Maksudnya.. aku tidak mau menyalahkan tindakan mereka, tapi di satu sisi saya juga tidak membenarkan perbuatan mereka, yang datar gak ambil peran pro bukan juga oposisi, tapi saya sok sok jadi kayak filsuf.. tenang damai sok bijak. Kedengarannya apatis bukan?

Enggak.. saya hanya mencoba memakai perspektif mereka, seperti kalau kita terdampar di hutan 10 hari apakah kau masih mempertanyakan ular itu halal? Berusaha paham.. meski saya tahu saya tidak akan mau berada di situasi mereka. Dan tidak akan mengambil langkah serupa. Meski saya sadar pasti akan masuk ke lubang yang sama jika di situasi yang sama.

 

Merayakan Patah Hati

Pernah patah hati dan tidak mau melanjutkan apa yang disebut hubungan percintaan, karena takut disakiti. Jatuh apa yang enak? Jatuh cinta Pak…

apa’aan..? Tapi kalau sekarang saya ada yang berusaha mendekati maka cuman satu yang ada dibenakku, apakah mereka bisa menerima aku seutuhnya? Segaje-gajenya? Sejelek-jeleknya? Bukan disaat sedang manis-manisnya. Bagaimanapun juga mereka yang cuman naksir sisi luaran-ku, bukan aku dengan semua kepribadian ini, sering beberapa teman mempertanyakan ya kamu coba jalani aja dulu, mengenalnya sambil jalan lalu baru bisa memutuskan iya tidaknya untuk lebih serius lagi, kalau dia gak ngerti ya diajarin. Masalahnya aku sudah terdoktrin bahwa ketidak-murnian tersebut apa yang bisa diharapkan?. Hubungan yang hanya senang-senang dan hanya saling bilang sayang ketika lagi seneng, tapi hilang ketika terluka.. saya sudah jauh dari hal semacam itu, harus ada yang lebih tinggi lagi.

Tapi terus terang memang menikmati dicintai sebanyak ini, hhhhhhh. Jauh-jauh dari Solo cuman mau ketemu aku, dasar gombal.. hhhhhhh tapi malah beneran ketemu,

Ulang tahun bilangnya ketemu aku udah seneng. Wadaw.. Mak.. iki kenopo? Ketone yo ra tak pelet..

Yang satunya ngomong kangen,

Satunya tiba-tiba nanya’in udah pulang belom? Berangkatnya naik apa? Bareng mau gak?

Lainnya, seneng banget nyeberangin jalan raya.

Ini apa-apa’an? Ngeneki neg aku duwe pacar, pora nesu emosi ngerti.. ya apa, semua perhatian ini tidak begitu menenyenangkan disaat orang yang kusuka seperti es batu, dingin, jahat, cuek,

       Luka yang sudah sembuh tanda-tandanya apa? Ketika kita mengingatnya kita akan tertawa sendiri, sudah lupa sama sekali.. meski ada sedikit perih juga kalau diulas kembali.

Ada mata dajjal di dengkul kiriku, dulu waktu kecil saya pernah jatuh dari sepeda sampai lutut robek, sampai sekarang tidak pernah bisa hilang. Saya inget banget, sore-sore habis main dari balai desa dengan anak-anak lainnya, terus kan ada jalanan yang agak menjorok ke bawah, saya entah kenapa penasaran dan malah melajukan sepeda lebih kenceng lagi. Karena oleng dengan kecepatan tersebut, saya jatuh dan lutut robek. Pulang nuntun sepeda sambil nangis.. selayaknya Mamak-ku yang bawel dan beda sama anaknya yang pendiem ini, eh ati-ati.. Ibukku sejenis Ibu Ibu yang galak banget, aku dimarah-marahin.. makanya! Ati-ati! Bocah kog nakale koyok ngene… blablabla…

Saya nangis lagi gak kalau inget saat-saat itu? Tentu saja enggak… tapi lukanya tidak pernah hilang. Itu adalah bukti kecerobohanku sendiri..

Kadang-Kadang Jadi Egois Boleh..

Kita tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang, itu baru-baru berarti dan terasa disaat kita mengalami hal yang tidak enak. Bukan hanya sekadar kalimat klise..

Saya baru sadar kalau para seleb dan artis adalah orang keren dan kuat hatinya, mereka menerima hoax dan cacian hampir setiap hari, saya bisa dengar cercaan dan omongan tidak enak orang-orang paling tidak 10 kali lebih dalam sehari dan hanya bisa tersenyum menanggapinya, bukan berusaha buat menghakimi mereka dan mengkotakkan mereka, tapi saya jadi bisa lihat oh… ternyata gini ya manusia? Lucu sih? Tapi sebel kadang jijik? Udah mandi belum ini? Kog aku ikut senyum lihat mereka senyum padahal gak tau alasannya apa?. Tiba-tiba saya suka lihat banyak video Lucinta Luna, pilihan hidupnya memang salah.. tapi heran bisa lihat orang setebel ini mukanya nanggepin semuanya, kagum enggak.. jijik iya.. tapi saya tidak mengingkari kalau lihat dia saya terhibur sekali. Sumpah.. ilfil ke diri sendiri harus mengakui hal tersebut, tapi kenyataannya gini..

Kadang bisa ngedumel sendiri dan Kang Mus bertanya, “Apa Sa?”

“Eh, enggak Mas, ngomong sendiri.. santai.. santai..”

Ketone aku punya kebiasaan aneh, kadang suka bicara sendiri. “Iki kog ngene sih??”

“Kunci.. .kunci.. dimanakah dirimu~”

“Heh.. heh, tadi kan udah dicuci, ah kelupa’an”

Dan aku terlalu sering mengalihkan perhatiannya ketika dia berusaha nyerocos menasehati dari A-Z, “Kamu itu Sa, tak lihat-lihat kemarin..”

Skip skip! Sa! Cepet hentikan cerocosannya om om satu ini!! Segera!

“Eh Mas.. wingi to, Pa’e lucu.. “/”Eh, tau dimana pulpen aku gak?”/”Kamu kayaknya kelupaan sesuatu deh Mas,”/ dan beneran berhasil! Ya Lord… aku tidak suka kalau dia sudah menggelar acara dakwah.. atau motivasi gratis,

Ya Allah… maafkan aku, nakal.. HHHHHHHHHHHHH. Iya, bener.. kerjaan masih banyak sekali, Kang Mus itu baik… “Kamu gak makan apa Sa?” Kadang ku jawab, nanti aja Mas.. belum laper,

Yang sebenernya aku mengerti kapasitasku, aku kalau makan lama.. ini juga kenapa tak jarang dijuluki Putri keraton saking lamanya, dan kerjaanku jadi lebih banyak dari sebelumnya, sedangkan ini gak akan segera selesai, aku pengen balik lebih cepet,

 jadi inget, pernah ada yang gak tau dengan legowonya bilang “Ya udah makan dulu gapapa” terus dibiarin selama sampai selesainya aku,

aku kemudian bertanya, “Jadi kenapa? Penting?” sok sok mancing, biar keluar kata kangen.. padahal yakin banget gak mungkin keluar kata tersebut.

Gak dijawab secara langsung, padahal hati terdalam ini bisa nebak. Kangen ya? Udah lama.. dan pembicara’an kita seperti sudah tidak begitu nyambung lagi karena seperti ada yang ditahan-tahan. Aku salah, terlalu menuntut,,, berantem akan hal-hal gak penting, padahal kita sebelumnya seseru itu.

Aku salah, terus dia hilang entah dimana. Kemudian sekian waktu kemudian nomorku mati berkat kecerobohanku sendiri..

Ini tragis, aku bahkan tidak tau jatuh cinta dengan siapa atau apa? Maka jika aku ingin mengingatnya lebih lagi, aku harus membongkar salah satu dan dua  diary.. itulah kenapa ku bilang aku ingin membakarnya walau tidak tega melakukannya.

Jadi “Non” kangen dipanggil “Non” lagi.. Pakdhe..