Semua Lelaki Bedebah?

Halo, hai..

entah harus dimulai dengan sapa’an seperti apa, sudah berapa tahun kita saling mengenal? Sudah berapa banyak engkau dan aku telah sama saling terkejut oleh masing-masing? Aku sedang tidak menulis puisi atau prosa indah, aku hanya ingin menuliskan surat cinta terbuka. Mas, bagaimana kalau kau selipkan satu surat cinta padaku kelak.. aku akan sangat menghargainya ketimbang kau bawakan padaku seikat bunga.

Semakin cintakah engkau padaku atau justru membuatmu ingin lari terbirit, kabur. Apa hal yang paling disyukuri dariku sebagai seorang perempuan?

Aku tak harus bersusah payah memikirkan bagaimana menyiapkan kejutan untuk menyatakan cinta kepada kekasihnya..

Aku tak harus berpeluh memikirkan bagaimana aku harus memikirkan aku ingin memberikan cincin, rumah, bunga-bunga, sebagai wujud cinta..

Aku tak harus berpura-pura kuat atau menahan semua amarah dan sedihku sendiri, hanya karena aku adalah lelaki serta dianggap bahunya paling kokoh menopang dunia..

Aku tak harus menutupi perasa’anku hanya karena jika dibicarakan maka aku akan disebut sedang membual.

Aku tak harus malu mengakui bahwa aku sejatuh cinta itu dan tiada satu haripun tak memikirkan..

Oh iya.., poin yang terpenting lainnya..

Aku tidak harus merasa sombong di dalam hati karena menjadi orang yang paling… paling cinta, paling sayang, paling, dan paling lainnya. Ku harap kita saling, kenapa kau harus merasa paling? Kau ingin cinta? Kenapa menyimpannya sendiri? Kau ingin bahagia? Kenapa ingin benar sendiri? Kau ingin aku? Oh waw.. kenapa diam saja?

Aku tak harus berkeringat dingin merapalkan sebuah janji yang akan disaksikan banyak orang, yaaah.. aku cukup duduk manis entah di sampingmu atau terpaut sedikit jauh menjadi penonton, tersenyum cerah padamu, sebagai pertanda.. baiklah! Semangat Sayang! Kamu bisa!!

         Tiap berada di tempat yang bagus, aku selalu memikirkan bagaimana jika terjadi acara lamaran dadakan?. Mungkin lucu. Sebuah tempat yang menarik, malam hari sekitar pukul delapan atau menuju sembilan. Pancaran lampu di sana serba remang oranye, bukan karena pemiliknya tidak mampu membeli lampu LED putih. Musik diputar, lembut mengalun.. bagaimana kalau Calum Scott.. I climb every mountain~, and swin every ocean….

semuanya biasa saja, sampai ada Mas Mas muncul di panggung membawa bunga dan mikrofon.. “Teruntuk perempuan di ujung ruangan ini.., dengarkanlah.. wanita impiankuu..”

Bukan, bukaaan! Aku tidak mau di posisi mbanya itu.. ku ingin menonton sajaa.. hahah! Sayangnya jika kau melakukan narasi yang ku sebutkan sebelumnya, aku akan langsung pergi menahan malu. O Ow.. Mas sudah gila! Wahahaha..

Semua lelaki bedebah.. Semua lelaki bedebah? Oh tidak.. ku harap tidak semua.. termasuk kamu. Kau pikir aku jatuh cinta karena wajahmu? Kau pikir aku tergila-gila karena kecerdasan mu? Kau pikir aku terpikat pada kebaikan hatimu? Kau pikir aku mengharapkan sesuatu dari semua milikmu? Hmm, tidak… aku tidak memiliki alasan logis untuk menjelaskan kenapa? Justru aku sering memikirkan, apakah aku akan baik-baik saja jika itu bukan kamu?

Maksudku.. seseorang sepertimu, yang tiap bicara dimanapun pasti akan didengar. Bukan cuman aku, mungkin ada beberapa.. ini menjadi sangat rumit bagiku karena tak suka membagi apa yang ku miliki dengan orang lain jika itu sangat penting, membiarkan kamu sebebas itu artinya aku sedang membiarkan hatiku terhujam belati berkali-kali. Bagaimana aku sempat ingin pergi bukan karena aku tak cinta, tetapi karena terlalu menyakitkan saja untuk bertahan..

Bukan karena aku merasa serendah diri itu, hanya saja ini terlalu menyakitkan untuk dilalui. Aku tidak menangis kog ketika menulis ini, tumben nalarku masih menahanku sejauh ini meski sudah tengah malam.. memangnya tidak ada yang menyukai aku selain kamu? Banyak! Sayangnya aku merasa seperti salah menarik vibrasi orang saja.. tetapi juga akan sangat membingungkan kalau orang seperti kamu ada lima.. huf..

Sebuah ilmu pengetahuan, entah siapa yang menjelaskannya.. bahwa cinta hanya akan bertahan 4 tahun saja, seterusnya hanya akan menjadi ketertarikan fisik semata. Entahlah..

Aku jatuh cinta pada Hari Sabtu, kau jatuh cinta padaku hari apa? Hari Kartini? Hahaha.. ngaco’!

“Kenapa ya? Dia menyukai aku? Aneh..” Tanyaku pada seorang teman..

“Mungkin dia bisa lihat apa yang orang lain tidak bisa lihat..”

Dalam hati.. are you kidding me? Memangnya aku kenapa?

Kamu ibarat buku yang terlalu menarik., …

Semula aku melayang dibuatnya dengan komposisi kata dan ungkapannya, cukup membantu dihari-hari beratku… terima kasih, aku ternyata seberharga itu bagimu, terima kasih ternyata aku dicintai setulus itu,

lama-lama aku jadi kasihan.. buku hutang? Kau pasti menganggapku sebagai buku hutang… membebani, menyakitkan, menyebalkan, menganggu!

Wah, aku su’udzon..

Harusnya kau membantah dengan Bukan sayang, kangen, kangen, kangen, rindu, rindu, rindu, bisakah kau lebih bersabar lagi?

Betapa aku ingin kau memanggil namaku dengan benar, atau setidaknya panggil Dek.. sebuah keinginan yang sederhana sekali.. aku tidak banyak bercerita tentang sedih dan kesalnya aku pada orang lain. Jawabanku selalu.. aku tidak mau menyusahkan orang..

Tapi denganmu kenapa aku ingin? Ingin menyusahkan kamu? Hahah.. atau aku hanya ingin, jika kau dengar dan ketahui semua burukku, bisakah engkau terus merasa jatuh cinta padaku?

Jika jawabannya adalah iya, maka aku..