Setuju Ta’aruf dan Poligami?

Si Fitri duluan yang mulai. Wes mencoba sabar nanggepinnya, ujung-ujungnya saya emosi.
Semula kami membahas ta’aruf, soal Salmafina dan Taqy Malik kenapa bisa cerai. Kami setuju kalau sosok seperti Taqy saja murka pasti ada sesuatu yang tidak beres. Dan dia bilang setuju dengan poligami. Dia percaya ketetapan Allah kalau jodoh itu paling baik dari ta’aruf. Perihal jika seseorang yg bersedia dipoligami maka pahalanya di sana melimpah.. blablablabla..
Aku bilang gini, tapi kalau ceritanya kamu kenal seseorang dari sosmed yang cuma tahu chasing luarmu segala branding baik yang kamu ciptakan di akunmu itu.. tidak menjamin semuanya lancar.
Dia protes, tapi Mba.. tau ceritanya si A B C? Mereka kenalnya lewat sosmed.. so sweet Mbaaa…
Kemudian..
Saya kasih opsi lain, setidaknya dia harus seseorang yang satu lingkungan atau komunitas dengan kamu. Yang kamu lihatin itu sekian persen dari yang ada. Tidak semua-semuanya berakhir happy ending. Biar nyari infonya gampang. Aku setuju poligami ada.. tapi plis tolong, jangan aku. Kamu ngerti Aa’ Gym? Beliau ini jatuh di masa jaya-jayanya karena melakukan poligami. Dan dimata masyakat kelihatan jelek karena yang beliau nikahin lagi itu masih muda dan cantik. Istrinya kelihatan tidak ikhlas, bukankah kalau poligami si suami tidak wajib bilang ke istrinya?.
Tapi ada konsep yang menarik, surganya suami memang ada di ibunya. Tapi hidupnya tidak akan berkah kalau menyakiti hati istrinya. Bagaimana laki-laki begitu tega menyakiti seorang wanita yang dulu ia rela memohon-mohon pada orangtuanya untuk dipersunting dan dijadikan teman hidupnya?
Fitri: Itu berarti imanmu lemah ya mba?
Aku: Siapa bilang iman ku kuat? Aku masih ada sisi manusia yabg tidak rela jika diseperti itukan.
.
.
.
Saya NU dan Fitri itu Muhammadiyah. Kadang kami selisih paham, bukan kadang sih? Banyak banget malahan. Dia mengeluhkan apa yang dia jalani sekarang rasanya banyak dosanya, kalau dia jalan sama temennya yang ini ia merasa pinter dan imannya kuat banget.
Kadang saya kalau sudah agak jengkel balik nanya..
“Oh iya? Tapi kenapa kamu pacaran?”
Terdiam sambil senyam senyum dianya.
Dia ini tipe yang selalu ingin menangnya sendiri, benarnya sendiri. Saya ngerti dia agak ngefans sama Kang Mus dan Mas Khasan. Tapi saya biarin aja.
.
.
Selang waktu kemudian saya main ke tempat tinggalnya dia. Dia ini kan sekamar dengan Midah. Midah ini mengeluhkan Fitri yang kelewat jorok, sampah dimana-mana gak dibuangin.
“Mid, kamar kamu kayak kandang.” Komentarku ketika mengamati sekitar.
“Ini kelakuan Fitri.., aku capek ngingetin. Jadi aku biarin aja.”
Capek dia yang bersihin, beresin. Tapi Fitri gak sadar-sadar.
It’s okay..
Dia mengumbar iman, dan cerita ketaatannya kemana-mana. Tapi melupakan satu hal.. Dek.. kebersihan adalah adalah sebagian dari iman ya Dek.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ aku merasa kepengen ketawa.
Maksudnya kamu ngajakin aku ngobrolin soal poligami dan ta’aruf tapi kamar kamu kelihatan seperti kandang. Ngotot sebagai pro sedangkan aku kontra.. lucu syekalee Dek.. lucu.. πŸ˜‚πŸ˜‚
Padahal kamu kalau mandang cowok dari Fisik. “Eh, Mba.. Mas Mus cakep sih, tapi penyakitan..”
“Khasan iku haruse ganteng, kalau lebih tinggi lagi.”
“Ubaid itu kalau kerjanya di AHM pasti aku mau..”
“Mas Rimba masa’ gini?”
“Itu lho Mba.. yang perintis kemerdekaan.. kita lewat situ gak sih dulu?”
“Ikif gajinya candak 5 lho Mba.. di Bogor.”
Dan segalanya..
Bodo amat πŸ˜‚πŸ˜‚. Kamu aja dibilangin.. “Fit, sholat disik.. wes arep Isa’..”
“Nanti Mba.. belum adzan juga kog..”
Aku merasa gagal.. Ya Rabbi.. sedih.. πŸ˜‚πŸ˜‚
Dan aku mengerti, hohoho..
.
.
Langsung terpikirkan, Nabi Adam saja di surga yang semuanya serba ada dan tak kekurangan apapun, dia merasa kesepian dan meminta Allah diberi temen.
Apalagi kita manusia biasa?
Maksudnya gini Fit, kamu saja terkadang kalau didiemin Pak Rubi kan juga kzl.. disensi’in semua orang juga sebel. Tak sindir “Temen ku ada lho yang di situasi kamu, tapi dia kuat dan bisa. Bagus.. mentalnya bagus..”
“Berarti mentalku jelek ya Mba..?”
“Entah ya..” aku pura-pura bego’
.
.
Hapemu dipegang orang ngambek, duitmu dihutang dan belum dikembalikan saja kamu marah.. lantas kenapa dengan seentengnya gitu mengiyakan “Aku tidak masalah dipoligami..”
Konsepnya itu gini, ini milikku yang paling berharga.. aku tidak mau dibagi ke orang lain.
Ah mbuh.. neg iseh ngotot.. aku tidak mau ambil pusing.
Mungkin engkau akan kaget jika ku ceritakan tentang seorang temen yang hamil di luar nikah, temen yang mabok-mabok kan, mantan2 begajulan yang otw tobat. Kaget paling Fit.. πŸ˜‚
Dan kamu pasti takkan percaya kalau aku sebenarnya tidak punya pacar. πŸ˜‚πŸ˜‚
Di sini kan aku dikiranya sudah ada yang punya. Kang Mus saja mikirnya aku udah ada calon suaminya. How though life.. πŸ˜‚

Advertisements

Saya Nyctophobia..

.

“Nyctophobia (fobia gelap) Nyctophobia adalah kondisi ketakutan ekstrem pada kegelapan atau malam hari. … Dengan kata lain, orang-orang mungkin takut pada malam dan kegelapan karena mereka tidak dapat melihat apa yang ada di sekitar mereka. Takut akan gelap atau minimnya cahaya sebetulnya normal.”
Kalau ditanya apa hal yang paling menakutkan bagiku, maka jawabannya adalah sendirian di ruang gelap.
Beberapa waktu lalu Kang Mus mengerjaiku, mengunci saya di salah satu ruangan kosong. Semacam gudang.
Tidak ada pencahayaan sama sekali, dia iseng.
Aku sedang mencari sesuatu di ruangan tersebut.
“Permisi Mas..” Kang Mus terdengar berbicara dengan Anang.
Ku kira ngapain, tiba-tiba pintunya dikunci dari luar.
Baru 3 detik aku langsung menjerit
“MAAAAAS!!!”
Karena aku terdengar seperti ingin menangis. Akhirnya Kang Mus bukakan, dan teganya dia tertawa.
Ku pikir kalau dia membiarkan pintunya tertutup paling tidak 1 menit. Saya sudah menangis histeris. Yang tidak pernah saya bayangkan seperti apa.
“Kenapa takut?” Tanya dia
“Gak lucu. Konyol,” saya pergi meninggalkannya.
Mungkin beberapa waktu dia tertawa. Tapi setelahnya dia kelihatan menyesal, sok sok baik dan perhatian lagi.
Heuh.. kadang-kadang aku menyukainya kadang-kadang aku tidak menyukainya.
.
.
Mus: Jangan ninggalin ketika masih sayang-sayangnya.
(Maksudnya saya tidak membereskan sesuatu tapi sudah sibuk dengan hal lainnya. Sebelumnya kami membahas buah.)
Aku: Aku gak sayang sama buah..
Mus: yang ngomong kamu sayang aku siapa juga..
Aku: Lha yang bilang aku sayang sama kamu itu siapa?!! BUAAAH! Aku bilang buah..
(Dasar budeg! Terus dia kelihatan malu sendiri. Salahmu gawe baper aku! -_-.. kudu tak culek..)
Mus: Besok kamu libur? Kog sama’an? Kita gak janjian kan?
Aku: Ngapain janjian? Hih.. mau kencan?
(Lama-lama aku beneran dikira pelakor kalau gini terus. πŸ˜‚)
.
.
Boleh cerita lagi? Soal
Dateng-dateng bawa senter
“Kamu takut ya?”
Atau..
“Sana jalan gih, aku awasi dari sini..”
Sejak kapan ini orang tau aku takut sekali pada gelap? Bathinku saat itu…, aku tidak menjerit separah ketika dikunci’in Kang Mus. Tapi apa kelihatan banget ya waktu dulu?
Kalau inget itu sekarang, terus terang lucu sekali. Tapi kalau inget soal “Ini hlo.. pundakku nganggur kalau mau pinjem..”
Astagfirullah.. πŸ˜‚
Atau ketika,
“Sini main, kamu gak kangen aku apa?” Him
“Ngapain kangen? Kalau ku bilang kangen mau dikasih apa?” Aku
“Enggak jadi deh, berat.. gak usah kangen.”
Pas gw sambangin dia malah memerah.
Kadang ada seseorang yang kita jatuh cintai tapi tak pernah jadi milikmu.
S. Amri adalah contohnya..
Tapi semua telah usai, cuma temen. Biasa aja sekarang. Terakhir yang kami bicarakan adalah soal pekerjaan. Yang saya syok dia ada niat pindah kerja deket gw, ahahahaha.. tidaaak!