Nyobain Macam-Macam Facial Wash. Nekat!

Wkwkw saya cenderung selalu tidak puas dengan apa yang sedang dipunyai. Bukan tidak bersyukur, tapi kita hidup selalu bergerak dan waktu selalu berjalan. Rasanya sangat mustahil untuk tetap pada satu hal. Atau ini hanya opiniku? 😅
Setelah menjajal berbagai macam facial wash, saya selalu merasa cocok dengan yang anti acne. Biasanya racikan dokter yang warnanya hijau, baunya antara teh hijau dan daun minyak kayu putih.

Setelah Safi habis, saya langsung memakai Theraskin, produk ini gampang banget nyarinya. Tak jarang di apotek dijual. Tetapi saya dulu belinya di shopee paketan dengan krim pagi, saya jarang pakai krim pagi saat itu. Penasaran, coba beli.. tapi efeknya cuman sebagai pelembab doang. Gak tau khasiatnya apa wkwk. Kemudian saya berikan ke Emak, hahah

Safi dulu cocok, seger di wajah. Tapi mahal cuy, sebotol ukuran 100 ml harganya kisaran 54 rebu, kalau diskon paling banter bisa banting harga 40 rebu. Dulu saya berani nyobain karena dapet diskonan jadi 25 rebuan wkwk, setengah harga sendiri dan habis dalam sekitar 3 bulanan. Diskon memang tipuan harga dan teknik marketing, tetapi ada cara tertentu untuk mendapatkan harga bantingan kog. Tetapi kalau anda sekalian menemukan postingan produk terkenal sekelas Maybelline atau Loreal harganya gila gila’an, coba cek dulu tanggal expirednya. Siapa tau cuci gudang dan deket banget masa expirednya.

Murah tapi tidak murahan..

Memakai theraskin biasa aja, aman banget. Terasa bersih dan ringan. Tidak lengket, tidak terlalu keset yang sampai kaku seperti memakai facial foam atau wash merk populer lainnya.
Merasa jumawa, sepertinya kulitku mulai baik-baik sajaaa.. sambil ngaca, langsung neko neko mau nyobain Nivea dan Poise.

Kita udahan ajaa.. capek kering kering wkwk

Menghirup aroma keduanya saya merasakan memori ketika mencium aroma Ponds White Beauty yang facial wash, apakah produk terkenal yang mengklaim diri white white itu selalu punya aroma yang sama? Eh tetapi Nivea baunya lebih kuat. Langsung skeptis dong.. mungkin perasaan menggunakan Nivea akan sama seperti menggunakan Ponds ketika dulu kala? Keset, kaku, kering?

Ternyata memang sama, meski bilangnya membuat cerah setelah 7 hari. Saya nyatanya tidak berani menggunakannya lagi di hari ketiga, karena setelah cuci muka dengan ini.. terasa kaku kering dan muncul bintik bintik berpotensi jerawatan. Tidaaaaak!! Kau pikir nyembuhin jerawat dan menghilangkan bekasnya gampang?? Wkwk,

Lumi lumi lumi~, we were so in love we both messing up~

Kemudian beralih ke Poise, luminous.. di iklan mereka katanya Luminous adalah kata yang mewakilkan satu tingkat di atas putih atau cerah. Modelnya mana bening banget, wkwk.. aku tidak berharap banyak, tetapi memakai ini rasanya memang biasa. Wanginya cukup menyengat semenyengat parfum mbak mbak yang dia sudah pergi tetapi parfumnya masih di tempat. Hahaha.. pernah kan menemukan orang sejenis itu? Orangnya sudah pergi kemana.. tetapi masih meninggalkan bau parfumnya.

Sepertinya harus dihibahkan ke orang saja. Aku nyerah gak mau nyobain ini lagi.

Sejauh ini menggunakan poise aman-aman saja, mencuci wajah dengan ini terasa lebih ringan di wajah. Tidak berat atau terlalu keset. Untuk cerah? I don’t think so.. mungkin perlu mencobanya lebih lama baru bisa berkomentar. Tetapi ku pikir aku akan mencobanya sesekali saja,

Terakhir cuci muka yang tidak tau kenapa aku mual dan ingin muntah tiap memakainya, salah satu produk Skincare racikan klinik kecantikan.
Iyaaa, saya dua bulanan ini pakai skincare Ella yang kliniknya ada cabang di beberapa kota itu, sedih sama facial wash yang ini. Aman banget, wajahku tidak muncul bintik atau jerawat. Tetapi baunya gak kuaaat! Sama kurang puas karena tidak memberikan busa yang banyak, buihnya sedikit, kurang enak saja di tangan hampa tidak ada buihnya. Wkwkwk, tetapi worth it kog,

hand body-nya Ella mencerahkan secara bertahap, tidak membuat kulit tipis atau putihnya pucat seperti mayat. Alami banget, sejago seperti memakai Scarlet, pelan tapi aman.

Soalnya beberapa ciwi ciwi yang tergiur putih putih itu sukanya asal beli dosting dosting pagi siang yang membuat kulit tipis, putihnya tidak cantik. Pucet, nadinya kelihatan seperti mau lepas dari jaringannya wkwkwk.

Mungkin tidak semua facial wash cocok buatku, garnier ngeri.. jerawatan 😂, ponds cuman cocok yang item kayaknya. Itu pun gak bisa dipakai rutin.

Paling mahal Safi, paling murah Theraskin.. wkwkw.. facial washnya dokter masih murah.. palingan 30 rebuan. Theraskin 18 rebuan doang hahahaha.

  • Dua Lipa – Don’t Start Now
  • Violette Wautier – I’d Do it Again

The Smile Has Left Your Eyes.

Ada yang hilang dari tawanya, matanya selalu terlihat sedih entah mengapa?. Meski selebar apapun senyumannya, secerah apapun tawanya.
Sepasang mata yang tidak bisa ku tembus lebih dalam lagi. Lebih gelap dan kelam bahkan tanpa si pemilik manik manik bola hitam itu sadari.

Semua tindakan dan ucapannya terdengar seperti omong kosong, bahkan ketika mengutarakan “Maukah kau berkencan denganku? Tatapanmu itu mengganggu ku, aku harus memastikan apakah itu cinta.”

“Dasar tidak waras..” jawab ku.
Tapi siapa sangka ia berlari sampai peluh memenuhi kaosnya karena mengkhawatirkan aku. Menitikkan air mata seperti itu. Darah di wajahmu. Memaksaku mengalah pada egoku mengakui aku juga cinta. “Aku lebih memilih tidak punya perasaan daripada memilikinya tapi tidak mengakuinya!!” Seru mu waktu itu.


Kau membuatku seperti kejatuhan puluhan bahkan miliaran bintang setiap harinya, semua hari bahagia itu datang membuatku lebih hidup. Maaf telah menyebutmu menyedihkan dan kosong suka mempermainkan orang lain, lambat laun aku tau apa yang hilang darimu.. itu aku. Ku ingin ini menjadi selamanya, sekalipun harus pergi ke neraka.

Kemudian.. kenapa?
Berusaha membuatku membencinya ketika hatiku sudah jatuh penuh, kita memiliki luka yang sama, aku merasa mengerti dan menghangat bersamamu. Ada luka bakar di bahu kananmu, aku punya luka bakar di lenganku. Mungkin di satu waktu kita pernah bersama sebelum ini.. sehingga sekeras apapun masing-masing dari kita mendorong jauh, takkan berpisah.
Kau mengerti aku lebih dari diriku sendiri, luka yang tak pernah ku sambut dan terima begitu saja sepanjang jalannya waktu.. tetapi kita membicarakannya seolah hanya cerita terjatuh tersandung batu saat berjalan kemarin. Menertawakannya lalu saling memeluk sampai terlupa waktu.

Jika kau mati, aku juga mati saja. Jangan ceroboh gegabah seolah menjadi pahlawan yang menebus dosanya. Kau boleh bahagia, meski seluruh isi dunia menginginkanmu menghilang dan membencimu.. masih ada aku yang menginginkan setiap hembusan nafasmu hadir.
Tidak bisakah kau ubah keputusanmu itu? Tidakkah kau mencintaiku?

 

  • Terinspirasi Drama The Smile Has Left Your Eyes.