Sinopsis Voice Season 4 Episode 1

Pukul 23.05 , 24 Desember 2020 Woldeokri Kota Yangyeong.

Tiga orang mengenakan jubah hitam berjalan menyusuri daerah dengan banyak pohon. Mereka berjalan di bawah disaat salju turun sedikit demi sedikit. Malam itu adalah malam natal, semua orang bersuka cita berkumpul dengan orang terkasih, tengah malam nanti juga akan diadakan Misa.

Sementara itu, di sebuah rumah terlihat seorang anak remaja yang bernama Joo Bum Tae menodongkan pisau daging pada Nenek dan Kakeknya. Joo Bum Tae nampak sangat marah dan kecewa. Ia menyuruh Nenek dan Kakeknya diam saja, menuruti perintahnya makan kotoran ayam.

Nenek mengira Bum Tae marah karena tidak dibelikan ponsel baru. Karena Kakek dan Nenek terus memohon belas kasihan, Bum Tae dengan kasar menjorokkan Nenek ke piring kotoran ayam dan memotret Nenek dan Kakeknya.

Ia mengirimkan pesan ke seseorang. Karena sudah mengirimkan bukti, Bum Tae ingin si penerima pesan menghapus sesuatu tentang Bum Tae. Tak lama kemudian ketiga orang mencurigakan berpakaian serba hitam datang setelah lampu rumah dimatikan. Mereka bertiga adalah pembunuh berantai. Terdiri dari seorang wanita, seorang pria, dan satunya pria yang pendek sependek anak-anak.

Pria circus pendek tiba-tiba langsung berlari dan memenggal leher Bum Tae sampai sekarat. Nenak dan Kakek histeris melihat cucunya tergeletak dan berdarah, si wanita circus mendekati Nenek “Seharusnya kalian berterima kasih karena telah melenyapkan cucu monster kalian.”

.

.

Sinopsis Voice Season 4 : Golden Time Keempat, Episode 1

Kang Kwon Joo menyusuri sebuah gedung, ia mendengar suara pemantik api berulang kali, kemudian mencari sumber suara. Di sebuah ruangan ia melihat Ketua Tim Do bersama seseorang berpakaian serba hitam. Dalam hitungan detik Ketua Tim Do ditikam, Kwon Joo terlambat untuk bisa menyelamatkan.

Pembunuh tadi langsung mendekati Kwon Joo dan menampakkan wajahnya. Kwon Joo sangat heran karena wajah mereka sangat mirip.

“Kau ini apa?. Kenapa mirip sekali denganku?”

“Apa kau tidak muak setiap harinya mendengarkan suara permintaan tolong?”

Wanita circus mengatakan mereka ini memiliki kemampuan yang sama. Kwon Joo berusaha untuk menembak tetapi terkejut sendiri karena tangannya berlumuran darah. Ia menjatuhkan pistolnya, berusaha menembak lagi tetapi pelurunya kosong. Si wanita circus tersenyum hendak membunuhnya.

Namun hanya mimpi Kwon Joo, sejak ia menerima sebuah email entah tentang seseorang yang mirip dengan Kwon Joo namun membunuhi orang-orang. Di email tersebut mengatakan mereka adalah kembar siam dan memiliki kekuatan yang sama persis, namun Circus Man menggunakannya untuk membunuh orang-orang sedangkan Kwon Joo menyelamatkan. Kwon Joo heran darimana Circus Man mengetahui identitasnya yang bisa mendengar suara lebih dari orang pada umumnya? Hanya Tim Goden Time dan beberapa orang saja yang mengetahuinya, apa mungkin ini surel iseng karena Kwon Joo adalah profiler suara?. Kwon Joo menyesali masa lalu, seandainya hari itu dia gegabah, apakah Ketua Do hari itu tidak akan meninggal?. Setelah itu Kwon Joo merasa tersiksa secara fisik dan mental, hari-harinya menjadi sangat berat. Ia juga merindukan rekan-rekan kerjanya yang dimutasi ke bagian lain.

Kwon Joo menerima informasi bahwa surel Circus Man dikirim dari Tiongkok menggunakan VPN. Ada kemungkinan informasi pribadi Kwon Joo bocor.

Kwon Joo dan rekan timnya diberikan penghargaan atas jasa besar mereka. Kwon Joo dipuji-puji pimpinan karena hampir semua Tim di kepolisian menginginkannya sebagai rekan.

Yang berada di pusat juga memberikan bunga ke Kwon Joo, ikut senang atas keberhasilannya. Park Joong Ki senang sekali dan bahkan mengajak mereka untuk liburan Tim untuk merayakan. Kwon Joo setuju untuk traktir.

Park Eun Soo mengajak Kwon Joo bicara berdua, sebenarnya Eun Soo juga mencari tahu tentang Circus Man dan menemukan fakta bahwa 3 bulan yang lalu terjadi pembunuhan di Yangyeong. Korbannya mengatakan ke polisi bahwa dia didatangi Circus Man, Circus Man bilang punya kekuatan mendengarkan apa yang orang lain tidak bisa dengarkan.

Di Email yang dikirimkan Kwon Joo.. pada tanggal yang berdekatan dengan pembunuhan di Yangyeong diberi judul yang berunsur Domba, sedangkan Yangyeong juga memiliki artian domba. Kwon Joo dan Eun Soo mulai memikirkan kemungkinan terjadi pembunuhan selanjutnya pasti berhubungan dengan Jengger Merah. Mungkin masih ada hubungannya karena Kakek Nenek Bum Joo memiliki peternakan ayam.

Sebelum memikirkannya lebih jauh, Kwon Joo menerima laporan adanya bom di pusat perbelanjaan. Ia dan Timnya bergegas menuju lokasi, setelah sampai di tempat dia langsung memfokuskan pendengarannya mencari suara detakan bom. Sayangnya setelah diselidiki dengan alat pelacak, Tim Gegana berjaga di luar.. Kwon Joo mendengar lebih jelas ternyata itu hanyalah suara mainan.

Orang-orang menjadi kesal karena mendapatkan laporan main-main. Kwon Joo pulang, ia menerima laporan Eun Soo, ternyata di tanggal 25 juga terjadi kasus. Setelah telpon ditutup ia memikirkan kemungkinan ada orang yang memiliki kemampuan sama dengannya bisa jadi bukan hanya mimpinya.

Tim kepolisian korea bekerja sama dengan im Kapten Cho Seung Ho, Kapten Cho sangat berbakat dan mahir berbahasa asing. Kedua Tim sempat sedikit bersitegang karena Pihak Tim Korea ingin bekerjasama dan selalu berbasa-basi berkenalan dulu sebelum menangkap target. Kapten Cho dan Timnya menegaskan yang terpenting sekarang adalah target, kesampingkan dulu kerjasama.. Tim Korea harus melindungi diri mereka sendiri. Target mereka adalah yang teratas di Kartel. Harus hati-hati.

Kapten Cho menyamar sebagai orang mabuk yang hendak ke kamar mandi untuk menangkap Ricky Gonzales yang dijagai. Kapten Cho bertarung dengan penjaga, Ricky menyadari dirinya sudah tidak aman dan hendak melarikan diri. Tetapi akhirnya ia menyanderi pria korea.

Kapten Cho memecahkan kaca pintu untuk masuk ke kamar mandi, ia terus memprovokasinya dan menyuruhnya tembak saja, tetapi nanti Ricky juga akan mati. Keduanya lalu bertarung, Kapten Cho terkenal dengan sebutan Mamba. Ricky mengejek Kapten Cho yang memiliki adik perempuan bisu.. dan nanti anak buahnya akan membunuh adik dan memutilasinya. Mendengar hal tersebut membuat Kapten Cho marah.

Ricky berhasil ditangkap, karena mereka adalah kepolisian LA jadi mereka hanya berwenang menahan dan tidak bisa melakukan penyelidikan. Mereka akan mengobati Ricky, Kapten Cho lantas akan langsung mengambil penerbangan malam untuk kembali ke LA.

Kapten Cho menghubungi adiknya, ia mengira adiknya keluar dari hotel untuk menemui anak yang dia sponsori, Kapten Cho menyuruhnya segera pulang hotel karena mereka akan segera pulang ke LA. Lisa membantah, ia bukan anak kecil lagi yang harus menuruti kakaknya selalu, ia akan baik-baik saja. Lalu merajuk menutup telfonnya. Mengirimkan pesan manis ke Kapten Cho agar tidak khawatir.

Sebenarnya Lisa sedang menemui seseorang yang akan membantunya bertemu dengan ayahnya. Ia menyembunyikan fakta tersebut karena Kapten Cho tidak akan suka.

Kwon Joo dan Eun Soo membahas tentang Circus Man kembali, jika email dan setiap kasus saling berhubungan.. berarti sebenarnya maksud Email Circus Man adalah memperingatkan Kwon Joo dan menantangnya. Kwon Joo menerima email kembali, berisi rekaman suara yang hanya bisa didengar oleh Kwon Joo. Circus Man terdengar marah karena Kwon Joo terlalu lambat menyadarinya.

Mereka mendapatkan clue Kampung Malaikat. Eun Soo segera mencari informasi terkait, ia menemukan sebuah daerah yang terkadang disebut kampung malaikat, Sanggae-ssi. Kwon Joo segera mengubungi Kepala Park, mengatakan tentang Circus Man sepertinya memang seorang pembunuh dan memiliki kemampuan pendengaran di atas rata-rata seperti Kwon Joo,

Lisa menemui kerabat ayahnya, tetapi orang tersebut menyangkal tidak memiliki keluarga yang diadopsi sama sekali. Lisa disuruh pergi dari sini. Tiba-tiba lampu unit tersebut mati menyala, membuat orang tersebut terkekeh sendiri.. apakah karena ia miskin jadi disuruh mati saja?

Sementara itu Kwon Joo dan Eun masih berusaha memecahkan maksud Email Circus Man. Kampung malaikat, Kwon Joo mendengar orang-orang melakukan unjuk rasa. Eun Soo mencari tetapi tidak ada apa-apa. Yang ada adalah unjuk rasa di Sanggae-dong, Kwon Joo menyimpulkan pasti akan terjadi pembunuhan di Sanggae dong di sebuah Unit. Sayangnya Eun Soo khawatir tidak akan ada yang mempercayai mereka karena tidak ada bukti.

Kwon Joo berusaha menghubungi Kapten Park Hyun, memperingatkan tentang kemungkinan terjadinya pembunuhan remaja di Sanggae-dong. Kapten Park hanya saja belum percaya, namun ia bilang akan bersiap.

Kapten Derek juga berada di sana, nampak sedikit tertarik.

Disaat yang sama Lisa pamit pergi, sedangkan di unit tempat tinggal lainnya terdengar suami dan istri yang berdebat. Anak mereka di dalam kamar juga merasa frustasi, ia menerima pesan dari seseorang yang sudah lama berhubungan dengannya. Menyuruhnya untuk menuruti perintahnya memotong jari ibunya, lalu mengirimkan bukti.. maka semuanya akan berakhir.

Hyun Min mengikat kedua orangtuanya dan memasangkan lampu warna warni ke mereka, Sayangnya Hyun Min disaat terakhir tidak sanggup melakukannya. Disaat itulah rombongan Circus Man datang, Pria pendek segera membunuh Ibunya Hyun Min, lalu Hyun Min. Wanita Circus Man menasehati ayahnya Hyun Min seharusnya tidak usah tinggal bersama kalau menyusahkan anaknya, seolah-olah sudah berbuat banyak untuknya padahal hanya pecandu alcohol.

Lisa sangat penasaran dan mencari tahu, ia sampai masuk ke rumah Keluarga Hyun Min, dia menyaksikan orang-orang bersimbah darah dengan 3 orang berbaju serba hitam di sana, terlebih pria pendek sedang berusaha membunuh ayahnya Hyun Min.

Lisa ketakutan, ia segera meninggalkan rumah tersebut. Namun Lisa tanpa sengaja menyenggol sebuah pot, Circus Man mendengarnya. Ia menuju ke unit sebelah dimana Lisa bersembunyi. Lisa bersembunyi di dalam lemari, ia mencoba menghubungi polisi, polisi menyadari Lisa tidak bisa bicara. Lisa diarahkan untuk mengirimkan pesan.

Polisi langsung memproses laporan Lisa, ia barusan melihat pembunuhan dan sedang bersembunyi dari perampoknya. Lisa juga berusaha menghubungi Derek juga, tetapi ponselnya mati.

Derek tanpa sengaja mendengar laporan untuk Kapten Park, ia langsung mengkhawatirkan Lisa karena ciri-ciri pelapor sama seperti adiknya, bergegas untuk mencari adiknya.

Circus Man dengan pendengarannya yang luar biasa tidak sulit menemukan Lisa yang bersembunyi di lemari, Cirucus Man pergi begitu saja setelah membuka lemari kosong, Lisa bersembunyi di bagian lain. Lisa ingin mengambil bonekanya yang terjatuh setelah mengira Circus Man sudah terkelabuhi. Namun Circus Man langsung menutup pintu sehingga tangan Lisa terjepit dan berdarah.

Lisa mengancam bahwa Kakanya adalah polisi. Tak lama kemudian polisi datang, Derek berusaha mencari Lisa, ia menemukan darah di tembok, keluar unit ia sempat frustasi. Ia melihat sepatu Lisa tertinggal, bekas seretan dengan darah. Derek mengira Lisa pasti diculik.

Kejadiannya terlalu mirip dengan peringatan Kwon Joo tadi, Kapten Park menghubungi Kwon Joo untuk menanyakan email lainnya. Derek kemudian bicara dengan Kwon Joo, adiknya sebagai saksi pembunuhan diculik.

Kwon Joo menjelaskan pembunuhnya bisa jadi wanita, tiap bulannya di tanggal 25 selalu melakukan pembunuhan yang disamarkan sebagai pembunuhan keluarga.

Kemudian Tim berpencar mencari pelaku, Derek melihat Circus Man dan langsung mengejarnya. Kwon Joo di tempatnya juga mendengarkan Derek, Kwon Joo juga memperingatkan Derek disaat mobil melaju agr Derek lebih hati-hati agar tidak tertabrak. Derek terhindar sekali namun tertabrak mobil lain, ia sempat jatuh tersungkur dan ditolong orang. Sayangnya mereka kehilangan Circus Man.

Kwon Joo minta penjelasan bagaimana daerah di sana, Kwon Joo berusaha mendengarkan apa yang selain Derek jelaskan. Kwon Joo bisa dengan suara alarm yang mungkin Lisa bunyikan untuk meminta bantuan. Derek tidak percaya dengan ucapan Kwon Joo, namun ia putus asa dan tidak punya pilihan lain selain menuruti Kwon Joo.

Kwon Joo meminta tim lainnya mengirimkan bantuan di sekitar tempat parkir, Derek menemukan boneka alarm adiknya di mobil, Lisa tidak ada di sana. Kwon Joo berpikir pasti Circus Man sengaja memancingnya karena mengetahui ia akan bekerjasama dengan tim lapangan.

Derek curiga di dalam bagasi ada Lisa, ia memaksa membukanya. Kwon Joo mendengar suara kebocoran gas, menyuruh Derek lari menjauhi mobil sebelum meledak.

Lisa ditemukan sudah tidak bernyawa di sebuah toko, dengan lampu natal melilit sekujur tubuhnya. Derek juga mendengarkan laporan tersebut menjadi syok,

Circus Man menyaksikan mobil terbakar dengan sukacita, baginya bukankah suatu kebahagiaan sebuah keluarga meninggal bersama’an? Entah berakhir di surga atau neraka.