Kadang-Kadang.. Ngeblank~

“Ini gak sopan, tapi aku gak betah gak cerita ke kamu,” Kang Mus bilang,

Soal dia suatu hari ketemu dua cewek cakep yang mabuk, semula Mas Khasan yang bercerita bagaimana Kang Mus susah buat lupa kejadian tidak pantas tersebut *sensor*. Kan saya agak penasaran, ya memancing sedikit.. ya ada deh caranya,

Mulailah dia cerita lengkap, dengan ekspresi yang geli sendiri. Saya paling tidak suka kalau beliau sudah mulai bicara banyak, apalagi kalau sudah menyinggung gaji. “Kamu dibayar tidak sedikit, tolong a b c d e..”, aku ngerti Mas.. ngerti… tapi bulan iki aku bad mood males males males banget..

THR ditambah gaji bulan ini.. laptop baru lagi.. XD hahahahaha, tapi aku merasa hampa..

Gak ngerti Kang Mus menyebalkan sekali, dia ini orangnya jeli sekali. Ketika aku membuka dompetku dan dia berkomentar “Itu fotonya siapa Sa?”, ku pikir mau melanjutkan berkata “Kamu mau nikah? Kenapa nyetak foto formal gitu?”

“Ini aku!,” jawabku setengah kesal,s

Malah “Bohong ah, selama sesaat aku dadi kesengsem.. mbuk edit karo F11, F19 ki mesti. Mas Khasan.. kuwe neg ndelok mesti seneng.”

“Ogah, nanti aku jatuh cinta..”

Itu foto ngelamar kerja, ngerti fotoku yang background merah yang sempet ku posting itu? Nah itu.. dia komentar foto yang itu.., saya kadang-kadang kalau denger dua orang ini secara terang-terangan muji-muji perempuan lain yang bukan istri mereka selalu kepengen mencekik mereka berdua,

Si Ping ulang tahun, dan saya belum bilang apa-apa. Ngertilah.. pasti dia mengharap-harap sesuatu yang manis dariku,

Tunggu sebentar.. biarkan aku berpikir~

Saya merasa tidak enak ketika dibilang bisa baca pikiran orang, tidak juga.. dalam kehidupan sehari-hari kita dilarang untuk menjudge orang, terlebih kalau ditanyai aku harus apa dan bagaimana? Aku orangnya kayak gimana Za? Dia suka aku gak? Tugas terpentingnya adalah mendengarkan, bukan memberikan solusi.. tapi menuntun ke opsi jawaban yang terbaik sesuai porsi masalah. Bukan sesuatu yang mutlak, menuntun sama mengarahkan beda lho ya..

Tapi kalau beberapa sering bertanya “Dia suka aku nggak Za?”, maka seringnya saya menjawab “Bikin dia cemburu, sekiranya dia kelimpungan tidak? Berarti iya..”

*

*

Saya benci ini.. belum pernah ingin melenyapkan manusia di muka bumi selain dia sejauh ini, separah apa orang ini sampai Fitri bisa bilang “Mba kenapa? Parah banget ya? Sampai bisa bilang brengsek gitu sih?”

Parah banget, dia ini ada masalah apa? Kenapa? Do’aku sepanjang waktu.. cepatlah kau menikah dan resign.. aku tidak suka melihatmu,

Saya menceritakan orang rese ini ke dua orang lainnya juga, Mba Karin dan Selly. Selly duluan sih.. tapi komentarnya Selly lebih “Pasti selalu ada satu orang di tempat kerja yang merasa sok kuasa dan merasa senior dan akan menyulitkanmu, disabari saja..”

Katanya terakhir kami bertemu dulu. Wah… sabarku turah-turah..

Sedangkan Mba Karin pas dia ngajak ketemu di lawang sewu, jawabannya lebih dewasa lagi. Apa karena sudah 25 tahun? Aslinya orang Solo.. halus banget orangnya, pembawa’annya dia ini adalah aku dikali lima 😀

“Kalau aku juga ada, lebih ngerasa.. aku punya dosa apa ya? Aku akan menganggap dia ini coba’an buatku dan buat menguji kesabaranku, berusaha masa bodohlah.., hidup kan mesti ada coba’annya,”

Saya kalau marah paling parah memang mendiamkan orangnya, jangan pernah membuatku ingin membanting sesuatu atau memaki. Hmm… tapi segala emosi harus dilampiaskan, kalau tidak outputnya akan menjadi penyakit,

Ada kejadian lucu selama puasa ini, beneran ada orang yang repot-repot mengirikan VN dan pesan “Bangun, sahur..”

Aku mau meminjam kata-kata populer di internet, “Plislah.. tolong.. berhenti, aku tidak berniat membangun rumah tangga denganmu, gak usah repot-repot bangunin sahur juga.”

Jam biologis tubuh ini juga sudah terbiasa bangun sendiri, ada Midah juga..

“They’ll tell you I’m insane..”

~ Taylor Swift – Blank Space

Advertisements

[Sinopsis] Save Me 2 – Episode 1 Part 1

Di sebuah lapas, seorang sipir menerima panggilan dari seseorang. Sebuah perintah untuk menghancurkan lengan mereka semua sebagai pengingat.

“Jangan khawatir, dia tidak akan pernah menang dan aku akan menghancurkan tangannya.., jangan khawatir Woo Cheol, buka pintunya..”

Pintu dibuka, terlihat para tahanan sedang bersiap-siap untuk sesuatu.

Kim Min Cheol melawan tahanan lain yang lebih tinggi dan besar. Tangan satu miliknya diikat, sempat dia atas angin sampai ia dilempari debu dan ditinju keras-keras.

Ini adalah pertarungan bebas. Semua tahanan dan petugas lapas hanya menontoninya. Mereka meneriaki Kim Min Cheol pemenanganya. Min Cheol berhasil menumbangkan lawannya dengan kunci.

Sampai akhirnya Kim Min Cheol menang. Setelah menang Min Cheol mendekati salah satu petugas

“Sebaiknya kau jangan tarik kata-katamu sebelumnya..” Kata Min Cheol cengengesan dan memainkan topi si petugas.

Ternyata hadiahnya adalah makan-makan bebas selama satu jam.

Lalu petugas keluar ruangan dengan kesal, menghubungi seseorang.

“Kim Min Cheol menang lagi, mana aku tahu kalau dia akan menang?!”

Kim Min Cheol dan kedua rekannya berpesta, mereka minum soju, menonton acara idol cantik-cantik, dan membuat ruangan tersebut penuh dengan asap rokok.

Min Cheol menari-nari seperti orang gila, padahal mereka berada di penjara tapi merasa serperti rumah sendiri. Min Cheol setelah puas ia menonton berita. Kampung halaman Min Cheol terjadi masalah di sana, banyak orang melakukan demonstrasi tentang Area Perendaman Wolchoori Direncanakan.

Choi Kyung Suk menyetir memasuki desa, ia berhenti di dekat danau. Meperhatikan sekitar dengan saksama, tersenyum menyaksikan keasrian lingkungan tersebut.

~ S A V E ME 2 ~

Sul Ho mencoba memberikan makan pada anjingnya, tapi ia mencobanya dulu. Byung Ryul Woo mengabarkan bahwa mereka akan kedatangan tamu penting sebentar lagi, Profesor Choi akan kemari.

Byung Ryul menyuruh Sul Ho mandi. Sul Ho hanya bilang kalau ia sudah mandi kemarin.

Jin Suk dan ibu bingung harus menyiapkan apa, karena tidak mengenal Profesor dengan baik. Lagipula kenapa Profesor datang ke tempat kumuh seperti ini?

Seorang ibu berdoa pada patung buda di depannya untuk anaknya, putrinya datang dan memarahi ibunya yang sepertinya berdoa sepanjang hari seperti itu sampai punggungnya sakit.

“Apa berdoa seperti itu akan mengubah sesuatu?” Si anak tidak percaya, namun ibunya terus menjelaskan arwah leluhur mereka akan marah jika mendengar anaknya tidak percaya.

“Ini biaya hidup dan rumah sakit..” Ia berikan ke ibunya.

“Apa yang bisa ibu lakukan tanpamu..”

“Maka dari itu… apa ibu sudah menandatangi suratnya?” Tanya Yong Sun

“Aku lupa mendidihkan kain..” Si ibu mengelak, ia pergi meninggalkan putrinya. Putrinya nampak sedih setelahnya.

Profesor masih menikmati panorama danau, seseorang menawarinya apakah mau menyewa perahu?. Tapi Profesor menolak ia hanya akan melihat-lihat. Tak lama kemudian si pria yang bertanya tadi langsung menyemprotkan air dari selangnya, mengusir Profesor.

Byung Ryul menjelaskan tindakan tidak sopan pria tadi karena wacana desa mereka akan ditenggelamkan, temper semua orang di sini jadi jahat karenanya. Padahal dulu merupakan tempat yang selalu mengajukan kedamaian, orang-orang berkelahi dan saling memanggil polisi. Byung Ryul sendiri bahkan kena denda 2000 dollar.

“Ya aku melihat di berita juga.”

Orang tadi seperti dinding bata, menolak keluar dari jalan dan tidak peduli apa yang terjadi. Membuat orang gila.

Yong Sun jalan kaki melewati mobil tersebut, Byung Ryul bertanya apakah ibunya Yong Sun sudah menandatangi suratnya?. Yong Sun dengan dingin bilang belum.

Profesor hendak membelikan barang-barang untuk Byung Ryul, namun Byung Ryul mengingatkan harga di toko ini lebih mahal daripada toko toserba lainnya. Dan barang-barangnya sudah tua. Profesor bertanya istrinya Byung Ryul suka apa. Byung Ryul bilang suka es krim. Lalu profesor membelikannya.

Para nenek juga heran melihat orang asing, terlebih saat diberi minuman gratis mereka malah membercandainya. Byung Ryul kesal karena Profesor diperlakukan tidak sopan begini. Ia mengajak Profesor pergi.

Orang-orang melakukan demonstrasi, salah satunya bahkan marah-marah di dalam ruangan. Sampai hendak dipanggilkan polisi.

Ia diingatkan untuk tenang, bertindak seperti ini tidak akan merubah apapun. Lebih baik duduk tenang dan menunggu uang kompensasi atas ditenggelamkannya desa ini sebagai waduk.

NOTES:

Nyoba nulis ini, semoga kuat sampai ending.. wkwkkw, mengingat save me 1 saya gak nyampai ending.