[Sinopsis] We Married as Job Special Movie – Part 6

Numata mengajak semuanya untuk berdoa, lucunya.. pemilik bar kecil bilang dia ini atheis. Tapi tetap berdoa entah ke siapa *wkwk

 

Mikuri kesulitan mengirimkan pesan untuk Hiramasa, dia pergi sebentar mencari sinyal. Sedangkan jauh di sana Hiramasa sedang frustasi memikirkan kondisi masyarakat, diskriminasi, ekonomi dan semuanya tentang corona. Ia mulai takut jika berakhir menjadi gila sendirian.

Disaat yang tepat masuklah pesan Mikuri, kumpulan foto-foto Akou dengan Mikuri, Ayah dan Ibu Mertua dan berbagai pose Akou yang dipotret dari berbagai momen. Secercah harapan bagi Hiramasa, ia berusaha menyemangati dirinya sendiri. Masih ada hal-hal manis dan membahagiakan menunggu di sana, istri tercinta dan anak tersayang yang ia lewatkan banyak tumbuh kembangnya. Saking bahagianya matanya pun berkaca-kaca.

Karena mereka sedang LDR, otomatis mereka akan sering salah paham. Seperti Mikuri yang merasa hatinya terluka setelah membaca pesan balasan dari Hiramasa, Suaminya berterima kasih tetapi ada kalimat tidak perlu dikirim lagi “Terima kasih, tidak perlu dikirim lagi”.

Mikuri bingung, maksudnya apa?? Suaminya sudah tidak ingin melihat anaknya lagi?. Pesan-pesannya mengganggu Hiramasa-san yang sedang sibuk? Kenapa??

Kalau dipikirkan kembali, sebenarnya Hiramasa juga terlalu dingin bagi Mikuri. Ekspresinya ketika pertama kali diberitahu saat hamil, saat anaknya lahir juga aneh..”Makhluk hidup..” kata-kata tersebut agak mengganggu Mikuri.

Malamnya Mikuri curhat dengan Mama Sakura, membicarakan hamilnya Mikuri dulu. Meski mereka sudah memiliki Chigaya.. tetap saja Ayah Tochio sangat antusias mendengar kehamilan istrinya. Ayah adalah tipe orang yang sangat ekspresif, sampai-sampai Mama Sakura tidak bisa melupakan raut bahagianya. Mikuri menjadi iri mendengarnya, Hiramasa tidak seperti itu. Memang ada banyak hal yang sangat ingin Mikuri bicarakan dengan Hiramasa.

Hiramasa membeli pc dan router untuk Mikuri, karena mereka agak kesulitan berkomunikasi dan Mikuri susah mencari sinyal. Kazami mengantarkan Tsuzaki, Kazami juga mengobrol tentang kemungkinan dia yang akan hidup melajang.

Mereka melihat Mikuri di tepi laut, Kazami memberhentikan mobilnya. Namun Tsuzaki tidak ingin kontak langsung dengan Akou karena khawatir dia membawa virus. Hanya bisa memandangi Mikuri dan Akou dari kejauhan.

Ia meletakkan paper bag di bangku depan rumah Mikuri. Mikuri melihat notes dari Hiramasa dan langsung panik, Mama dan Papa bahkan tidak mengetahui Hiramasa tadi kemari. Mikuri segera menghubungi Hiramasa, berlari mencari kendaraannya semoga tidak jauh.

Meski keduanya hanya bisa saling melambaikan tangan dan berteriak dari seberang jembatan. Mikuri harap Hiramasa bisa sehat selalu, Hiramasa juga berharap Mikuri dan Akou tidak kenapa-napa.  Mereka harus optimis pasti bisa bertemu kembali dan berkumpul sebagai keluarga. (saya juga ikutan sedih, dari mereka yang dulunya pelukan cuman dijadwal hari Selasa kalau gak salah, terus sesuka hati, sampai yang sekarang nggak bisa pelukan karena corona, ketemu aja gak bisa.. padahal anak mereka sedang lucu-lucunya.)

Mereka melakukan panggilan video, semula hanya ada Kazami dan Yuri chan. Numata muncul lalu izin pergi ambil minum dulu. Yuri chan dan Kazami agak canggung, tetapi Yuri langsung tertawa mendengar Kazami putus dari pacarnya karena “mager” males. Yuri chan tertawa pasti karena teringat saat berkencan dengan Kazami, karena capek jalan jauh, membicarakan hal yang tidak nyambung.

Mikuri muncul, dia heran kenapa tantenya tertawa. Kazami bilang ini karena jokesnya. Mikuri berterima kasih pada Kazami karena berkatnya bisa VC setiap malam dengan Hiramasa dan Akou. Hino juga muncul, dengan latar belakang pantai (Kangen liburan pastinya yak? Wkwwk)

Yassan, Haibara dan Master datang juga. Yuri chan berkomentar bekerja di rumah senang juga ya?. Tapi Master tidak setuju, bisnisnya hancur lho~

Haibara muncul terakhir dan langsung menggodai para perempuan. “Wah, ada 3 cewek cantik nih..”

“Ada apa dengan karakter ini?” Yuri chan geli sendiri

“Aku jadi pengen dikabedon nih..” Yassan bercanda. (Kabedon itu dipepet/dikunci dengan satu tangan ke dinding gaes, wkwkkw terus cowoknya godain “Mau berkencan denganku?” yang gitu2 pokoknya… wkwk )

Numata menjelaskan peraturan di Pertemuan Numata ini, tidak boleh ada yang berkata kasar, sombong, jika melanggarnya akan dikenakan denda. Uangnya nanti digunakan makan makan saat dunia sudah membaik!. Semuanya bersorai kecuali Haibara, karena dia merasa yang akan terkena denda *wkwk

Meski mereka sudah tidak bisa berinteraksi seperti dulu kala, setidaknya mereka masih bisa dekat dengan bantuan tekhnologi. Mikuri yakin suatu saat nanti semuanya akan kembali seperti semula, dan hubungan pertemanan mereka semakin rekat.

.

.

.

.

Dan suatu waktu setelahnya, entah kapan.. mungkin setelah wabahnya hilang. Mikuri dan Hiramasa bertemu kembali, bersama Akou menjadi keluarga kecil yang hangat. Hiramasa menggendong Akou menggantikan Mikuri, Mikuri menenangkan Hiramasa bahwa Akou menangis karena mengantuk.. bukan membenci Papanya.

Hiramasa merasa bersalah atas responnya dulu saat Mikuri baru hamil, dia ingin meluruskan sebenarnya dia sangat bahagia juga, ia sampai sekarang pun masih begitu bersyukur dengan kehadiran Akou diantara mereka. Ia amat sangat berterima kasih kepada Mikuri yang sekuat tenaga merawat Akou sendirian, disaat Hiramasa tidak bisa menemuinya karena Pandemi.

Mikuri berkaca-kaca mendengarkan. Kemudian merentangkan tangannya ingin memeluk Hiramasa, Hiramasa menyambutnya. Ada Akou diantara mereka, Mikuri menitikkan air matanya tanda haru bahagia

“Sudah lama, ya..?.” Hiramasa

“He’em..” Mikuri sudah mulai mau menangis.

“Selamat datang kembali..”

“Aku pulang..”

.

.

.

Notes:

        Tsunami Umino, author of the original manga, said “congratulations!!!” in her twitter post, while expressing surprise that the couple are planning to get married in reality just like her manga stories, (sc: Japantimes)

Hoshino Gen dan Yui Aragaki beneran nikah, wah.. kapalku berlayar setelah 4 tahun berlalu.. ship ship relationship!. Meski beberapa orang mengatakan filmnya kurang bagus, menurutku masih bisa dipertimbangkan kog.. apalagi kalau mengikuti sejak dramanya, kan suka ya sama mereka berdua? Sudah sayang pada kedua tokoh ini. Ya kan ini film special tahun baru.. berharap apa kalian? Mau setegang ultraman vs godzilla? Doraemon vs Naruto? Atau Doraemon vs Ultraman? Hahaha.. ya santai-santai ajalah filmnya, kehidupan sehari-hari buat seneng-seneng aja.

We Married As Job masih jualan topik yang sama, kesetara’an gender, memanusiakan manusia. Dan yang paling keren adalah “Break the rules of society!”, semua berhak bahagia dan nyaman dengan diri sendiri entah apapun bentuknya. Ya jeruk makan jeruk yang gitulah.. agak risih sih saya.. tapi ya gimana..

Film ini tayang awal tahun 2021, jadinya wajar kalau beberapa pemain mukanya sudah berubah. Karena mereka bertambah tua, dulu dramanya tayang tahun 2017.  Paling kelihatan Kazami, Natsuki Umehara, Hino yang dulu anaknya tiap weekend sakit, Yui Aragaki juga sudah kelihatan garis-garis penua’annya. Masih cantik tapi lebih imut pas penuh dulu pipinya, sekarang tirus banget. Dulu saya juga sedikit berharap Gen Hoshino bisa berjodoh dengan Gakky, kan kesannya mereka kayak udah ditraining berumah tangga dengan peran mereka di drama ini, wkwkkw. Dari mulai awal sampai punya anak dan riweuhnya system yang mereka sudah sepakati gegara Mikuri yang hamil dan moodnya hancur gak bisa ngapa-ngapain. Hiramasa yang berusaha handle semuanya sendirian, lari larian belanja, nyarikan makanan yang dipengenin istrinya, jadi suami siaga, dn harus pisahan sama anaknya karena covid.

Kalau lapar ya tinggal makan. (Ngeselin, tapi emang bener.. wwkwk)

Ternyata Yuri chan itu adalah kakaknya Sakura, wkwkw saya kira Yuri chan itu adeknyaa… yakan agak aneh kalau kakaknya Ibunya Mikuri sedekat itu dengan Mikuri. Ku pikir dulu Numata sudah ada istri dan anaknya tapi naksir Umehara, ternyata..

Kalau kangen ya bertemu denganmu~ HAHAHAHA astaga liriknya
Endingnya sama seperti di dramanya, nari koi dance. diciptakan dan dinyanyikan oleh Hoshino Gen sendiri

Aku  gak ngerti ya guys! Kenapa sampai mereka punya anak masih sopan banget kayak hubungan bisnis sih? Ya kali masih saling nyebut nama ditambahin –san san san, itukan imbuhan sapa’an formal!. Di kontaknya Hiramasa tuh namanya Mikuri masih disimpan “Mikuri-san”, ganti Istriku kek, Sayangku, Matahariku kek. wkwkwk

Mikuri-san, Hiramasa-san!. Aneeeeh *wkwkwk, coba deh dipakai ke kita? Ya kayak manggil suami dan istri tuh.. jadi Ibu dan Bapak yang terhormat~, ini konteksnya bukan demi manggilin anaknya ya.. biar gak kecelos aja anaknya manggil Bapaknya “Sayang..” kan gak lucu hahahahah.

Sejak awal produk iklannya aluus banget dan buanyak sekali! Merek jelly-jelly, tempat belanja, itu rice cooker canggih yang buat masak si Hiramasa dijelasin detail banget, pernak pernik bayi lucu-lucuan, *tepuk tangan*

Dan kalau diperhatikan dengan seksama, itu ranjang mereka sebenarnya 2 deh, tapi didempetin jadi satu. Beli King size kek~, inimah.. ranjangnya Hiramasa sejak doramanya terus beli satu lagi setelah serius sama Mikuri,, terus didempetin kaaan? Hayoo ngaku! Gw colong rice cookernya kalo gak ngaku! Hahahahhaa

Ya udahlah ya… mungkin karena tokoh utamanya beneran programmer yang kaku khas manga Jepang makanya lanjutin aja terus all out wkwk..  karakternya memang didesain memang seperti itu.

Salah satu adegan paling ngakak ya pas Hiramasa bingung mau beli tisu toilet, lari sana sini hahahaha.. antara kasihan sama kocak. Paniknya harus pulang apa beli sekalian? Wkwk

Saya penasaran berapa bayi yang disewa untuk jadi bayinya Mikuri dan Hiramasa ya? Wkwk tiap di zoom mukanya selalu beda.

Nyess rasanya pas Hiramasa bilang “Okari~” Mikuri sambil mau nangis jawab “Itadaima..” hiks….

Maap juga ya gengs, sinopsisnya barangkali gak begitu rapih karena saya sudah lama gak bikin ginian. Semoga kedepannya akan ada lebih banyak synopsis baru.

Dan terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk baca! Arigatou!~

Jaman dulu belum ada Tik Tok, tapi ini termasuk trending dan lucu

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s