[Sinopsis] We Married as Job Special Movie – Part 5

Ini tidak direncanakan, persalinannya besok dan ketubannya pecah sekarang. Mereka panik, lalu ke rumah sakit. Selama di dalam ruangan Mikuri pun sudah sangat kesakitan.

Hiramasa juga bingung harus bagaimana, haruskah ia menekan tombol panggil untuk dokter atau tidak? Meski endingnya dia tetap berlari dengan imutnya memanggil dokter demi istrinya yang kesakitan. Tapi dokternya datang duluan.

 

Mikuri minta dibius agar tidak merasakan sakitnya, Hiramasa juga pernah membaca pengalaman keluarga lainnya akan proses yang menyakitkan ini. 1 jam setelah dibius Mikuri nampak santai, nanti setelah melahirkan dia pasti akan lebih sakit lagi. Hiramasa meminta Mikuri menikmati prosesnya apa boleh buat,

Lalu dia mengatakan pepatah Hungaria yang menjadi judul drama ini “Nigeru wa haji ga yaku ni tatsu..” melarikan diri agak memalukan, namun terkadang perlu. Atau bisa dibilang kita harus melakukannya dengan kekuatan sendiri agar memahami kesulitannya. (eh, bener gasih? Gatau akumah.. wkwkw )

Mikuri bercanda bagaimana kalau anaknya diambil dari pepatah tersebut? Kemudian menyebutkan nama-nama yang aneh. Hiramasa mengernyitkan dahinya tanda tidak setuju.

“Bercanda kog..” Mikuri

“Jangan bercanda disaat seperti ini..”

Mereka lalu membicarakan akan diberi nama apa anak mereka. Saat agak lama, Mikuri merasa bayinya mendorong. Hiramasa sebagai suami siaga langsung lari ingin mencari dokter, dan seperti tadi.. sebelum dipanggil dokternya sudah datang duluan. Hiramasa terkesiap saat pintunya dibuka dokter.

 

1 jam kemudian anak mereka sudah lahir, jenis kelaminnya perempuan. Mereka mengabarkannya ke Yuri chan, Yassan, Numata, Papa Mamanya Mikuri, Ayah Ibunya Hiramasa.

Anak mereka diberi nama Akou Tsuzaki. Sebagai orangtua baru tentunya mereka jadi serba rempong dan hati-hati, masih perlu banyak belajar dan takut salah langkah demi Akou.

 

Contohnya saat memberikan susu formula, karena masih panas maka Hiramasa menyiramnya dengan air keran. Tetapi dia masih ragu-ragu dengan suhunya, Mikuri menyarankan untuk menyamakan dengan suhu sekitar lengan dalam. Tetapi keduanya masih bimbang, Hiramasa mengeluh harusnya beli botol bayi yang ada termometernya. (ngaco’ hahaha)

Endingnya mereka memilih, ya sudah! Berikan saat susunya sudah agak dingin saja!. (wkwkwk)

Menyapa para tetangga, memperkenalkan anggota keluarga baru mereka. Baik Mikuri dan Hiramasa menjadi mudah panik dan berlebihan jika menyangkut tentang Akou. Disaat-saat manis sederhana mereka tersebut, Bos projeknya Hiramasa menelepon. Tsuzaki tadinya ingin mengabaikannya karena sedang cuti.

Haibara sangat membutuhkan Tsuzaki sekarang, karena beberapa orang di tim mereka terkena flu. Di Jepang sudah mulai masuk wabah virus corona yang belum diketahui pasti bagaimana menyembuhkannya.

Yuri chan juga khawatir pada Horiuchi yang sedang di luar negeri, karena virus tersebut membuat semua orang asia didiskriminasi.

Mikuri menjadi sangat khawatir Akou tertular virus, disaat imunnya masih rentan. Hiramasa sudah aktif bekerja lagi, Mikuri juga sangat berhati-hati jangan sampai Hiramasa sembarangan dekat dengan Akou. Di situasi saat ini mereka juga kesulitan untuk memperoleh kebutuhan sehari-hari. Mikuri bahkan menjadi parno ketika anaknya tidur pulas dikiranya meninggal.

Hiramasa diminta Haibara untuk membuat mereka bekerja jarak jauh, dengan senang hati Hiramasa akan melakukannya, Haibara akan membujuk Presdir menyeujui ide ini demi kesehatan semua orang di kantor.

 

Hiramasa merasa bersalah pada Mikuri karena tidak bisa melanjutkan rencana mereka mengasuh Akou bersama, akhirnya Mikuri yang merawatnya sendirian. Sementara ini Hiramasa menyarankan agar ia, Mikuri dan Akou berpisah dahulu. Karena Tsuzaki tidak bisa meninggalkan pekerja’annya dan masih sering pergi keluar. Meski keduanya sedih akan keputusan ini, keduanya mencoba untuk berlapadang dada menerimanya.

Mikuri malam itu juga dijemput ayahnya untuk tinggal di rumah ayah dan ibu. Hiramasa memberikan semua persediaan desinfektan dari perusahaan ke Mikuri dan mengesampingkan dirinya. Sebelum benar-benar berpisah rasanya mereka ingin berpelukan seperti biasanya, namuan demi Akou mereka mengurungkannya. Hiramasa berjanji jika sudah selesai meremotkan pekerjaan semua orang ia akan menyusul Mikuri dan Akou. Sampai akhir pun Mikuri masih melambaikan tangannya dari dalam mobil, enggan berpisah. Mata Hiramasa juga mengikuti perginya mobil sampai jauh.

Di kantor hanya ada Hiramasa dan Haibara, keduanya sudah berhasil dan Hiramasa mengutarakan terima kasih rekan-rekan ke Haibara yang cekatan memimpin. Haibara senang sekali, sayangnya di berita terbaru.. masyarakat dari 7 prefektur di Jepang ditandai sebagai zona berbahaya sehingga dilarang keluar kota atau terlalu sering bepergian jika tidak penting. Salah satunya Prefektur mereka.

Ayah Tochio menangis melihat orang-orang menaruh bunga di bawah pohon, sebagai ucapan belasungkawa ke artis mereka. Ayah sangat sedih dan ingin pergi ke sana juga, menaruh bunga. Tapi tidak bisa karena letaknya ada di Tokyo, virusnya lebih mudah menyebar di ibukota.

Mikuri sendiri sangat khawatir pada Hiramasa, jika Hiramasa tertular dan pingsan sendirian.

Hiramasa mulai kehabisan pencuci tangan, ia juga makan seadanya. Saat ditanya Mikuri dia menjawab makan dengan baik, padahal aslinya dia hanya makan makanan instan. Mikuri menceritakan tadi Akuo balas tersenyum tetapi sayangnya kameranya mati.. padahal ngin sekali ia tunjukkan ke Hiramasa.

Akou menangis, Mikuri dan Hiramasa mengakhiri percakapannya. Dalam hari Hiramasa merasa sedih karena tidak bisa bertemu dengan anaknya, namun ia merasa bersyukur setidaknya ia sebelum berpisah sudah melihat wajah anaknya secara langsung. Mikuri sendiri pun juga sedih karena tidak bisa bertemu dengan Hiramasa dan berkumpul bertiga sebagai keluarga. Akou sudah semakin besar sekarang.

Semua orang mulai mengalami kesulitan ekonomi dan kebingungan bagaimana mengatasinya, Numata malah menyalahkan dirinya sendiri, ini gara-gara dulu dia menyumpahi orang-orang yang sok sibuk karena menolak hadir ngobrol di “Pertemuan Numata”. (wkwk maap yak, gak gitu juga kali..”

Yuri chan memarahinya. Jangan bodoh! Memangnya seluruh dunia bisa begini hanya karena Numata mengutuknya?. Bukan hanya Numata yang kesal dengan situasi ini, Yuri chan juga marah, perusahaannya kehilangan banyak uang karena harus membatalkan banyak acara.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s