[Sinopsis] We Married as Job Special Movie – Part 4

Numata dan Hino bekerjasama dengan perusaha’annya Hiramasa, saat rapat pun Bossnya Hiramasa menyindirnya hebat sekali karena ada karyawan yang akan cuti 1 bulan selama projek ini berlangsung.

 

Hino dan Numata bisik-bisik, pasti itu Tsuzaki kan?. Sementara itu Tsuzaki dengan ekspresi yang dibuat meyakinkan.. hasil belajar dari Mikuri dulu, ia menegaskan kalau memang sudah jauh hari mengajukan cuti 2 bulan untuk mengasuh anak. Karena rencananya Mikuri akan kembali bekerja penuh saat Juli nanti.

Mendengar hal tersebut membuat Haibara semakin kesal, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Numata yang sejak awal memang tidak suka dengan Haibara langsung membela Tsuzaki, apakah Haibara keberatan? Bukankah cuti adalah haknya karyawan? Ini baru mengasuh anak, bagaimana kalau hal-hal tidak diinginkan terjadi? Seperti ada saudara yang harus dirawat dan sakit? Atau orangtua?. Numata menjelaskan, seharusnya sebagai Kepala Tim.. Haibara bisa bersikap lebih bijak. Membuat Haibara tidak bisa berkutik. Mari mulai rapat..

Setelahnya Hino dan Kazami senyum-senyum karena melihat Haibara yang congkak menjadi diam, Numata senyum ke Tsuzaki dan Tsuzaki balas mengangguk sekali tanda hormat berterimakasih.

Mikuri dan Hiramasa berbelanja pakaian bayi, saat melihat-lihat.. Mikuri merasakan si bayi menendang, Hiramasa langsung sigap ingin merasakan keberadaan bayinya. Sayangnya si bayi sudah tidak menendang lagi ketika tangan Hiramasa sudah di perutnya Mikuri. Membuat Hiramasa kecewa, apakah si anaknya membencinya sebelum lahir?

pramuniaga yang ada di toko tersebut juga menceritakan pengalamannya, ia mengatakan bayi itu juga sudah bisa menedengar dan akrab dengan yang sering ngobrol dan menyentuhnya kog.. jadi tidak masalah kalau belum mendapatkan momen si baby menendang.

Sejak saat itu Hiramasa menjadi semakin rajin mengajak calon anaknya mengobrol dan menyentuh perut Mikuri kapan saja dan dimana saja.

 

Sampai si baby merespon dengan menendang disaat Hiramasa menanyainya sedang apa di dalam sana?. Hiramasa senang sekali, Mikuri menyelamatinya.

Memasuki hari-hari dimana Mikuri sudah tidak bisa bergerak banyak lagi walau sekedar aktifitas biasa, karena rahim Mikuri semakin membesar seiring dengan pertumbuhan anaknya, kakinya menjadi keram, ia bahkan juga mengenakan diapers karena barangkali kesulitan untuk ke kamar mandi disaat seperti ini.

Ia juga tidak bisa dengan cepat menerima paket karena kakinya keram. Mikuri menjadi sangat menderita dan kembali berpikiran yang tidak-tidak, seandainya dia terlahir kembali dan sebagai ilmuan, dia akan melakukan penelitian sehingga membuat laki-laki bisa hamil dan melahirkan juga, karena bagi Mikuri rasanya tidak adil kenapa hanya wanita yang harus menderita seperti ini?

Hiramasa sangat sibuk, dia keteteran karena targetnya harus dia selesaikan baru-baru ini. Kalau tidak bisa, dia akan sangat merasa bersalah mengambil cuti. Saat hendak pulang pun Hiramasa sudah merasa tertekan lagi karena membayangkan rumah dalam keadaan berantakan.

“Pekerjaan dan rumah tangga, bagaimana bisa para ibu di dunia ini sukses menjalani keduanya? Aku merasa kagum.”

Mikuri mengirimkan pesan, di rumah tisunya habis dan tadi Mikuri kelewatan menerima barang dari kurir.

Numata berharap dunia terkena virus sekalian karena tidak ada yang hadir di pertemuan Numata, setelah Hino dan Numata membaca pesannya Tsuzaki yang izin tidak bisa ikut kongkow-kongkow nya Numata. Karena virus dari china tersebut.. Numata yakin semua umat manusia akan mati menyesal karena tidak hadir menemuinya. Wkwkwk

Master pemilik pub tersebut mengingatkan, karena tidak ada yang datang.. jangan dendam ya?

Hiramasa tengah dilemma, baiknya belanja di sekitar sini atau di tempat yang dia suka? Kalau di sekitar sini.. berarti dia akan beli tisu toilet yang tidak cocok dengan kulitnya. Tetapi kalau pulang duluan dan baru belanja, mendingan waktunya buat bersih-bersih rumah aja deh.. stress sendiri dengan bolak balik berjalan, iya tidak iya tidak (hahahahaha)

Sesampainya di rumah Hiramasa kesal sekali, Mikuri malah menunjukkan gambar-gambar lucu padanya? Kenapa kog sudah ada tisu toilet? Mikuri bilang tadi kurirnya kembali lagi, ia juga sudah mengirimkan pesan ke Hiramasa tadi. Hiramasa masih sebal “Kapan? Kapan kirim teksnya? Aku tidak bacaa..”.

Hiramasa lihat ada bekas wadah makanan cup seduhan. Kalau sudah baikan dan bisa makan kenapa tidak membereskan rumah sekalian?. Padahal besok hari terakhir di tahun ini, dan rumah malah berantakan seperti ini.

Mikuri mewek mendengarnya, ia juga sudah berusaha untuk bersih-bersih, sejak tadi ia tiduran dan berusaha mengembalikan moodnya agar baik. Meski masih mual-mual ia memaksakan diri untuk makan demi bayinya.

“Tapi kau kelihatan baik-baik saja,”

“Itu karena aku tidak ingin membuat Hiramasa merasa buruk dengan memperlihatkan wajah suram, jadi aku berusaha terlihat ceria menyambut Hiramasa-san pulang.”

“Jangan nangis dong,”

“Aku menangis bukan karena ingin menangis! Keseimbangan hormonku sedang berantakan! Ah, sudahlah! Ini menyakitkan! Huwaaa….  Hiks..”

Sementara Mikuri menangis, rumah masih sangat berantakan seperti kapal pecah. Hiramasa ikutan mewek.

“Harusnya yang menangis itu aku!”

Dan Hiramasa tertekan, tertekan, sampai bersimpuh saking kesalnya (wkwkkw)

Dan keesokan harinya tahun berlalu dengan begitu saja.

Mikuri ditemani Yuri chan. Hiramasa sedang sangat sibuk karena dia harus berusaha lebih keras lagi agar bisa mengambil cuti. Tak jarang Hiramasa dan Mikuri bertengkar tetapi kemudian saling meminta maaf setelahnya, karena Mikuri kesulitan menghadapi perasaannya sendiri karena hormone kehamilan sangat berpengaruh dengan suasana hatinya, ditambah dengan mual-mual. Sedangkan Hiramasa juga menjadi bertambah pekerjaannya selain di kantor.

Mikuri terkadang bertanya-tanya, sepertinya Hiramasa masih ada banyak yang ingin dicurahkan uneg-unegnya.. tetapi lebih memilih menyimpannya sendiri, terkadang Mikuri juga merasa apakah Hiramasa merasa kesepian sekalipun disaat mereka bersama?

Yuri chan menjelaskan, itu wajar kog. Bukankan semua orang juga begitu? Entah sedang bersama pasangannya, keluarga, teman-teman, pasti ada masa-masa seseorang merasa kesepian meski sedang bersama orang lain.

Seperti Yuri chan yang merasa terbantu oleh teman SMA nya dulu, pentingnya punya seseorang yang bersedia mendengarkan dan berusaha memahami kesulitan kita dalam lingkup keluarga maupun pekerjaan. Sayangnya hal seperti ini agak tabu bagi pria, karena tuntutan social bahwa laki-laki harus kuat dan tidak boleh cengeng, tidak boleng mengeluh. Sedangkan wanita lebih mudah mengungkapkan keresahannya ke sesame perempuan. Mikuri menyadari, barangkali Hiramasa sedang merasa kesulitan juga, akan tetapi lebih memilih menyimpannya sendiri.

 

Hiramasa di kantor sudah terbayang nanti di rumah akan membuang sampah yang belum sempat dia bersihkan. Namun di rumah dia bingung karena ada perempuan yang permisi pulang, rupanya Mikuri sengaja menyewa jasa bersih-bersih untuk meringankan Hiramasa, lagipula ada promo harga tahun baru. Mikuri pikir tidak ada salahnya sesekali menyewa jasa orang demi kebaikan bersama.

Hiramasa menjadi tersentuh sampai hampir menangis, Mikuri memeluknya karena bersimpati betapa lelahnya Hiramasa selama ini. Pasti sangat berat, Mikuri ingin Hiramasa mengutarakan kesulitannya, kalau berat katakana berat.., begitupun jika sedih. Meski Hiramasa merasa bertanggungjawab atas semua tugas rumah yang dulu dibagi-bagi, namun saat lelah jangan terlalu memaksakan diri.

Hiramasa pikir Mikuri yang lebih berat karena moodnya berubah-ubah dan gangguan fisik lainnya. Namun Mikuri menyanggahnya, entah laki-laki atau perempuan punya beban yang sama.. jadi Hiramasa-san tidak perlu merasa begitu. Saat ini bisa dibilang merupakan masa-masa sulit dalam hubungan mereka.

Sebentar lagi Mikuri akan melahirkan, mereka mulai membicarakan nanti persalinan semoga lancar. Mereka belum mengetahui jenis kelamin si baby karena terlilit tali pusarnya. Jadi mereka harus menyiapkan 2 nama sekaligus. Hiramasa berterima kasih atas kerja keras Mikuri kelak yang akan berjuang melahirkan anak mereka. Baru sebentar ngobrol, Mikuri sudah lelah dan ingin berbaring.

Hiramasa bilang ingin memberikan nama yang bagus untuk anak pertama mereka,

 

Mikuri menyarankan bagaimana dari gabungan nama mereka berdua?. Tapi disaat itu pulalah Mikuri merasakan ketubannya pecah.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s