[Sinopsis] We Married as Job Special Movie – Part 2

Hiramasa bertemu dengan Kazami, Hino, dan Numata. Mereka membicarakan tentang kehamilan Mikuri yang masih membuat Hiramasa sedikit syok. Hino menjelaskan tidak apa-apa, ini wajar karena pengalaman hamil pertama. Dia dulu bahkan sampai tersandung jatuh dan lecet saking bahagianya, tapi dimarahi istrinya habis-habisan. Numata berkaca-kaca karena merasa terharu dengan anak pertama Hiramasa, seolah-olah anaknya sendiri. Tetapi Hiramasa kesal, jangan sembarangan mengklaim sebagai anak!

Hino mengademkan suasana, jangan begitu.. anggap saja kasih sayang sebagai ayah secara universal.

Sekarang ini Numata sudah mendirikan perusahaan sendiri dan Hino sebagai anak buahnya, membuat Kazami agak tidak enak karena masih betah di perusahaan mereka dulu sampai sekarang.

Numata langsung ganti topik, membicarakan Shinnosuke Haibara. Orangnya agak aneh, dulu sempat kerjasama dengan Numata dan berhasil dalam projeknya. Bahkan Haibara masih mengenakan tali tanda pengenal berwarna pink. Numata sangat tidak menyukainya!

Numata juga mengkhawatirkan kalau Tsuzaki sepertinya sudah tidak bisa ikut acara minum-minum dan kumpul-kumpul. Kalau mengajak Yuri san kumpul sepertinya seru, tetapi Kazami tampak tidak nyaman mendengar ide itu dia bilang “Sepertinya dia tidak bisa”

.

.

Di tempat lain Yuri chan bertemu dengan kawan lamanya dari SMA, Yuri chan dipuji tidak pernah berubah dan masih cantik. Kemudian Yuri chan curhat tentang mantan pacarnya yang masih muda, mereka berpisah tahun lalu. Yuri chan merasa kalau dia sudah terlalu tua dan mudah lelah, sehingga tiap diajak berkencan dan jalan terlalu lama ia menjadi bosan dan tidak tertarik lagi. Mungkin Kazami juga sudah punya pacar lagi.

.

.

.

.

Perbedaan usia mereka yang sangat jauh juga membuat Yuri chan dan Kazami terkadang tidak nyambung untuk ngobrol. Seperti saat Kazami tiba-tiba bercerita bagaimana dia sepertinya harus memikirkan tentang pensiun dan keadaannya sekarang yang bisa dibilang terlalu berada di zona nyaman. (Oh, pantesan dia merasa agak iri dengan Numata tadi yang sudah memulai perusahaan sendiri.)

Tetapi Yuri chan tidak menanggapi Kazami saat itu, dia hanya membathin bahwa sebenarnya dia sudah berpikiran lebih jauh ketimbang Kazami, sudah siap dengan pensiunnya. Setelah mencoba 1,5 tahun akhirnya Yuri chan menyerah karena terlalu banyak perbedaan mendasar yang sulit ditolerir.

Yuri chan konsultasi dengan temannya, akhir-akhir ini ia sering mengeluarkan darah tapi tidak banyak. Entah itu wasir atau apa dia tidak begitu paham. Temannya Yuri chan menyarankannya untuk mengeceknya ke dokter agar lebih jelasnya lagi. Ia khawatir terjadi hal serius.

.

.

Ketika pulang Kazami dan Yuri chan sama-sama memotret rembulan. Kazami ingin mengirimkan gambarnya ke seseorang, sedangkan Yuri chan mengeluh percuma dia ambil gambar rembulan ini.. kalau pada akhirnya dia tidak akan bisa mengirimkannya ke siapa-siapa.

Temannya Yuri chan kemudian tiba-tiba mengatakan “Sejak SMA aku sudah menyukaimu..” dengan senyum penuh arti lalu pamit pergi. Yuri chan agak terkejut mendengarnya, yang jelas ia paham maksudnya bukan suka sebagai teman.

.

.

.

.

.

.

.

~Nigeru Wa Haji da ga Yaku Ni tatsu~

.

.

Hiramasa pulang ke rumah, tetapi Mikuri yang biasanya menyapa kini malah tertidur pulas di sofa. Hiramasa memaklumi barangkali karena Mikuri sedang hamil muda makanya mudah tertidur. Agak getir melihat keadaan rumah berantakan dan kotor.

Mikuri mulai mengajukan cuti kehamilannya, beberapa rekan kerjanya mendengarkan dan yang menyeletuk “Nanti beban pekerjaan bertambah saat Mikuri cuti!”

Membut Mikuri meminta maaf. Di bagian lain Mikuri langsung curhat kalau merasa tidak enak karena cutinya menyusahkan orang banyak. Di departemen lain beberapa orang janjian untuk melahirkan secara bergantian, tetapi karena Mikuri satu-satunya yang ada di departemennya maka dia semakin merasa tidak enak. Selama ia cuti gajinya juga akan dikurangi.

Hiramasa kembali berdebat dengan Haibara karena menurutnya Haibara ini orang yang terlalu memedulikan penampilan orang lain dan mengejek sana sini. Hiramasa bahkan berani memberikan contoh semisal Haibara tidak ke gym dan membuat perutnya berlemak apakah disebut kemunduran juga?. Haibara mulai tidak nyaman dan menyebut Tsuzaki agak kejam.

Setelahnya Tsuzaki sedikit lega, apa dia begini karena sedang banyak tekanan?. Ia mulai memikirkannya, tetapi beberapa rekan kerjanya langsung datang mendukung aksi Tsuzaki yang berani bersuara dibanding karyawan yang lainnya. Semula hanya beberapa wanita yang curhat, kemudian bertambah sekelompok pria, dan terus bertambah sampai Hiramasa seperti membuka seminar dadakan.

Mereka juga menyayangkan harusnya Tsuzaki juga ikut projek terbaru dan memimpinnya, mereka tidak yakin akan sukses jika dipimpin Haibara. Mereka akan berkomplot mendukung Tsuzaki Hiramasa, sementara itu Tsuzaki merasa tertekan (hahahahahahahah)

Saat Haibara datang mereka langsung tenang, tetapi Tsuzaki langsung mencari alasan untuk kabur pulang.

Hiramasa pulang dan melihat hanya rumahnya yang padam dan jemuran masih ada di luar. Ia berhati-hati masuk ke rumah agar Mikuri tidak bangun. Sayangnya Mikuri tetap terbangun dan langsung ingin menyiapkan makanan untuk Hiramasa, namun Hiramasa mencegahnya karena bisa sendiri.

Mikuri merasa mual menghirup aroma nasi dari penanak nasi, tetapi karena ia sudah memuntahkannya tadi sehingga tidak bisa muntah lagi. Ia belum makan dan membuat Hiramasa khawatir, bertanya Mikuri ingin makan apa?.

“jelly buah anggur..?” Karena Mikuri tidak doyan makan, ia pikir jelly rasa anggur sepertinya enak. (derita bumil ini sih, wkwk gak doyan makan dan nerawang-nerawang keknya itu enak, ini enak.. padahal endingnya cuman di icip dikit doang, karena mual wkwk. Jadi ngidam itu bukan manja ya.. tapi efek gak doyan makan aja..)

Sebagai suami siaga, Hiramasa langsung pergi mencarikannya, sayangnya dimana-mana tidak ada dan membuatnya frustasi.

“Kenapa tidak ada yang buah anggur???!”

Hiramasa bolak balik ke berbagai supermarket dan minimarket. Merasa frustasi karena Jelly anggur tidak kunjung diketemukan.

*

Sesampainya di rumah malah Mikuri sudah tidur.

Kata dokter Yuri chan mengidap kanker Rahim, Yuri chan merasa tidak percaya padahal tiap tahun dia rajin melakukan perawatan pencegahannya. Lantas setelahnya dia menghubungi adiknya karena minta ditemani ke dokter, tetapi Ibunya Mikuri tersebut sedang sakit punggung sehingga tidak bisa kemana-mana. Menyuruh ayahnya Mikuri juga percuma karena pasti tidak akan mengerti Mikuri juga tidak bisa dimintai bantuan karena sedang hamil muda.

Tetapi Mamanya Mikuri langsung kepikiran anak sulungnya, sayangnya Chigaya orangnya blak blakan dan menyebalkan. Mereka segera mengurungkan niat tersebut.

“Bukankah ada dia? Chigaya!”

“Chigaya?”

Bisa dibayangkan betapa menjengkelkannya respon Chigaya nantinya.

“Tanteku tidak bisa menggunakan rahimnya lagi? Lebih baik diangkat saja bukan?”

Yuri chan bergidik ngeri memikirkannya saja. Pokoknya tidak mau!

Mama Sakura dan Ayah Tochio langsung curhat ke Mikuri. Mikuri juga menyayangkan karena tidak bisa membantu, karena saat ini dia mudah mual dan muntah-muntah. Mungkin bisa bawa kantong muntah dan sesekali muntah sedikit.. tetapi sangat berisiko.

“Bagaimana dengan Abang?”

Mereka langsung membayangkan Chigaya lagi.

“Disaat seperti ini Tante pasti menghubungi keponakannya karena kesepian kan? Makanya cepetan nikah!”

Mereka langsung mengenyahkan pikiran tersebut, yang ada Yuri chan dan Chigaya pasti akan bertengkar.

Yuri chan selesai rapat, ia menerima pesan permintaan maaf dari Mikuri. Dibalas, tidak apa-apa terima kasih.. asal Mikuri nanti melahirkan anak yang sehat.. sudah membuat Yuri chan bersyukur.

Umehara menyadari bossnya sedang gelisah dari hembusan nafasnya yang terdengar berat. Bertanya pasti Yuri chan sedang mengalami kesulitan. Yuri chan balas, setidaknya Umehara-kun punya Numata yang akan membantunya kalau-kalau sedang mengalami kesulitan.

Umehara sendiri juga sedang banyak pikiran tentang hal tersebut, karena Numata seumuran dengan Yuri chan. Dan masyarakat saat ini tentu tidak akan mengakui hubungan sesama jenis, saat pasangannya meninggal kelak juga tidak diizinkan melihat saat terakhir sebelum disemayamkan.

Yuri chan juga mengeluhkan betapa beratnya sebagai wanita lajang yang memilih tidak menikah. Seandainya masyarakat bisa lebih memahaminya. Umehara juga berharap mungkin 100 tahun lagi barulah hal-hal tabu yang dianggap tabu bisa dianggap wajar.

Mikuri yang sedang hamil dan emosinya tidak stabil, curhat tentang permasalahannya Yuri chan ke Hiramasa. Hiramasa mengajukan diri menemani tetapi dilarang Papanya Mikuri, mungkin dipikirnya Hiramasa pasti terlalu lelah mengurusi rumah dan Mikuri.

“Bagaimana dengan Chigaya?” Tanya Tsuzaki

Mereka langsung membayangkan Chigaya yang ceplas ceplos lagi, sepertinya itu ide yang sangat buruk. Tidak tidak tidak!

Meski begitu Mikuri tetap “Tapi dia Kakakku! Bagaimanapun juga Kakakku” Sekalipun menjengkelkan bagi mereka semua.

“Iya juga sih..,” Hiramasa getir. Ia menyarankan Numata karena Yuri dekat dengannya. Tetapi Mikuri beranggapan itu tidak bagus, karena Numata adalah pacarnya Umehara. Ia khawatir kalau Numata ember sehingga membuat satu perusaha’an mengetahui penyakit Yuri.

Mikuri mulai menyalahkan dirinya sendiri karena disaat seperti ini ia tidak berdaya dan merasa tidak berguna. Tidak bisa berangkat bekerja, tidak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga, dan tidak bisa membantu Yuri chan.

Yuri chan termenung di rumahnya, telepon dari kawannya yang dia temui dulu saat makan malam. Dia meminta bantuan temannya tersebut.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s