Sepatu yang Cantik Akan Membawamu ke Tempat yang Cantik.

Teman yang sedang dalam proses perceraian, diselingkuhi.
Aku: Kamu benci banget sama dia kan? Tapi sayang, tapi benci setengah mati.
Dia: Kog tau perasa’anku sih? Padahal yang mengalami aku..
Aku: ….. (Meski sedang tidak diceraikan, tidak diselingkuhi. Sedang merasakan sedih yang sama besarnya. Aku mengalami hal yang sama dalam bentuk yang berbeda.) Di Drama Boys Over Flower terdapat kata-kata indah yang tidak mudah dilupakan penontonnya.

“Sepatu yang cantik akan membawa mu ke tempat yang indah..”
dikatakan oleh Kakaknya Gu Jun Pyo pada Geum Jan Di. “Ku harap kau akan banyak pergi ke tempat yang indah.”

Sepatu? Sepatu yang cantik, cinderella? Sepatu hak tinggi kaca?. Tetapi sepatu yang cantik tidak akan membawa-mu ke tempat yang jauh dengan cepat, kau mungkin akan terluka jika berlari dengannya. Kakimu akan lecet bahkan melepuh. Sudah menjadi naluri, kita menginginkan sesuatu yang kita inginkan dengan cepat. Sayangnya sepatu cantik takkan membawa-mu dengan aman.

Ingatan dan kenangan, meski tidak punya bentuk entah kenapa begitu menyiksa dan bisa dibawa kemana-mana. Tapi kita tidak pernah benar-benar tau bagaimana cara untuk mengubahnya, waktu bukan menyembuhkan. Tetapi banyak kenangan dan ingatan baru yang datang sehingga meminta ruang sendiri. Jika otak kita adalah serangkaian komputer, berapa tera sanggup menyimpan semuanya?
Lucunya.. kenangan itu bisa dipanggil hanya karena sesuatu kecil yang sama.
Maka dari itu, jika seorang teman sedang sedih atau berbicara mulai meracau. Memang tidak butuh untuk ditenangkan, mereka akan menemukan caranya sendiri. Cukup dijagai saja. Dia takkan mendengarkan apapun, dia akan membenarkan semua tindakannya, dia meminta hatinya ditinggikan. Cukup dijaga saja, kata-kata paling menenangkan sekalipun tidak akan membuat tenang.

Cara tercepat untuk menghilangkan semuanya, singkirkan semua benda dan atribut yang ingin dilupakan. Jika tidak, entah kenapa di ulu hati terasa sesak dan panas, berat sekali. Padahal tidak ada yang memukulnya. Jauhi sumbernya, lakukan sesuatu yang baru.

Akan sangat panjang waktu yang dilalui untuk melupakan. Saya butuh waktu 2 tahunan mungkin untuk benar-benar lepas dari sosok tersebut, 2012 sampai 2014 mungkin? Tapi kalau ada suatu hal kecil saja yang mengingatkan, wah.. langit seakan jatuh. 2013 itu.. saya jatuh cinta lagi? Kau tau rasanya menetap dengan orang yang sama selama 8 tahunan ini? Kalau saya tidak teriak pasti saya sudah gila.. Setia sekali ya? Punya baju atau barang yang awet itu wajar.., tetapi punya perasa’an yang sama bahkan semakin besar itu mengerikan, saya mungkin bisa bunuh diri kalau dia menyakitiku lebih dari ini. Yang sedang patah hati, sini yok..saya salamin satu-satu wkwkwk..
Bukan banyaknya waktu yang menjadi konsernnya, tetapi bagaimana dengan aku yang ingin kabur dari perasa’an ini tetapi merasa tidak mampu, karena ternyata saya menginginkannya untuk berada disampingku selamanya. Ah.. sudahlah.., yang mengatur hati bukan manusia. Maka tidak ada penjelasan logisnya untuk satu hal ini. Selamat menikmati~

Tak peduli siapapun yang sedang berjalan denganku sekarang ini. Mau selembut apapun genggamannya. Entah kenapa kucuran air mata jatuh, atau sekadar berkaca-kaca. Karena waktu memang tidak menyembuhkan, hanya ilusi yang membuat kita menjadi semakin lemah entah kenapa?

Mereka yang terluka atau lemah biasanya akan terlihat menyebalkan didepan. Kucing liar yang kehujanan dan kedinginan pasti akan dalam mode menyerang jika didekati, mengenakan baju yang mewah dan aksesoris melimpah.. barangkali sedang menutupi kekurangan juga, mawar saja punya duri, putri malu pun akan kuncup jika disentuh. Menutupi kelemahan, kita berbagi privasi untuk menjalin hubungan. Tapi saya sepertinya terlalu banyak mengumbar disini, hahahaha.. karena anonim. Saya tidak perlu tau siapa kalian, begitu juga kalian. Kita hanya saling menyenangkan dengan tulisan.

Korespondensi itu romantis, karena bersifat anonim. Membiarkan kita untuk saling manyapa tanpa harus berbagi privasi.

Saya bilang saya tidak cinta dia, tetapi saya ingat pernah mencintai dia. Ada penyesalan dan perasa’an-perasa’an yang belum dijawabi.
Suatu lagu di suatu masa terkadang spesifik hanya akan mengingatkanmu pada satu orang. Tetapi tak jarang subjek menjadi berubah.
Ada suatu lagu yang jika diputar jelas orang ini yang akan terlintas, anehnya sekarang bukan tetapi menjadi tumpang tindih.. sepuluh tahun? Hampir sepuluh tahun ingatan tersebut datang dengan mudahnya jika dipanggil. Tetapi maaf.. tidak akan ada perasaan apapun yang ingin ku berikan, pedihnya sudah berkurang.. tetapi kadang saya masih suka bandel mengingat-ingat, sudah disimpan baik-baik untuk orang lain. Yang jika ku katakan bahwa sekalipun diajak ke neraka aku bersedia, haha.. meski tentu saja dia takkan setega itu.

Kita butuh sepatu kets untuk berlari lebih kencang lagi, sesekali sepatu yang cantik untuk menyadari kita sudah berlari sejauh ini.

Hari ke 11..


Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s