Aespa yang Sedikit Mengingatkan Saya Pada Revolusi Industri 4.0

      Tau girlband besutan SMent yang sedang naik daun kan? Membernya ada 4 dan cantik semua, debut dengan konsep Ae.. yang mana para membernya memiliki masing-masing satu virtual karakter yang dibuat semirip mungkin dengan para membernya. Konsep mereka kalau saya tidak salah tangkap, mereka berusaha untuk bertemu dengan kloningan diri mereka masing-masing tetapi Black Mamba sang Maha Agung “Mama” kekuatan yang besar mengatur mereka justru menghalangi mereka saling bertemu.

Mungkin Ae- ini seperti AI yang bisa mempelajari karakter, sifat, pergerakan para member dengan konsisten. Bisa menyapa dan berbincang dengan para member. Apalagi lagunya seperti memperkenalkan cerita dari sebuah game baru, dengan kualitas vocal dan penampilan yang luar biasa. “Black Mamba” Ular juga sering dijadikan representasi dari Iblis atau sesuatu yang berkonotasi gelap dan jahat. Kalau kita ketemu ular sangat dianjurkan untuk dibunuh.. boro-boro bunuh, liat aja langsung kabur wkwk

Wah, anak-anak jaman sekarang pastinya suka dan tertarik dengan konsep ini bukan? Mereka yang sejak lahir langsung mengenal smartphone dan internet. Tidak mengalami perubahan besar-besaran dari hp tanpa koneksi internet menuju 4G sampai 5G bahkan AI, yang digadang-gadang akan menggantikan tugas-tugas manusia yang berulang agar efisien dan efektif.

    Revolusi Industri 1.0 ditandai dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt di tahun 1776, meringankan pekerjaan manusia yang mengandalkan kekuatan fisiknya. Jaman Belanda menjajah Indonesia kita membutuhkan 6 bulan untuk kapal mencapai daratan. Revolusi Industri 2.0 adalah masanya mesin-mesin bertenaga listrik. Sedangkan Revolusi Industri 3.0 adalah kemunculannya komputer dan robot. Yang keempat ini yang sedang menarik perhatian sebagian besar umat manusia, Revolusi Industri 4.0 dengan keberada’an AI dan Machine Learning.

Manusia tentunya masih sangat berperan besar dalam kehidupan, namun keberada’an mesin yang bisa belajar dan memproses perintah tentunya suatu penemuan yang luar biasa. Meski begitu pasti akan selalu ada kekurangan yang masih terus dikembangkan.

     Beberapa waktu lalu saya menonton All The Butlers; Lee Se Dol. Seorang Master Baduk Korea Selatan. Baduk itu sejenis catur tradisional dari Korea Selatan dan Asia Timur. Kalau kita mau nyobain main Baduk, cari saja di Appstore dengan kata kunci “Permainan Go” puyeng puyeng dah~ hahah, lebih pening dari catur. Pertandingan sepanjang masa bisa dibilang, mewakili umat manusia.

Lee Se Dol pernah melawan AI yang bernama AlphaGo, kecerdasan buatan yang sudah diberi informasi serta mengolah permainan baduk sehingga membuat Master Baduk ini lelah, wkwkk. Rasanya memang agak mustahil menang lawan AI ya? Ibaratnya tanding kuis tapi si AI sudah punya kisi-kisi atau bahkan jawabannya duluan. Konsistensi, yang berarti ketepatan, keakuratan yang mau diulang berapa kali tetap sama, kecerdasan buatan ini keren ya?

    Masa Pandemi seperti ini membuat orang-orang mulai memikirkan hal-hal yang sebelumnya hanya terlintas dalam benak. Tapi sebagian dari kita pasti juga menyadari, apa yang dibuat oleh manusia pasti juga bisa diakali. Contoh sederhana deh, aplikasi live share lokasi.. ada aplikasi lain yang bisa mempalsukan keberada’an kita, wkwk

Cryptocurrency, Apa Itu Bitcoin? Dulu Saya Pikir Bitcoin Cuman Mainan.. Gak Penting

    Hampir semua lini kehidupan kita seperti dipaksa untuk serba digital, dari mulai pekerja’an, pendidikan, kegiatan perekonomian, hingga rekreasi. Hampir jarang menggunakan uang kertas asli, bahkan kita tidak banyak yang memegang uang tunai asli di dompet. Parkir dan toll menggunakan e-money, belanja online menggunakan m-banking atau e-wallet pihak ketiga.

Seperti dipaksa karena kita memang sebelumnya tidak terlalu menaruh perhatian dengan hal-hal berbau digital kecuali memang berkecimpung didalamnya atau membutuhkannya lebih dari orang biasa. Malahan dulunya kita menganggap orang yang terlalu lama memperhatikan gadgetnya adalah orang yang tidak memiliki keterampilan social yang bagus, menyuruhnya keluar maen atau kemana kek.. sekarang? Semua orang menunduk memperhatikan gadged masing-masing.

Sebenernya saya sudah lama mendengar Bitcoin, pengetahuan dasar seperti orang-orang lainnya.. adalah mata uang yang digunakan oleh mereka yang bertransaksi di pasar gelap, DarkWeb, illegal atau sekadar beli game. Ternyata semakin kesini semakin banyak yang melek bahwa Bitcoin memang semewah itu, dengan kurs rupiah yang sekarang kisaran nyaris 265 juta’an. Memakai prinsip ekonomi dong, semakin banyak perminta’an maka harga semakin naik. Karena eksklusifitasnya bitcoin ini sehingga menjadi sesuatu yang mewah. Namun pergerakannya yang fluktuatif membuat kita kudu terus update perkembangan.

Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto. Belum jelas siapakah beliau, apakah memang orang keturunan Jepang atau separuh Jepang? Atau hanya seseorang yang menggunakan nama Jepang. Yang jelas saya kagum karena sudah menciptakan suatu alat transaksi yang tidak bisa dicopy paste orang dengan mudah tetapi bisa digunakan oleh orang awam sebagai alat bantu transaksi sebagai pengganti uang yang kita tau. Tidak terikat oleh suatu badan tertentu, kita tidak memerlukan pihak ketiga seperti bank untuk menggunakannya. Masing-masing dari kita memilikinya sebagai hak milik pribadi.

Cryptocurrency adalah mata uang digital yang melalui proses pembuatan dengan teknik enskripsi dan dikelola oleh jaringan peer to peer. (jojonomic.com)

Yang pasti mata uang digital bukan hanya bitcoin, tapi bitcoin saat ini merupakan Ratunya Cryptocurrency.

    Adakah yang sudah pernah dengar “TimeStope” dan “Pi”? Keduanya masih merupakan rintisan yang paling tidak membutuhkan 10jt an penambang. Kita nyebutnya Mining Cryptocurrency, nambang bitcoin tentunya sudah bukan hal yang baru. Katanya keduanya merupakan mata uang baru yang belum masuk ke pasar, pengguna baru hanya perlu menambang sebanyak apa mereka bisa mengumpulkannya dalam setahun atau dua tahun kedepan. TimeStope masih rintisan dari Korea Selatan, mereka klaim bukan SCAM atau penipuan. Seperti namanya sendiri, mereka akan menghargai waktu kita. Estimasi 1 koin akan bernilai 1,3 sen.. yang merupakan perhitungan awal dari penilaian mata uang global dibagi populasi manusia. Mungkin bisa lebih, Pi sendiri digadang-gadang akan bernilai 10 dollar per koinnya. Dan akan ikut menyetarai bitcoin.

Jadi, adakah kita tidak percaya atau tidak siap menghadapi jaman kedepannya?

Jika kita kelak berada dimasa Cryptocurrency lebih mendominasi bagaimana ya? Apakah lembaga ketiga yang mengelola uang kita akan gulung tikar? Karena konsep Cryptocurrency yang independen berdiri sendiri serta bebas macem anak senja senja kopi lambung maag? Wkwk

Bitcoin ini lucu menurutku, seperti milikmu tapi bukan sepenuhnya milikmu (mengingat bisa naik turun tanpa kita tau pastinya kapan dan bagaimana). Kamu tidak bisa melarang-larang dan terpaksa mengikuti maunya dia bebasnya ingin bagaimana. (ada saatnya harus melepaskannya untuk dikurs-kan ke mata uang sendiri atau disimpan dalam jangka waktu tertentu berharap harganya naik lagi, kudu aptudet.. wkwk)

Mungkin tidak akan secepat itu AI dan Cryptocurrency akan mendominasi, cuman.. saya kepikiran saja jika dunia memasuki masa keduanya yang lebih banyak berperan dalam kehidupan seperti yang diceritakan dalam film-film scifi, bukankah akan sangat menarik?

Masih terlalu dini..

Bukankah sekarang kita sudah cukup takjub dengan kemampuan ponsel pintar kita yang berjalan dan menyajikan kebutuhan kita berdasarkan kebiasa’an dan ketertarikan kita pada hal-hal tertentu? Algoritma memberikan kita apa-apa yang masih menjadi konsen dan sesuai dengan kepribadian si pemilik akun.

.

.

Penasaran saya lagi konsen drama apa? Bukan.. bukan Start Up, Kairos. Menceritakan tentang dua orang yang terhubung melalui ponsel, keduanya berada di zona waktu berbeda, hanya beda satu bulan. Bersama mencegah hal-hal di masa mendatang tetapi justru semakin menghadapi masalah yang jauh lebih pelik serta kebenaran yang mungkin akan menyakiti kedua tokoh utama kita ini. Bukan Romantis Komedi, meski saya berharap bahkan sejauh itu waktu mundurnya.. agar karakter yang diperankan Lee Se Young menikah saja dengan Shin Sung Rok wkwkwk. Sebel sih, istrinya Kim Seo Jin cuman ngincer hartanya Seo Jin..

 

Ok Google.., sekarang jam berapa? Tolong rekomendasikan saya jodoh terdekat~

😀 😀 😀