5 Warung Makan/restoran Favorit Beserta Reviewnya. #Day7

Lucky Seven! Kata-katanya yang sering digunakan Ji Suk Jin ketika ngelawak. Tanggal lahir saya itu 6, tapi saya lebih suka dengan angka 7 entah kenapa.

Bagi anak rumahan yang jarang main kalau tidak dipaksa, ini termasuk pertanyaan rumit. Wkwkk, tapi saya akan mencobanya.. haha, tempatnya bukan spesifik tempatnya saya suka.. tapi satu dua menunya yang jadi idaman sekali meski sederhana. Karena memang harus kita akui, terkadang tempat nongkrong itu lebih jualan tempat dan nuansanya. Untuk perihal makanan piker belakangan.. ya apa tidak?

  1. Nasi Goreng di seberang jalan terminal B, *sensor*

Tidak semua nasi goreng yang dijual abang abang gerobak itu enak, ada yang asal jadi aja dan nyebutnya enak. Ada yang standar biasa aja, tapi nasi goreng punyanya bapak bapak di depan terminal x ini bikin seneng, dapat banyak dan sudah beserta sate ayam dan ati. Seharga 14 ribu saja.. barangkali sekarang sudah naik harganya karena terakhir saya mengincipnya 2 tahunan lalu kalau tidak salah. Bumbunya masuk ke nasinya yang pulen gak begitu keras, terasa pas, terasa campuran rempah yang tidak se-enek itu.

  1. Bakso Pak G di pertiga’an jalan Hayam Wuruk di kota saya, bakso di daerah kota sirop dan bakso mercon di salah satu pusat industry ibukota. Entah pertigaan apa perempatan ya? Aih.. lupa..

Tidak semua bakso enak, yang terkenal di kota saya itu memang rasanya universal. Semua orang bisa menilai baik, urat dan seratnya lembut, kuahnya kaya tidak amis dan sedap. Dimakan pakai nasi bisa banget!

Bakso di kota sirop itu letaknya di warung pinggir jalan banget, deketnya mushola kalau tidak salah. Gurih banget kuahnya, serasa kepengen menghabiskan sampai tetes terakhir. Serat baksonya juga lumer, jeroannya tidak amis.

Bakso mercon? Kalau ini saya lebih suka baksonya aja, entah kenapa terakhir kali mencobanya rasa kuahnya kurang nyambung dengan  baksonya. Wkwkwk, 10 rebu saja..

  1. Soto ayam di warung pinggiran jalan di *sensor*

Untuk masalah soto soto an saya lebih suka dengan soto yang bersantan dan pekat kuahnya, dengan suwiran ayam yang secukupnya. Sambel yang  banyak, dimakan panas-panas jam makan siang, minumnya es teh.. sosro atau sariwangi yang diseduh dengan campuran teh lainnya. Saya bisa makan dua mangkuk kalau saja tidak bersama teman-teman ketika datang ke sana. Hahah

  1. Mie ayam 6 rebu di deket balai desa kampong saya.

Gak tau ya, rasanya normal. Gak buruk, tetapi cukup..

  1. Ayam Geprek & ayam bali di warmindo kesayangan.

Kalau ke sini saya paling sering beli geprek dan ayam bali, padahal warmindo terkenal dengan olahan mie dan magelangan serta akang akang yang ramah. Mungkin karena bumbu bawangnya yang terasa lebih berbeda dari ulekan orang-orang.

Tuh kan.. masak sendiri mie padahal bisa dan lebih murah, kenapa lebih milih dimasakkan orang? Artinya kita kepengen disayang dan diperhatikan orang lain, ada sisi manja dan kepengen dipeluk kehangatan walau berupa makanan yang barangkali bisa kita buat sendiri tapi lebih milih beli.

Kalau tempat tempat tertentu rasa merasa kurang suka, seperti yang saya bilang tadi. Beberapa tempat hanya menang menyajikan suasana dan fasilitas yang nyaman. Tapi makan di warung-warung yang masih ramah di dompet lebih seru kog..

Pengen nulis yoshinoya, kfc, restoran koreyah, wkwkkw tapi rasa yang tidak bisa dibohongi adalah yang dimakan. Mau gak suka kita gak akan bisa memaksakan untuk memakannya,


Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s