5 Fakta Soal Diri Sendiri. || Apa ya? #Day6

  • Saya suka kucing tapi takut ayam;

Nenek saya dulu punya peternakan ayam, tapi karena suatu hal, mungkin karena ayam-ayam gampang sakit, walhasil tidak pelihara ayam lagi. Saya yang gentian pengen ternak ayam, atau bebek.. nunggu dananya pas aja dulu ternak kemudian.. okai!

Saya pernah jejeritan karena dideketin ayam. Saya juga tidak begitu suka dengan menu ayam-ayam, kesannya seperti hanya mau enaknya saja.. cuman doyan bagian-bagian yang memang ada dagingnya. Memang tidak doyan karena amis dan jijik entah kenapa bias membayangkan ayamnya waktu hidup. Ketika harus memilih ayam atau jengkol, saya lebih suka jengkol.

  • Tidak punya mantan pacar;

Bukannya gak pengen punya pacar atau pasangan, tapi yang selalu deket memang tidak membuat sreg, lagian saya gak begitu asyik kalau urusan cinta-cinta’an normal. Males aja ngeladenin orang, lebih suka sendirian aja dulu.

Dan berharap kelak punya pasangan yang tidak pernah punya mantan juga, nah loh.. hayuuk, yang gak punya mantan merapat.. saya sambut! Wkwkwk

Aslinya sih pengen juga, tapi rasanya akan sangat bersalah kalau melakukannya. Enak ya orang-orang yang tidak tau resiko atau tidak terlalu percaya dengan konsep dasarnya berkhalwat, enak banget sumpah! Katakanlah melakukan salah tapi gak sadar salah, enjoy aja..

Pas remaja saya saklek gak boleh! DOSA! Ke diri sendiri..

Tapi makin kesini makin pengen punya pasangan buat bersandar dikala hidup makin aneh saja..

Mungkin memang belum waktunya, kataku sebagai penguat diri sendiri. Entah saya akan nikah kapan? Saat statistic blog ini 3 jt kah? Yang mana lama banget.. soalnya saya jarang nulis yang bakalan dibaca khayalak ramai sekarang, capek..

  • Kalau bad mood atau tertekan suka potong rambut sendiri;

Ada adegan dimana Kim Soo Hyun motongin rambutnya Seo Ye Ji di drama, saya langsung kepikiran diri sendiri. Bedanya saya bener-bener motong pakai tangan sendiri tanpa bantuan siapapun sambil ngaca sambil menekan gunting dengan penuh emosi wkwkwk. Sekarang rambut saya sudah mulai memanjang lagi, lagi pengen nyobain rasanya jadi Rapunzel.. kalau dipikir-pikir ini adalah hasil dari potong asal dua tahunan lalu sepertinya. Sama penasaran apakah semakin panjang semakin seperti buntut curut bagian bawahnya? Ternyata enggak.. cuman.. rontoknya ngeri, kadang kalau di lantai suka lihatin rambut sendiri takut itu bukan rambut sendiri XD Hahahahaha..  saya itu gak suka sama jenis rambut saya sendiri, lebih suka rambut keriting.. hmm..

Saya memaknainya seperti membuang sial, membuang beban masalah, tersugesti kepala menjadi sedikit lebih ringan setelah rambut dipotong. Kayak buang beban hidup saja, kemudian siap menjalani hidup baru.. ahai!

  • Gampang menangis oleh hal sekecil apapun itu;

Perempuan itu memang paling terkenal dengan hatinya yang lembut, senjatanya nangis, tapi saya beda. Saya beneran bisa menangis oleh hal apapun itu. Selain menangisi hidup sendiri so pasti.. jangan disakiti yak!

Jadi, ketika saya mendapati ada orang yang mengaku tidak pernah menangis, saya cukup bingung.. kamu manusia?? Setidaknya dari kita pasti akan menangisi diri sendiri, walau tidak nampak oleh orang lain sekalipun.

  • Lebih suka tidur di rumah ketimbang jalan-jalan;

Orang-orang bilang kalau capek dengan keseharian butuhnya liburan, ke laut atau ke gunung. Saya sedikit setuju, tapi bagi saya pribadi tidak banyak membantu. Liburan itu hanya tombol jeda. Saya introvert dan saya butuh banyak waktu sendiri untuk mencharger energy dan semangat juangnya. Karena bahagia dan sedih datangnya dari pikiran, lebih baik mengontrol diri dengan tenang-tenang saja. Tidak nolak kalau diajak jalan-jalan. Tapi saya lebih suka di rumah..

5 Fakta saya, kalau butuh.. mau yang lebih aneh? Kapan-kapan yak..

Betewe pertanyaan no 7 agak susah ini, saya gak terlalu spesifik suka tempat mana..

Tentang Sosial Media.. #Day5

Hutang satu karena skip satu hari,

Bagi saya social media adalah suatu media yang berpotensi besar menyakiti hati. Maka saya menghindarinya sudah cukup lama. Jalanan yang ku lalui terasa terjal dan jauh Tuhan.., tangga yang tengah ku daki kian hari berlumut dan siap-siap membuatku jatuh kapan saja, kalau-kalau jatuhpun kelihatannya takkan ada dasar berujung yang siap menanti. Hampa.. kedengarannya social media tidak akan relevan dengan hidupku sepenuhnya,

Melly G pernah mengatakan ini ketika dia dihujat karena gaya pakaiannya yang terlalu aneh untuk muslimah, bahwa dia memang belum menjadi muslimah sejati. Kalau dia sudah di level sejati tadi yang dia maksud, dia enggan menunjukkan diri ke dunia.. tidak akan menampakkan foto apapun.

TENTANG SOSIAL MEDIA..

Beberapa waktu lalu saya menonton All the Butlers episode 106 – 107 dengan bintang tamu Kim Nam Gil.  Syuting dilakukan kisaran bulan Februari tahun ini. Kim Nam Gil adalah satu actor senior yang saya sukai, yang paling khas dari beliau adalah kumis tipisnya. Kulitnya yang agak kecoklatan tidak super duper putih ala-ala Oppa-Oppa Korea. Pertama kali melihatnya di Serial The Great Queen of Seondeok, mati karena menyebutkan namanya Ratu sebagai Bidam. Padahal fatal jika dilakukan, Ratu tidak boleh disebut namanya. Sedosa apa? Ya coba elu bayangin nyebutin nama emakmu sendiri.. wkwk, digebuk! Karena ini Ratu Joseon tentunya hukumannya adalah hukuman mati. Meski alasannya Bidam menyebutkan namanya Ratu karena dia cinta dan Ratu selama ini merasa sendirian dan tidak ada yang mencintainya dengan tulus, ingin dipanggil namanya sekali lagi dengan nada lembut.

Kim Nam Gil khas sekali memerankan sosok bad boy, rasanya agak sulit bagi kita untuk tidak ngefans. Kim Nam Gil juga merupakan Presdir dari suatu organisasi badan amal, ia juga suka sekali berjalan kaki, ikut serta dalam organisasi berjalan yang memerlukan sekian ribu langkah agar tidak didenda organisasinya. Tapi Kim Nam Gil melakukannya karena dia memang suka, bagus untuk kesehatan.

Kalau ada yang belum tau apa itu All the Butlers, itu adalah suatu program yang membernya terdiri dari Lee Seung Gi, Yook Sung Jae, Lee Sang Yoon, Yang Se Hyeong, Shin Sung Rok. Sayangnya di episode master Baduk dunia mereka harus kehilangan Sung Jae dan Sang Yoon. Mereka berlima tiap episodenya akan menemui orang-orang yang mahir dan berprestasi di bidang mereka, mempelajari kesuksesan mereka atau pola hidup dan keseharian mereka. Kali ini kita ketemu dengan Kim Nam Gil, pernah mendapatkan banyak anugerah dan piala serta diakui kepiawaiannya.

Yang saya salut di episode ini, Kim Nam Gil tidak mau dijadikan seperti Master di episode sebelumnya. Mereka ingin bermain saja hari ini. Pertama-tama mari singkirkan ponsel, mereka semua seharian berjalan dan lebih focus pada situasi sekitar. Kim Nam Gil mengajarkan, ponsel memang sangat membantu dalam kehidupan kita, tetapi terlalu banyak informasi yang terkadang tidak kita perlukan.

Seharian mereka berjalan, dengan target tertentu berjalan mereka akan menyumbangkan peralatan sekolah untuk anak-anak. Dan apa yang paling manis pemirsa?

sumber: k-star-holic.blogspot.com

Setelah acara usai dia mengirimkan pesan kepada tim produksi, “Ini dengan Kim Nam Gil, aku tidak keberatan menggunakan bayaranku untuk disumbangkan.”

Saya terharu, 2 episode tersebut sudah cukup lucu dan memperlihatkan sosok Kim Nam Gil yang rendah hati dan kocak, baik hati juga haduh..

di social media terlalu banyak informasi yang lebih dari kita butuhkan. Tujuan kita dalam mencapai sesuatu sangat berperan penting dalam menyaring dan berbijak pada diri sendiri. Karena focus yang saya tuju tidak begitu banyak membutuhkan social media, saya tidak banyak menggunakannya juga. Beda cerita kalau memang butuh, ya monggo silakan. Tapi saya pribadi tidak, karena memang tidak butuh. Tapi, maaf saya sekarang tidak begitu butuh.

Gunakan seperlunya saja. Saya ingin hidup tenang, social media tidak membuat saya tenang apalagi senang.