The Smile Has Left Your Eyes.

Ada yang hilang dari tawanya, matanya selalu terlihat sedih entah mengapa?. Meski selebar apapun senyumannya, secerah apapun tawanya.
Sepasang mata yang tidak bisa ku tembus lebih dalam lagi. Lebih gelap dan kelam bahkan tanpa si pemilik manik manik bola hitam itu sadari.

Semua tindakan dan ucapannya terdengar seperti omong kosong, bahkan ketika mengutarakan “Maukah kau berkencan denganku? Tatapanmu itu mengganggu ku, aku harus memastikan apakah itu cinta.”

“Dasar tidak waras..” jawab ku.
Tapi siapa sangka ia berlari sampai peluh memenuhi kaosnya karena mengkhawatirkan aku. Menitikkan air mata seperti itu. Darah di wajahmu. Memaksaku mengalah pada egoku mengakui aku juga cinta. “Aku lebih memilih tidak punya perasaan daripada memilikinya tapi tidak mengakuinya!!” Seru mu waktu itu.


Kau membuatku seperti kejatuhan puluhan bahkan miliaran bintang setiap harinya, semua hari bahagia itu datang membuatku lebih hidup. Maaf telah menyebutmu menyedihkan dan kosong suka mempermainkan orang lain, lambat laun aku tau apa yang hilang darimu.. itu aku. Ku ingin ini menjadi selamanya, sekalipun harus pergi ke neraka.

Kemudian.. kenapa?
Berusaha membuatku membencinya ketika hatiku sudah jatuh penuh, kita memiliki luka yang sama, aku merasa mengerti dan menghangat bersamamu. Ada luka bakar di bahu kananmu, aku punya luka bakar di lenganku. Mungkin di satu waktu kita pernah bersama sebelum ini.. sehingga sekeras apapun masing-masing dari kita mendorong jauh, takkan berpisah.
Kau mengerti aku lebih dari diriku sendiri, luka yang tak pernah ku sambut dan terima begitu saja sepanjang jalannya waktu.. tetapi kita membicarakannya seolah hanya cerita terjatuh tersandung batu saat berjalan kemarin. Menertawakannya lalu saling memeluk sampai terlupa waktu.

Jika kau mati, aku juga mati saja. Jangan ceroboh gegabah seolah menjadi pahlawan yang menebus dosanya. Kau boleh bahagia, meski seluruh isi dunia menginginkanmu menghilang dan membencimu.. masih ada aku yang menginginkan setiap hembusan nafasmu hadir.
Tidak bisakah kau ubah keputusanmu itu? Tidakkah kau mencintaiku?

 

  • Terinspirasi Drama The Smile Has Left Your Eyes.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s