Critical Eleven || Sedih yang Ditawan Sendiri-Sendiri..

“Mungkin kalau dulu kamu nggak terlalu sibuk, Aidan masih..”

wikipedia


Ah, sudahlah. Ale masih menatapku, menunggu jawaban atas tawarannya. Seperti biasanya aku memilih menggeleng, lalu membuat sarapanku sendiri, dan kembali ke kamar. It still hurts, Le. It still hurts. But you don’t give a shit anyway, do you? Buat kamu, yang paling penting adalah kamu. Kamu yang paling sedih dan dan paling penting kesedihannya atas kehilangan anak kita, kan?. Tidak ada orang lain yang lebih penting. Bahkan tidak istri kamu sendiri ini yang merasakan langsung mengandung anak kita hampir sembilan bulan.

Ale
Enam bulan pisah kamar dan pagi ini pertama kalinya gue tahu Anya ternyata selama ini tidur di kamar anak kami. It feels Chuck Norris himself just kicked me repeatedly in the nuts.


Ale: Tolong aku, Nya. Tolong aku. Ale-nya kamu jangan dibeginikan, Nya.

Harris: “To women, how you deliver the message is sometimes more important than the message itself.”

Anya: Aku butuh jauh dulu dari dia supaya bisa berpikir jernih, karena sekarang aku nggak tahu ini mau bagaimana.