K-Drama: Memorials/Into the Ring || Capek Nyari Kerja, Nyaleg Sajalah..

“I’d rather be the sky, compared to the river. That way, no matter where you are I can instantly find you. If ever someone dared to hurt you, I would fly over and beat them up”

~ Hiro (Haruma Miura) – Koizora

Seharian ini ngakak nontonin Memorials. Mungkin akan sangat memukul bagi beberapa orang yang tengah sibuk mencari pekerjaan dan betapa susahnya melamar kesana kemari. Sewaktu saya ceritakan betapa konyolnya drama ini ke teman, tentu saja dia langsung “Kog seperti aku yaa? Sudah muak capek nyari kerja..”

Tetapi saya suka dengan tokoh utamanya yang lucu dan cukup idealis realistis, juga temannya yang lempeng-lempeng mencari aman.

Profile

  • Drama: Memorials (English title) / Into The Ring / The Ballot (literal title)
  • Revised romanization: Chulsapyo
  • Hangul: 출사표
  • Director: Hwang Seung-Ki
  • Writer: Moon Hyun-Kyeong
  • Network: KBS2
  • Episodes: 32
  • Release Date: July 1 – August 20, 2020
  • Runtime: Weds. & Thurs. 21:30
  • Genre: Romantic-Comedy
  • Language: Korean
  • Country: South Korea

Plot Synopsis by AsianWiki Staff ©

Koo Se-Ra (Nana) comes from a poor background, but she still manages to have bright personality. She supports herself by taking part-time work. Koo Se-Ra is famous in her local ward office for constantly filming civil complaints.

Seo Kong-Myung (Park Sung-Hoon) works as a fifth-grade public officer. He sticks to his principles no matter what and he does his job well. Other people do not like him due to his unfriendly personality. He gets involved with Koo Se-Ra.

Saya sudah nandain buat nonton drama ini karena akan diperankan oleh Park Sung Hoon, tertarik dong.. sebelumnya cukup terkesima dengan perannya sebagai pembunuh berdarah dingin di drama sebelumnya yang ia perankan bersama Yoon Shi Yoon. Dikabarkan akan main drama komedi romantis, hufu.. ku piker ya tidak mungkin dia akan tiba-tiba malih rupa menjadi sosok yang mudah dan lucu seperti kebanyakan karakter konyol lainnya.

Park Sung Hoon memerankan pegawai negeri sipil, sebelumnya dia bekerja dia bagian keuangan.. tetapi karena mengkritik atasannya dengan tidak setuju pada ide atasannya, memprediksi kalau agenda mereka dilakukan.. pasti kesulitan menggaji semua pegawai di Distrik ini.

Kemudian dia diturunkan bekerja ke bagian pelayanan sosial, walhasil dia dikenal sebagai pegawai yang kaku. Waktunya makan ya makan.. waktunya pulang harus pulang tepat waktu, hahahaha.. saat ada warga yang hendak melakukan pengaduan/ingin dibantu dia juga sekaku waktunya makan ya makan. Wkwkwk

Karena performanya yang dianggap tidak fleksibel, dia dipindahkan lagi ke bagian pengaduan daring. Cukup bekerja di balik komputer membalasi pesan keluhan banyak orang sekaligus membenahi masalah.

Suatu hari dia diberitahu mengenai seorang warga sipil yang suka mengeluhkan pelayanan sosial dan suka mengkritik, memakai username “Ngengat Harimau”, semua keluhannya membuat nyaris pendahulunya Seo Gong Myung pulang telat, menyerah dan resign.

Eh, wait.. Seo Gung Myung ini jabatannya Wakil Direktur. Tetapi dimanapun dia dibuang ke divisi mana saja, dia selalu dinistakan. Mengerjakan hal-hal yang bahkan tidak ada hubungannya dengan posisinya.

Yang terbaru, sejauh saya nonton eps 11-12, karena dipotong tiap eps menjadi setengah jam an. Tiap tayang suka berpasangan. Gong Myung justru sibuk di pantry untuk nyuci bekas gelas dan piring para anggota dewan Distrik setempat. Menyiapkan berkas, minum dan makanan ringan para anggota dewan. Sembari menyoroti kebijakan dan jalannya rapat-rapat. Kayak kacung gitulah kerjaannya, hahahaha..

Sedangkan Nana, memerankan Goo Se Ra. Terakhir dia dipecat oleh perusahaan dengan alasan pendahulunya sudah kembali dari cuti. Kemudian dia magang sebentar di kantor pelayanan sosial yang ada Seo Gong Myung juga. Gong Myung menjadi atasannya, atasan kaku yang permintaannya suka aneh-aneh. Karena tidak tahan dengan sikapnya yang dingin dan seenaknya sendiri ia ingin keluar, tapi butuh uang karena utang keluarganya banyak sekali. Ibunya yang suka ikut investasi bodong, rumahnya yang sewa, menyicil biaya pinjaman kuliah.

Namun insiden terjadi, saat Se Ra harus menjadi juru tulis dalam rapat dewan. Dia mengangkat tangannya karena tidak setuju dengan projek pembangunan yang rencananya akan menghancurkan SD setempat.

Meski tidak punya hak bicara, meski Gong Myung berulang kali mengodenya untuk jangan gegabah. Se Ra tetap ingin mengutarakan pendapatnya, ini tidak adil.

Dia dipecat, kemudian dendam.

Saking sakit hatinya, dia bingung harus mencari pekerjaan apa lagi. Dengan bantuan Ayahnya Gong Myung, nepotisme bisa kembali ke perusahaan lamanya. Sayangnya Se Ra menolak di hari interviewnya, karena jika ia diterima maka aka nada pegawai baru yang dipecat. Lebih baik tidak.

Se Ra di jembatan penyeberangan biasanya ia lewat menemukan poster tawaran menjadi anggota dewan setempat.dan berkat omongan Seo Gong Myung sebelumnya, katanya anggota dewan itu bekerja paling tidak hanya 90 hari dalam setahun. Mendapat gaji 50.000 dolar. Dengan harapan gaji besar serta jam kerja yang tidak banyak, Se Ra kemudian mati-matian mencalonkan diri dari pihak independen. Banyak yang meragukannya, karena dia nonpartai, tidak ada riwayat politik sama sekali, resumenya buruk dengan catatan bekerja tidak ada yang pernah bertahan lama. Namun siapa sangka dalam perjalanannya dia malah lolos menjadi anggota. Wkwkwk,

Tentunya dia masih cukup idealis meski orientasinya uang.

Se Ra ini orangnya cukup impulsif, alias menuruti perasaannya dan meledak-ledak dalam kebanyakan tindakannya. Perannya Gong Myung yang tenang serta analitis tenang cukup menjadi tuas pengamannya Se Ra, banyak berperan besar pada Se Ra. Tampaknya mereka saling suka, tetapi masih belum sejauh itu. Lagian mereka dulunya adalah teman masa kecil, orangtua mereka adalah teman. Se Ra masih belum move on dari mantannya yang sudah dia pacari 9 tahun. Mereka juga sering bertemu di tempat kerja, karena mantannya adalah asisten dari Ayahnya Gong Myung. Sedangkan Gong Myung benci banget sama ayahnya karena terkesan abai pada kematian ibu dan adiknya.

Suka karena Se Ra yang meledak-ledak dan Gong Myung yang tenang. Saling melengkapi.

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s