Auditory Hallucination || Kalau Punya Sosok Lain di Diri Ini Kamu Ingin Dia/Mereka Seperti Apa?

24 March 2020 § Leave a comment

Mulai suka banget sama Park Seo Joon adalah disaat dia belum menjadi seterkenal sekarang, mulai dari Kill Me Heal Me, 5 tahun lalu. Kelihatannya pekerja keras, rendah hati, sepenglihatan-ku dia ini kuat tapi lembut, yang dulu saya bisa bayangin kalau Park Seo Joon sudah sukses nanti dia tetap akan low profile. Dan terbukti bukan? Park Seo Joon yang sekarang tidak berubah.. and I love him so much~

Di sana terdapat original soundtrack yang merajai tangga musik pada masanya, Auditory Hallucination yang menggambarkan perasaan tokoh utamanya yang mengidap DID (Dissociative identity disorder), bagiku itu menarik.. seperti dihadapkan dengan endingnya suatu buku, kemudian kita penasaran dan berusaha untuk membalik halamannya secara mundur, penasaran kenapa Cha Do Hyun bisa mengidap DID, bagaimana perasaannya? Apa yang terjadi ketika dia masih kecil? Bagaimana dengan keluarganya? Dia diperlakukan seperti apa? Apa keinginan terdalamnya? Cinta seperti apa yang bisa menyebuhkannya? Yang membuatnya bisa utuh kembali bagaimana? Saya gak lagi nggombal ya.. wkwkwk, karena DID ini kepribadiannya terpecah, Cha Do Hyun membagi dirinya menjadi 7 kepribadian yang berbeda. Manusia tidak ada yang hitam dan putih saja, kita punya banyak rangkaian emosi dan karakter, seperti juta’an spektrum yang terjalin menjadi satu menjadi “Aku”. Tapi DID malah memisahkan jadi aku kamu dia, tujuannya adalah seolah menghindari kenyataan.. setiap kepribadian berusaha melindungi dirinya, seperti tameng yang menghalau apa yang dirinya tidak bisa hadapi.

Lebih seperti orang kesurupan sih menurutku, karena setiap karakter yang tercipta punya keahlian sendiri, pengalaman dan cerita hidup sendiri, gaya berbicara, selera penampilan.

Suatu gangguan yang ditandai dengan adanya dua atau lebih status kepribadian yang berbeda.

Gangguan identitas disosiatif, sebelumnya disebut gangguan kepribadian ganda, biasanya merupakan suatu reaksi terhadap trauma sebagai cara untuk membantu seseorang menghindari kenangan buruk.

Gangguan identitas disosiatif ditandai dengan adanya dua atau lebih jenis identitas kepribadian. Masing-masing identitas dapat memiliki nama, riwayat pribadi, dan karakteristik yang unik.

Penanganan terapi bicara, berusaha mengerti.. cieileh.. siap aorang di dunia ini yang gak mau dimengerti? Wkwkwk. Terus menerus butuh pendamping, obat antidepresan dan obat penenang biar cepet sembuh. Membantunya.

*

*

Menariknya adalah, tentu kita pasti bisa berpikir dan bertindak sesuai situasi.. Seperti disaat kita marah maka kita cenderung menampilkan tabiat agak kurang bagus, kalau sedang terlalu bahagia terkadang kita bisa menunjukkan reaksi yang terkadang norak berlebihan. Tak jarang teman atau orang sekitar berkomentar “Aku gak nyangka kamu bisa seperti itu,”, padahal kita biasa aja.. tidak merasa ada yang aneh sama sekali, semua sisi itu memang adalah “Aku”, cuman tidak semua orang tau.. karena tidak 24 jam sehari bersama. Lucunya DID ini menghadapi hal hal krusial, atau seperti punya hal tertentu yang memancing kepribadian lain jadi muncul. Justru memecah, antara satu dan yang lain malah punya nama dan riwayat hidup sendiri yang diciptakan sebagai “tameng” dari trauma beratnya, yang seharusnya cuman “Aku” tapi malah jadi “dia dia dia dia.. wkwkwk, cinta yang ku tunggu tunggu tunggu~ Afgan

Tapi karakter utama pasti ada, pun juga punya alter ego.. sisi yang kuat mendominasi. Si Alter ego ini bersedia menerima rasa sakit hati dan sakit fisik si tokoh utama atau kepribadian pertama. Si Alter ego biasanya dianggap jahat, karena bertindak semena-mena.. padahal dia cuman melakukan apa yang tidak tokoh utama berani lakukan. Menyelamatkan apa yang tidak berani tokoh utama hadapi.

Auditory Hallucination lebih mengingatkanku pada penderita skizofrenia, halusinasi parah. Dia seperti terganggu oleh suara-suara aneh yang seolah membisikinya sepanjang waktu, atau dia berpikir dia masih gadis kecil yang hidup di tahun 90 an tapi aslinya dia sudah sepuh tua sakit-sakitnya. Hidup di dunianya sendiri gitu hlo.. menarik tapi juga ngeri. Penderita skizofrenia kalau sudah menuangkan apa yang dia rasakan dan lihat melalui media lukisan, malah jadi serba abstrak tapi autentik menarik berseni.

Saya pernah baca buku yang judulnya “Menyingkap Karen”

Switching Time: A Doctor’s Harrowing Story of Treating a Woman with 17 Personalities”. Aslinya terbitan New York 2007, di Indonesia diterjemahkan dan diterbitkan oleh Serambi 2008.

seorang wanita yang memiliki 17 kepribadian berbeda. Antara satu dan yang lainnya digambarkan berinteraksi, punya dimensi lain dan hidup di kepala Karen.. mereka beranggapan bahwa Karen hanyalah sebuah tempat yang mereka pinjam untuk tinggal. Aku pas di bagian tersebut malah jadi kepengen percaya kalau mereka itu adalah pribadi yang utuh berdiri sendiri.. wkwkwk, malah kayak hantu. Padahal itu semua adalah Karen, tapi otaknya beranggapan mereka adalah orang-orang yang berbeda.

*

*

_________Auditory Hallucination

Ada begitu banyak hal tersembunyi dalam diriku

Itu membuatku berubah begitu banyak

Itu membuatku tertidur, membuat tangan dan kakiku terikat

Itu mengurungku dalam ruangan yang gelap

Cha Do Hyun sudah menyadari di dalam tubuhnya dia tidak hidup sendiri, sudah mengetahui dia sakit tapi tidak tau harus bagaimana. Satu sisi dia ingin tetap menahan dengan dirinya.

Potongan-potongan waktu yang hilang

Kenangan cinta yang telah aku buang

Mereka semua telah terhapus dan terbuang

Hanya tersisa kulit luar

Tanpa tahu apapun, aku hanya berteriak

Aku hanya punya ingatan ini

Hatiku yang telah membeku bagai es

Ini akan terlupakan setelah aku tidur

Aku ingin melarikan diri dari rasa sakit ini yang membelenggu

Seseorang bangunkan aku

Dari jiwaku yang penuh bekas luka

Ia menyadari dirinya seperti monster, seperti tumpukan gunungan es yang bisa meledak kapan saja. Traumatis masa kecil yang tidak ingin dia ingat, tapi lukanya terus menghantuinya sampai dewasa. Ia pikir dengan mengabaikannya, dan terus menerus mengkonsumsi obat-obatan dia akan baik-baik saja. Dia sudah tidak mengerti rasanya cinta seperti apa, dia juga tidak yakin bisa menjadi orang bisa dicintai dengan adanya banyak kepribadiannya yang silih berganti keluar kapan saja dan dimana saja. Tidak normal

Langit malam yang berwarna

Penuh olehmu, seseorang yang tidak mau pergi

Ini membangunkanku dari tidurku

Cium aku lagi

Ini bukan secara harfiah, lebih ke tiap dia merasa putus asa atau tidak kuat menghadapi apa yang dihadapannya, dia tidak punya sosok yang akan membela dan memeluknya setulus itu.. dan dia tidak pernah merasa seperti itu, kemudian dia menciptakan sosok..

dia kehilangan dirinya yang sekarang.. terlalu takut menghadapinya, kepribadian lain datang mengambil alih situasi dan menyelamatkannya. Kepribadian itu ada karena eh wait aku salah gak sih kalau ngejelasin gini.. jahat banget…wkwkwk Tapi.. mereka terpecah karena adanya kebutuhan dari hati terdalamnya, yang sangat amat ingin dicintai, diperhatikan, dilindungi, diberi kepastian dan perasaan aman.. yang orang orang di sekitarnya tidak bisa memberikannya, well Cha Do Hyun tumbuh dari keluarga berada kaya raya tapi kompleks..

Suaramu berbisik aku mencintaimu

Aroma mu, aku mendengarnya lewat telingaku setiap hari

Kau dimana?

Dia menciptakan kepribadian itu memvisualkannya secara ekstrim, karena tidak ada yang menyayanginya. Jadilah dia berusaha membuatnya seolah-olah ada yang mencintaimu.. aku mencintaimu.. sangat… ku mohon bertahanlah, kau dimana? Dia mencari.. tapi karena tiap yang satu datang dan yang lain pergi, seperti amnesia.. sayangnya dia tidak ingat jika sudah berubah menjadi sosok a kemudian z.

Kau tersembunyi disebuah tempat dimana aku tidak bisa melihatmu

Rasa sakit yang kau terima untukku

Ketika kemarahanku menjadi satu

Akan kukejar ingatan yang hilang dari tidur yang nyenyak

Aku ingin menemukan diriku sebenarnya yang bukan dirimu

Namun memar dihatiku terlalu besar

Kucoba untuk menyembunyikannya tapi mereka bersembunyi dihatiku dan membangunkanku

Dia mengingkari sakitnya, dia bersyukur tapi masih belum bisa menerima. Alter ego mengambil alih dan membalas dendam atas apa yang kepribadian utama tidak sanggup lakukan.

Aku bertemu denganmu disisi lain kenanganku yang mengerikan

Kau memeluk bahkan untuk perasaanku yang hilang

Membantuku bangkit dari kehancuran

Aku mencoba untuk tidak melepaskan tanganmu

Aku mencoba untuk menghapus mimpi buruk

Aku mencoba begitu keras

Di tempat ini dimana aku terjebak sendiri

Sedih sih.. lihat ada orang yang berusaha keras bertahan hidup dengan memecah kepribadian seperti itu. Trauma yang tidak mau diingat, coba dihapus tapi rasa sakitnya masih seperti baru kemarin. Tidak tau sakitnya apa karena dia berusaha melupakannya, tapi tiap dia berusaha lupa dia malah hanya ingat perihnya, ada saat-saatnya dia ingin bunuh diri.. diambil alih kepribadian yang berani menanggung pedihnya dan punya nyali mengakhirinya.

Aku ingin menggulung kegelapan

dan menemukanmu

Meski aku tidak bisa menyentuhmu

Atau dipegang olehmu

Apa yang mengontrolku

Ini bukan yang hidup dalam diriku

Apa yang bisa menyembuhkanku bukanlah obat yang kuat

Melainkan cintamu, suara yang kudengar ditelingaku

Kalau yang bagian ini, dia tau sih.. tau sosok sosok yang dia ciptakan adalah yang membantunya. Tapi ada saatnya dia bisa mengenal pihak lain, atau orang lain.. yang bisa menghargainya.

Membangunkanku dari menjadi hilang

Setelah terjaga disekitarku dan menciumku

Menghilang dan aku tidak bisa melihatnya lagi

Bolak balik dengan kata kissing, maksudnya dia ngerasa kuat lagi.. setelah hancur lagi, antara satu kepribadian dengan yang lain sebenarnya saling membuatnya kuat.

Langit malam yang berwarna

Penuh olehmu, seseorang yang tidak mau pergi

Ini membangunkanku dari tidurku

Cium aku lagi

Suaramu berbisik aku mencintaimu

Aroma mu, aku mendengarnya lewat telingaku setiap hari

Kau dimana?

Di langit malam yang tidak bisa kusentuh

Aku melihatmu berbalik

Membuatku melarikan diri dari hari yang melelahkan

Menjadikannya sebuah gambar

Maaf, kukatakan saat aku memegangmu

Jangan pergi jauh, aku memanggilmu

Dalam kesedihan bahwa aku tidak bisa melihatmu lagi

Air mataku jatuh lagi

Harusnya mereka tidak ada, tapi kepribadian utama tidak berani menghadapinya sendiri, dai butuh si alter ego agar dia berani ngelawan ngebantah dan bertindak ceroboh.. tidak segan berbuat anarkis kasar.. kita pernah ngerasa pengen begitu bukan? Tapi otak sadar selalu bilang.. ah enggak.. dianggep ga waras nanti gw, butuh si pesimis yang menerima sedihnya.. kita kadang memang pernah dalam situasi.. duh kog berat.. sedih.. kepengen mati aja rasanya.. tapi logika dan realitas tetep bisa nahan.. ah enggak ah… becanda doang.., butuh si gadis kecil ceria yang menceriakan dirinya.. ada saatnya kita norak dan menggila, si Perry Park yang santai dan suka memancing.. visualisasi sang ayah yang dicintainya dan diinginkannya,

Kepribadian utama memang biasanya lebih lemah pembawa’annya, diplomatis, tertata rapih, tanpa cela. Tindakannya terukur dan teratur. Sempurnalah pokoknya..

Yang menyebabkannya bukan sembarang trauma sih, anak kecil mengalami kekerasan fisik berulang.. bahaya,

*

*

Seandainya ada satu hari ada sosok lain di diriku yang bukan aku sekarang, ku ingin dia melakukan apa yang tidak berani ku lakukan.. mengatakan apa yang diriku tidak berani katakan. Mengambil alih dan bertindak kuat tanpa berpikiran takut menahan-nahannya.. wkwkwk,

Ngayal..

Ga mungkin~

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Auditory Hallucination || Kalau Punya Sosok Lain di Diri Ini Kamu Ingin Dia/Mereka Seperti Apa? at .

meta