Supernova: Ledakan Bintang. Sebuah Ide yang Saya Tidak Paham..

Mau nulis apa ya? Tadinya mau bahas skincare wkwkwk, tapi mikir lagi.. yaelah, kan lagi puasa gak skincare yang serius.. gak pake krim pagi atau krim malam. Cuman serum serum, sama nutupin bekas jerawat pake bb cream.. padahal gak terlalu cocok pakai bb cream, cocoknya yang ringan aja.. CC cream.. tapi ya udahlah. Wkwkwk sabaaar~

Karena suatu hal yang cukup mengejutkan, saya jadi kepikiran tentang Dimas dan Reuben di Novel berseri miliknya Dewi Lestari.

Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi lebih banyak daripada nova. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya semula bintang tersebut, beberapa minggu atau bulan sebelum suatu bintang mengalami supernova, bintang tersebut akan melepaskan energi yang setara dengan energi matahari yang dilepaskan matahari seumur hidupnya, ledakan ini meruntuhkan sebagian besar material bintang dengan kecepatan 30.000 km/s (10% kecepatan cahaya) dan melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antarbintang.

Source: Wikipedia

Nova adalah ledakan nuklir kataklismik yang disebabkan oleh akresi hidrogen ke permukaan sebuah katai putih. Fisis ledakan ini berbeda dengan yang terjadi pada supernova dan nova merah cerlang.

Saya juga kepikiran kalimat epik ini “One hundred million stars falling from the sky”, saya menganggapnya seperti juta’an atau milyaran emosi yang bercampur menjadi satu ketika seseorang sedang jatuh cinta. Sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan tepat, tidak bisa dibahasakan dengan benar.

Pernah nonton filmnya Supernova, tentunya yang Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh. Di sana kalau kita tidak membaca novelnya tidak akan terlalu paham, saya saja yang baca novelnya juga tidak begitu paham. Pengen saya ulangi, tapi sayangnya saya tidak sesantai itu.. hahahaha, nanti kalau saya kangen sama Ichon gimana? Kalau tidak bisa move on sama tokoh satu ini. Orang yang gak pernah tidur, sepanjang menamatkannya memang daya tariknya Thomas Alfa Edison ini sungguh menarik.. hahahah,

Yang paling menarik di Supernova buku pembukaan adalah keberadaannya Reuben dan Dimas, dua orang pria rupawan dan sangat cerdas. Sayangnya mereka gay, seperti yang kita tau.. orientasi seksual bisa banget berubah karena lingkungan. Hanya sedikit persen saja gen mempengaruhi. Saya tidak begitu mengerti kenapa mereka bisa menjadi gay, mungkin karena cara mereka memandang diri mereka sendiri yang begitu tinggi.. dan tidak banyak perempuan yang bisa memenuhi ekspektasi mereka, kemudian saling menemukan figur idaman sempurna. Dan terjadilah.. wkwk, kita menyayangkan gak sih… dua orang sekeren itu kenapa malah gay? Kenapa? Bangke ga sih.. wkwk,

Bisa sih, mereka berkomitmen secara hitam di atas putih dengan lawan jenis, punya anak dan kelihatan normal. Tapi pada isi hati mereka tetep sama pasangan sejenis tadi. Fiuh.. horor..

Mereka ceritanya sedang bosan, kemudian join ingin membuat suatu karya yang menakjubkan. Seliar mereka berpikir, bagaimana kalau ternyata fiksi yang kita tulis benar-benar terjadi? Dunia ini sangat luas, galaksi bukan hanya ada Bima Sakti, bisa jadi ada kehidupan di luar sana yang di luar akal sehat kita yang mampu jangkau, dengan jarak ratusan juta cahaya untuk ditempuh ada kehidupan lain. Mereka hidup berdasarkan apa yang kita pikirkan?

Atau mereka benar-benar nyata tapi hidup belahan bumi lainnya. Dimas dan Reuben segila itu. Dan saya sangat menyukai pemikiran ini… wkwkwk,

Keduanya lalu terpikirkan menciptakan fiksi dengan tokoh utama Rana dan Re, Rana wartawan yang lumayan jenuh dengan kehidupan rumah tangganya dan suaminya yang alim-alim saja.. berantem kek biar seru.. hahahah, tanpa sengaja harus berkenalan dengan pengusaha sukses bernama Re. Mereka berselingkuh atas nama membebaskan perasaan cinta,

Nah, lucunya kalau aku tidak salah ingat. Apa yang mereka lakukan ternyata seolah seperti dikendalikan oleh suatu/sesuatu yang kita tidak tau perwujudannya apakah itu, Supernova. Yang memiliki kekuatan besar, seperti situs yang serba tau dan serba benar.. adminnya tidak ada yang tau siapa/atau apa, tapi aku lebih suka menyebutnya “Entitas” sesuatu yang kita tidak tau jelasnya itu apa/siapa. Karena keberadaannya unik, tidak berbatas berbentuk fisik atau abstraksi.

Tapi kita seperti digiring untuk percaya bahwa sosoknya Supernova adalah Diva, Paulaaa! Cakep banget di situ.. apa yang terlintas mendengar kata “Diva” mahal, eksklusif,

Tapi dulu, sepanjang membaca seri Supernova, saya masih suka kebingungan sebenarnya Diva apakah juga Istar, tapi sepertinya memang bukan.. Istar adalah tokoh lain. Digambarkan seperti Empress, Ratu tanpa mahkota.. tapi keberadaannya sendiri sudah “Ratu”, ngeh nggak? Maksudnya.. dia memiliki segalanya dan auranya sudah magis menarik, diceritakan dia sejenius itu tapi tidak tertarik untuk orang-orang/dunia mengetahui kemampuannya. Tapi memilih menjalani hidup sebagai pelacur, dan suka mengejek serta menertawakan semua kebijakannya pemerintah atau apa yang sedang terjadi. Seperti tau tapi tidak mau tau.

Nulis ini jadi inget tentang LoA, konsepnya sesuatu yang sangat diyakini, begitu diinginkan, dipanggil dengan sangat amat keras louder than your word and voice, kita mengungkapkan apa yang kita mau.. kemudian semesta, jagat raya ini bersekutu untuk mewujudkan apa yang kita inginkan.

Law itu hukum, attract itu menarik. Law of Attraction adalah hukum untuk menarik hal yang kita inginkan menjadi nyata.

atau seperti (If You Want Something, the Universe Will Give It To You).

Tapi saya juga menyebutnya ngedukun.. hahahaha, maksudku ini seperti kita dengan sangat amat sesuatu terjadi, kemudian kita mengulang-ulangnya.. mengirim pesan ke alam bawah sadar kita, kemudian diimbangi kita take action juga, tanpa sadar juga setiap langkah kita sedikit demi sedikit menuju dan dibantu oleh segala sesuatu yang kita temui hingga mencapai tujuan tadi.

LoA kebanyakan diyakini tidak ada sangkut pautnya dengan agama, karena fokus menggunakan kekuatan pikiran.

Tapi… anggap saja pernyataanku salah, saya rasa LoA ini bisa jadi merupakan puncaknya kita percaya dengan Tuhan, karena konsepnya adalah sangat menginginkan sesuatu, memanifestasikannya dengan kekuatan pikiran.. kita menjadi positif berpikir itu pasti akan terjadi, pasti dapet.. pasti!, bukankah kita dianjurkan untuk dzikir yang berulang-ulang sembari percaya, dzikir kan artinya kita percaya pada kebaikan-Nya dan berharap semua kebaikan terus menerus melingkupi kita, percaya dan terus percaya, ada kekuatan diluar diri ini, Dia akan menggerakkan semua, bukankah pepatah Man Jadda WaJada … yang mana dengan kesungguhan itu kita bisa mencapainya, bisa mendapatkannya.

Tapi memang ku akui belajar filsafat dan psikologi tanpa punya dasar agama/iman yang kuat, bisa cenderung atheis (?) wkwkwk, karena menganggap semua yang menggerakkan kita ada diri kita sendiri dan ada faktanya secara data pun terukur, manusia itu saling tarik menarik dan punya relasi yang aneh, tindakan dan pemikirannya bisa aneh banget.

Hmm, bingung.. santai, saya juga gak ngerti lagi nulis apa..