Historical Romance Book..

Sungkyunkwan Scandal

Berapa buku rata-rata dalam setahun yang mampu kita baca? Diluar buku teks pelajaran atau kewajiban kita yang harus baca?

Beberapa temen blogger memang ada yang entah kenapa saya pusing banget lihatnya, hampir tiap hari atau minggu posting review buku dan rata-rata baca’annya sungguh amat berat bung… soal historikal, politik, keuangan, pengembangan diri, tasawuf, semacam biografi atau otobiografi seorang tokoh.

Heran..

Wkwkwk, kog bisa? Yang jelas kalau saya baca sejenis itu saya akan mudah bosan, saya masih suka senang-senang saja. Tidak mau baca yang berat-berat.

100 Buku Dalam Setahun? Oke Siap! Mari Kita Usahakan~

Saya mau bikin pengakuan, awal tahun ini belum membaca buku apapun. Untuk saat ini masih di Tere Liye – Tentang Kamu, padahal lama banget aing belinya. Baru sampai di halaman 225 bab 15. Saya masih suka fiksi, suka sekali.. terlebih Historikal romance itu aku banget! Hahahaha..

Beberapa orang terdekat saya kalau ulang tahun atau hari bahagia mereka, saya akan memberikan mereka buku. Dan tentu saja orangnya kelihatannya memang agak tertarik membaca juga, kalau tidak akan sia-sia bos! Tapi seingatku saya tidak pernah mendapatkan buku dari seseorang atau sesiapapun. Hmmm, okay.. lebih ke barang-barang yang saya ga ngerti apakah membutuhkannya? Hahaha, kadang-kadang terpikirkan.. kalian ini mengenalku tidak sih? Saya bukan orang yang suka perhiasan, kucing sama buku itu mahal gak sih? Enggak kan?

Lucu kali ya tiba-tiba ada laki-laki bawa kucing lucu penurut ke saya terus bilang “Ini mamah, ketemu mamah.., hai mah..“

Atau bawa buku buku fiksi  sebagai hadiah, itu lebih membuat saya tersenyum ketimbang apapun. Bukan barangnya sih, ini hanya membuktikan dipahami dan dimengerti itu lebih membuat jatuh cinta dibandingkan materi apapun.

Tokoh utamanya Tentang Kamu masih Zaman Zulkarnaen yang selalu malih rupa siapa yang saya visualkan, ga ngerti deh.. wkkwwk, Zaman masih berusaha menemukan jejak kehidupan Ibu Sri yang memiliki harta yang harus diberikan ke ahli waris, dan Zaman masih berusaha mencari ahli waris yang tepat.

Saya belum nonton dramanya Park Seo Joon yang Itaewon Class sama sekali, Park Hae Jin yang Forest juga belum. Yaelah.. Kim Soo Hyun mau comeback di dramanya TvN! Waaaaah…

 yang masih setia banget saya tonton adalah Crash Landing on You, sudah eps Kapten Ri ke Korea Selatan untuk melindungi Se Ri, sama geng Ghibah yang luntang luntung bertahan hidup dan lucu banget tingkah mereka, polos polos o’on.. hahahah

Ternyata anak-anak jaman sekarang lebih sering mainnya dengan gadged dan game mereka, tak jarang mereka akan membeli voucher game untuk menunjang progress permainan mereka atau main berjam-jam memantengin hape. Beberapa saat lalu ada dua anak yang nemu duit 100k dan ceritakan ke gw, di sekitaran sini banyak banget anak-anak SD sejenisnya yang entah kenapa gaul banget pembawa’annya. Ya Allah cil bocil, aku seumuran kalian palingan mainnya ke sawah atau ke rumahnya temen.. ga bakalan balik kalau ga dicari.

Anak 1: Tadi kami nemu uang di depan area TNI mbak,

Aku: Kalian langsung bilang ke Pak Tentara-nya gak? Ini uang siapa Pak?

Anak 1 dan 2: Udah mbak! (dengan kompaknya, karena takut ku tuduh mencuri, wkwkk)

Anak 2: Kata Pak Tentaranya udah ambil aja Dek,

Anak 1: Bukan uang bapaknya.

Aku: Mentang-mentang weekend terus seharian ngegame gitu ya?

Anak 2: Gak tiap hari kog mbak,

Aku: Sekolahnya pinter gak? (Gw becanda’in doang, kalau ngomong ceritanya sopan kek tadi sudah bisa ku tebak anaknya meski masih kecil sudah tau mana prioritas dan keinginan mereka, meski banyak keinginannya. Kadang ada nemu anak-anak yang nyolot kurang ajar banget, sampe geregetan pengen gw cubit pipinya! :D. Sejenis melontarkan “Kalo malam minggu mbanya pasti mojok sama pacarnya kan?” || Aku “Culek piye mripatmu?!” mbanya ini jomblo.. mau mojok sama sama guling mah iya. Terus mereka cengengesan.. haduh haduh.. )

Anak 1: Pinter kog! (Mulai ngegas.. hahaha)

Anak 2: Sering 10 besar malahan, semester lalu aja aku 5 besar, terus 7 besar..

Aku: 🙂 wiih, keren.. (Serah lu dah cil, hahaha. Suatu saat nanti kalau kalian sudah besar kalian akan menyadari urutan sejenis ga terlalu ada gunanya untuk survive dalam hidup ini. Tapi selama orangtua kalian seneng sih ga masalah, mungkin syarat doang biar kalian dibebasin main game kali.. wkwkwk, karena kalian akan mengerti perbeda’annya orang yang berilmu dan sekadar punya cap ilmu itu beda banget. Padi semakin berisi semakin merunduk, definisi orang yang beneran berilmu itu gitu.. )

Jarang banget saya menemukan bocil bocil yang suka membaca buku, minimal dongeng pun ga ada. Mereka cenderung main game online. Orang orang yang hobi baca buku bukan berarti mereka pinter, tapi minimal orangnya open minded. Dan saya suka orang yang punya pikiran terbuka, terus ditambah rendah hati.. wiih,

Karena membaca itu memang bukanlah hobi yang serta merta timbul sendiri atau menyenangkan, ini bisa timbul kalau kita kesepian banget atau memang otaknya gak bisa kosong ngelamun ga jelas atau memang introvert, harus diusahakan, kayak memaksa diri sendiri. Tapi dalam kasusku.. aku memaksa diriku untuk berbahagia dengan buku buku tersebut. Seperti hubungan ini.. adalah sesuatu yang perlu diusahakan *eh. Otak manusia lebih suka melihat visualisasi bergerak dan berwarna, karena membaca itu bosenin banget asli! Kamu hanya berkutat pada teks di atas kertas dan berusaha membayangkan dalam pikiran, memvisualkannya sendiri berdasarkan pengalaman dan pengamatan kita selama ini. Mengusahakan ada film yang berputar di kepala tanpa bantuan orang lain itu agak susah.

Cara menimbulkan atau memicu anak-anak biar suka baca buku itu gimana sih? Kayaknya aku pernah berpendapat, janganlah tanya saya gimana caranya.. saya ga begitu bisa dan baik terhadap anak-anak. Saya memperlakukan mereka seperti orang dewasa, tidak mau ikut-ikutan cadel atau langsung kepengen gendong kalau ketemu. Enggak, biasa aja..

Anak-anak dalam proses tumbuh kembangnya itu meniru, jadi kalau saya punya anak nanti. Tak perlu ditanya bagaimana caranya, dia akan mengikuti kebiasa’an ibunya.. wkwkkw,

.

.

~~~~~~

HISTORICAL ROMANCE~

Saya suka dengan sejarah tapi yang bukan politikalnya, lebih ke romansa dan latar tempat dan waktunya. Paling suka dengan sejarah jaman Joseon Korea, mungkin karena penggambaran di drama yang mereka pakai hanbok cantik-cantik dan proses mereka jatuh cinta yang lucu dan sederhana itu. Atau juga karena ajaran konfusius mereka, dan masih sopan segan dalam berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

Seharusnya kita pakai rumus ini:

40% untuk bacaan bersifat knowledge di bidang yang ingin kita geluti

30% untuk bacaan bersifat teknik yang ingin kita kuasai

20% untuk bacaan bersifat unik dan kreatif

10% untuk bacaan yang tidak kita minati.

Tapi untuk dalam konteks 100 buku dalam setahun ini saya hanya akan mulai menghitung per 1 pada buku-buku historikal romance/novel romansa/fiksi menarik yang sudah rampung saya baca. Untuk diluar itu adalah kewajiban saya, dan tidak perlu digaung-gaungkan. Lha wong kewajiban kog. Sama seperti sholat..

Saya suka heran dengan pujian “Bagus ya, sesibuk apapun masih sempet sholat”

“Baik ya, sesibuk apapun masih bisa jum’atan..”

Hmmm.. antara lucu sama bingung denger pernyata’an sejenis itu Kak. Itu kan kewajiban Kak? Lantas setelah saya melakukannya apakah perlu dipuji? Enggak.. itu biasa aja. Bukanlah sesuatu yang istimewa. Jadi kalau kita lihat orang rajin sholat itu ya biasa aja, atau kita lihat orang rajin jum’atan itu juga  biasa aja.

Saya lagi nunggu’in buku saya datang. 2 buku seri Sungkyunkwan Scandal, saya cek ternyata lumayan tebel masing-masingnya. Kisaran 400 halaman tiap bukunya, estimasi sampai seharusnya hari ini atau kalau kurirnya lagi mager.. besok.

Nulis ini ditemenin  ->

  • Red Velvet – Psycho
  • Twice – Fancy
  • Twice – Feel Special


Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s