Tanpa Aku Kau Akan Baik Saja, Tanpa Kamu Ku Akan Baik Saja..

Fiuh.. rasanya agak berat ketika harus menarikan jemari untuk ini, karena biasanya saya main mainnya di tumblr, sengaja.. lagian tidak ada folower sama sekali yang ya biarin aja begitu. Tapi dulu disaat saya ga punya blog, saya suka baca kisah keluh dan tawa orang-orang di platform pribadi mereka. Gila.. cantik sekali tulisannya, tanpa kepura-pura’an, tanpa rikuh, mereka menumpahkannya semuanya sebanyak-banyaknya. Bukan bermaksud untuk mencari atensi, minta diperhatikan, hanya ingin menulis saja.. disaat punya blog sendiri aku tidak bisa kenapa? Masih merasa diamati, kenapa tapi?

Jadi bulshit sekali jika ada orang yang curhat di sosmed dengan banyak pengikut, jika tidak minta diperhatikan. Mereka minta diperhatikan.. tapi tidak sedang mengemis untuk dipeluk atau dipuk-puk pundaknya.

Oh iya, doaku yang sepertinya tidak kunjung dikabulkan masih sama “Tuhan, tolong.. hapus perasa’anku padanya jika bukan dia..” sepele? Iya.. ini akan menjadi konyol jika ketika aku sudah menggenggam tanganmu tetapi aku bahkan tidak merasakan apa-apa di hatiku. Bagaimana? Tidak lucu bukan? Jatuh cinta sendiri tidak enak kan?

Ketika aku menulis ini aku sedang berada di jauh nan di sana lagi, woah.. kayaknya kemaren abis ke rumah temen buat nemenin nikahannya dia. Sewaktu ijabnya sih tidak, karena jam 5 an saya balik tidur lagi. Perasa’an pengen nikah sih tidak sebanyak itu, kau tahu.. aku lebih banyak “aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah, aku ga mau nikah!!” -___-

Bangun pukul 7 pagi, mandi – siap siap lalu menuju ke rumahnya. Yang ku harap aku tidak usah papasan dengan kamu kalau kebetulan harus keluar ke jalan raya. Ini kenapa aku sangat membenci kamu ya? Kalau tidak ada pasti ku cari-cari, tapi jika berada di jarak 100 m dariku aku menjauhimu.. ada perasaan, jangan.. mungkin kamu nanti akan menangis Sa.. menangis karena merasa bodoh, dipermainkan nasib, dan mungkin ini hanya ada dalam pikiranmu sendiri, bagaimana kalau ternyata kamu jatuh cinta sendiri? Bagaimana kalau ternyata dia tidak seserius itu? Bagaimana kalau perasaan kamu masih sama tapi ada senyum lain yang mewarnai hari-harinya?. Aku tidak mau mencintai jika hatiku malah menjadi sakit? Biar sendiri..

Sepanjang beberapa tahun belakangan,

Kau tau kenapa aku sangat ingin perasaanku dihapus padamu? Takkan ada yang berubah, tidak ada yang berubah.. mau bertambah sehebat apapun kamu takkan menambah rasa sukaku, mau kamu menjelma menjadi bajingan sedemikian rupapun aku juga tidak membuatku berkurang membencimu. Stagnan.. biasa, aku bahkan selalu berusaha mencari kekurangan atau segala sesuatu yang membuat ilfil untuk mengurangi perasaanku. Telah kucoba berbagai cara, aku sudah sejauh ini.. tapi kenapa? Kenapa tidak ada yang berubah? Apa karena aku tidak bisa

Aku bahkan tidak tahu bermula dari apa, kenapa aku masih dan masih sama kamu saja?

Aku membenci situasi dimana tidak bisa berbuat apa-apa, membenci bagaimana ternyata aku menangisi orang lain yang bahkan aku tak pernah bertemu sesering itu. Sesedih itu memikirkan diri sendiri, meski sisi diriku yang lain.. kamu berhak untuk bahagia, salah.. aku tidak berhak, aku tak mau sebahagia itu.. bahagia itu semu, perasaan temporer yang meluap-luap, hanya.. tidak dibuat menangis saja sudah cukup.

Tapi kamu secara tidak langsung selalu sukses membuatku menangis kapanpun, dimanapun, jahat..

Kamu baik pada semua orang tapi kenapa tidak padaku? Ini adalah perasaan paling rumit yang tidak bisa ku terima.

Pada akhirnya aku harus dipaksa menikmati apa yang tengah terjadi. Jadi beginilah aku, menangis sejadi-jadinya…