Kepada Abang Dzawin. Maafkan Ke-sok-tahuan Saya..

Entah kenapa kadang bisa sekeren ini, kadang segembel itu.. cakepnya gak konsisten. Justru lebih manusiawi..wkwk

Halo Bang, karena postingan iseng saya sebelumnya yang kelewat panjang katanya.. efek aja sih… sudah lama tidak nulis ketika sebelum itu, sekalinya ngeblog malah ricuh banget hurufnya entah berapa karakter..

 jika satu hari Abang tanpa sengaja lagi gabut ngetik keyword nama sendiri di Google. Nemu tulisan nyeleneh saya yang berjudul “Dzawin Nur Ikram, Sebuah Paket Lengkap Minus Rokok”  itu sumpahan Bang, yang baca udah banyak pake banget! Saya samapi bingung mau nuruninnya gimana, takutnya ada fans yang lebih tahu ketimbang saya.. lebih kenal banget dan memprotesnya.. khaaan takhuut.. wkwk

Padahal saya gak niatin hati buat ini bakal banyak yang lihat.. jadi artikel sepanjang masa. Wkwk, ya nulis aja… karena saya kagum sama Abang, sempurna-lah buat diimpikan perempuan untuk jadi pasangan.. ga harus ganteng seperti Rezky Aditya, ga harus yang pinter kebangetan yang sekolah di Jepang ambil prodi matematika Jerome? Wkwk atau apa kek. Tapi Abang ini beda dari yang lain.. Abang itu yang bebas tertata dan terarah tanpa terlalu melangit dan masih berpijak pada bumi. Yang tidak segan ngomong kasar atau berbau SARA tanpa berusaha menjatuhkan yang lain. Tapi ajib ngeluarin hafalan-hafalan hadistnya untuk memperkuat argumen, meski dengan nada bercanda agar tak terasa terlalu menggurui dan membuat lawan bicara tidak tersinggung.

Suka aja sama Abang, kadarnya pas.. tidak lebih dan tidak kurang.

Maafkeun Bang, sayang aja kalau semisal nanti Abang berhenti rokoknya kayak Dodit.. kena serangan jantung dan muntah darah. Tapi ga masalah sih Bang.. ngerokok enggaknya.. itu haknya Abang. Kenapa saya bilang minus rokok.. ya padahal Abang udah perfect banget tapi minus karena saya ga suka orang ngerokok. Bukan minusnya Abang, ini hanya soal bagiku sempurna tapi cuman kurang itu doang.

Oh iya, saya teringat salah satu wawancara-nya Abang ketika mengunjungi Jogjakarta kalau gak salah, diundang dalam rangka hari santri. Saya entah kenapa malu sendiri lihat yang wawancaranya dengan pedenya manggil “Dek” kepada Dzawin, cuman gegara dibecandain umurnya 22 tahun. Wkwk kemakan gitu aja si pewawancara, masih muda.. ngakunya suka nontonin stand-up Dzawin. Tapi bahkan gak ngerti usia aslinya Dzawin berapa, dan pertanya’an yang diajukan tidak memiliki kedalaman, alias sepertinya tidak melakukan riset dulu. Padahal narasumber sekece itu sayang sekali disia-siakan hanya dengan pertanyaan “Kenapa suka stand-up?”. Coba aku yaa… pengen ngorek-ngorek apa yang ada di dalam isi otaknya Dzawin. Wkwkwk

Katanya dia mau nulis buku, udah terbit belom sih? Ada yang tau? Di situ pasti juga akan dijelaskan alasan dia berpisah dengan mantan pacarnya.

Feelnya kenapa saya kepengen nulis lagi soal Dzawin, setelah menyaksikan beliau ngobrol dengan Pras Teguh. Anak call back dulu disebutnya wkwkkw

Andhika Kangen Band

Dzawin sempat mengutarakan dia suka sam aKangen Band tapi malu sama vokalisnya, jadi ketika ada berita Andhika diringkus satpol PP di Semarang, saya ngakak abis. Selain karena Babang Tamvan memang sudah menjiwai karakter.. juga karena inget Dzawin suka Kangen Band, lagunya bagus tapi malu makanya disimpen dalam folder tugas kampus. HHHHHHHHH

Tidak Mau Menjadikan Stand-Up Sebagai Prioritas Mencari Uang

Seperti yang telah kita ketahui semuanya, kalau Dzawin sekarang memang sedang vakum tidak melakukan stand up. Bukannya sepi job, banyak kog yang booking Dzawin pastinya entah off air on air, tapi.. Abang memilih tidak mengambilnya jika tujuannya uang. Kalau event yang masih temen sesama beliau masih mau tampil.

Karena tidak mau kehilangan esensi bahagianya ketika jokes yang sudah dipikirkan matang-matang pecah dan membuat banyak orang tergelak tertawa. Ada kepuasan bathin tersendiri, tapi ketika orientasinya sudah uang.. jokesnya bikin para penonton ketawa.. jatohnya biasa aja.

Lagian ke-idealisannya ini tertunjang dengan adsense dari youtube dia. Meski diawal-awal susah banget untuk membangun youtube-nya. Dari yang sketsa mini, berburu takjil, sampai yang diseriusin untuk muncak tapi viewnya gak seberapa dan jelas-jelas membuat mentalnya agak jatuh. Tapi mulai naik ketika dia ngevlog gunung yang agak mistis. Biasalah.. negara +62 lebih tertarik dengan hal-hal yang berbau mistis.

Tapi sekali lagi tujuannya beryoutube ria bukan hanya soal uang semata, nanti dia capek dan pamit pamit lagi.. wkwk

Dzawin hanya ingin memiliki panggung dan ruang bicara, dan youtube-nya dijadikan sebagai galeri yang berharga sehingga kontennya diusahakan serapi mungkin. Untuk dikenang kembali suatu masa nanti kelak, ketika lukanya beliau nanti sudah sembuh sepenuhnya.. dan menertawakan kebodohannya di masa lalu yang sempat terpuruk, kebingungan untuk bangkit kembali dengan kedua tangannya sendiri.  Atau kelak dia akan menontonnya lagi dengan anak anak yang manis duduk di pangkuan.

Everest Sampai Kog!

Aaaaaa… saya belum nonton sama sekali, tapi sepertinya seru seperti biasanya. Terakhir vlog Dzawin yang ku tonton adalah yang parodi pamit. Setelah itu gak pernah nontonin lagi dengan runut.

Pesen buat Abang, dengan segala ketenarannya sekarang. Pastinya banyak perempuan yang naksir entah apa alasannya, mohon lebih seletif ya Abaang.. karena sebagai fans saya ingin Abang bahagia setelah membuat kami banyak tertawa sekadar menjeda hiruk pikuk kehidupan kami ini yang berat dengan timbangannya masing-masing. Semoga yang mendampingi dirimu bukanlah sosok yang hanya sekadar menyembuhkan lukamu, tapi dia juga hadir ketika lukamu sudah sembuh hanya tinggal bekasnya saja. Jangan kau sangkut pautkan dia dengan Mbanya yang pernah amat sangat kau cinta.. karena apa Bang.. tidak ada perempuan manapun yang mau mendengar dengan siapa kekasihnya sekarang pernah jatuh cinta sebelum dirinya, itu akan sangat menyakitinya, bagaimana dia hadir kelak adalah sebagai jawaban atas segala keresahan-mu Bang!

Markicabs!

http://www.dzawinur.net/2018/12/selangkah-menuju-everest.html

 

 

Advertisements

K-Drama: Marriage Not Dating || Susahnya Mendapatkan Restu Ibu Mertua.

Ternyata drama ini sudah lama ya, 2014 lalu tayangnya. Saya baru ngehnya sekarang.. wkwkwk

Biar merasa sedikit terikat dengan ceritanya, kenalan sama tokoh-tokoh utamanya. Tokoh utamanya Jo Jang Mi seorang sales brand tas dan pakaian di dept store, dan Gong Gi Tae seorang dokter bedah plastik. Kemudian ada Lee Hoon Dong si pemilik restoran itali, Hyun Hee juga temen sekerjaannya Jang Mi. Kang Se Ah sesama dokter bedah plastik dan naksir berat dengan Gi Tae. Drama ini punya 16 episode, ketika nulis ini tentunya sudah tamat doong.. hahahaha, gemes sama Ibunya Gi Tae.. gila sih, gak mau tangannya kotor atau gak terlalu banyak menunjukkan emosi pribadinya. Kelihatan anggun kece terus.. adalah sengat menyebalkan kenapa dia tidak langsung menolak Jang Mi sebagai calon menantunya, malah membuat pihak Jang Mi ingin berhenti sendiri.

Pura-Pura Akan Menikah

Mereka semula bukan pasangan kekasih, mungkin ini yang membuat dramanya diberi judul “Marriage Not Dating”, Joo Jang Mi adalah pacarnya Hoon Dong dan suatu hari Jang Mi berniat melamar Hoon Dong. Sudah siap dengan segala balon-balon dan bunga-bunga’an di dalam kamar hotel. Tapi Hoon Dong tidak berniat menikah dengan Jang Mi.. taulah.. hanya ingin main-main dan senang-senang saja. Hoon Dong temenan dengan Gong Gi Tae, seorang dokter bedah plastik. Pastinya Gi Tae ini sudah sering dapat perminta’an dari perempuan untuk dibikin lebih cantik atau sejenisnya. Makanya dia dingin banget sama perempuan.

Kang Se Ah sama temen bulenya

Gi Tae membantu Hoon Dong menggagalkan lamarannya Jang Mi dengan bayaran bebas sewa tempat prakteknya selama 2 tahun. Ibunya Hoon Dong kan pemilik tanah gitulah..

Jang Mi siap melamar tuh, tapi Hoon Dong beralasan sakit perut dan ke kamar mandi lamaaa banget. Baru keluar setelah Gi Tae masuk dan pura-pura mengacau. Bebaslah Hoon Dong, dia mengabaikan Jang Mi selama berhari-hari. Jang Mi yang khawatir tentunya mencari-cari kemana saja, tapi sayangnya dia malah dituduh menjadi stalker. Diadili di pengadilan, dengan bantuan Gi Tae dia hanya dapat denda dan bebas dari tuntutan.

Singkatnya mereka langsung bersekongkol untuk membuat skenario menikah palsu. Demi Gi Tae mewujudkan impiannya hidup sendirian, tidak mau menikah dengan siapapun.

Ingin Sendirian dan Tidak Bisa Sendirian

Alasannya Gi Tae tidak ingin menikah karena dia ingin sendirian, dia nyaman sendirian. Kehubung banget kan.. gimana setelahnya dia main di drama Introverted Boss hhhhhhh, karena alami dan cocok banget ke karakter yang bilangnya suka sendirian gak butuh siapapun, suka sendirian dan nyaman sendirian. Dalam ingatan bahagia masa kecilnya Gi Tae merasa ketika kecil dia di rumahnya sekarang ini sendirian dan nyaman. Bahagia,

Gi Tae juga tidak suka dengan keluarganya, ayahnya selingkuh dari ibunya dan ibunya mengetahuinya tapi menjaganya agar tetap rahasia, meski sempat mengajukan cerai tapi mempertahankan pernikahannya demi Gi Tae. Sayangnya Gi Tae tidak tau kalau semenjak kecil dia tidak pernah sendirian, selalu ada ibunya yang menjagainya ketika tidur.

Beda dengan Jang Mi yang tidak bisa sendirian, selalu perhatian pada semua orang. Jang Mi memiliki masa kecil yang tidak bahagia, ayah dan ibunya bertengkar dan ingin bercerai. Jang Mi berumur 5 tahun ditinggalkan begitu saja di rumah sendirian, ibunya minta cerai dan menyuruhnya tinggal dengan ayahnya.. ayahnya malah menyuruh dia tinggal dengan ibunya. Jang Mi kecil kelaparan dan sendirian di rumah, ia menangis karena rindu orangtuanya dan kakinya berdarah karena pecahan gelas. Itulah kenapa meski Gi Tae berkali-kali menyuruhnya menjauh atau tinggalkan aku sendirian.. Jang Mi tidak bisa langsung nurut saja. Untungnya Jang Mi datang ke rumahnya sewaktu Gi Tae terkunci di kamar mandi 2 hari. Sampai sini mereka belum saling jatuh cinta, belum sama sekali.. hubungan mereka masih berantem gak jelas dan saling salah-salahan.

Ini mereka habis jambak-jambakan sama selingkuhan ayahnya Gi Tae. yang lucu adalah ketika Jang Mi dibela ibu mertuanya, “Jangan tampar menantuku!!” wkwkwk

Tidak Ada Salahnya Menunjukkan Perasaan Sesungguhnya.

“Oh my God, why do you live such pathetic life? I want you to be happy, Jang Mi, and I’m not sure I could be a good dad and husband. I want to spend all the cents that I earned for myself~” – Lee Hoon Dong

Skenario bohongan mereka tidak bisa langsung dihentikan karena sebenarnya saling menguntungkan satu sama lain. Jang Mi jadi bisa melihat ayah dan ibunya akur lagi, bicara dan tertawa bersama, sarapan bersama, sama-sama suka pada Gong Gi Tae. Kapan lagi dapetin menantu dokter? Wkwkwk. Jadi Jang Mi tidak tega menghentikan hubungan palsunya dengan Gi Tae, meski dia kencan dengan Han Yeo Reum harus sembunyi-sembunyian.

Sedangkan Gi Tae merasa tertolong juga karena tidak harus dipaksa-paksa menikah dengan Kang Se Ah. Dulunya sih mereka memang saling suka dan nyaris menikah, tapi Gi Tae tidak suka bagaimana Se Ah langsung berusaha merenovasi rumah nyamannya menjadi lebih luas dan tidak sama lagi. Semenjak itu Gi Tae memutuskan hubungan dengan Se Ah. Se Ah sepakat tidak apa-apa dengan berakhirnya mereka, jadi teman saja tidak masalah. Tapi Se Ah hanya pura-pura biar selalu dekat dengan Gi Tae dan barangkali bisa merayunya lagi suatu hari nanti.

Apa yang membuat saya betah bertahan menonton sampai episode 10? Tidak langsung mengakhirinya karena alurnya yang membosankan?

Jawabannya: Saya penasaran kapan perasa’an mereka berubah menjadi cinta, karena seringnya mereka bertengkar, bagaimana jadinya kalau sudah saling jujur dan menjadi pasangan? Di eps 10 lah matahari terbit pemirsaaa! Mulai kelihatan Gong Gi Tae goyah gegara dicium Jang Mi, meski akting biar bibinya Gi Tae yang suka menguntit mereka gak curiga.

Hoon Dong: Itu apa? ||Gi Tae: Jang Mi ||Hoon Dong: Untuk Siapa? ||Gi Tae: Untuk Jang Mi

Lucunya karena Jang Mi berarti mawar. Gi Tae bawa mawar untuk Mawar. Kayak ditanya.. itu apa?. Bunga… untuk siapa? Untuk Bunga… wkwkw

Jang Mi sendiri baru sadar dia suka Gi Tae karena Gi Tae dan Se Ah kelihatan bersama dan nyambung, itu sedikit membuatnya bingung. Jang Mi punya Yeo Reum tapi kenapa dia sedikit kesal melihat Se Ah bersama dengan Gi Tae..

Juga mengenai Ibunya Jang Mi yang merasa pernikahannya gagal, karena lelah harus menjual minuman keras dan ayam. Mereka dulunya bertemu sebagai sahabat pena, surat-suratan gitulah… belum ada e-mail atau WA atau apalah itu…

Bukan bukan… bunganya untuk merayu ibu mertua..

Minta maaf karena sudah membohongi semuanya. hahah

Ibunya Gi Tae juga sama nyebelinnya,  bagaimana dia sudah bertindak menjadi wanita sempurna, menantu sempurna, ibu yang sempurna. Jadi kelihatannya sebagai wanita yang keras kepala, suaminya juga nyebelin.. tega-teganya menikah dengan ibunya Gi Tae sebagai status sosial tapi cintanya diberikan ke wanita simpanannya. Saya suka bagaimana Jang Mi seringkali menyuarakan kekhawatiran dan kemarahan terpendam ibunya Gi Tae, kalau tidak suka atau jijik bilang saja.. jangan sok cool begitu, iya baik menjaga perasa’an semua orang, tapi perasa’anmu sendiri juga penting Eomoni… plislah..

Cinta Segitiga, Karena Mencintai Pria yang Sama.

Cemburunya Ibu: “Aku menidurkannya ketika kecil, tapi sekarang dia tidur dengan wanita lain” Ketika memergoki Jang Mi keluar kamarnya Gi Tae dan Gi Tae keluar cuman pakai mantel handuk, ibunya jengkel sendiri.

Alot sekali memberikan restu ke Jang Mi, meski dalam hatinya dia tentunya tau anaknya berubah setelah mengenal Jang Mi.

Harusnya judulnya bukan Marriage Not Dating, tapi susahnya nyari restu ibu mertua. Makin ketengah dramanya gitu sih… perjuangan Gi Tae dan Jang Mi untuk membuktikan ini sungguhan. Pas tahu ini bohongan mereka juga berjuang diakui sebagai sungguhan.

Endingnya pastinya kocak juga, mereka akhirnya menikah setelah perjalanan yang sangat panjang.

Yang jadi Han Yeo Reum kirain pernah lihat dimana gitu… owalah.. dia kan pernah satu drama dengan Park Seo Joon, Kang Soo Ra, JB, Jin Woon 2 AM!!.. mikir lama… apa dia anggotanya 2PM, kayaknya enggak deh.. malah 2 AM. Soalnya perawakannya boyband banget, tinggi tinggi manis roti sobek wkwkwk



 

Ngunci diri di kamar mandi, nyalai’in keran, nangis. Aku tidak berharap banyak dari suamiku..  cukup bilang Itu pasti menyakitkan, pasti berat bagimu. Ketika aku memikirkannya, hatiku terasa sakit.

Kog aku seneng nonton drama perselingkuhan tapi dari sudut pandangnya perempuan, karena menikah justru dijadikan pembantu, ketika cinta dan sayang sudah tidak diungkapkan lagi semanis awal hubungan, suami sibuk kerja sendiri, istri gak bisa ngeluh karena keadaan. Tanpa sadar berubah menjadi monster.

Kemudian selingkuh, yaa.. jatuh cinta kembali adalah sesederhana dimengerti, dipahami, dan dimaklumi “Maaf, apa kamu lelah? Pasti sulit bagimu..” menawarkan bahu untuk menangis. Bukan menjadi ambisius dan saling menuntut, bukankah cinta itu adalah sesuatu yang menghangatkan hati?. kemudian ketika suaminya menemukan istrinya selingkuh, dia nyalahin… semua orang juga begitu hidupnya! Jangan menjadikannya alasan!

Yang padahal gak mau mengakui salahnya bahwa dia tidak perhatian lagi pada istrinya. Makanya.. kalau wanitamu gak mau jatuh ke pelukan pria lain jangan diabaikan..

Next nonton ini ajalah..