“Friend Zone”, Keliling Asia Tenggara Atas Nama Temen? Yakin Temen Doang?

Di pencarian terbanyak alias keyword yang muncul di blog ini apa coba? Akhir-akhir ini.. “Nomor WA dzawin?”, yaelah.. mana gw taoo bambank! Saya merasa kayak lagi diinterogasi, pacarnya Dzawin siapa? Kenapa mereka putus? Oh ayolaaah.. turunkan postingan Dzawin dari Top post.. HHHHHHHH, muak aku muak.. 😀

Kayaknya ini bakalan jadi semacam spoiler, ya udahlah biarin aja.. XD

Siapa yang ingat siapa ini? Iya, dia Baifern pemeran itik buruk rupa yang malih rupa menjadi angsa putih di Crazy Little Thing Called Love, cinta pertama nyesek kepada kakak kelas yang berakhir dilamar meski harus nunggu 9 tahun dulu. Yang bikin kita antara lega sama kesal sama P’Shon, TELAT SIH.. TELAAAAT! DARI DULU KENAPAAA??!

Anak orang dibikin nangis, sedih aku sedih..

Baifern disini memerankan tokoh bernama Gink, dan lawan mainnya dimainkan oleh Nine Naphat Siangsomboon sebagai Palm. Tidak dijelaskan bagaimana mereka bisa sahabatan, langsung saja di awal kita dilihatin bagaimana kedekatan mereka selama ini.

Gink berusaha mencari kebenaran apakah ayahnya selingkuh dari ibunya, Palm mengantarkannya. Namun ketika mereka tahu ternyata memang selingkuh, Gink langsung nangis habis-habisan di pesawat. Di pesawat itulah Palm kelihatan banget perhatian dan sayang pada Gink, pokoknya si Palm mendeklarasikan ia akan selalu ada dan sayang pada Gink sampai kapanpun, sebagai teman dan mereka gak akan pernah putus hubungan karena temen gak mungkin putus kan? Cieee jaga jarak aman, gak berani ngambil resiko.. cemen..

Gink tanya nih, maksudnya sayangnya Palm itu sayang dalam bentuk apa ya? Palm langsung agak bingung, tapi tetep menutupi perasaannya sebagai temen aja.

Menurutku si Gink dan Palm sama tahunya kalau mereka saling tertarik sebagai lawan jenis, perhatian diantara mereka bukan sekadar sayang ke temen. Tapi karena tidak ada yang berani mengambil langkah pertama, jadinya mereka main di zona aman. Temen yang sepenuhnya temen sih bukan, tapi sebagai kekasih yang bisa disentuh juga bukan. Main aman..

Palm pacaran dengan salah satu anak yang suka bawa-bawa gitar ke sekolah, ketika tahu mereka pacaran.. si Palm dalam khayalannya kepengen mukul kepala cowoknya Gink pakai gitar. Sampai beberapa waktu kemudian mereka putus, yang paling gembira tentunya Palm. Gink masih agak emosi karena diputuskan,

Indahnya jadi orang ketiga ya Palm… cuman bawa’in minumannya.. Hahahahaha

Tapi Gink langsung dapet pacar lagi, yang metroseksual bergaya dan suka dandan up to date. Kerja di industri musik, kebetulan mereka juga partner kerja dan sudah tinggal bersama juga. Karena gak kuat denger panggilan “Gink-ku sayaaang..” si Palm berasa kepengen ngambil ukiran patung es batu yang dibentuk pesawat dan dipukulkan ke Ted. Panas dia, “Jangan panggil panggil Gink sayang!” Hahahahaaa

Kenapa mereka bisa muter-muter asia tenggara, dari Malaysia, Indonesia, Myanmar, Kamboja?? Karena Gink dan Ted punya proyek lagu yang dinyanyikan dalam berbagai bahasa dan dinyanyikan oleh si empunya bahasa ibu tersebut. Awalnya Gink tidak ada masalah apapun, tapi karena semua penyanyinya adalah perempuan dan Ted terkadang tidak selalu bersama dengannya. Gink mulai curiga bisa jadi ada main dengan perempuan lainnya, dia rela menyelidiki dari hal-hal terkecil apapun menyangkut Ted.

Mulai ngecek pesan, biasa aja. Ngecek dompet dan bill makan. Ngecek daftar panggilan, sampai Gink nemu kondom di saku celananya Ted kog udah dipakai satu.

Perempuan emang sukanya gini ya, terlalu menuruti rasa penasarannya meski tahu akhirnya justru dia akan terluka.

Disaat linglung dan marahnya Gink, Palm selalu menemaninya. Bahkan ketika Gink ngeluh “Kayaknya aku hamil deh, perutku gak enak. Belum datang bulan juga..” Palm padahal lagi di Myanmar atau Kamboja, langsung terbang menemui Gink untuk memastikan keadaannya Gink. Tapi syukurnya cuman masuk angin dan efek stres memikirkan Ted. Mereka juga menyelidiki kenapa bill makannya Ted keliatannya abis ngajak makan perempuan.. sampai dibela-bela’in ke restoran tersebut dan memikirkan bagaimana percakapan mereka, Palm masih sabar.

Malamnya Palm langsung pulang, untungnya si Palm ini kerja di maskapai penerbangan sebagai pramugara kalau tidak salah. Jadi mungkin dapet akomodasi gratisan ditiap penerbangannya, jadi gak bokek-bokek amat. Cuman yang itu tadi sih.. bagaimana dia langsung terbang kemanapun Gink pergi, itu sungguh bikin terharu banget..

 

Ada momen juga Palm mengakui perasa’annya dan minta Ted diputuskan. Ia sudah gak bisa menganggap Gink sebagai teman lagi. Meski kita agak kecewa karena Gink malah memberikan kesempatan kedua pada Ted, padahal Ted udah ngaku dia memang salah dan tidur dengan salah satu koleganya, dengan alasan mabuk dan Gink tidak berada disisinya.

**

Tapi endingnya sih si Gink yang ngelamar duluan, sudah putus dengan Ted dan akan memulai hidup baru dengan Palm.

Segerombolan pria tanggung yang sama-sama kejebak Friend zone, HHHHHHH. Mereka saling curhat bagaimana mereka selalu dicari ketika susah tapi ketika senang-senang mereka diabaikan.

.

.

.

Karena ada teman yang tidak bisa dijadikan teman. Bukan masalah tentang perempuan dan laki-laki tidak bisa berteman atau tidak, tentu saja bisa dan sangat amat bisa hanya sekadar teman, ini hanya soal ada satu orang  di hidup kita yang tidak akan pernah bisa kita jadikan hanya sebagai teman.

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s