Balada Cinta Segitiga Antara Brook, Yi Han, dan Anak Baru. Seo Jin Sekalian Lah.. :v

Beberapa waktu lalu saya habis nonton film judulnya “Money”, pemeran utamanya Ryu Jun Yeol. Mungkin agak memusingkan untuk kita yang tidak begitu ngerti kerja’annya seorang broker saham itu gimana aja, harus mantengin layar komputer, jual dan beli saham sesuai keinginan konsumen dan butuh perhitungan akurat serta kepeka’an pasar, lalu sekian persen kita akan dapatkan untung dari si pembeli. Fokusnya disini adalah ambisi “Aku ingin kaya” meski dengan cara yang relatif melanggar aturan, singkat cerita Ryu Jun Yeol ini bisa mendapatkan apa yang dia mau namun makin lama ia jalani ia malah merasa tertekan dan ingin keluar dari lingkaran setan ini. Terlebih salah seorang dari tim audit selalu mengancam untuk dipidanakan.

Dan sekian waktu pula saya iseng mengcapture inquiry m-banking saya selama seminggu ini, nah.. saya ngakak lihat ada masuk 300 rupiah yang ternyata itu bunganya. Semengeluhnya saya miskin, palingan di saldo ada 1 juta’an lebih berapa, seorang ukhti ngingetin tuh… “Riba cuy, buang aja..”. Ya, kita memang cukup dekat, saking dekatnya tentu kita bisa manggil apa saja. Kadang saya membayangkan bagaimana orang ini kalau ditemukan dengan Selly atau temenku yang pergaulannya cukup bebas lainnya? Paling saling lirik sinis HHHHHHHHH, aku akan di tengah sambil nahan ketawa.  Tidak mau berdebat dengannya seperti terakhir kali ketika saya bingung kenapa gak boleh suka sama Ustad Hanan?? Hiks.. apa karena penuturan beliau yang dianggap terlalu enggak sopan menurutmu? Masa’ Aisyah disebut cewek gaul, japri ke Allah dll. Apa karena beliau seolah memberitahu semua dan kau pikir tidak mengajak kita untuk berpikir terlalu dalam? Oh ayolah.. saya juga suka Ustad Khalid & Riza Bassalamah. Saya hanya akan mengambil apa yang sesuai dengan kebutuhanku dan apa yang tengah ku hadapi.. gak bisa akutuh teksbook harus a – z.. T_T hiks, saya memilih untuk bertanya.. bukan karena saya tidak tahu, tapi karena saya ingin tahu bagaimana reaksi dia. Lucu sekali melihat bagaimana dia bersikukuh dengan pendapatnya, atau sibuk menjelaskan.

Dia bilang suaminya, biasanya akan mengumpulkan uang receh sejenis dan dijadikan sumbangan fasilitas umum. Oh waw, we are not on the same page..

Riba, kalau sama sepakat dan tidak ada yang merasa dirugikan harusnya gak disebut riba sih. Kita kan sama setujunya, jadi broker pasti menurutnya adalah pendosa..

Hai..

Semuanya sudah jelas ‘kan kalau Yi Han tertarik pada Brook, tapi gimana sih sukanya anak-anak ke anak lainnya?, diumuran segitu apakah kita sudah naksir lawan jenis?. Kayaknya sih udah. Tapi itu bukan cinta, cuman suka suka lihatin doang..

Yi Han di sesi menginap pertama saja digodai ibunya, “Bilang ke Eomma siapa yang kau sukai, Eomma tidak akan bilang siapa-siapa..”, Yi Han malu-malu gak mau jawab.

Yi Han suka membantu Brook, waktu Brook gak bisa memanen tanaman.. Brook dibantu, Yi Han sabar menunggu Brook datang padahal dia ribut pengen makan. Selalu berada di sekitar Brook, mereka kan menginap 2 hari 1 malam.. kemungkinan syuting diambil di akhir pekan, Jum’at, Sabtu, Minggu. Para orangtua bisa menikmati masa pacaran mereka kembali dengan menginap di penginapan sekitar sana. Sementara anak-anak bermain dengan Paman dan Bibi artis.

Di eps 8 kita kedatangan anak baru lagi, satu anak yang suka gak pakai sepatu dan kelihatan kayak baru bangun tidur terus, alias kucel ^^, dan satu anak perempuan manis seumuran dengan Yi Han. Berhubung mereka seumuran, pasti interaksinya canggung-canggung dulu sih.. ciee..

Tapi Ga On memang tipikal putri orang kaya sih, sekelihatan aja udah jelas. Dia ini bakalan diperhatikan Paman Seo Jin terus sepertinya.

Sementara Yi Han kelihatan malu-malu dengan teman barunya, teman barunya yang manis juga kelihatan senang.

Berawal dari Yi Han yang bertanya siapa yang paling tua di sini, Ga On menebak itu Yi Han.

“Anyeong, namamu siapa?”

“Kang Yi Han..” Masih malu-malu. Na Rae dan Seo Jin yang sedang memasak juga melihatnya sesekali, wkwk

Ga On sibuk menggambar sejak tadi, Yi Han menggodanya. Nah gini… mulai godain.. hayooolooo Yi Han.. hahha..

si Yi Han bilang dia gak suka cumi-cumi. Karena makan siang mereka adalah cumi-cumi sesuai apa yang Ga On sukai, akhirnya Yi Han ikut-ikutan suka sama cumi-cumi, duh.. ga bisa ya lihat yang bening dikit ini Yi Han.. 😀

Tapi hatinya bergejolak antara Brook dengan Ga On,

Brook sibuk pentas sendiri, nyanyi nyanyi  sambil nari dan memutari halaman. Sedangkan Paman Seo Jin terpesona lihatnya.

Calon calon penyanyi musikal, kelihatannya Brook dan Grace ini kalau mengobrol dengan ayahnya pakai bahasa Inggris, memakai bahasa Korea jika dengan ibunya.

Sepertinya Yi Hyeon dan Jeong Heon ada kepentingan makanya gak bisa ikut. Memang Yi Hyeon banyak diemnya sih, yang paling kesorot tuh si kembar dan Yi Han.

Nama Inggrisnya Ga On juga Grace, jadi dia meski masih agak canggung.. mereka bisa berteman. Heran saya, tiap lihat Grace itu bingung.. mukanya antara kayak cemberut kzl tapi lucu, kadang lempeng. Paling stylist diantara yang lain.

Di sini yang paling disukai anak-anak adalah So Min, sewaktu mereka bermain di sungai dan diminta Seung Gi untuk memilih tim dengan siapa, Brook dan Grace pilih So Min, Yoo Jin juga ke So Min. Yi Han ke Na Rae tapi langsung berubah pikiran ke Seung Gi, Jeong Heon juga ke Seung Gi. Yi Hyeon gak terlalu tertarik untuk ikut lomba.

Seung Gi merasa agak kecewa karena dia capek banget main di air dan menyetir pulang ke rumah, tapi anak-anak tidak mengucapkan terima kasih padanya. Malah pada So Min, ia menjadi kesal sendiri.

Lalu Seo Jin menasehati, jadi jangan berharap banyak dari anak-anak. Karena Seung Gi capek dan merasa kecewa begitu dan tidak dihargai anak-anak.

“Jangan berharap banyak dari anak-anak. Kita hanya bisa memberikan cinta kepada anak-anak. Lakukan hal yang mau kamu lakukan tanpa mengharapkan balasan dari mereka.”

Tapi dia malah  nampak kecewa karena di sesi menginap ketiga Brook datang tanpa membawakan hadiah untuknya. Seung Gi saja dikasih gelang.

Ini cocoknya nyanyi lagunya Eka Gustiwana deh ya… Ya Allah Seo Jin… hahaha

Saat kau menari dengan tawa
Rasa terkesima mulai melebur dalam hati ini
Dan ku telah arungi luas semesta
Tapi tak ada yang mengalahkan indah parasmu

Advertisements