Apakah Ini yang Namanya Writers Block?

Sekelas atas pernah bilang tuh, gak ada yang namanya mandeg dalam nulis.. yang ada itu cuma males. Iya.. saya akui memang males iya ada, tapi rasanya bingung mau lanjut bagaimana. Karena saya dalam prosesnya tidak pernah seserius itu yang memakai rangka konsep sebagainya, ya hanya..  I want it, do it.. whatever~

“Kenapa aku harus memejamkan mataku ketika impianku sudah di depan mata. Aku hanya berusaha mempertahankan realitas ini sayang..”

“Tidurlah, realitas kita akan tetap aman. Aku tidak mau kamu sakit.”

“Sampai detik ini rasanya masih seperti mimpi Bi.., aku takut jika memejamkan mata kamu akan lenyap. Seperti yang sudah-sudah.”

Light Up The Sky – Part 5 

“Bee tawon atau Bi apa?”

Tentu saja saya tahu Bee itu lebah bukan tawon, tapi harusnya menjadi lucu kenapa tawon yang ngeri  ditakuti bisa ku pelesetkan menjadi Bi yang Bee lebah yang kedengarannya begitu manis. Bi Sabina, karena aku jika punya anak perempuan ingin menamainya Sabina. Itulah kenapa jadi Sabina. Terserah nanti Bapaknya mau kasih nama panjang seperti apa.

 Light Up The Sky – Part 4

Amar itu sedikit banyak juga terinspirasi dari sosoknya Abang yang hardwork, sok kepengen mengayomi semuanya. ya kayak kamu juga sih, nyebelin..

Seri ini sebenernya memang belum kelar, aku bingooong mau nulis gimana.. lebih seru ketika mereka berantem sama pisahan. Ini sumpah.. gatau mau gimanaaaa Aaack!

.

.

 “Aku mencintai-Nya melalui kamu juga Sab.. bersyukur serta merasa damai disetiap harinya. Itulah kenapa aku takut kamu meninggalkan aku.”  – sejujurnya aku sendiripun tertegun membaca ini kembali, konsep mencintai kamu sebagai rasa syukur pada-Nya, kedengarannya romantis sekali bukan? Aku kerasukan jin apa bisa kepikiran begini coba? Bagaimana tentu kita sebagai manusia tidak boleh lupa tujuan paling utama kita adalah akherat kelak, tapi bukan lantas menjadikan dunia hanya sekadar numpang lewat saja dan tidak menikmatinya. 

Sabina memeluknya, menepuk-nepuk bahu Amar dan menahan tawanya.

    “Mas Amar, santai saja. Dari semua yang ku utarakan tadi, aku hanya coba mengatakan bahwa aku mungkin bisa hidup sendiri tanpa kekurangan apapun secara materi. Pernikahan itu bukan puncak bahagianya hidup. Tapi hidupku akan sangat merasa kurang dan hampa jika tanpa ada cintanya Mas Amar.”

    “Kamu menyebalkan Sab..”

    “Terima kasih, sayang..”

Amar melepaskan pelukannya dan menatap Sabina takjub. Pertama kalinya Sabina memanggilnya sayang, Sabina hanya memanggilnya Mas Amar sejauh ini, kalau kumat kurang ajarnya dia akan memanggil namanya langsung. Ini perlu dirayakan.

    “Apa? Coba ulangi lagi?”

    “Tidak mau.”

    “Ulangi lagi coba..”

    “Enggak mau…”

    “Sab… kamu tadi bilang apa?”

Amar mencubit kanan dan kiri pipi Sabina gemas. Sabina hanya mengangkat kedua alisnya dan menggeleng ringan. Makki dan Arip tersipu-sipu melihat keduanya lucu sekali.

    “Kalian berdua bisa tidak… sehari saja tanpa berantem? Atau membicarakan hal-hal tidak wajar?”

    “Tanya Sabina Kak, dia yang mulai duluan..”

Amar masih mencubiti gemas pipi Sabina.

    “Tak ada asap tanpa api, Mas Amar yang memicunya.”

    “Sudah sudah, kasihan anakku nanti.. punya om dan tante gak beres seperti kalian.”

Nah, saya paling suka tuh bikin mereka berantem lewat hal-hal gapenting sekalipun. 

Part 2

Ratu dalam catur yang jalannya bisa kemana saja dan bisa makan apa saja, bebas. Ratu.. yaa.. karena saya suka main catur juga.

Tapi saya akuin kalau agak menengah memang membosankan si ini part 1 dan 2. Rempong, aku bahkan bingung mau melanjutkan bagaimana Faizal kelanjutannya.. meski sempat terbersit beberapa opsi.. hmm.. ada ide? Light Up The Sky part 1

Night Fall, Light Up The Sky

Advertisements

Oh Well. Whatever Happens, Happens..

          Saya tidak pernah suka dengan Maudy Ayunda, sejak Perahu Kertas. Gak ngerti kenapa, mungkin saya kurang sreg karena Kugy diperankan oleh dia. Atau, ya biasa saja.. bukan benci, tapi biasa aja. Tapi saya pun tidak mengerti kenapa kebanyakan lagu yang dia bawakan bagus, tapi anehnya meski kita tahu dia ini jenius cantik dan tak punya cela sedikitpun, pengaruhnya seperti belum bisa sebesar ketika masyarakat menggemakan “Aktris cantik ya Dian Sastro” siapa lagi?. Tidak semua lagunya saya tahu, tapi yang jelas list di bawah ini punya arti khusus tersendiri bagiku. Kalau ditanya siapa penyanyi wanita yang aku banget, Isyana.. cakep-cakep gesrek, lucunya kebangetan ini orang. Berbanding terbalik dengan performa dia di panggung atau ketika menyanyi, kesehariannya lucu sekali. HHH,

  1. Tahu Diri. Ciptaan Dee Lestari, novelis favorit saya juga.

Hai, selamat bertemu lagi..

Aku sudah lama menghindari mu, sialku lah kau ada di sini..

Sungguh tak mudah bagiku, rasanya tak ingin bernafas lagi.. tegak berdiri, di depanmu kini..

Sakitnya.. menusuki jantung ini, melawan.. cinta yang ada di hati..

Dan.. upayaku tahu diri.. tak selamanya berhasil, pa bila kau muncul terus begini.. tanpa pernah kita bisa bersama.. pergilah..

Menghilang sajalah lagi..

Bye.. selamat berpisah lagi, meski masih ingin memandangimu. Lebih baik kau tiada di sini.. sungguh tak mudah bagiku… menghentikan sgala khayalan gila. Jika kau ada, dan ku cuma bisa.. meradang menjadi yang disisimu, membenci nasibku yang tak berubah,

Berkali-kali kau berkata.. kau cinta tapi tak bisa..

Berkali-kali ku tlah berjanji, menyerah..

  1. Perahu Kertas. Meski saya bukan sejenis orang yang suka dengan konsep, sahabat jadi cinta. Kalau temen ya temen aja, tidak perlu lanjut ke lebih jauh. Mungkin saya suka lagu ini karena sempat menjadi seorang yang suka sama novelnya Dee Perahu Kertas.

Perahu kertas ku kan melaju, membawa surat cinta bagimu..

Kata-kata yang sedikit gila. Tapi ini adanya..

Dan kau ada diantara milyaran manusia, dan ku bisa dengan radarku menemukanmu..

  1. Tiba-Tiba Cinta Datang

Ada sesuatu saat ku melihat dia. Ada getaran membuatku rindu..

Senang hatiku saat ku dengar suaranya, ingin selalu ada didekatnya.

Saat ku sendiri, ku bayangkan dia datang padaku dengan cinta.

Di keramaian ku merasa sepi, saat tak ada dirinya.

  1. Bayangkan dan Rasakan

Hadirmu … hanya sekilas di hidupku namun meninggalkan luka

tak terhapus oleh waktu

tertawa … hanya tuk tenangkan jiwa

namun yang kurasa hampa

semua hilang tak tersisa

bayangkan …

rasakan …

bila semua berbalik kepadamu

bayangkan …

rasakan … bila kelak kau yang jadi diriku

terdiam …

ditengah heningnya malam

mencoba tuk memaafkan dan lupakan kesedihan

maaf …

sangat sulit kau ucapkan selalu ada pembenaran

atas hal yang kau lakukan

bayangkan … rasakan … bila semua berbalik kepadamu

  1. Untuk Apa.

Untuk apa? Untuk apa cinta tanpa kejujuran..

Untuk apa cinta tanpa ada perbuatan?

Untuk apa? Untuk apa cinta tanpa pembuktian?

  1. Kamu dan Kenangan

Ini ost film terbaru Habibie dan Ainun sih,