Miles Can’t Separate Two Hearts That Really Care.

Semua orang punya kepentingan, semua orang ingin diutamakan, ingin didahulukan. Betapa egoisnya.. aku kudu piye?

My head spinning around I can’t see clear no more.. betewe iki lagu~ 😀

Terkadang kita terlalu sering membenarkan pendapat kita tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang lain, atau setidaknya mari kita singkirkan segala sesuatu yang menggunakan hati.. setidaknya mari pertimbangkan situasi orang lain. Mungkin menurutmu baik, tapi tidak begitu bagi pihak lain.

Ingin egois pada keseharian, ingin.. saya ingin membaca sebuah kata yang entah terpampang dimana-mana dengan perasaan biasa saja, tanpa harus menautkannya dengan perasaan tidak enak. Tapi kata tersebut mengandung artian yang baik, meski terkadang terkesan norak sekali jika diucapkan oleh orang jawa.

Serius, bukan soal kamu. Ini adalah masalah lain, entah sejak kapan saya begitu membenci kata tersebut. Atau mungkin saya sebenarnya iri dengannya? Iri karena apa? Bukankah iri tanda tidak mampu? Iri dengan kehidupannya yang begitu mudah.. oh, okey.. mana kita tahu sebenarnya dia ada beban lain? Tapi beban apa sih? Kalau denganku bagaimana? Apa sanggup jadi aku sehari-pun? Bisa? Aku meragukannya.. sehebat apapun dia..

Mungkin kau mulai bosan jika aku sudah mulai menye-menye dan bersedih ria, tapi pada kenyataannya aku memang begini.. mau apa lagi?

Punya keluarga yang menyayanginya, si bungsu yang disayang semua orang, begitu romantis pada orang tuanya. Oh.. ayolah.. apalah artian kata romantis bagi orang tua? Dibahasa jawa-ni yang halus? Disungkemin tiap hari, minta maaf sepanjang waktu? Oh aku tidak.. aku tidak seningrat itu.. kau tau.. hal apa yang membuatku grogi setengah mati? Ketika Ibuk minta dipasangkan kerudung olehku.. aku bahkan tidak tahu harus menatap kemana.. beliau adalah seseorang yang kalau aku sedih maka akan berlipat ikut sedih, jadi syukurlah aku sejauh ini.. beliau tidak akan pernah tahu bahwa air mataku masih menggenang deras kapanpun.

Disinilah saya belajar kalau sayang apa harus bilang? Kalau benar-benar sayang pasti justru tidak berani bilang. Cukup tunjukkan dengan tindakan. Tiap jika krim wajahnya habis aku belikan, kalau ada kurang uang untuk modal usahanya aku beri, kalau sudah mulai mengirimkan teks kapan pulang? Sore atau pagi? Diusahakan pulang, meski toh pada akhirnya aku benar-benar meriang pusing karena terlalu lelah. Seharian tidur seperti kucing rumahan.

Tapi untuk ma boy yang aneh itu.. kenapa gak bilang? Apa sebesar itu juga sayangnya ke aku? Hahahaha.. aku masih tidak mengerti kenapa kamu menyukai-ku.. maksudku aku yang bukan apa-apa ini? Aku merasa gak pantas untuknya.. itulah kenapa membuatku terus bertanya, masih merasa ini tidak nyata. Meski ku tarik kesimpulannya bahwa perasaan apakah butuh penjelasan dan alasan? Bukankah aku juga mengerti akan hal tersebut.. tapi kenapa hatiku menginginkan jawaban? Katanya perasaan cinta yang mendebarkan berbunga-bunga itu hanya bertahan 3-4 bulan.. tapi kita ini sudah berapa tahooon? Dan kau pun tahu ini ngeluwihi LDR… Ini yakin tidak ada rekayasa? 0_O?

Mungkin sebentar lagi dia akan terdengar kabar akan kemana dan kemana, hidupnya luruuus sekali, apa pernah orang mendengar dia mengumpat atau menghardik seseorang?, perempuan sekali, Sa.. kenapa? Kenapa kamu merasa kecil di hadapannya? Apa mungkin aku merasa ini sungguh perjalanan yang penuh rintangan, berat mana dengan dia? Apakah dia pernah menangis karena merindukan seseorang yang tak mungkin dijumpai? Apakah dia pernah merasa harus menutup-nutupi sesuatu agar orang-orang tidak kasihan padanya? Apakah dia pernah merasa aku menyerah Tuhan.. mimpi-mimpi ini biarlah tetap menjadi mimpi.

Tidakkah aku sebenarnya iri dengan orang yang bisa memakai pakaian yang lebih syar’i?, tidak harus cadar. Tapi kalau begitu aku benar-benar akan terputus dari dunia, realistis saja.. jika menjadi selembut dan sebaik itu apakah dunia ini akan merangkulmu erat dengan lembut? Begini saja sudah cukup rumit. Orang-orang yang ku jumpai sejauh ini, haruskah aku berterima-kasih? Lucu sekali..

Mungkin perempuan yang satu ini kalau di luaran kelihatan kalem dan tidak banyak bicara, ya itu karena dia introvert. Tidak bisa cerewet dengan orang asing atau baru dikenalnya, tapi bisa menampakkan sisi noraknya kalau sudah dengan orang yang dia nyaman. Apakah kamu merasa ini adalah masalah buatmu? Mungkin kau bisa membantu-ku.. kau yang sosialis sekali,

pernah ku dengar cerita sewaktu SMP kau itu nolak orang yang nembak dirimu.. hahahaha.. cara nolaknya gimana? Jangan-jangan teks-book sekali seperti ini..“Maaf, pacaran itu dosa.. aku mau fokus belajar.. kita jadi adek kelas sama kakak kelas aja ya..”

Aduh lucu pisan euy, perutku sakit kalau lihat langsung.. seandainya bisa lihat langsung.. XD.


Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s