#Semarang Hebat #Terus Berbenah

Hastag semacam itu akan sering kita temui jika kalian sering berada di Ibukota Jawa Tengah tersebut, dalam bentuk apapun, yang paling heboh tentu saja besar-besar tertulis di Trans Jateng dan Trans Semarang. Dengan modal 3.500 untuk umum dan 1.000 jika menggunakan kartu pelajar/mahasiswa. Kita juga bisa membayarnya dengan e-money sejenis OVO atau Go-Pay, dan cash back.. kegemarannya emak-emak ini..

Bedanya Trans Jateng dan Trans Semarang. Untuk Trans Jateng biasanya transit menuju Bawen, Ungaran, Magelang. Sedangkan Trans Semarang biasanya untuk wilayah Semarang sekitarnya. Ada juga bus sejenis yang regional warna biru agak pudar dan lebih kecil, dan itu sungguh menuh-menuhin jalan.. hmm.. karena melintasi jalanan kecil, yang muatnya untuk satu mobil satu..

Saya mau cerita sedikit pengalaman menggunakan mode transportasi ini.

Kelebihan:

  • Murah, meski yaa… saya suka merasa gak tega kalau para kenek-nya dibayar pakai 1.000 perak, a.k.a memakai kartu pelajar/mahasiswa. Beli kuota atau pulsa kita suka gak pakai mikir.. demi kemajuan bersama setidak-rela itukah kalian ngeluarin 3.500?. Jadi kalau transit dan selama kita tidak meninggalkan halte maka kita akan tetep gratis tanpa bayar lagi. Jangan sampai turun karena mereka akan mencurigaimu sebagai penumpang gelap. Saya pernah sedikit berantem sama petugasnya gegera cuman turun sebentar,

Petugas: Mbanya tadi dari mana?

Aku: Tadi cuman turun sebentaran nanyain temen.

Petugas: Iya dari mana?! (mulai ngotot)

Aku: Cuma dari bawah bentaran Mba?!, Gimana? Harus bayar lagi?! (Ikut-ikutan ngegas. Udah mau ngelemparin koin ke mukanya -_-. Cuman berapa ribu doang aku mampu! Bayarin orang se-bus gw juga bisa!! Bus lemot ngalahin siput juga..)

  • Tidak Ada Asap Rokok. Tertulis bahwa kita dilarang makan, merokok, membawa hewan peliharaan di dalam. Karena si Tayo ini menggunakan AC, otomatis akan menyebar dong ya. Dan saya benci sekali dengan asap rokok, apalagi kalau ngobrol dengan orang yang habis merokok.. yang nafasnya pun serasa mengepulkan aroma terebut.. rasanya kudu mutah..

Tapi saya pernah menemui rombongan ibu ibu dan anak-anaknya berbagi makanan, dalem hati nyebut… ini mereka lagi piknik atau gimana?. Aku bahkan lupa rasanya piknik itu kayak gimana.. lihat mereka kog bahagia sekali sih? Haahahahah

  • Ramah Bagi Lansia, Ibu Hamil dan Disabilitas. Kalau yang sering naik ini pasti punya trik untuk tidak merasa harus mendahulukan orangtua dan ibu hamil.. maka duduklah di pojok. Otomatis kita tidak akan bisa gerak dan pura-pura tidurlah.. itu triknya para mba mba.. tapi saya jujur tidak sampai hati melakukan itu. Ya biasanya hanya mengambil duduk di deket tiang, karena si supir suka seenaknya sendiri kalau mengerem atau ke tanjakan. Kita butuh pegangan.. hahah.. yaa.. lalu harus merasa heroik mempersilakan kalau ada Embah-embah atau Ibu Ibu bawa anak buat mengambil alih dudukku.

Kekurangan:

  • Petugas Galak/Petugas Sok Asik, saya pernah digoda’in Mas Masnya… —- dan temen saya pernah dimarahin mba mbanya ketika bertanya soal halte. Waktu itu dia mau ke tempatku, ku beritahu.. nanti kamu transit di balai kota ya.. terus naik yang merah. Terus kalau udah naik, berhentilah di halte ini. Karena tidak pernah.. makanya bingunglah dia. Dia nanya ke Mba Mba petugasnya, tapi mereka semacam eyel-eyelan.. patung kuda kemana mba? Atau turun yang mana?. Saking jengkelnya dia, sampai kepengen melaporkan keluhan ke nomor di belakang bus tersebut.

Saya yang denger ceritanya hanya ketawa, Rempong.. dia sampai mau nangis karena merasa mbanya galak banget. Saya akui kalau yang jaga perempuan memang rada-rada sih.. saya gak sedang menggeneralisir.. cuman kebanyakan mereka biasanya galaknya gini.. “Yang masih muda tolong ngalah!”/”Kasih tempat duduknya untuk yang lansia..”, ini lagi pramuka atau gimana? Sewot amat… tanpa perlu kamu ingatkan kami juga tahu harus bertindak seperti apa, kapasitas kami yang muda untuk ngalah juga taulah…

Tapi kadang kzl juga, lihat anak pakai seragam SMA duduk asyik main hape disaat ada ibu-ibu paruh baya berdiri tak jauh darinya.

Tidak semua galak dan ganjen, hanya beberapa saja.

.

.

.

  • Lambat Macam Keong. Ini sungguh menjengkelkan.. selama sesaat saya tidak begitu menyadarinya, tapi setelah lama-lama saya beneran selalu berpacu dengan waktu, ini sungguh sia-sia naik transportasi sejenis ini. Lemoooot…. kalau untuk sekadar refresing menuju pusat kota atau sekadar pengen minggat gak tentu arah okelah.. tapi buat “Time is money” ini beneran gak cocok. Aku paling tidak bisa 1,5 jam kalau sepi jalan sampai rumah, 2 jam sedikit macet, kalau jalan sendiri pakai motor.

.

.

.

  • Tempat Pemberhentian yang Terlalu Tinggi/Jauh. Seorang nenek-nenek pernah bercerita sempat ada kasus seseorang meninggal ketika turun. Kakinya belum sepenuhnya turun dan Tayo sudah melaju duluan, jatuhlah orang tersebut. Supir dan kernetnya dipenjarakan selama beberapa waktu. Mengingat di pemberhentiannya kita akan menemui beberapa senti jarak yang kosong.. kalau tidak hati-hati pasti kejeblos, ini cukup berbahaya bagi orangtua. Saya saja kadang merasa takut, apalagi anak-anak?

.

.

.

  • Kursi Yang Tidak Memadahi, bukannya apa-apa.. ini memang sedikit menimbulkan kecemburuan sosial, wkwkwk.. kalau yang biru reguler itu memang sedikit lebih luas daripada yang merah atau yang biru muda, yang tengah memang luas banget. Bisalah kita gelar konser akustik di sana, masalahnya tempat duduknya beneran gak proporsional.. kurang sreg aja.. kurang banyak.. mungkin akan sedikit wah kalau dibuat tingkat dua, hahah

Kalau di negara yang lebih maju, mode transportasinya pasti sudah lebih canggih. Kita menggunakan kartu untuk kenyamanan kita, dan tentunya kenyamanan bagi petugasnya.. gak usah repot nanya-nanyain “Ada uang pas Pak Buk?”, kalau di Korea kan ada kartu Bus khusus dan kita akan isi saldonya untuk naik bus tsb. Kalau untuk kartu e-money ini paling lebih laris kalau ke tol sekarang kan? Banyak bank mengeluarkan edisi kartu mereka sendiri.. Brizzi, E-toll card, Mandiri, Flazz BCA, BNI. Bayangkan… bisa hanya 2 jam Semarang – Surabaya, 3 jam ke Jakarta… semua berkat tol! -_- hahahaha…Makasih Pemerinthah…. makasih juga karena beberapa ruas daerah harus menggusur perkampungan dan membuat mereka kebanjiran, ini pujian atau satire sih.. hahahahaha. Makasih sudah mempopulerkan VPN juga.. tapi aku yo rak melu-melu donlot gituan.. jarang pegang hape kecuali penting/sempet. Tapi lucu juga bagaimana kalau terlalu sering kita menggunakan debit dan kredit card atau e-money sejenisnya Dana, Dompetku, dll bisa menurunkan nilai mata uang rupiah.. pernah ngebahas hal ginian sama seseorang, menurutnya karena uang nyata tidak diputar dalam sirklus perekonomian jadinya melemah. Tapi langsung naik lagi pas masyarakat kita menjadi sangat konsumtif dan menggunakan uang asli, itulah kenapa Shopee berani menjadikan Blackpink sebagi brand-ambassador mereka.. ya kita memang konsumtif.. wkkwwk, sekelas buka lapak, tokopedia, apalagi lazada bahkan bisa menjadikan artis internasional kalau mau lebih berusaha. Negara akan terus berjalan dengan adanya hutang, jadi wajar saja.. meski tetap dalam batas yang aman. Ini ngapain sih gw? -_-

Dan semenjak populernya BRT ini, pendapatan supir angkot sedikit menurun. Angkot saja bayarnya 3.000 kog. Aku pernah agak nyasar naik angkot, mungkin karena ngelamun hidup kog begini banget sih.. malah jadi keblabasan.. diajak muter sekali lagi, untung Bapaknya baik, kebetulan habis beli beberapa botol kopi, ku kasih satu.. makasih pak.. maaf ngerepotin,

Ada yang mau ngoreksi atau nambahin? Berbagi cerita mungkin? Soal transportasi?

Advertisements

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s