Se-Kangen-Itu-Kah?

Apakah kamu ingat ketika kamu memanggil-manggilku berkali-kali tapi aku tidak begitu ngeh dipanggil olehmu, jadi rada’ telat nolehnya. Sumpah.. dalem hati itu bingung setengah mati, ini kenapa? Kog nadanya antusias sekali?

Mikir keras, kangen? Masa’?? Apa iya? Atas dasar apa? Kenapa? Kenapa aku? Aku.. Hah? Yakin? Padahal kan hanya ditinggal 2 bulan.. (PKL)  maksudku.. k e n a p a?

dan mohon maaf aku tidak berani menyebut namamu sama sekali seperti aku mudah mengetikkan Kang Mus, Imam, Mas Ipul, atau lain-lainnya. Ora iso.. apapun yang terjadi gak akan bisa..

Selalu ada pertanyaan berputar-putar, sejak kapan?

Karena aku baru sepenuhnya sadar, perihal kamu tau blog ini adalah 2017 akhiran.. syok berat pastinya. Tapi bagi seorang kamu, seharusnya bukan hal yang mustahil ‘kan?

Kalau bulan puasa tentunya aku tidak akan lupa soal kita, kog kita? Apa’an sih? Kog aku grogi.. (‘_’)? Pokoknya terima kasih sudah manjat-manjat gerbang sekolah buat ngambilin sepedaku, udah… skip.. makasih pokoknya, tapi kamu inget nggak di pertigaan… titik titik titik.. ngantuk ya? Kenapa ngerem mendadak? Hmm….  inget? Kalau nggak inget gapapa…

Terkadang aku memang mudah mengingat hal-hal kecil seperti tanggal lahir orang-orang, kebiasaan dan kesukaan mereka, meski terkadang tidak sebaliknya. Hanya terjadi begitu saja..

Menurutmu aku ada dendam atau kemarahan padamu tidak?

Jawabannya gak mungkin “Enggak kog, gapapa..” Malah kelihatan banget ditutup-tutupi.. pada kenyataannya aku memang merasa begitu… ada bahagianya, dan ada lebih banyak sedihnya. Aku tidak pernah ingin seperti ini.. kesal dan jengkel begini.. sudah ku coba.. mencoba menyukai laki-laki lain, berusaha untuk lebih dekat dengan orang lain. Tapi tidak bisa.. hati kecilku selalu ingin kamu.. sampai di satu titik, baiklah.. menyerah, berhenti, mari ikuti alur-Nya.

Kenapa diawal aku bersikeras menolak perasaanku, karena aku ngerti.. kamu tipikal orang yang mudah sekali disukai perempuan manapun. Dari yang mulai ngefans, sampai naksir berat. Wah, lucu bukan? Disaat kamu dikerubungi banyak gadis tapi aku malah berusaha menghalau kamu.. seharusnya aku bersyukur bukan? Tidak lucu.. ini sungguh menyayat hati,

Tidak mudah bagiku melihatmu berdiri di sisi perempuan lain, sebaik itu pada orang lain, sedangkan aku tidak.

Tapi ini wajar ‘kan? Wajar kalau aku merasa begini?

Aku tidak mau marah begini.. kesal tanpa sebab seperti ini, sesalah apapun orang-orang padaku pasti ku maafkan, yang sudah terjadi ya sudah.. mau bagaimana lagi? Mungkin kau punya rencana sendiri yang sudah kau pikirkan dengan segala konsekuensinya, dan aku berusaha memahaminya… paham… meski hatiku tidak,

Kadang kalau inget kamu dan tiba-tiba nangis, aku bingung… ini menangis karena marah, sedih, atau rindu?, sudah dari sananya kalau perempuan yang satu ini cengeng sekali..

Seseorang yang tidak berani janji-janji, atau membual soal cinta. Boleh tidak aku mencekik lehermu itu suatu hari nanti? Hahahahaha..

Dan apakah kau bertambah kurus karena terlalu fokus ibadah dan rutinitasmu selama sebulan kemarin? Aku tidak mau mendengar kabar tiba-tiba ada di rumah sakit lagi.. akan ada seseorang yang sedih dan kehilangan semangatnya menjalani hari jika tau kamu sakit atau menderita.

Meski aku masih tidak mengerti kenapa menyukaimu, dan tentu masih ada banyak pertanyaan dan aku sengaja membiarkan kesemuanya mengambang begitu saja. Yang ku tahu pasti, aku tidak pernah sendirian..

Terima kasih untuk semua perasaan yang belum ku ketahui itu.. ❤

Advertisements