Dalam Mode Jatuh Cinta. Haruskah? Bagaimana?

Diharapkan selalu dalam mode jatuh cinta, sungguh saya gak ngerti harus berbuat apa.. karena saya sedang tidak mencintai siapapun sebegitunya yang bisa membuatku tersenyum setiap harinya. Kamu? Tidak juga.. ketika ku dengar, kamu ibarat.. tidak lagi mempan membuatku tersenyum lagi,

00:19, saya jarang menyebut Ubaidillah kan? Baru sadar.. karena dia hobinya nusuk dari belakang, berisik.. sumpah.. dan kenapa saya bisa kurang-ajar ke Kang Mus? Aku… Merasa dibutuhkan tapi disia-siakan.. sopo seng rak nesu? Merasa apapun segala upaya yang ku lakukan selalu dianggap salah, capek.. tapi tidak ada alasan untuk berhenti. Kau menuntut diriku menjadi sempurna sementara disaat yang sama kau menghancurkanku perlahan dari dalam, mengikis sedikit demi sedikit.. kenapa tidak bunuh saja aku sekalian?

Bagaimana caranya aku bisa masuk ke dalam mode jatuh cinta??

Bagaimana dengan panggilan sayang? Biasanya kalau Pak Agung membercandai dengan memanggil “Yang..” saya akan marah, tapi sampai dia bercandai dengan “Mbud..” ala Kapten Vincent manggil istrinya, saya hanya sekadar ketawa kecil. Malas menanggapi..

Mbuh sopo wae ngko onog seng ngomong “kangen” maka aku masih akan merasa biasa saja, tidak bisa langsung menjadi booster.

Pertanyaan yang bergentayangan di benakku adalah “Siapa yang mengecewakanmu sebegitunya? Siapa yang menyakitimu sebesar itu sehingga melukaiku sedemikian rupa?”

Risa.. just the way you are lah.. ada yang bisa grogi kamu tatap dalam-dalam, ada yang bisa bahagia dengar suara kamu, ada yang bisa tenang hanya sekadar duduk di samping kamu, ada seseorang yang tertahan di kamu dan tidak bisa menoleh ke arah manapun, ada yang hanya ingin melihat kamu tanpa berucap apapun, ada yang ingin melihat kamu kala pertama kali ia membuka mata dan memejamkan mata, ada yang rela melakukan apapun demi kamu, sudah.. narsisnya sudah??  Risa waras? Oh iya.. belum nebus obat dengan dosis yang baru..

Yaelah..

Setidaknya dengan begitu aku merasa dicintai, oleh diriku sendiri.. hahahahahahaaaaa… setangguh apapun ku berdiri sendiri, ternyata hatiku memberontak tidak mau dengar logika.. “Aku butuh laki-laki..” o_o?

Ada yang mau daftar jadi calon? Call me baby..

digaji dengan cinta dan kasih sayang, serta kesetia’an yang tak kurang-kurang.. hahahaha

Advertisements