Kita Ini Butuh Apa? Butuh Like, Love? Atau Jempol?

Ctrl J, Times New Roman, 12..

Pukul 0.05.. dan masih terjaga..

Jadi mau apa saya? Besok harus bangun pagi.. iya pagi, sekelam apapun senja selalu ada pagi yang menopangnya *halah..

Sepertinya saya pernah bertanya-tanya, apa sebenarnya tujuannya kita hidup ini?

Secara literatur tentu dengan sok-nya kita akan menjawab tentu tujuannya kita hidup untuk Tuhan kita, tapi pernah tidak kita berpikir setiap yang kita lakukan selalu berharap timbal balik. Jika bukan pada manusia tentu berharap pada yang menciptakan kita. Tidak pernah ada hal yang kita lakukan dengan tulus murni ikhlas tanpa berharap apapun, setidaknya kita pasti berharap akan sesuatu yang disebut pahala itu.

Dan kau mencintai orang yang kau sayang tentu berharap dia membalas cintamu atau setidaknya dia terlihat bahagia maka kau akan ikut-ikutan bahagia.

Kenapa kita ibadah? Bohong kalau tidak berharap surga-Nya. Itu adalah reward terbesar yang ingin manusia capai.

Sebenarnya saya agak ragu mau menuliskan postingan aneh ini, masalahnya saya sedang merasa kacau.

A: Tidak

Gama: Kacau

Hmm… seharusnya saya tidak usah kacau, punya agama.. ya kan? But I’m still human, hahah

Nah.. pertanyaan terbesarnya adalah

“APA SEBENARNYA YANG KITA BUTUHKAN DALAM HIDUP INI?”

Saya pribadi terlalu sering menjawab, kita butuh bahagia, ketenangan, kedamaian.

Ternyata jawaban-ku itu salah. Yang kita butuhkan adalah “Dihargai..” dan proses pengharga’an ini bisa menjawab semua lika-liku hidup ini.

  1. Kenapa terjadi perselingkuhan?
  2. Kenapa kita sok kepengen liburan ketika gabut dan capek?
  3. Kenapa kita bangga dan bahagia ketika punya banyak follower?

Dll, jawabannya akan sama.. kita butuh sekali akan penghargaan diri sendiri. Ketika seseorang berselingkuh itu menurutku bukan karena tidak cinta pada pasangannya, tapi lebih ke pasangannya sudah tidak memberikan penghargaan pada dirinya. Inilah kenapa ada etika dilarang chatting dengan lawan jenis di atas jam 19.00 – menjelang subuh? Dan 6 pagian jika hanya haha hihi basa basi busuk?

Itu adalah waktu-waktu otak di gelombang tenang, tidak sedang hardwork sekali. Logika sedikit turun, kemasukan hal-hal sejenis. Membuat yang bersangkutan kepikiran “Kog aku kepikiran si Joko terus sih? Apa dia jodohku?”

Bukan Mba! Bukan.. itu hanya kebiasaan, merasa kog nyaman padahal hanya semu. Percayalah.. dia bukan jodohmu.

Kenapa kita cenderung punya nafsu makan tinggi atau rendah ketika stres? Kenapa merasa butuh vitamin sea? Butuh lihat laut? Yang katanya butuh refresing?

Tapi sebenarnya apakah kamu benar-benar bisa melepaskan beban di pundakmu hanya sekadar memandang hamparan hutan atau laut tak terbatas? Hai sayangku.. itu cuma menjeda segala bebanmu.. tidak benar-benar membuat sembuh, itu hanya sekadar tombol pause.. bukan delete,  yang perlu kita lakukan adalah jujur pada diri sendiri.. aku kenapa? Ada apa denganku? Sebaiknya aku harus bagaimana? Bicara pada diri sendiri apa yang sebenarnya mengganggumu dan berdialoglah..

Lalu jawab sendiri,

Kenapa kita hobi sekali posting sesuatu dan merasa senang melihat jumlah like yang ada? Kita butuh yang namanya penghargaan atas diri.

Lantas siapa yang akan menghargaimu?

Apakah kau akan menjawab

“Kekasihku, Keluarga-ku, Sahabat-sahabatku”

Jadi ada berapa orang didekatmu disaat susah? Tidak banyak bukan? Dan sebenarnya orang terdekat kita adalah orang yang paling sering menyakiti, tapi kita berharap untuk mereka hargai.. mereka sendiripun individu yang haus akan penghargaan diri sendiri. Hidup saling menuntut begitu apa tidak capek?

Menurut hematku, kita dilarang untuk mengharapkan orang menghargai dirimu sebesar apa yang kau mau. Cukup sewajarnya saja, dan tolong ingat-ingat kamu adalah berharga.

Sekian tahun lalu saya pernah bilang begini ke seorang temen, KD nama bekennya dia.

“Setiap kita itu istimewa lho..” Aku

KD menatapku bingung “Atas dasar apa kamu bisa bilang begitu?” Saya kalau tidak salah menjelaskan, tentu saja berharga,, kita dilahirkan dalam keadaan berbeda dan memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Mungkin KD menggunakan parameter, jago mata pelajaran apa, terkenal tidaknya, cantik gantengnya.

Dan aku mencoba menjelaskannya sekarang, tentu saja kita semua istimewa. Mengingat kata istimewa tentu akan mengacu pada sesuatu yang paling beda dan berharga diantara sekian bentukan.

Tapi saya pikir tentu kita istimewa, setiap dari kita dijaga baik-baik dan diharapkan kehadirannya ketika dalam kandungan, ketika masih kecil dan belum bisa apa-apa pasti dijaga dengan protektif. Mau senakal apapun dirimu pasti kamu adalah anak paling baik dan lucu menggemaskan bagi ibu dan ayahmu, mereka tidak pernah menuntutmu harus jadi apa.. kalaupun menuntut pun demi kebaikan dirimu sendiri. Dan orangtua sampai kapanpun akan memperlakukan anaknya seperti anak-anak, itu adalah manifestasi dari perasaan sayangnya.

Jadi kita ini tidak butuh like apalagi love, kita hanya butuh jiwa yang besar untuk mengapresiasi diri sendiri. Jangan gantungkan bahagia dan semangatmu pada orang lain, tapi soal jodoh memang adalah masalah lain.

Tentu kita tau bahwa tujuan pernikahan seharusnya bukan bahagia, pahami diri sendiri terlebih dahulu. Kita tidak boleh menikah dengan orang yang tidak kita cintai, tidak boleh juga menikah demi bahagia, jangan berharap orang menghargaimu sebesar keinginanmu.. sewajarnya saja.

Saya tidak tahu nama saya itu apakah seribet itu untuk disebut? Saya tidak marah dipanggil apa saja, saya tidak marah bahkan jika ada anak kecil memanggil namaku langsung, saya juga tidak pernah memaksakan orang harus memanggilku “Risa”, meski saya akan sangat menghargaimu jika bersedia memanggil nama utamaku tersebut. Kurang kece apa coba aku jadi orang? Hahaha.. karena saya menghargai diri sendiri, tidak terlalu mau ambil pusing dengan penilaian orang. Dengan begitu saya tidak mudah naik darah.

Jadi saya ingin hidup seperti apa? Bukan lurus yang kelewat lurus searah seperti lintasan jalan bebas hambatan, tidak juga yang terlalu berkelak-kelok. Sesekali lurus dan terkadang berkelak-kelok tidak masalah. Saya tidak mau menjadi orang yang sepenuhnya baik dan apa-apa dipandang secara positif, ada kalanya saya berhak berpikir kemungkinan terburuk dan risikonya, ada saatnya harus kalem menyikapi masalah dan ada saatnya murka seperti hulk.

Kepada siapapun yang tidak sengaja membaca tulisan, saya mau bilang.. terima kasih sudah meluangkan waktunya, apapun yang menimpa kamu hari ini dan segala sesuatu yang membuat pundak serta hatimu berat akan segera diringankan, kalau ada orang yang merendahkan kamu, hei.. aku bersamamu.. katakanlah dalam hati.. setidaknya aku mengupayakan semua dengan tangan ku sendiri.. aku merasa bangga pada diriku sendiri.

Bahagiamu ada di dirimu sendiri, berhentilah berharap terlalu banyak pada manusia yang lemah.  Kau tidak membutuhkan like, love, atau jempol, kau hanya butuh setidaknya satu orang yang bersedia mendengarkanmu.

Kamu hebat, kamu kuat, boleh menjeda jika lelah.. tapi jangan berhenti ya.. let me hug you.. ❤

0:48

Advertisements

5 thoughts on “Kita Ini Butuh Apa? Butuh Like, Love? Atau Jempol?

Don't be shy. Leave a reply ;)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s