I’ll Take Your Word For it..

Mas Ipul lagi, lagi lagi.. hmm..  itu kemarin sih, ini gw masih gak ngerti kenapa ini orang..

Tuh kan apa ku bilang.. dia ini hemat orangnya..

Jadi kami ketemuan gak? Ada deh.. XD

.

.

Karena saya tidak menepati janji, emangnya aku pernah janji ya? Haha.. dalem hati sudah menerka “Ini nanti aku diamuk dia..” Mau nemenin tapi malah dateng pas udah sah.. maka aku sudah siap menyiapkan jawaban “Gak onog motor Lhur, bukku rewang.. aku jogo warung~” dududududu…

Seperti kata Koh Ernest Prakasa, Young Lex itu bukan pendidik.. jadi jangan berharap ada banyak edukasi dalam konten dia. Dan itu pun berlaku buat saya dan blog ini, ini hanyalah tempat sampah yang sangat elegan… kau pikir aku banyak mengeluh dan menceritakan apa saja yang tidak ada manfaatnya di sini? He’em iya.. tapi diluar itu aku tidak pernah memberikan beban pikiran dengan curhat ke orang lain-lain yang secara dalem, kadang-kadang kepengen ngomong ngene.. yang nyuruh kamu suka sama aku itu siapa? Masalah?. Memang bukan blog edukasi.. kau pikir sedang mencari apa di sini? Saya hanya sedang melakukan sesuatu supaya hati ini lega.. take it easy, just for fun~

Jadi.. sehabis magrib, ternyata hujan lumayan deras semenjak jam 17.00 an, akhirnya saya pergi ke OMI. Sekali lagi.. tiada pernah terlewatlah tempat tersebut. Tak lama kemudian Emi datang dan kami mengobrolkan banyak, beberapa waktu kemudian Tulus datang. Menggibahkan semuanya, lalu Puji A dengan Afris datang pula.. keduanya agak menjauh, saya sempat dekat dengannya tapi tak berlaku untuk sekarang. Sekarang, paling-paling Emi, Ti’ah, Mbah Susi, kalau ada Ping ya sama Ping sekalian. Diluar itu entah kenapa gak nyambung lagi..

Nungguin Ti’ah, Isa’ jam 7 7 7 7 akhirnya dateng juga sama pacarnya. Yang terakhir kali kami menggibah dia bilang “Aku to sampai’ ngomong karo wonge, kok kenale saiki? Ora mengko wae pas tanggungan-ku wes bar Mas, dadine kuwe rasah ono ceritane ngenteni aku. Dadine kepengen gage nikah saiki.. hahahaha”

Cah somplak..

Singkat cerita kami otw ke sana, sepi.. ya udah malem. Aku mengagumi keputusannya untuk melepas masa lajang dengan proses sedemikian rupa syar’i dan islaminya, bukan saya meragukan alur-Nya.. tetapi yang saya ragukan adalah manusia. Jadi kalau semisal aku gak kenal orangnya sama sekali, tetiba ngajakin ta’aruf dan nikah.. okeh.. secara bahasa ta’aruf itu artinya perkenalan. Tapi aku gak kenal karakternya Bos.. bagaimana kalau dia ternyata sosoknya yang aseli justru orang yang emosian dan justru tidak bisa memberikan rasa aman?. Perempuan itu naluriahnya akan mencari tempat yang membuatnya merasa aman dan nyaman, perasaan cinta adalah masalah lain. Percuma juga dengan cinta kalau ujung-ujungnya KDRT?

Bukan aku berharap itu terjadi padanya, semoga adem-adem saja.. tapi ini lebih ke ya udahlah itu adalah keputusannya dan saya menghargainya.. tapi aku jujur takkan berani mengambil keputusan sejenis itu. Dan lagipula aku belum ada pandangan untuk menikah dalam waktu dekat. Meski sering disindiri.. bodo amatlah.. aku belum 25, dan ku pastikan omongannya Sony itu salah.. soal, perempuan itu kalau nikahnya ketua’an paling-paling yang mau sama dia ya yang ala-kadarnya. Eh sorry.. saya percaya kog ada seseorang di luar sana yang mencintaiku melebihi diriku sendiri *wkwk, untuk suka dengan seseorang tentu wajar, tapi untuk sejauh itu.. tidak ferguso~ kau kan juga tau aku tidak siap untuk hamil dan melahirkan. Aku pun tak suka resepsian yang ramai.

.

.

Saya memberikan dia 2 buah buku. Selera kami kan sama, kalau bukan buku ya kucheeeng.  Bukan buku baru, tapi lumayan lah harganya.. ketimbang ngamplopin uang 20k. Aku dulu beli buku tersebut 190k 3 jenis, yang 1 masih ku simpan.. judulnya “Menata Hati”. Judulnya “Genap” & “Genap 2”

Aku: Lha piye Ah.. aku pe ngamplopi yo ra penak..

Ti’ah: Yo sih, kuwe cedak mbi deknen..

Ya tentu saja, manusia itu adalah individu yang sendiri.. acieh~, ketika dia sudah menikah dan itu jodohnya. Maka genaplah dia, menggenap.. bukan single lagi. Seperti yang sering kita semua dengar, menikah itu adalah menyempurnakan separuh agama. Genap.

Kedua buku tersebut benar-benar problematika pengantin baru, yang ditulis dengan sudut pandang perempuan, yang manja-manja, kepengen dimengerti tanpa perlu menjelaskan, ingin diprioritaskan, dihargai pendapatnya tanpa merasa harus diatur-atur. Sebagaimana wanita diciptakan dari tulang rusuk paling bengkok. Tidak bisa dipaksa, pelan-pelan diluruskan dengan kasih sayang dan kelembutan.

Hahah.. diambil dari tulang rusuk paling bengkok adam, diciptakan ketika Adam tidur.. kalau tidak pasti Adam akan sangat membenci Hawa. Karena rasa sakitnya. Kita cenderung akan membenci sesiapapun yang memberikan rasa sakit pada diri kita.

Setelah itu kami ke salah satu tempat makan di jalan Hayam Wuruk. Yang ngajakin Ti’ah sih.. sama pacarnya Ti’ah, konyol ternyata pacarnya Ti’ah.. ada cerita sampai ke pengantenannya temennya bolak balik 3 kali. Ini baru yang namanya sahabat sejati.. HAHAHAAA.

Jadi ceweknya 4, dan dia jadi tukang foto XD

Susi: Kuwe mau ngajak wonge mung kanggo tukang foto kan Ah? Hahaha..

Emi pun meresah, kog kita kalau ada waktu yang kumpul ya cuma kita kita aja sih?. Mbah Sus, Ti’ah, Aku, Emi..

Entah yo, sefrekuensi mungkin..

Advertisements